Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

A. Aspek Fundamental dalam Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Kuliah Kerja Nyata yang merupakan bagian integral dari proses pendidikan telah berulang-ulang dilaksanakan Universitas Ahmad Dahlan. Dalam melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata ini, Universitas Ahmad Dahlan memegang enam aspek fundamental, yang antara satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan. Keenam aspek tersebut adalah sebagai berikut. Pertama: Tri Dharma Perguruan Tinggi, artinya kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam Kuliah Kerja Nyata merupakan bentuk kegiatan yang memadukan unsur-unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat dalam satu paket kegiatan. Kedua: Pendekatan Interdisipliner dan Komprehensip, maknanya kegiatan-kegiatan dalam Kuliah Kerja Nyata haruslah merupakan pengamalan ilmu yang menuntun mahasiswa pada pola berpikir interdisipliner dan komprehensip. Dalam hal ini, upaya pemecahan masalah yang timbul dalam pembangunan masyarakat dengan pendekatan interdisipliner, tidak diperoleh melalui aktivitas perkuliahan pada disiplin ilmu tertentu. Ketiga: Lintas Sektoral, artinya dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata pola berpikir sektoral harus ditinggalkan, karena setiap masalah dalam kehidupan masyarakat selalu mempunyai kaitan antara satu dengan yang lainnya. Keempat: Dimensi yang Luas dan Pragmatis, artinya dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata yang dijadikan modal bukan hanya ilmu yang telah dipelajarinya secara formal di program studinya, namun juga semua pengetahuan, pengalaman, intelegensia yang dimiliki oleh masing-masing mahasiswa. Selain itu, semua yang dikerjakan oleh mahasiswa melalui Kuliah Kerja Nyata harus berdimensi luas dan sekaligus relevan dengan upaya memajukan masyarakat serta secara nyata berguna bagi wilayah yang menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata. Kelima: Keterlibatan Masyarakat Secara Aktif, artinya dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata harus selalu ada jalinan kerja sama yang baik serta keterlibatan aktif di antara mahasiswa dan masyarakat. Keenam: Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar, artinya pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan selalu dikonsep/diniati dan dilaksanakan dalam kerangka amar makruf dan nahi munkar sesuai dengan misi Persyarikatan Muhammadiyah. B. Alokasi Waktu dan Program-Program Kegiatan dalam Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan 1. Alokasi Waktu

Bobot satuan kredit semester (sks) kegiatan Kuliah Kerja Nyata Reguler maupun Kuliah Kerja Nyata Alternatif tidak berbeda, yakni 4 sks dan dialokasikan untuk Tahap Pembekalan 1 sks dan Tahap Pelaksanaan 3 sks. Menurut prinsip-prinsip sistem kredit, rincian waktu untuk setiap 1 sks adalah 50 menit untuk matakuliah teoretik (T), 100 menit untuk matakuliah praktek (P), atau 200 menit untuk matakuliah lapangan (L). Kegiatan tiap sks untuk T, P, ataupun L harus dilengkapi dengan 1 jam kegiatan tidak terjadwal berstruktur dan 1 jam kegiatan tidak terjadwal mandiri. Setiap satu semester, perkuliahan dilaksanakan 16 sampai dengan 18 minggu. Universitas Ahmad Dahlan menetapkan bahwa jumlah waktu perkuliahan tiap-tiap semester sebanyak 16 minggu. Dengan demikian, untuk setiap 1 sks T mahasiswa harus melakukan kegiatan dengan jumlah waktu 50 menit x 16 = 800 menit (13 jam 20 menit) dilengkapi 1 jam x 16 = 16 jam kegiatan tidak terjadwal terstruktur serta 1 jam x 16 = 16 jam kegiatan tidak terjadwal mandiri. Untuk 1 sks P, mahasiswa harus melakukan kegiatan dengan jumlah waktu 100 menit x 16 = 1.600 menit (26 jam 40 menit) dilengkapi 1 jam x 16 = 16 jam kegiatan tidak terjadwal terstruktur serta 1 jam x 16 = 16 jam kegiatan tidak terjadwal mandiri Untuk L, mahasiswa harus melakukan kegiatan dengan jumlah waktu 200 menit x 16 (53 jam 20 menit) dilengkapi dengan 1 jam x 16 = 16 jam kegiatan tidak terjadwal terstruktur serta 1 jam x 16 = 16 jam kegiatan tidak terjadwal mandiri. Untuk Tahap Pembekalan yang berbobot 1 sks, jumlah waktu tersebut diatur menjadi 50 menit x 8 = 400 menit (6 jam 40 menit) untuk Pembekalan Umum dan 50 menit x 8 = 400 menit (6 jam 40 menit) untuk Pembekalan Khusus. Jumlah waktu tersebut harus dilengkapi dengan 16 jam untuk kegiatan tidak terjadwal berstruktur, berupa tugas membaca buku materi pembekalan dan 16 jam kegiatan tidak terjadwal mandiri, berupa kegiatan mengikuti 2 buah pelatihan bersertifikat (yang diselenggarakan oleh lembaga baik yang berada di dalam maupun di luar kampus) untuk bekal pelaksanaan tugas di lapangan. Jumlah keseluruhan waktu adalah 13 jam 20 menit + 16 jam + 16 jam = 45 jam 20 menit. Untuk Tahap Pelaksanaan yang berbobot 3 sks, mahasiswa harus melakukan kegiatan L dengan jumlah waktu 200 menit x 16 x 3 = 9.600 menit (160 jam) ditambah dengan 1 jam x 3 x 16 = 48 jam untuk kegiatan tidak terjadwal berstruktur dan 1 jam x 3 x 16 = 48 jam untuk kegiatan tidak terjadwal mandiri. Jumlah waktu untuk Tahap Pelaksanaan adalah sebanyak 160 jam + 48 jam + 48 jam = 256 jam (digunakan untuk observasi dan penyusunan rencana kegiatan maksimal 50 jam, untuk operasional minimal 200 jam, dan untuk penyusunan laporan serta responsi 6 jam. 2. Kelompok Bidang Kegiatan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif harus meliputi (1) Kelompok Bidang Keilmuan, yakni kegiatan yang berkaitan dengan program studi atau bidang ilmu yang serumpun dengan program studi, (2) Kelompok Bidang Keagamaan, yaitu kegiatan yang berkaitan dengan pendalaman maupun pengamalan agama Islam dan pembangunan fisik untuk sarana ibadah dan/atau tempat menuntut ilmu bagi umat Islam, (3) Kelompok Bidang Seni dan Olah Raga, dan (4) Kelompok Bidang Pendukung, yakni kegiatan di luar Kelompok Bidang Keilmuan, Kelompok Bidang Keagamaan, dan Kelompok Bidang Seni dan Olah Raga. Dalam Kelompok Bidang

Pendukung ini di antaranya mahasiswa wajib melakukan survei untuk persiapan/pengembangan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata. Adapun persentase waktu kegiatan untuk masing-masing Kelompok Bidang adalah: Kelompok Bidang Keilmuan minimal 35% (70 jam), Kelompok Bidang Keagamaan minimal 15% (30 jam), Kelompok Bidang Seni dan Olah Raga minimal 10% (minimal 20 jam), dan Kelompok Bidang Pendukung maksimal 40% (80 jam). C. Bentuk Kuliah Kerja Nyata yang Dilaksanakan di Universitas Ahmad Dahlan Bentuk Kuliah Kerja Nyata yang dilaksanakan Universitas Ahmad Dahlan pada mulanya tidak berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta lainnya. Namun, Universitas Ahmad Dahlan kemudian mengembangkan bentukbentuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata yang memiliki ciri khas sehingga ada perbedaannya dengan perguruan tinggi lainnya. Bentuk Kuliah Kerja Nyata yang memiliki ciri yang sama dengan perguruan tinggi lainnya diberi nama Kuliah Kerja Nyata Reguler. Adapun bentuk lainnya diberi nama Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Kuliah Kerja Nyata Alternatif mulai dilaksanakan pada tahun 2003. Memang, pada 1996 telah ada sejumlah mahasiswa yang mengajukan permohonan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di luar Kuliah Kerja Nyata Reguler. Permohonan tersebut telah dikabulkan. Mereka diberi wadah yang diberi nama Bakti Masyarakat, dan untuk pertama kali diselenggarakan di Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Kemudian pada tahun 2001, kegiatan Bakti Masyarakat sebagai ekuivalensi Kuliah Kerja Nyata dilaksanakan di empat kecamatan di wilayah Kabupaten Bantul, yakni Kecamatan Imogiri, Kecamatan Sewon, Kecamatan Jetis, dan Kecamatan Pleret. Disamping itu, pada tahun yang sama, Bakti Masyarakat juga dilaksanakan di Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Namun demikian, Lembaga Pengabdian pada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan pada saat itu belum memiliki pedoman untuk pelaksanaan kegiatan di luar kegiatan Kuliah Kerja Nyata Reguler itu. Sejalan dengan perkembangan maupun permasalahan yang ada di lapangan dan juga di lingkungan perguruan tinggi, Universitas Ahmad Dahlan mengembangkan bentuk Kuliah Kerja Nyata di luar bentuk Reguler. Bentuk ini, sebagaimana diungkapkan di depan, disebut Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Ada enam kegiatan yang dicoba dikonsep dan untuk kemudian ditawarkan kepada para mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan sebagai Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Keenam kegiatan yang ditawarkan itu adalah Bina Desa, Bina Masjid, Bina Komunitas, Mubaligh Hijrah, Perkampungan Kerja Mahasiswa, dan Bakti Masyarakat. Mengenai keenam bentuk Kuliah Kerja Nyata ini akan diuraikan dalam Bab III. D. Ketentuan Umum, Pengorganisasian, dan Tahapan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Alternatif dilaksanakan dengan ketentuan umum, pengorganisasian, dan tahapan kegiatan sebagai berikut.

1. Ketentuan Umum Ketentuan umum Kuliah Kerja Nyata Alternatif adalah sebagai berikut. a. Kuliah Kerja Nyata Alternatif hendaknya berorientasi pada pengembangan dan penerapan ilmu yang telah diperolehnya melalui perkuliahan maupun pendidikan dan pelatihan. b. Kuliah Kerja Nyata Alternatif seyogyanya menunjang pengembangan amal usaha Persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam amar makruf nahi munkar. c. Kuliah Kerja Nyata Alternatif berfungsi sebagai upaya untuk membangkitkan dan mengembangkan swadaya masyarakat. d. Kuliah Kerja Nyata Alternatif harus menjadi wahana bagi mahasiswa untuk memahami dan turut serta menghayati kehidupan di masyarakat serta untuk belajar memecahkan permasalahan yang muncul di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat. e. Kuliah Kerja Nyata Alternatif harus tetap berintikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menekankan pada pembelajaran dan pemberdayaan mahasiswa maupun masyarakat. Kelima ketentuan umum di atas memuat tiga patokan utama, yaitu iman, ilmu, dan amal. Iman dengan segala konsekuensinya merupakan landasan yang di atasnya aktivitas kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif digerakkan. Ilmu merupakan instrumen gerak sebagai alat untuk menerjemahkan iman dalam ujud karya nyata Kuliah Kerja Nyata Alternatif atau amal shaleh. Dengan demikian, Kuliah Kerja Nyata Alternatif tidak dapat dilepaskan dari kegiatan dakwah amar makruf nahi munkar, yang menempatkan Islam sebagai sumber gerak (nilai yang hidup dan menggerakkan) serta menopang gerakan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah. Konsekuensinya adalah kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif harus dibangun di atas kerangka yang spesifik, yakni: a. Interdisipliner dan terpadu, dengan Islam sebagai sentral gerak. b. Kebermanfaatannya mencakup lima sasaran, masyarakat/umat, individu mahasiswa, Universitas Ahmad Dahlan sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Persyarikatan Muhammadiyah, dan Pemerintah. c. Kegiatan penelitian dakwah dan kehidupan beragama terkait secara integral. 2. Pengorganisasian Kegiatan Pengorganisasian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif menggunakan model sebagai berikut. a. Membentuk jalinan kerja sama antara Perguruan Tinggi Muhammadiyah (dalam hal ini Universitas Ahmad Dahlan), Persyarikatan Muhammadiyah, dan Masyarakat/Umat, serta Pemerintah. b. Menempatkan mahasiswa sebagai elemen aktif yang menggerakkan kegiatan. c. Menempatkan Islam sebagai rujukan utama dalam penyebaran informasi tentang aktivitas kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebagai sebuah kegiatan pengabdian pada masyarakat.

3. Tahapan Kegiatan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif secara garis besar dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut. a. Pelaksanaan riset yang memadai terhadap medan aktivitas (wilayah, tempat, atau komunitas tertentu). b. Pengadaan seminar-seminar kecil sebelum, bersamaan, dan/atau sesudah pelaksanaan kegiatan. c. Pengevaluasian dan penyusunan laporan kegiatan. E. Kriteria Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi untuk Kuliah Kerja Nyata Alternatif harus memperhatikan persyaratan berikut. 1. Wilayah yang kondusif untuk pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Alternatif 2. Jumlah kaum dhuafa di wilayah tersebut cukup tinggi. 3. Tingkat kesadaran pemeluk Islam di wilayah tersebut untuk melaksanakan ajaran agama Islam sangat memprihatinkan. 4. Pemurtadan terhadap umat Islam terjadi di wilayah tersebut. 5. Wilayah tersebut bukan merupakan daerah konflik 6. Wilayah tersebut bukan daerah yang sedang terserang wabah penyakit. F. Pembekalan Pembekalan dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi mahasiswa peserta KKN agar benar-benar dapat melaksanakan tugas KKN dengan sebaik-baiknya. Disamping itu, pembekalan juga dimaksudkan agar peserta KKN memahami tugas-tugas sebagai seorang pelaksana dakwah amar makruf nahi munkar. Kegiatan Pembekalan dalam KKN UAD diatur sebagai berikut. 1. Kegiatan Terjadwal a. Yang termasuk dalam Kegiatan Terjadwal pada Pembekalan Umum, baik KKN Alternatif maupun KKN Reguler, meliputi 6 (enam) materi, yaitu: 1) Wawasan KKN (dengan waktu 2 x 50 menit) 2) Wawasan Kemuhammadiyahan (dengan waktu 2 x 50 menit) 3) Survei dan Penyusunan Program Kegiatan (dengan waktu 2 x 50 menit) 4) Administrasi dan Laporan Kegiatan KKN (dengan waktu 2 x 50 menit) 5) Etika, Metode Menggerakkan Masyarakat, dan Manajemen Konflik (dengan waktu 2 x 50 menit) 6) Wawasan Daerah/Lembaga/Objek Kegiatan (dengan waktu 2 x 50 menit) b. Pembekalan Khusus mendapat alokasi waktu sebanyak 4 x 50 menit. Untuk materi Pembekalan Khusus KKN Alternatif, Pusat P2KKN menawarkan dua macam kemungkinan materi, yaitu: 1) materi pembekalan seperti KKN Reguler atau 2) materi pembekalan ditentukan sendiri oleh masing-masing pengusul program

Adapun materi Pembekalan Khusus untuk KKN Reguler meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Komunikasi Tulis, Komunikasi Lisan, dan Protokoler b. Wawasan Kesehatan dan Lingkungan c. Wawasan Kewirausahaan d. Wawasan Sosial dan Kebudayaan Catatan: 1) untuk Pembekalan Khusus pada KKN Reguler, peserta dalam setiap unit dibagi 2 dan masing-masing orang dalam satu unit hanya mengikuti dua materi pembekalan khusus. Demi memudahkan pengaturan, mahasiswa dalam setiap unit dibagi dua. 2) Waktu masing-masing materi pada Pembekalan Khusus adalah 2 x 50 menit. Adalah 2. Kegiatan Tidak Terjadwal Terstruktur Dalam Kegiatan Tidak Terjadwal Terstruktur, kegiatan yang dilakukan oleh para mahasiswa adalah membaca buku materi pembekalan yang diterbitkan oleh LPM UAD dan buku-buku lain yang mendukung tugas di lapangan. 3. Kegiatan Tidak Terjadwal Mandiri Dalam Kegiatan Tidak Terjadwal Mandiri, kegiatan mahasiswa adalah mengikuti 2 (dua) buah kegiatan pelatihan/kursus atas inisiatif sendiri. Pelatihan/kursus tersebut dapat diselenggarakan oleh lembaga manapun asalkan berisi materi yang memberikan bekal kepada mahasiswa dalam melaksanakan tugas KKN. Jumlah waktu setiap kegiatan minimal 8 (delapan) jam. Jika waktu masing-masing kegiatan kurang dari 8 jam, mahasiswa minimal harus mengikuti 4 macam pelatihan/kursus. Bukti bahwa yang bersangkutan telah mengikuti kegiatan dibuktikan dengan sertifikat. Dalam sertifikat ini hendaknya dicantumkan materi yang diberikan serta jumlah waktu masing-masing kegiatan pelatihan tersebut.

BAB II PERSYARATAN PENDAFTARAN PESERTA DAN ALUR PROSES KKN ALTERNATIF

A.

Persyaratan Pendaftaran Peserta

Peserta KKN UAD adalah mahasiswa dari semua program studi di lingkungan UAD yang memenuhi persyaratan. Persyaratan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Mahasiswa yang bersangkutan minimal telah duduk di semester 7 dan terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang sedang berjalan, minimal telah lulus matakuliah sejumlah 120 sks dan dengan indeks prestasi kumulatif minimal 2,00, telah lulus 3 dari 4 matakuliah paket yang diprogramkan oleh LPSI, dan lulus tes membaca Al Qur-an. 2. Mahasiswa yang bersangkutan harus memasukkan KKN dalam Kartu Rencana Studi (selanjutnya disingkat KRS) sesuai dengan ketentuan yang diatur oleh BAA. 3. Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri sebagai peserta KKN (dilakukan dengan mengisi Blanko Pendaftaran KKN dan memohon persetujuan Dosen Wali, kemudian menyerahkan blanko tersebut ke Kantor LPM) harus mengikuti Tahap Pembekalan KKN. Untuk dapat mengikuti Tahap Pembekalan KKN, mahasiswa calon peserta KKN tersebut harus sudah melunasi seluruh biaya KKN. 4. Mahasiswa yang tidak lulus dalam mengikuti Tahap Pembekalan KKN tidak dapat mengikuti Tahap Pelaksanaan di Lokasi KKN. Untuk dapat meng-ikuti Tahap Pelaksanaan di Lokasi KKN, yang bersangkutan harus mengulang lagi pada Tahap Pembekalan KKN berikutnya. 5. Mahasiswa yang bersangkutan bersedia mengikuti Tahap Pelaksanaan di Lokasi KKN sesuai dengan unit, kelompok, dan periode KKN yang ditentukan oleh Pusat P2KKN. 6. Mahasiswi yang mengikuti Tahap Pelaksanaan di Lokasi KKN tidak dalam keadaan hamil. 7. Mahasiswa yang dalam keadaan sakit atau memiliki penyakit kambuhan harus melampirkan Surat Keterangan Dokter dalam pendaftaran KKN. B. Prosedur dan Alur Proses Kuliah Kerja Nyata Alternatif Yang dimaksud Alur Proses Kuliah Kerja Nyata Alternatif dalam uraian ini adalah hal-hal yang harus dilaksanakan dan/atau dilalui oleh setiap mahasiswa yang mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Hal-hal yang harus dilaksanakan dan/atau dilalui itu adalah sebagai berikut. 1. Mahasiswa mengisikan matakuliah KKN ke dalam KRS sesuai dengan ketentuan BAA. 2. Mahasiswa melunasi biaya KKN. 3. Mahasiswa meminta password untuk pendaftaran KKN online kepada admin LPM UAD dengan menunjukkan kuitansi pembayaran biaya KKN.

4. Mahasiswa melaksanakan pendaftaran KKN online dan menyerahkan print out pendaftaran yang sudah ditandatangani dosen wali. 5. Mahasiswa memasukkan blanko Pendaftaran KKN ke LPM bersamaan dengan jadwal pengisian KRS semester yang bersangkutan. Pengumpulan formulir pendaftaran diatur dengan ketentuan sebagai berikut. a. Jika calon peserta KKN belum membentuk unit, formulir pendaftaran diserahkan secara individual dan dimasukkan dalam stopmap kuning. b. Jika calon peserta KKN sudah membentuk unit: 1) formulir pendaftaran dikumpulkan per unit dan dimasukkan dalam stopmap hijau. 2) ketentuan pembentukan unit: a) satu unit terdiri dari 7 9 orang b) minimal terdiri dari 3 program studi dan minimal 2 fakultas c) jumlah laki-laki maksimal 3 orang 3) lokasi bisa ditentukan sendiri oleh unit dan dimintakan persetujuan kepada Ketua Pusat P2KKN (Bapak Jabrohim) Catatan: a) sebelum survei untuk memilih lokasi, ketua unit wajib berkonsultasi terlebih dahulu kepada Ketua Pusat P2KKN b) LPM menyediakan sejumlah lokasi yang dapat dipilih oleh mahasiswa 6. LPM mengeluarkan Daftar Peserta Pembekalan KKN. 7. Mahasiswa mengambil buku Pedoman KKN dan buku materi pembekalan KKN di LPM dengan menyerahkan bukti pelunasan biaya KKN. 8. Mahasiswa mengikuti Pembekalan KKN. 9. Mahasiswa menyerahkan (a) sertifikat keikutsertaan dalam penataran/pelatihan, (b) sertifikat/surat keterangan telah lulus 3 dari 4 matakuliah paket yang diprogramkan oleh LPSI, dan (c) sertifikat/surat keterangan telah lulus tes membaca Al Qur-an. 10. LPM mengeluarkan Daftar Mahasiswa yang Berangkat ke Lokasi KKN beserta lokasinya. Catatan: Keputusan LPM mengenai mahasiswa yang berangkat ke lokasi KKN berdasar atas (a) kelulusan dalam Pembekalan, (b) kelengkapan sertifikat/surat keterangan telah lulus 3 dari 4 matakuliah paket yang diprogramkan oleh LPSI, (c) surat keterangan telah lulus tes membaca Al Qur-an, dan (d) bukti pelunasan biaya KKN. 11. Mahasiswa yang tidak tercantum di Daftar Mahasiswa yang Berangkat ke Lokasi KKN berarti (a) tidak lulus dalam Pembekalan atau (b) keberangkatan ke lokasi KKN ditangguhkan karena alasan tertentu. Mereka itu harus meminta surat keterangan kepada Sekretaris Pusat P2KKN untuk mengikuti Pembekalan KKN pada periode berikutnya (bagi yang tidak lulus Pembekalan) atau untuk berangkat ke lokasi KKN (bagi yang ditunda keberangkatannya). Catatan: Tanpa menunjukkan surat keterangan tersebut mahasiswa tidak dapat mengikuti Pembekalan KKN atau Keberang-katan ke Lokasi KKN pada periode berikutnya. 12. Mahasiswa melaksanakan survei di lokasi KKN dan kemudian menyusun program kerja KKN (dengan dikoordinasikan oleh DPL KKN dan/atau Koordinator Lapangan).

13. Mahasiswa mendiskusikan/mengkoordinasikan rencana pelaksanaan program kerja bersama-sama dengan DPL (misalnya untuk mengatur program-program yang perlu dikerjakan bersama-sama baik antarunit maupun antar-kelompok). 14. Mahasiswa menyerahkan (a) Laporan Hasil Survei, (b) Rekapitulasi Rencana Program Kerja (yang dilengkapi dengan anggaran masing-masing kegiatan) ke DPL, dan (c) Proposal Kegiatan KKN ke LPM. 15. LPM mengajukan permohonan dana stimulan ke BAPPEDA dengan dilampiri proposal yang diserahkan kelompok mahasiswa KKN (Khusus untuk Pemda yang menyediakan dana stimulan). 16. Mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN untuk melaksanakan program kerja yang telah dirancang, dengan didahului Upacara Penerjunan KKN. 17. Mahasiswa diserahkan ke Pemda pada lokasi KKN dengan Upacara Penyerahan Mahasiswa KKN (bertempat di Kantor Kecamatan atau tempat lain yang ditentukan oleh Pemda terkait) dan kemudian pada hari berikutnya langsung melaksanakan program kerja yang telah dirancang. 18. DPL melaksanakan bimbingan maupun evaluasi dan LPM mengadakan monitoring. 19. Mahasiswa menyusun (a) Laporan Pelaksanaan KKN dan menyerahkannya ke DPL maupun pihak-pihak lain yang dipandang perlu selambat-lambatnya seminggu setelah penarikan dan (b) Rekapitulasi Pelaksanaan Program Kerja dan menyerahkannya ke LPM sehari setelah penarikan. 20. Mahasiswa yang mendapatkan bantuan stimulan dari Pemda maupun lembaga lainnya wajib menyusun Laporan Penggunaan Dana Stimulan dan kemudian menyerahkannya ke DPL pada saat dan di tempat Upacara Penarikan. (Selanjutnya DPL menyerahkan ke Koordinator Lapangan sehari setelah penarikan). 21. Mahasiswa ditarik dari lokasi KKN dengan Upacara Penarikan. 22. Mahasiswa mengikuti responsi yang diselenggarakan oleh DPL masing-masing selambat-lambatnya seminggu setelah penarikan dari lokasi KKN. 23. DPL menyerahkan nilai KKN ke LPM selambat-lambatnya seminggu setelah responsi. Jika dalam batas waktu ini Nilai KKN tidak diserahkan oleh DPL, LPM akan memberikan nilai C kepada mahasiswa yang dibim-bingnya. 24. LPM menyerahkan nilai KKN ke BAA.

BAB III PROGRAM YANG DITAWARKAN SEBAGAI KULIAH KERJA NYATA ALTERNATIF

Di depan sudah diungkapkan bahwa ada enam kegiatan yang ditawarkan kepada para mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan untuk dipilih sebagai Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Keenam kegiatan yang ditawarkan itu adalah Bina Desa, Bina Masjid, Bina Komunitas, Mubaligh Hijrah, Perkampungan Kerja Mahasiswa, dan Bakti Masyarakat. Mengenai keenam bentuk Kuliah Kerja Nyata Alternatif tersebut kami uraikan melalui subbab-subbab di bawah ini. A. Program Bina Desa

1. Pengertian Bina Desa adalah suatu bentuk kegiatan yang terpadu, berencana, dan berkesinambungan, pada suatu desa tertentu dengan maksud agar masyarakat desa tersebut dapat mengembangkan potensinya untuk menolong dirinya sendiri dalam berbagai sektor kehidupan dengan cara yang tepat dan tidak menyimpang dari tuntunan agama. Program Bina Desa merupakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif yang berdasar pada program Universiter. Program Studi dapat menjadikan Program Bina Desa sebagai Kuliah Kerja Nyata Alternatif dengan terlebih dahulu mengajukan usulan kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan. 2. Persyaratan Peserta Selain persyaratan umum sebagaimana dikemukakan pada Bab II Butir A, untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Desa, calon peserta harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut. a. Mahasiswa telah dikelompokkan atau membentuk kelompok yang terdiri atas 7 9 orang. b. Mahasiswa yang telah tersusun menjadi satu kelompok tersebut harus mendaftarkan kelompok dan anggotanya ke Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat selambatlambatnya satu bulan sebelum mahasiswa mendaftarkan diri sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata. c. Mahasiswa (secara bersama-sama) dalam unit/kelompok telah menyusun perencanaan dan observasi serta telah melakukan koordinasi maupun konsultasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi kegiatan. d. Masing-masing mahasiswa yang termasuk dalam kelompok tersebut harus telah memiliki sertifikat pelatihan yang berkaitan dengan program yang akan dilaksanakan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebanyak 2 buah (untuk pelatihan dengan waktu minimal 8 jam) atau 4 buah (untuk pelatihan dengan waktu kurang dari 8 jam).

e. Masing-masing mahasiswa harus mengikuti pelatihan khusus mengenai Program Bina Desa yang diselenggarakan sebelum ataupun sesudah pendaftaran calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Pelatihan khusus ini dikonsep dan dilaksanakan oleh Program Studi, Fakultas, dan/atau Lembaga di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. 3. Prosedur Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Desa dilaksanakan dengan melalui prosedur sebagai berikut. a. Pemilihan desa yang akan menjadi lokasi dilakukan dengan mengadakan riset/observasi sesuai dengan kriteria desa binaan. Dalam hal lokasi tersebut pernah atau tengah menjadi lokasi Kuliah Kerja Nyata Reguler, pemilihan dilakukan melalui diskusi dan koordinasi dengan para mahasiswa yang telah/sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di lokasi tersebut. b. Perumusan perencanaan kegiatan (dengan menjadikan hasil riset/observasi maupun hasil diskusi dan koordinasi dengan para mahasiswa yang telah/tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata di lokasi bersangkutan sebagai masukan utama). Perumusan rencana kegiatan tersebut dituangkan dalam proposal kegiatan umum yang digunakan sebagai lampiran permohonan izin. c. Permohonan izin lokasi kegiatan Bina Desa (Izin Prinsip atau Rekomendasi) kepada Pemerintah Daerah (dengan dilampiri proposal kegiatan umum). d. Penyusunan proposal kegiatan secara terinci (semua kegiatan yang akan dilaksanakan selama di lokasi Bina Desa) dan rekapitulasi kegiatan tersebut. e. Permohonan izin atau pemberitahuan pelaksanaan kegiatan kepada Pemerintah terkait. f. Pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan hal berikut. 1) kegiatan harus sesuai dengan dengan materi kegiatan yang telah dirumuskan, 2) kegiatan harus dibarengi dengan penelitian dakwah yang mencakup deskripsi subjek, objek, lingkungan dakwah, dan eksplorasi masalah dakwah guna menyusun peta dakwah, dan 3) kegiatan harus disertai dengan seminar kecil mengenai perkembangan kegiatan maupun hasil penelitian dakwah. g. Evaluasi akhir yang dilakukan pada akhir kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Desa untuk periode tertentu. Hasil evaluasi ini menjadi bahan masukan bagi Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan maupun bagi mahasiswa yang akan melanjutkan kegiatan di lokasi tersebut (melalui Program Perkampungan Kerja Mahasiswa ataupun Program Bina Desa) B. Program Bina Masjid

1. Pengertian Bina Masjid adalah suatu kegiatan yang dimaksudkan untuk mengembangkan aktivitas masjid guna menopang penyebaran risalah Islamiyah. Dalam hal ini yang dikembangkan adalah (1) subjek pengelola masjid dalam bidang manajemen dan

organisasi, (2) subjek jamaah dalam wujud aktivitas yang mendasar dan bernilai strategis seperti pengajian dan bimbingan belajar untuk anak-anak dan remaja, pengajian tetap yang terencana untuk orang tua, dan pengembangan dakwah jamaah untuk masyarakat sekitar masjid, dan (3) pengembangan sarana dan prasarana masjid, termasuk dalam hal ini antara lain mendirikan/memperkaya perpustakaan masjid, mengupayakan Taman Kanak-Kanak yang terintegrasi dengan masjid (sekaligus mengupayakan pembinaan khusus terhadap para pengantar anak). Program Bina Masjid merupakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif yang berdasar pada permintaan masyarakat, usulan mahasiswa, dan dapat pula berdasar pada program universiter. Dalam hal program Bina Masjid berdasar pada permintaan masyarakat, Kuliah Kerja Nyata Alternatif diselenggarakan apabila ada permintaan dari masyarakat atau Takmir Masjid yang ditujukan kepada Pimpinan Universitas. Adapun apabila dasar penyelenggaraan Program Bina Masjid ini berasal dari usulan mahasiswa, maka mahasiswa mengajukan usulan tersebut kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat selambat-lambatnya satu bulan sebelum Registrasi Semester dilaksanakan. Kecuali itu, Kuliah Kerja Nyata Alternatif dapat pula didasarkan pada program universiter yang disiapkan oleh Pembantu Rektor IV dengan dibantu oleh LPSI Universitas Ahmad Dahlan serta dikoordinasikan pelaksanaannya oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat. 2. Persyaratan Peserta Selain persyaratan umum sebagaimana dikemukakan pada Bab II Butir A, untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Masjid calon peserta harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut. a. Mahasiswa telah dikelompokkan atau membentuk kelompok yang terdiri atas 1 unit atau lebih (tiap-tiap unit terdiri atas 7 9 orang). Pengelompokan dapat dilakukan oleh mahasiswa sendiri maupun oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat. b. Mahasiswa yang telah menyusun kelompok sendiri tersebut harus mendaftarkan kelompok dan anggotanya ke Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat selambatlambatnya satu bulan sebelum mahasiswa mendaftarkan diri sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata. c. Mahasiswa (secara bersama-sama) dalam unit/kelompok telah menyusun perencanaan dan observasi serta telah melakukan koordinasi maupun konsultasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi kegiatan. d. Masing-masing mahasiswa yang termasuk dalam kelompok tersebut harus telah memiliki sertifikat pelatihan yang berkaitan dengan program yang akan dilaksanakan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebanyak 2 buah (untuk pelatihan dengan waktu minimal 8 jam) atau 4 buah (untuk pelatihan dengan waktu kurang dari 8 jam). e. Masing-masing mahasiswa harus mengikuti pelatihan khusus mengenai Program Bina Masjid yang diselenggarakan sebelum ataupun sesudah pendaftaran calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Pelatihan khusus ini dikonsep dan dilaksanakan oleh Fakultas Agama Islam, LPSI, dan/atau Pembantu Rektor IV Universitas Ahmad Dahlan.

3. Prosedur Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Masjid dilaksanakan dengan melalui prosedur sebagai berikut. a. Pemilihan masjid yang akan menjadi lokasi dilakukan dengan mengadakan riset/observasi. b. Perumusan perencanaan kegiatan (dengan menjadikan hasil riset/observasi sebagai masukan utama). Perumusan rencana kegiatan tersebut dituangkan dalam proposal kegiatan umum yang digunakan sebagai lampiran permohonan izin. c. Permohonan izin lokasi kegiatan Bina Masjid (Izin Prinsip atau Rekomendasi) kepada Pengurus Takmir Masjid terkait (dengan dilampiri proposal kegiatan umum) d. Penyusunan proposal kegiatan secara terinci (semua kegiatan yang akan dilaksanakan selama di lokasi Bina Masjid) dan rekapitulasi kegiatan tersebut. e. Pemberitahuan pelaksanaan kegiatan kepada Pemerintah Daerah terkait, Kantor Wilayah Departemen Agama, Kantor Departemen Agama Kabupaten maupun Kecamatan, persyarikatan/organisasi terkait dengan masjid (Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persis, dll). f. Pelaksanaan kegiatan dengan memperhatikan hal berikut. 1) kegiatan harus sesuai dengan dengan materi kegiatan yang telah dirumuskan, 2) perkembangan kegiatan dari waktu ke waktu. g. Evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan Kuliah Kerja Alternatif Program Bina Masjid C. Program Perkampungan Kerja Mahasiswa 1. Pengertian Perkampungan Kerja Mahasiswa adalah suatu kegiatan terpadu, berencana, dalam waktu tertentu, dengan peserta tertentu, pada lokasi yang ditetapkan guna membantu masyarakat/umat dalam bidang garapan tertentu pula. Program Perkampungan Kerja Mahasiswa ini tidak memakan waktu yang panjang, hanya sekitar dua minggu. Perkampungan Kerja Mahasiswa dapat berfungsi sebagai kegiatan Prabina Desa atau dapat pula Pasca Bina Desa. Selain itu, Perkampungan Kerja Mahasiswa dapat pula menjadi program yang berdiri sendiri. Program Perkampungan Kerja Mahasiswa merupakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif berdasar pada program universiter. Program ini disiapkan oleh Pembantu Rektor III dengan melibatkan para Pembantu Dekan III Fakultas di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. Output yang diharapkan dari program ini adalah (1) tersedianya peta potensi sosial ekonomi dan budaya masyarakat desa, (2) terwujudnya usaha-usaha pemanfaatan potensi desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat/warga, (3) pengembangan jiwa enterpreneurship dan peluang kerja masyarakat desa, dan (4) tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membangun lingkungannya. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Perkampungan Kerja Mahasiswa dilaksanakan dengan prinsip kegotongroyongan, keswadayaan, dan partisipatif. Pelaksanaannya melibatkan fasilitator, pendamping, dan penyuluh dari

Universitas Ahmad Dahlan maupun dari lembaga terkait di daerah. Di samping itu, kegiatan ini juga melibatkan Lembaga Masyarakat yang ada di wilayah yang menjadi lokasi (seperti BPD, Pokmas, lembaga formal maupun nonformal), tokoh masyarakat, Lurah Desa, dan Pamong Desa lainnya. 2. Persyaratan Peserta Selain persyaratan umum sebagaimana dikemukakan pada Bab II Butir A, untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Perkampungan Kerja Mahasiswa calon peserta harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut. a. Aktivis/organisatoris b. Bersedia tinggal di desa secara penuh waktu c. Integritas kepribadian tinggi d. Memiliki keterampilan baik sesuai dengan bidang ilmu maupun keterampilan pendukung e. Masing-masing mahasiswa yang termasuk dalam kelompok tersebut harus telah memiliki sertifikat pelatihan yang berkaitan dengan program yang akan dilaksanakan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebanyak 2 buah (untuk pelatihan dengan waktu minimal 8 jam) atau 4 buah (untuk pelatihan dengan waktu kurang dari 8 jam). f. Mendapat rekomendasi dari Pembantu Dekan III g. Masing-masing mahasiswa harus mengikuti pelatihan khusus mengenai Program Perkampungan Kerja Mahasiswa yang diselenggarakan sebelum ataupun sesudah pendaftaran calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Pelatihan khusus ini dikonsep dan dilaksanakan oleh Tim yang dibentuk oleh Pembantu Rektor III Universitas Ahmad Dahlan.

3. Prosedur Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Perkampungan Kerja Mahasiswa dilaksanakan dengan melalui prosedur sebagai berikut. a. Tim yang dibentuk Pembantu Rektor III melakukan tahap Persiapan Pengkajian dengan mengadakan (a) kunjungan persiapan dan pengenalan lembaga, (b) pengkajian data sekunder. Setelah itu Tim ini melakukan tahap Pelaksanaan Pengkajian berupa (a) analisis profil masyarakat dan (b) pemetaan masalah, potensi, dan sumber-sumber sosial. b. Pembekalan dan Penyusunan Program. Kegiatan ini dilaksanakan di Kampus maupun di Daerah. Di Kampus, Pembekalan diberikan oleh Tim yang dibentuk Pembantu Rektor III (untuk hasil observasi dan kebijakan universitas) dan LPM UAD (untuk penyusunan proposal, rekapitulasi rencana kegiatan, dan laporan kegiatan). Di Daerah, pembekalan diberikan oleh Pejabat setempat (mengenai pengenalan daerah, adat istiadat, potensi konflik, dll.) c. Pelaksanaan Gerakan Pemberdayaan berupa pembinaan kemampuan teknis, penyuluhan dan pendampingan, pembentukan/pengembangan organisasi/kelompok usaha/play group.

d. Evaluasi Program berupa kegiatan melihat/mencatat hal-hal yang sudah maupun yang belum dilakukan serta memberikan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya. D. Program Bina Komunitas

1. Pengertian Bina Komunitas adalah suatu kegiatan terpadu, berencana, dalam waktu yang berkesinambungan, untuk komunitas pada lokasi tertentu maupun tidak, guna membantu komunitas tersebut dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi atau dalam upaya meningkatkan kualitas kemampuan dan kreativitas anggota komunitas tersebut. Termasuk dalam kegiatan ini antara lain pembinaan anak-anak jalanan, pembinaan pedagang asongan, pembinaan sopir becak, pembinaan pecinta dan pelaku kesenian, pembinaan murid sekolah tertentu. Program Bina Komunitas merupakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif berdasar pada permintaan masyarakat dan usulan mahasiswa. Dalam hal Bina Komunitas berasal dari permintaan masyarakat, surat permintaan ditujukan kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan. Sebagai realisasi atas permintaan masyarakat tersebut, Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat akan menawarkannya kepada Program Studi yang dimungkinkan untuk melaksanakan kegiatan yang diminta oleh masyarakat itu. Adapun Kuliah Kerja Nyata Alternatif berdasar pada usulan mahasiswa dapat dilaksanakan dengan cara mahasiswa mengajukan usulan kepada Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan selambat-lambatnya satu bulan sebelum Registrasi Semester dilaksanakan. Apabila kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa dari satu jurusan, masing-masing jurusan hanya diizinkan untuk dua unit saja. 2. Persyaratan Peserta Selain persyaratan umum sebagaimana dikemukakan pada Bab II Butir A, untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Komunitas, calon peserta harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut. a. Memiliki keterampilan baik sesuai dengan bidang ilmu maupun keterampilan pendukung. b. Memahami dengan baik komunitas yang akan menjadi objek Kuliah Kerja Nyata Alternatif. c. Masing-masing mahasiswa yang termasuk dalam kelompok tersebut harus telah memiliki sertifikat pelatihan yang berkaitan dengan program yang akan dilaksanakan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebanyak 2 buah (untuk pelatihan dengan waktu minimal 8 jam) atau 4 buah (untuk pelatihan dengan waktu kurang dari 8 jam). d. Masing-masing mahasiswa harus mengikuti pelatihan khusus mengenai Program Bina Komunitas yang diselenggarakan sebelum ataupun sesudah pendaftaran calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Pelatihan khusus ini dikonsep dan dilaksanakan oleh Program Studi dan/atau Fakultas di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan.

3. Prosedur Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bina Komunitas dilaksanakan dengan melalui prosedur sebagai berikut. a. Mahasiswa membentuk kelompok yang terdiri atas 1 unit atau lebih (masingmasing unit terdiri atas 6-8 orang). b. Mahasiswa yang tergabung dalam sebuah unit memilih komunitas yang akan menjadi objek Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Komunitas yang dipilih dapat berada dalam sebuah lokasi tertentu (misalnya komunitas anak-anak sekolah di sebuah SMU) dan dapat pula berada di lokasi tersebar (misalnya komunitas seniman muda yang berada di Kecamatan Sewon, Kecamatan Kasihan, Kecamatan Mergangsan, dan Kecamatan Mantrijeron). c. Mahasiswa yang telah menyusun kelompok sendiri tersebut mendaftarkan kelompok dan anggotanya ke Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat selambatlambatnya satu bulan sebelum mahasiswa mendaftarkan diri sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata. d. Mahasiswa mengurus izin lokasi dan/atau izin pelaksanaan kegiatan ke pihak-pihak terkait serta memberitahukan kegiatan yang dilakukan ke Pemda terkait e. Mahasiswa (secara bersama-sama) dalam unit/kelompok melakukan observasi, menyusun perencanaan, telah melakukan koordinasi dan/atau konsultasi dengan pihak-pihak terkait di lokasi kegiatan f. Mahasiswa melaksanakan kegiatan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif. g. Mahasiswa mencatat dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan (mengenai apa yang telah dilaksanakan, bagaimana hasilnya, apa kendala yang dihadapi dan bagaimana mengatasinya, dan hal-hal lain yang dipandang perlu) serta memberikan rekomendasi untuk mereka yang melanjutkan kegiatan dengan objek komunitas tersebut. E. Program Mubaligh Hijrah 1. Pengertian Mubaligh yang dimaksud dalam uraian ini adalah para tenaga profesi berdakwah atau bertabligh. Mubaligh Hijrah adalah suatu kegiatan terencana yang dilakukan oleh mubaligh atau calon mubaligh, dalam waktu tertentu maupun berkesinambungan, pada lokasi yang ditetapkan, dan dilaksanakan oleh peserta yang memenuhi persyaratan tertentu guna meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat. Program Mubaligh Hijrah merupakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif yang berdasar pada program universiter. Kegiatan ini disiapkan oleh Pembantu Rektor IV dengan dibantu oleh LPSI Universitas Ahmad Dahlan. 2. Persyaratan untuk menjadi peserta Selain persyaratan umum sebagaimana dikemukakan pada Bab II Butir A, untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Mubaligh Hijrah calon peserta harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut. a. memiliki semangat dakwah yang tinggi,

b. memiliki kepedulian terhadap kehidupan beragama masyarakat dan kehidupan sosial, c. memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam, d. memiliki pengetahuan dan kemampuan metodologis dalam berdakwah, e. mampu berkomunikasi lisan dengan baik f. mampu membaca Al Quran dengan baik g. mempunyai kepribadian, ghirah, dan tingkah laku yang memenuhi tuntutan sebagai uswah hasanah h. ikhlas i. Masing-masing mahasiswa yang termasuk dalam kelompok tersebut harus telah memiliki sertifikat pelatihan yang berkaitan dengan program yang akan dilaksanakan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebanyak 2 buah (untuk pelatihan dengan waktu minimal 8 jam) atau 4 buah (untuk pelatihan dengan waktu kurang dari 8 jam). j. masing-masing mahasiswa harus mengikuti pelatihan khusus mengenai Program Mubaligh Hijrah yang diselenggarakan sebelum ataupun sesudah pendaftaran calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Pelatihan khusus ini dikonsep dan dilaksanakan oleh Fakultas Agama Islam, LPSI, dan Pembantu Rektor IV Universitas Ahmad Dahlan serta bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah setempat. k. lulus tes yang diselenggarakan oleh LPSI UAD 3. Pembekalan Peserta a. Peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif: Program Mubaligh Hijrah diwajibkan mengikuti Pembekalan Umum dan Pembekalan Khusus serta memiliki sejumlah sertifikat pelatihan. b. Pembekalan Umum meliputi (1) Wawasan Kuliah Kerja Nyata, (2) Penyusunan Proposal Kegiatan dan Pelaporan Kegiatan, dan (3) Wawasan Daerah oleh Pejabat Pemda dan/atau Pimpinan Muhammadiyah setempat. c. Pembekalan Khusus meliputi (1) Teknik Survei, Pelaporan Hasil Survei, dan Pemanfaat Hasil Survei untuk Penyusunan Program Kerja, (2) Metodologi Dakwah, (3) Kepribadian Muhammadiyah, (4) Ibadah: Thoharoh, Shalat, Zakat, dan Haji, dan (5) Bimbingan Shalat Malam dan Tadabbur Al Qur-an. Apabila di antara keempat materi Pembekalan Khusus yang disebut akhir sudah diikuti oleh mahasiswa calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif: Program Mubaligh Hijrah melalui Kuliah Paket, yang bersangkutan cukup menunjukkan surat keterangan dari LPSI UAD. d. Di samping kewajiban mengikuti kegiatan Pembekalan Umum dan Khusus di atas, calon peserta wajib memiliki dua buah sertifikat pelatihan. (Masing-masing pelatihan minimal dilaksanakan 8 (delapan) jam. Pada saat mahasiswa mengikuti Tahap Pelaksanaan di Lapangan, kegiatan pelatihan yang sertifikatnya diserahkan sebagai persyaratan pendaftaran ini harus dijadikan program kegiatan). F. Program Bakti Masyarakat 1. Pengertian

Bakti Masyarakat adalah suatu kegiatan di bidang bakti sosial (tidak terkait dengan bidang ilmu para peserta) dan pengabdian pada masyarakat (terkait dengan bidang ilmu para peserta) yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen, berencana, dalam kurun waktu tertentu, dan di lokasi tertentu. Dalam hal ini, kegiatan mahasiswa harus memenuhi jumlah waktu minimal tertentu, sedangkan dosen tidak harus memenuhi jumlah waktu tertentu. Mahasiswa merancang dan melaksanakan program yang diekuivalensikan sebagai kegiatan Kuliah Kerja Nyata, sedangkan dosen melaksanakan kegiatan seperti menatar, memberikan ceramah dalam rangka membantu mahasiswa dalam melaksanakan program. Kegiatan dosen dalam hal ini merupakan kegiatan Pengabdian pada Masyarakat. Program Bakti Masyarakat merupakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif berdasar pada usulan mahasiswa dan/atau usulan Fakultas. Usulan Program ini diajukan ke Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan selambatlambatnya satu bulan sebelum Registrasi Semester dilaksanakan. Masing-masing Fakultas untuk setiap semester dapat mengusulkan paling banyak tiga unit peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bakti Masyarakat. 2. Persyaratan untuk menjadi peserta Selain persyaratan umum sebagaimana dikemukakan pada Bab II Butir A, untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Bakti Masyarakat, calon peserta harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut. a. Aktivis/organisatoris b. Integritas kepribadian tinggi c. Memiliki keterampilan baik sesuai dengan bidang ilmu maupun keterampilan pendukung. d. Masing-masing mahasiswa yang termasuk dalam kelompok tersebut harus telah memiliki sertifikat pelatihan yang berkaitan dengan program yang akan dilaksanakan di lokasi Kuliah Kerja Nyata Alternatif sebanyak 2 buah (untuk pelatihan dengan waktu minimal 8 jam) atau 4 buah (untuk pelatihan dengan waktu kurang dari 8 jam). e. Mendapat rekomendasi dari Ketua Program Studi f. Masing-masing mahasiswa harus mengikuti pelatihan khusus mengenai Program Bakti Masyarakat yang diselenggarakan sebelum ataupun sesudah pendaftaran calon peserta Kuliah Kerja Nyata Alternatif. Pelatihan khusus ini dikonsep dan dilaksanakan oleh Program Studi dan/atau Fakultas di lingkungan Universitas Ahmad Dahlan. 3. Prosedur Pelaksanaan Program Kuliah Kerja Nyata Alternatif Program Perkampungan Kerja Mahasiswa dilaksanakan dengan melalui prosedur sebagai berikut. a. Tim yang dibentuk Ketua Program Studi melakukan tahap Persiapan Pengkajian dengan mengadakan (a) kunjungan persiapan dan pengenalan lembaga, (b) pengkajian data sekunder. Setelah itu Tim ini melakukan tahap Pelaksanaan Pengkajian berupa (a) analisis profil masyarakat dan (b) pemetaan masalah, potensi, dan sumber-sumber sosial.

b. Pembekalan dan Penyusunan Program. Pembekalan diberikan oleh Tim yang dibentuk Program Studi (untuk hal-hal yang berkaitan dengan observasi dan kebijakan Program Studi) dan LPM UAD (untuk penyusunan proposal, rekapitulasi rencana kegiatan, dan laporan kegiatan). Jika dipandang perlu, pembekalan juga diberikan oleh Pejabat daerah setempat (mengenai pengenalan daerah, adat istiadat, potensi konflik, dan lain-lain). c. Pelaksanaan kegiatan oleh mahasiswa. Dalam hal ini, untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan program studi Ketua Program Studi menugasi dosen untuk menjadi pemberi materi. d. Evaluasi Program berupa kegiatan melihat/mencatat hal-hal yang sudah maupun yang belum dilakukan serta memberikan rekomendasi untuk kegiatan berikutnya.

BAB IV PENILAIAN PROGRAM KULIAH KERJA NYATA ALTERNATIF


Keberhasilan dalam melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Alternatif diukur melalui penilaian terhadap mahasiswa dalam hal mengikuti kegiatan atau melaksanakan tugas berikut: (1) Pembekalan, (2) Survei dan Penyusunan Program, (3) Pelaksanaan Kegiatan di Lokasi, dan (4) Pelaporan dan Responsi. A. Pembekalan Penilaian pembekalan menggunakan ketentukan sebagai berikut. 1. Kehadiran dalam Pembekalan Umum a. 0 % - 20% = E b. 21% - 40% = D c. 41% - 60% = C d. 61% - 80% = B e. 81% - 100% = A

2. Nilai General Test 3. Kehadiran dalam Pembekalan Khusus yang diprogramkan oleh LPM UAD a. 0 % - 20% = E d. 61% - 80% = B b. 21% - 40% = D e. 81% - 100% = A c. 41% - 60% = C 4. Jumlah Piagam yang dimiliki Jumlah piagam yang dimiliki 0= E, 1=D, 2 = C, 3=B,

dan 4=A.

Nilai diberi bobot sebagai berikut: A = 4, B = 3, C = 2, D = 1, dan E = 0. Nilai Pembekalan adalah Jumlah Bobot Nilai a, b, c, dan d dibagi 4. B. Survei dan Penyusunan Program Nilai survei dan penyusunan program terdiri atas (a) akurasi hasil survei dengan nilai maksimal 60 dan (b) relevansi program dengan permasalahan yang diperoleh dalam survei dengan nilai maksimal 40. Jumlah nilai yang diperoleh kemudian dipindahkan menjadi nilai huruf dengan ketentuan sebagai berikut. a. 0 - 39 = E b. 56 - 65 = C c. 40 - 55 = D d. 66 - 79 = B e. 80 - 100 = A

C. Pelaksanaan Kegiatan

Nilai pelaksanaan kegiatan dalam Kuliah Kerja Nyata Alternatif meliputi aspekaspek berikut. 1. Kedisiplinan, meliputi disiplin kerja, kepatuhan tinggal di lokasi untuk yang mensyaratkan mahasiswa tinggal di lokasi) atau jumlah waktu berada di lokasi (untuk program yang tidak mensyaratkan mahasiswa tinggal di lokasi), dan kepatuhan terhadap tata tertib. Nilai A, B, C, D, atau E. 2. Kerja sama, meliputi kerja sama antar sesama mahaiswa, kerja sama dengan pejabat, dengan pemuka masyarakat/komunitas, dan dengan warga masyarakat/komunitas. Nilai A, B, C, D, atau E. 3. Penghayatan, yakni bagaimana peran serta mahasiswa dalam aktivitas masyarakat/komunitas. Nilai A, B, C, D, atau E. 4. Peranan mahasiswa, meliputi (1) peran dan aktivitas mahasiswa dan (2) tanggung jawab dalam pelaksanaan program. Nilai A, B, C, D, atau E. 5. Pelaksanaan empat Kelompok Bidang kegiatan Kuliah Kerja Nyata (Kelompok Bidang Utama/Inti Keilmuan berapa jam dan berapa persen dari 70 jam, Kelompok Bidang Keagamaan berapa jam dan berapa persen dari 30 jam, Kelompok Bidang Seni dan Olah Raga berapa persen dari 20 jam, dan Kelompok Bidang Pendukung berapa persen dari 80 jam. Nilai akhir masing-masing program kegiatan dihitung dengan ketentuan sebagai berikut. a. 0 % - 20% = E b. 21% - 40% = D c. 41% - 60% = C d. 61% - 80% = B e. 81% - 100% = A

Nilai akhir pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata adalah jumlah bobot nilai a, b, c, dan d serta rata-rata e dibagi 5 (lima). Hasil pembagian tersebut kemudian dikonversikan ke nilai huruf. D. Pelaporan dan Responsi Nilai pelaporan dan responsi ini adalah jumlah nilai laporan, nilai ketepatan penyerahan laporan, dan nilai responsi dibagi 3 (tiga) Nilai Akhir Kuliah Kerja Nyata adalah Nilai Pembekalan ditambah Nilai Survei dan Penyusunan Program ditambah Nilai Pelaksanaan oleh Masyarakat ditambah Nilai Pelaksanaan oleh DPL ditambah Nilai Pelaporan dan Responsi. Hasil yang diperoleh kemudian dibagi 6 (enam).

BAB V TATA TERTIB KKN ALTERNATIF


A. Tata Tertib pada Tahap Pembekalan 1. Para mahasiswa calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib mengikuti semua jadwal pembekalan yang diadakan sesuai dengan jadwal dan/atau perubahan/tambahannya. 2. Selama mengikuti pembekalan mahasiswa calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib berpakaian sopan dan rapi serta memakai sepatu. 3. Selama mengikuti pembekalan mahasiswa calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib menjaga ketertiban dan ketenangan sehingga pembekalan dapat berjalan dengan lancar. Berkaitan dengan ketentuan ini, petugas pembekalan berhak menegur, mencatat, dan/atau mengeluarkan calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan yang dianggap mengganggu kelancaran pemberian materi pembekalan. Karena sikapnya tersebut, calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan dapat dinyatakan sebagai tidak hadir dalam pembekalan. 4. Pada setiap tatap muka pemberian materi pembekalan akan diedarkan daftar hadir/presensi. Presensi tersebut harus ditandatangani oleh calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan serta akan ditarik oleh petugas pembekalan 45 menit sebelum pembekalan yang bersangkutan berakhir. 5. Setiap mahasiswa bertanggung jawab atas diri pribadi masing-masing. Jika ada tanda tangan yang dipalsukan, presensi kehadiran mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan tidak berlaku. 6. Mahasiswa calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan diwajibkan mengikuti pembekalan yang bersifat tatap muka dengan minimal kehadiran sebanyak 75%. Mahasiswa yang kehadirannya dalam pembekalan kurang dari 75% tidak diizinkan mengikuti tahap operasional di lapangan atau diberi nilai paling minim. 7. Para mahasiswa wajib membaca dan memahami materi pembekalan yang tidak disajikan dalam tatap muka, yakni meteri pembekalan yang tercantum dalam Buku Materi Pembekalan KKN, karena materi ini juga menjadi materi General Test. 8. Pada akhir pembekalan, mahasiswa calon peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib mengikuti General Test. Jika tidak mengikuti General Test, mahasiswa yang bersangkutan tidak mendapatkan nilai Pembekalan. Presensi dan nilai pembekalan merupakan komponen penilaian pelaksanaan KKN.

B. Tata Tertib pada Tahap Pelaksanaan Survei 1. Para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan Wajib melaksanakan survei ke lokasi Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan. Survei dilakukan setelah mengikuti pembekalan.

2. Selama melaksanakan survei di lokasi Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib berpakaian sopan dan rapi, membawa identitas diri, serta menjaga moralitas, etika sopan santun, ketertiban, dan keamanan sehingga tidak menimbulkan permasalahan bagi masyarakat, peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan, maupun pihak-pihak lain yang terkait maupun tidak. 3. Selama melaksanakan survei, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan tidak perlu tinggal di lokasi kerja KKN. Namun demikian, waktu dan bentuk kegiatan yang dilakukan dalam survei perlu dicatat dalam buku catatan kegiatan. 4. Survei merupakan bagian dari pelaksanaan kerja dalam kegiatan KKN. Pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan pada tahun 1980-an dan 1990-an, untuk melaksanakan survei mahasiswa sudah terjun/tinggal di lokasi KKN, sehingga lama tinggal di lokasi kerja KKN bagi Mahasiswa KKN Tahun 1980-an dan 1990-an lebih panjang daripada Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan Tahun 2000-an. 5. Setelah melaksanakan survei, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan secara individual/ kelompok wajib menyusun profil mengenai lokasi kerja KKN. Profil yang berkaitan dengan bidang yang akan digarap dalam kegiatan KKN perlu mendapat tekanan dalam pengungkapan/pembahasan, karena profil inilah yang akan dijadikan dasar dalam penyusunan proposal kegiatan. 6. Dengan berdasar pada hasil survei dan profil yang disusun, mahasiswa menyusun Program Kerja KKN yang akan dilaksanakan pada tahap operasional. C. Tata Tertib pada Tahap Pelaksanaan Operasional 1. Para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan Reguler wajib tinggal di lokasi kerja KKN selama waktu pelaksanaan tugas di lapangan, sedangkan para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan Alternatif tidak berkewajiban tinggal di lokasi kerja. 2. Para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib melaksanakan tugas-tugas KKN dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. 3. Para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib menghayati dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di lokasi kerja KKN. Dalam hal keyakinan beragama, mahasiswa wajib menjaga toleransi antarumat beragama maupun interumat beragama. 4. Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib membina kerja sama antarsesama mahasiswa KKN, dengan masyarakat, instansi/dinas pemerintah, dan pihak-pihak lain yang terkait. 5. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan dalam menyusun/mengajukan proposal kegiatan harus memenuhi aturan yang telah ditentukan dan harus diketahui Dosen Pembimbing Lapangan dan memberi tembusan kepada Pusat Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan.

6. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan perlu menjalin kerja sama dengan Pimpinan Muhammadiyah di lokasi kerja KKN. 7. Para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan harus menjadi uswatun hasanah bagi masyarakat dalam berbagai hal. 8. Para mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan wajib melaksanakan tugas KKN dengan penuh rasa tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi. 9. Semua atribut mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan (misalnya topi, kartu pengenal, buku harian, surat izin, dan lain-lain) tidak boleh dipindahtangankan/diberikan kepada orang lain. Kehilangan salah satu atribut harus segera melaporkan diri ke Pusat Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan dengan membawa surat keterangan dari Kepolisian setempat. 10.Selama melaksanakan KKN di lapangan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan politik praktis, unjuk rasa, mempengaruhi pilkades, melakukan tindak asusila, mencemarkan nama baik almamater, dan kegiatan lain yang melanggar hukum secara langsung maupun tidak langsung baik di lokasi kerja KKN maupun di tempat lain. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dilakukan tindakan oleh yang berwajib sesuai dengan peraturan yang berlaku. 11. Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan tidak diperkenankan membawa anak ke lokasi kerja KKN. 12. Mahasiswa peserta KKN tidak diperkenankan membuat dan/atau menggunakan stempel maupun kop surat yang mengatasnamakan Pusat Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan/LPM UAD 13. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan tidak diperbolehkan mencari sponsor/bantuan yang mengikat. 14. Pada saat penarikan dilaksanakan, para mahasiswa peserta KKN wajib menuntaskan semua yang diprogramkan, kecuali program itu berkelanjutan. 15. Para mahasiswa peserta KKN wajib membereskan hal-hal yang berkaitan dengan pemilik rumah yang dijadikan posko atau pemondokan dan membuat berita acaranya. D. Sanksi Pelanggaran Tata Tertib

Dalam rangka menegakkan disiplin mahasiswa dalam mengikuti Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan, melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan, dan mensukseskan Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan, serta mempertahankan citra dan nama baik UAD, maka pelanggaran terhadap tata tertib dan tugas-tugas lain yang dilakukan oleh para mahasiswa selama mengikuti Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan perlu diberikan sanksi. Pemberian sanksi kepada para mahasiswa tersebut diatur sebagai berikut. 1. Peringatan Tingkat I Peringatan Tingkat I disampaikan dengan memberikan Surat Peringatan Pertama kepada mahasiswa yang melakukan palanggaran ringan, seperti: a. Tidak membuat Rencana Kegiatan secara lengkap (dapat perseorangan dan dapat pula kolektif).

b. Tidak mengisi Buku Aktivitas Harian dan Buku Rekapitulasi Pelaksanaan Kegiatan KKN. 2. Peringatan Tingkat II Peringatan Tingkat II disampaikan dengan memberikan Surat Peringatan Kedua kepada mahasiswa peserta KKN yang telah melakukan pelanggaran ringan dan telah diberi Surat Peringatan Pertama namun masih tetap belum ada perbaikan atau akan diberikan langsung (tanpa Peringatan Tingkat I) kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran sedang, seperti: a. Tidak mengikuti kegiatan dalam rangka survei atau penyusunan program kerja KKN b. Membawa dan mempergunakan kendaraan roda empat tanpa izin, diketahui, dan/atau disetujui oleh Bidang Operasional, Pengendalian Mutu, dan Pengembangan Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan/Ketua Pusat Kuliah Kerja Nyata Universitas Ahmad Dahlan/Kepala LPM UAD c. Tidak dapat menyesuaikan diri (dengan tanpa larut) dengan kehidupan masyarakat di lokasi KKN 3. Peringatan Tingkat III Peringatan Tingkat III disampaikan dengan memberikan Surat Peringatan Ketiga kepada mahasiswa yang melakukan perbuatan yang termasuk kategori pelanggaran ringan dan sedang (dan telah memperoleh Surat Peringatan Pertama dan Surat Peringatan Kedua) atau pelanggaran sedang (yakni mahasiswa yang langsung memperoleh Surat Peringatan Kedua) tetapi belum ada perbaikan atau tanpa Peringatan Tingkat I dan Peringatan Tingkat II (termasuk yang langsung memperoleh Peringatan Tingkat II) akan langsung diberikan Peringatan Tingkat III kepada mahasiswa yang melakukan pelanggaran berat, seperti: a. Tidak pernah mengikuti kegiatan dalam rangka survei dan penyusunan program kerja. b. Mencari bantuan atau sponsor yang mengikat. c. Mencari bantuan/sponsor tanpa prosedur yang diizinkan oleh Ketua Pusat KKN/Kepala LPM UAD. d. Melakukan tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal, tindakan asusila, kegiatan yang menjurus ke arah politik praktis, turut campur dalam pilkades, turut campur dalam unjuk rasa, kegiatan yang menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat, kegiatan yang melanggar hukum, baik di lokasi kerja KKN maupun di tempat lain. e. Mengucapkan perkataan, bersikap, dan/atau berbuat yang oleh pejabat yang berwenang dianggap sebagai tindakan yang mencemarkan nama baik almamater UAD. f. Melakukan perbuatan yang bersifat pemalsuan, seperti (i) pemalsuan tanda tangan surat izin, (ii) pemalsuan tanda tangan pada buku laporan, proposal, dan lain-lain. g. Membuat stempel dan kop surat mengatasnamakan KKN LPM UAD. Peringatan dengan Surat Peringatan Pertama dan/atau Surat Peringatan Kedua akan turut menentukan nilai yang direkomendasikan oleh pejabat yang berwenang. Pejabat yang berwenang untuk memberikan Surat Peringatan Pertama dan Surat Peringatan

Kedua adalah DPL, Koordinator DPL, Staf PUSAT KKN, Pimpinan LPM UAD (Kepala atau Sekretaris). Peringatan dengan Surat Peringatan Ketiga diberikan oleh pejabat yang berwenang, yaitu Koordinator DPL, Staf PUSAT KKN, atau Pimpinan LPM UAD. Pemberian Sanksi dilakukan dengan prosedur sebagai berikut. Pertama: Memanggil mahasiswa yang bersangkutan ke LPM UAD oleh Koordinator DPL atau pejabat yang berwenang lainnya untuk kemudian dilakukan sidang bersama antara mahasiswa tersebut, DPL, Koordinator DPL, Staf Bidang Operasional, Ketua PUSAT KKN, dan/atau Kepala LPM untuk menentukan Sanksi yang akan diberikan kepada mahasiswa yang bersangkutan. Kedua : Dalam keadaan sangat memaksa, Sanksi terhadap pelanggaran berat dapat diberikan di lokasi dengan sekurang-kurangnya dihadiri oleh Staf Bidang Operasional dan/atau Ketua PUSAT KKN untuk kemudian dikuatkan atau disahkan dengan keputusan Kepala LPM UAD. Sanksi terhadap mahasiswa yang melakukan pelanggaran berat tersebut dapat berupa: 1. Meneruskan kegiatan KKN di lokasi kerja KKN tetapi mendapatkan penurunan nilai, bila perlu sampai batas minimal. 2. Mahasiswa yang bersangkutan dengan suka rela mengundurkan diri sebagai peserta KKN. 3. Penarikan dari lokasi kerja KKN dan dinyatakan drop out. 4. Direkomendasikan kepada Rektor dan tembusan kepada Dekan Fakultas yang bersangkutan untuk dilakukan Sanksi Akademik (skorsing dan sebagainya).