Anda di halaman 1dari 2

BAB I PENDAHULUAN

Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, karena mempengaruhi angka kesakitan bayi, balita, dan ibu melahirkan, serta menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Malaria merupakan penyakit endemis atau hiperendemis di daerah tropis dan subtropik serta menyerang negara dengan penduduk padat. Kini malaria banyak dijumpai di Meksiko, sebagian Karibia, Amerika Tengah dan Selatan, Cina, dan pulau-pulau di Pasifik Selatan. Diperkirakan sekitar 5% populasi dunia terkena malaria dan 0,5 2,5 juta orang meninggal akibat penyakit ini. Di Indonesia, berdasarkan Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001, terdapat 15 juta kasus malaria dengan 38.000 kematian tiap tahunnya. Diperkiraan 35% penduduk Indonesia tinggal di daerah yang beresiko tertular malaria. Dari 293 kabupaten/kota, 167 diantaranya merupakan daerah endemis. Daerah dengan kasus malaria tertinggi adalah Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Sulawesi Tenggara.1,2,3
Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh Protozoa dari genus Plasmodium. Pada manusia, Plasmodium yang menyebarkan penyakit malaria berasal dari spesies Plasmodium falciparum (P. falciparum), Plasmodium vivax (P. vivax), Plasmodium ovale (P. ovale), dan Plasmodium malariae (P. malariae). P. falciparum merupakan penyebab infeksi berat bahkan dapat menyebabkan terjadinya komplikasi neurologis dan kematian.

Malaria dengan komplikasi digolongkan sebagai malaria berat, yaitu menurut definisi WHO tahun 2006, merupakan infeksi P. falciparum stadium aseksual dengan satu atau lebih komplikasi berupa: malaria serebral, anemia berat, gagal ginjal akut, edema paru, hipoglikemi, syok, perdarahan, kejang, asidosis dan

makroskopis

hemoglobinuria.4,5 Pada anak, malaria berat

menimbulkan

manifestasi seperti: koma (malaria serebral), distres pernafasan, hipoglikemia (sebelum terapi), anemia berat, kejang umum yang berulang, asidosis metabolik, kolaps sirkulasi, syok hypovolemia, hipotensi (tekanan sistolik <50 mmHg), gangguan kesadaran selain koma, kelemahan yang sangat, hiperparasitemia, ikterus, hiperpireksia (suhu badan >40oC), hemoglobinuria, perdarahan spontan, gagal ginjal. Komplikasi yang terbanyak pada anak adalah hipoglikemia (sebelum terapi) dan anemia berat.3 Berikut ini akan dilaporkan sebuah kasus Malaria Berat yang terjadi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Sulawesi Utara.