Anda di halaman 1dari 4

METODE PELAKSANAAN PEMBUATAN PELABUHAN

PERINTIS

1. PEKERJAAN PERSIAPAN A. Pembersihan dan pembuatan jalan masuk Sebelum pekerjaan dimulai lapangan kerja harus dibersihkan dari berbagai tanaman sehingga akses untuk mencapai lokasi proyek dapat dengan muda dicapai. pembersihkan lahan proyek dan lahan disekitar proyek juga dimaksutkan untuk menghindari hal-hal yang dapat mengganggu jalannya proyek secara keseluruhan. B. Pembuatan Gudang Gudang ini dimaksutkan sebagai tempat penyimpanan bahan- bahan/material yang akan dipakai dalam kontruksi pelabuhan. C. Pembuatan Pos jaga Pos jaga berfungsi sebagai tempat pengawasan alat dan material serta pihak-pihak yang tidak berkepentingan untuk tidak masuk kedalam area proyek. D. Mobilisasi dan Demobilisasi Yang dimaksud dengan mobilisasi dan demobilisasi dalam proyek mencakup antaralain antar jemput/mendatangkan: pekerja, pegawai, bahan-bahan bangunan, peralatan konstruksi dan keperluan-keperluan penunjang untuk melaksanakan seluruh pekerjaan proyek. 2. PEKERJAAN BANGUNAN PELABUHAN DI SISI LAUT A. Pembuatan Break Water/Pemecah Gelombang Maksut dari pembuatan pemecah gelombang ini adalah untuk menghalau atau memecah gelombang yang akan masuk kedalam kolam pelabuhan sehingga gelombang atau ombak yang akan menghantam kapal menjadi terlalu besar. B. Pembuatan Dermaga a. Pemancangan Dalam kegiatan pemancangan tiang pancang dermaga biasanya pemancangan dilakukan dengan 2 ponton, dimana 1 ponton sebagai hydraulic hammer untuk pemancangan dan satunya sebagai ponton crane untuk pengambilan tiang pancang dari areal penumpukan ke ponton pancang

b. Pengecoran Poer Sebelum merakit bekisting poer, terlebih dahulu dipasang landasan untuk bekisting berupa sabuk pengikat dibaut sejumlah 2 baut untuk tiap pengikatnya pada tiang pancang. Kemudian dipasang balok yang menghubungkan antara tiang satu dengan lainya baik arah memanjang maupun melintang. Setelah tahapan tersebut, dilanjutkan dengan perakitan bekisting poer diatas landasan yang telah ada, sesuai dengan ukurannya c. Pengecoran Pelat dan Balok Bekisting balok memanjang dan melintang dipasang sesuai dengan ukuran rencana dan ditopang dengan kayu ke landasan yang telah terpasang pada pengecoran dilakukan monolit (sekaligus) dengan pelat dermaga, balok fender. Sebelum pengecoran dilakukan, angker bolder dan fender dipasang pada posisinya dengan dilas dengan tulangan balok untuk perkuatan d. Pemasangan Bolder Setelah beton mengeras sempurna, bollard dapat dipasang, angker yang sudah tertanam pada saat pengecoran pelat bersama tulangannya dibersihkan dan dipasangkan bollard ke posisinya kemudian dicor setempat. e. Pemasangan Fender Sama halnya dengan bollard, angker fender yang telah tertanam dibersihkan dan fender ditempatkan di posisinya lalu dipasang pasangan angkernya. 3. PEKERJAAN BANGUNAN PELABUHAN DI SISI DARAT A. Pembuatan Lapangan Penumpukan Lapangan penumpukan adalah suatu bangunan atau tempat yang luas dan terletak didekat dermaga untuk menyimpan barang-barang yang akan dimuat atau setelah dibongkar dari kapal, dimana barangnya berat dan besar serta mempunyai ketahanan terhadap panas matahari dan hujan. B. Pembuatan Gudang Gudang merupakan bangunan pelabuhan yang digunakan untuk fasilitas penumpukan dan penyimpanan dengan kondisi tertutup dengan lokasi jauh ke sisi darat. C. Pembuatan Terminal Penumpang Merupakan tempat penumpang untuk menunggu kapal yang akan berangkat

D. Pembuatan Jalan Suatu lintasan yang dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki untuk masuk ke area pelabuhan. Jalan ini harus dikerjakan dengan konstruksi tertentu sehingga dapat menahan beban dan kecepatan kendaraan yang direncanakan. E. Pembuatan lapangan parkir Merupakan area yang disediakan bagi pengendara untuk memarkir kendaraannya.

PELABUHAN PERINTIS Pendahuluan Indonesia adalah negara maritim yang mempunyai wilayah perairan laut yang luas. Dimana masih banyak pulau-pulau kecil yang terisolasi karena kurangnya sarana dan prasarana penghubung antar pulau seperti pelabuhan printis untuk menunjang kehidupan sosial, ekonomi, pemerintahan, pertahanan/keamanan, budaya dan sebagainya. Pelabuhan perintis merupakan pelabuhan yang melayani rute pelayaran antar daerah atau pulau terpencil yang masih tertinggal dan belum terlayani oleh moda transportasi lain karena belum menguntungkan. Pelabuhan Perintis memerlukan keadaan yang tenang terhadap gangguan gelombang, arus maupun kombinasi dari arus dan gelombang, sehingga sebagian besar pelabuhan berada di tepi sungai, teluk ataupun pantai yang secara alami terlindung terhadap gangguan gelombang (misal : pantai yang berada di belakang suatu pulau-pulau yang berfungsi sebagai pemecah gelombang atau breakwater alami). Pelabuhan perintis mempunyai fungsi yang sangat penting sebagai tempat untuk melakukan kegiatan menaik-turunkan penumpang, bongkar-muat barang, pengisian bahan bakar dan air tawar, reparasi, pengadaan perbekalan, dan lain sebagainya. Pelabuhan perintis juga dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pemecah gelombang, dermaga, peralatan tambatan, peralatan bongkar-muat barang, gudang, halaman untuk menimbun barang, perkantoran baik untuk pengelola pelabuhan maupun untuk maskapai pelayaran, perlengkapan pengisian bahan bakar dan penyediaan air bersih, dan lain sebagainya. Kapal-kapal yang bisa singga di pelabuhan perintis merupakan kapal-kapal yang tidak terlalu besar. Namun pelabuhan perintis tetap memegang peranan penting dalam rute pelayaran karena Hampir semua barang dalam jumlah besar, dapat diangkutan dengan kapal yang memerlukan tenaga kerja lebih sedikit, dan biaya lebih murah dibandingkan dengan moda transportasi lainnya. Oleh karena itu, mempelajari tentang pelabuhan perintis sangat penting karena merupakan prasarana untuk menunjang kehidupan sosial, ekonomi, pemerintahan dan budaya antar pulau kecil di sekitarnya