Anda di halaman 1dari 16

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

B. URAIAN PENDEKATAN DAN METODOLOGI

TAHAP-TAHAP KEGIATAN Pada prinsipnya antara tahap - tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan perencanaan bisa dilaksanakan secara simultan. Hal ini penting terutama bila dikaitkan dengan waktu pelaksanaan yang cukup pendek. Artinya kegiatan satu dengan lainnya waktu pelaksanaan bisa saling overlapping. Pekerjaan Perencanaan Revitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon ini harus dilaksanakan dalam waktu yang relatip sangat pendek, mengingat hal tersebut guna menjaga kualitas dan kuantitas yang diharapkan maka Pihak Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Peran, dalam upaya tersebut, segera melaksanakan proses pengadaan penyedia Jasa Konsultan Perencana, yang mana nantinya akan bertindak sebagai Perencana, sehingga akhirnya diharapkan Konsultan Perencana akan dapat menghasilkan pekerjaan yang dapat mengakomodir aspirasi dan kebutuhan Pihak Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Peran Untuk membuat suatu perencanaan, secara umum terdiri dari empat bagian yang pada saat aplikasinya dilapangan akan saling mendukung. Pengumpulan Data Proses awal dari perencanaan, adalah dimana data merupakan titik tolak, awal dari proses perencanaan, pengumpulan data meliputi : o Studi Literatur

13

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Memiliki standard-standard data statistic (bila perlu) yang berhubungan dengan proyek, baik secara fisik maupun non fisik.

Studi Lapangan Mengadakan wawancara dengan intansi atau user yang bersangkutan dengan proyek ini, mengadakan pengamatan langsung maupun tidak langsung mengenai jenis hingga strukturnya yang ada disekitar area tersebut dengan mengadakan tinjuan langsung kelokasi.

Proses awal dari perencanaan, adalah dimana data merupakan titik tolak, awal dari proses perencanaan, pengumpulan data meliputi : o o Lokasi dan Lingkungan Program Ruang

Dari hasil informasi yang didapat pada saat rapat penjelasan pekerjaan adalah sebagai berikut : o o Lokasi berada di Komplek Keraton Kanoman Kota Cirebon Jl. Winaon, Kampung Kanoman, Kelurahan Lemah Wungkuk, Kecamatan Lemah Wungkuk, tepatnya berada dibelakang pasar Kanoman o Bangunan yang dimaksud atau direncanakan adalah Revitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon.

14

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Jenis Dan Tahapan Jasa Konsultan Dari kegiatan perencanaan yang harus dikerjakan oleh Konsultan, maka Konsultan membuat tahapan pelaksanaan pekerjaan menjadi 2 tahap dalam 7 kegiatan, yaitu sebagai berikut : I. 1. 2. 3. 4. 5. Tahap I Kegiatan A Kegiatan B Kegiatan C Kegiatan D Kegiatan E : Tahap Perencanaan : Tahap Persiapan : Tahap Penyusunan Pra Rencana : Tahap Koordinasi dan Sosialisasi : Tahap Pembahasan dan Konsultasi : Tahap Penyusunan Dokumen Lelang

II.

Tahap II

: Tahap Proses Pelelangan : Tahap Pelelangan : Tahap Penjelasan Pekerjaan kepada Kontraktor

6. Kegiatan F 7. Kegiatan G

(aanwizjing) 8. Kegiatan H 9. Kegiatan I : Tahap Evaluasi penetapan peserta lelang : Tahap Penyusunan laporan pelelangan

15

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Perkiraan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Pekerjaan Perencanaan Revitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon akan diselesaikan selama 15 Hari Kalender kegiatan terhitung sejak tanggal Surat Perintah Kerja diterbitkan, dengan perkiraan waktu pelaksanaannya, adalah sebagai berikut

16

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Kegiatan TAHAP I Kegiatan A

Uraian TAHAP PERENCANAAN Persiapan Perencanaan seperti : - Survey Lapangan, mengumpulkan data dan informasi Lapangan (termasuk dari masyarakat dan pemerintah Kota Cirebon). - Membuat Konsep-konsep rancangan termasuk dengan melibatkan masukan dan pendapat stakeholder.

Kegiatan B

- Penyusunan pra-rancangan seperti site plan, tampaktampak, potongan-potongan. - Membuat gambar kerja yang meliputi : gambar dan data arsitektur gambar dan detail struktur, gambar dan detail utilitas, gambar dan detail kawasan dan atau kegiatan terkait lainnya. - Membuat draf perhitungan biaya.

Kegiatan C

Pembahasan dan Konsultasi antara lain membuat: - Pembahasan dan Konsultasi dengan Bagian Proyek, - Pembahasan dan Konsultasi dengan Tim Teknis, - Pembahasan dan Konsultasi dengan stakeholder lainnya. - Revisi Gambar Rencana dan Biaya

17

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Kegiatan D

Penyusunan dokumen Lelang antara lain membuat: - Membuat final desain dan pengadaan dokumen / blue print yang telah disetujui oleh pemberi tugas dan atas rekomendasi Tim Teknis, - Membuat Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) - Membuat Draft Kuantitas (BOQ) - Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB - EE)

TAHAP II Kegiatan E

TAHAP PROSES PELELANGAN Membantu panitia dalam menyusun program dan jadwal pelelangan.

Kegiatan F Kegiatan G

Membantu panitia dalam kegiatan aanwijzing. Membantu panitia dalam evaluasi penetapan pemenang lelang.

Kegiatan H

Membantu panitia menyusun laporan pelelangan.

Pada tahap proses pelelangan, konsultan akan menyesuaikan kegiatannya berdasarkan jadwal kegiatan yang dilaksanakan oleh Pihak Proyek.

18

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Apabila diperlukan untuk melakukan pengawasan berkala pada saat pelaksanaan konstruksi fisik berlangsung, maka konsultan perencana akan melakukan pengawasan berkala dengan jadwal sesuai kesepakatan antara Konsultan Perencana dan Pihak Proyek, Pengawasan berkala seharusnya dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah di lapangan yang berkaitan dengan perencanaan. Dalam hal ini untuk membahas masalah masalah perubahan volume dan jenis pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan.

PENDEKATAN KONSEP DASAR PERANCANGAN Pada prinsipnya pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan ini serta kemungkinan penggunaan beberapa metode-metode lain yang relevan dengan pekerjaan ini. A. KONSEP PENDEKATAN DESAIN INTERIOR Kriteria dalam mendesain Interior sebuah bangunan yaitu sbb : Flexible Flexible merupakan penataan tempat dan benda yang menyesuaikan terhadap ruangan yang tersedia.

19

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Compact Compact adalah pembagian ruang yang sesuai dengan jumlah koleksi dan benda inventaris Lainnya jadi tidak ada ruang kosong atau tidak terpakai pada ruangan tersebut.

Accesiblen Accesiblen merupakan pengaksesan ruangan yaitu ruangan atau tempat yang mudah diakses atau dikunjungi oleh pemakai dan penggunanya.

Extendible Extendible merupakan pengertian dari kata Ekstensi atau penambahan, Extendible juga sama artinya dengan extra atau lebih.

Varied Varied merupakan analisis untuk variasi ruangan yang dikonsepkan agar seorang yang berada diruangan tersebut tidak cepat bosan, karena beberapa alasan seperti : Ruangan yang standar, tanpa variasi Ruangan yang tata letaknya masih biasa dan warna Cat (Paint) yang monoton atau biasa, tidak Colourfull.

Organised

20

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

Organised merupakan pengorganisasi tempat Comportable Comportable artinya kenyamanan dan kemanan merupakan faktor utama yang harus difikirkan dalam merencanakan suatu ruangan yang baik Constant In Environment Constant In Environment merupakan aspek penilaian yang lebih dititikberatkan pada kesehatan pengguna ruangan, yaitu sirkulasi udara dan sistem buangan limbah pada suatu bangunan Secured Secured berarti keamanan, dalam pembangunan faktor ini menjadi faktor terpenting, karena sistem keamanan harus dirancang khusus sebagai langkah antisipasi bila terjadi gangguan berupa gangguan alam (Gempa atau Banjir) dan gangguan human/manusia (Kebakaran dan Pencurian). Economic Economic berarti Ekonomis yang menurut prinsipnya adalah mengeluarkan dana sekecil-kecilnya guna mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya. Pada prinsipnya pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan secara menyeluruh terhadap berbagai aspek data dan informasi yang berkaitan dengan pekerjaan ini serta kemungkinan penggunaan beberapa metode-metode lain yang relevan dengan pekerjaan ini.

21

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

B. PENDEKATAN KONSEP PEKERJAAN ARSITEKTURAL Wujud Arsitektur Wujud Arsitektur bangunan gedung harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut : Mencerminkan fungsi sebagai bangunan . Seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya. Indah namun tidak berlebihan (proporsional dan wajar) Efisien dalam penggunaan sumber days dalam pemanfaatan dan

pemeliharaannya. Memenuhi tuntutan sosial budaya setempat.

PRINSIP-PRINSIP ESTETIKA ARSITEKTUR SUMBU (AXIS) Sumbu adalah sebuah garis yang terbentuk oleh dua buah titik di dalam ruang dimana terhadapnya bentuk dan ruang dapat disusun. Sumbu merupakan garis khayal yang merupakan cara dasar dalam penataan/pengolahan bentuk dan ruang dalam arsitektur. Meskipun tidak tampak/maya, keberadaan sumbu sangat kuat dan mendominasi dalam mengatur bentuk dan ruang yang ada. Suatu sumbu

22

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

harus harus berbentuk linier yang mempunyai panjang dan arah yang menimbulkan adanya gerak dan pandangan sepanjang jalan. Suatu sumbu harus diakhiri pada kedua ujungnya. Unsur-unsur yang mengakhiri suatu sumbu memberikan perhatian visual. SIMETRI Simetri adalah susunan yang seimbang dari bentuk dan ruang berdasarkan garis sumbu (Axis) atau suatu titik pusat. Simetris tidak dapat muncul tanpa keberadaan axis atau titik pusat. Kondisi ini dapat tercapai bila sususnan pola-pola bentuk dan ruang mempunyai pengaruh yang sama terhadap axis atau titik pusat, ada dua macam simetris, Simetris Bilateral, yaitu pedoman pada susunan yang seimbang dari unsur-unsur yang sama terhadap suatu sumbu yang sama Simetri Radial, yaitu berpedoman pada unsur-unsur yang sama yang seimbang terhadap dua atau lebih sumbu-sumbu yang berpotongan pada suatu titik pusat HIRARKI Hirarki merupakan pengungkapan suatu bentuk, ruang tertentu melalui ukuran, bentuk, penempatan menjadi suatu kesatuan bentuk dan ruang. Prinsip hirarki berlaku secara umum, walaupun tidak keseluruhan pada komposisi arsitektur. Perbedaan yang nyata muncul diantara bentuk-bentuk dan ruang-ruang. Perbedaan ini menunjukan derajat kepentingan dari bentuk dan ruang, serta peran-peran fungsional, formal dan simbolis yang ada. Penekanan pada suatu

23

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

bentuk tertentu dalam pengaturan akan membuat tampak yang unik. Hal ini dapat dicapai dengan memberi penambahan ukuran yang luar biasa, wujud yang unik, dan lokasi yang strategis pada suatu bentuk. Keutamaan hirarki bentuk dan ruang dapat pula dilakukan dengan anormali dari bentuk yang ada. Hirarki juga berkaitan dengan nilai.Value. IRAMA/PENGULANGAN. Irama atau Ritme yaitu penggunaan bentuk, garis, wujud atau warna secara teratur dan harminis. Pengulangan itu sendiri dapat sebagai suatu alat untuk mengorganisir bentuk dan ruang dalam Arsitektur. Hampir semua jenis bangunan menggunakan unsur-unsur pengulangan, misalnya pengulangan kolom dan balok, pengulangan pintu dan jendela. Perlakuan pengulangan dapat dilakukan dengan cara pengelompokan pada ukuran, potongan bentuk dan karakteristik/detail. DATUM Datum dapat diartikan sebagai sebuah garis, bidang atau ruang yang oleh kerena kesinambungan dan keteraturannya bergyba untuk mengumpulkan,

mengelompokkan, dan mengorganisir suatu pola bentuk dan ruang. Datum digunakan untuk menghubungkan unsur-unsur lain didalam suatu komposisi. Seperti halnya sumbu mempunyai kemampuan untuk mengorganisir sederetan unsur menurut arah panjangnya. Sumbu juga berfungsi sebagai Datum, sebuah Datum tidak perlu merupakan suatu garis lurus, tetapi dapat berupa bidang ataupun ruang. Sebuah Datum harus tampak sebagai suatu figur yang dapat mengumpulkan unsur-unsur yang diorganisir didalam bidangnya.

24

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

TRANSFORMASI Transformasi yaitu prinsip tentang konsep-konsep arsitektur yang dapat dipertahankan, diperkuat dan dibangun melalui sederetan manipulasi dan transformasi. Manipulasi atau perubahan yang dilakukan harus dapat dimengerti dan dipahami sehingga dapat dijelaskan maksud dari bentuk akhir yang dihasilkan.

PROPORSI Dalam bahasan proporsi dikenal proporsi bahan, proporsi struktur, proporsi manusia. Bahasan Proporsi tidak bisa lepas dari perbandingan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya, baik dengan benda lain maupun lingkungannya. Proporsi berkaitan dengan skala dan dimensi. Teori-teori proporsi dipakai untuk menciptakan suasana teratur diantara unsur-unsurnya pada konstruksi visual. Sistem Proporsi dapat membentuk satu set hubungan visual yang konsisten antara bagian-bagian bangunan maupun antara komponen-komponen bangunan dan keseluruhannya. Proporsi di dalam dunia arsitektur dikenal Golden Section, Modulor, Proporsi Anthromorphis, Teori-teori Renaissance.

SKALA Jika Proporsi bentuk bertitik berat pada ukuran bentuk atau ruang yang sebenarnya, maka skala memandang besarnya unrur sebuah bangunan atau ruang secara relatif terhadap bentuk-bentuk lainnya, Didalam Arsitektur dikenal dua macam skala yaitu Skala Umum, Ukuran sebuah unsur bangunan secara relatif terhadap bentuk-bentuk lain yang berkaitan. Skala Manusia, ukuran sebuah unsur bangunan atau ruang secara relatif terhadap dimensi-dimensi dan proporsi tubuh

25

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

manusia. KESEIMBANGAN Suatu keseimbangan akan terjadi apabila dua komponen perancangan atau lebih dikombinasikan dan masing-masing saling berinteraksi. Keseimbangan itu tidak harus sama besar, sama berat ataupun harus terbagi atas as, tetapi keseimbangan bisa dilakukan dengan kesan visual ataupun persepsi visual yang melibatkan psikologis. EMPHASISI/TEKANAN Dalam Arsitektur, Emphasisi digunakan untuk menunjukkan bangunan utama dan dilihat lebih dahulu oleh pengamat atau suatu bentukan yang ingin ditonjolkan dan bagian yang menarik perhatian. Menurut Harold H Alexander, ada tiga istilah dalam Emphasisi yaitu : Dominan, Subdominan, dan Sub Ordinat. Emphasis mencakup susunan, kualitas dan kuantitas dari semua bentuk, ruang , garis dan tekstur dalam seluruh area desain. Dalam desain yang baik, mata penglihat selalu tertarik pada komponen yang kelihatan lebih menguasai / dominan dan yang bobot visualnya lebih besar, sedangkan bagian lain yang kurang penting hampir diabaikan. SOLID/RONGGA Solid atau Rongga di dalan bangunan berkaitan dengan tampilan bangunan baik secara dua dimensi (denah, tampak dan potongan) maupun secara tiga dimensional ( Perspektif maupun axo\nometrik), Solid dan Rongga berkaitan

26

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

dalam perletakkan bukaan dan kesan yang ingin ditampilkan dalam desain bangunan. Solid dan rongga yang berulang berkaitan dengan irama/ritme yang ada pada bangunan. WARNA Warna didalam Arsitektur sangat penting untuk memberikan klesan ruang dan bangunan. Warna bnerkaitan dengan irama dan komposisi. Dalam teori warna, banyak dipelajari tentang kesan, sifat serta panas/suhu yang ditimbulkan oleh warna-warna. C. PENDEKATAN KONSEP PEKERJAAN STRUKTUR Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan yang bekerja untuk menyalurkan beban yang diakibatkan oleh adanya bangunan di atas tanah. Fungsi struktur dapat disimpulkan untuk memberi kekuatan dan kekakuan yang diperlukan untuk mencegah sebuah bangunan mengalami keruntuhan. Struktur merupakan bagian bangunan yang menyalurkan beban-beban. Beban-beban tersebut menumpu pada elemen- elemen untuk selanjutnya disalurkan ke bagian bawah tanah bangunan, sehingga beban-beban tersebut akhirnya dapat di tahan. Peranan struktur pada suatu bangunan adalah : 1. Mendukung fungsi Melihat dari fungsi bangunan adalah sebagai Keraton Kanoman Kota Cirebon yang sekaligus memiliki ruang pelayanan untuk masyarakat dimana akan terdapat banyak ruang sesuai dengan aneka pemanfaatannya, maka haruslah

27

Pekerjaan Perencanaan Refvitalisasi Keraton Kanoman Kota Cirebon Tahun Anggaran 2013

sesuai dengan modal yang dipilih agar tidak terjadi kolom mengganggu sirkulasi dalam ruangan.

2.

Estetika Dengan pertimbangan bahwa struktur juga harus dapat mendukung penampilan bangunan secara keseluruhan terutama sesuai dengan

arsitekturnya dan tidak lepas dengan bangunan induk sebagai terdapat pada kondisi existing saat ini.

3.

Material Struktur Pertimbangan terhadap nilai ekonomis dan daya tahan mengingat bahwa bangunan ini adalah Keraton Kanoman Kota Cirebon.

28