Anda di halaman 1dari 19

METODE PROYEK PERENCANAAN GEDUNG PARKIR MOTOR, KANTIN, DAN RUANG

PERCETAKAN SERTA PERLUASAN SARANA IBADAH KANTOR PUSAT KEMENTERIAN KEUANGAN JAKARTA - PUSAT

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIAJL. Dr. Wahidin No.1 Jakarta Pusat

Persada gedung
Jl.Raya Pasar Minggu Km.18 Jakarta 12510, Phone 62-21 797 5312 Fax.62-21 797711

DAFTAR ISI
1. Pendahuluan
a. b. c. Apresiasi Terhadap Lingkup dan Jenis Pekerjaan Gambaran Umum Proyek Lingkup Pekerjaan d. e. f. Lokasi Proyek Site Plan Photo Existing Proyek

2. Metode Pelaksanaan Pekerjaan :


a. b. Metode Pelaksanaan Setiap Item Pekerjaan Metode Pengendalian Waktu

c.
d. e. f.

Metode Pengendalian Mutu


Metode Pengendalian Teknis Metode Pengendalian Biaya Prosedur Pelaksanaan K3

1. PENDAHULUAN
a. Apresiasi Terhadap Lingkup dan Jenis Pekerjaan Yang Akan Dilaksanakan
Pelaksanaan pekerjaan merupakan implementasi tahap perencanaan berupa gambar kerja menjadi sebuah bangunan yang memenuhi syarat kuat, indah, dan fungsional. Agar dapat melaksanakan pekerjaan bangunan dengan baik, diperlukan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman sehingga bila timbul permasalahan di lapangan akan dapat teratasi. Di samping itu diperlukan adanya koordinasi yang baik antara pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut. Dalam pekerjaan konstruksi ketersediaan bahan bangunan dan peralatan kerja merupakan faktor penting, sebab kedua faktor tersebut mempengaruhi keberhasilan suatu pekerjaan. Selain itu adanya pengawasan juga mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan pekerjaan. Pengawasan bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana prestasi kerja yang dilakukan, dan mengecek kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu bila terdapat ketidaksesuaian antara kondisi di lapangan dengan perencanaan, melalui fungsi pengawasan akan dapat diketahui dan segera dicari sebabnya guna pengambilan tindakan koreksi. Koreksi yang dilakukan harus cepat, tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi teknis dan non teknis.

b. Gambaran Umum Proyek

NAMA PROYEK

: PERENCANAAN GEDUNG PARKIR MOTOR,KANTIN DAN RUANG PERCETAKAN SERTA PERLUASAN SARANA IBADAH KANTOR PUSAT KEMENTERIAN : : KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA : : PT.ARTEFAK ARKINDO : : : BULAN

KEUANGAN LOKASI PROYEK PEMBERI TUGAS KONSULTAN STRUKTUR KONSULTAN ARSITEKTUR KONSULTAN MEP KONSULTAN QS WAKTU PELAKSANAAN

c. Lingkup Pekerjaan

I.

Pekerjaan Persiapan

II. Pekerjaan Struktur III. Pekerjaan Arsitektur IV. Pekerjaan Mekanikal Elektrikal V. Pekerjaan Infrastruktur

d. Lokasi Proyek
UTARA

e.SITE PLAN

f.FOTO EXISTING

1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Arsitektur 3. Pekerjaan Mekanikal & Elektrikal

Sebelum pelaksanaan pekerjaan pokok suatu proyek konstruksi, pekerjaan yang pertama harus
dilakukan adalah pekerjaan persiapan. Pekerjaan persiapan ini, baik untuk proyek-proyek pembangunan gedung bertingkat, proyek pembangunan airport, jembatan, jalan, pelabuhan, dermaga maupun proyek lainnya, secara umum tidak banyak berbeda. Besar kecilnya, mudah atau sulitnya tergantung pada masing-masing proyek yang akan dikerjakan. Pekerjaan persiapan harus direncanakan sebelum masa pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Bahkan, pekerjaan ini harus telah disiapkan pada saat tender proyek dan dijadikan bagian dari penawaran tender proyek bersangkutan. Perencanaan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh suatu hasil perencanaan yang efisien, namun bisa mencakup segala pekerjaan yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek tersebut. Adapun pekerjaan persiapan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, antara lain : 1. Pengukuran dan Survey 2. Perencanaan Site Plan ( Penempatan Site Office, Penempatan Gudang, dll ) 3. Kebutuhan Sumber daya ( Listrik Kerja dan Air kerja ) 4. Pembuatan Shop Drawing 5. Pengadaan Material untuk Pekerjaan Persiapan 6. Mobilisasi Peralatan

2.1. PENGUKURAN DAN SURVEY Survey lapangan dilakukan sebelum dimulai pekerjaan dengan maksud untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diketahui
dalam gambar terhadap kondisi exsisting (sarana dan prasarana) yang telah dan masih beroperasi. Sebelum dilakukan kegiatan pengukuran dan pematokan, lapangan terlebih dahulu harus dibersihkan / diamankan dari semak-semak dan hal-hal lain yang menggangu. Sebelum pekerjaan ini dimulai, lapangan selalu dijaga tetap bersih dan rata. Kemudian dilakukan pengukuran ulang dan gambaran kembali untuk lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai peil ketinggian tanah, letak pohon, letak batas-batas tanah dengan alat-alat yang sudah ditera kebenarannya. Pengukuran dikerjakan oleh tenaga surveyor (juru ukur) dibantu oleh wakilnya, sebelum dilaksanakan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan adanya pipa-pipa saluran dan instalasi kabel yang masih berfungsi dibawah tanah di Site. Untuk mengantisipasi hal tersebut, perlu diadakan koordinasi dengan konsultan MK / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan gambar instalasi existing kepada owner. Jika sudah diketahui kemungkinan adanya instalasi dimaksud, maka area tersebut perlu dilindungi dengan membuat rambu / tanda yang menyatakan bahwa di area ini terdapat jalur instalasi yang masih berfungsi. Pengukuran tapak tempat kerja dilakukan dengan alat ukur berupa theodolit dan waterpas. Pengukuran dilakukan dari garis-garis dasar patok-patok yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas / Konsultan MK. Penentuan tinggi (peil) bangunan diambil dari satu titik referensi yang tidak rusak dan bergerak dari akurasinya dan ditentukan bersama-sama dengan Konsultan Perencana, Konsultan MK serta Pemberi Tugas. Setelah ketinggian disepakati bersama, maka akan dibuat titik patok bantuan (BM) yang permanen, agar bila terjadi pergeseran titik, akurasi ketinggian level tidak bergerak. Patok dan titik BM yang telah dibuat harus dipelihara dan dijaga agar tidak rusak/berubah. Banyaknya jumlah BM yang akan dibuat akan dikoordinasikan dengan konsultan pengawas / konsultan MK.

Ketidak cocokan yang mungkin terjadi antara gambar dan keadaan lapangan yang sebenarnya segera dilaporkan kepada
Manajemen Konstruksi / Konsultan Pengawas untuk diminta keputusannya. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat water pass / theodolith yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan. Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pengukuran tersebut adalah sebagai berikut : - Alat-alat ukur (theodlite, waterpas total station dll) - Alat pemotong, penduga dan penarik. - Alat alat Bantu - Dan alat-alat lainnya yang diperlukan.

Setting Out Melakukan pengukuran area dan leveling kondisi existing dengan peralatan theodolit dan waterpas. Semua ukuran
disesuaikan dengan peil-peil dan level yang telah ditentukan dalam gambar, yang sebelumnya telah mendapat persetujuan Konsultan Pengawas / Konsultan MK. Jika terdapat perbedaan, atau perubahan serta ukuran yang belum termuat dalam gambar/bestek maka perubahan atau penggantian tersebut diatas akan diajukan untuk dimintakan persetujuannya atau keputusan kepada konsultan pengawas / konsultan MK. Pendataan existing (dokumentasi) Pengambilan data-data (dokumentasi) dimulai sebelum lokasi dilaksanakan seperti: - Dokumentasi data-data existing kondisi 0 %. - Foto-foto kegiatan proyek dimulai dari penempatan peralatan dan material, perkerasan jalan dll. -Foto-foto dalam tahapan penting (bekisting, pembesian, beton sebelum, selama dan sesudah pengecoran). -Foto-foto semua kegiatan pelaksanaan.

2.2. PERENCANAAN SITE PLAN Perencanaan lapangan kerja (site planning) dibuat untuk mengatur penempatan peralatan, stok material dan sarana
penunjang lainnya yang akan digunakan dalam pelaksanaan pembangunan proyek, misalnya : Direksi keet, gudang, posisi tower crane, stok material dan lain-lain ( gambar terlampir ). Dalam menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan, baik didalam gudang maupun di halaman terbuka akan diatur sedemikian rupa sehingga : Tidak mengganggu kelancaran dan keamanan lingkungan di sekitarnya. Memudahkan pemeriksaan dan penelitian material/bahan-bahan oleh Konsultan Pengawas. Tidak menyumbat saluran air. Terjamin keamanan dan kebersihannya. Memudahkan dalam pelaksanaan pekerjaan. Tidak menimbulkan masalah kesehatan dan keselamatan kerja. Koordinasi antar bagian pada organisasi pelaksana pekerjaan di lapangan dilakukan dengan memperkuat sistem komunikasi menggunakan Handy talky. Untuk listrik kerja akan digunakan daya listrik dari sambungan PLN maupun penyediaan Genset sendiri tergantung penggunaannya, sedangkan air kerja akan menggunakan air tanah yang menggunakan sumur pompa dangkal/sanyo atau PAM, Lalu lintas keluar masuk kendaraan proyek atau jalan kerja akan diproteksi dengan menggunakan pagar proyek dari seng agar keamanan dan ketertiban lebih terjamin. Disamping itu, proyek juga dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut : Pos penjagaan (security). MCK untuk para pekerja. Barang-barang dan material yang tidak digunakan untuk kebutuhan langsung pada pelaksanaan suatu pekerjaan secepat mungkin akan dikeluarkan keluar lapangan.

2.3. KEBUTUHAN SUMBER DAYA


Dalam pekerjaan persiapan pelaksanaan proyek konstruksi perlu dilakukan perencanaan kebutuhan Sumber Daya Proyek. Yang dimaksud dengan Sumber Daya Proyek adalah menyangkut kebutuhan Listrik Kerja dan Air Kerja, yang akan diuraikan sebagai berikut : Kebutuhan Listrik Kerja Kebutuhan tenaga listrik yang dimaksud, adalah daya yang diperlukan oleh Kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi selama pelaksanaan proyek. Sumber daya listrik, biasanya diperoleh dari PLN maupun penyediaan genset sendiri, tergantung penggunaannya. Kebutuhan Air Kerja Kebutuhan Air Kerja untuk keperluan proyek bisa diperoleh dari sumur atau PAM (Perusahaan Air Minum). Air sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan selama pelaksanaan pekerjaan diproyek. Air dari sumber air disimpan pada tangki-tangki penampungan air sesuai dengan kapasitasnya.

2.4. PEMBUATAN SHOP DRAWING


Shop Drawing atau gambar kerja, merupakan acuan bagi pelaksanaan pekerjaan dilapangan. Dengan adanya gambar kerja, maka pekerjaan lapangan menjadi mudah dilaksanakan dan terkendali secara teknis, baik dari segi waktu maupun mutu kerja. Gambar kerja, harus sudah disiapkan dalam tahap awal proyek dan mendapatkan pengesahan dari pihak Pengawas atau Konsultan Perencana, sebelum dilaksanakan di lapangan. Shop Drawing, disiapkan oleh Bagian Engineering berpedoman pada desain bangunan dari Konsultan diharapkan gambar design sudah lengkap seluruhnya sehingga pelaksanaan shop drawing tidak terlambat. Pembuatan shop drawing, dewasa ini banyak dilakukan dengan komputer menggunakan software Autocad, sehingga dapat mempercepat waktu pembuatan.

2.5. PENGADAAN MATERIAL UNTUK PEKERJAAN PERSIAPAN


Methode pelaksanaan untuk pengadaan material tidak ada khusus. Untuk pekerjaan persiapan, belum begitu banyak memerlukan material. Material yang dibutuhkan terutama hanya untuk kebutuhan pembuatan perakitan Kantor Proyek, Kantor Konsultan dan Pengawas, Gudang, Pagar Proyek dan bangunan-bangunan yang bersifat sementara lainnya.

2.6. MOBILISASI PERALATAN


Peralatan yang dimobilisasi pada tahap awal, adalah peralatan yang diperlukan untuk membangun fasilitasfasilitas proyek, seperti : Kantor Proyek, Gudang dan bangunan-bangunan sementara lainnya. Pada tahap ini, peralatan yang dibutuhkan masih terbatas pada peralatan-peralatan ringan, seperti alat-alat untuk pengukuran, genset untuk penerangan dan lainnya.