Anda di halaman 1dari 51

REHABILITASI MEDIK PASKA STROKE

Oleh : dr. Liem Kiem San, SpKFR


Instalasi Rehabilitasi Medik RSUD dr Harjono S, SpOG Ponorogo 2013

BAB I PENDAHULUAN REHABILITASI MEDIK PASKA STROKE

STROKE

MENYEBABKAN KEMATIAN KETIGA DI AS DAN NEGERA INDUSTRI DAN INDUSTRI BARAT

SEJAK AWAL ABAD KE XX : ANGKA KEMATIAN BERANGSUR MENURUN

ANGKA KEMATIAN > INSIDEN STROKE POPULASI PENDERITA PASKA STROKE YANG MAMPU BERTAHAN HIDUP

PENDERITA YANG MAMPU HIDUP PASKA STROKE

MENGALAMI PENDERITAAN

HAMPIR 50 % MENYANDANG DISABILITAS KRONIS


3

DAMPAK DISABILITAS SEDEMIKIAN BERAT, SEHINGGA MEREKA DAN KELUARGANYA MEMERLUKAN TERAPI DAN ADAPTASI JANGKA WAKTU LAMA, SAMPAI AKHIRNYA MEREKA MAMPU UNTUK MENGELOLA HANDICAP YANG MEREKA HADAPI
4

PENDERITA PASKA STROKE YANG MAMPU HIDUP, DAN KELUARGANYA SERING BERTANYA :

APAKAH MEREKA AKAN MENDAPAT SERANGAN ULANG ATAU TIDAK APAKAH SERANGAN DAPAT MENGALAMI PEMULIHAN ATAU TIDAK APAKAH MEREKA DAPAT KEMBALI BEKERJA ATAU TIDAK

SEHINGGA PENGELOLAAN PENDERITA STROKE PERLU DILAKUKAN SECARA KOMPREHENSIF


SEHAT

PROMOTIF
SAKIT STROKE

PREVENTIF

KURATIF
REHABILITASI

BAB II II.1 BATASAN STROKE


MENURUT WHO (1984) STROKE ADALAH
SUATU GANGGUAN FUNGSI SARAF AKUT, YANG DISEBABKAN OLEH KARENA GANGGUAN PEREDARAN DARAH DI OTAK, SECARA MENDADAK (DALAM BEBERAPA DETIK) ATAU SECARA CEPAT (DALAM BEBERAPA JAM) TIMBUL GEJALA DAN TANDA YANG SESUAI DENGAN DAERAH FOKAL DI OTAK YANG TERGANGGU

II.2 EPIDEMOLOGI
INSIDEN STROKE MENINGKAT DENGAN BERTAMBAHNYA UMUR PREVALENSI UMUR :

<45 TAHUN ADALAH 66 PER 100.0000 45 64 TAHUN ADALAH 996 PER 100.000 > 65 TAHUN ADALAH 5063 PER 100.000
LAKI-LAKI PEREMPUAN : 400 651 / 100.000 : 385 486 / 100.000

PREVALENSI

INSIDEN DI EROPA : 110 - 290 RATA-RATA 200 PER 100.000 PENDUDUK / TAHUN INSIDEN MENURUT JENIS STROKE
TROMBOSIS : DEKADE 5 7 PERDARAHAN SUB ARAKNOID : DEKADE 3 5 PERDARAHAN INTRA SEREBRAL : DEKADE 5 8

II.3 KLASIFIKASI STROKE


MENURUT NATIONAL INSTITUT OF NEUROLOGICAL DISORDERS AND

STROKE

STROKE :
A. BERDASAR PERJALANAN PENYAKIT :
1. 2. TRANSIENT ISCHEMIK ATTACK GEJALA DAN TANDA SEMBUH KURANG 24 JAM STROKE IN EVOLUTION (PROGRESSING STROKE) BIASANYA BERLANGSUNG BEBERAPA MENIT ATAU BEBERAPA JAM REVERSIBLE ISCHEMIK NEUROLOGIC DEFISIT (RIND) : DEFISIT NEUROLOGI : - LEBIH 24 JAM NORMAL KEMBALI : - SEBELUM MINGGU KE-3 COMPLETED STROKE

3.

4.

10

B. BERDASAR PENYEBAB
1.

ISCHEMIK (SUMBATAN) a. TROMBUS b. EMBOLI


STROKE HAEMORRHAGI (PERDARAHAN) a. PERDARAHAN INTRA SEREBRAL b. PERDARAHAN SUBARACHOID

2.

11

II.4 DIAGNOSIS STROKE


DITEGAKKAN : a. ANAMNESIS : GEJALA KLINIS b. PEMERIKSAAN FISIK

12

a. GEJALA KLINIS
NON HAEMORAGHI HAEMORAGHI TROBOSIS EMBOLI MENDADAK MENDADAK TIMBUL (awitan) MENDADAK SUB AKUT

S T R O K E

SAAT TERJADI (awitan) KESADARAN

ISTIRAHAT
BIASANYA TIDAK MENURUN

AKTIF
BISA (BILA INFAK LUAS)

AKTIF / EMOSI
MENURUN s/d KOMA

USIA
NYERI KEPALA MUNTAH KEJANG

> 50 TAHUN
+/-

LEBIH MUDA
+/+++ + +

13

b. PEMERIKSAAN FISIK
# KEADAAN UMUM * KESADARAN * TENSI * NADI * RESPIRASI # DEFISIT NEUROLOGI * LATERALISASI - HEMIPARESIS - HEMIPLEGI * DISFAGIA, AFASIA, DISARTRIA, dll # TYPE KELUMPUHAN UMN
14

GOLD STANDART DIAGNOSIS STROKE, DENGAN CT SCAN KEPALA


APABILA CT SCAN TIDAK ADA, DIGUNAKAN : ALGORITMA GAJAH MADA SIRRIRAJ STROKE SCORE
15

II. 5. PENATALAKSANAAN
II.5.1. PENATALAKSANAAN UMUM 5B : BREATHING, BLOOD, BOWEL, BLADDER, DAN BRAIN
16

II.5.2. PENATALAKSANAAN KHUSUS


# PADA FASE AKUT, DITUJUKAN UNTUK MEMBATASI KERUSAKAN OTAK SEMAKSIMAL MUNGKIN AGAR KECACATAN YANG DITIMBULKAN SEMINIMAL MUNGKIN # THERAPEUTIC WINDOW, YAITU 6-8 JAM SETELAH AWITAN STROKE, DENGAN TUJUAN MENYELAMATKAN DAERAH PENUMBRA
17

a. INFARK OTAK : PHASE


#
AKUT
TUJUAN PENGOBATAN ADALAH MEMPERBAIKI ALIRAN DARAH DAN METABOLISME DI DAERAH OTAK YANG MENGALAMI ISCHEMIC (DAERAH PENUMBRA) # PASKA AKUT TUJUAN PENGOBATAN ADALAH UNTUK MENGATASI FAKTOR RESIKO YANG ADA DENGAN TUJUAN UNTUK MENCEGAH TERJADINYA SERANGAN STROKE ULANG

18

b. STROKE PERDARAHAN
TUJUAN PENGOBATAN ADALAH UNTUK MENGHENTIKAN PERDARAHAN (MISAL : ASAM TRANEKSAMAT) OBAT LAIN : ANTI EDEM HIPEROSMOTIK (MANITOL)

19

II.5.3. OPERASI
MERUPAKAN TINDAKAN PADA STROKE PERDARAHAN TUJUAN : MENGELUARKAN BEKUAN DARAH, PENYALURAN CAIRAN SEREBRO SPINAL
20

II.5.4 REHABILITASI MEDIK


REHABILITASI MEDIK ADALAH PROSES PELAYANAN KESEHATAN YANG BERTUJUAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL DAN PSIKIK INDIVIDU DAN KALAU PERLU MENGEMBANGKAN MEKANISME KOMPENSASINYA AGAR DAPAT BERDIKARI
21

TIM REHABILITASI MEDIK

DOKTER FISIOTERAPIS TERAPIS OKUPASI PERAWAT REHABILITASI PEKERJA SOSIAL MEDIK TERAPIS WICARA PSIKOLOG ORTOTIS PROSTETIS PENYULUH VOKASIONAL, DLL

22

TUJUAN REHABILITASI PENDERITA STROKE (WHO)


1.

2.

3.

MEMPERBAIKI FUNGSI MOTORIK, WICARA, KOGNITIF DAN FUNGSI LAIN YANG TERGANGGU READAPTASI SOSIAL DAN MENTAL UNTUK MEMULIHKAN HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN AKTIVITAS SOSIAL DAPAT MELAKSANAKAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI
23

PRINSIP REHABILITASI MEDIK PADA STROKE ADALAH MENGUSAHAKAN AGAR SEDAPAT MUNGKIN PASIEN TIDAK TERGANTUNG PADA ORANG LAIN
24

URUTAN KEBERHASILAN DARI YANG PALING BERHASIL SAMPAI YANG PALING BURUK, SEBAGAI BERIKUT :
1.

2. 3.

4.

5.

DAPAT BERDIKARI DALAM MERAWAT DIRINYA SENDIRI MAUPUN DALAM MENCARI NAFKAH SERTA DAPAT BEREKREASI / BEROLAH RAGA SEPERTI SEBELUM SAKIT TANPA MEMERLUKAN ALAT BANTU SEPERTI NO.1, TETAPI MEMERLUKAN ALAT BANTU DAPAT AMBULASI DAN MERAWAT DIRINYA DENGAN ATAU TANPA ALAT BANTU UNTUK AMBULASI MEMERLUKAN KURSI RODA DAN BANTUAN UNTUK MERAWAT DIRINYA HANYA BERBARING DI TEMPAT TIDUR
25

PADA PENDERITA STROKE, ADA 2 MACAM PEMULIHAN


1. PEMULIHAN MOTORIK SEBAGIAN BESAR PEMULIHAN MOTORIK TERJADI DALAM 6 BULAN PERTAMA SETELAH AWITAN. UNTUK EKSTREMITAS ATAS, PEMULIHAN DIMULAI DALAM 2 MINGGU PERTAMA 2. PEMULIHAN FUNGSIONAL YAITU KEMBALINYA KEMAMPUAN UNTUK MELAKUKAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARIHARI. MISAL : MAKAN, MENCUCI, BERPAKAIAN, KEBERSIHAN DIRI, TRANSFER, AMBULASI PEMULIHAN FUNGSIONAL BERLANGSUNG TIDAK MENGIKUTI PEMULIHAN MOTORIK
26

EVALUASI PENDERITA STROKE DARI SEGI REHABILITASI MEDIK :


1. 2. 3. 4.

NEUROMUSKULOSKELETAL MEDIK UMUM KEMAMPUAN FUNGSIONAL PSIKOSOSIAL - VOKASIONAL

27

KAPAN PROGRAM REHABILITASI DIMULAI

DIMULAI SEDINI MUNGKIN a. REHABILITASI


SECARA PASIF, SEJAK AWAL DI RSU PALING LAMBAT DALAM 2-3 HARI SETELAH AWITAN b. REHABILITASI AKTIF - STROKE INFARK DIMULAI SETELAH 48 72 JAM - STROKE PERDARAHAN PSA : SETELAH MINGGU KE-II PIS : SETELAH MINGGU KE-III

28

BERAPA LAMA PROGRAM REHABILITASI MEDIK DIRENCANAKAN?

DIRAWAT INAP RSU : 6-12 MINGGU RATA-RATA 8 MINGGU, PADA KASUS RINGAN 1-2 MINGGU LAMA WAKTU KESELURUHAN PROGRAM REHABILITASI PADA UMUMNYA 6-12 BULAN

29

PROGRAM REHABILITASI
I. FASE AWAL II. FASE LANJUTAN I. FASE AWAL PENGOBATAN DAN PERAWATAN DITUJUKAN UNTUK MENYELAMATKAN JIWA DAN MENCEGAH KOMPLIKASI SEGERA SETELAH KEADAAN UMUM MEMUNGKINKAN REHABILITASI DIMULAI - STROKE INFARK BIASANYA PADA HARI KE-2-3 - STROKE PERDARAHAN BIASANYA SETELAH HARI KE-14

30

PEKERJA SOSIAL MEDIK, DAPAT MULAI BEKERJA DENGAN MEWANCARA KELUARGA PENDERITA, MENCARI KETERANGAN TENTANG : PEKERJAAN KEGEMARAN SOSIAL EKONOMI LINGKUNGAN DAN KEADAAN RUMAH PENDERITA
31

FISIOTERAPIST : MENGATUR POSISI PENDERITA TUJUAN

1. MENCEGAH - ULCUS DEKUBITUS - KONTRAKTUR SENDI - NYERI BAHU - PENUMONIA ORTOSTATIK


2. BERMANFAAT MELAWAN DOMINASI SYNERGI PATTERN DAN MEMUDAHKAN NURSING CARE

32

POSISI : TELENTANG (SUPINASI)

33

POSISI TELENTANG
1. EKSTREMITAS ATAS DILETAKKAN DIATAS BANTAL, SEHINGGA BAHU SEDIKIT ABDUKSI DAN KEDEPAN (PROTAKSI), SIKU EKSTENSI, LENGAN DALAM ROTASI KELUAR, PERGELANGAN TANGAN DAN TANGAN DALAM EKSTENSI
34

POSISI TELENTANG
2. EKTREMITAS BAWAH : SENDI PAHA AGAK EKSTENSI DENGAN MELETAKKAN BANTAL DIBAWAH PAHA DAN SENDI PAHA, LUTUT DALAM FLEKSI, TUNGKAI ATAS DALAM INTERNAL ROTASI RINGAN

35

POSISI : MIRING PADA BAGIAN YANG SEHAT

36

POSISI : MIRING PADA BAGIAN YANG SAKIT

BAHU YANG SAKIT, JANGAN SAMPAI TERTINDIH KEBELAKANG, TETAPI DALAM POSISI KEDEPAN

37

FASE LANJUTAN
PENEKANAN FASE INI : MENCAPAI KEMANDIRIAN FUNGSIONAL DALAM MOBILISASI DAN AKS FASE INI DIMULAI PADA WAKTU PENDERITA SECARA MEDIK TELAH STABIL
38

MOBILISASI
MELIPUTI LATIHAN POSISI TEGAK SECARA BERTAHAP, MULAI DARI DUDUK, BERDIRI, AMBULASI

39

FAKTOR PSIKOLOGI :
FASE PSIKOLOGI WAKTU GEJALA PROGRAM

1. SHOCK

SEGERA SETELAH SERANGAN

PANIK, CEMAS, PUTUS ASA

MEMBERI KEYAKINAN DAN DUKUNGAN SEMANGAT


DORONGAN SEMANGAT MELAKUKAN AKTIFITAS

2. PENOLAKAN

FASE AKUT

AGAK PANIK, PUTUS ASA

40

FAKTOR PSIKOLOGI :
FASE PSIKOLOGI WAKTU GEJALA CEMAS, DEPRESI PROGRAM MEMBERI AKTIVITAS BARUYANG BERSIFAT TANTANGAN PAKSA UNTUK MENCAPAI SASARAN

3. PEMULIHAN PENYESUAIAN AWAL

4. PENERIMAAN

PEMULIHAN LANJUT

KENAIKAN GAIRAH HIDUP

41

PROGNOSIS :
DENGAN REHABILITASI YANG TEPAT : PASIEN PASKA STROKE - 10% DAPAT KEMBALI BAIK - 90% DAPAT BERJALAN KEMBALI - 70% DAPAT MANDIRI - 30% DARI USIA KERJA, DAPAT KEMBALI KE PEKERJAAN SEMULA

42

PERAN PERAWAT DALAM REHABILITASI MEDIK STROKE


PENATALAKSANAAN STROKE

BAB III

I. FASE AWAL II. FASE LANJUTAN


I. FASE AWAL 1. NURSING CARE a. ALIH BARING # SIANG HARI TIAP 2 JAM # MALAM HARI TIAP 4 JAM b. POSITIONING : POSISI # TERLENTANG # MIRING SISI SAKIT DAN SISI NORMAL # DUDUK DI BED 2. ROM EXERCISE 3. URINARY TRACT AND BOWEL 4. EMOTIONAL LABILITY 5. DEEP VENOUS THROMBOSIS 6. RESPIRATORY CARE 7. SPEECH AND LANGUAGE
43

II. FASE LANJUTAN


# PASIEN LEBIH AKTIF DALAM : * TERAPI FISIK * TERAPI OKUPASI MELIPUTI : 1. LATIHAN AKTIFITAS DI MATRAS - TURNING (MIRING) - ROLLING (BERGULING) - SITTING - KNEELING 2 CEGAH TRAUMA TERHADAP PLEXUS BRAKHIALIS DAN ROTATOR CUFF 3. NYERI THALAMIC : DIBERIKAN : - CARBAMAZEPIN - PHENYTOIN - AMITRIPTYLINE 4. KEJANG : DIBERIKAN : ANTI KONVULSAN 5 LATIHAN AKTIFITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI (AKS) 6. LATIHAN AMBULASI DIMULAI SETELAH KESEIMBANGAN DUDUK DAN BERDIRI BAIK 7. ANOSOGNOSIA, UNILATERAL NEGLECT, HOMONYMOUS HEMIANOPSIA 8. PEMBERIAN ORTHOSIS

44

PERAN PERAWAT DALAM REHABILITASI MEDIK STROKE

SEHAT SERANGAN STROKE PERAWAT ?

1. PUSKESMAS

2. RUMAH SAKIT
45

1. PUSKESMAS
RAWAT JALAN, POSYANDU, DLL 1.KEADAAN UMUM 2.NEUROMUSK ULOSKELETA L 3.KEMAMPUAN FUNGSIONAL 4.PSIKOSOSIAL VOKASIONAL
RAWAT INAP
1. 2. 3. 4. KEADAAN UMUM NEUROMUSKULOSKELETAL KEMAMPUAN FUNGSIONAL PSIKOSOSIAL VOKASIONAL 5. KEPERAWATAN 5.1. POSISI YANG BENAR # TERLENTANG # MIRING KE SISI * SEHAT * SAKIT/PARESIS 5.2. CEGAH KOMPLIKASI YANG TIMBUL ABIKAT TIRAH BARING LAMA

46

2. RUMAH SAKIT
1. 2. 3. 4. 5.
KEADAAN UMUM NEUROMUSKULOSKELETAL KEMAMPUAN FUNGSIONAL PSIKOSOSIAL VOKASIONAL KEPERAWATAN 5.1. POSISI YANG BENAR # TERLENTANG # MIRING KE SISI * SEHAT * SAKIT/PARESIS 5.2. CEGAH KOMPLIKASI YANG TIMBUL ABIKAT TIRAH BARING LAMA

47

KOMPLIKASI AKIBAT TIRAH BARING LAMA / IMMOBILISASI :


1. 2. 3. 4. KELEMAHAN DAN ATROPI OTOT KONTRAKTUR SENDI ULKUS DEKUBITUS GANGGUAN METABOLIK : # GANGGUAN NITROGEN # KESEIMBANGAN KALSIUM 5. GANGGUAN FUNGSI KARDIOVASKULER DAN PULMONAL : # HIPOTENSI ORTHOSTATIK # THROMBOEMBOLISM # HIPOSTATIK PNEUMONIA 6. DETERIORASI PSIKOLOGIS : # INTELEKTUAL DAN EMOSI
48

7. ENDOKRIN # PENURUNAN ANDROGENESIS DAN SPERMATOGENESIS # PENURUNAN SISI PENGIKATAN INSULIN # PENINGKATAN PRODUKSI HORMON PARATHYROID 8. GASTROINTESTINAL # KONSTIPASI # NAFSU MAKAN
49

BAB IV RINGKASAN
STROKE MERUPAKAN KEJADIAN MENDADAK,
MENGEJUTKAN BAGI PENDERITA DAN KELUARGA EVALUASI REHABILITASI MELIPUTI : NEUROMUSKULOSKELETAL, MEDIK UMUM, KEMAMPUAN FUNGSIONAL, PSIKOSOSIAL VOKASIONAL PROGRAM REHABILITASI MEDIK DIMULAI SEDINI MUNGKIN LAMA KESELURUHAN PROGRAM 6- 12 BULAN PERAN DAN PARTISIPASI PERAWAT SANGAT BESAR DALAM MENUNJANG KEBERHASILAN REHABILITASI PASIEN STROKE
50

TERIMA KASIH

51