Anda di halaman 1dari 25

Data, merupakan fakta atau kejadian yang terjadi di dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

Kebanyakan dari data tidak mempunyai makna jika digunakan tanpa di dukung dengan data lain. Informasi adalah data yang telah diproses sehingga memiliki makna yang mudah difahami atau dimengerti. Sistem Informasi terdiri dari gabungan manusia, data, proses, antarmuka dan database untuk mendukung dan meningkatkan operasi harian suatu organisasi atau perusahaan bisnes, serta memenuhi keperluan informasi pengelola dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan. Teknologi informasi secara aplikasinya adalah merupakan gabungan teknologi komputer (hardware dan software) dan teknologi komunikasi (data, gambar dan rangkaian suara). Arsitektur Sistem Informasi adalah suatu kerangka kerja yang mengatur atau mengarahkan seseorang individu untuk mengembangkan suatu sistem informasi. Penilaian terhadap arsitektur sistem informasi tergantung kepada sudut pandang serta kepentingan sistem tersebut.

Terdapat setidaknya 4 komponen dasar sistem informasi, yaitu: 1. Data : bahan mentah yg digunakan untuk menghasilkan informasi yang berguna. 2. Proses : segala aktivitas yg menjalankan tujuan perusahaan atau organisasi. 3. Interface : bagaimana sistem berinteraksi dengan pengguna atau berhubungan dengan sistem lain. 4. Database : tempat di mana data diketahui dan disimpan; proses berlaku; interface dikembangkan.

Analisis sistem adalah suatu aktivitas pembahagian sistem kepada beberapa komponen yang membentuk sistem untuk mengkaji bagaimana komponen tersebut berinteraksi dan berfungsi.

Untuk meninjau dan merancang sistem dan proyek, Untuk mengkaji & menganalisis bisnes dan sistem informasi, dan Untuk mendefinisikan kebutuhan bisnes dan menentukan prioritas bagi pengembangan sistem baru.

Survey and plan the project

Documentation

Repository
Project and System Scope

Documentation

Study and analyze the existing system

Documentation

System Improvement Objectives

Define and priortize the business requirements

Business Requirements

To the design phase

Business Requirements

To the configuration phase

Gambar 8 : The Systems Analysis Phases of a Project

Repository adalah suatu tempat untuk menyimpan semua yang berhubungan dengan dokumen aplikasi dan proyek. Repository bisa dalam bentuk direktori word processing, spreadsheet, & fail yang dijalankan oleh komputer tentang surat-menyurat, laporan dan data proyek ataupun dokumentasi dalam bentuk Hardcopy (notebooks, binders, system libraries).

Analisis Berstruktur Modern Analisis Berstruktur Modern: teknik analisis berdasarkan proses yang digunakan untuk memodelkan kebutuhan bisnis sebuah sistem. Model digambarkan secara berstruktur yang menunjukkan proses, inputs, outputs, dan fail yg diperlukan.

Information Engineering (IE) Information Engineering adalah teknik analisis berdasarkan process-sensitive yang diaplikasikan dalam organisasi secara keseluruhan (atau satu bagian penting - eg: bidang), bukan secara ad-hoc, proyekdemi-proyek. IE berparadigma data dan berdasarakan perancangan strategi informasi dengan menggunakan metoda analisis sistem untuk mengkaji keseluruhan bisnes, mendefinisikan perancangan menyeluruh dan arkitektur pengembangan sistem informasi.

Prototipe Prototipe adalah suatu teknik untuk mengembangkan sebagian dari fungsi sistem/aplikasi yang akan dikembangkan. Akan lebih lengkap apabila prototaip ini ditambah dengan desain pengembangan sistem. Terdapat dua jenis prototaip, yaitu: 1. Feasibility prototyping 2. Discovery prototyping

Joint Application Development (JAD) JAD menggunakan latihan secara intensif untuk menggabungkan pemilik, pengguna, penganalisa, pendesain dan pengembang sistem untuk sama-sama mendefinisikan dan mendesain sistem. JAD memiliki istilah lain yaitu joint application design and joint requirements planning.

Business Process Redesign (BPR) BPR atau bisa dipanggil juga dengan istilah business process reengineering adalah aplikasi metoda sistem analisis desain untuk merngubah dan meningkatkan proses bisnes organisasi tanpa melibatkan aspek teknologi informasi.

Object-Oriented Analysis (OOA) OOA adalah Data dan proses yang berkaitan dengan data dan proses tersebut yang digabungkan dalam item yang dipanggil dengan objek. Cara untuk mengembangkan, menghapus, mengubah atau menggunakan data dalam objek (dipanggil properties) adalah melalui proses (dipanggil methods). Yang digunakan untuk: (1) Mengkaji objek yang ada untuk menentukan apakah data bisa digunakan lagi atau diubah oleh pengguna baru, (2) Mendefinisikan objek baru/diubah yang akan digabungkan dengan objek yang ada untuk diletakkan dalam aplikasi pengkomputeran bisnes.

Strategi Analisis Sistem FAST (Forecasting and Assessment in Science and Technology ) Metodologi The FAST tidak menggunakan satu teknik tertentu karena teknik ini menggabungkan semua teknik yang popular : analisis berstruktur (via process modeling), information engineering (via data modeling), prototyping (via rapid application development), dan joint application development (untuk semua metoda ). Metodologi FAST sangat mendukung terhadap berbagai proyek termasuk: application development, information strategy planning, business area analysis, decision support system development, dan business process redesign.

Langkah pertama proyek FAST adalah meninjau proyek, yaitu bertujuan: Menjawab, Is this project worth looking at? Mendefinisikan ruang lingkup proyek, masalah, peluang dan sasaran. Menentukan kelompok, anggota, anggaran dan jadwal proyek.

Langkah kedua pengembangan sistem menurut metodologi FAST adalah kajian analisis sistem yaitu proses memberikan pengertian yang lebih kepada sistem analis tentang masalah, peluang dan sasaran. Kajian analisis sistem bertujuan untuk menjawab: Are the problems really worth solving? and Is a new system really worth building?

Menetapkan Kebutuhan Bisnes Memodelkan Kebutuhan Sistem Bisnes Membuat Discovery Prototypes Menentukan Prioritias Kebutuhan Bisnes

PENGERTIAN
HIPO (Hierarchy plus Input-Proses-Output) merupakan alat dokumentasi program yang berdasarkan fungsinya untuk meningkatkan efesiensi usaha perawatan program. Tapi sekarang HIPO juga banyak digunakan sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam siklus pengembangan sistem.

TUJUAN HIPO
Untuk struktur yang memungkinkan fungsi suatu sistem dapat dimengerti. Untuk menguraikan fungsi-fungsi yang akan dikerjakan oleh suatu program yang dipakai untuk melaksanakan fungsi-fungsi tersebut. Untuk memberikan deskripsi vizual dari input yang akan dipakai serta output yang akan dihasilkan oleh masing-masing fungsi dari tiaptiap tingkat diagram. Menghasilkan output yang benar dan dapat memenuhi kebutuhan user.

JENIS-JENIS DIAGRAM DALAM PAKET HIPO


Daftar isi vizual/ Visual Tabel of Contens (VTOC), yang terdiri dari satu diagram hierarki atau lebih. Diagram Ringkasan/ Overview Diagram yaitu suatu seri diagram fungsional. Masing-masing diagram dihubungkan dengan salah satu fungsi sistem. Diagram Rinci/ Detail Diagram yaitu suatu seri dagram fungsional dan masing-masing diagram dihubungkan dengan sebuah sub-fungsi sistem.

PENGETESAN
Pengetesan embedded software biasanya dilaksanakan pada fasefase yang terdapat dalam System Development Life Cycle (SDLC). Masing-masing pengetesan di tiap fase memiliki tujuannya masing-masing, yaitu dengan adanya perbaikan di tiap-tiap fase. Secara garis besar, pengetesan di tiap-tiap fase SDLC dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Use Cases Use Scenarios External View of Software Behavior Architecture/Component Interaction Component Behavior Algorithmic Level

IMPLEMENTASI
Tahap implementasi sistem merupakan tahap meletakkan sistem supaya siap untuk dioperasikan. Tahap ini termasuk juga kegiatan menulis kode program jika tidak digunakan paket perangkat lunak aplikasi. Tahap implementasi sistem terdiri dari langkah-langkah sebagai berikut ini : 1. Menerapkan rencana implementasi 2. Melakukan kegiatan implementasi 3. Tindak lanjut implementasi

PEMELIHARAAN
Tahap pemeliharaan dilakukan setelah tahap implementasi. Sistem baru yang berjalan digunakan sesuai dengan keperluan organisasi. Selama masa hidupnya, sistem secara periodik akan ditinjau. Perubahan dilakukan jika muncul masalah atau jika ternyata ada kebutuhan baru. Selanjutnya, organisasi akan menggunakan sistem yang telah diperbaiki tersebut. Merupakan siklus terakhir dari SDLC Pemeriksaan periodik, audit dan permintaan pengguna akan menjadi source untuk melakukan perawatan sistem diseluruh masa hidup sistem.

JENIS PEMELIHARAAN
Jenis Pemeliharaan : 1.Pemeliharaan Korektif 2.Pemeliharaan Adaptif 3.Pemeliharaan Perfektif 4.Pemeliharaan Preventif

LANGKAH-LANGKAH
Langkah-langkah pemeliharaan sistem terdiri atas: 1. Penggunaan Sistem Yaitu menggunakan sistem sesuai dengan fungsi tugasnya masing-masing untuk operasi rutin atau sehari-hari. 2. Audit Sistem Yaitu melakukan penggunaan dan penelitian formal untuk menentukan seberapa baik sistem baru dapat memenuhi kriteria kinerja. Hal semacam ini disebut penelaahan setelah penerapan dan dapat dilakukan oleh seorang auditor internal.

CONT
3. Penjagaan Sistem Yaitu melakukan pemantauan untuk pemeriksaan rutin sehingga sistem tetap beroperasi dengan baik. Selain itu juga untuk menjaga kemutakhiran sistem jika sewaktuwaktu terjadi perubahan lingkungan sistem atau modifikasi rancangan software. 4. Perbaikan Sistem Yaitu melakukan perbaikan jika dalam operasi terjadi kesalahan (bugs) dalam program atau kelemahan rancangan yang tidak terdeteksi saat tahap pengujian sistem.

CONT
5. Peningkatan Sistem Yaitu melakukan modifikasi terhadap sistem ketika terdapat potensi peningkatan sistem setelah sistem berjalan beberapa waktu, biasanya adanya potensi peningkatan sistem tersebut terlihat oleh manajer kemudian diteruskan kepada spesialis informasi untuk dilakukan modifikasi sesuai keinginan manajer.