Anda di halaman 1dari 80

Hiperkolesterolemia

Modul 1 blok 4

Nama Kelompok
Kevin Samuel 1310238 Nomi I. 1310240 Stela Clara 1310220 Grady Kharisma P 1310166 Doni Surya 1310132 Arini Dwi A 1310094 Clarissa A.R. 1310016 Shely Fitrika 1310006 Maria Pyrhadisty 1310232 Herlina Gisela 1310229 Adityo Haryokusumo

Dislipidemia : kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma Aterosklerosis : penyakit akibat respon peradangan pada pembuluh darah, bersifat progresif, yang ditandai dengan deposit massa kolagen, lemak, kolesterol, produk buangan sel dan kalsium, disertai dengan proliferasi miosit yang menyebabkan penebalan dan pengerasan dinding arteri.
http://penyakitkolesterol.org/dislipidemiakelainan-kolesterol/ ; http://eprints.undip.ac.id/29345/3/Bab_2. pdf

Hiperkolesterolemia : merupakan kelainan metabolisme kolesterol yang diturunkan dari generasi ke generasi akibat adanya gen yang cacat Kolesterol : Senyawa lemak kompleks yang dihasilkan oleh hati, dan berfungsi sebagai penyusun membran sel, hormon, asam empedu, dan vitamin D Trigliserid : lipid utama pada simpanan lemak dan di dalam makanan, terdiri dari 3 molekul asam lemak yang teresterifikasi menjadi gliserol
Simple guide kolesterol , Jonathan Morell ; http://digilib.unimus.ac.id/files/di sk1/139/jtptunimus-gdlernaningsi-6937-3-babii.pdf

LDL : (Low Density Lipoprotein) golongan lipoprotein yang berfungsi untuk mengangkut trigliserid, kolesterol, dan lemak dari hati ke jaringan. HDL : ( High Density Lipoprotein) golongan lipoprotein yang berfungsi untuk mengangkut kolesterol dari jaringan ke hati untuk dieksresikan atau dimanfaatkan kembali TLC : (Therapeutic Life Changes) Terapi modifikasi gaya hidup mencakup diet, olahraga, gaya hidup, dan hindari stres
http://www.sciencedaily.com/artic les/h/high_density_lipoprotein.ht m; http://seputarjantung.com/artikel /pencegahan/pencegahanpenyakit-jantung-koroner/

Kilomikron : Berasal dari absorbsi Triasil Gliserol dari usus VLDL ( Very Low Density Lipoprotein ) : sebagian besar dari hati dan sebagian kecil dari lipid makanan LDL ( Low Density Lipoprotein ) : Hasil katabolisme akhir kilomikron dan VLDL HDL ( High Density Lipoprotein ) : disintesis dan disekresikan oleh hati FFA ( Free Fatty Acid )
http://madja.wordpress.com/200 7/12/20/lemak-dalam-tubuh/ ; http://www.nhlbi.nih.gov/health/p ublic/heart/chol/chol_tlc.pdf

Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar kolesterol HDL

http://digilib.unimus.ac.id/files/di sk1/120/jtptunimus-gdlulfahrizia-5956-2-babii.pdf

Klasifikasi dislipidemia berdasarkan patogenesis penyakit adalah sebagai berikut: a. Dislipidemia Primer Kelainan penyakit genetik dan bawaan yang dapat menyebabkan kelainan kadar lipid dalam darah. b. Dislipidemia Sekunder Disebabkan oleh suatu keadaan seperti Hipercholesterolemia, hipertrigliserida, hipertiroidisme, gagal ginjal akut, akromegali, dll
http://digilib.unimus.ac.id/files/di sk1/120/jtptunimus-gdlulfahrizia-5956-2-babii.pdf

Penatalaksanaan
Pemberian obat

Terapi Obat 1. Monoterapi

Statin : efektif untuk menurunkan kolesterol, pada dosis tinggi dapat menurunkan trigliseida yang disebabkan olah peninggian VLDL. Fibrate : menurunkan trigliserida, meningkatkan HDL, kurang efektif dalam menurunkan kadar LDL. Niasin : Niasin berfungsi dengan baik untuk meningkatkan HDL, menurunkan kadar LDL dan trigliserida, namun penggunaan yang berlebihan dapat berakibat gagal hati

Selain tiga obat diatas: Ezetimib berfungsi untuk memblok absorpsi kolestrol pada usus halus, digunakan pada penderita hiperkolestrolemia primer Turunan asam nikotinat yang berfungsi untuk menurukan kolestrol. Suplemen minyak ikan berfungsi untuk menuruntukan lipid dengan cara menuruntukan produksi trigliserida dan VLHL (Very Low Density Lipoprotein) di hati.

2. Kombinasi

NCEP
Maria Pyrhadistya

The National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI) launched the National Cholesterol Education Program (NCEP) in November 1985. Tujuan dari NCEP adalah untuk memberikan kontribusi untuk mengurangi penyakit dan kematian akibat penyakit jantung koroner (PJK) di Amerika Serikat dengan mengurangi persen orang Amerika dengan kolesterol tinggi dalam darah.
http://www.nhlbi.nih.gov/about/ncep/

Program Description
The National Heart , Lung , and Blood Institute ( NHLBI ) dari National Institutes of Health ( NIH ) meluncurkan Program Kolesterol Pendidikan Nasional ( NCEP ) pada bulan November 1985 .

Member Organizations of the NCEP Coordinating Committee American Academy of Family Physicians American Academy of Pediatrics American Association of Occupational Health Nurses American College of Cardiology American College of Chest Physicians American College of Nutrition American College of Obstetricians and Gynecologists American College of Occupational Medicine American College of Preventive Medicine American Diabetes Association, Inc. American Dietetic Association dll

TLC

DIET MAKANAN

TERAPI NONFARMAKOLOGIS
NCEP-ATP III TERAPI FARMAKOLOGIS

TLC

PENGATURAN BB

AKTIVITAS FISIK

http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

DIET MAKANAN
1. Mengurangi asupan lemak jenuh dan kolesterol
Lemak Jenuh
Hasil penelitian peningkatan 1% dari lemak jenuh akan disertai peningkatan kadar LDL 2% Berisiko terjadi PJK Diet rendah lemak jenuh, mejaga asupan lemak jenuh kurang dari 7 % dari total kalori menurunkan kadar LDL 8-10 %

Kolesterol
Diet kolesterol, penurunan komsumsi kolesterol kurang dari 200 mg/hari dapat menurunkan kadar LDL 3-5%
http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

MEMILIH SUMBER MAKANAN YANG MENURUNKAN KOLESTEROL


I. Stanol/sterol tumbuhan
Pada : Tanaman kacang kedelai & minyak pohon pinus Sterol dapat meningkatkan kelarutan lemak asupan sterol 2-3 gr/hari menurunkan kadar LDL 5 - 15% tanpa mengubah kadar HDL & trigliserida

II. Peningkatan asupan serat larut soluble fiber


Baik untuk saluran perncernaan, serta membantu menghalangi absorpsi kolesterol dari saluran pencernaan peningkatan serat larut 5-10 gr/hari berakibat penurunan LDL 3-5 %

III. Protein soya


Berasal dari kacang kedelai Terdapat kandungan : Isoflavon, serat, & saponin Konsumsi protein soya 25 gr/hari disertai diet rendah lemak jenuh dan kolesterol menurunkan kadar LDL 5%

2. Pengaturan BB

PENGATURAN BERAT BADAN

Obesitas berisiko : Hiperlipidemia PJK (CHD) Sindrom metabolik Hipertensi stroke DM Osteoarthritis Gout Menekan penurunan BB pasien yg overweight dan obesitas sbg bagian dari penurunan kadar LDL Mengurangi 10 pounds penderita yang overweight mengurangi kadar LDL 5-8 %

TOTAL : kadar LDL turun hingga 20-30% jika melakukan point 1&2
http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

AKTIVITAS FISIK
3. Meningkatkan aktivitas fisik yang teratur
berperan penting dalam sindrom metabolik Tujuan : a. Utk menciptakan keseimbangan energi b. Mengurangi risiko terjadinya sindrom metabolik c. Menurunkan risiko terjadinya CHD/PJK d. Dapat menurunkan kadar LDL & trigliserida serta meningkatkan HDL Dianjurkan : aktivitas fisik dengan intensitas moderat selama 30 menit setiap hari, min. 3-4 kali dalam seminggu

http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

Diet TLC Rendah Lemak jenuh, trans fat & kolesterol, tinggi cita rasa

http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

DIET TLC

http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

METABOLISME KOLESTEROL
Bahan utama penyusun membran sel Berperan penting dalam pertumbuhan sel tubuh Prazat pembentukan hormon steroid & asam empedu Kolesterol dapat disintesis sendiri oleh tubuh (kolesterol endogen)tidak harus dari makanan (kolesterol eksogen) Kolesterol eksogen : 300-750mg kolesterol Kolesterol endogen mengandung: 650-1000mg
http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

Struktur kompleks kolesterol dibentuk dari asetat Kolesterol27 atom C, dari : 15 gugus metil, dan 12 gugus karboksil asetat Biosintesis di : Hati, usus halus, kulit, kelenjar adrenal, testis, ovarium, jar.adiposa, aorta, otot, otak Biosintesis kolesterol, dibagi 3 tahapan :
Pembentukan MEVALONAT dari asetil KoA Pembentukan SKUALEN dari mevalonat Perubahan skualenLANOSTEROLKOLESTEROL
http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

Pembentukan HMG KoA


O H2O O H3C SCoA HSCoA O

O CH2 C SCoA

acetoacetyl-CoA HMG-CoA Synthase


OH CH2 C CH3 CH2 O C SCoA

acetyl-CoA

H3 C

hydroxymethylglutaryl-CoA
http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

HO C H2C

CH3 CH2 C O SCoA

C O

HMG-CoA HMG-CoA Reductase


CH3 CH2 H2 C OH

PEMBENTUKAN MEVALONAT

2NADPH 2NADP+ + HSCoA HO C H2C

C O

mevalonate

http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

HO C H2C

CH3 CH2 CH2 OH

C O

mevalonate
2 ATP (2 steps) 2 ADP O O P O ATP ADP + Pi O CH2 CH2 O P O O O P O O
http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

HO C H2C

CH3 CH2 CH2

O O P O O

C O

5-pyrophosphomevalonate
CO2

Pembentukan isopentenil pirofosfat (isoprenoid)

CH3 C H2C

isopentenyl pyrophosphate

CH3 H3C C CH CH2 O

O P O O

O P O H2C PPi O CH3 C CH2 CH2 O O P O O O P O O

dimethylallyl pyrophosphate

isopentenyl pyrophosphate
O O O P O O CH2 CH2 O P O O O P O O O P O CH3

CH3 H3C C CH CH2 CH2

CH3 C CH CH2 O

geranyl pyrophosphate
H2C PPi CH3 H3C C CH CH2 CH2 CH3 C CH CH2

isopentenyl pyrophosphate
CH3 O CH CH2 O P O O O P O O

CH2 C

farnesyl pyrophosphate

Geranil & farnesil pirofosfat

http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

CH3

CH3 CH CH2 CH2 C CH CH2

CH3 CH2 C CH CH2 O

O P O O

O P O O

2 H3C

NADPH NADP+ + 2 PPi

2 farnesyl pyrophosphate

NADP+ NADPH

H+

O2

H2O

HO

squalene

2,3-oxidosqualene

lanosterol

http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

http://www.rpi.edu/dept/bcbp/ molbiochem/MBWeb/mb2/part1 /cholesterol.htm

http://www.rpi.edu/dept/bcbp/molbioche m/MBWeb/mb2/part1/cholesterol.htm

Kolesterol Dalam Darah


Kolesterol diserap di usus halus
diesterifikasi

kilomikron

kolesterol

lipoprotein Lipoprotein VLDL


http://eprints.undip.ac.id/13893/2/bab_1-3.pdf, Muray RK.Granner DK. Mayes PA. Rodwell VW : Biokimia Harper. (1997) Ed 24.(terjemahan)Penerbit Buku Kedokteran EGC,Jakarta

Ekskresi Kolesterol
kolesterol

Asam empedu

Lipoprotein : VLDL &LDL


Coprostanol & sterol yg tidak diabsorbsi
Feses

Garam empedu & kolesterol bebas

Mukosa usus halus

http://eprints.undip.ac.id/13893/2/bab_1-3.pdf, Muray RK.Granner DK. Mayes PA. Rodwell VW : Biokimia Harper. (1997) Ed 24.(terjemahan)Penerbit Buku Kedokteran EGC,Jakarta

Hiperkolesterolemia Familial

Hiperkolesterolemia
Hiperkolesterolemia= suatu keadaan tingginya kadar kolesterol dalam darah. 3 tingkatan kolesterol dalam serum, yaitu kolesterol serum normal dengan kolesterol total < 200 mg/dl, kolesterol serum tinggi yang dapat menyebabkan kondisi hiperkolesterolemia sedang (240-289 mg/dl) kolesterol serum sangat tinggi yang dapat menyebabkan hiperkolesterolemia berat (>290 mg/dl)
www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-12.pdf http://groups.yahoo.com/neo/groups/ILUMNI_212_99/conversations/topics/13

Hiperkolesterolemia Familial
Hiperkolesterolemia familial (HF)= kelainan bawaan autosom dominan dimana terjadi peningkatan kolesterol total dan low-density lipoprotein atau disingkat LDL. Kelainan HF terletak tidak ada atau tidak berfungsinya reseptor LDL(R-LDL) akibat mutasi gen reseptor LDL yang terletak pada lengan pendek kromosom 19.

www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-12.pdf http://groups.yahoo.com/neo/groups/ILUMNI_212_99/conversations/topics/13

Selain itu mutasi juga mengakibatkan gangguan/ blokade transportasi reseptor dari retikulum endoplasma ke apparatus golgi, baik secara total maupun parsial serta gangguan pada proses pengikatan dan/atau dissosiasi antara reseptor dengan ligandnya.

www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-12.pdf http://groups.yahoo.com/neo/groups/ILUMNI_212_99/conversations/topics/13

HF HF Homozigot dan HF Heterozigot


HF Homozigot Perbandingan LDL pd Anak/Bayi Kadar Trigliserida Mortalitas 1:1.000.000 >600 mg/dl Normal Arterosklerosis berat, Infark miokard akut, Stenosis aorta HF Heterozigot 1:500 200-400 mg/dl Normal Arteri koroner premature yang masih dapat dicegah dan onsetnya pun lambat. (usia >30)

www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-12.pdf http://groups.yahoo.com/neo/groups/ILUMNI_212_99/conversations/topics/13

HF Heterozigot: Gejala hiperkolesterolemia berat pada laki-laki muncul lebih awal dibandingkan pada perempuan. Diperkirakan pada perempuan memiliki proteksi khusus hingga masa post menopause.
www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-12.pdf http://groups.yahoo.com/neo/groups/ILUMNI_212_99/conversations/topics/13

HF Homozigot: laki-laki dan perempuan memiliki risiko yang sama terhadap komplikasi kardiovaskular. Manifestasi awal HF umumnya hanya berupa peningkatan kadar kolesterol dalam darah.

www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency http://saripediatri.idai.or.id/pdfile/13-2-12.pdf http://groups.yahoo.com/neo/groups/ILUMNI_212_99/conversations/topics/13

Gejala yang ditimbulkan


Xanthomas atas bagian tangan, siku, lutut, pergelangan kaki, dan sekitar kornea mata.

Kolesterol di kelopak mata ( xanthelasma )

Nyeri dada atau tanda-tanda lain dari penyakit arteri koroner, dapat hadir pada usia muda

Pengaturan Diet Kolesterol

Saturated Fat

Contoh : Hewani : Susu, Krim, Keju, Daging Sapi, Daging babi, Ham, Butter, Fish Oil (Menhaden and Sardine), dll. Nabati : Hydrogenated Oils (Palm, Coconut), dsb.

Asupan makanan yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah banyak, akan meningkatkann kadar LDL yang tinggi dalam darah. LDL Bad Cholesterol, kolestrol jahat. Low Density Lipoprotein meningkat dan tinggi kadarnya dalam darah risiko lebih besar untuk Heart Disease. Therapeutic Lifestyle Changes : Less than 7 percent of your daily calories from saturated fat
http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc .pdf

IF YOU CONSUME CALORIES A DAY

EAT NO MORE THAN (SATURATED FAT)

1,200 1,500 1,800 2,000 2,500

8 grams 10 grams 12 grams 13 grams 17 gram

*Amounts shown are equal to about 6 percent of total calories


http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc. pdf

Unsaturated Fat
Unsaturated Fat : Lemak Tak Jenuh Contoh Makanan : Vegetable Oil, Salmon, Sebagian Kacang kacangan (Almonds,dll), Natural Peanut Butter, Alpukat, dsb.
Unsaturated Fat : - MonoUnsaturated Fatty Acid/MUFA - PolyUnsaturated Fatty Acid/PUFA

MonoUnsaturated Fatty Acid/MUFA


Sebagian besar terdapat dalam minyak tumbuh-tumbuhan seperti zaitun, minyak kacang tanah dan kacang tanah. Asam lemak ini menurunkan kadar kolesterol LDL tanpa mempengaruhi kadar kolesterol HDL darah.

PolyUnsaturated Fatty Acid/PUFA


Sangat banyak dijumpai dalam minyak jagung, minyak kacang kedelai, safflower dan bunga matahari. Beberapa minyak ikan juga tinggi kadar asam lemak tak jenuh jamaknya. Disebut juga asam lemak omega 3 (Sumber Fatty Fish, seperti Salmon, tuna, dan mackerel)

http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf

Trans Fatty Acids


Cenderung meningkatkan darah kolesterol sama dengan lemak jenuh. Lemak trans ditemukan terutama dimakanan yang dibuat dengan minyak sayur terhidrogenasi, seperti banyak margarin dan shortening keras. Asam lemak trans tidak hanya meningkatkan kadar kolesterol LDL, tetapi secara bersamaan juga menurunkan kadar kolesterol HDL.

http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/viewFil e/751/1685

Soluble fiber
Serat berasal dari tanaman.

Makanan tinggi serat :


- Membantu mengurangi risiko penyakit jantung - Baik untuk saluran pencernaan - Mengonsumsi makanan kaya serat dapat membantu Anda merasa kenyang pada kalori lebih sedikit, yang membuatnya menjadi pilihan makanan yang baik jika Anda perlu untuk menurunkan berat badan.
http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang meningkatkan asupan serat dengan 5-10 gram setiap hari, sekitar 5% terjadi penurunan kolesterol LDL mereka. TLC merekomendasikan bahwa Anda mendapatkan setidaknya 5-10 gram serat larut per hari-dan, sebaiknya, 10-25 gram per hari, yang akan menurunkan LDL Anda bahkan lebih.
http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf

Langkah-Langkah TLC

www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/ch ol/chol_tlc.pdf

First Doctor Visit- Start Lifestyle Change


Mengurangi lemak jenuh, lemak trans, dan kolestrol Meningkatkan aktivitas fisik dengan sedang Jika kelebihan berat badan-> mengurangi kalori, meningkatkan makanan yang kaya akan serat untuk mengurangi asupan Interval selama 6 minggu

www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/ch ol/chol_tlc.pdf

Second Doctor Visit- Check LDL, and if Needed Add More Dietary Approach
Melanjutkan diet yang sebelumnya Menambahkan stanol/sterol Meningkatkan serat dr buah dan sayur Interval selama 6 minggu

www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/ch ol/chol_tlc.pdf

Third Doctor Visit-Check LDL, and if needed add drug


Memulai penggunaan obat-obatan penurun kolestrol jika dibutuhkan Melanjutkan diet yang sebelumnya Dilakukan pengecekan setiap 4-6 bulan

KEEP CHECKING PROGRESS


www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/ch ol/chol_tlc.pdf

DASAR DIAGNOSIS

http://www.nhlbi.nih.gov/health/public/heart/chol/chol_tlc.pdf http://indonesia.digitaljournals.org/index.php/idnmed/article/download/1278/1255

Pemeriksaan Profil Lipid


Kolestrol total : 255 mg/dL -> tinggi Trigliserida : 210 mg/dL -> tinggi HDL : 35 mg/dL -> rendah LDL : 178 mg/dL -> tinggi

Penderita hiperkolestrolemia mempunyai kadar LDL yang tinggi diikuti kadar kolestrol total yang tinggi
http://www.csanz.edu.au/Portals/0/Guidelines/Practice/Diagnosis%20and%20Management%20of%20Familial%20Hype rcholesterolemia.pdf

Hipercholestrolemia Familial diwariskan secara dominan otosomal

RPK: Ayah D menderita dislipidemia dan kedua kakak D juga memiliki kadar LDL yang tinggi

D menderita Hiperkolestrolemia Familial


Titis Prawitasari, Sudigdo Sastroasmoro, Damayanti R. Sjarif .Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RS Dr. Cipto Mangunkusumo< Jakarta

Jenis Makanan Yang Dapat Menurunkan Kadar Kolesterol

Oats, Ini memberi Anda 1 sampai 2 gram serat larut. Pedoman gizi saat ini merekomendasikan 20-35 gram serat per hari maka akan didapatkan 5-10 gram yang berasal dari serat larut Barley dan biji-bijian, membantu menurunkan risiko penyakit jantung melalui serat larut yang mereka diberikan Beans, seperti arbanzos, kacang polong, dll. Kacang sangat kaya dengan serat larut

http://www.health.harvard.edu/newsletters/Harvard_Heart_Letter/2009/October/11foods-that-lower-cholesterol

Terong dan okra, Jenis sayuran rendah kalori merupakan sumber serat larut yang baik Nuts, seperti almond, walnut, kacang tanah, dan kacangkacangan lain baik untuk jantung. Makan 2 ons kacang per hari dapat sedikit menurunkan LDL Minyak nabati, seperti kanola, bunga matahari, safflower, dll membantu menurunkan LDL Apel, anggur, stroberi, buah jeruk. Pada buah ini kaya akan pektin, jenis serat larut yang menurunkan LDL

http://www.health.harvard.edu/newsletters/Harvard_Heart_Letter/2009/October/11foods-that-lower-cholesterol

Makanan yang diperkaya dengan sterol dan stanol. Sterol dan stanol tersedia secara alami pada gandum, kubis, legum, bunga matahari, biji wijen, almond, kacang-kacangan, canola, jangung, serta minyak zaitun. Teknologi pangan memungkinkan beberapa makanan bisa diperkaya dengan sterol dan stanol. Contohnya: margarin, keju rendah lemak, kerupuk dan keripik. Tersedia juga sebagai suplemen. Mengkonsumsi 2 gram sterol atau stanol per hari dapat menurunkan kolesterol LDL sekitar 10 % Kedelai, seperti tahu dan susu kedelai. Mengkonsumsi 25 gr protein kedelai per hari (10 ons tahu atau 2 cangkir susu kedelai) dapat menurunkan LDL sebesar 5% sampai 6% Ikan, memakan ikan 2-3 kali seminggu dapat menurunkan LDL. Omega-3 dapat menurunkan LDL dan mengurangi trigliserida dalam aliran darah juga melindungi jantung dengan membantu mencegah timbulnya ritme jantung abnormal Suplemen Serat, suplemen serat larut

http://www.health.harvard.edu/newsletters/Harvard_Heart_Letter/2009/October/11foods-that-lower-cholesterol

Estimate of 10-Year Risk for Men & Women ear Risk for Men (Framingham Point Scores)

ATP III Framingham Risk Scoring

Age
Men
Years
20-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75-79

Women
Points
-9 -4 0 3 6 8 10 11 12 13

Years
20-34 35-39 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 75-79

Points
-7 -3 0 3 6 8 10 12 14 16

Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults. JAMA. 2001;285:2486-2497.

ATP III Framingham Risk Scoring

Total Cholesterol
Men
TC (mg/dL) <160 160-199 200-239 240-279 280
Points at
Age 20-39

Points at
Age 40-49

Points at
Age 50-59

Points at Points
Age 60-69 70-79

0 4 7 9 11

0 3 5 6 8

0 2 3 4 5

0 1 1 2 3

0 0 0 1 1

Women
(mg/dL)

TC

Points at Age 20-39

Points at Age 40-49

Points at Age 50-59

Points at Points at Age 60-69 Age 70-79

<160 160-199 200-239 240-279 280

0 4 8 11 13

0 3 6 8 10

0 2 4 5 7

0 1 2 3 4

0 1 1 2 2

ATP III Framingham Risk Scoring

HDL-Cholesterol
Men
HDL-C (mg/dL) 60 50-59 40-49 <40 Points -1 0 1 2

Women
HDL-C (mg/dL) 60 50-59 40-49 <40 Points -1 0 1 2

ATP III Framingham Risk Scoring

Men

Systolic Blood Pressure


Points if Treated 0 1 2 2 3

Systolic BP Points (mm Hg) if Untreated <120 0 120-129 0 130-139 1 140-159 1 160 2

Women
Systolic BP (mm Hg) <120 120-129 130-139 140-159 160 Points Points if Untreated if Treated 0 0 1 3 2 4 3 5 4 6

ATP III Framingham Risk Scoring

Men
Nonsmoker Smoker8 0 5

Smoking Status
Points at Age 20-39 Points at Age 40-49 Points at Age 50-59 Points at Age 60-69 Points at Age 70-79

0 3

0 1

0 1

Women
Points at Age 20-39 Points at Age 40-49 Points at Age 50-59 Points at Age 60-69 Points at Age 70-79

Nonsmoker Smoker9

0 7

0 4

0 2

0 1

ATP III Framingham Risk Scoring

CHD Risk for Men


Point Total 10-Year Risk Point Total 10-Year Risk

<0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

<1% 1% 1% 1% 1% 1% 2% 2% 3% 4% 5% 6%

11 12 13 14 15 16 17

8% 10% 12% 16% 20% 25% 30%

ATP III Framingham Risk Scoring

CHD Risk for Women


Point Total 10-Year Risk Point Total 10-Year Risk

<9 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

<1% 1% 1% 1% 1% 2% 2% 3% 4% 5% 6% 8%

20 21 22 23 24 25

11% 14% 17% 22% 27% 30%