Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR 1 Menghitung Percepatan Gravitasi Menggunakan Sensor

Khoerun Nisa Syajaah (1127030045) Intan Dilia Nurhadi(1127030041) Reychan Zahrotun N (1127030056) Ricky Tauk Ramadhan(1127030057) Tera Ummutauqah(1127030068) Asisten Praktikum: Wahid Abdurahman 13 Desember 2013

JURUSAN FISIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2013

Abstract

Ringkasan Suatu benda dikatakan mengalami gerak jatuh bebas jika benda tersebut bergerak tegak lurus menuju pusat bumi dan selama gerakannya, benda mengalami percepatan gravitasi konstan. Jika jatuh bebas di dekat permukaan bumi maka benda mengalami percepatan gravitasi bumi konstan sebesar 9,8 m/s2 dan arah percepatan gravitasi menuju pusat bumi (tegak lurus menuju permukaan bumi). perhitungan ini bisa dilkaukan langsung tanpa menggunakan wtimer biasa bisa dikombinasikan dengan berberapa sistem mikrokontroler digital dan bisa di gunakan secara realtime dihitung secara langsung dengan sensor yang datanya ditampilkan di LCD Kata Kunci : Percepatan Gravitasi, LCD, Sensor, Digital

1
1.1

Pendahuluan
Latar Belakang

Percepatan gravitasi bisa dihtung secara real time banyak kemajuan teknologi saat ini salah satunya untuk membantun meminimalisir waktu dalam pengukuran gravitasi.

1.2

Tujuan

1. Mengetahui peralatan apa saja yang dipakai dalam sistem sensor alat pengukuran percepatan gravitasi. 2. Memahami prinsip kerja alat pengukuran percepatan. gravitasi. 3. Memahami membuat bahasa pemograman yang digunakan untuk Atemega16.

1.3

Dasar Teori

Suatu benda dikatakan mengalami gerak jatuh bebas jika benda tersebut bergerak tegak lurus menuju pusat bumi dan selama gerakannya, benda mengalami percepatan gravitasi konstan. Jika jatuh bebas di dekat permukaan bumi maka benda mengalami percepatan gravitasi bumi konstan sebesar 9,8 m/s2 dan arah percepatan gravitasi menuju pusat bumi (tegak lurus menuju permukaan bumi). Untuk mempermudah perhitungan yang dilakukan oleh siswa yang sedang belajar, g dibulatkan menjadi 10 m/s2. Terdapat tiga situasi yang berbeda, antara lain : Benda bergerak vertikal ke bawah tanpa kecepatan awal (tidak ada vo). Misalnya buah jatuh dari pohon setelah terlepas dari tangkainya. Arah gerakan selalu ke bawah dan benda mengalami percepatan karenanya percepatan gravitasi (g) selalu positif. Dalam buku sika tertentu disebut gerak jatuh bebas. Benda bergerak vertikal ke bawah dengan kecepatan awal tertentu (ada vo). Misalnya batu yang dilempar vertikal ke bawah. Arah gerakan selalu ke bawah dan benda mengalami percepatan karenanya g selalu positif. Dalam buku sika tertentu disebut gerak vertikal ke bawah. Benda bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan awal tertentu. Setelah mencapai ketinggian

maksimum, benda bergerak kembali ke bawah. Misalnya anda melempar kelereng vertikal ke atas lalu menangkapnya lagi ketika kelereng bergerak ke bawah. Ketika bergerak ke atas, benda mengalami perlambatan (g negatif), ketika bergerak ke bawah, benda mengalami percepatan (g positif). Dalam buku sika tertentu disebut gerak vertikal ke atas. Perlu diketahui bahwa jika benda mengalami salah satu dari ketiga kondisi di atas maka benda tersebut dikatakan bergerak jatuh bebas.

2
2.1

Metode Praktikum
Waktu dan Tempat

Praktikum ini berlangsung pada tanggal 13 Desember 2013 bertempat di lab Fisika Universitas Islam Negri Sunan Gunung Djati Bandung. Fakultas Sains dan Teknologi

2.2

Alat dan bahan yang digunakan antara lain:

1. Laptop/notebook 2. Software Proteus ISIS Profesional 3. CV-AVR 4. LDR 5. Motor DC 6. Kabel penguhubung 7. Resistor 8. LCD 9. LED 10. Cristal 11. Capasitor 12. Potensio meter 13. Statif dan sesnor 14. Benda yang akan dijatuhkan 15. Timer

2.3

Prosedur Percobaan:

Pada percobaan kali ini pastikan software proteus dan CV-AVR telah terinstal, adapun langkah - langkah yang harus di ikuiti adalah sebagai berikut : siapkan desain pada proteus rangkaian ini harus dibuat sebaik mungkin karena berhubungan dengan kerja rangkaian, langakah selanjtunya membuat program untuk menjalankan robot menggunkakan CV-AVR dimasukan kedalam rangkaian yang sudah ada di proteus untuk AT-Mega 16 kemudian jalankan program dan analasis setiap bentuk display yang terdapat pada LCD.

2.4

Diagram Alir
gambar rangkaian

buat pemograman untuk ATmega16 menggunakan CV-AVR

jalankan program

analisis waktu yang ditampilkan pada LCD

3
3.1

Hasil dan Pembahasan


Data dan Pembahasan

Figure 1: Grak Waktu Sismin dan Timer Clock

Figure 2: Tabel Hasil Percobaan

3.2

Pembahasan

Percobaan kali ini membuat alat ukur percepatan gravitasi secara realtime atau secara langsung, percepatan gravitasi ini menggunkan konsep gerak jatuh bebas, sebuah benda yang dijatuhkan pada ketinggian tertentu, kemudian pergerakannya diteksi oleh sensor sampai ia mencapai landasannya LCD pada sistem minimum akan memberikan hasil waktu selama ia bergerak jatuh bebas sampai permukaan. Selain itu dibandingkan pula dengan hasil timer waktu menggunak stop watch. Dari percobaan yang kami lakukan bisa dilihat dari tabel percobaan pergerakan hasil percepatan dari sistem minimum masih jauh dari nilai literatur percepatan gravitasi, tidak seperti timer clock nilai waktu yang diberikan sesuai dengan hasil percepatan gravitasi literatur atau lebih mendekatinya. perbedaan hasil ini ditunjukan karena pembuatan sebuah alat ukut harus dilakukan dengan cara pengkalibrasian alat ukur meskipun sensor bisa menteksi benda jatuh dan memeberikan nilai data berupa nilai waktu jatuh benda tetap saja jika tidak dikalibrasi secara baik akan menghasilkan data yang tidak akurat bahkan jauh dari nilai yang diharapkan

3.3

Analisis Data

Data yang kami ambil berupa grak dan tabel, nilai yang didapat kurang banyak karena untuk menghasilkan nilai yang akurat diperlukan pengulangan yang banyak, semakin banyak data yang didapat semakin baik hasil percobaan tersebut.

Kesimpulan
Pengkalibrasian yang baik pada sebuah alat pengukuran akan menghasilkan

nilai yang baik dalam hasil pengukurannya, Data yang dia,bil berupa data grak dan tabel percobaan kedua dari hasil perbndingan belum mendapatkan nilai yang akurat dalam percobaanya. Dalam hal ini diperlukan banyak perulangan untuk menghasilkan kemungkinan yang terbaik yang bisa diambil sebagai hasil percobaan.

References
[1] Andrianto,H.Pemrograman mikrokontroler AVR ATmega 16 menggunakan bahasa C (Code Vision AVR).Penerbit Informatika,Bandung, [2] Elex . Informasi Praktis Elektronika.Erlangis Jakarta [3] Hadi, Mokh. Sholihul. 2011. Mengenal Mikrokontroler AVR ATMega16. Submit [4] Malvino.prinsip-prinsip elektronika I 2008. [5] William H, dkk .2005.Rangkaian Listrik Edisi Keenam Jilid 1. Erlangga .Jakarta [6] http://profesorbolabot.blogspot.com/2013/03/desain-proteusprogram-cv-avr-robot.htmldiakses tanggal 27 oktober 2013