Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN Ginjal melakukan fungsi vital sebagai pengatur volume dan komposisi kimia darah (dan lingkungan

dalam tubuh) dengan mengekskresikan solute dan air secara selektif. Fungsi vital ginjal dilakukan dengan filtrasi plasma darah melalui glomerulus diikuti resorbsi sejumlah solute dan air dalam jumlah yang tepat di sepanjang tubulus ginjal. Kelebihan solute dan air akan diekskresikan keluar tubuh sebagai kemih melalui system pengumpul. Selain mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh ginjal juga berfungsi sebagai mengeluarkan sampah metabolisme tubuh (urea, asam urat, kreatinin dan at kimia lainnya), mensekresikan renin untuk mengatur tekanan darah, membentuk vitamin ! (penting dalam pengaturan kalsium), serta memproduksi eritropoetin." Kegagalan fungsi ginjal yang berjalan kronis menyebabkan penyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Selanjutnya gagal ginjal adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang irreversibel, pada suatu derajat yang memerlukan terapi ginjal yang tetap, berupa dialisis dan transplantasi ginjal. #remia adalah sindroma klinik dan laboratorik yang terjadi pada semua organ, akibat penurunan fungsi ginjal pada penyakit ginjal kronik.$ %ika kedua ginjal gagal melakukan fungsinya karena sesuatu hal, maka kematian akan terjadi dalam &aktu '() minggu. Kematian yang diakibatkan gagal ginjal umumnya disebabkan oleh glomerulonefritis kronik. !i *merika serikat pada tahun "++,("+++ menyatakan insiden penyakit ginjal kronik diperkirakan "-- kasus perjuta penduduk selama satu tahun dan jumlah ini meningkat sekitar ./ pertahunnnya. !i malaysia, dengan populasi ". juta, diperkirakan ".-- kasus baru

gagal ginjal pertahunnya. !i negara berkembang lainnya, insiden ini diperkirakan sekitar )-(0- kasus perjuta penduduk pertahunnya.$ 1ada umumnya penderita Gagal ginjal kronik datang ke 2umah Sakit dengan edema sebagai keluhan utama. *danya perubahan(perubahan patofisiologi yang ditemukan sehingga penting untuk diketahui penatalaksanaan edema yang harus bertumpu pada perubahan patofisiologi yang ada." Gagal ginjal kronik biasanya disebut dengan 1enyakit Ginjal Stadium *khir (1GS*), adalah penyebab utama dari morbiditas dan mortalita di *merika Serikat. 3anyaknya komplikasi yang menyebabkan kematian pada fase terminal penyakit ginjal ini mendorong untuk menganalisis perkembangan penyakit gagal ginjal kronik pada laporan kasus kami.

BAB II LAPORAN KASUS IDENTIFIKASI 4ama %enis kelamin #sia *lamat 1ekerjaan Status pernikahan *gama 92S ANAMNESIS Keluhan #tama 5 Sembab seluruh badan sejak : $ minggu S92S 2i&ayat 1erjalanan 1enyakit 5 Sejak : " bulan S92S, os mengeluh sembab pada kaki, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, darah ((), volume : > gelas per muntah. 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi )(, kali per hari, ampas (;), volume : ? gelas per 3*3, 3*K sedikit, volume : ? gelas per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa. : ' minggu S92S, os mengeluh sembab seluruh badan, termasuk pada kaki, kemaluan, perut, muka, dan kelopak mata. Sembab pada kelopak mata berkurang pada siang hari, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, 5 4y. 2 5 1erempuan 5 '' tahun 5 %ln. 6eteran 4o. )' Kelurahan 3andar *gung Kotamadya 7ahat 5 8bu rumah tangga 5 9enikah 5 8slam 5 "" September $--+

nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, darah ((), volume : > gelas belimbing per muntah. 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi )(, kali perhari, ampas (;), volume : ? gelas belimbing per 3*3, 3*K sedikit, volume : " gelas belimbing per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa. <s berobat ke pusat pengobatan tradisional tapi tidak sembuh. : $ minggu S92S, os mengeluh badan semakin sembab, sembab pada seluruh badan, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, darah ((), volume : > gelas belimbing per muntah. 3*K sedikit, jumlah : ? gelas belimbing per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa, nyeri di atas kemaluan (;) pada saat os buang air kecil, nyeri tidak menjalar, rasa panas pada saat kencing (;). 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi .("- kali perhari, jumlah : ? per 3*3, ampas (;), os juga mengeluh 3*3 disertai darah yang menetes ber&arna merah segar pada akhir 3*3. Frekuensi .("- kali perhari, volume : ? gelas belimbing per 3*3. <s juga merasa ada benjolan di dubur, benjolan bisa masuk sendiri. 4yeri (;), benjolan sebesar setengah kepalan tangan, konsistensi lunak, &arna merah. Kemudian os berobat ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke 2S9@. 2i&ayat 1enyakit !ahulu 2i&ayat sakit ginjal sejak , bulan yang lalu 2i&ayat diopname karena penyakit maag pada tahun $--, 2i&ayat operasi batu ginjal pada umur $ tahun 2i&ayat darah tinggi disangkal 2i&ayat kencing manis disangkal

2i&ayat 1enyakit Keluarga ( ( ( ( 8bu os meninggal dengan ri&ayat penyakit yang sama *dik os mempunyai ri&ayat penyakit ginjal 2i&ayat darah tinggi dalam keluarga disangkal 2i&ayat kencing manis dalam keluarga disangkal

2i&ayat Sosial Akonomi 1enderita sudah menikah. 1enderita bekerja sebagai ibu rumah tangga. 1enderita tidak mempunyai anak. PEMERIKSAAN FISIK Keadaan #mum Keadaan Sakit Kesadaran Gi i 5 Bampak sakit 5 Bampak sakit sedang 5 Compos mentis 5 (335 ,, kg, B35 ",, cm) 89B 5 ,, (",,,)$ 5 $-,. Kesan Bekanan darah 4adi 1ernapasan Bemperatur KEADAAN SPESIFIK Kulit Farna coklat, eflorosensi ((), scar ((), pigmentasi normal, ikterus ((), sianosis ((), spider nevi ((), temperatur kulit hangat, keadaan kulit lembab, pertumbuhan rambut 5 3erat badan normal (89B D $-,.) 5 ""-=E- mm@g 5 "-- kali=menit, reguler, isi dan tegangan cukup 5 $) kali=menit, reguler, tipe thoracoabdominal 5 '0,E -C

normal, telapak tangan dan kaki pucat ((), eritema marginatum ((), nodul subkutaneus ((). KGB Kelenjar Getah 3ening di submandibula, leher, aGilla, inguinal tidak teraba. Kepala 3entuk oval, simetris, ekspresi tampak sakit, &arna rambut hitam, rambut mudah rontok ((), deformitas ((). Mata Aksophtalmus ((), endophtalmus ((), edem palpebra (;), konjungtiva palpebra pucat (;), sklera ikterik ((), pupil isokor, reflek cahaya (;), pergerakan mata ke segala arah baik. Hidung 3agian luar hidung tidak ada kelainan, septum dan tulang(tulang dalam keadaan baik, selaput lendir dalam batas normal, epistaksis ((). Telinga Kedua meatus acusticus eGternus normal, pendengaran baik. Mulut Saria&an (;), pembesaran tonsil ((), gusi berdarah ((), lidah pucat ((), lidah kotor ((), atrofi papil ((), rhagaden ((), bau pernafasan khas ((). Leher 1embesaran KG3 ((), pembesaran kelenjar tyroid ((), %61 (,($) cm@ $<, hipertrofi musculus sternocleidomastoideus ((), kaku kuduk (()

Th ra! 1aru (anterior) 5 8nspeksi 1alpasi 1erkusi *uskultasi 1aru (posterior) 5 8nspeksi 1alpasi 1erkusi *uskultasi %antung 5 8nspeksi 1alpasi 1erkusi *uskultasi A"d #en 8nspeksi 1alpasi 1erkusi *uskultasi Genital Adema genitalia 5 datar 5 lemas, nyeri tekan suprapubic (;), hepar dan lien tidak teraba, ballotement (;) 5 shifting dullness (;), nyeri ketok costovertebrae (;) 5 3ising usus (;) normal 5 8ctus cordis tidak terlihat 5 8ctus cordis tidak teraba 5 3atas atas 8CS 88, batas kanan linea sternalis deGtra, batas kiri linea midclavicularis sinistra 5 @2D "-- G=menit, murmur ((), gallop (() 5 statis dan dinamis simetris kanan D kiri 5 stremfemitus kiri D kanan 5 sonor di kedua lapangan paru 5 vesikuler (;) normal, &hee ing ((), ronkhi (() 5 statis dan dinamis simetris kanan D kiri 5 stremfemitus kanan D kiri. 5 sonor pada kedua lapangan paru 5 vesikuler (;) normal, &hee ing ((), ronkhi (()

Katane#ia 9enarche @aid @aid terakhir Beratur = tidak 7ama %umlah 4yeri = tidak 5 "bulan yang lalu 5 teratur 5 $. hari 5 sedang 5 tidak 5 tidak ada 5 tidak ada 5 tidak ada 5 usia ") tahun

7eukhorrhea Gejala klimakterium Sakit kepala E$tre#ita% Akstremitas atas

5 nyeri sendi (;), gerakan bebas, edema ((), jaringan parut ((), pigmentasi ((), telapak tangan pucat ((), jari tabuh ((), turgor kembali lambat ((), nyeri otot ((), tremor ((), chorea (()

Akstremitas ba&ah

5 nyeri sendi (;), gerakan bebas, edema ((), jaringan parut ((), pigmentasi ((), telapak tangan pucat ((), jari tabuh ((), turgor kembali lambat ((), nyeri sendi ((), nyeri otot (() pada betis, chorea (()

Kriteria *2*5 ". poliartritis (;) $. malar rash (;) '. stomatitis (;)

RESUME Sejak : " bulan S92S, os mengeluh sembab pada kaki, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum volume : " gelas belimbing perhari. 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi )(, kali, ampas (;), volume : ? gelas per 3*3, 3*K sedikit, volume : ? gelas per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa. : ' minggu S92S, os mengeluh sembab seluruh badan, termasuk pada kaki, kemaluan, perut, muka, dan kelopak mata. 3engkak pada kelopak mata berkurang pada siang hari, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali, isi apa yang dimakan=diminum, volume : " gelas belimbing perhari. 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi )(, kali, ampas (;), volume : ? gelas belimbing per 3*3, 3*K sedikit, volume : " gelas belimbing per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa. <s berobat ke pusat pengobatan tradisional tapi tidak sembuh. : $ minggu S92S, os mengeluh badan semakin membengkak, bengkak pada seluruh badan, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, volume : " gelas belimbing perhari. 3*K sedikit, jumlah : ? gelas belimbing per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa, nyeri di atas kemaluan (;) pada saat os buang air kecil, nyeri tidak menjalar, rasa panas pada saat kencing (;). 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi .("- kali perhari, jumlah : ? per 3*3, ampas (;), os juga mengeluh 3*3 disertai darah yang menetes ber&arna merah segar pada akhir 3*3. Frekuensi .("- kali perhari, volume : ? gelas belimbing per 3*3. <s juga merasa ada benjolan di dubur, benjolan bisa masuk

sendiri. 4yeri (;), benjolan sebesar setengah kepalan tangan, konsitensi lunak, &arna merah. kemudian os berobat ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke 2S9@. 2i&ayat 1enyakit !ahulu 2i&ayat sakit ginjal sejak , bulan yang lalu 2i&ayat dira&at karena penyakit maag pada tahun $--, 2i&ayat operasi batu ginjal pada umur $ tahun

2i&ayat 1enyakit Keluarga ( ( 8bu os meninggal dengan ri&ayat penyakit yang sama *dik os mempunyai ri&ayat penyakit ginjal

1emeriksaan umum Keadaan #mum Keadaan Sakit Kesadaran Bekanan darah 4adi 1ernapasan Bemperatur 9ata 9ulut 7eher BhoraG Cor 1ulmo 5 @2 5 "-- G=menit, murmur ((), gallop (() 5 vesikuler (;) normal, 2onkhi ((), Fhe ing (() 5 Bampak sakit 5 Bampak sakit sedang 5 Compos mentis 5 ""-=E- mm@g 5 "-- kali=menit, reguler, isi dan tegangan cukup 5 $) kali=menit, reguler, tipe thoracoabdominal 5 '0,E -C 5 konjungtiva palpebra pucat (;) Sklera ikterik (() 5 stomatitis (;) 5 %61 (,($) cm@$< pembesaran KG3 (()

*bdomen

5 cembung, lemas bising usus (;) normal hepar=lien tidak teraba

Akstremitas Kriteria *2*5 ". poliartritis (;) $. malar rash (;) '. stomatitis (;)

5 edema pretibial (;=;) minimal

Pe#eri$%aan La" rat riu# &a$tu Ma%u$ Penurunan @b (',' g=dl), eritrosit ("$..--- juta=mm '), @t ( "- vol/), 9C@ ($, pg), 9C@C ('" /), dan kadar albumin darah ($,- g=dl), dan pening$atan 7A! ("$- mm=jam), retikulosit ()/) neutrofil segmen (E"/), asam urat ("-,+ mg=dl), ureum ('), mg=dl), kreatinin ('",$ mg=dl) dan kalium (0,E mg=dl), proteinuria (;) Diagn %a 5 CK! Stage 6 ec. 4efrolitiasis ; *nemia 1erdarahan ec. 9elena ec. Gastritis Arosif ; suspect @aemorrhoid 8nterna grade 888 Diagn %a Banding5 ( ( Suspect 7upus nefritis ; *nemia 1erdarahan ec. 9elena ec. Gastritis Arosif ; suspect @aemorrhoid 8nterna grade 888 CK! Stage 6 ec. G4C ; *nemia 1erdarahan ec. 9elena ec. Gastritis Arosif ; suspect @aemorrhoid 8nterna grade 888 Ren'ana Pe#eri$%aan( !arah perifer lengkap5 S8=B83C Kimia klinik5 #2=K2, 3SS, 4a, K, bilirubin indirek, bilirubin total, kolesterol, @!7, 7!7, trigliserid, B83C, Fe

#rinalisa5 sel epitel, leukosit, eritrosit, protein, glukosa, nitrit, Asbach, CCB urine $) jam. 9ikrobiologi=Faeces5 konsistensi, amoeba, eritrosit, leukosit, protein, darah samar. Comb Best 7A sel #SG ginjal 2ontgen thoraG 1*, 34< Konsul bedah Konsul mata Ren'ana Terapi5 4on Farmakologi ( ( ( ( ( ( ( ( ( 8stirahat !iet protein )- gram 86F! 4aCl 5 !,/ gtt G=m Furosemid ampul "G" CaCo' tab 'G" *llopurinol tab 'G"-<mepra ole "G$- Hg Bransfusi 12C 0-- cc Cuci rendam dan rendam haemorroid dengan 1K setiap hari.

Farmakologi5

Ren'ana Edu$a%i5 1enjelasan kepada pasien mengenai penyakit, rencana pengobatan, dan prognosisnya. Beratur mengkonsumsi obat(obatan. @idup sehat dan bersih.

Pr gn %i% Iuo ad vitam Iuo ad functionam 5 !ubia ad malam 5 malam

F ll ) Up Banggal S <5 Keadaan umum Kesadaran Bekanan darah 4adi 1ernapasan Bemperatur Keadaan spesifik Kepala 7eher BhoraG5 1aru 8 5 statis(dinamis simetris kanan dan kiri 1 5 stemfremitus kanan D kiri 1 5 sonor pada kedua lapangan paru * 5 vesikuler(;) normal, &hee ing ((), ronkhi (() %antung 8 5 ictus cordis tidak terlihat 1 5 ictus cordis tidak teraba 1 5 batas atas 8CS 88, batas kanan 7inea Conjungtiva palpebra pucat (;) Sklera ikterik(() %61 (,($) cm@$< 1embesaran KG3 (() "$ September $--+ Sesak nafas Bampak sakit sedang Compos mentis "--=.- mm@g E0 G=menit $- G= menit '0,0 -C

Sternalis deGtra, batas kiri 79C sinistra * 5 @2 E0 G= menit, murmur ((), gallop (() *bdomen 8 5 datar 1 5 lemas, nyeri tekan (;) di daerah suprapubik, hepar dan lien tidak teraba 1 5 timpani, shifting dullness (;), nyeri ketok costovertebrae kiri (;) * 5 bising usus (;) normal

Genitalia Akstremitas Kriteria *2*

Bidak diperiksa Adema pretibia (;) minimal *nemia (;) 1roteinuria (;) Stomatitis (;) ( CK! Stage 6 ec. 4efrolitiasis (*nemia perdarahan ec. 9elena e.c Gastritis erosif (@aemorrhoid 8nterna grade 888 ( Suspect 7upus 4efritis ( 8stirahat ( ( ( ( ( ( ( !iet protein )- gram 86F! 4aCl 5 !,/ gtt G=m Furosemid ampul "G" CaCo' tab 'G" *llopurinol tab 'G"-<mepra ole "G$- Hg Bransfusi 12C 0-- cc

2encana 1emeriksaan ( ( ( ( ( ( ( ( Banggal S <5 Keadaan umum Kesadaran Bekanan darah 4adi 1ernapasan Bemperatur Keadaan spesifik Kepala 7eher BhoraG5 1aru 8 5 statis(dinamis simetris kanan dan kiri 1 5 stemfremitus kanan D kiri 1 5 sonor pada kedua lapangan paru Conjungtiva palpebra pucat (;) Sklera ikterik(() %61 (,($) cm@$< 1embesaran KG3 (() 1emeriksaan @ematologi 1emeriksaan #rinalisa Kimia Klinik 1emeriksaan Feses !!2 2o BhoraG 1*, 34< #SG Ginjal hari 2abu 7A Sel

"' September $--+ Sesak berkurang, saria&an masih ada, nyeri sendi Bampak sakit sedang Compos mentis "--=.- mm@g E0 G=menit $- G= menit '0,0 -C

* 5 vesikuler(;) normal, &hee ing ((), ronkhi (() %antung 8 5 ictus cordis tidak terlihat 1 5 ictus cordis tidak teraba 1 5 batas atas 8CS 88, batas kanan 7inea Sternalis deGtra, batas kiri 79C sinistra * 5 @2 E0 G= menit, murmur ((), gallop (() *bdomen 8 5 datar 1 5 lemas, nyeri tekan (;) di daerah suprapubik, hepar dan lien tidak teraba 1 5 timpani, shifting dullness (;), nyeri ketok costovertebrae kiri (;) * 5 bising usus (;) normal Genitalia Akstremitas @asil 7aboratorium Bidak diperiksa Adema pretibia (;) minimal @ematologi ( ( ( ( ( ( ( ( 7A sel tidak ditemukan @b ) g=dl @t "' vol / 7eukosit '$--=mm' 7A! .- mm=jam Brombosit $"$---=mm' @itung jenis -=-=$=E$=$'=' 1arasit malaria tidak ditemukan

Kimia Klinik ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( ( * 3SS '$" mg=dl Kolesterol total "'. mg=dl @!7 ", mg=dl 7!7 ,+ mg=dl Brigliserid '$" mg=dl 4atrium "$+ mmol=l Kalium 0," mmol=l Kalsium ",0. mmol=l B83C $)- Hg=dl Fe "'" Hg=dl Sel epitil (() 7eukosit "--=713 Aritrosit '()=713 1rotein ; Glukosa ( 4itrit J Konsistensi feses cair *muba kiste ; !arah samar ; Aritrosit -('

1emeriksaan urinalisa

1emeriksaan faeces

( 7eukosit '() ( CK! Stage 6 ec. 4efrolitiasis ( *nemia perdarahan ec. 9elena ec. Gastritis erosif (@aemorrhoid 8nterna grade 888 ( Suspect 7upus 4efritis

( ( ( ( ( ( ( ( ( (

8stirahat !iet protein )- gram 86F! 4aCl 5 !,/ gtt G=m Furosemid ampul "G" CaCo' tab 'G" *llopurinol tab 'G"-<mepra ole "G$- Hg Bransfusi 12C 0-- cc 2o BhoraG 1*, 34< #SG Ginjal

Banggal S <5 Keadaan umum Kesadaran Bekanan darah 4adi 1ernapasan Bemperatur Keadaan spesifik Kepala 7eher BhoraG5 1aru

") September $--+ Sesak nafas Bampak sakit sedang Compos mentis "--=.- mm@g E0 G=menit $- G= menit '0,0 -C

Conjungtiva palpebra pucat (;) Sklera ikterik (() %61 (,($) cm@$< 1embesaran KG3 (() 8 5 statis(dinamis simetris kanan dan kiri 1 5 stemfremitus kanan D kiri 1 5 sonor pada kedua lapangan paru

* 5

vesikuler(;) normal, &hee ing ((),

ronkhi (() %antung 8 5 ictus cordis tidak terlihat 1 5 ictus cordis tidak teraba 1 5 batas atas 8CS 88, batas kanan 7inea Sternalis deGtra, batas kiri 79C sinistra * 5 @2 E0 G= menit, murmur ((), gallop (() *bdomen 8 5 datar 1 5 lemas, nyeri tekan (;) di daerah suprapubik, hepar dan lien tidak teraba 1 5 timpani, shifting dullness (;), nyeri ketok costovertebrae kiri (;) * 5 bising usus (;) normal Genitalia Akstremitas * Bidak diperiksa Adema pretibia (;) minimal ( CK! Stage 6 ec. 4efrolitiasis (*nemia perdarahan ec. 9elena e.c Gastritis erosif (@aemorrhoid 8nterna grade 888 1 ( Suspect 7upus 4efritis ( 8stirahat ( ( ( ( !iet protein )- gram 86F! 4aCl 5 !,/ gtt G=m Furosemid ampul "G" CaCo' tab 'G"

( ( ( ( ( ( Diagn %i% A$hir (

*llopurinol tab 'G"-<mepra ole "G$- Hg Bransfusi 12C 0-- cc 2o BhoraG 1*, 34< #SG Ginjal @!

CK! Stage 6 ec. 4efrolitiasis ; *nemia 1erdarahan ec. 9elena ec. Gastritis Arosif ; @aemorrhoid 8nterna Grade 888 ; Suspect 7upus 4efritis.

BAB III ANALISA KASUS Seorang &anita de&asa umur '' tahun datang dengan keluhan utama sembab seluruh tubuh sejak $ minggu S92S. Sejak : " bulan S92S, os mengeluh sembab pada kaki (;), sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi,

nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, volume : > gelas per muntah. 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi )(, kali perhari, ampas (;) volume ? gelas per 3*3, 3*K sedikit, volume ? gelas per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah (() buih (;), &arna biasa. Sejak : ' minggu S92S, os mengeluh sembab seluruh badan, termasuk pada kaki, kemaluan, perut, muka, dan kelopak mata. Sembab pada kelopak mata berkurang pada siang hari, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi, nyeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, volume : > gelas per muntah. 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi )(, kali perhari, ampas (;) volume : ? gelas belimbing per 3*3, 3*K sedikit, volume ? gelas per 3*K, frekuensi '() kali perhari, darah (() buih (;), &arna biasa. <s berobat ke pusat pengobatan tradisional tapi tidak sembuh. : $ minggu S92S, os mengeluh badan semakin sembab, sembab seluruh badan, sesak nafas (;), sesak tidak dipengaruhi aktivitas, cuaca, dan emosi. 4yeri dada ((), batuk ((). <s mengeluh badan terasa lemas, nafsu makan berkurang, mual (;), muntah (;), frekuensi '() kali perhari, isi apa yang dimakan=diminum, volume : > gelas belimbing per muntah. 3*K sedikit, volume > gelas per kencing, frekuensi '() kali perhari, darah ((), buih (;), &arna biasa, nyeri di atas kemaluan (;) pada saat buang air kecil, nyeri tidak menjalar, rasa panas pada saat kencing (;). 3*3 encer ber&arna hitam, frekuensi .("- kali per hari, volume ? gelas per 3*3, ampas (;). <s juga mengeluh 3*3 disertai darah yang menetes ber&arna merah segar pada akhir 3*3. Frekuensi .("- kali perhari, volume : ? gelas belimbing per 3*3. <s juga merasa ada benjolan di dubur, benjolan bisa masuk sendiri. 4yeri (;), benjolan sebesar setengah kepalan tangan, konsistensi lunak, &arna merah. Kemudian os berobat ke puskesmas dan dirujuk ke 2S9@. 1ada pemeriksaan fisik didapatkan vital sign dalam batas normal. 1ada mata didapatkan edema palpebra dan konjungtiva palpebra pucat. 1ada pemeriksaan

thoraG, paru dan jantung dalam batas normal. 1ada pemeriksaan abdomen dijumpai perut yang cembung, tegang, shifting dullness (;), hepar dan lien tidak teraba. 1ada ekstremitas didapatkan edema dan pucat pada telapak tangan serta kaki. 1ada pemeriksaan laboratorium pada tanggal "" september $--+ didapatkan @b ',' g=dl, @t "- vol/, 7A! "$- mm=jam, hitung jenis -='=$=E"=0=" /. *sam urat "-,+ mg=dl, ureum '), mg=dl, kreatinin '",$ mg=dl, albumin $,$ g=dl, kalium 0,E mmol=7. 1ada pemeriksaan laoraturium tanggal '" *gustus $--+ didapatkan protein (;), menandakan adanya proteinuria. 3erdasarkan data di atas dari anamnesis didapatakan diagnosis CK! Stage 6 ec. 4efrolitiasis ; *nemia 1erdarahan ec. 9elena ec. Gastritis Arosif ; @aemorrhoid Aksterna grade 888 ; Suspect 7upus 4efritis. !iagnosis CK! stage 6 ditegakkan berdasarkan manifestasi klinis antara lain bengkak, lemas, mual dan muntah. 1ada pasien ini didapatkan edema di seluruh tubuh, yaitu edema di kelopak mata, &ajah, dan leher di pagi hari, namun saat siang hari edema di daerah tersebut menghilang tetapi edema di perut, kemaluan, dan tungkai tetap ada. Adema seperti ini khas untuk pasien dengan gagal ginjal kronik. 1ada pasien ini ditemukan juga keluhan sesak nafas, hal ini disebabkan karena adanya beban kerja paru(paru akibat terganggunya fungsi kerja ginjal dalam metabolisme cairan. <s juga mengeluh nafsu makan berkurang disertai mual dan muntah. 3*K sedikit, dari anamnesis didapatkan adanya volume lebih kurang ? gelas belimbing per kali kencing. %umlah 3*K kurang dari ,--cc menandakan adanya kegagalan glomerulus dalam mensekresikan cairan. Keadaan ini merupakan tanda adanya gagal ginjal kronik Selain itu, ditemukan adanya air kencing yang berbusa dan keruh, hal ini menunjukkan adanya proteinuria. 3erdasarkan ri&ayat penyakit dahulu ditemukan ri&ayat sakit ginjal sejak , bulan yang lalu dan ri&ayat operasi batu ginjal pada umur $ tahun. !ari pemeriksaan fisik ditemukan juga edema seluruh tubuh, yang menunjang diagnosis gagal ginjal kronik. !itemukan juga pucat pada konjungtiva palpebra, hal ini mendukung diagnosis anemia ec. gastritis erosif, di mana pada ri&ayat penyakit

dahulu os pernah dira&at karena gastritis kronis, tetapi endoskopi masih direncanakan. 1ada anamnesis didapatkan pula adanya melena pada 3*3 pasien. 3erdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dijumpai adanya penurunan @b, eritrosit, @t, 7A!, 2etikulosit, 9C@, 9C@C, dan kadar albumin darah serta peningkatan neutrofil segmen, asam urat, ureum, kreatinin dan kalium. !itemukan juga proteinuria. 3erdasarkan data(data di atas, diagnosis gagal ginjal kronik dapat ditegakkan. 1enurunan @b, jumlah eritrosit serta @t adalah patognomonik adanya anemia pada pasien. %enis anemia pada kasus ini adalah anemia mikrositik hipokromik, yang ditegakkan berdasarkan nilai 9C@ dan 9C@C di ba&ah normal. *nemia pada kasus ini juga merupakan anemia defisiensi besi, anemia defisiensi vitamin 30 atau anemia yang disebabkan oleh penyakit kronis seperti gastritis kronis atau penyakit ginjal. 1ada pemeriksaan kimia klinik didapatkan proteinuria serta peningkatan asam urat, ureum, kreatinin, dan kalium. Keadaan ini sanga menunjang diagnosis GGK. Stage ditentukan berdasarkan rumus GF2 atau CCB urine $) jam, di mana didapatkan CCB $,$ yang bermakna GGK stage 6. 1ada kasus ini juga ditemukan 3*3 hitam dan adanya darah segar yang menetes serta adanya benjolan di dubur, di mana benjolan bisa masuk sendiri, nyeri ((), benjolan sebesar setengah kepalan tangan, konsistensi lunak, &arna merah. @al ini merupakan acuan untuk menegakkan diagnosis @aemorrhoid 8nterna grade 888, yang dikuatkan dengan ja&aban konsul dari divisi bedah. Adema anasarka pada pasien ini disebabkan antara lain karena penurunan kadar albumin intravaskuler yang banyak dikeluarkan melalui urin akibat adanya kerusakan pada dinding kapiler glomerulus, sehingga permeabilitasnya terhadap protein darah meningkat. 2endahnya kadar albumin akan menurunkan tekanan onkotik plasma, sehingga terjadi ekstravasasi cairan dari intravaskuler ke ekstravaskuler dan akan terjadi retensi natrium sebagai mekanisme kompensasinya. Beori lain mengatakan bah&a edema terjadi akibat retensi natrium sebagai defek lama pada ginjal. !alam teori ini dijelaskan bah&a retensi natrium oleh ginjal

menyebabkan peningkatan cairan ekstraseluler yang berakibat terjadinya edema. 3agaimana terganggunya mekanisme pengaturan 4a oleh ginjal (yang mengalami kerusakan) masih belum bisa diketahui. 1eningkatan tekanan darah ringan yang dijumpai pada pasien ini dapat terjadi akibat retensi natrium dan air. Selain itu pada kasus ini juga dijumpai oliguria serta tingginya kadar ureum dan kreatinin. @al ini dapat terjadi akibat edema intrarenal sehingga menyebabkan kompresi pada tubulus ginjal. *nemia yang terjadi dapat disebabkan karena meningkatnya volume vaskuler, hemodilusi, atau karena kadar transferin yang menurun akibat banyak terbuang. 1ada pasien ini juga ditemukan hiperkalemi. 1engobatan GGK terdiri dari pengobatan spesifik yang ditujukan terhadap penyakit dasar dan pengobatan non(spesifik untuk mengurangi proteinuria, mengontrol edema, dan mengobati komplikasi. !iuretik disertai diet rendah garam dan tirah baring dapat membantu mengontrol edema. !iuretik yang digunakan adalah furosemid injeksi. #ntuk pengobatan gastritis erosif diberikan penghambat pompa proton (omepra ol). #ntuk mengatasi anemia diberikan preparat asam folat tablet. 1rognosis Kuo ad vitam pada pasien ini adalah dubia ad malam, karena pada penderita didapati adanya penyulit berat seperti gagal ginjal terminal yang dapat menyebabkan kematian. Sedangkan Kuo ad functionam adalah malam, karena diagnosa GGK berada di stage 6 di mana fungsi kerja ginjal sudah rusak dan harus ditunjang dengan dialisis. DAFTAR PUSTAKA ". $. 7orraine 9F. Fungsi Ginjal Normal. !alam5 9. Filson, 7orraine. 1atofisiologi. Adisi keempat, %akarta5 AGC. "++,L 885E0+(EE-. Figuno 1.Gagal Ginjal Kronik. !alam5Su&itra, K, dkk. 3uku *jar 8lmu 1enyakit !alam. Adisi keempat, %ilid 8, %akarta5 8lmu 1enyakit !alam Fakultas Kedokteran #niversitas 8ndonesia, $--0L ,E-(,E'.

'. ). ,.

*rief 9, dkk. Sindrom 4efrotik. !alam5 Kapita Selekta Kedokteran. Adisi ketiga, %ilid ", %akarta5 9edia *esculapius. $--"L ,$,(E. *. @alim 9ubin. Sindrom 4efrotik. !alam5 1anduan 1raktis 8lmu 1enyakit !alam. Adisi ke, %akarta5 AGC. $--EL )'E(+. 1ersatuan *hli Gi i 8ndonesia. !iit pada 1enyakit Ginjal dengan 1roteinuria (Sindrom 4efrotik). !alam5 1enuntun !iit 3agian Gi i 2umah Sakit !r. Cipto 9angunkusumo. Adisi kedua, %akarta5 Gramedia 1ustaka #tama. "++EL +"('.