Anda di halaman 1dari 57

Disusun oleh: 1. Robinder 2.

Sebastian

Fraktur : terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan/atau tulang rawan yang biasanya disebabkan oleh trauma Dislokasi : bergesernya ujung tulang persendian Fraktur tulang saja jarang menyebabkan kematian Bila ada struktur lain dalam tulang, bisa menyebabkan kematian

Fraktur tulang wajah gangguan jalan napas Fraktur tulang iga gangguan pernapasan (pnemo/hemothoraks, flailchest) Fraktur pelvis perdarahan hebat Fraktur tulang belakang kelumpuhan otot, misalnya otot pernapasan Fraktur tulang kepala epidural hematom

Foto lateral fraktur tl belakang

Foto depan /AP fraktur tulang belakang

Fraktur pelvis

PATAH TULANG SELALU DIIKUTI OLEH KERUSAKAN JARINGAN LUNAK !!!!

CONTOH PATAH TULANG YANG DRAMATIS dan MELUPAKAN CEDERA IKUTAN LAIN YANG MENGANCAM NYAWA

KLASIFIKASI PATAH TULANG


Ada tidaknya hubungan fragmen tulang dengan dunia luar 1. 2. Patah tulang tertutup Patah tulang terbuka Derajat 1 : laserasi, kurang dari 2 cm Derajat 2 : laserasi > 2cm, kontusio otot Derajat 3 : luka lebar, kerusakan jaringan hebat

Fraktur terbuka

Fraktur tertutup

Menurut garis frakturnya 1. Fisura 2. Patah tulang kominutif 3. Patah tulang segmental 4. Patah tulang transversal 5. Patah tulang oblik / oblique 6. Patah tulang spiral 7. Patah tulang dahan hijau / greenstick fr 8. Patah tulang kompresi, impresi

Fraktur segmental

Garis fraktur transversal

oblique

spiral

Fraktur dahan hijau / greenstick fracture

Fraktur kominutif

Berdasarkan umur penderita 1. Patah tulang pada anak 2. Patah tulang pada dewasa 3. Patah tulang pada orang tua

Berdasarkan komplit atau tidak komplit Fraktur patologis

Lokasi : epifisis, diafisis, metafisis Tulang kompak atau tulang spongious

Fraktur epifisis : pada anak-anak yang epifisisnya belum menutup mempengaruhi pertumbuhan selanjutnya

Fraktur epifisis pada anak Mempengaruhi pertumbuhan tulang

Fragmen tulang yg patah bergeser dislokasi (bukan dislokasi sendi!) 1. Dislokasi ad latitudinem dislokasi melintang 2. Dislokasi ad longitudinem dislokasi memanjang 3. Dislokasi ad axim membentuk sudut 4. Dislokasi ad peripheriam rotasi

Longitudem, Ujung fragmen bisa saling menjauhi atau mendekati 1. Cum contractionem saling mendekati karena tarikan otot / tendo, misalnya fraktur femur 2. Cum distractionem saling menjauhi, misalnya fraktur patella

PENYEMBUHAN PATAH TULANG


Proses biologis alami, tidak peduli apa yg dilakukan dokter / dukun patah tulang Karenanya prinsip pertolongan adalah MEMBANTU tulang menyembuhkan dirinya Tidak boleh MENGHAMBAT penyembuhan yg akan dilakukan tubuh

PENYEMBUHAN PATAH TULANG


1. Hematoma, terbentuk bekuan darah akibat perdarahan 2. Pembentukan kalus, jaringan fibrous kalus fibrosa 3. Penyatuan tulang, pembentukan tulang baru kalus tulang 4. Konsolidasi/remodelling mengatur bentuk sambungan tulang

GANGGUAN PENYEMBUHAN PATAH TULANG


Infeksi / osteomielitis Imobilisasi kurang baik, fragmen selalu bergerak Adanya interposisi antara fragmen, misalnya otot Tarikan otot yang kuat, sehingga fragmen tidak bertemu Nutrisi kurang

GANGGUAN PENYEMBUHAN PATAH TULANG


Mal-union, penyambungan tulang tidak sempurna Non-union, sama sekali tidak menyambung Delayed union, perlambatan penyambungan tulang

DIAGNOSIS PATAH TULANG


Sering sudah jelas, bengkok atau tulang menonjol Tetapi banyak juga yang tidak disadari keluhan keseleo 1. Anamnesis 2. Pemeriksaan fisik : lihat, raba / palpasi dan gerakkan FOTO RONTGEN JANGAN DIBUAT SEBELUM DIAGNOSIS FISIK DITEGAKKAN!

ANAMNESIS
Mekanisme trauma / mechanism of injury = MOI Anamnesis untuk mencari trauma lain selain tulang yg mengancam nyawa Nyeri pada tulang setelah trauma Sakit digerakkan

PEMERIKSAAN FISIK
Inspeksi : bengkak, bengkok, luka, ekimosis, fragmen tulang terlihat, pemendekan Palpasi: nyeri tekan setempat, krepitasi Gerakkan : gerakan aktif dan pasif terganggu / terbatas. Ekstremitas yang bisa digerakkan BUKAN berarti tidak ada fraktur

Diagnosis klinis: fraktur cruris dextra 1/3 tengah tertutup Diagnosis klinis : fraktur femur sinistra 1/3 proksimal terbuka derajat 2 Diagnosis klinis : fraktur antebrachii sisnistra 1/3 distal tertutup

PEMERIKSAAN FOTO
Sebagian besar : BUKAN diagnostik, tetapi untuk pengelolaan optimal Syarat foto : 1. Meliputi 2 sendi : proksimal dan distal 2. 2 foto saling tegak lurus (anteroposterior dan lateral) 3. Bila ragu : buat perbandingan 2 ekstremitas

Dua sendi

Setelah foto dibuat, diketahui apakah segmental, kominutif, kedudukan antar fraktur Diagnostik radiologis : fraktur femur sinistra 1/3 proksimal, garis fraktur oblique, dislokasi ad longitudinem cum contractinum

Diagnosis radiologis : fraktur tibia sinistra 1/3 tengah dengan garis fraktur transversal dislokasi ad latitudinem

KOMPLIKASI PATAH TULANG


1. Komplikasi segera : terjadi bersamaan / segera dengan fraktur Umum : * trauma ditempat lain * syok hemoragik Lokal : * luka robek * kerusakan jaringan lunak * gangguan nero-vaskuler * gangguan organ dalaman

Compartment syndrome

Six Ps on MS assessment
1. Pain : on palpation, on movement, constant = nyeri konstan 2. Pallor : pale skin or poor cap. refill = pucat 3. Paresthesia = kesemutan, baal 4. Pulses : diminish or absent = nadi kecil 5. Paralysis = kelumpuhan 6. Pressure = penekanan

2. Komplikasi dini Umum : * emboli lemak * tetanus Lokal : * nekrosis kulit, gangren * sindrom kompartemen, * trombosis vena * osteomielitis

3. Komplikasi yg timbulnya lama Umum : * infeksi paru * batu ginjal Lokal : * osteomielitis kronis * gangguan penyembuhan * gangguan pertumbuhan

Bergesernya ujung tulang persendian Penyebab : 1. Kongenital (panggul = congenital dislocation of the hip / CDH) 2. Trauma : mandibulla, humerus 3. Habitual : kelemahan jaringan lunak penyangga sendi

DIAGNOSIS
Anamnesis : trauma Pemeriksaan fisik : bengkak, kontusio jaringan, pemendekan, pergerakan terbatas Pemeriksaan radiologis : bergesernya ujung tulang

Dislokasi anterior

Dislokasi posterior

Dislokasi sendi panggul anterior

Dislokasi sendi panggul posterior

KESIMPULAN
Fraktur sering merupakan sebagian kelainan akibat trauma Jangan melihat penderita sepotongpotong, hanya frakturnya saja. Periksa adakah kelainan yg mengancam nyawa Fraktur jarang menyebabkan kematian Pemeriksaan fisik penting untuk diagnosis fraktur Pemeriksaan radiologis sebagai penunjang

Dislokasi sendi dapat terjadi spontan / habitual, akibat trauma dan kongenital Diagnosis biasanya mudah Penanganan berupa reposisi tertutup atau terbuka diikuti dengan imobilisasi Mobilisasi dilakukan secepat mungkin untuk menghindari kaku sendi