Anda di halaman 1dari 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Hemoglobin 2.1.

1 Pengertian Hemoglobin Hemoglobin adalah pengangkut oksigen yang mengandung zat besi dalam sel darah merah yang disebut Heme dan Protein Globin. Terdapat sekitar 300 molekul Hemoglobin dalam setiap sel darah merah. Setiap molekul Hemoglobin memiliki empat pengikat untuk oksigen. Hemoglobin yang mengikat oksigen disebut Oksigen Hemoglobin (Corwin, 2001). 2.1.2 Kegunaan Hemoglobin

Hemoglobin digunakan didalam darah membawa oksigen dari paruparu keseluruh jaringan tubuh dan membawanya kembali Karbondioksida dari seluruh sel ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh. Menerima, menyimpan Oksigen dalam sel-sel otot sebanyak kurang lebih 80% besi tubuh berada dalam hemoglobin (Sunita, 2001). Menurut Depkes RI adapun kegunaan hemoglobin adalah: 1. Mengatur pertukaran Oksigen dengan Karbondioksida didalam jaringan-jaringan tubuh. 2. Mengambil Oksigen dari paru-paru kemudian dibawa keseluruh jaringan-jaringan tubuh untuk dipakai sebagai bahan bakar. 2.1.3 Gejala Kekurangan Kadar Hemoglobin. 1. Sering pusing, hal ini disebabkan oleh otak sering mengalami periode kekurangan pasokan Oksigen yang dibawa teritama saat tubuh memrlukan tenaga yang banyak. 2. Mata berkunang-kunang, kurangnya Oksigen ke otak akan mengganggu pengaturan saraf-saraf pusat mata. 3. Pingsan, kekurangan Oksigen dalam otak yang bersifat mendadak dalam jumlah besar akan menyebabkan pingsan. 4. Nafas cepat, jika Hemoglobin kurang, untuk memenuhi kebutuhan Oksigen maka kompensasinya menaikkan frekuensi nafas. 5. Jantung berdebar, untuk mencukupi kebutuhan oksigen maka jantung harus memompa lebih sering agar darah yang mengalir di paru-paru lebih cepat mengikat Oksigen.

Penyebab kekurangan Hemoglobin bisa terjadi kerena kekurangan bahan baku penyusuan Hemoglobin. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan asupan makanan yang memiliki kandungan unsure zat besi seperti Daging, Hati, Telur, serta bahan nabati lain. Penderita penyakit kronis seperti malaria biasanya mengalami anemia, untuk mengatasinya bisa dengan suplemen zat besi. 2.1.4 Sintesis Hemoglobin

Sintesis Heme terutama terjadi di mitokondria melalalui satu rangkaian reaksi bioimia yang bermula dengan kondensasi glisin dan suksinil koenzim a menyatu untuk membentuk asam delta-aminolefunilat sintesa. Enzim yang mengaktifkan reaksi ini adalah ala sintesis. Piridoksial fosfat (Vitamin B6) adalah satu enzim untuk reaksi yang diransang oleh aitrovelevin. Akhirnya, protoporvirin bergabung dengan besi dalam bentuk ferro (FE2+) untuk bentuk heme, masing-masing molekul heme bergabung dengan satu rangkai yang dibuat pada poliribosam. Suatu parameter yang terdiri dari empat rantai globin masing-masing dari gugus heme sendiri dalam satu kantong kemudian dibentuk untuk menyusun satu molekul hemoglobin (Hoffbrind, 2005). 2.1.5 Derivat Hemoglobin Menurut Baron (1980). a. Oksi hemoglobin adalah hemoglobin tanpa oksigen (Hemoglobin tereduksi) hemoglobin teroksidinasi penuh, dengan setiap pasangan heme + globin membawa dua atom oksigen warna kuning merah. b. Karboksi hemoglobin adalah karbon monoksida yang terikat ke hemoglobin 200 kali lebih besar dari oksigen sehingga adanya karbonmonoksida dari pembakaran paravin yang tidak sempurna yang terdapat di gas atau banyak mengisap rokok maka lebih mungkin terbentuk karboksi hemoglobin berwarna merah cherry terutama dilarutan yang encer. c. Met hemoglobin adalah hemetin globin yang mengandung FEOH, met hemoglobin tidak dapat mengangkut oksigen untuk pernapasan, menemukan globin berwarna coklat. d. Sulf hemoglobin adalah struktur yang tidak dapat berhubungan dengan met hemoglobin dan juga tidak dapat mengangkut oksigen pernapasan. Sulf hemoglobin ditimbulkan oleh obat-obatan.

2.1.6

Pemeriksaan Kadar Hemoglobin

Kadar hemoglobin dapat diperiksa dengan bermacam-macam cara. Yang banyak dipakai dalam laboratorium klinik adalah cara fotoelektrik dan kolori metric visual. Cara yang dianjurkan penetapan kadar hemoglobin dengan cara CYANMETHEMOGLOBIN. Larutan encer yang dilakukan untuk pemeriksaan kadar hemoglobin adalah larutan Drabkin. Larutan Drabkin ini mempunyai susunan sebagai berikut 1 Natrium Karbonat 1 gram, Kalium Sianida 50 mg, Kalium Ferrisianida 200 mg, Aquades 100 mg. (Ganda Soebrata, 2007). 2.1.7 Metode Pemeriksaan Hemoglobin 1. Metode Cyanmet Hemoglobin. 2. Metode Oxyhemoglobin. 3. Metode Asam Hematin.