Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN OBSERVASI IKLAN Putri Oktaviany, 1006672850 Mata Kuliah Lintas Fakultas Psikologi Media

Deskripsi iklan Judul/nama iklan Durasi Media penayangan : Iklan cemilan coklat Snickers : 30 detik : Televisi dan media online

Iklan Snickers yang berdurasi kurang lebih selama 30 detik ini merupakan salah satu dari berbagai iklan yang pernah diproduksi oleh perusahaan coklat tersebut. Iklan ini bercerita tentang seorang penjaga gawang yang tampak lemas karena kelaparan di waktu penalti. Pelatih, komentator dan penonton yang melihatnya langsung panik jika penjaga gawang tersebut tidak dapat berkonsentrasi dengan baik karena rasa laparnya. Ketika semua orang panik dengan hal tersebut, tiba-tiba seorang kakek dari bangku penonton berteriak Diaamm!, membuat semua orang menjadi diam. Kemudian sang kakek mengeluarkan sebungkus coklat dari sebuah wadah besi yang kemudia secara bergantian dari satu tangan ke tangan lain, sampai di tangan si penjaga gawang yang kelaparan. Si penjaga gawang yang kelaparan langsung memakan coklat tersebut. Iklan dilanjutkan dengan gambar sebuah biskuit yang kemudian ditutupi dengan kacang dan karamel serta coklat yang tampak sangat lezat. Ketika tendangan penalti di lancarkan dari pihak lawan, sang penjaga gawang dapat menangkisnya sehingga skor timnya tetap unggul dan akhirnya penjaga gawang sambil memakan coklatnya kembali, bergembira atas kemenangannya bersama dengan anggota timnya. Di akhir iklan dimunculkan gambar coklat sneakers dan juga tagline ikla coklat ini yaitu Mulai lapar? Ambil Sneakers!

a. siapa yang membuat dan 'membayar' pembuatan iklan ini? Dan mengapa? Iklan ini dibuat oleh perusaahan coklat Mars Incorporated (Amerika Serikat) (tidak diceritakan di dalam iklan). Perusahaan Mars memproduksi iklan tersebut untuk

memperkenalkan

hasil

produk

perusahaannya

berupa

coklat

batang

yang

(menurutnya) dapat menunda rasa lapar.

b. siapakah target audience mereka? Mengapa ? seluruh usia, baik anak-anak maupun dewasa, terutama bagi penonton yang sedang merasa kelaparan, yang dikuatkan dengan scene dalam iklan ketika penjaga gawang yang lemas karena kelaparan kembali bersemangat setelah memakan satu bungkus coklat snickers, dan dikuatkan juga dengan tagline iklan itu sendiri yaitu Mulai lapar? Ambil Snickers!

c. bagian apa dari iklan tsb yang tidak diceritakan? Dalam iklan tersebut tidak diberitahu siapa nama atau perusahaan yang memproduksi coklat snickers, serta tidak diberitahu komposisi dari coklat tersebut yang cukup untuk dapat menghilangkan rasa lapar.

d. tehnik persuasi apa yang mereka gunakan dalam upayanya mempengaruhi pembaca/ penontonnya? Teknik persuasi yang digunakan produser iklan tersebut salah satunya terletak dari penggunaan tagline Mulai lapar? Ambil Sneakers! yang bersifat persuasif secara tersirat.

e. nilai nilai apa yang di ekspresikan iklan tsb? Nilai yang terkandung dalam iklan ini salah satunya nilai kerjasama, terlihat dari semua orang yang panik karena penjaga gawang yang kelaparan secara bergantian mengoper sebungkus coklat snickers sehingga coklat tersebut sampai ke tangan si penjaga gawang dan penjaga gawang dapat menunda rasa laparnya ketika penalty time.

f. siapa yang menjadi 'berdaya' (empower) setelah melihat/ membaca iklan tsb? Yang menjadi kuat atau berdaya atas munculnya iklan tersebut adalah perusahaan Mars Incorporated karena produk coklatnya menjadi terkenal di berbagai negara. Secara tidak langsung, tokoh yang muncul dalam iklan tersebut seperti sang penjaga gawang dan pelatih, juga diberdayakan dalam iklan tersebut.

g. Siapa pula yang mengalami 'disempower' setelah melihat/ membaca acara tsb? Yang dilemahkan atau dirugikan dalam iklan tersebut salah satunya penontonto yang menanggapi iklan tersebut secara tidak bijak. Penonton yang tidak bijak akan menganggap bentuk hiperbola yang ditampilkan dalam iklan tersebut benar-benar terjadi dan meyakini bahwa sebungkus coklat snickers dapat menghilangkan rasa lapar layaknya makanan berat lainnya.

h. bagaimana iklan ini dapat memenuhi keinginan pembuatnya? Iklan ini dapat memenuhi keinginan pembuatnya karena secara langsung memperkenalkan produk coklatnya sehingga produknya dapat dikenal diberbagai negara dan berbagai usia.