Anda di halaman 1dari 21

Kortikosteroid

Disusun oleh Deassi Puji Lestari

Pendahuluan
Kortikosteroid adalah suatu kelompok hormon steroid yang dihasilkan di bagian korteks kelenjar adrenal sebagai tanggapan atas hormon adrenokortikotropik (ACTH) yang dilepaskan oleh kelenjar hipofisis. Kortikosteroid dibedakan menjadi glukokortikoid dan mineralokortikoid

Glukokortikoid
Kortikosteroid -> efek utama penyimpanan glikogen hepar dan antiinflamasi -> nyata Pengaruh keseimbangan air dan elektrolit -> kecil/tidak berarti Prototip -> kortisol dan kortison Glukokortikoid sintetik -> prednisolon, triamsinolon dan betametason

Mineralokortikoid
Efek utama terhadap keseimbangan air dan elektrolit -> sangat besar Pengaruh thd penyimpanan glikogen hepar -> kecil Efek antiinflamasi -> kecil, tdk berarti

Mekanisme Kerja
Molekul hormon -> sel melewati mmbran sel scra difusi pasif -> bikatan dengan reseptor spesifik -> kompleks steroidreseptor -> mngalami perubahan -> menuju nukleus -> bikatan dg kromatin -> transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik -> protein ini yang mubah f/ sel organ target dan mhasilkan efek fisiologis steroid.

Efek Steroid di Organ Target


Pada Jar. hepar -> steroid -> transkripsi dan sintesis protein -> glukoneogenesis Pada jar lemak -> mekan asam lemak dan redistribusi lemak tubuh dit4 ttt Di ginjal (tubulus distal) -> mekan reabsorbsi Na Pada system KV -> mekan reaktivitas PD thp zat2 vasoaktif Pada jar limfoid dan fibroblas -> merangsang sintesis protein yg sifatnya mhambat/toksik thd sel2 limfosit -> efek katabolik Glukokortikoid -> mnghambat f/ makrofag jaringan dg cara membatasi kemampuan memfagosit dan menurunkan sintesis prostaglandin,leukotrien dan platelet-aktivating factor Glukokortikoid -> anti radang setempat, anti-proliferatif, dan imunosupresif

Kortikosteroid Topikal
Dipakai untuk mengobati radang kulit yang bukan disebabkan oleh infeksi Hanya menghilangkan gejala, tdk menyembuhkan Mekanisme kerja -> vasokonstrik PD dermis, antiinflamasi, anti proliferatif pada stratum basal

Efektifitas kortikosteroid topikal


bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi. Kortison misalnya, tidak berkhasiat secara topikal, karena kortison di dalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihydrokortison, sedangkan di kulit tidak terjadi proses itu. Hidrokortison efektif secara topikal pada konsentrasi 1%.

Pembagian Kotikosteroid

Indikasi
Terapi substitusi -> memperbaiki kekurangan akibat insufisiensi sekresi korteks adrenal Terapi non-endokrin -> efek antiinflamasinya dan kemampuan menekan reaksi imun pda penyakit yg bukan krn kelainan adrenal atau hipofisis

Penyakit non-endokrin
Pematangan fungsi paru pada fetus Arthritis Karditis reumatik Penyakit ginjal Penyakit kolagen Asma bronkhiale dan penyakit saluran nafas lainnya Penyakit alergi Penyakit mata Penyakit kulit Penyakit hepar Keganasan Gangguan hematologic Syok Edema cerebral Gangguan sumsum tulang belakang (spinal cord injury)

Bila akan digunakan untuk jangka panjang -> diberikan dalam dosis minimal yang masih efektif Pada keadaan yang tidak mengancam jiwa pasien (untuk mengurangi nyeri pada arthritis rheumatoid)->dosis awal harus kecil-> ditingkatkan bertahap -> dturunkan bertahap Pada keadaan yg mengancam nyawa pasien (pemfigus)->dosis awal hrus besar bila tdk ada efek dosis dilipatgandakan. kortikosteroid dosis besar dapat diberikan untuk waktu singkat selama tidak ada kontraindikasi

Efek Samping

Efek samping lain


Osteoporosis -> tjd pada manula dan wanita menopause sindrom Cushing yang terdiri atas muka bulan, buffalo hump, penebalan lemak supraklavikula, obesitas sentral, striae atrofise, purpura, dermatosis akneformis dan hirsustisme. Selain itu juga gangguan menstruasi, nyeri kepala, psedudotumor serebri, impotensi, hiperhidrosis, flushing, vertigo, hepatomegali dan keadaan aterosklerosis dipercepat. Pada anak memperlambat pertumbuhan.

Efek samping kortikosteroid topikal


Efek Epidermal Penipisan epidermal dan Inhibisi dari melanosit Efek Dermal terbentuknya striae ok sintesis kolagen dan keadaan dermal lemah -> mudah ruptur Efek Vaskular Fenomena rebound

Kontraindikasi
Kotraindikasi absolut : infeksi jamur, virus, bakteri Kontraindikasi relatif : sebagai life saving drug, tuberculosis aktif, gagal jantung, riwayat adanya gangguan jiwa, positive purified derivative, glaucoma, depresi berat, diabetes, ulkus peptic, katarak, osteoporosis, kehamilan -> harus dipantau ketat

Pencegahan tjdny efek samping pada pengobatan jangaka panjang


Diet tinggi protein dan rendah garam Pemberian KCl 3 x 500 mg sehari untuk orang dewasa, jika terjadi defisiensi K Obat anabolik ACTH diberikan 4 minggu sekali, yang biasanya diberikan ialah ACTH sintetik yaitu synacthen depot sebanyak 1 mg (qoo IU). Pada pemberian kortikosteroid dosis tinggi dapat diberikan seminggu sekali Antibiotik perlu diberikan jika dosis prednison melebihi 40 mg sehari Antasida

Monitor
Tekanan darah dan berat badan pemeriksaan mata, pengukuran densitas tulang Evaluasi urin, input cairan Elektrolit serum, kadar gula darah puasa, kolesterol, dan trigliserida nyeri abdomen, demam, gangguan tidur dan efek psikologi.

Selesai