Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN M DENGAN MASALAH KEPERAWATAN DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUANG MELATI RSU PROV NTB

Ruang Rawat No RM Diagnosa Medis

: Melati RSJ Prov NTB : 037551 : GPA (Gangguan Psikotik Akut)

I.

Identitas Klien Nama Umur Pendidikan Pekejaan Jenis Kelamin Suku/Bangsa Agama Alamat Tgl Masuk Tgl Pengkajian : Tn M : 41 Tahun : TS : Tani : Laki-laki : Sasak/Indonesia : Islam : Montong, Desa Ubung Kec.Jonggat Lombok Tengah : 14 Desember 2013 : 16 Desember 2013

Penanggung Jawab Nama Umur : Tn M : 39 Tahun

Hubungan dengan klien : Adik Alamat II. Alasan Masuk Klien mengamuk dan merusak barang di rumahnya MK : Prilaku Kekerasan Saat dikaji (Senin, 16 desember 2013) : Badan bau, pakaian kotor, rambut dan kulit kotor, kuku panjang dan kotor, mulut dan gigi tidak terjaga, penampilan tidak rapi, verbal seperlunya dan sering menyendiri. MK : Defisit Perawatan Diri dan Isolasi Sosial : Montong, Des Ubung Ke Jonggat LOTENG

III.

Faktor Predisposisi 1. Keluarga klien mengatakan klien pernah menderita penyakit yang sama saat klien berusia 20 tahun namun tidak pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa. 2. Keluarga klien mengatakan tidak ada pengalaman yang tidak menyenangkan dimasa lalu. 3. Klien mengatakan tidak ada anggota keluarga yang mengalami penyekit seperti ini.

IV.

Pemeriksaan Fisik 1. Tanda-Tanda Vital TD : 120/90 mmHg 2. Ukuran TB : 165 cm BB : 55 Kg N : 80x/menit S : 37,0 C

V.

Psikososial 1. Genogram

Keterangan : : Laki-Laki : Perempuan : Garis Perkawinan : Garis Keturnan : Pasien : Tingga Serumah

Penjelasan Dalam keluarga klien tidak ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama. Klien adalah anak Ke-2 dari empat bersaudara, saudara pertama perempuan, kedua klien sendiri, ketiga laki-laki dan yang terakhir perempuan. Klien sudah menikah dan memiliki tiga anak dan sekarang tinggal bersama anak dan istrinya.

2. Konsep Diri a. Gambaran Diri Klien mengatakan menyukai semua yang ada pada dirinya saat ini b. Identitas Diri Klien dapat menyebutkan namanya, dan memiliki 3 orang anak. c. Peran Diri Klien berperan sebagai suami dan ayah untuk ke-3 anaknya. d. Ideal Diri Klien mengatakan pengen cepat pulang dan berkumpul bersama keluarganya. e. Harga Diri Klien mengatakan lebih senang menyendiri karena klien merasa malu mengira dirinya akan dituduh mencuri oleh orang lain. MK : Harga Diri Rendah (HDR)dan Isolasi Sosial 3. Hubungan Sosial a. Orang yang berarti Klien mengatakan orang yang paling berarti dan dekat dengannya adalah istri dan anak-anaknya. b. Peran dalam kegitan kelompok Klien terlihat sering menyendiri dan jarang berintraksi dengan orang lain/pasien. c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain Klien mengatakan merasa malu apa bila berkenalan dengan orang lain. MK : Harga Diri Rendah dan Isolasi Sosial 4. Spiritual a. Nilai dan Kegiatan Klien mengatakan dirinya beragama islam b. Kegiatan Beribadah Klien mengatakan sebelum dirawat atau masuk rumah sakit, klien selalu melaksanakan shalat, tetapi setelah menjalani perawatan di RSJ, klien mengatakan tidak pernah shalat.

VI.

Status Mental 1. Penampilan Klien tanpak lesu, bingung, pakain tanpak kotor, badan bau dan tidak pernah mandi, kebrsihan mulut dan gigi tidak terjaga, rambut tampak kotor dan banyak ketombe. MK : Defisit Perawatan Diri 2. Pembicaraan Verbal seperlunya, pembicaraan sesui dan volume suara pelan. MK : Isolasi Sosial 3. Aktivitas Motorik Klien tampak berdiam diri ditempat didur, malas untuk melakuka aktivitas atau kegiatan selama dirawat. MK : Isolasi Sosial 4. Alam Perasaan Klien mengatakan merasa bingung dan sedih dengan keadaan sekarang. 5. Afek Tumpul atau klien hanya mau bereaksi jika diberi respon stimulus yang kuat. 6. Interaksi Selama Wawancar Kontak mata kurang dan selama wawancara klien tidak kooperatif. 7. Persepsi Klien merasa dirinya difitnah mencuri sehingga menyebabkan klien malu untuk berinteraksi. 8. Proses Pikir Klien tidak mampu sepenuhnya menjawab pertanyaan pada saat diwawancara. 9. Isi Pikir Difersonalisasi perasaan klien yang asing terhadap dirinya sendiri dan malu untuk berinteraksi dengan klien lain. 10. Tingkat Kesadaran Klien menyadari bahwa dirinya sedang menjalani perawatan dan mengatahui kalau dirinya sedang di rumah sakit.

11. Memori Jangka panjang : klien tidak mampu menceritakan keidupannya pada masa lalu. Jangka pendek : klien tidak mampu menceritakan apa yang sudah dilakukan pagi hari dan makan pada siang hari dengan lauk ikan. Saat ini : klien tidak mampu mengulang apa yang barusaja ditanyakan.

12. Tingkat kosentrasi dan berhitung Klien mampu berhitung dan menjawab pertanyaan penjumlahan sederhana seperti behitung 1-1=0 dan 2+2=4, 4+4=8. 13. Kemampuan penilaian Klien tidak mampu mengambil keputusan sederhana seperti mandi sebelum makan pagi. 14. Daya tilik diri Klien tahu bahwa dirinya sekarang berada dimana, dan tujuannya berada ditempat sekarang dan klien tahu bahwa dirinya sedang sakit. VII. Kebutuhan Persiapan Pulang 1. Kemampuan memenuhi kebutuhan a. Makan : Klien makan 3x sehari dan klien hanya menghabiskan setengah

dari porsi yang disajikan dari RS. b. Pakaian : Pakaian di siapkan oleh perawat RS.

c. Perawatan kesehatan : Perawatan kesehatan diri memerlukan bantuan minimal oleh perawat RS. d. Istirahat dan Tidur : Klien mengatakan biasanya istirahat jam 19.00-05.30 2. Kegiatan sehari-hari a. Mandi : Dibantu oleh perawat jaga minimal 2-3 kali/hari mengunakan

sabun mandi dan dilakukan di kamar mandi. b. BAK c. BAB : Frekuensi 3-4 kali/hari dan dilakukan di toilet : Frekuensi 1 kali/hari dan dilakukan di toilet

3. Penggunaan obat Klien mengatakan minum obat yang diberikan perawat perawat dan diawasi pada saat minum obat.

4. Pemeliharaan kesehatan Klien menjaga kesehatan dengan bantuan perawat VIII. Mekanisme Koping Klien mengatakan apabila mengalami masalah, sulit untuk menceritakan kepada orang terdekat baik istri ataupun keluarga. IX. Aspek Medik Diagnosa Medik : Therapi medis : Senin, 16 Desember 2013 1. Haloperidol 2 x 5 mg 2. THP 2 x 2 mg 3. Alpazolam 2 x 0,5 mg 4. Inj lodomer 1 amp X. Daptar Masalah 1. Defisit perawatan Diri 2. Isolasi sosial 3. Harga diri rendah. XI. Pohon Masalah Defisit Perawatan Diri

Isolasi Sosial

Harga Diri Rendah

Koping Individu Tidak Efektif

Nama Klien No.RM

: Tn.M :

Ruangan

: Ruang Melati

ANALISA DATA NO DATA 1 Ds : Klien mengatakan masih belum mau mandi karena masih terasa lemas Do : 1. Badan bau 2. Pakaian kotor 3. Kuku panjang dan kotor 4. Rambut dan kulit kotor 5. Kebersihan mulut dan gigi tidak terjaga 6. Penampilan tidak rapi. 2 Ds : Klien mengatakan lebih senang sendiri, dan sering berada di temapat tidur tanpa melakukan aktifitas Do : 1. Klien terlihat lebih banyak diam 2. Verbal seperlunya 3. Volume suara pelan 4. Kontak mata kurang 5. Lebih sering menundukan kepala saat di ajak bicara 3 Ds : Klien mengatakan malu terhadap kondisinya saat ini Do : 1. Verbal seperlunya 2. Klien sering menunduk MASALAH DPD

ISOS

HDR

E. Intervensi Keperawatan
Tgl No Dx Dx Keperawatan Defisit perawatan diri Perencanaan Tujuan Kriteria Evaluasi TUM: klien dapat mandiri dalam perawatan diri TUK: Klien dapat membina Klien mampu menunjukkan tandahubungan saling percaya tanda percaya kepada perawat: dengan perawat Wajah cerah, tersenyum Mau berkenalan Ada kontak mata Menerima kehadiran perawat Bersedia menceritakan perasaannya

Intervensi

Klien mengetahui pentingnya perawatan diri

Klien mengetahui caracara melakukan

Klien mampu menyebutkan: Penyebab tidak merawat diri Manfaat menjaga perawatan diri Tanda-tanda bersih dan rapi Gangguan yang dialami jika perawatan diri tidak diperhatikan Klien mampu menyebutkan frekuensi menjaga perawatan diri:

Bina hubungan saling percaya : Beri salam setiap berinteraksi. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berinteraksi Tanyakan perasaan dan masalah yang dihadapi klien Buat kontrak interaksi yang jelas Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati Penuhi kebutuhan dasar klien Diskusikan dengan klien: Penyebab klien tidak merawat diri Manfaat menjaga perawatan diri untuk keadaan fisik, mental, dan sosial. Tanda-tanda perawatan diri yang baik Penyakit atau gangguan kesehatan yang bisa dialami oleh klien bila perawatan diri tidak adekuat Diskusikan frekuensi menjaga perawatan diri selama ini

perawatan diri

Frekuensi mandi Frekuensi gosok gigi Frekuensi keramas Frekuensi ganti pakaian Frekuensi berhias Frekuensi gunting kuku Klien mampu menjelaskan cara menjaga perawatan diri: Cara mandi Cara gosok gigi Cara Keramas Cara Berpakaian Cara berhias Cara gunting kuku

Klien dapat melaksanakan perawatan diri dengan bantuan perawat

Klien dapat mempraktekkan perawatan diri dengan dibantu oleh perawat: Mandi Gosok gigi Keramas Ganti pakaian Berhias Gunting kuku Klien dapat melaksanakan praktek perawatan diri secara mandiri Mandi 2 X sehari Gosok gigi sehabis makan Keramas 2 X seminggu Ganti pakaian 1 X sehari Berhias sehabis mandi

Klien dapat melaksanakan perawatan diri secara mandiri

Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku Diskusikan cara praktek perawatan diri yang baik dan benar : mandi gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku Berikan pujian untuk setiap respon klien yang positif Bantu klien saat perawatan diri : Mandi Gosok gigi Keramas Ganti pakaian Berhias Gunting kuku Beri pujian setelah klien selesai melaksanakan perawatan diri Pantau klien dalam melaksanakan perawatan diri: Mandi Gosok gigi Keramas Ganti pakaian Berhias

Gunting kuku setelah mulai panjang

Gunting kuku Beri pujian saat klien melaksanakan perawatan diri secara mandiri.

VII. Implementasi dan evaluasi Nama : TnM Ruang : Melati Catatan Perkembangan Hari/ tanggal : Rabu, 18 Desember 2013 Ds : Klien mengatakan masih belum mau mandi karena masih terasa lemas Do : 1. Badan bau 2. Pakaian kotor 3. Kuku panjang dan kotor 4. Rambut dan kulit kotor 5. Kebersihan mulut dan gigi tidak terjaga 6. Penampilan tidak rapi. Kemampuan : Klien belum mampu melakukan perawatan diri sendiri Diagnose keperawatan Defisit Perawatan Diri Tindakan Melatih Pasien Mandi RTL - Latih klien mandi Hari/ tanggal : Kamis, 19 Desember 2013 Ds : Klien mengatkan malas mandi karena merasa lemas dan pusing. Do : Badan bau, pakaian tampak kotor, rambut tampak kotor dan penampilan tidak rapi Kemampuan Klien mampu mandi dengan bantuan total Diagnose keperawatan Defisit Perawatan Diri Tindakan Melatih klien mandi 2 kali sehari Melatih berdandan/berhias RTL - Latih klien mandi 2 kali/hari - Latih berdandan dan berhias 2 kali/hari Evaluasi S : Kllien mengatakan malas untuk mandi O : k/u baik, klien mampu melakukan perawatan diri dengan bantuan total A : Defisit Perawatan Diri () P : Latihan mandi 2 kali/hari RM : 037551

Ttd

Kelompok 28

S : Klien mengatakan masih merasa malas untuk mandi apalagi mengganti pakaiannya O : Klien mampu membersihkan diri (mandi) dengan bantuan. Klien belum mampu berhias dengan bantuan. A : Defisit Perawatan Diri () P : Latihan mandi 2x sehari. dan latihan berhias atau berdandan 2 kali sehari.

Ttd

Kelompok 28

Hari/Tanggal : Jumat, 20 Desember 2013 Ds : Klien mengatkan belum mampu menjaga kebersihan dirinya dan kerapian dalam berpakaian Do :Pakaian kotor dan penampilan tidak rapi Kemampuan Klien mampu merawat dirinya dengan mandi 2 kali sehari Diagnose Keperawatan Defisit Perawatan Diri Tindakan Melatih klien mandi 2x/sehari Melatih makan dan minum RTL - Latih klien mandi dan ganti baju - Latih berdandan dan berhias

S : Klien mengatakan sudah merasa nyaman karena sudah mandi dan mengganti pakaian. O : Klien mampu mandi dengan mandiri, klien mampu berdandan/berhias dengan bantuan. Klien mampu makan dan minum dengan bantuan. A :Defisit Perawatan Diri () P : Latihan berhias 2 kali/hari. Latihan makan dan minum 2 kali/hari

Ttd

Kelompok 28