Anda di halaman 1dari 6

Marzuki Minta KPK Tunda Periksa BanggarJakarta (Bali Post) -Ketua DPR Marzuki Alie menegaskan permintaan rapat

konsultasi yang digagas pimpinan DPR sebenarnya bukan untuk membela pimpinan Badan Anggaran (Banggar) yang saat ini sedang diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap di Kemenakertrans. Namun, tujuan utamanya memberikan pengertian kepada KPK agar bisa mempertimbangkan menunda pemeriksaan terhadap pimpinan Banggar. ''Ini semata-mata demi kepentingan rakyat. Waktu yang tersisa sesuai dengan aturan perundangan yang dimiliki oleh DPR itu tinggal 28 hari lagi. Kalau kami langgar maka kami melangar UU,'' kata Marzuki dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Minggu (2/10) kemarin. Dia berharap pemeriksaan kepada pimpinan Banggar ditunda sampai awal bulan November, atau paling tidak memeriksa mereka satu-satu dan tidak sekaligus. Permintaannya semata-mata karena mempertimbangkan penyelesaian pembahasan RAPBN 2012 yang harus diselesaikan dalam waktu 28 hari ke depan, karena jika tidak maka DPR bisa diaggap melanggar UU. Oleh karena itu, kata Marzuki, dirinya mengusulkan agar KPK bisa bijaksana untuk menunda dulu sementara pemeriksaan para pimpinan banggar sampai DPR menyelesaikan APBN 2012 yang sangat dibutuhkan oleh rakyat. Pimpinan bangar sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan hal ini dan oleh karenanya saya minta kebijaksanaan KPK untuk menunda pemeriksaan itu sampai DPR menyelesaikannya agar tidak mengganggu, atau paling tidak kalaupun harus diperiksa, maka jangan sekaligus karena akan sangat menggangu penyelesaian APBN, imbuhnya. Respon Marzuki ini dilakukan setelah sejumlah LSM mengkritik permintaannya kepada KPK itu. Dia mengaku heran apabila ada LSM yang menudingnya sebagai pelindung koruptor karena pernyataannya ini. Seharusnya, sebelum mengkritik dipelajari dulu peraturan yang ada sebelum menuding pihak lain melindungi para koruptor. ''Apa kapasitas dan kompetensi mereka sehingga mereka bisa mencap saya sebagai pelindung koruptor? Apa indikator yang mereka gunakan sehingga bisa memberikan cap itu pada diri saya sementara mereka sendiri tidak paham peraturan yang ada dan asal bunyi,'' kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini. Apa yang disampaikannya, menurutnya, demi tanggungjawabnya kepada lembaga yang dipimpinnya. ''Saya bicara atas nama ketua lembaga yang punya tanggung jawab terhadap kepentingan rakyat karena APBN sangat menyangkut kepentingan rakyat. Memangnya mudah membuat anggaran sebesar Rp 1300 triliun? Kalau APBN tidak selesai, apa ICW dan PUKAT mau bertanggungjawab jika itu tidak selesai? tanya dia.

Soal pemeriksaan terhadap Banggar, Marzuki juga mempertanyakan sikap KPK yang diniainya tidak konsisten. Karena dalam menangani korupsi Wisma Atlet di Kemenpora, KPK tidak memanggil semua pimpinan Banggar, tetapi mengapa dalam kasus korupsi di Kemenakertrans, KPK bersemangat memanggil empat pimpinan Banggar. Selain itu, dia mengingatkan KPK seharusnya menyadari bahwa ketika kasus Bibit Chandra muncul dengan bukti-bukti yang ada, kasus itu bisa dideponering demi kepentingan umum. Kejaksaan saja mau mengalah dalam kasus Bibit Chandra untuk membela kepentingan umum, meskipun menurut kejaksaan bukti-bukti untuk mengajukan mereka ke pengadilan sudah kuat. Masa mereka kini tidak mau menunda pemeriksaan demi kepentingan umum yang jauh lebih besar, tandasnya.

KNKT Amankan Kotak Hitam Casa 212


Kotak hitam pesawat Casa 212-200 yang jatuh di Pegunungan Bukit Barisan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 29 September lalu telah ditemukan. Kotak hitam itu saat ini diamankan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kotak hitam pesawat Casa 212-200 kini sudah ditemukan dan telah dikirim dari Medan ke Jakarta," kata anggota Tim Investigator Kecelakaan Udara KNKT Joseph Tumenggung di Medan, Senin, (3/10). bisa dilaksanakan setelah sebanyak 18 penumpangnya yang tewas dalam kecelakaan pesawat itu selesai dievakuasi ke Medan. penyebab pesawat utama kecelakaan aktivitas penerbangan pesawat tersebut," katanya. Casa 212-200 dilakukan di Jakarta dan waktu yang dibutuhkan tidak Pihak KNKT akan segera memeriksa sampai satu bulan," katanya. kotak hitam dan membuat laporan Pesawat Casa 212-200 dan rekomendasi mengenai isi dikemudikan kapten pilot Famal rekaman di dalam kotak hitam Ishak mengalami kecelakaan pesawat Casa 212-200 kepada setelah 20 menit tinggal landas Dirjen Perhubungan Udara dari Bandara Polonia Medan, Kementerian Perhubungan. Kamis (29/9) pukul 07.24 WIB, "Proses pemeriksaan rekaman dan menuju Kutacane, Aceh. data-data yang terkait dengan aktivitas penerbangan pesawat Kecelakaan udara yang dialami Casa 212-200 dilakukan di Jakarta pesawat Cassa 212-200 diduga dan waktu yang dibutuhkan tidak kuat akibat cuaca buruk. Musibah sampai satu bulan," katanya. itu menyebabkan 14 penumpang, seorang pilot dan tiga kru Pihak KNKT akan segera memeriksa pesawat buatan 1989 tersebut kotak hitam dan membuat laporan tewas. dan rekomendasi mengenai isi Pihak KNKT akan segera memeriksa kotak hitam dan membuat laporan dan rekomendasi mengenai isi rekaman di dalam kotak hitam pesawat Casa 212-200 kepada Dirjen Perhubungan Udara dan data-data yang terkait dengan

Evakuasi jenazah korban pesawat berbadan kecil itu selesai dilaksanakan oleh Tim Jospeh mengatakan, tim SAR, Minggu (2/10) sore. investigasi KNKT tak mengalami kendala yang Joseph menyatakan bahwa berarti saat mengeluarkan keberadaan kotak hitam kotak hitam atau "black box" dibutuhkan oleh KNKT untuk dari bagian bawah cockpit mengungkap penyebab pesawat Casa 212-200 milik kecelakaan pesawat Casa 212maskapai penerbangan 200. Nusantara Buana Air (NBA) tersebut. "Dari materi pembicaraan pilot dan data penerbangan yang Namun upaya pengambilan terekam dalam kotak hitam kotak hitam baru nantinya akan dapat diketahui

Kotak hitam pesawat Casa 212-200 yang jatuh di Pegunungan Bukit Barisan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada 29 September lalu telah ditemukan. Kotak hitam itu saat ini diamankan oleh Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). "Kotak hitam pesawat Casa 212-200 kini sudah ditemukan dan telah dikirim dari Medan ke Jakarta," kata anggota Tim Investigator Kecelakaan Udara KNKT Joseph Tumenggung di Medan, Senin, (3/10). Jospeh mengatakan, tim investigasi KNKT tak mengalami kendala yang berarti saat mengeluarkan kotak hitam atau "black box" dari bagian bawah cockpit pesawat Casa 212-200 milik maskapai penerbangan Nusantara Buana Air (NBA) tersebut. Namun upaya pengambilan kotak hitam baru bisa dilaksanakan setelah sebanyak 18 penumpangnya yang tewas dalam kecelakaan pesawat itu selesai dievakuasi ke Medan. Evakuasi jenazah korban pesawat berbadan kecil itu selesai dilaksanakan oleh Tim SAR, Minggu (2/10) sore. Joseph menyatakan bahwa keberadaan kotak hitam dibutuhkan oleh KNKT untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat Casa 212-200. "Dari materi pembicaraan pilot dan data penerbangan yang terekam dalam kotak hitam nantinya akan dapat diketahui penyebab utama kecelakaan pesawat tersebut,"

katanya. Pihak KNKT akan segera memeriksa kotak hitam dan membuat laporan dan rekomendasi mengenai isi rekaman di dalam kotak hitam pesawat Casa 212-200 kepada Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. "Proses pemeriksaan rekaman dan data-data yang terkait dengan aktivitas penerbangan pesawat Casa 212-200 dilakukan di Jakarta dan waktu yang dibutuhkan tidak sampai satu bulan," katanya. Pesawat Casa 212-200 dikemudikan kapten pilot Famal Ishak mengalami kecelakaan setelah 20 menit tinggal landas dari Bandara Polonia Medan, Kamis (29/9) pukul 07.24 WIB, menuju Kutacane, Aceh. Kecelakaan udara yang dialami pesawat Cassa 212-200 diduga kuat akibat cuaca buruk. Musibah itu menyebabkan 14 penumpang, seorang pilot dan tiga kru pesawat buatan 1989 tersebut tewas.