Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Pada umumnya analisis dinamik suatu sistem mekanik didasarkan asumsi bahwa batang-batang dianggap benda kaku. Prosedur perancangan ini akurat untuk sistem yang beroperasi pada kecepatan rendah, tetapi pada kecepatan tinggi efek inersia sangat dominan, batang mengalami deformasi sehingga asumsi benda kaku menjadi tidak benar. Perilaku dinamik sistem dengan batang-batang mengalami deformasi akan berbeda dari mekanisme dengan batang kaku. Untuk mekanisme yang beroperasi pada kecepatan tinggi, efek inersia dapat dikurangi dengan mengurangi massa, yaitu dengan memperkecil ukuran batangbatang mekanisme sampai pada suatu besaran yang nyata (feasible), akibat batang-batang mengalami deformasi yang menyebabkan munculnya efek fleksibilitas. Hal ini menyebabkan ketidakstabilan parametrik. rendah. 1.2 Perumusan Masalah Pendekatan umum yang digunakan pada analisis ini adalah metoda perpindahan elemen hingga. Pada penelitian ini contoh aplikasinya pada mekanisme empat batang. etiap batang pada mekanisme empat batang dimodelkan dengan satu elemen beam. Untuk penyederhanaan, penampang beam dianggap seragam. Hasil dari analisis elemen hingga ini adalah matrik massa, matrik redaman dan matrik kekakuan sistem. "ekanisme yang akan dianalisis dibuatkan model kinematikanya. elanjutnya alah satu akibatnya adalah meningkatnya le!el getaran, jika dioperasikan pada kecepatan

dilakukan analisis kecepatan dan percepatan setiap batang atau lengan yang

* terdapat pada sistem tersebut. #aya inersia yang dialami setiap lengan merupakan hasil yang diperoleh dari analisis dinamika sistem. etelah dua analisis diatas akan dibuat persamaan gerak sistem. Penyelesaian persamaan gerak akan mengasilkan perpindahan atau deformasi setiap titik pada batang. Perbandingan antara pertambahan panjang batang dengan panjang awal disebut dengan regangan. $engan diketahui modulus elastisitas dari bahan yang digunakan, maka tegangan yang terjadi merupakan perkalian modulus elastisitas dan regangan. Penggabungan metoda elemen hingga dengan analisis kinematik diharapkan dapat diperoleh besaran-besaran untuk perancangan mekanisme pada kecepatan tinggi. %esaran-besaran tersebut diantara dimensi batang-batang yang membangun suatu mekanisme serta le!el frekuensi pribadi sistem. $engan diketahuinya frekuensi pribadi, maka diketahui daerah atau range aman beroperasi suatu sistem mekanisme. 1.3 Tujuan Penelitian &ujuan dari penelitian ini adalah ' "encari parameter-parameter perancangan untuk mekanisme yang beroperasi pada kecepatan tinggi. Pendalaman pemahaman terhadap teori-teori elemen hingga dan dinamika permesinan untuk perancangan mesin dengan kecepatan tinggi. $ari analisis kinematika dapat menentukan kecepatan dan percepatan sudut setiap batang sebagai fungsi dari sudut crank $ari analisis elemen hingga dapat menentukan frekuensi pribadi mekanisme sebagai fungsi dari sudut crank pada berbagai tingkat modus getarnya "elihat pengaruh pembagian elemen terhadap hasil yang diharapkan "enentukan tegangan dan regangan yang terjadi pada setiap lengan mekanisme. "embuat program simulasi dengan bahasa pemrograman "(&)(%.

1. !"ntri#usi Penelitian $iharapkan dari penelitian ini dapat diperoleh masukan yang cukup berarti bagi +nsinyur perancang mesin (Mechanical Design Engineer) yang beroperasi pada kecepatan tinggi. ,ika regangan yang terjadi terlalu besar maka akan terjadi kerusakan pada komponen mesin. $ilihat dari hasil frekuensi pribadi, analisis ini juga dapat memperkirakan daerah aman beoperasi suatu mekanisme. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan, dari analisis ini dapat memperkaya wawasan penulis terutama pada bidang kinematika dan dinamika serta penggunaan metoda elemen hingga. Hal ini juga dapat disampaikan kepada mahasiswa yang mengambil mata kuliah wajib kinematika dan dinamika serta mata kuliah pilihan metoda elemen hingga. $ari analisis numerik yang dibuat dengan program "(&)(%, diharapkan dapat mempermudah pekerjaan serta mensosialisasikan penggunaan program komputer dalam memecahkan permasalahan numerik. imulasi yang dilakukan dapat mempermudah menentukan daerah optimum perancangan. Pemrograman komputer akan meminimunkan biaya perancangan, sebab setiap simulasi dapat diperoleh dalam waktu singkat dengan merubah-rubah parameter-parameter perancangan.