Anda di halaman 1dari 2

PENGARUH GELOMBANG ULTRASONIK JANGKRIK (Acheta domesticus) TERHADAP POLA PERILAKU MAKAN PASIF DAN GERAK PASIF HAMA

TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer) 1 1 2 Sama Iradat Tito , Bagyo Yanuwiadi , Chomsin Sulistya 1 2

Jurusan Biologi, Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Brawijaya, Malang

ABSTRAK Tikus sawah merupakan hama utama dan penyebab kerugian terbesar pada tanaman padi di Indonesia. Kerugian setiap tahun diperkirakan lebih dari 31 milyar rupiah. Hal tersebut karena tikus mempunyai sifat-sifat biologis yang mendukung untuk tetap dapat bertahan hidup di alam lingkungannya. Cara pengendalian hama yang ada sampai saat ini belum sepenuhnya dapat mengatasi masalah hama tikus. Oleh karena itu diperlukan penelitian untuk mendapatkan teknologi pengendalian yang efektif dan mudah dilaksanakan. Pengendalian hama tikus sawah dengan menggunakan gelombang ultrasonik jangkrik diharapkan dapat menjadi alternatif pemecahan masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh gelombang ultrasonik jangkrik terhadap pola perilaku makan pasif dan gerak pasif tikus. Gelombang ultrasonik jangkrik dipaparkan langsung terhadap tikus sawah dan diamati melalui pola perilaku makan pasif dan gerak pasif yang ditunjukkan oleh tikus sawah. Data hasil pengamatan pola perilaku makan pasif dan gerak pasif tikus dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dengan rancangan faktorial dengan tiga faktor yang meliputi frekuensi, jarak sumber, dan lama pemaparan gelombang ultrasonik jangkrik serta kombinasinya. Rancangan faktorial digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap respon dan untuk mengetahui perlakuan yang terbaik dari hasil pengamatan terhadap pola perilaku makan pasif dan gerak pasif tikus. Jika ada perbedaan yang nyata antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf signifikansi 5 % dan uji Tukey. Hasil menunjukkan Frekuensi gelombang ultrasonik jangkrik pada jarak 100cm dan lama pemaparan 45-60 menit sudah dapat menimbulkan perubahan pola perilaku makan pasif dan gerak pasif tikus. Perubahan tersebut terjadi akibat efek termal, efek kavitasi dan efek mekanik yang terjadi pada struktur jaringan sel tikus sawah.

Kata kunci : gelombang ultrasonik, jangkrik, tikus sawah