Anda di halaman 1dari 22

PRESENTASI KASUS

ILEUS OBSTRUKTIF

I. IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. S Jenis Kelamin: Laki-laki Umur : 60 tahun Alamat : Blindeng, Wulungan Agama : Islam Pekerjaan : Petani No. RM : 35 79 35 Masuk RS : 01 September 2006

II.ANAMNESA KU: Nyeri pada perut RPS:Pasien datang dengan keluhan nyeri pada perut, terutama bagian kanan atas sekitar 2 hari ini, nyeri dirasakan terus menerus seperti diremas-remas dan perut terasa kaku, hari-hari sebelumnya pasien tidak pernah nyeri perut seperti ini. Pasien merasa pusing, demam (-), nafsu makan berkurang, kembung, mual dan muntah sekitar 5x/hari, berisi makanan dan air. kentut () dan BAB (-) 2 hari ini. BAK 3x/hari lancar, tidak nyeri RPD: Riwayat trauma disangkal Pasien belum pernah merasa sakit seperti ini sebelumnya Riwayat penyakit cacing disangkal Riwayat operasi dan mondok disangkal Riwayat diare sebelumnya disangkal RPK:Riwayat penyakit dengan keluhan serupa disangkal.

Anamnesis Sistem Sistem Serebrospinal


: Sadar, demam (-), sakit kepala (+) Sistem Kardiovaskuler : Nyeri dada (-), berdebar-debar (-) Sistem Respiratorius : Batuk (-), pilek (-), sesak nafas (-) Sistem Gastrointestinal : Mual (+), muntah (+), flatus (-), BAB (-), Kembung (+) Sistem Urogenital : Buang Air Kecil lancar, nyeri BAK (-) Sistem Integumentum : Turgor kulit baik, kelainan (-) Sistem Muskuloskeletal :Tonus baik, gerakan bebas, kekuatan dan sensitifitas Normal

III. PEMERIKSAAN FISIK A. Status Generalis Kondisi Umum : Sedang, tampak kesakitan Kesadaran : E4V5M6 : 15, Compos Mentis Vital Sign : Tekanan Darah : 195/85 mmHg Nadi : 83 x/menit Respirasi : 30 x/menit Suhu : 36,7 C Kepala : dbn Leher : dbn Thorax : dbn Abdomen : lihat status lokalis Extremitas : dbn

STATUS LOKALIS REGIO ABDOMEN Inspeksi : Dinding perut cembung, Darm contour (+), Darm steifung (-), tidak ada jejas, tidak ada luka bekas operasi, tidak ada tanda radang, tidak ada kelainan kulit. Auskultasi : Hiperperistaltik, Metallic sound (-) Perkusi : Hipertimpani di seluruh lapang perut, pekak hepar (+) Palpasi : Distensi (+), nyeri tekan di keempat kuadran (+), defans muskuler (-), Hepar dan lien tak membesar

RT : Tonus Muskulus Spincter Ani : dbn Ampula Recti : Tidak kolaps Mukosa Rectum : Licin, tidak teraba massa Nyeri tekan : Nyeri tekan (-) Sarung tangan :Lendir (-), darah (-), feses (-)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Lab darah: penurunan jumlah sel darah merah dan hematokrit, peningkatan leukosit, peningkatan laju enap darah. BNO 2 Posisi: Jumlah udara dalam usus , Dilatasi usus (-), Air Fluid Level (-), Free Air (-). Kesan Meteorismus

Dx Kerja: Ileus obstruktif parsial DD: Batu Empedu


Usulan Px: Foto polos dengan barium oral Kolonoskopi

Inflamatory Bowel Diseases

Obstruksi askariasis parsial Adhesi Volvulus Tumor abdomen Hernia Richter Invaginasi

TERAPI Infus RL 20 tetes/menit Pasien dipuasakan Pasang NGT No.16 Pasang DC No.16 Kalpicillin 4 x 1 gr (Skin test) Ulsikur 3 x 1 gr I.V OMZ 1 x 1 gr I.V Balance Cairan Lavement tinggi Posisi Mirang miring Pasien tidak menjalani terapi operatif karena keadaan umum membaik setelah dirawat 5 hari dan pasien dibolehkan untuk pulang.

KESIMPULAN Ax: Seorang laki-laki berusia 60 tahun dengan nyeri perut, terutama kanan atas 2 hari ini, nyeri terus menerus seperti diremas-remas dan perut terasa kaku, sebelumnya tidak pernah nyeri perut seperti ini. Pusing (+), demam (-), nafsu makan berkurang, kembung, mual dan muntah sekitar 5x/hari, berisi makanan dan air. Flatus (-), BAB (-), BAK 3x/hari lancar, tidak nyeri, warna kuning. Px Fisik: Status Generalis tidak ada kelainan. Regio abdomen tampak cembung, darm contour (+), darm steifung (-), luka operasi (-). Auskultasi terdapat hiperperistaltik (+), metallic sound (-). Perkusi terdengar hipertimpani, palpasi nyeri tekan seluruh perut, defans muskuler (-), hepar&lien tak teraba. RT tidak ada kelainan. Px lab: penurunan jumlah AE dan Hct, leukosit, LED dan BNO 2 Posisi kesan meteorismus Terapi yang diberikan adalah terapi konservatif.

TINJAUAN PUSTAKA
1.

Anatomi dan Fisiologi Usus Halus : Duodenum, Yeyunum, Ileum Vask : a.mesenterika sup dan v.mesenterika sup Usus Besar : Sekum, kolon dan rektum Vask : a.mesenterika sup & inf dan v.mesenterika sup & inf

Deff ILEUS: hambatan pasase usus sebagian ataupun total disebabkan oleh obstruksi lumen usus atau oleh gangguan peristaltik. obstruksi mekanis dibagi mjd obs. usus halus, duodenum dan obs. usus besar. Obstruksi dibedakan menjadi obs. sederhana dan obs. strangulasi.

ETIOLOGI: Obs. Usus halus: tersering hernia inkarserata, infestasi askaris dan adhesi. Obs. Duodenum: Ca primer duodenum dan kaput pankreas. Obs. Usus besar: tumor, divertikulitis, volvulus dan fekal impaksi.

PATOFISIOLOGI

Obs. Sederhana: blokade terjadi tanpa gangguan vaskuler atau neurologis. Obstruksi Fx sekresi dan absorbsi dinding usus menjadi odem dan kongesti permanen dan progresif, peristaltik dan gangguan sekresi, serta resiko dehidrasi, iskemia, nekrosis, perforasi, peritonitis dan kematian. Obs. Strangulasi: obs. Vena diikuti oklusi arteri cepat mjd iskemia ddg usus Usus odem dan kongesti gangren dan perforasi

TANDA DAN GEJALA


Obs. Usus Halus Trias symptom: Kram abdomen yang terjadi di sekitar umbilikus atau di epigastrium. Muntah terjadi lebih awal Obstipasi terjadi pada obstruksi total, tetapi diare dapat terjadi pada obstruksi parsial.

Obs. Usus Besar Gejala timbul berangsurangsur dibanding obs.usus halus. Konstipasi mjd obstipasi dan abdominal distensi. Jika katub ileocecal tdk kompeten, isi kolon akan refluks ke dalam ileum dan terjadilah muntah

DIAGNOSA BANDING
Obs.Usus Halus: Adhesi usus Hernia inkarserata Neoplasma Intususepsi Volvulus Benda asing Batu empedu

Obs.Usus Besar: Karsinoma kolon Volvulus Divertikulitis Tumor jinak Impaksi fekal

Inflammatory bowel disease

Inflammatory bowel disease


Striktur Fibrokistik Hematoma

TERAPI
Obs.Usus Halus: NGT untuk dekompresi Kateter urinary untuk monitor urin output Cairan intravena dan elektrolit Terapi operatif untuk memindahkan lesi

Obs.Usus Besar: Terapi pd dasarnya sama dengan obs.usus halus Pemindahan area yang terlibat mungkin sulit namun hal ini diindikasikan bila terjadi perforasi dan peritonitis.

Ileus - X-ray of distended bowel and stomach This abdominal X-ray shows a stomach filled with fluid and a swollen (distended) small bowel, caused by a blockage (obstruction) in the intestines. A solution containing a dye (barium) that is visible on X-rays was swallowed by the patient (upper GI series).

Ileus - X-ray of bowel distension This abdominal X-ray shows thickening of the bowel wall and swelling (distention) caused by a blockage (obstruction) in the intestines. A solution containing a dye (barium), which is visible on X-ray, was swallowed by the patient (the procedure is known as an upper GI series).

What Causes Intestinal Strangulation?

Intussusception - X-ray This abdominal X-ray shows an intestinal condition in which a loop of bowel has slipped into another section of bowel (intussusception), causing swelling, reduced blood flow, obstruction, and tissue damage. Intussusception requires emergency treatment (barium enema or surgery) to prevent intestinal tissue death (necrosis), intestinal perforation, peritonitis, and death

Volvulus - X-ray A GI series in a patient with a twisted bowel (volvulus).

TERIMA KASIH