Anda di halaman 1dari 70

KONTRASEPSI

Pembimbing : Dr. Adi Widodo,SpOG

Disusun Oleh: Alvarez O. J. Ticoalu

PENDAHULUAN
Kontrasepsi ialah usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Usaha usaha itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanen. Sampai sekarang cara kontrasepsi yang ideal belum ada.

S YA R AT KO N T R A S E P S I I D E A L
1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) dapat dipercaya, tidak menimbukan efek yang mengganggu kesehatan, daya kerjanya diatur menurut kebutuhan, tidak menimbulkan gangguan sewaktu melakukan koitus tidak memerlukan motivasi terus-menerus mudah pelaksanaannya murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat dapat diterima penggunaanya oleh pasangan yang bersangkutan.

S YA R AT M E T O D E KO N T R A S E P S I I D E A L
1. 2. Aman, artinya tidak menimbulkan komplikasi yang berat bila digunakan Berdaya guna, dalam arti bila digunakan sesuai dengan aturan akan dapat

mencegah kehamilan

3.
4. 5.

Dapat diterima, bukan hanya oleh akseptor tapi juga oleh lingkungan budaya di
Terjangkau harganya oleh masyarakat Bila metode tersebut dihentikan penggunaannya, kesuburan akan segera pulih,

masyarakat

kecuali untuk kontrasepsi mantap.

AKSEPTABILITAS
Akseptabilitas suatu cara kontrasepsi ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain: 1) dapat dipercaya,

2) tidak ada efek sampingan atau hanya ada efek sampingan ringan,
3) tidak mempengaruhi koitus 4) mudah penggunaannya 5) harga obat/alat kontrasepsi terjangkau.

METODE
Metode-metode dengan efektivitas bervariasi yang saat ini digunakan adalah : 1. Kontrasepsi tanpa menggunakan alat-alat/obat-obatan 2. Kontrasepsi secara mekanis 3. Kontrasepsi dengan obat-obat spermatisida 4. Kontrasepsi Hormonal (oral, suntik, implant) 5. Kontrasepsi dengan AKDR

6. Kontrasepsi Mantap (tubektomi dan vasektomi)

KO N T R A S E P S I TA N PA O BAT & A L AT
1. Senggama terputus (Coitus Interuptus) 2. Pembilasan pasca senggama (Post Coital Douche) 3. Perpanjangan masa menyusui anak (Prolonged Lactation)

COITUS INTERUPTUS
Diketahui sebagai cara tertua dan terlama. Senggama terputus ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi.

(+) cara ini tidak membutuhkan biaya, alat-alat maupun persiapan.


(-) untuk mensukseskan cara ini dibutuhkan pengendalian diri yang besar dari pihak pria dan bisa mengurangi kenikmatan /kepuasan dalam berhubungan seksual.

Kegagalan dengan cara ini dapat disebabkan oleh: 1. Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejeculatory fluid) yang dapat mengandung sperma, apalagi pada koitus yang berulang (repeated coitus); 2. Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina;

POST COITAL DOUCHE


Pembilasan vagina dengan air biasa dengan atau tanpa tambahan larutan cuka atau obat lain. Untuk mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. Penambahan cuka ialah untuk memperoleh efek spermasida serta menjaga asiditas vagina. Cara ini hanya mengurangi kemampuan terjadinya konsepsi karena sebelum pembilasan dapat dilakukan, spermatozoa dalam jumlah besar telah memasuki servik uteri.

PROLONGED LACTATION
Menyusui secara eksklusif merupakan suatu metode kontrasepsi sementara yang cukup efektif, selama ibu belum mendapat haid, dan waktunya kurang dari 6 bulan pascapersalinan. Efektivitasnya dapat mencapai 98 %. Hal ini dapat efektif bila ibu menyusui lebih dari 8 kali sehari, ibu belum mendapat haid, dan atau dalam 6 bulan pasca persalinan.

Laktasi dikaitkan dengan adanya prolaktinemia dan prolaktin menekan adanya ovulasi. Tetapi ovulasi pada suatu saat akan terjadi dan dapat mendahului haid pertama sehingga apabila hanya mengandalkan pemberian ASI saja dapat memberikan resiko kehamilan untuk itu dapat dipertimbangkan

pemakaian kontrasepsi lain.

KONTRASEPSI SECARA MEKANIS Pria : Kondom Wanita : Pessarium : Diafragma Vaginal dan Cervical Cap

KONDOM
Kini paling umum dipakai ialah kondom dari karet; kondom ini tebalnya kira-kira 0,05 mm. Prinsip kerja kondom ialah sebagai perisai dari penis sewaktu melakukan koitus, dan mencegah tumpahnya sperma dalam vagina. Bentuk kondom adalah silindris dengan ujung yang

buntu berfungsi sebagai penampung sperma.

Diameternya biasanya kira-kira 31-36,5 mm dan panjang lebih kurang 19 mm. Kondom dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid.

(+) selain untuk tujuan kontrasepsi juga dapat memberi perlindungan terhadap penyakit kelamin. ( - ) ada kalanya pasangan yang mempergunakannya merasakan selaput karet tersebut sebagai penghalang dalam kenikmatan sewaktu melakukan koitus. Sebab-sebab kegagalan memakai kondom ialah bocor atau

koyaknya alat itu atau tumpahnya sperma.

Mengenai pemakaian kondom perlu diperhatikan hal-hal berikut : 1. Jangan melakukan koitus sebelum kondom terpasang dengan

baik.
2. Pasanglah kondom sepanjang penis yang sedang dalam ereksi. 3. Tinggalkan sebagian kecil dari ujung kondom untuk

menampung sperma.

4.

Pergunakanlah bahan pelicin secukupnya pada permukaan

kondom untuk mencegah terjadinya robekan. 5. Keluarkanlah penis dari vagina sewaktu masih dalam keadaan

ereksi dan tahanlah kondom pada tempatnya ketika penis dikeluarkan dari vagina, supaya sperma tidak tumpah.

PESSARIUM
Pesarium adalah alat yang diletakkan dalam vagina dengan berbagai bentuk dan ukuran. Bermacam-macam pessarium telah dibuat untuk tujuan kontrasepsi. Secara umum pessarium dapat dibagi atas dua golongan, yakni (1) diafragma vaginal ; dan (2) cervical cap.

DIAFRAGMA VAGINAL
Diafragma vaginal terdiri atas kantong karet yang berbentuk mangkuk dengan per elastis pada pinggirnya. Diafragma dimasukkan ke dalam vagina sebelum koitus untuk menjaga jangan sampai sperma masuk ke dalam uterus. Untuk memperkuat khasiat diafragma, obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirnya.

Diafragma vaginal sering dianjurkan pemakaiannya dalam hal-hal seperti : 1. keadaan dimana tidak tersedia cara yang lebih baik. 2. jika frekuensi koitus tidak seberapa tinggi, sehingga tidak dibutuhkan perlindungan yang terus-menerus. 3. jika pemakaian pil, AKDR, atau cara lain harus dihentikan untuk

sementara waktu oleh karena sesuatu sebab.

(+) 1)hampir tidak ada efek sampingan; 2) dengan motivasi yang baik dan pemakaian yang betul, hasilnya cukup memuaskan; 3) dapat dipakai sebagai pengganti pil atau AKDR pada wanita-wanita yang tidak boleh mempergunakan pil atau AKDR oleh karena suatu

sebab.

(-) 1) diperlukan motivasi yang cukup kuat; 2) umumnya hanya cocok untuk wanita yang terpelajar dan tidak untuk dipergunakan secara massal; 3) pemakaian yang tidak teratur dapat menimbulkan kegagalan; 4) tingkat kegagalan lebih tinggi daripada pil atau AKDR.

CERVICAL CAP
Cervical cap dibuat dari karet atau plastik, dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggirnya terbuat dari karet yang tebal. Ukurannya ialah dari diameter 22 mm sampai 33 mm; jadi lebih kecil daripada diafragma vaginal. Cap ini dipasang pada porsio servix uteri seperti memasang topi. Dewasa ini alat ini jarang dipakai untuk kontrasepsi.

KONTRASEPSI DENGAN OBAT SPERMATISIDA


Obat spermatisida yang dipakai untuk kontrasepsi terdiri atas 2 komponen, yaitu zat kimiawi yang mampu mematikan sperma, dan vehikulum yang nonaktif dan yang dipergunakan untuk membuat tablet atau cream/jelly. Efek sampingan jarang terjadi dan umumnya berupa reaksi alergi.

Kini di pasaran terdapat banyak obat-obat spermatisida, antara lain dalam bentuk :

1. suppositorium : Lorofin suppositoria, Suppositorium dimasukkan sejauh mungkin ke dalam vagina sebelum koitus. Obat ini baru mulai aktif
setelah 5 menit. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit sampai 1 jam.

2. jelly atau cream. Jelly lebih encer daripada cream. Obat ini
disemprotkan ke dalam vagina. Lama kerjanya kurang lebih 20 menit

sampai 1 jam.

3.

tablet busa : Sebelum digunakan, tablet terlebih dahulu

dicelupkan ke dalam air, kemudian dimasukkan ke dalam vagina sejauh mungkin. Lama kerjanya 30-60 menit.

4.

C-film, yang merupakan benda yang tipis, dapat dilipat,

dan larut dalam air. Dalam vagina obat ini merupakan gel dengan tingkat dispersi yang tinggi dan menyebar pada porsio

uteri dan vagina. Obat mulai efektif setelah 30 menit.


.

KONTRASEPSI HORMONAL
1. Kontrasepsi esterogen plus progestin (kombinasi) 2. Kontrasepsi progestasional : Progestin Oral, Progestin Suntik, Implan Progestin, Injeksi Medroksiprogesteron asetat/ Estradiol Sipionat

Kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai bentuk, oral, injeksi, dan implant. Kontrasepsi oral adalah kombinasi estrogen dan progestin atau hanya progestin mini pil. Kontrasepsi injeksi atau implant hanya mengandung progestin atau kombinasi estrogen dan progestin.

Kontrasepsi kombinasi estrogen-progesteron dapat diberikan per oral, suntikan IM, atau dalam bentuk koyo. Kontrasepsi oral paling sering digunakan dan sering terdiri dari kombinasi suatu zat estrogen dan bahan prosgestasional yang diminum tiap hari selama 3 minggu dan berhenti selama 1minggu, agar terjadi perdarahan lucut (with drawal bleeding) dari uterus.

Efektivitasnya tinggi (hampir menyerupai efektivitas tubektomi), bila digunakan setiap hari (1 kehamilan per 1000 perempuan dalam tahun pertama penggunaan) Mekanisme kerja Efek kontraseptif obat-obat yang mengandung steroid bersifat multiple, tetapi efek yang terpenting adalah mencegah terjadinya

ovulasi dengan menekan gonadotropin releasing factors dari hypothalamus.

Estrogen saja dalam dosis yang memadai akan menghambat ovulasi dengan menekan gonadotropin. Estrogen ini juga mungkin akan menghambat implantasi dengan

mengubah pematangan endometrium.


Progestin menyebabkan terbentuknya mucus servik yang kental, sedikit, selular, dan menghambat jalannya sperma. Akhirnya progestin juga dapat menghambat ovulasi dengan

menekan gonadotropin.

Efek gabungan dari estrogen dan progestin dalam kaitannya dengan kontrasepsi adalah supresi ovulasi yang sangat efektif, blockade penetrasi sperma oleh mucus serviks, dan penghambatan implantasi di endometrium apabila dua mekanisme pertama gagal. Kontrasepsi oral kombonasi estrogen plus progestin, apabila diminum setiap hari selama 3 dari 4 minggu, menghasilkan proteksi

terhadap kehamilan yang hampir absolute.

Obat yang berinteraksi Asetaminofen dan aspirin Obat penenang golongan benzodiazepin

Efek merugikan Mungkin mengurangi efek analgetik Mungkin menurunkan atau meningkatkan efektivitas obat penenang dan fungsi psikomotor Menurunkan efek hipotensif Menurunkan efek antikoagulan Mungkin mengurangi efek hipoglikemik

Metildopa Antikoagulan oral Hipoglikemik oral

Obat yang berinteraksi


Alkohol Aminlfilin Antidepresan Benzodiazepine

Efek yang merugikan


Efek mungkin meningkat Efek meningkat Efek mungkin meningkat Efektifitas zat penenang dan fungsi psikomotor mungkin meningkat atau menurun Efek penghambat mungkin meningkat

Beta bloker

Kafein
Kortikosteroid Teofilin

Efek meningkat
Toksisitas mungkin meningkat Efek meningkat

Keamanan Secara umum, kontrasepsi oral yang jika dipantau pemberianya dengan benar terbukti relatif aman bagi sebagian besar wanita. Kemungkinan efek samping dari pil KB yang selama ini terlalu banyak dan terlalu lama mendapat perhatian efek merugikan pada para pemakai mungkin hanya terjadi akibat rasa cemas.

Pil kombinasi estrogen plus progestin adalah bentuk kontrasepsi reversibel paling efektif yang tersedia. Dilaporkan angka kegagalan 0,32 per 100 wanita-tahun atau kurang.

Efek pada reproduksi 1. Amenorea pasca pil Setelah kontrasepsi kombinasi dihentikan 3 bulan biasanya ovualasi akan segera

pulih dan kembali seperti semula.


2. Laktasi

Pemakaian hormon kontrasepsi oral pada ibu menyusui akan mengurangi jumlah ASI. Hanya sedikit hormon yang diekskresikan ke dalam ASI. Karena hampir tidak

memberikan efek pada laktasi dan merupakan kontrasepsi yang baik.

Efek lain 1. Kloasma 2. Mioma uteri; kemungkinan besar tidak bertambah besar pada pemakaian kontrasepsi oral 3. Pertambahan berat badan; tidak semua wanita yang menggunakan ini akan mengalami peningkatan berat badan. Umumnya akibat pola makan yang berubah sebab ibu merasa tenang dan tidak takut hamil lagi setelah

menggunakan alat kontrasepsi .

PROGESTIN ORAL
Disebut juga mini pil adalah pil yang hanya mengandung progestin 350 g atau kurang yang diminum setiap hari. Pil ini tidak terlalu populer oleh karena insiden perdarahan ireguler dan angka kehamilannya jauh lebih tinggi. Pilihan yang baik bagi ibu yang menyusui, mulai diminum pada minggu ke 6 setelah melahirkan

(+) Resiko peningkatan penyakit kardiovaskular dan keganasan belum terbukti, lebih kecil kemungkinannya menyebabkan peninggian tekanan darah atau nyeri kepala, tidak berefek pada metabolisme karbohidrat dan diperkirakan lebih jarang menyebabkan depresi, dismenorea, dan gejala premenstruasi.

(-) Kegagalan kontrasepsi dan meningkatnya insiden kehamilan ektopik apabila kontrasepsi gagal, perdarahan uterus yang tidak jelas, kista ovarium fungsional menjadi sering, dan pil ini harus diminum paa waktu yang sama atau hampir sama tiap harinya, yang jika terlambat sekalipun hanya 3 jam untuk 2 hari berikutnya harus digunakan

kontrasepsi lain sebagai tambahan.

Kontraindikasi Terutama pada wanita berumur, dengan perdarahan uterus yang tidak jelas, riwayat kehamilan ektopik atau kista ovarium fungsional.

Kontrasepsi oral jangan digunakan pada wanita yang mengalami salah satu keadaan dibawah ini : Gangguan tromboflebitis atau tromboembolus Riwayat tromboflebitis vena dalam atau gangguan tromboembolus Penyakit sereborvaskular atau arteria koroner Diketahui atau dicurigai mempunyai karsinoma payudara Karsinoma endometrium atau diketahui atau dicurigai mempunyai neoplasma dependen estrogen Perdarahan genital abnormal yang tidak diketahui penyebabnya Ikterus kolestatik pada kehamilan atau riwayat ikterus setelah menggunakan pil Adenoma atau karsinoma hati Diketahi atau dicurigai hamil Peringatan : Merokok meningkatkan resiko efek samping kardiovaskular yang serius akibat pemakaian kontrasepsi oral. Resiko meningkat seiring usia dan merokok dalam jumlah besar (15 batang atau lebih per hari) dan sering mencolok pada wanita berusia 35 tahun atau lebih. Wanita yang menggunakan kontrasepsi oral harus benar-benar diingatkan untuk tidak merokok.

PROGESTIN SUNTIK
Keunggulan suntikan progestin adalah efektivitas kontrasepsi yang setara dengan atau lebih baik daripada kontrasepsi oral kombinasi, efek bertahan lama dengan hanya 4 6 kali penyuntikan setahun, dan gangguan laktasi yang minimal.

Depo medroksiprogesteron asetat (Depo provera) dan Noretindron etantat (Norgest) telah banyak dipakai secara luas diseluruh dunia, mekanisme kerja kedua obat tampaknya multipel, termasuk inhibisi ovulasi, peningkatan kekentalan mukus serviks, dan pembentukan endometrium yang kurang ramah bagi implantasi ovum.

Kelebihan dan kekurangannya serupa dengan progestin oral. Pada pemakaian Depo medroksiprogesteron jangka panjang terdapat kemungkinan penurunan kepadatan mineral tulang, namun akan pulih setelah terapi dihentikan.

Depo medroksiprogesteron disuntikan dalam-dalam di kuadran luar atas bokong tanpa dipijat untuk memastikan agar obat dilepaskan secara perlahan-lahan. Dosis lazim adalah 150 mg setiap 90 hari . Noetindron etantat disuntikan dengan cara yang sama dalam dosis 200mg, tetapi penyuntikan obat ini harus diulang setiap 60 hari.

IMPLAN PROGESTIN
Sistem norplant menyalurkan levonorgestrel dalam wadah silastik yang diimplantasikan dijaringan subdermal. Setiap wadah mengandung 36 mg levonorgestrel.

Ini merupakan salah satu metode yang paling efektif yang tersedia. Dan yang paling utama, bahwa setelah penghentian pemakaian fertilitas akan segera pulih dengan segera. Keunggulan dan kekurangan hampir identik dengan progestin oral. Karena memerlukan tindakan bedah ringan, terdapat juga masalah

yang berkaitan dengan infeksi lokal.

I N J E K S I M E D RO K S I P RO G E S T E RO N A S E TAT / E S T R A D I O L S I P I O N AT
Obat kontrasepsi yang disuntikan setiap bulan. Obat ini mengandung 25mg Medroksiprogesteron asetat plus 5 mg estradiol sipionat yang dipasarkan dengan nama Lunelle atau CycloProvera. Mekanisme kerja obat ini dengan menghambat ovulasi dan menekan proliferasi endometrium.

Pulihnya kesuburan setelah penghentian berlangsung cepat, dengan hampir 83% wanita menjadi hamil dalam 12 bulan setelah penghentian.

METODE KONTRASEPSI DALAM RAHIM


Sampai sekarang telah banyak ditemukan jenis-jenis AKDR, tapi yang paling banyak digunakan dalam program KB di Indonesia ialah AKDR jenis copper T dan spiral (Lippes loop).

Bentuk yang beredar dipasaran adalah spiral (Lippes loop), huruf T


(Tcu380A, Tcu200C, dan NovaT), tulang ikan (MLCu350 dan 375), dan batang (Gynefix). Unsur tambahan adalah tembaga (cuprum), atau hormon

(Levonorgestrel).

AKDR mempunyai keunggulan terhadap cara kontrasepsi yang lain karena : 1. Umumnya hanya memerlukan satu kali pemasangan 2. Tidak menimbulkan efek sistemik

3. Alat itu ekonomis dan cocok untuk penggunaan secara massal


4. Efektivitas cukup tinggi 5. Reversibel 6. Tidak ada pengaruh terhadap ASI

Efek samping AKDR 1. Perdarahan 2. Masa haid dapat menjadi lebih panjang dan banyak, terutama pada bulan-bulan pertama pemakaian 3. Rasa nyeri dan kejang di perut 4. Gangguan pada suami

5. Ekspulsi (pengeluaran sendiri)

Komplikasi AKDR 1. Infeksi 2. Perforasi 3. Kehamilan

Kontraindikasi AKDR 1. Kehamilan 2. Adanya infeksi yang aktif pada traktus genitalis (Penyakit Menular Seksual) 3. Adanya tumor ganas pada traktus genitalis 4. Adanya metrorhagia yang belum disembuhkan

5. Pasangan yang tidak lestari/harmonis

Pemasangan AKDR AKDR dapat dipasang dalam keadaan berikut : 1. Sewaktu haid sedang berlangsung

Pemasangan dapat dilakukan pada hari pertama atau pada hari


terakhir haid. (+) pemasangan lebih mudah karena serviks saat itu sedang terbuka dan lembek, rasa nyeri tidak seberapa keras, perdarahan yang timbul akibat pemasangan tidak seberapa dirasakan.

2.

Sewaktu postpartum
Secara dini(immediate insertion); dipasang pada wanita yang melahirkan sebelum dipulangkan dari rumah sakit. Secara langsung (direct insertion); dipasang dalam masa tiga bulan setelah partus atau abortus. Secara tidak langsung (indirect insertion); dipasang sesudah masa tiga bulan setelah partus atau abortus; atau pada saat tidak ada hubungan sama sekali dengan partus atau abortus.

3.

Sewaktu postabortum

Sebaiknya AKDR dipasang segera setelah abortus oleh karena dari segi fisiologi dan psikologi waktu itu adalah paling ideal. 4. Beberapa hari setelah haid terakhir

METODE KONTRASEPSI MANTAP


1. Tubektomi 2. Vasektomi

TUBEKTOMI
Tubektomi adalah suatu tindakan oklusi/ pengambilan sebagian saluran telur wanita untuk mencegah proses fertilisasi. Waktu yang terbaik untuk melakukan tubektomi pascapersalinan ialah tidak lebih dari 48 jam sesudah melahirkan karena posisi tuba mudah dicapai dari subumbilikus dan rendahnya resiko infeksi.

(+) 1.Motivasi hanya satu kali saja, tidak diperlukan motivasi yang berulang-ulang 2.Efektivitas hampir 100% 3.Tidak mempengaruhi libido seksualis 4.Kegagalan dari pihak pasien tidak ada

(-) Tindakan ini dapat dianggap tidak reversibel, walaupun ada kemungkinan untuk membuka tuba kembali pada mereka yang masih menginginkan anak lagi dengan operasi Rekanalisasi.

Indikasi dilakukannya tubektomi : 1. Penghentian fertilitas atas indikasi medik 2. Kontrasepsi permanen Syarat-syarat tubektomi : 1. Syarat sukarela 2. Syarat bahagia 3. Syarat medik

VASEKTOMI
Vasektomi ialah tindakan yang dilakukan pada kedua vas deferens pria,yang mengakibatkan yang bersangkutan tidak dapat menyebabkan kehamilan lagi.

Indikasi vasektomi ialah bahwa pasangan suami isteri tidak


menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya. Kontraindikasi, sebenarnya tidak ada, kecuali bila ada kelainan

lokal yang dapat mengganggu sembuhnya luka operasi.

Keuntungan vasektomi : 1. Tidak menimbulkan kelainan fisik maupun mental 2. Tidak mengganggu libido seksualitas 3. Operasinya hanya berlangsung sebentar sekitar 10 - 15 menit

KESIMPULAN
Kontrasepsi ialah suatu usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan. Dan usaha usaha pencegahan itu dapat bersifat sementara, dapat juga bersifat permanent. Dalam hal ini setiap calon peserta KB (akseptor KB) bebas dalam menentukan dan memilih jenis alat dan obat kontrasepsi yang paling cocok untuk dirinya.

Untuk dapat memilih mana alat atau obat kontrasepsi yang kiranya cocok untuk mereka baik dalam hal rasionalitas, efektivitas dan efisiensi, maka masyarakat harus dapat memperoleh informasi yang benar, jujur, dan terbuka mengenai kelebihan, kekurangan, efek samping, dan kontrasindikasi dari masing-masing alat atau obat tersebut dari para penyelenggara KB tersebut.

Ada pun maksud dan tujuan dari program KB tersebut ialah untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, yang pada gilirannya akan berkontribusi pada peningkatan Sumber Daya Manusia pada umumnya dan untuk menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera dan harmonis pada khususnya.

TERIMA KASIH