Anda di halaman 1dari 27

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM EasyP-Kit : Rancang Bangun Human Machine Interface (HMI) Modul Training

Kit Pneumatik Menggunakan PLC (Programmable Logic Controler) Dan Wonderware in Touch Sebagai Media Pembelajaran Pneumatik Yang Interaktif pada Dunia Training Untuk Industri BIDANG KEGIATAN : PKM KARSA CIPTA

Diusulkan Oleh : Ardiansyah Adi Prasetiyawan Firilia Filiana Hendra Antomy Alif Ridwan Maulana (2211100096) (2211100006) (2213105044) (2211100130) (2213100117) Angkatan 2011 Angkatan 2011 Angkatan 2013 Angkatan 2011 Angkatan 2011

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM EasyP-Kit : Rancang Bangun Human Machine Interface (HMI) Modul Training Kit Pneumatik Menggunakan PLC (Programmable Logic Controler) Dan Wonderware In Touch Sebagai Media Pembelajaran Pneumatik Yang Interaktif pada Dunia Training Untuk Industri BIDANG KEGIATAN : PKM KARSA CIPTA

Diusulkan Oleh : Ardiansyah Adi Prasetiyawan Firilia Filiana Hendra Antomy Alif Ridwan Maulana (2211100096) (2211100006) (2213105044) (2211100130) (2213100117) Angkatan 2011 Angkatan 2011 Angkatan 2013 Angkatan 2011 Angkatan 2011

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2014

ii

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL.............ii HALAMAN PENGESAHAN..iii DAFTAR ISI....iv RINGKASAN...v BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang.1 1.2 Rumusan Masalah....2 1.3 Tujuan..2 1.4 Luaran Yang Diharapakan...2 1.5 Manfaat....2 BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pneumatik Sebagai Sistem Penggerak dalam Proses Industri.3 2.2 Human Machine Interface...4 2.3 Wonderware in Touch.4 2.4 PLC (Programmable Logic Contoller)5 BAB 3. METODE PELAKSANAAN 3.1 Metodologi Pelaksanaan..6 3.2 Wiring pada Modul Pneumatik............7 3.3 Perancangan Ladder Diagram PLC.8 BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya...9 4.2 Jadwal Kegiatan...9 DAFTAR PUSTAKA........10 LAMPIRAN

iv

Rancang Bangun Human Machine Interface (HMI) Modul Pneumatik menggunakan PLC (Programmable Logic Controler) dan Wonderware in Touch sebagai media pembelajaran Pneumatik yang interaktif dan inovatif dunia training untuk Industri Ardiansyah, Hendra Antomy, Firilia Filiana, Alif Ridwan Maulana, Adi Prasetiyawan

RINGKASAN
Industri yang terus berkembang saat ini di pengaruhi berbagai faktor. Salah satu faktor yang paling berpengaruh ialah kemajuan teknologi. Kemajuan ini di tandai dengan pengontrolan sistem kerja peralatan industri secara otomatis. Peralatan otomasi yang banyak digunakan saat ini berbasis PLC dan pneumatik. Oleh karena itu banyak pengguna peralatan otomasi tersebut menjadi lebih mudah dan cepat untuk dikendalikan. Dengan menggunakan PLC sebagai pengontrolan maka akan memudahkan pengguna dan HMI (Human Machine Interface) memberikan kemudahan kepada operator untuk memonitoring sistem kerja peralatan dari jarak jauh. Saat ini metode pembelajaran pneumatik belum terpadu dan komprehensif pada suatu training kit. Training kit pada modul pneumatik belum memiliki HMI (Human Machine Interface) mampu memudahkan dalam pembelajaran. Karena itulah perlu adanya HMI yang terpadu dengan modul pembelajaran guna memudahkan siswa, mahasiwa, atau pekerja dalam memahami sistem Pneumatik. Sistem kerja peralatan pada modul pneumatik akan ditampilkan menggunakan komputer. Sistem ini lebih dikenal dengan istilah HMI (Human Machine Interface). HMI yang telah dirancang dari komputer menggunakan software Wonderware Intouch akan mengontrol dan memonitoring tahapan-tahapan percobaan pada modul pneumatik tersebut sehingga memudahkan untuk belajar pneumatik. Sebagai komunikasi antar perangkat komputer dan PLC menggunakan RS - 232 sebagai penghubungnya. Sedangkan untuk menghubungkan modul pneumatic dengan PLC menggunakan konektor A6CON1. Dengan adanya aplikasi HMI pada pengontrolan modul pneumatik ini, bisa digunakan sebagai modul pembelajaran dan dapat memudahkan para siswa, mahasiswa, dan pekerja untuk memahami dan melakukan percobaan pada modul pneumatik dengan lebih mudah dan interaktif, sehingga kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiapkan untuk industri lebih berkualitas. Kata kunci : EasyP-Kit, HMI, PLC, Pneumatik

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan dunia industri yang pesat memunculkan berbagai peralatan yang memudahkan manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya. Beberapa di antaranya ialah pneumatik dan PLC. Sistem pneumatik ialah semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja. Karena sistem pneumatik menggunakan udara, maka sistem ini lebih ramah lingkungan. Selain itu sistem pneumatik juga menghasilkan tenaga yang besar (Firilia, 2012) Sistem pneumatik banyak digunakan di industri antara lain penangan benda kerja seperti pemposisian, pemisahan, dan peletakan. Misalnya di pengamplasan otomatis, pneumatik digunakan untuk meletakkan kayu tepat di bawah pengamplasnya, selain itu pneumatik juga digunakan untuk menggerakkan mesin pengamplas di atas kayu. Namun, pada industri jika terjadi kerusakan penanganannya tidak secara real time karena tidak terintegrasi dengan Human Machine Interface (HMI). Kemudahan yang diberikan pneumatik dan PLC ini yang menyebabkan penggunaan keduanya akan semakin banyak. Modul pneumatik yang kami kerjakan adalah contoh aplikasi dari pneumatik. Modul ini menghasilkan gerakan gerakan untuk awal pembelajaran pneumatik dengan PLC yang terintegrasi dengan HMI. Training kit pneumatik yang ada tidak menggunakan HMI, dan PLC yang terhubung langsung menuju aplikasi pemrogaman ladder, karena itulah pembelajaran pneumatik kovensional tidak mampu dipahami dengan baik. Diperlukan sebuah modul pembelajaran yang terintegrasi dengan HMI (Human Machine Interface) untuk memudahkan proses pembelajaran bagi yang ingin terjun di dunia industri atau mahasiswa. Modul ini terdiri dari komponen utama yang ada di pneumatik yaitu Directional Control Valve, silinder, FLR (filter, regulator, lubricator). Selain itu ada beberapa komponen kelistrikan seperti selenoid, sensor magnetik dan limit switch. Modul pneumatik ini akan dikendalikan melalui PLC Mitsubishi Q-Series. PLC dapat mengatur gerakkan silinder melalui output PLC yang terhubung ke selenoid Directional Control Valve. Input PLC sendiri berasal dari sensor yang ada di modul, yaitu sensor magnetic dan limit switch. Silinder yang digunakan ialah silinder double acting yang berjumlah dua buah. Setiap silinder dilengkapi dengan one way control valve di bagian depan dan belakang silider untuk mengatur kecepatan udara yang masuk ke silinder. Proses kerja dari pneumatik dan PLC ini akan di monitoring menggunakan HMI Wonderware in Touch. HMI adalah tampilan interface yang memungkinkan penggunanya

untuk melihat dan mengatur proses yang sedang terjadi. HMI memberikan tampilan real time yang terjadi saat itu. HMI ini sebagai sarana penghubung antara manusia dengan peralatan. HMI nantinya akan berisi pilihan pilihan dari materi pembelajaran pneumatik dengan PLC.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut, maka rumusan masalah adalah: 1. Bagaimana merancang trainer kit (Easy-P) Pneumatik yang terintegrasi dengan software Human Machine Interface? 2. Bagaimanakah membuat modul trainer kit Pneumatik? 3. Bagaimana membuat Human Machine Interface (HMI) dari trainer kit pneumatik menggunakan Wonderware Intouch?

1.3 Tujuan Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin dicapai adalah : 1. Merancang trainer kit (Easy-P) Pneumatik yang terintegrasi dengan software Human Machine Interface. 2. Membuat modul trainer kit Pneumatik. 3. Membuat Human Machine Interface (HMI) dari trainer kit pneumatik menggunakan Wonderware Intouch.

1.4 Luaran yang Diharapkan Luaran yang diharapkan dari program ini adalah : 1. Prototipe dari trainer kit, yaitu modul pembelajaran bagi pekerja baru di industri atau mahasiswa. 2. Paten mengenai Easy-P mengenai tampilan HMI-nya.

1.5 Manfaat Program Berdasarkan hal tersebut, maka manfaat yang ada dari program ini adalah: 1. Bagi mahasiswa, program ini dapat menjadi sarana pembelajaran untuk meningkatkan IPTEKS dengan kompetensi yang dimiliki dan menjadi modul trainer yang dapat digunakan untuk mempelajari Pneumatik 2. Bagi masyarakat, hasil dari program ini dapat digunakan untuk media pembelajaran interaktif bagi masyarakat atau khalayak umum tentang Pneumatik.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Pneumatik sebagai Sistem Penggerak Dalam Proses Industri Pneumatik merupakan pengembangan teknologi dengan cara kerja memanfaatkan

udara bertekanan untuk mempengaruhi kerja suatu peralatan mekanikal agar menghasilkan gerakan maju mundur, naik turun, berputar dan sebagainya. Pneumatik sistem secara intensif dan luas telah banyak digunakan hampir diseluruh kehidupan yang berhubungan dengan peralatan yang menghasilkan gerakan-gerakan dengan aplikasi yang disesuaikan dengan jenis pneumatik serta cara kerja pneumatic (Firilia, 2012) Sistem pneumatik memiliki banyak manfaat karena hampir semua industri sekarang memanfaatkan sistem pneumatik. Banyak industri yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi hingga pengepakkan barang. Beberapa bidang aplikasi di industri yang menggunakan media pneumatik dalam hal penangan material adalah sebagai berikut : 1. Pencekaman benda kerja 2. Penggeseran benda kerja 3. Pengaturan posisi benda kerja 4. Pengaturan arah benda kerja

Gambar 2.1 Klasifikasi Elemen Sistem Pneumatik Komponen penting dalam pneumatic adalah silinder sebagai penggerak utama. Silinder ada bermacam macam jenisnya, yang paling umum digunakan adalah : Silinder Penggerak Tunggal, Silinder kerja tunggal mempunyai seal piston tunggal yang dipasang pada sisi suplai udara bertekanan. Pembuangan udara pada sisi batang piston silinder dikeluarkan ke atmosfir melalui saluran pembuangan. Silinder Penggerak Ganda, Konstruksi silinder kerja ganda adalah sama dengan silinder kerja tunggal, tetapi tidak mempunyai pegas pengembali. Silinder kerja ganda mempunyai dua saluran (saluran masukan dan saluran pembuangan). Silinder terdiri dari tabung silinder dan

penutupnya, piston dengan seal, batang piston, bantalan, ring pengikis dan bagian penyambungan.

2.2.

Human Machine Interface (HMI) Human Machine Interface (HMI) untuk meningkatkan interaksi antara mesin dan

operator melalui tampilan layar komputer dan memenuhi kebutuhan pengguna terhadap informasi sistem. Dengan membuat desain pada HMI yang sesuai dengan sistem kerja dapat memberikan kemudahan untuk dapat memonitoring sistem kerja tersebut. Konsep HMI pada industri adalah sebagai media untuk komunikasi antara bagian operator dengan perencanaan serta perancangan sistem dengan maksimum serta sebagai sarana bagi operator untuk mengakses sistem kerja dilapangan (Arief, 2012) Pada umumnya HMI berupa komputer dengan tampilan dimonitor dimana pada monitor tersebut kita bisa melihat keseluruhan sistem kerja dari layar teresbut. Adapun fungsi dari HMI dijabarkan sebagai berikut : 1. Monitoring, kita dapat melakukan monitoring kondisi sistem kerja dilapangan secara real time tanpa harus melihat langsung kelapangan sehingga bisa menghemat waktu dan tenaga. 2. Dapat mengendalikan sistem kerja dengan seketika melalui monitor komputer. Sehingga dengan sistem ini dapat menghemat waktu dan tenaga kerja untuk memonitoring dan mengendalikan setiap sistem kerja produksi. 3. Kita dapat menjalankan suatu proses atau mematikan suatu sistem hanya dengan mengatur melalui komputer. Software untuk HMI saat ini sudah banyak yang digunakan.

2.3

Wonderware in Touch Pada dasarnya InTouch adalah software Human Machine Interface yg dilengkapi dg

fitur dasar SCADA software. Untuk menggunakan wonderware intouch ada 3 komponen penyusun utama yg harus diketahui yaitu : 1. Intouch application manager, berfungsi utk mengorganisasikan aplikasi yg akan dibuat. 2. Intouch window maker, suatu development environment dari intouch, kita dapat membuat halaman-halaman HMI dg grafik yg object-oriented utk menciptakan layar tampilan yg dapat bergerak san dapat menerima masukan dari pengguna. 3. Intouch window viewer, suatu runtime environment yg dapat menampilkan layar grafik yg telah dibuat pada windowmaker.

Gambar 2.2 Salah Satu Tampilan Wonderware in Touch

2.3

PLC (Programmable Logic Controller) Programmable Logic Controller (PLC) didefinisikan sebagai suatu perangkat

elektronik digital dengan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi-fungsi spesifik seperti: logika, sekuen, timing, counting, dan aritmatika untuk mengontrol suatu mesin industri atau proses industri sesuai dengan yang diinginkan. PLC mampu mengerjakan suatu proses terus menerus sesuai variabel masukan dan memberikan keputusan sesuai keinginan pemrograman sehingga nilai keluaran tetap terkontrol. PLC mempunyai saluran masukan (input) dan saluran keluaran (output). PLC bekerja dengan cara mengamati masukan (melalui sensor-sensor terkait), kemudian melakukan proses dan melakukan tindakan sesuai yang dibutuhkan, dapat menghidupkan atau mematikan keluarannya (logika 0 jika mati dan logika1 jika hidup). Untuk membuat program (statement list atau ladder diagram) yang kemudian harus dijalankan oleh PLC yang bersangkutan, Dengan kata lain, PLC menentukan aksi apa yang harus dilakukan pada instrumen keluaran berkaitan dengan status suatu ukuran atau besaran yang diamati. PLC Mitsubishi Q Series adalah jenis PLC modular. Bisa dikatakan modular karena terdiri dari modul CPU dan modul input/output yang bagian-bagiannya terpisah-pisah bentuk PLC modular terdiri dari modul CPU dan modul input/output (merupakan bagian yang terpisah-pisah)

Gambar 2.3 PLC Mitsubishi Q-Series

BAB 3. METODOLOGI PELAKSANAAN 3.1 Metodologi Pelaksanaan


START

STUDY LITERATUR

PERANCANGAN MODUL PNEUMATIK

PERANCANGAN HMI

INTEGRASI HMI DAN MODUL PNEUMATIK

PENGUJIAN DAN ANALISIS ALAT

TIDAK BAIK

BAIK

PENYUSUNAN LAPORAN

END

Gambar 3.1.Flow Chart Metodologi Pelaksanaan

Tabel 3.1. Deskripsi Metodologi Pelaksanaan Kegiatan Tujuan Mencari informasi dari sumber sumber terpercaya dan eksplorasi tentang cara merancang training kit dengan tampilan HMI. Perancangan hardware meliputi Perancangan Modul Pneumatik desain modul pneumatik, wiring modul pneumatik, dan konfigurasi konektor untuk I/O PLC. Media dalam menjalankan HMI yang telah di rancang. Output Mampu merancang training kit yang ditujukan untuk metode pembelajaran bagi siswa dan karyawan dengan tampilan HMI

Studi Literatur

Perancangan Software meliputi Perancangan Software HMI dengan Wonderware in Touch perancangan dan pembuatan ladder diagram, perancangan dan pembuatan HMI, dan koneksi HMI ke PLC.

HMI tersebut dapat menampilkan proses kerja dari PLC dengan Wonderware in Touch.

Training kit ini di dalamnya terdapat Integrasi Modul Pneumatik dengan HMI modul pneumtik yang diintegrasikan dengan HMI Wonderware in Touch dengan tampilan menarik

Training kit yang di dalamnya terdapat modul pneumatik yang mampu mempermudah user dalam mengoperasikannya dan mempelajari pneumatik bagi pekerja /mahasiswa

Pengujian alat dilakukan untuk Pengujian, Analisa dan Evaluasi Alat mengetahui apakah alat sudah berfungsi sebagaimana mestinya, yakni semua komponen yang mampu terintegrasi dengan baik. Penyusunan laporan sebagai bentuk bukti konkret keberhasilan Penyusunan Laporan pembuatan training kit yang terintegrasi dengan HMI sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dan pekerja industry

Mengetahui progress keberhasilan alat. Jika progress belum menunjukkan perubahan, maka akan dilakukan evaluasi.

Laporan berisi informasi dari persiapan hingga training kit selesai dibuat.

3.2

Wiring pada Modul Pneumatik Modul pneumatik yang akan digunakan berupa box yang terbuat dari kayu dengan

ukuran panjang 93 cm, lebar 20 cm, dan tinggi 64 cm, dengan ketebalan 1,5 cm. Bagian dalam box ini terdapat mika putih dengan ukuran panjang 90 cm dan lebar 17 cm yang digunakan untuk tempat meletakkan komponen komponen modul. Kabel sensor sensor ini diletakkan dibelakang mika putih sehingga tidak tampak dari luar. Modul pneumatik memiliki beberapa komponen elektrik seperti sensor dan selenoid. Komponen komponen elektrik harus dihubungkan dengan sumber tegangan agar dapat bekerja. Sensor akan menjadi masukan (input) bagi PLC. Modul PLC yang digunakan untuk sensor ialah modul QX42

Gambar 3.2 Konfigurasi Modul QX42 dan Modul QY42P

3.3 Perancangan Ladder Diagram PLC Perancangan ladder diagram ini adalah untuk dikoneksikan ke PLC yang akan dilaksanakan melalui modul ini. Kami membuat rancangan gerakan silinder di tiap percobaan. Gerakan dari silinder digambarkan melalui flow chart pada Gambar 3.3

Gambar 3.3. Flow Chart Gerakan Silinder pada Modul Pneumatik

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1. Anggaran Kegiatan Anggaran kegiatan yang diajukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa ini dapat dilihat pada tabel 4.1. Tabel 4.1 Anggaran Kegiatan No 1 2 3 4 Jenis Pengeluaran Peralatan penunjang Bahan habis pakai Perjalanan Lain-lain Jumlah Biaya (Rp) Rp 3.490.000,00 Rp 4.955.000,00 Rp 2.500.000,00 Rp 1.522.500,00 Rp12.467.500,00

4.2 Jadwal Kegiatan Jadwal kegiatan yang dilakukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa ini dapat dilihat pada tabel 4.2. Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan No 2. 3. 4. 5. 6. 7. Jenis Kegiatan Studi literatur dan pengumpulan data Perancangan Modul Pneumatik Perancangan Software HMI dengan Wonderware in Touch Integrasi hardware pneumatik dan HMI Pengujian, analisa dan evaluasi alat Penyusunan laporan akhir Bulan 1 2 3 4 5

10

DAFTAR PUSTAKA

Yulianto, Arief Budi (2012). Rancang Bangun HMI Untuk Modul Pneumatik Silinder Single Action. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Filiana, Filiria (2012). Aplikasi HMI untuk Pembelajaran Modul Pneumatik. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember Mead (2011). Pneumatik Handbook and Reference. Chicago : Manufacturing Facility Hackworth, John. R (2011). Programmable Logic Controllers: Programming Methods and Applications. California : University of California Training Manual Woderware in Touch. Foxboro : Invensys Systems

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan 1. Peralatan penunjang Material Bor Matabor Avometer Digital Penggaris Solder Timah Tang Rivet Besi Las Penyedot Timah Cutter Gergaji Tang Palu Kuas Hak Paten Lain-lain Untuk kebutuhan lain Justifikasi Pemakaian Sebagai Pengebor Sebagai matabor pada bor Pengukuran akurat pada PLC Pengukur papan simulasi Merakit komponen Elektronika Merakit komponen elektronika Penguat trainer kit Penguat trainer kit Kuantitas 1 Buah 3mm 4mm 1 buah 5 buah 2 buah 2 buah 1 buah 4 buah Harga Satuan (Rp) 400.000,00 25.000,00 30.000,00 125.000,00 5.000,00 150.000,00 25.000,00 125.000,00 50.000,00 25.000 4.500,00 30.000,00 24.000,00 21.000,00 10.000,00 Keterangan Rp 400.000,00 Rp 55.000,00 Rp 125.000,00 Rp 25.000,00 Rp 300.000,00 Rp 50.000,00 Rp 125.000,00 Rp 200.000,00 Rp. 25.000,00 Rp 5.000,00 Rp 60.000,00 Rp 48.000,00 Rp 42.000,00 Rp30.000,00

Penyempuraan 1 komponen elektronik Pemotong bahan Pemotong triplek Sebagai penjepit Penancap paku Untuk mengecat papan simulasi 1 Buah 2 buah 2 buah 2 buah 3 buah

1.500.000,00 Rp 1.500.000,00 500.000,00 Rp 500.000,00

SUB TOTAL (Rp) Rp 3.490.000 2. Bahan Habis Pakai Material Double Acting Cylinder Justifikasi Pemakaian Perangkat Simulasi Kuantitas 2 Buah Harga Satuan (Rp) 200.000,00 Keterangan Rp 400.000,00

Single Acting Cylinder Katup Kontrol Arah 5/2 Solenoid Ganda Katup Kontrol Arah 3/2 Solenoid Ganda PLC Mitsubishi+Digital Module Kabel USB to Serial Kabel Pneumatic Line Fitting Limit Switch Bahan lain

Perangkat Simulasi

2 Buah

250.000,00

Rp 500.000,00

Perangkat Simulasi

2Buah

500.000,00

Rp 1.000.000,00

Perangkat Simulasi

2 Buah

370.000,00

Rp 740.000,00

Kontroller Perangkat Simulasi Koneksi PLC ke Komputer Koneksi PLC ke Perangkat Simulasi Koneksi antar Perangkat Simulasi Perangkat Simulasi

1 Buah

1.500.000,00 Rp 1.500.000,00

2 Buah 10 meter 7 buah 8 buah

70.000,00 10.000,00 40.000,00 15.000,00 200.000,00

Rp 140.000,00 Rp 100.000,00 Rp 280.000,00 Rp 120.000,00 Rp 200.000,00

SUB TOTAL (Rp) Rp 4.955.000 3. Perjalanan Material Perjalanan beli bahan Pemesanan barang Biaya Komunikasi Internet Sewa Mesin Mekanik (Bubut, Grinder, dll) 4. Lain-lain Material Justifikasi Kuantitas Harga Keterangan Justifikasi Pemakaian Akomodasi Akomodasi Pulsa Handphone Pulsa modem Kuantitas 5 orang 5 orang 5 orang 5 orang Harga Satuan (Rp) 125.000,00 75.000,00 150.000,00 50.000,00 500.000,00 Keterangan Rp 625.000,00 Rp 375.000,00 Rp 750.000,00 Rp 250.000,00 Rp 500.000,00

Pembuatan Modul 1 Pneumatik

SUB TOTAL (Rp) Rp 2.500.000,00

Pemakaian Kertas A4 Penggandaan angket Penggandaan proposal Manual book X-banner Brosur Sticker Lain-lain Proposal Quisioner Evaluasi proposal Panduan Alat Simulasi Banner training Publikasi Alat Publikasi Alat Kebutuhan lain 1 rim 50 buah 5 buah 30 buah 2 pasang 50 buah 30 buah

Satuan (Rp) 32.500,00 2000 12.000,00 20.000,00 90.000,00 1.000,00 3.000,00 500.000,00 Rp 32.500,00 Rp 10.000,00 Rp 60.000,00 Rp 600.000,00 Rp 180.000,00 Rp 50.000,00 Rp 90.000,00 Rp 500.000,00

SUB TOTAL (Rp) Rp 1.522.500,00 Total (Keseluruhan) Rp12.467.500,00

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas Progra m Studi Teknik Elektro Alokasi Waktu (jam/ minggu) 10 jam/ minggu

No 1

Nama / NIM Ardiansyah/2 211100096

Bidang Ilmu Sistem Pengatur an

Uraian Tugas a. Mengkoordinasi tim b. Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program c. Mengkonsultasikan segala permasalahan dengan semua anggota d. Koordinasi dalam hal pembimbingan dengan dosen pembimbing a. Membantu& Bertanggungjawab pelaksanaan program b. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing c. Bertanggungjawab dalam pengambilan sarana dan prasaran terhadap masyarakat sasaran a. Membantu & Bertanggungjawab pelaksanaan program b. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing c. Bertanggungjawab dalam koordinasi stakeholder a. Membantu & Bertanggungjawab pelaksanaan program b. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing c. Bertanggungjawab dalam simulasi kegiatan a. Membantu & Bertanggungjawab pelaksanaan program b. Mengkonsultasikan program dengan dosen pembimbing c. Bertanggungjawab dalam pembuatan alat

Hendra Antomy/2211 100130

Teknik Elektro

Sistem Pengatur an

8 jam/ minggu

Firilia Filiana/22131 05044

Teknik Elektro

Sistem Pengatur an

8 jam/ minggu

4.

Ady Prasetyawan /2211100006

Teknik Multime dia Jaringan

Sistem Pengatur an

8 jam/ minggu

5.

Alif Ridwan Maulana/221 1100117

Teknik Elektro

Sistem Pengatur an

8 jam/ minggu

Lampiran 5. Gambaran Teknologi yang akan Diterapkembangkan

Easy P-Kit ini memiliki komponen utama berupa modul pneumatik. Modul pneumatik ini berupa papan yang dipasangi dengan komponen komponen pneumatik seperti single acting cylinder dan katup kontrol arah. Modul ini merupakan komponen utama dalam media pembelajaran ini. Gambar 5.1 di bawah ini merupakan modul pneumatik yang akan dirancang.

Gambar 6.1 Rancangan Modul Pneumatik Modul pneumatik ini akan dihubungkan dengan kontroller berupa Programmable Logic Controller (PLC). Kontroller ini akan dikendalikan oleh Human Machine Interface (HMI) yang terdapat pada sebuah komputer training. Sehingga modul pneumatik dapat dikontrol secara langsung dengan komputer. Pada modul pneumatik ini terdapat beberapa komponen yang dapat di-set sesuai dengan keinginan. Misalkan kita ingin menggunakan kombinasi antara satu buah single acting cylinder dan dua buah single acting cylinder, maka rangkaian pneumatik dapat disusun secara langsung pada modul pneumatik ini. Sehingga jumlah simulasi yang bisa disusun bisa bervariasi sesuai dengan keinginan. Easy P-Kit ini menggunakan Human Machine Interface sehingga modul pneumatik dapat dikontrol dengan sebuah komputer. Dengan HMI ini pula, alat ini dapat digunakan untuk memprogram PLC untuk mengatur mekanisme kerja yang diinginkan.

Gambar 6.2 Gambaran Tampilan pada Aplikasi HMI Penggunaan HMI ini akan memudahkan peserta trainer dalam menggunakan modul pneumatik karena pengguna atau peserta trainer dapat secara interaktif memberikan perintah dengan tombol tombol yang tersedia sekaligus mengamati kejadian yang terjadi pada modul pneumatik secara langsung.

Gambar 6.3 Gambaran HMI menggunakan Wonderware in Touch Gambar 6.3 di atas mewakili tampilan dari modul pneumatik. Gambar dua silinder di atas mewakili silinder yang ada di modul. Gambar valve dan filter juga mewakili valve dan filter yang ada di modul. Untuk sensor limit switch kami menggunakan simbol LS dalam lingkaran biru. Di sebelah kiri terdapat kotak panel kontrol yang berfungsi untuk menjalankan percobaan. Di kotak ini

terdapat tombol start untuk memulai percobaan dan lampu indikator di atasnya menandakan proses sedang berlangsung. Tombol Stop digunakan untuk mengakhiri percobaan, dan back untuk kembali ke menu utama. Setiap gambar dari tampilan HMI ini memiliki alamat yang digunakan untuk membuat ladder yang akan menggerakkan gambar