Anda di halaman 1dari 8

Larutan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Belum Diperiksa

Melarutkan garam ke dalam air Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solut, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven. Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau solvasi. ontoh larutan yang umum dijumpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam air. !as juga dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air. "elain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain. #erdapat pula larutan padat, misalnya aloi $campuran logam% dan mineral tertentu.

Daftar isi
&sembunyikan' ( Konsentrasi ) *elarutan

+ ,arutan ideal - "i.at koligati. larutan / 0enis-jenis larutan 1 2e.erensi 3 ,ihat pula

[sunting] Konsentrasi
Konsentrasi larutan menyatakan secara kuantitati. komposisi zat terlarut dan pelarut di dalam larutan. Konsentrasi umumnya dinyatakan dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah total zat dalam larutan, atau dalam perbandingan jumlah zat terlarut dengan jumlah pelarut. ontoh beberapa satuan konsentrasi adalah molar, molal, dan bagian per juta $part per million, ppm%. "ementara itu, secara kualitati., komposisi larutan dapat dinyatakan sebagai encer $berkonsentrasi rendah% atau pekat $berkonsentrasi tinggi%.

[sunting] Pelarutan

Ion natrium tersol4asi oleh molekul-molekul air Molekul komponen-komponen larutan berinteraksi langsung dalam keadaan tercampur. *ada proses pelarutan, tarikan antarpartikel komponen murni terpecah dan tergantikan dengan tarikan antara pelarut dengan zat terlarut. #erutama jika pelarut dan zat terlarut sama-sama polar, akan terbentuk suatu sruktur zat pelarut mengelilingi zat terlarut5 hal ini memungkinkan interaksi antara zat terlarut dan pelarut tetap stabil. 6ila komponen zat terlarut ditambahkan terus-menerus ke dalam pelarut, pada suatu titik komponen yang ditambahkan tidak akan dapat larut lagi. Misalnya, jika zat terlarutnya berupa padatan dan pelarutnya berupa cairan, pada suatu titik padatan tersebut tidak dapat larut lagi dan terbentuklah endapan. 0umlah zat terlarut dalam larutan tersebut adalah maksimal, dan larutannya disebut sebagai larutan jenuh. #itik tercapainya keadaan jenuh larutan sangat dipengaruhi oleh berbagai .aktor lingkungan, seperti suhu, tekanan, dan kontaminasi. "ecara umum, kelarutan suatu zat $yaitu jumlah suatu zat yang dapat terlarut dalam pelarut tertentu% sebanding terhadap suhu. 7al ini terutama berlaku pada zat padat,

8alaupun ada perkecualian. Kelarutan zat cair dalam zat cair lainnya secara umum kurang peka terhadap suhu daripada kelarutan padatan atau gas dalam zat cair. Kelarutan gas dalam air umumnya berbanding terbalik terhadap suhu.

[sunting] Larutan ideal


6ila interaksi antarmolekul komponen-komponen larutan sama besar dengan interaksi antarmolekul komponen-komponen tersebut pada keadaan murni, terbentuklah suatu idealisasi yang disebut larutan ideal. ,arutan ideal mematuhi hukum 2aoult, yaitu bah8a tekanan uap pelarut $cair% berbanding tepat lurus dengan .raksi mol pelarut dalam larutan. ,arutan yang benar-benar ideal tidak terdapat di alam, namun beberapa larutan memenuhi hukum 2aoult sampai batas-batas tertentu. ontoh larutan yang dapat dianggap ideal adalah campuran benzena dan toluena. iri lain larutan ideal adalah bah8a 4olumenya merupakan penjumlahan tepat 4olume komponen-komponen penyusunnya. *ada larutan non-ideal, penjumlahan 4olume zat terlarut murni dan pelarut murni tidaklah sama dengan 4olume larutan.

[sunting] Sifat koligatif larutan


,arutan cair encer menunjukkan si.at-si.at yang bergantung pada e.ek kolekti. jumlah partikel terlarut, disebut si.at koligati. $dari kata ,atin colligare, 9mengumpul bersama9%. "i.at koligati. meliputi penurunan tekanan uap, peningkatan titik didih, penurunan titik beku, dan gejala tekanan osmotik.

[sunting] Jenis- enis larutan


,arutan dapat diklasi.ikasikan misalnya berdasarkan .ase zat terlarut dan pelarutnya. #abel berikut menunjukkan contoh-contoh larutan berdasarkan .ase komponen-komponennya. #at terlarut $as !airan :dara $oksigen dan :ap air di udara $as gas-gas lain dalam $kelembapan% nitrogen% <tanol dalam air5 ;ir terkarbonasi campuran berbagai Pelarut !airan $karbon dioksida hidrokarbon $minyak dalam air% bumi% 7idrogen larut ;ir dalam arang akti.5 Padatan dalam logam, uap air dalam kayu misalnya platina !onto" larutan

Padatan 6au suatu zat padat yang timbul dari larutnya molekul padatan tersebut di udara "ukrosa $gula% dalam air5 natrium klorida $garam dapur% dalam air5 amalgam emas dalam raksa ;loi logam seperti baja dan duralumin

6erdasarkan kemampuannya menghantarkan listrik, larutan dapat dibedakan sebagai larutan elektrolit dan larutan non-elektrolit. ,arutan elektrolit mengandung zat elektrolit sehingga dapat menghantarkan listrik, sementara larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan listrik.

pembuatan larutan PENDAHULUAN Latar belakang Larutan didefinisikan sebagai campuran homogen antara dua atau lebih zat yang terdispersi baik sebagai molekul, atom maupun ion yang komposisinya dapat ber ariasi! Larutan dapat berupa gas, cairan atau padatan! Larutan encer adalah larutan yang mengandung se"umlah kecil solute, relatif terhadap "umlah pelarut! #edangkan larutan pekat adalah larutan yang mengandung sebagian besar solute! #olute adalah zat terlarut, sedangkan sol ent $pelarut% adalah medium dalam mana solute terlarut! Pada umumnya zat yang digunakan sebagai pelarut adalah air, selain air yang berfungsi sebagai pelarut adalah alkohol amoniak, kloroform, benzena, minyak, asam asetat, akan tetapi kalau menggunakan air biasanya tidak disebutkan! &ontoh larutan yang umum di"umpai adalah padatan yang dilarutkan dalam cairan, seperti garam atau gula dilarutkan dalam 'as dapat pula dilarutkan dalam cairan, misalnya karbon dioksida atau oksigen dalam air! #elain itu, cairan dapat pula larut dalam cairan lain, sementara gas larut dalam gas lain! (erdapat pula larutan padat, misalnya aloi $campuran logam% dan mineral tertentu! (u"uan Untuk membuat larutan dasar dari bahan dasar cair maupun po)der!

(*N+AUAN PU#(A,A Larutan merupakan campuran dari dua zat atau lebih! Larutan dapat ter"adi karena komponen larutan terdispersi men"adi atom atau molekul-molekul atau lain-lain yang bercampur baur! Larutan dapat berupa padat , cair atau gas! Namun lazimnya yang disebut larutan adalah zat cair! Larutan terdiri dari dua komonen yaitu pelarut dan zat terlarut $Har"adi, .///%! Larutan adalah campuran karena terdiri dari dua bahan yang disebut homogeny karena sifat-sifatnya sama dengan sebuah cairan! ,arena larutan adalah campuran molekul yang biasanya molekul-molekul pelarut agak ber"auhan dalam larutan bila dibandingkan dalam larutan murni $0ahyudi! .///%! Dalam pembuatan larutan dengan konsentrasi tertentu sering dihasilkan konsentrasi yang tidak kita inginkan! Untuk mengetahui konsentrasi yang sebenarnya perlu dilakukan standarisasi!standarisasi sering dilakukan dengan titrasi! 1at-zat yang didalam "umlah yang relati e besar disebut pelarut $Da id, .//2%!! Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat! 1at yang "umlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut $zat% terlarut atau solut, sedangkan zat yang "umlahnya lebih banyak daripada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau sol en! ,omposisi zat terlarut dan pelarut dalam larutan dinyatakan dalam konsentrasi larutan, sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut pelarutan atau sol asi $&hang, .//3%!

4E(5DE PE6&57AAN Alat dan bahan Adapun alat yang dipakai pada praktikum ini antara lain8 larutan H&L pekat $39:%, Na5H, Na.HP5;, air destilata, gelas piala, labu ukur, magnetic stirrer, Ph meter, sarung tangan!

DA(A HA#*L PEN'A4A(AN DAN PE47AHA#AN Data Hasil Pengamatan no larutan konsentrasi olume massa 2 H&L /,< N 3/ ml . H&L /,2 N 3/ ml 3 H&L /,/2 N 3 ml ; Na5H /,< N =< ml 2,< gr! < Na5H /,/< N =< ml /,3 gr! 9 Na5H /,/< N =< ml /,2< gr! = Na5H /,/2 N =< ml -

Analisa data >2 ? 42 @ >. ? 4. >2 ? 2. @ 2</ ? /,< >2 @ $2</ ? /,<%A2. >2 @ 9,.<@ 9,3 ml! 42 @ $2/ ? : ? B%A$4rC74% @ $2/ ? 39 ? 2,2D%A39,< @ 22,=E @ 2. molar! >2 ? 42@ >. ? 4. >2 ? =< @ 2// ? /,< @ /,= ml! 4 @ 'rA4r ? 2///A> /,< @ 'rA4r ? 2///A=< 'r @ 2,< gr! ,onsentrasi /,< N H&L >2 ? N2 @ >. ? N. >2 ? /,< @ 2</ ? /,2 >2 @ 3/ ml! Pembahasan 'una penggunaan kaca mata dan sarung tangan ketika beker"a dengan asam atau basa kuat agar terhindari dari reaksi kimia yang terpancar dari asam atau basa kuat, pada penggunaan kaca mata dimaksudkan agar praktikan terhindar dari percikan asam atau basa kuat yang berupa cairan dan sangat berbahaya bagi retina mata manusia normal, ketidakhatihatian dalam penggunaan asam atau basa kuat pengaruh besar terhadap mata akan menimbulkanAmenyebabkan kebutaan permanen! (u"uan penggunaan masker dimaksudkan agar praktikan terhidar dari uap yang ditimbulkan oleh asam atau basa kuat yang dapat berisiko besar pingsan dalam "angka )aktu yang lama! (u"uan penggunaan sarung tangan dimaksudkan agar praktikan terhidar dari tetesan pada saat pengambilan asam atau basa kuat ketidakhatihatian dalam penggunaan asam atau basa kuat pengaruh besar terhadap tangan akan ter"adinya luka dan iritasi kulit yang permanen men"adi kecacatan! Larutan penyangga atau dikenal "uga dengan nama larutan buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH apabila larutan tersebut ditambahkan se"umlah asam atau basa maupun diencerkan dengan menambah se"umlah olume air! +adi apabila suatu larutan penyangga ditambahkan asam atau basa ataupun diencerkan maka nilai pH larutan penyangga tersebut akan tetap! Larutan penyangga atau larutan buffer atau dapar merupakan suatu larutan yang dapat mempertahankan nilai pH tertentu! Adapun sifat yang paling menon"ol dari larutan penyangga ini seperti pH larutan penyangga hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam kuat! Disamping itu larutan penyangga merupakan larutan yang dibentuk oleh reaksi suatu asam lemah dengan basa kon"ugatnya ataupun oleh basa lemah dengan asam kon"ugatnya! 6eaksi ini disebut sebagai reaksi asam-basa kon"ugasi! Disamping itu mempunyai sifat

berbeda dengan komponen-komponen pembentuknya! Normalitas menyatakan "umlah mol eki alen zat terlarut dalam 2 liter larutan! Untuk asam, 2 mol eki alennya sebanding dengan 2 mol ion HF! Untuk basa, 2 mol eki alennya sebanding dengan 2 mol ion 5H-!Antara Normalitas dan 4olaritas terdapat hubungan 4olaritas menyatakan "umlah mol zat terlarut dalam 2 liter larutan! 4olaritas suatu larutan menyatakan "umlah mol suatu zat per liter larutan! 4isalnya 2!/ liter larutan mengandung /!< mol senya)a G, maka larutan ini disebut larutan /!< molar $/!< 4%! Umumnya konsentrasi larutan berair encer dinyatakan dalam satuan molar! ,euntungan menggunakan satuan molar adalah kemudahan perhitungan dalam stoikiometri, karena konsentrasi dinyatakan dalam "umlah mol $sebanding dengan "umlah partikel yang sebenarnya%! ,erugian dari penggunaan satuan ini adalah ketidaktepatan dalam pengukuran olum! #elain itu, olum suatu cairan berubah sesuai temperatur, sehingga molaritas larutan dapat berubah tanpa menambahkan atau mengurangi zat apapun! #elain itu, pada larutan yang tidak begitu encer, olume molar dari zat itu sendiri merupakan fungsi dari konsentrasi, sehingga hubungan molaritas-konsentrasi tidaklah linear! Pada praktikum yang telah dilaksanakan tidak diperolehnya Ph = disebabkan oleh H&L yang digunakan pada saat praktikum tidak pekat, hal ini sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka = haruslah menggunakan H&L pekat sebagai syarat utama! Penyebab lain yaitu H&L /,< N yang digunakan sudah tidak layak pakai $e?spired%, hal ini "uga sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka = harus menggunakan H&L yang masih aktif, karena kegagalan yang sangat signifikan ditimbulkan dari bagus atau tidak H&L yang digunakan! Labu ukur dibutuhkan dalam pembuatan larutan karena fungsi utama dari labu ukur salah satu nya adalah sebagai tempat pembuatan larutan! Digunakannya labu ukur karena labu ukur dapat kita gunakan untuk mengaduk campuran larutan secara merata dengan cara mengocok dengan arah yang berbeda! ,E#*4PULAN Adapun kesimpulan yang diperoleh pada praktikum ini antara lain 8 Pada praktikum yang telah dilaksanakan tidak diperolehnya Ph = disebabkan oleh H&L yang digunakan pada saat praktikum tidak pekat, hal ini sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka = haruslah menggunakan H&L pekat sebagai syarat utama! Penyebab lain yaitu H&L /,< N yang digunakan sudah tidak layak pakai $e?spired%, hal ini "uga sangat berpengaruh besar karena untuk mencapai titik Ph normal dari suatu larutan yaitu angka = harus menggunakan H&L yang masih aktif, karena kegagalan yang sangat signifikan ditimbulkan dari bagus atau tidak H&L yang digunakan! Digunakannya labu ukur karena labu ukur dapat kita gunakan untuk mengaduk campura larutan secara merata dengan cara mengocok dengan arah yang berbeda! Penggunaan masker dimaksudkan agar praktikan terhidar dari uap yang ditimbulkan oleh asam atau basa kuat yang dapat berisiko besar pingsan dalam "angka )aktu yang lama! Penggunaan sarung tangan dimaksudkan agar praktikan terhidar dari tetesan pada saat pengambilan asam atau basa kuat ketidakhatihatian dalam penggunaan asam atau basa kuat pengaruh besar terhadap tangan akan ter"adinya luka dan iritasi kulit yang permanen men"adi kecacatan! Penggunaan kaca mata dimaksudkan agar praktikan terhindar dari percikan asam atau basa kuat yang berupa cairan dan sangat berbahaya bagi retina mata manusia normal!