Anda di halaman 1dari 1

PEMANFAATAN SERAT PELEPAH PISANG SEBAGAI MATERIAL KOMPOSIT POLIESTER DALAM PEMBUATAN TEMPURUNG HELM YANG EKONOMIS DAN

RAMAH LINGKUNGAN Tri Wiatno, Muhammad Abdurrahman, Alfi Fajar Fazada Institut Teknologi dan Sains Bandung Abstrak : Pelepah pisang jarang dimanfaatkan karena keberadaannya yang dianggap sebagai limbah dari hasil perkebunan. Pelepah pisang adalah bagian dari serat alam, dimana mempunyai sifat fisik dan kimia yang mampu dijadikan sebagai penguat dalam pembuatan material komposit untuk menggantikan serat sintetis yang harganya cenderung mahal. Dalam pembuatan komposit ini digunakan resin poliester sebagai matriksnya. Resin poliester adalah matriks yang paling banyak digunakan dalam pembuatan berbagai komposit. Nilai uji tekan komposit serat pelepah pisang adalah sebesar 12.92 N/mm2 dengan ketebalan serat 0.7 mm, sedangkan nilai maksimum pada uji tekan untuk helm SNI yang beredar di pasaran hanya 4,078 N/mm2 dan 3,331 N/mm2 untuk pengujian pada sisi atas dan sisi samping helm. Dengan nilai uji tekan sebesar 12.92 N/mm2, komposit serat pelepah pisang akan hancur ketika diberikan tekanan 3.23 ton. Penambahan serat pisang bertujuan untuk mereduksi berat tanpa mengurangi kekuatannya. Berdasarkan keunggulan tersebut komposit serat pelepah pisang berpotensi untuk diaplikasikan sebagai tempurung helm. Proses pembuatan tempurung menggunakan komposit poliester dari pelepah pisang terdiri dari beberapa tahap, yaitu preparasi serat, pembuatan pola, fabrikasi (pelapisan pola, penempelan serat, dan pengeringan). Fabrikasi tempurung helm dilakukan dengan proses cetakan terbuka (open-mold process) menggunakan metode hand lay-up dengan beberapa layer. Preparasi serat dilakukan dengan cara direndam dalam larutan NaOH 15% selama 24 jam untuk menghilangkan lignin yang ada, setelah itu serat dikeringkan. Pola dibuat dengan bahan plat logam yang telah di desain membentuk tempurung helm, kemudian ditaburi parting agent agar memudahkan dalam proses pelepasan komposit dengan polanya. Setelah itu melapisi pola dengan resin poliester menggunakan kuas, dilanjut dengan penempelan serat pelepah pisang dan dilapisi resin lagi. Hal ini dilakukan berulang hingga ketebalan serat mencapai 2 mm dilanjutkan dengan proses pengeringan di udara terbuka. Komposit serat pelepah pisang dinilai memenuhi syarat yang di tetapkan SNI dalam hal sifat mekaniknya. Kata kunci : hand lay-up, helm, komposit, pelepah pisang, serat