Anda di halaman 1dari 27

SURVEY KONSUMSI GIZI II

DYAH UMIYARNI P,SKM,M.Si

LANJUTAN TINGKAT INDIVIDU KUANTITATIF

PERKIRAAN PENCATATAN PANGAN (estimated food record) Responden mencatat semua pangan (makanan dan minuman) yang dikonsumsi pada waktu yang ditentukan Biasanya 3, 5, 7 hari Detail metode penyiapan, deskripsi rinci pangan, label, Merek, cara memasak Porsi pangan dalam ukuran rumah tangga URT, gram atau ukuran lainnya dicatat Untuk Composite Dish dicatat bahan-bahan mentah, cara pengolahan, berat akhirnya

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN


Kelebihan : Mengukur konsumsi aktual Untuk konseling diet, analisis statistik

Kelemahan : Akurasi tergantung keterampilan responden mengukur kuantitas Waktu lama beban berat Kerjasama rendah Memerlukan responden yang tidak buta huruf

PENIMBANGAN MAKANAN FOOD WEIGHTING


Paling tepat untuk mengestimasi konsumsi gizi individu Responden menimbang semua pangan (makanan dan minuman) yang dikonsumsi dan sisa selama waktu tertentu Waktu 1-7 hari Makanan yang dimakan di luar dideskripsikan jumlahnya atau dibawa pulang untuk ditimbang Makanan di luar rumah dicarikan penggantinya untuk kemudian ditimbang oleh peneliti, juga perkiraan berat yang dikonsumsi responden.

LANGKAH-LANGKAH PENIMBANGAN MAKANAN


1. Petugas atau responden menimbang dan mencatat bahan makanan/minumnan yag dikonsumsi dalam gram 2. Jumlah bahan makanan yang dikonsumsi sehari, kemudian dianalisis dengan menggunakan DKBM atau DKGJ 3. Membandingkan hasilnya dengan AKG

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PENIMBANGAN PANGAN


Kelebihan : Mengukur konsumsi aktual Akurat Data bisa untuk konsultasi diet korelasi, regresi Kelemahan : Harus tersedia timbangan makanan Makan waktu, mahal Beban responden berat Subjek merubah pola makan Subjek/responden tidak buta huruf

CONTOH FORM PENIMBANGAN MAKANAN


Hari Ke : ........

Waktu makan

Nama Makanan

Jenis bahan makanan

Berat mentah (gram)

Berat masak (gram)

Sisa (gram)

Jumlah orang yang makan

Ratarata/orang (mentah)

Catatan : Pencatatan data penimbangan dilakukan sebelum dimakan dan setelah dimakan

TINGKAT INDIVIDU KUALITATIF

SEJARAH PANGAN
DIETARY HISTORY
Untuk Mengetahui makanan yang sesungguhnya dari seseorang dalam jangka waktu lama Menentukan proporsi masyarakat yang konsumsinya kurang dari seharusnya

Menurut Burke (1947) menyatakan bahwa metode ini terdiri dari tiga komponen yaitu : 1. Wawancara (termasuk recall 24 jam), yang menggumpulkan data tentang apa saja yang dimakan responden selama 24 jam terakhir (intake actual) 2. Frekuensi penggunaan dari sejumlah bahan makanan dengan memberikan daftar (check list atau kuesioner) yang sudah disiapkan, untuk mengecek kebenaran dari recall 3. Pencatatan makanan selama 2-3 hari berturutturut sebagai cek ulang

Kelebihan metode riwayat makan 1. Dapat memberikan gambaran konsumsi pada periode yang panjang secara kualitatif dan kuantitatif 2. Biaya relatif murah 3. Dapat digunakan di klinik gizi untuk membantu mengatasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan diit pasien

Kelemahan metode riwayat makan 1. Terlalu membebani pengumpul data/peneliti dan responden 2. Sangat sensitive dan membutuhkan pengumpulan data/peneliti sangat terlatih 3. Tidak cocok dipakai pada survey-survey besar 4. Data yang dikumpulkan lebih bersifat kualitatif jarang dipakai 5. Biasanya hanya difokuskan pada makanan khusus, sedangkan variasi makanan seharihari sulit diketahui.

Jenis Bahan Makanan

Frekuensi Konsumsi *)

Perkiraan jumlah setiap makanan

Asal bahan makanan

Keterangan

*)

1 = Lebih dari sekali sehari 2 = Sekali sehari 3 = 4 6 kali seminggu 4 = 1 3 kali seminggu 5 = sekali atau beberapa kali setahun

FREKUENSI MAKANAN
FOOD FREQUENCY
Menentukan frekuensi dari konsumsi sejumlah bahan makanan atau minuman dalam suatu periode tertentu Mengetahui kebiasaan/ pola konsumsi sekelompok masyarakat Hari, minggu, bulan atau tahun Hipotesa : jumlah konsumsi zat gizi pada masa lalu bila dikaitkan dengan risiko sakit jauh lebih penting dari apa yang dimakan saat ini

Paling sering digunakan dalam penelitian epidemiologi gizi


Ingin diketahui beberapa zat gizi tertentu Membedakan individu berdasar rangking konsumsi/tingkat konsumsi gizi Periode pengamatan lama

Komponen kuesioner
1.Daftar makanan yang ingin diketahui konsumsinya 2.Frekuensi konsumsi pada periode waktu tertentu

Bahan makanan yang masuk daftar:


1.Frekuensi cukup sering dikonsumsi 2.Mengandung cukup zat gizi yang diteliti 3.Sebagai faktor pembeda harus dikonsumsi dalam jumlah cukup bervariasi

Pemilihan metode ditentukan


Tujuan penelitian Jumlah responden Ketersediaan dana dan tenaga Pendidikan responden

Langkah-langkah metode frekuensi makanan : Responden diminta untuk memberikan tanda pada daftar makanan yang tersedia mengenai frekuensi penggunaan dan ukuran porsinya Pengumpul data melakukan rekapitulasi tentang frekuensi penggunaan jenis-jenis bahan makanan terutama bahan makanan yang merupakan sumber-sumber zat gizi selama periode tertentu.

Kelebihan metode frekuensi makanan Relatif lebih murah dan sederhana Dapat dilakukan sendiri oleh responden Dapat membantu untuk menjelaskan hubungan antara penyakit dan kebiasaan makan

Kelemahan metode frekuensi makanan Tidak dapat untuk menghitung intake zat gizi sehari (Bisa dimodifikasi dengan menghitung rata-rata berat porsi pangan dan dibuat persamaan regresi berganda sehingga dapat diduga kandungan zat gizinya Sulit mengembangkan kuesioner pengumpulan data Cukup menjemukan bagi pewawancara/pengumpul data Perlu membuat percobaan pendahuluan (kuesioner) untuk menentukan jenis bahan makanan yang akan masuk dalam daftar kuesioner Responden harus jujur dan mempunyai motivasi tinggi

Frekuensi Konsumsi *) Nama Bahan Makanan 1. Makanan Pokok a. b. 2. Lauk Hewani a. Telur b. Daging c. dsb 3. Lauk Nabati a. Tempe b. Tahu c. dst 4. Sayur-sayuran a. b. 5. Buah-buahan a. b. 6. Lain-lain a. b. > 1x/har i 1x/ha ri 46x/mingg u 13x/mingg u 1x/bula n 1x/tahu n Keterang an

Apabila kuesioner frekuensi pangan dimodifikasi dengan berat pangan atau porsi pangan, maka disebut kuesioner frekuensi pangan semikuantitatif.

Penentuan Skor dalam food frekuensi 0 Tidak pernah dikonsumsi 1 bulan terakhir 5 Dikonsumsi 1-3 kali per bulan 10 Dikonsumsi 1-3 kali per minggu 25 Dikonsumsi lebih dari 3 kali per minggu 35 Dikonsumsi 1 kali per hari 50 Dikonsumsi lebih dari 1 kali per hari

Nama makanan s

Berat (g)

Porsi

Frekuensi

Porsi

Ratarata x/H B

Berat

x/H

x/M

x x/T / B

g/H

kambing

200

1x 2x

1/365

200/3 65
400/7

stea k

200

2/ 7

Ket: H=hari, M=Minggu, B=Bulan, T=Tahun, K=Kecil, S=Sedang, B=Besar

Langkah-langkah Penggunaan FP Semikuantitatif


1. Lakukan pendekatan responden 2. Tanyakan kesediaan ikut penelitian 3. Mulai dg menanyakan makanan pokok yang dikonsm setiap hari, minggu, bulan, atau bahkan sampa1 tahun

4. Untuk memudahkan biasanya yg ditanya perhari adl: pokok, nabati, sayuran hewani:perminggu/bln. Buah musiman ditanya perminggu/bulan/th 5. Tanyakan porsinya:K,S atau B 6. Kalau semua sudah terisi dlm frek dan porsi, jadikan semua data frek dan porsi dg hari selanjutnya diubah dl gram.Bila minggu maka dibagi 7hari dst

Untuk mengolah dan membahas FP Semikuantitatif berdasar frek yg paling sering dikonsumsi dan berat pangan dalam suatu kelompok pangan.
Misal: sumber pangan pokok/KH, yang paling sering adalah beras dengan berat x gram Hewani yg paling sering telur dengan berat x gram