Anda di halaman 1dari 70

ARTHROPODA

PERANAN ARTHROPODA PADA BIDANG KESEHATAN 1. Menimbulkan gangguan langsung


1. 2. 3. 4. 5. Entomophobia Melukai alat sensoris Mengeluarkan racun Dermatitis (nyamuk, kutu, pinjal) Sebagai parasit (endoparasit : larva myiasis. Ektoparasit: kutu) permanen/ tdk permanen/periodik

2. Menularkan penyakit
/vektor Racun masuk melalui:
1. Gigitan (kelabang, laba2) 2. Tusukan (nyamuk, kutu)

3. Sengatan (lebah, kalajengking)


4. Kontak langsung (bulu ulat)

Pengaruh racun :
Hemolysis (kalajengking), Hemorrhagi (lebah), gatal, neurotiksik (gangguan syaraf) ex. kalajengking

Cara penularan penyakit


Serangga dapat menularkan penyakit melalui

beberpa cara: 1. Penularan secara mekanik (dr penderita ke org lain mell. bag.luar serangga) misal, telur, cacing, kista protozoa dan bakteri usus dpt dipindahkan dari tinja ke makanan melalui kaki atau badan lalat rumah 2. Penularan secara biologi (dilakukan setelah parasit/agens yg diisap serangga vektor mengalami proses biologik dlm tubuh vektor.

Lanjutan vektor biologik


Bila di dlm tubuh vektor, parasit hanya
membelah diri menjadi banyak, penularan ini disebut penularan propagatif, misal Yersinia pestis dlm pinjal tikus. Bila di dlm tubuh vektor, parasit berubah bentuk dan membelah diri menjadi banyak, disebut penularan sikliko-propagatif, misal

Bila di dlm tbh vektor, parasit hanya berubah

Plasmodium, Leishmania dan Trypanosoma

bntk mjd infektif dsbt siklikodevelopmental, misal Wuchereria bancrofti.

Biologi Arthropoda

Tubuh bilateral simetris Tubuh beruas-ruas (kepala, dada dan abdomen) Anggota gerak berpasangan & beruas Rangka luar keras (khitin), moulting (hormon exdyson) Saluran pencernaan sempurna (mulut : mengunyah, menghisap, memotong, menjilat) Respirasi: insang, trachea Alat kelamin terpisah

Meyer dan Olsen, 1975

Klasifikasi phyllum Arthropoda


Kelas Crustacea
Myriapoda

sub kelas
Copepoda Brachiura

ordo
Caligidae Argulidae

sub ordo

Familia

Chilopda
Acarina ixodes ixodidae Argasidae

Arachnida

Sarcoptiformes

Sarcoptidae
Psoroptidae

Mesostigmata

Dermanyssidae

Pentastomida

Porocephala

Porocephalidae

Lanjutan klasifikasi
Kelas sub kelas
Insekta

ordo
Siphonaptera

sub ordo
-

Familia
Ceratophyllidae Leptopsyllidae Pulicidae Tungidae

Anoplura Mallophaga

Pediculidae

Diptera

Cyclorapha

Muscidae
Hippoboscidae

Brachycera Nematocera

Tabanidae Psychodidae Simulidae Culicidae

Hemiptera

Reduviidae

Cimicidae

Vektor mekanik dan biologis dari:


. Protozoa parasit 1. Tripanosomiasis a. lalat Glosina (tse-ste): G. palpalis vektor T. gambience,
G. morsitans vektor T. rhodesience b. Stomoxys calcitrans vektor T. evansi c. Triatoma infestans vektor T. cruzi di Argentina &

Chili d. Rhodnius prolixus vektor T. cruzi di Venezuela e. Panstrongylus megistus vektor T cruzi di Brazilia F. Tabanus striatus vektor T evansi

2. Leishmaniasis

a. Phlebotomus sergenti vektor L. tropica, L. brazilliensis

b. Phlebotomus longipalpis vektor Leishmaniasis di



Amerika Tengah dan Selatan c. Phlebotomus chinensis vektor Leishmaniasis di China d. Phlebotomus pernicious vektor Leishmaniasis di Laut Tengah

dan L. donovani di India

3. Malaria

Anopheles sp vektor Plasmodium

Vektor mekanik dan biologis dari :

B. Cacing parasit

1. Anopheles sp vektor Filaria bancrofti 2. Aedes, Culex & Manzonia vektor F. bancrofti,

malayi & timori 3. Simulium damnosum & S. neavei vektor Onchocerca volvulus di Africa. S. metallicum, S. ochraceum & S. callidum vektor O. volvulus

4. Chrysop dimidiata vektor Loa-loa 5. Culicoides furrens, C. grahami & C. austeni


vektor Manzonella ozzardi

di America Tengah

Vektor mekanik dan biologis dari :

C. Virus 1. Nyamuk Culex dan Aedes


a. Culex tarsalis vektor Equine encephalomeylitis b. Culex tritaeniorhynchus vektor Japanese B. encephalitis c. Culex gellidus vektor chikungunya d. Ades aegypti vektor demam berdarah

2. Familia Ixodidae
a. Dermanysus andersoni vektor Colorado tick fever b. Dermacentor pictus, D. marginatus & Ixides persullatus vektor Far Eastern Spring summer Encephalitis di Russia, Siberia, Korea, Cina, Malaysia & India

3. Familia Dermanysidae
Dermanyssus gallinae vektor St. Louise encephalitis & western equine
encephalitis

4. Phlebotomus
Phlebotomus papatasii vektor Pappataci fever di tropik & sub tropik

Vektor mekanik dan biologis dari :



D. Rickettsia 1. Tungau (Trombicula acamusi, T. deliense, T. fletcheri vektor

Rickettsia tsutsugamusi 2. Tuma (kutu kepala) Pediculus humanus capitis vektor louse
borne disease: a. Epidemic typhus oleh R. prowazecki di Mexico, A. selatan, Balkan, Eropa timur dan Afrika b. Trench fever oleh R. qiuntana di Ukrania & Jugoslavia 3. Pinjal (Xenopsylla cheopsis & Nosopsyllus fasciatus vektor Endemic typhus/murine typhus oleh R. moseri 4. Familia Ixodidae a. Rocky Mountain Spotted Fever oleh R. rickettsii b. Bouten neuse fever Rhipicephalus sanguenius c. Queensland Tick Fever Ixodes holocyclus d. Siberian Tick Typhus (Rickettsia sibericus) oleh Dermacentor e. Q. Fever (Coxiella brunetti) oleh Amblyoma americsnus & D.

andersoni

Vektor mekanik dan biologis dari :


a. Pinjal (Xenopsylla cheopsis dan Pulex irritans vektor penyakit
pes (pes plague) oleh bakteri Pasteurella pestis b. Tabanus striatus vektor anthrax oleh bakteri Bacillus anthraxis c. Phlebotomus verrucarum penyakit disebut bartonellosis oleh bakteri Bartonella bacilliformis

E. Bakteri (penyakit Pes & Bartonellosis)

F. Tularemia
a. Pinjal (Diamanus montanus) vektor Tularemia binatang b. Fam. Ixodidae (D. andersoni & D. variabilis) vektor Pasteurella

tularensis c. Simulium decorum vektor mekanik tularemi d. Chrysop silacea & C. discalis vektor Tularemia

Vektor mekanik dan biologis dari :


1. Pediculus humanis capitis vektor Louse relapsing fever G. Spirocheta & Borrelia penyebab Relapsing fever
oleh Borrelia Recurrentis 2. Family Argasidae (Ornithodorus moubata) vektor relapsing fever

H. Sebagai hospes perantara


1. Pinjal hospes perantara dari Dipylidium caninum 2. Cyclop hospes perantara dari Dracunculus medinensis, Diphyllobothrium latum dan Gnatostoma spinigerum, Diaptomus hos per D. latum & Patamon & Cambarus Hp Paragonimus westermani. 3. Tenebrio molitor Hp Hymenolepis diminuta 4. Kelas myriapoda dari ordo Diplopoda (Millipedes) Hp H.

diminuta

Arthropoda yang merugikan manusia


Hidup di air laut, tawar dan di darat yang lembab Tubuh : kepala (5 segmen), 2 antena (1 ps mandibula lateral
& 2 ps maxilla) Thorax 2 60 segmen Abdomen memp. Ruas yg jelas. Mempunyai telson pd ujungnya. Respirasi dg insang, yg di darat dg speudotrachea Alat gerak mengalami modifikasi dlm berbagai bentuk yang berhubungan dg fungsinya, biasanya biromous Jantan, alat kelamin terdpt di proximal kaki ke 4, betina pd kaki ke 2.

1. CLASSIS Crustacea

1. Sub classis Copepoda


Mikroskopis Merupakan makanan bagi hewan lain yg > Jenis kelamin terpisah jantan < dp betina Hidup bebas, hospes perantara & parasit Ex. Cyclops viridis ----- Hp: D. latum, Gnstostoma spinigerum & D. medinensis Tubuh td cephalothorax & abdomen. Pd kepala tdp mata Satu ps antenulae panjang dg rambut2 & antena pendek Thorax 4 segmen. Segmen I mengandung kaki perenang yg bersifat biromous td 3 segmen.

Kaki pada segmen ke 5 td 2 ruas, anus di segmen akhir

2. Subclassis Brachiura

Merup. Kelompok Crustacea parasitik

temporer pada ikan. Terdapat pd ikan air tawar atau laut. Betina meletakkan telur pd potongan kayu serta benda-benda lain, di atas batu menetas menjadi larva yg bentuknya seperti dewasa. Tubuhnya pipih dorsoventral, parasit ini dikenal dengan nama Argulus spp

2. Classis Myriapoda
Bentuk silindris, kepala, thorax & abdomen Sepasang antena pada kepala, sepasang mandibula & 2 ps maxilla Abdomen td 6 200 ruas, setiap ruas memp kaki Ordo: Chilopoda (Centipedes) Tubuh td 20 ruas, setiap ruas memp kaki. Dikenal dg nama binatang berkaki seratus Hidup pada tumpukan kayu, barang & carnivora Mempunyai racun yg bermuara pd ujung cakar, racun utk melumpuhkan korbannya. Ex. Scutigera forceps & Scolopendra, tusukannya menyebabkan radang krn racun yg dikeluarkan, dpt tersebar ke slrh tubuh reaksi sistemik : sakit kepala dan perut terasa mual.

3. Classis Arachnida
Binatang terestrial (darat), siang hari bersembunyi di

1. Ordo Scorpionida

tempat gelap: di bawah karang, lantai, pecahan dinding, sepatu, pakaian dsb. Racun dikeluarkan mell ujung penyengat utk membunuh korbannya, seperti laba2, dan insekta juga manusia. Scorpion yg kecil tdk dpt menembus kulit mns ttp yg besar dpt dan terasa spt disengat lebah.

2. Ordo Araneida (laba-laba, spider)

Mengeluarkan racun utk melumpuhkan mangsanya Tubuh td cephalothorax dan abdomen (lunak

berkantung, berambut, membulat dan tak bersegmen) Pd cephalothorax tdpt 4 ps kaki yg berbulu panjang Bag. Mulut dilengkapi sp khelisera yg berbisa, zat racun dikeluarkan dr kelenjar dlm cephalothorax Laba2 membuat jaring di dlm/luar rumah yg tersembunyi utk menjebak mangsanya berupa insekta.

Siklus hidup

Metamorfosis tdk lengkap, telur berkelompok, biasanya

terbungkus kokon. Mengalami 9 kali pergantian kulit Ex. Lactrodectus mactans the black widow spider Telur 100-600 butir, 2-4 mg menetas, 3 bln menjadi dewasa, bila diganggu akan menggigit & memasukkan racun yg bersifat neurotoksik lebih kuat dr racun ular. Gigitannya tdk terasa, hanya spt tusukan jarum. Racun segera tersebar ke slr tbh bersama aliran limfe dan darah, menyebabkan kejang-kejang perut, kaki dan dada.

3. Ordo Acarina 1. sub ordo Ixodides

Dikenal dg nama Tick/caplak/sengkenit Hard tick/caplak keras/Ixodidae, skutum

keras, kapitulum jelas, yg betina dpt membesar saat makan. Soft tick/caplak lunak/Argasidae, skutum lunak Caplak dpt menyebabkan neurotoksik, 300 sp sbg ektoparasit

Dermacentor andersoni
Bentuk oval atau ellips (cephalothorax dan abdomen), warna coklat kemerahan Kaki 4 ps tiap kaki terdiri dr 6 ruas, yg ke 6 berpangkan pada basal koksa Kapitulum nampak dr dorsal td dr basis kaputili (penting utk identifikasi dan bag. mulut

IXODIDAE

Scutum yg jantan menutupi


seluruh permukaan dorsal bagian anterior

Scutum yg betina hanya pada

Anatomi D. andersoni dari ventral dan Hipostoma

Bagian mulut:

Hipostoma : gigi2 spt kikir Khelisera : sepasang sebagai alat pemotong Pedipalpi : sepasang td 4ruas sbg penyokong Mata : Jika ada di anterior lateral dr scutum

Siklus hidup

Jantan dan betina menghisap darah 5-13 hr

lepas dr inang, 14-41 menghasilkan telur 2000-8000 butir. Setelah 3-36 hari betina mati (Ixododae). Soft tick bertelur 100-200, 2-7 mg menetas menjd larva (seed tick) dg 3 ps kaki aktif melekat pd bnt kecil & menghisap darah, lepas eksdisis menjd nympha (4 ps kaki) tdk memp. Porus genetalis Soft tick mengalami bbp kali std nympha menjd dewasa (1-2thn) --- kopulasi & bertelur , hard tick dpt hdp 10 thn, tahan lapar thn.

Patogenitas

Menimbulkan paralisis Menimbulkan dermatitis Vektor virus, bakteri, rickettsia & protozoa. Menyebabkan haemorrhagi toksin yg dikeluarkan Caplak memasukkan kapitulum ke dlm jar kulit menyebabkan radang & infeksi sekunder, bila kapitulum patah luka akan bernanah

Argasidae

Ornithodoros moubata
Hospes : burung, jarang pd mns Kapitulum tdk nampak dr dorsal Lempeng dorsal tdk ada.
mulut B. sisi ventral terlihat 4 ps kaki & alat

A. sisi dorsal

2. Sub ordo Sarcoptiformes (tungau = mite)

Fam. Sarcoptidae Sarcoptes scabiei



Dermatitis
Dorsal konvek, Ventral datar Tdk memp mata Kaki 4 ps, 2 ps pd notothorax uj spt tabung, sbg alat penghisap yg berbentuk bel 2 ps pd notogaster, kaki blk menjadi bulu keras yg panj.

Siklus hidup

S. scabiei tdp pd terowongan yg dibuatnya dlm


epidermis. Panas kulit tungau menj aktif. Terowongan yg dibuat ter batas pd tanduk kulit. Betina bertelur 40-50 butir, 2-4 butir /hr 3-10 hr menetas menj larva berkaki 6 --larva berkaki 8. Jantan hanya memp 1 stadium, sdng betina 2 kali, siklus hidup lengkap 8-15hr. Scabies menyebabkan penyakit kudisan 1. Khelisera 2. Palpus 3. Kaki pertama 4. Kaki ke dua 5. Kaki ke empat

3. Subordo Trombidiformis
Fam. Demodicidae Contoh: Demodex follicularum Parasit kelenjar cebaceus dan folikul rambut mammalia

include mns, kosmopolit, tungau tsb spt cacing, kapitulum pendek & abdomen panjang, ujung runcing Kaki 4 pasang sangat pendek Manfestasi berupa jerawat, bercak2 hitam menonjol (black heads) atau kelainan kulit lainnya. Wanita yg > sering mengggunakan face cream > sering dijumpai adanya Demodex tsb dp dg air & sabun . jantan, B. betina, c. kait Bag. anterior D. Demodex folliculorum

Classis Pentastomida
Ordo: Porocephalida Family: Porocephalidae

Species: Linguatula serrata Dewasa & nympha pernah ditemukan dlm hidung anjing &

orgme lain. Larva & nympha terbungkus oleh kapsula tdpt pd herbivora Infeksi pd mns oleh prst dewasa jarang dijumpai ttp pernah dilaporkan infeksi oleh larva di Eropa, Afrika, Amerika Tengah & Selatan Telur bila tertelan oleh mammalia menetas larva dg kaki 4 menembus dinding usus, menkista di hepar, pulmo, lien Species Armillifer armilatus (di Afrika) Pernah ditemukan pd mns, stadium dewasa terdpt pd ular phyton & jenis ular lainnya.

CLASSIS INSEKTA


Tubuh td dr kepala, thorax dan abdomen Kepala td dr 6 segmen & 1 ps mata majemuk, bbp sederhana Alat peraba/antena beruas-ruas Alat mulut disesuaikan dg kebiasaan cara makan: menggigit atau mengunyah (lipas), menusuk dan menghisap (nyamuk), menempel dan menghisap (lalat) alat mulut td dr: labrum, sps mandibula dan palpus maxillaris, labium dan palpus labialis Thorax td dr 3 segmen (pro, meso dan meta thorax) Abdomen td dr 11 segmen, ruas terakhir menjadi alat kelamin, yaitu hypopigium pada jantan dan ovipositor pd betina Peran insekta dpt sbg predator, hama/parasit pd tbhan& bnt, vektor Susunan alat pencernaan td dr: faring, esophagus, proventrikulus, lambung yg dpt mengembang (mid gut), intestinum/usus belakang, rektum dan anus Pd serangga pengisap darah, faring berotot sbg pompa pengisap, tdp 1 ps kelenjar ludah bermuara di mulut. Metamorfosis: sempurna atau tidak sempurna

1. Ordo: Siphonaptera (pinjal)


Ektoparasit Menginfestasi mammalia dan burung Inang tdk spesifik, mrk meloncat dr inang yg satu ke

lainnya Mengeluarkan zat anti koagulan seblm menghisap drh Tubuh pipih bilateral, tidak bersayap, warna coklat Pada bagian kepala tdpt sepasang mata, antene, alat mulut, sisir (comb) Antene di sisi samping kepala, beruas-ruas, Comb dpt terletak di sebelah atas mulut (oral/genal comb / ctinidium) Comb juga tdpt di belakang pronotum/pronatal ctenidium dan di abdomen (abdominal comb) Thorax td pro, meso & metathorax (pd setiap thorax tdpt se ps kaki

1. Kepala 2. Extremitas belakang jantan 3. Reseptaculum seminalis

Morfologi umum pinjal dewasa

a. Pulex irritans b. Xenopsyla cheopsis c. Nosopsyllus fasciatus d. Ctenocephalida canis

Metamorfosis lengkap Inang: bnt rumah spt anjing, kucing, tikus dll Telur diletakkan pada rambut2 hospes kmd jatuh di tanah,

Siklus hidup

menetas mjd larva mell 2 atau 3 tadium (7-21 hr) kadang bbp bln mjd pupa kemd mjd dewasa jantan & betina menghisap drh. Dapat hidup selama 3bln tanpa makan. Peranan: Vektor peny. Pes (plague) oleh X. cheopsis & P. irritans , (Endemik/murine typhus) Oleh Ricktettsia moseri vektr: X. cheopsis & N. fasciatus, D. caninum oleh C. canis &

C. felis

2. Ordo

: Hemiptera/ Kepik/Bugs

Kepik merupakan kelompok hewan yg bersayap


atau sayapnya tdk sempurna Mempunyai bentuk mulut yg dapat dilipat Lice termasuk kelompok hewan yg tdk bersayap, mulutnya tdk melipat Metamorfosa ke duanya tdk sempurna

Klasifikasi Phylum : Arthropoda Classis : Insecta Ordo : Hemiptera Familia : 1. Cimicidae Cimex 2. Reduviidae Triatoma Rhodnius Panstrongylus

1. FamiliA Cimicidae
Bentuk oval, panj 2-6mm,warna coklat, badan tertutp bulu2

Cimex (bed bug = kutu busuk)

halus & berbau khas. Kepala berbnt piramid, memp se ps mata, antena (4 ruas) Mempunyai proboscis yg bersegmen, berbentuk pengisap dan penusuk dan dapat dilipat bila tdk digunakan Thorax terdapat kaki pd tiap segmen Memp. dua pasang sayap atau sayap belakang tdk ada & depan rudimenter Sayap pertama disebut hemilytra, bentuknya di bagian basal menebal dan spt kulit, sedangkan dibagian muka transparan. Sepasang lainnya adl transparan dan melipat di bawahnya dlm keadaan istirahat

lanjutan
Abdomen melebar & oval Cimex betina ujung posterior > runcing
diband jantan td 6 ruas, aktif malam hari, tahan berpuasa sampai > 1 thn. Mudah berpindah dari satu rumah ke lainnya mell pakaian/barang lainnya. Siklus hidup tdk sempurna, betina menghasilkan telur 200 butir/2-10/hr. Nympha sebanyak 5 kali Cimex lectularis (common bedbug) Cimex hemipterus (Indian/Oriental bedbug)

Siklus hidup Cimex & Triatoma

Kepentingan

Vektor tularemia yg disebabkan Oleh

Pasteurella tularemia Gigitan mengakibatkan dermatitis, gatal

2. Familia Reduviidae

Terdpt di Amerika Utara & Selatan Badan panj, pipih dorsoventral, warna coklat hitam dg grs
merah & kuning pd thorax, sayap & abdomen Kepala panjang & sempit spt kerucut dg se ps mata yg menonjol, antena se ps td dr 4 ruas. Proboscis 3 ruas dpt dilipat ke ventral di bawah kepala, bersayap, memp mata facet dan ocelli, ukurannya 2 3 cm Thorax tdp se ps sayap hemilytra & blk mengmbranous. Malam hr mencari makan dg menghisap drh mns/bnt Siklus hidup: tdk lengkap, telur diletakkan di sela dd, lantai di tempat istirahat dlm jml 8-12 bt/hr smpsi 200bt. 10 har menetas larva 5 x stas oleh dium 2 thn dewasa. Vektor chagas oleh Trypanosoma cruzi

Triatoma infestans

3. Ordo Anoplura (kutu, tuma, lice)

Phthirus pubis

Tubuh dorso-ventral, tdk bersayap, warna abu2 putih Tubuh td kepala, thorax & abdomen Pd kepala tdpt antena pendek td 5 segmen Alat penusuk dpt ditarik ke dlm mulutnya bila tdk digunakan Ketiga ruas thorax bersatu memp 3 ps kaki, setiap kaki td 5 ruas yg berakhir sbg cakar yg berbnt kait utk berpegangan & berjln di rambut atau serabut-serabut Pd yg jantan segmen abdomen terakhir terdpt genital berbnt batang dr khitin yg disebut aedagus. Sp: Pediculus humanus (a) capitis & Pediculus humanus corporis Telur (b)

Peranan

Gigitan menyebabkan pedikulosis Vektor: a. Epidemik typhus oleh Rickettsia prowazecki di Mexico, Amerika Selatan, Eropa Timur, Afrika & bbp. di Asia B. French fever oleh R. quintana di Ukraina & Yugoslavia Penularan mell : Anterior inoculative mell gigitan kutu krn inokulasi saliva yg mengandung Rickettsia Posterior inoculative, krn kulit mns terkena tinja kutu yg mengandung Rickettsia Crushing, krn mematikan dengan jln merusak tbh kutu yg infektif

4. Ordo Diptera
Berasal dr kata Greek, dis = dua dan pteron = sayap Mempunyai sepasang sayap, yg ke dua mengalami

rudimenter dikenal sbg halter. Struktur alat mulut bervariasi disesuaikan dg fungsinya Metamorfosis sempurna, larva spt cacing tdk berkaki Larva kadang terdpt pd jar/rongga tbh mns /bnt Vektor penyakit: Malaria, Tripanosomiasis,Leishmaniasis, Filariasis, demam kuning, encefaliatis dsb. Berdasarkanbentuk antena hewan dewasa, diptera dibedakan menjadi 3 sub ordo: 1. Subordo Cyclorapha 2. Brachycera 3. Nematocera

1. Subordo Cyclorapha 1. Family Muscidae


lalat penghisap drh dan tidak Ex. Penghisap drh: Glossina (palpalis & morsitans) & Stomoxys
1.1. Glossina(lalat tse-tse) Sebesar lalat rumah, warna coklat, waktu istirahat proboscis memanj dg posisi di depan kepala, vena sayap terlipat di atas Satu sama lain (melipat spt gunting), lurus ke belakang di atas melewati abdomen Proboscis langsing menonjol ke depan Palpus, langsing memanjang, berduri dan rambut2 dorsal bercab Mulut ,utk menusuk dan menghisap darah (siang hari), Lalat betina Ovovivipar, telur menetas di dlm uterus & mengasilkan larva. Larva keluar pupa (21-60hr/>) dewasa, dewasa (10-15hr) umur keseluruhan 240hr.

1.2. Stomoxys calcitrans (stable fly)


Mirip lalat rumah, dapat dibedakan dg mudah oleh

proboscis nya utk menusuk & menghisap. Jantan dan betina menghisap darah, bertelur (4075butir). 2-5 hr menetas larva (makan tbhan busuk & lembab) 2-3mg pupa di tempat perindukan atau terbenam di dlm tanah yg agak kering, 6-20 hr dewasa Vektor mekanik T. evansi & T. gambience & T. rhodesience di lab.

Lalat bukan pengisap darah

Musca domestica

Alat mulut: utk menyerap mkn (sponging mouth part) Kebanyakan juga hematofagus (memakan drh) dg

menyerap drh dr luka yg terbuka Kosmopolitan & omnivor, warna abu2 hitam Penyakit yg ditularkan: Bakteri: Salmonella typhii, virus: polio Telur cacing: Ascaris

Penyakit yang disebabkan oleh arthropoda

1. Skabies, Sarcoptes scabiei 2. Demodisiosis, Demodex foliculorum 3. Pedikulosis, Pediculus humanus capitis 4. Phteriasis, Phthirus pubis 5. Myiasis,

Myiasis

Myiasis adalah infestasi larva lalat ke dlm

jaringan atau alat tubuh manusia atau binatang vertebrata. Larva ini hidup pada jaringan mati atau hidup. Myiasis dpt dikatakan pula sebagai penyakit yang biasanya dianggap sebagai kontaminasi larva lalat ke dalam luka. Menurut sifatnya myiasis dibagi : 1. Myiasis spesifik (0bligat). Myiasis ini hanya dpt hidup pd jaringan tubuh manusia dan binatang. Telur diletakkan pd kulit utuh, luka, jaringan sakit atau rambut hospes. Contoh: callitroga macellaria

2. Myiasis semispesifik (fakultatif). Larva lalat penyebab


myiasis ini dapat hidup pd jaringan tubuh manusia maupun pd daging busuk atau sayuran busuk. Contoh :

Wohlfahrtia magnifera

3. Myiasis eksidental. Terjadi krn telur lalat yg diletakkan


pd makanan atau minuman termakan oleh manusia dan menetas jadi larva di dlm usus mns. Contoh: Musca

domestica
Myiasis pada mayat Setelah meninggal dunia, tubuh mns akan mengalami pembusukan shg mengeluarkan bau busuk. Bau busuk tsb menarik berbagai species lalat utk hinggap dan berkembang biak pada mayat. untuk memperkirakan saat kematian, telur dan larva diambil dan beberapa bagian tubuh mayat (tdk diambil dr satu tempat saja). Sebagian dipelihara hingga menjadi dewasa dan sebagian diawetkan.

Identifikasi species lalat dilakukan dengan


membuat sediaan spirakel larva lalat dan atau mengidentifikasi lalat dewasa berdasarkan kunci identifikasi. Sebagai contoh, pada mayat ditemukan larva Chrysomia megacephala stadium III. Stadium tersebut menunjukkan bahwa larva lalat telah berumur 6 hari, krn pertumbuhan telur memerlukan waktu satu hari, larva stad I tiga hari, larva stad II satu hari dan larva stad III satu hari. Dengan demikian disumpulkan bahwa mayat tersebut minimal telah mati selama 6 hari

Struktur spirakel larva lalat

Menurut tempatnya myiasis dibagi menjadi


1. Myiasis kulit/subkutis
Larva yang diletakkan pd kulit utuh atau luka mampu membuat terowongan yg berkelok-kelok sehingga membentu ulkus yg luas. dulu digunakan utk membersihkan luka nekrotik 2. Myiasis nasofaring. Biasanya terjadi pd anak dan bayi, anak yg menderita myiasis ini akan mengeluarkan sekret dr hidungnya. Larva yg diletakkan mampu menembus kulit lunak bayi dan membuat ulkus

Lanjutan myiasis

3. Myiasis intestinal
Sebagian besar terjadi krn kebetulan, krn menela makanan yg terkontaminasi telur atau larva lalat, telur menetas di usus menyebabkan rasa mual, muntah, diare Larva dpt menimbulkan luka pd dd usus. Ex: musca domestica 4. Myiasis urogenital 5. Myiasis mata (opthalmomiasis)

2. Subordo Brachycera Familia Tabanidae (horse fly, deer fly, mango fly)

Lalat dewasa cukup besar 1-2,5cm, badan kekar, warna buram, kepala relatif besar, mata besar menonjol Hanya lalat betina yg menghisap drh, dlm 10 min 0,3ml Aktif pd siang hari Telur berbnt lonjong, diletakkan pd tnm/ tempat yg kering batu2 di atas permukaan air dlm kelompok. Larva eksdisis 7 kali, 1-3 hr mjd dewasa, bentuk silindris Vektor dr : surra (T. evansi), Anthrax, Tularemia, Loa loa Contoh Tabanus sp dan Chrysops dimidiata

3. Sub ordo Nematocera 1. Familia: Psychodidae Phlebotomus sp/sand fly

Bentuknya kecil 2-3mm, warna kuning atau abu2, mata se ps



warna hitam, kaki & alat mulutnya panj Kepala, dada & abdomen tertutup bulu2 panjang & lebat Sayap dihiasi dg sisik, pd saat istirahat tegak berdiri spt huruf V Punggung bengkok, antena td dr 16 segmen Telur dlm kelompok, berisi 50 butir pd celah batuan 1 mg menetas larva 1bln pupa dewasa, telur sampai dewasa 2 bln Larva spt ulat dg bnyk setae spt sikat Vektor: Leishmaniasis Bartoneliosis Pappatasi fever

Breeding place di hutan2, rawa2, genangan air jenih/kotor Telur kecil, oval, diletakkan dlm masa gelatin pada obyek ttt di dlm air Larva panj td dr 12 ruas, kepala berbnt conus warna

hitam/coklat, bagian lain berwarna putih kekuningan, ujung posterior dilengkapi semacam insang, td 4 ruas, kadang dilengkapi semacam insang, memp se ps corong nafas coklat Pupa, warna coklat, terapung-apung tdk ada gerakan, posisi vertikal disokong tabung pernafasan yg berhub langsung dg permukaan Daur hidup memerlukan waktu 6-12bln.

2. Familia: Heleidae

Culicoides

Lalat ini ukurannya kecil, panj 2-5mm, dsbt bubuk (punkies) atau

penggigit (no-sea Ums), warna coklat/hitam Tbuh td dr 3 bagian: kepala (mata, antena daan alat mulut) Dada (thorax membongkok tempat melekatnya sayap, kaki dan abdomen. Sayap ditutupi banyak/sedikit rambut2 lurus, memp bercak hitam dan putih , keseluruhan berwarna jernih.

Hanya betina yg menghisap drh, jantan

menghisap cairan tbhan Aktif pd malam hari, siang istirahat

Peranan
Gigitan menyebabkan gatal yg sensitif disertai panas Vektor penyakit cacing filaria pd manusia
(Dipetalonema perstan di Afrika dan Amerika (Culicoides austeni) D. streptocerca di Afrika Manzonella ozzardi di India Barat (Culicoides furens)

3. Familia Culicidae
Fam ini meliputi nyamuk, ukuran 4-15mm Metamorfosis: sempurna Nyamuk betina menghisap darah, jantan menghisap

cairan Ada 2 sub family yaitu Anophelini (genus Anopheles) & culicini Aedes, Culex dan Manzonia

lanjutan
Antena se ps disebelah kiri kanan palpus maxillaris. Pd yg jantan
berbulu lebat & panj (tipe plumose), pd betina berbulu jarang, kaku & pendek (tipe pilose) td dr 15 segmen Dada 3 segmen (yg nampak jelas adl mesonotum), di bag posterior mesonotum terdpt scutelum yg berbnt bulat utk anophelini & td dr 3 lobus utk culicinae. Sayap langsing, panj, membraneous, se ps halter tdpt di sebelah belakang sayap (sbg sayap yg rudimenter) Kaki 3 pasang

Abdomen td 10 ruas, dua segmen terakhir sbg alat genital

Morfologi nyamuk

Siklus hidup
Metamorfosis baru sempurna, telur, larva, pupa dan dewasa. Telur
& larva hidup di air, dewasa berterbangan Telur bentuk oval, panj 0,7mm, berwarna putih (yg dikeluarkan), stlh 1-3 jam berwarna hitam. sendiri2 memp alat pelampung di ke 2 sisinya pd Anopheles & pada Culicinae berkelompok (Culex) sendiri (Aedes) Larva dlm posisi menggantung pd Culicinae & sejajar pd Anophelinae Pupa motil & aktif, kepala & thorax bersatu (cephalothorax), tdk mkn

4. Famili: Simuliidae/black flies

Simulium damnosum

Metamorfosis sempurna Telur diletakan pd permukaan air, ovoid Larva memanj, bagian mulut Pupa dlm coconnya memp bntk yg spesifik yg disbt Cephalis fans utk mengumpulkan mkn

Respon imun insek


humoral. I. Imunitas seluler: a. Phagocytosis, merupakan perlawanan pertama thd bakteri dan partikel lain, b. Pembentukan nodule c. Encapsulasi, mekanisme pertahanan insek thd mikroorganisme yg sangat besar utk difagosistosis (Protozoa: malaria Leishmania, Trypanosoma) d. Phenol oxidase

Dapat dibagi menjadi dua yaitu respon imun seluler dan

2. Respon imun humoral

Anti Bacterial Peptides


1. Diptericin, includes: attacin, sarcotoxin II, diptericins, abaecin and apidaecin. Attacin besarnya 20 Kda (bnt asam/basa) Ditemukan pd Sarcophaga, glossina, drosophila dan aedes aegypti Fungsi mencegah pembentukan membran protein disebelah luar bakteri menyebabkan rusaknyaa membran 2. Cecropin, ditemukan pd drosophila, A. aegypti, simulium, anopheles, sarcophaga dan glossina (hemolymph) Ukurannya 4 Kda Fungsinya melubangi sel dg melisiskan memban sel bakteri 3. Lysozymes, ditemukan pd thn 1922 pd bacteriophages, plants, invertebrate and vertebrate Lysozyme was the first antibacterial factor identified in insect hemolymph. Ditemukan pd Hyalophora, Galleria, Monduca, Locusta, Spodoptera, Calliphora and Drosophila Besarnya ant 14 17 Kda, antibakterial bakteri gram positif

4. Defensin
Have been reported form Diptera (Sapecins,

Phormicins), Hymenoptera, Coleoptera and Odonata. Effective again gram positive bacteria and also some gram negative