Anda di halaman 1dari 5

INTEGRASI TRUNK METRO KOSAMBI KE METRO TEGAL ALUR PT.

TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk

Hikmah Miladiyah-2210100046, Nancy Ardelina-2210100188, Nisrina Nur Hanifah-2210100212 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS Sukolilo, Surabaya 60111

Abstrak Metro Ethernet adalah jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau satu kota besar seperti Jakarta) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Teknologi Metro Ethernet merupakan salah satu perkembangan dari teknologi Ethernet yang dapat menempuh jarak yang luas berskala perkotaan dengan dilengkapi berbagai fitur yang seperti terdapat pada jaringan Ethernet umumnya. Sehingga jaringan yang berskala metro dapat dibentuk dengan menggunakan teknologi Ethernet biasa. Pada Metro Ethernet semuanya berbasis IP. Pada Laporan Kerja Praktek ini akan dibahas mengenai tahap-tahap integrasi trunk antara metro Kosambi ke metro Tegal Alur beserta konfigurasinya. Kata kunci IP, IMS, Metro Ethernet, Router, Soft Switch

IMS juga diyakini sebagai sarana untuk menuju All IP Network. Jaringan Metro ethernet, secara harfiah berarti jaringan komunikasi data yang berskala metro (skala untuk menjangkau satu kota besar seperti Jakarta) dengan menggunakan teknologi Ethernet sebagai protokol transportasi datanya. Oleh sebab itu penulis ingin membahas tentang teknologi Metro Ethernet ini. II. METODOLOGI A. Konfigurasi Hubungan Metro Kosambi Tegal Alur

Gambar 1. Konfigurasi Trunk Metro Kosambi Tegal Alur B. Perangkat Metro Ethernet Berikut ini adalah beberapa perangkat yang menunjang kinerja metro ethernet : Metro Type A : 7750 SR-7

I.

PENDAHULUAN Layanan Telekomunikasi Abad-21 saat ini sudah berkembang pesat. Layanan Telekomunikasi yang pada awalnya berbasis circuit switch, dan saat ini banyak layanan telekomunikasi yang berbasis packet switch. Suksesnya Internet yang berbasis packet switch membawa dampak yang cukup besar bagi penyediaan layanan oleh operator telekomunikasi. Operator telekomunikasi mulai menyediakan layanan yang berbasis IP dan diramalkan bahwa semua layanan akan berbasis IP. Untuk menyediakan layanan yang berbasis IP di jaringan telekomunikasi, muncul teknologi IP Multimedia Subsystem atau IMS. Teknologi IMS mendasarkan kepada penyediaan layanan dan tidak mendasarkan kepada fungsi-fungsi jaringan.

Gambar 2. MetroEthernet 7750 SR-7 Keterangan : 1. Modul IOM 2. MDA 3. Port

Proceeding Seminar Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS

4. 5. -

SFP 2 x 10G SFM

1.

Test link kabel optik pada core yang akan diintegrasikan antara kosambi ke tegal alur.

Power Supply -

Ini dilakukan untuk pengecekan kabel optik yang akan digunakan apakah ada kerusakan atau tidak.

Untuk memonitor transmit (dbm) dan receive optical (dbm) dari perangkat metro ethernet apakah sudah sesuai spesifikasi.

Gambar 3. Power Supply 2. SFP Konfigurasi port 1/1/1 di Kosambi

Keterangan : Gambar 4. SFP Port yang digunakan pada metro Kosambi adalah port 1/1/1. Pada konfigurasi ini, kita Fiber Optik memberikan command description port tersebut. Command no shutdown berfungsi untuk mengaktifkan port tersebut agar up/menyala.

3.

Konfigurasi OSPF area 100

Gambar 5. Fiber Optik

Power Meter Dipakai untuk mengukur total loss dalam

sebuah link optic baik saat instalasi (uji akhir) atau pemeliharaan.

C. Cara Integrasi Trunk Metro Kosambi ke Metro Tegal Alur Pengintegrasian trunk antara metro Kosambi dengan metro Tegal Alur dilakukan dengan cara yang sama di kedua sisi.

Keterangan : Kosambi termasuk ospf area 100. Sedangkan untuk jenis koneksinya menggunakan poin-to-

Proceeding Seminar Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS

point, karena trunk yang akan diintegrasikan yaitu antara Kosambi dan Tegal Alur.

4.

Konfigurasi route interface port 1/1/1 address 172.X.X.4

Keterangan : Konfigurasi route interface pada port 1/1/1 digunakan untuk memasukkan ip address port metro yang mau di konfigurasi. Dalam hal ini yaitu IP Kosambi yaitu 172.X.X.4 metro port 1/1/1

Keterangan : LDP (Label Distribution Protocol) merupakan suatu prosedur yang digunakan untuk

menginformasikan ikatan label yang telah dibuat dari satu LSR ke LSR lainnya dalam satu jaringan MPLS. Pada konfigurasi route LDP ini, kita

5.

Konfigurasi route MPLS

memasukkan parameter yang diperlukan dalam proses konfigurasi.

7.

Konfigurasi RSVP (otomatis oleh sistem)

Keterangan : MPLS (Multiprotocol Label Switching) Keterangan : RSVP (Resource Reservation Protocol)

memungkinkan suatu router akan meneruskan suatu paket dengan hanya melihat label yang melekat pada paket tersebut, sehingga tidak perlu lagi melihat alamat IP tujuan.

merupakan protokol pemesanan resource yang dipakai untuk integrated service. Protokol RSVP dipakai oleh host untuk meminta QoS dari jaringan untuk dipakai oleh aplikasi tertentu.

6.

Konfigurasi route LDP

RSVP memungkinkan router memesan bandwidth yang cukup pada interface untuk meningkatkan performansi dan kualitas dari jaringan. Konfigurasi RSVP akan diatur otomatis oleh system sehingga tidak perlu diatur kembali.

8.

Ping ke IP Tegal Alur

Proceeding Seminar Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS

Network lag-4 menunjukkan bahwa dalam jaringan tersebut, terdapat beberapa port yang digabung dan mempunyai IP address yang sama.

10. Konfigurasi service SDPMPLS far-end 172.X.X.254

Keterangan : Setelah semuanya di konfigurasi maka

Keterangan : Service Direction Path (SDP) merupakan suatu tunneling yang digunakan untuk

dilakukan ping ke metro Tegal Alur 172.X.X.53 untuk mendeteksi ada eror atau tidak pada jaringan tersebut. Ping dilakukan 1000 kali. Hasil yang diperoleh menunjukkan dari 1000 paket yang dikirim, paket yang diterima juga berjumlah 1000 sehingga packet loss sebesar 0.00%.

mengkoneksikan service dari suatu node ke node yang lain di mana SDP merupakan unidirectional connection yang akan dibinding ke dalam suatu service. Far-end merupakan representasi dari alamat IP yang dituju. Misal dari Kosambi ke Jatinegara

9.

Monitor traffic port 1/1/1

yang merupakan pusat dari BRAS (untuk layanan internet Telkom Speedy) atau dari Kosambi ke Kebayoran yang merupakan pusat dari Softswitch (untuk layanan teleponi). III. KESIMPULAN Berdasarkan kerja

praktek

yang

telah

Keterangan : Data di atas merupakan interface dari router. Dari data diatas dapat diketahui bahwa route yang menuju ke metro tegal alur (IP address 172.X.X.53 dalam kondisi up atau aktif.

dilakukan, dapat diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Sentral telepon yang biasanya menggunakan EWDS dan 5ESS nantinya akan tidak digunakan lagi karena diganti dengan metro Ethernet.

Proceeding Seminar Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS

2.

Metro Ethernet, sebuah teknologi jaringan yang menggunakan metode transmisi

Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Baseband yang mengirim sinyalnya secara serial 1 bit pada satu waktu. 3. Penggunaan metro Ethernet lebih mudah dan lebih sederhana, selain itu juga tidak Nancy Ardelina Penulis lahir di Kediri, 30 Mei 1991. Setelah lulus dari jenjang SMU, penulis melanjutkan pendidikan D3 di PENS Surabaya selama 1 tahun. Kemudian pada tahun 2010 pindah ke Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

membutuhkan tempat yang luas seperti ketika menggunakan EWSD atau 5ESS. 4. Penggunaan metro ethernet berbasis IP, dimana antar jaringan tidak boleh

menggunakan IP yang sama. Oleh karena hal tersebut, nantinya di Indonesia yang semula menggunakan IPv4 berubah menjadi IPv6.

Nisrina Nur Hanifah


Penulis lahir di Jakarta, 15 Oktober 1992. Setelah lulus dari jenjang SMU pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan S1Teknik Elektro di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

IV. DAFTAR PUSTAKA [1] Fauzi, Rahmad. 2006. : Jaringan Universitas

Telekomunikasi. Sumatera Utara

Medan

[2] Sitompul, Kristina R. 2009. Analisis Kinerja Jaringan Metropolitan Area Network dengan Teknologi Metro Ethernet. Medan :

Universitas Sumatera Utara [3] Shalihah, Nuruhli. Implementasi Jaringan Metro Ethernet PT Telkom Untuk Akses Layanan Mobile Broadband PT Telkomsel Area Jakarta. Jakarta : Universitas Indonesia [4] Chandra, Agung. 2009. Mengenal Jaringan Metropolitan yang di Dasari oleh Teknologi Ethernet. Palembang : Universitas Sriwijaya [5] www.telkom.co.id [6] Laporan Tahunan 2012 PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk V. BIODATA PENULIS Hikmah Miladiyah Penulis lahir di Sidoarjo, 25 Februari 1992. Setelah lulus dari jenjang SMU pada tahun 2010, penulis melanjutkan pendidikan S1 Teknik

Proceeding Seminar Kerja Praktek Jurusan Teknik Elektro FTI-ITS