Anda di halaman 1dari 8

SPESIFIKASI TEKNIS

Pasal-1 Uraian Pekerjaan Pekerjaan meliputi : 1.1. Pekerjaan yang dilaksanakan meliputi :
Penyediaan PS Minapolitan Kabupaten Donggala Kawasan Labean

Pembuatan Jalan Lingkungan L = 3,5 P = 1.228,29 m

1.2. Pekerjaan tersebut pada pasal 1 ayat 1 diatas dilaksanakan sesuai dengan : - Uraian dan syarat-syarat kerja (Bestek) - Gambar situasi, Detail dan gambar susulan bila ada - Rzalah rapat penjelasan (Aanwijzing) - Petunjuk-petunjuk dari direksi pelaksanaan dengan kondisi lapangan. Pasal-2 Lokasi Pekerjaan Lokasi pekerjaan Desa Labean Kawasan Labean Kabupaten Donggala 2.2. Tempat pekerjaan akan ditunjukkan kemudian oleh Direksi 2.3. Lokasi pekerjaan akan dijelaskan pada Pemborongan pada saat Aanwijzing berlangsung berdasarkan gambar-gambar perencanaan
2.1.

Pasal-3 Pengukuran/Pematokan 3.1. Ukuran-ukuran pokok dan detail tertera pada gambar penyedia barang/jasa harus mentaati ukuran tersebut dan ikut menelitinya apabila ada perbedaan/penggambaran harus dibicarakan dengan Direksi. 3.2. Semua pekerjaan pengukuran/pematokan yang bertalian dengan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab penydia barang/jasa dan dilaksanakan dengan alat ukur yang baik. 3.3. Penyedia barang/jasa harus mengerjakan pematokan untuk menetukan kedudukan dan pail bangunan sesuai dengan gambar rencana. Pekerjaan ini harus seluruhnya telah disetujui oleh direksi sebelum memulai pekerjaan selanjutnya.

3.4. Direksi dapat melakukan revisi pemasangan patok tersebut bila dipandang perlu. Penyedia barang/jasa harus mengerjakan revisi tersebut sesuai petunjuk direksi.

3.5. Sebelum memulai pekerjaan pemasangan pematokan tersebut, penyedia barang/jasa harus memberitahukan kepada direksi dalam waktu tidak kurang dari 24 jam sehingga direksi dapat menyiapkan peralatan yang perlu untuk melakukan pengawasan. 3.6. Pekerjaan pematokan yang telah diukur oleh penyedia barang/jasa untuk kemudian disetujui oleh direksi. 3.7. Hasil pengukuran yang disetujui oleh direksi dapat dilaksanakan dasar pembayaran. Pasal-4 Pekerjaan Persiapan dan Papan Nama Kegiatan 4.1. Penyedia barang/jasa harus membuat dan memasang Papan Nama Kegiatan pada lokasi pekerjaan dengan ukuran 120 cm x 80 cm, serta memasang Papan Nama Kegiatan dibawahnya dengan ukuran 120 cm x 40 cm sebagai Papan Nama Pemberitahuan yang berisikan informasi pekerjaan yang akan dilaksanakan, pembiayaan, jangka waktu pelaksanaan dan nama penyedia barang/jasa pekerjaan. 4.2. Bahan-bahan harus ditempatkan pada tempat yang tidak akan mengganggu lalu lintas dan selambat-lambatnya dalam waktu satu kali 24 jam. 4.3. Setiap kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian penyedia barang/jasa memeberi pengamanan seperti tersebut diatas sepenuhnya tanggung jawab penyedia barang/jasa. 4.4. Sebelum melaksanakan pekerjaan lokasi harus dibersihkan dari segala kotoran dan setelah pekerjaan selesai harus dibersihkan dari segala sisa bahan dan lain-lain. Pasal-5 Penyediaan Pos Kerja, Kantor, dan Gudang 5.1 Penyadia barang/jasa herus menyiapkan Kantor direksi sementar, serta transport dan komunikasi untuk dipakai oleh direksi yang dilengkapi dengan fasilitas meja, kursi, papan tulis dan sebagainya seperti disebutkan dalam syarat-syarat khusus dan petunjuk direksi.

5.2 Juga harus disediakan gudang untuk penyimpanan material yang cukup dan memenuhi syarat agar material maupun peralatan lain tidak menjadi lembab atau karena sebab-sebab lain. Bila diperlukan tempat kerja dan tempat tersebut terletak diluar daerah yang disediakan direksi, maka penyedia barang/jasa harus menyelesaiakan ganti rugi atau biaya-biaya lain sehubungan hal tersebut dan tidak diperkenankan meminta biaya-biaya tambahan. Pasal-6 Penyediaan Tenaga, Peralatan, dan Lampu Penerangan 6.1 Tenaga yang diperlukan bagi pelaksanaan pekerjaan harus disediakan sendiri oleh penyedia barang/jasa dengan jumlah dan kapasitas yang sesuai dengan pekerjaan yang dilaksanakan dan harus disetujui oleh direksi, yaitu seorang tenaga teknis dengan pendidikan minimal sarjana muda sipil dengan pengalaman lebih dari 5 tahun dan memiliki SKA/SKTK serta seorang tenaga administrasi dengan pendidikan minimal SLTA dengan pengalaman kerja lebih dari 5 tahun. 6.2 Penyedia barang/jasa harus mengajukan daftar peralatan secara terperinci yang akan digunakan untuk melaksanakan pekerjaan. Daftar tersebut harus disetujui direksi. Kerusakan yang timbul pada sebagian atau keseluruhan alat-alat tersebut yang akan mengganggu pelaksanaan pekerjaan harus segera diperbaiki atau diganti sehingga direksi menganggap pekerjaan dapat dimulai/dilanjutkan, yaitu minimal memiliki: 1. 1 Unit Tandem Roller 6-8 Ton 2. 1 Unit Dump Truck 3. 1 Unit Water Tank Truck. 6.3 Penyedia barang/jasa harus menyediakan lampu-lampu penerangan apabila pekerjaan tersebut dilaksanakan pada waktu malam hari. Pasal-7 Penyediaan Rambu-Rambu Lalu Lintas 7.1 Dimana yang dipandang perlu, penyedia barang/jasa harus menyediakan rambu-rambu untuk keperluan lalu lintas melewati jalan dan rambu tersebut harus cukup jelas untuk menjamin keselamatan lalu lintas.

Apabila melalui jalan-jalan yang sibuk, maka penyedia barang/jasa harus melaksanakan secara bertahap dan apabila perlu dikerjakan pada malam hari. Biaya yang dikeluarkan akibat keperluan-keperluan tersebut diatas harus termasuk didalam kontrak.

Pasal-8 Penyediaan Air Air yang diperlukan harus disediakan oleh penyedia barang/jasa termasuk penyediaan peralatan dan perpipaan antara ukuran dan gambarnya, maka segera diminta petunjuk direksi untuk menetapkan ukuran yang benar. Pasal-9 Ukuran-Ukuran/Gambar-Gambar 9.1 Ukuran-ukuran yang tertera dalam gambar adalah usulan sebenarnya, jika tidak ada kesamaan antara usulan dan gambarnya, maka segera diminta petunjuk Direksi menetapkan ukuran yang benar. 9.2 Gambar-gambar rencana untuk pekerjaan ini akan diberikan kepada penyedia barang/jasa dan gambar tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dokumen kontrak. Gambar-gambar tersebut adalah gambar-gambar yang paling akhir setelah diadakan perubahan-perubahan dan merupakan patokan bagi pelaksanaan pekerjaan. 9.3 Penyedia barang/jasa wajib melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana spesifikasi lain yang berhubungan dengan hal itu. Tidak dibenarkan menarik keuntungan dari kesalahan-kesalahan, kekurangan-kekurangan pada gambar atau perbedaan ketentuan antara gambar rencana dan spesifikasi-spesifikasi. 9.4 Apabila ternyata terdapat kekurangan dan lain-lain yang meragukan penyedia barang/jasa diharuskan mengajukan kepada direksi secara

tertulis dan direksi akan mengoreksi dan menjelaskan gambargambar rencana tersebut untuk kelengkapan yang disebutkan dalam spesifikasi. Penyimpangan keadaan lapangan terhadap gambar rencana akan ditentukan selanjutnya oleh direksi dan akan disampaikan kepada secara tertulis, penyedia barang/jasa harus menyiapkan gambar-gambar yang menunjukkan perbedaan antara gambar-gambar kontrak dan gambar-gambar pelaksanaan, semua biaya untuk menyiapkan dokumen cetak akan ditanggung oleh penyedia barang/jasa. 9.5 Apabila pekerjaan telah selesai dilaksanakan, penyedia barang/jasa harus membuat gambar lengkap sesuai pelaksanaan di lapangan atau As Build Drawing dan harus diserahkan kepada pihak Satuan Kerja Sementara sebelum mengajukan termyn terakhir. P a s a l - 10 Peyediaan Material 10.1. Penyedia barang/jasa harus menyediakan sendiri material seperti yang disebutkan dalam daftar volume pekerjaan. Material-material yang disediakan oleh direksi atau pemberi perintah akan ditentukan tersendiri dalam syarat-syarat khusus atau dalam rapat penjelasan. 10.2. Penyedia barang/jasa harus memeriksa terlebih dahulu meterialmeterial tersebut dan harus bertanggung jawab atas pengangkutan sampai di lokasi pekerjaan. Penyadia barang/jasa harus mengganti kalau material itu rusak yang diakibatkan oleh cara pengangkutan yang salah, hilang atau berkurangnya material yang diangkut kelalaian penyedia barang/jasa. P a s a l - 11 Perlindungan Terhadap Cuaca Penyedia barang/jasa harus mengusahakan atas tanggungannya sendiri, langkah-langkah peralatan yang perlu untuk melindungi pekerjaan dan bahan-bahan yang digunakan agar tidak rusak atau berkurangnya mutu karena pengaruh cuaca.

P a s a l - 12 Rencana Kerja Penyedia barang/jasa harus menyiapkan status rencana kerja dan harus disampaikan kepada direksi, rencana kerja tersebut harus mencakup : 12.1. Tanggal mulai, serta selesai pekerjaan konstruksi dan atau pemasangan kegiatan pekerjaan termasuk pengujiannya. 12.2. Jam kerja bagi tenaga yang disediakan oleh penyedia barang/jasa 12.3. Jumlah dari tenaga yang dipakai pada setiap tahap pekerjaan dengan disertai latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja. 12.4. Macam serta jumlah mesin-mesin serta alat-alat yag akan dipakai pada pelaksanaan pekerjaan. 12.5. Cara pelaksanaan pekerjaan.

P a s a l - 13 Pemberitahuan Untuk Memulai Pekerjaan Penyedia barang/jasa diharuskan untuk memberikan secara tertulis akan memulai pekerjaan kepada direksi selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah Surat Printah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan. Dalam keadaan apapun tidak diperkenankan untuk memulai pekerjaan yang sifatnya permanen tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan direksi, pemberitahuan lengkap dan jelas harus terlebih dahulu disampaikan kepada direksi dan dalam jangka waktu yang cukup sebelum dimulainya pekerjaan tersebut.

P a s a l - 14 Pelaksanaan Pekerjaan 14.1 Pekerjaan Pembuatan Jalan Lapis Penetrasi a. Hamparan Tasirtu a) Bersihkan permukaan tanah dari kotoran, semak-semak dan pohon-pohon. b) Ukur tinggi masing-masing timbunan pada masing-masing patok sta, baik pada as jalan maupun pada kedua tepi jalan. c) Hamparkan material tasirtu di atas tanah dasar, dengan tebal 1,2 kali dari tebal padat yang direncanakan. d) Padatkan timbunan tasirtu tiap lapisnya dengan alat pemadat mesin gilas 6 ton hingga rata diseluruh permukaan dimulai dari bagian tepi timbunan kearah as secara tumpang tindih selebar setengah lebar roda mesin gilas sebayak 6 sampai 8 kali lintasan sampai diperoleh kepadatan tasirtu sesuai dengan yang diinginkan. Pada saat penggilasan kadar air material diupayakan pada kadar air optimum. Jika terlalu kering maka dilakukan penyiraman dan apa bila terlalu basah maka dibiarkan sampai mencapai kadar air optimum. e) Pada saat penggilasan permukaan timbunan sudah harus dibentuk dengan kemiringan permukaan 2%, dan bentuk kemiringan lereng timbunan 1:2 agar tidak mudah longsor. b. Lapis Resap Rengikat (Prime Coat) a) Bersihkan permukaan tasirtu yang telah padat dari debu dan kotoran dengan menggunakan sapu lidi. b) Siapkan Lapis Resap Pengikat berupa campuran Aspal dengan minyak tanah dengan perbandingan 100 Bagian Aspal dengan 80 Bagian Minyak Tanah. c) Siramkan Lapis Resap Pengikat secara merata pada permukaan tasirtu sebanyak 0,8 liter/m2. c. Hamparan Aggregat kerikil 3/5. a) Hamparkan krikil 3/5 sampai rata pada permukaan jalan yang telah disiram dengan lapis resap pengikat dengan tebal 5 cm b) Buat kemiringan melintang jalan sebesar 2%, dengan menggunakan alat pengukur kemiringan

c) Padatkan krikil 3/5 dengan mesin gilas 6 ton sebanyak 6 - 8 kali lintasan, yang dimulai dari tepi dan bergeser ke tengah/as jalan sampai diperoleh kepadatan yang diinginkan. d. Pengaspalan Pertama. a) Panaskan aspal yang ada dalam drum yang telah dibuka di bagian badan atau tutup. Suhu pemanasan harus dijaga agar tidak terjadi kerusakan pada aspal. b) Siramkan aspal yang telah dipanaskan kepermukaan krikil 3/5 yang telah padat sebanyak 2,0 Kg/ m2. e. Hamparan Aggregat kerikil 2/3. a) Hamparkan krikil 2/3 sampai rata pada permukaan jalan yang telah disiram dengan lapisan aspal pertama dengan tebal 3 cm b) Padatkan krikil 2/3 seperti pemadatan pada lapisan kerikil 3/5 f. Pengaspalan kedua. a) Siramkan aspal yang telah dipanaskan kepermukaan krikil 2/3 yang telah padat sebanyak 1,5 Kg/ m2. g. Hamparan Pasir. a) Hamparkan pasir penutup sampai rata pada permukaan yang telah disiram dengan lapisan aspal kedua dengan tebal 1 Cm. b) Padatkan hamparan pasir penutup seperti pemadatan pada lapis kerikil 2/3 dengan jumlah lintasan sebanyak 3 kali.