Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI ABSTRAK Buah talok atau kersen dari pohon kersen (Muntingia calabura L.

) adalah tanaman perindang yang banyak tumbuh di sekitar kita. Daun tanaman ini pernah diteliti oleh Sridhar et al. (2 !!" dan memiliki e#ek hipoglisemia dan antidiabetik yang signi#ikan. Selain itu ekstrak daun talok $uga memiliki e#ek antiproli#erasi dan antioksidan serta merupakan kandidat antikanker yang baik (%akaria et al.&2 !'". Buah kersen diduga mengandung bahan akti# berkhasiat sebagai antidiabetes seperti asam askorbat& #iber& betakaroten& ribo#la(in& tiamin dan nia)in. *enelitian ini penting untuk mengetahui potensi buah kersen dalam menurunkan kadar gula darah. +asyarakat kita (terutama ,a-a" se)ara turun temurun telah meman#aatkan buah talok sebagai pengobatan ken)ing manis (diabetes" dengan )ara mengkonsumsinya setiap hari. Diabetes merupakan penyakit metaboli) yang diakibatkan oleh resistensi atau kekurangan insulin atau kombinasi keduanya dan diperkirakan diderita oleh lebih dari !.. $uta orang di dunia. +enurut /01 ( World Health Organization" $umlah ini akan terus meningkat dan pada 2 ' $umlah penderita diabetes akan men)apai lebih dari ' $uta orang. *engobatan herbal merupakan pilihan yang baik pada gangguan metaboli) atau degenerati# karena bersi#at konstrukti#& non sitotoksik serta memiliki ambang terapi yang luas. +enurut penelitian 2erdayanti (2 3" bahan akti# antidiabetes tersebut adalah asam askorbat& #iber& betakaroten& ribo#la(in& tiamin dan nia)in". 4amun demikian identi#ikasi terhadap senya-a akti# antidiabetes dalam ekstrak buah talok yang tumbuh di Indonesia belum penah dilaporkan. *enelitian pendahuluan terhadap ekstrak etanolik buah talok menun$ukkan adanya e#ek hipoglisemia terhadap tikus yang diinduksi strepto5otosin serta memperlihatkan histologik perbaikan sel beta pan)reas yang membaik pada kelompok perlakuan dibandingkan kontrol positi# ( 2embriarto& 2 !2". *enelitian ini bertu$uan untuk mengembangkan e#ek antidiabetik buah talok dengan melakukan ka$ian terpadu mengenai e#ekti(itas& identi#ikasi senya-a akti# serta pembuatan sediaan #armasetik ekstrak buah talok sehingga men$adi obat herbal pilihan bagi penderita diabetes. Kata6kata kun)i 7 Buah kersen& antidiabetes& obat herbal *84DA09:9A4 :atar belakang Diabetes mellitus (D+" merupakan salah satu an)aman utama bagi kesehatan umat manusia. Setiap tahun& $umlah penderita penyakit ini kian meningkat khususnya pada kelompok umur de-asa ke atas di seluruh lapisan sosial (Depkes& 2 '". Tahun 2 ;& $umlah penyandang penyakit ini diperkirakan men)apai !< $uta $i-a. 0al ini didukung hasil studi epidemiologi di ,akarta beberapa -aktu lalu& diperoleh bukti adanya peningkatan pra(elensi diabetes melitus di Indonesia dari tahun ke tahun yaitu !&.= (!3>2"? @&.= (!33'"? dan !<&.= (2 *8RSI& 2 !" di Depok. *eningkatan @" (*usat Data pra(elensi $uga ter$adi di +akasar dari !&@= (!3>!"? 2&3= (!33>"? dan !2&@= (2 dan diet yang buruk (Ramesh et al& 2 pada tahun 2

>". *enyebab peningkatan tersebut adalah adanya perubahan gaya hidup& pola makan @". Data /01 mengatakan bah-a beban global diabetes diperkiran sebesar !'@ $uta orang dan beban ini diperkirakan akan terus

meningkat men$adi ';; $uta $i-a setelah 2@ tahun kemudian. Diperkirakan di Asia pada tahun 2 2@ mempunyai populasi diabetes terbesar di dunia& yaitu >2 $uta $i-a (*usat Data *8RSI& 2 >" Diabetes melitus merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang berdampak pada penurunan produkti(itas sumber daya manusia karena penyakit ini tidak hanya berdampak se)ara indi(idu tetapi berpengaruh pada sistem kesehatan suatu negara (Depkes& 2 '". Diabetes disebabkan oleh rusaknya sel6sel A pulau :angerhans pankreas yang ber#ungsi menghasilkan insulin akibatnya ter$adi kekurangan insulin dan gangguan sensiti(itas insulin dalam memasukkan glukosa ke dalam sel (Banis-ara& !33@". *engobatan penyakit diabetes biasanya tergantung dari keparahan penyakit. *engobatan se)ara indi(idual biasanya dilakukan hanya dengan diet atau gabungan antara diet dengan antidiabetik oral serta adakalanya $uga gabungan diet dengan insulin. Berbagai $enis obat antidiabetik oral banyak ditemukan di apotik dan biasanya tergolong obat yang mahal. Selain itu& obat tersebut harus dikonsumsi terus menerus pada pengobatan $angka pan$ang. 1leh karena itulah perlu di)arikan alternati#& salah satunya dengan menggunakan obat tradisional yang berasal dari tanaman herbal (/ido-ati et al.& !33.". Banyak kandungan senya-a akti# yang potensial dapat diman#aatkan untuk pengobatan penyakit6penyakit degenerati# dan metabolik dalam tanaman obat yang belum diman#aatkan se)ara optimal. *enggunaan obat herbal masih bersi#at empiris dan banyak yang belum diteliti se)ara ilmiah. *engobatan herbal menun$ukkan e#ek yang perlahan dan khas& aman& mudah dipersiapkan& mudah didapatkan dan memiliki potensi pengembangan yang baik. Kelemahan obat herbal diantaranya adalah standarisasi penyediaan bahan baku dan budidaya yang belum ideal& serta keterbatasan penelitian ilmiah yang komprehensi# mulai dari penyediaan bahan baku sampai identi#ikasi senya-a akti#. Buah kersen diper)aya dapat menyembuhkan penyakit6penyakit yang sering mun)ul akibat angguan metabolisme& )ontohnya adalah hipertensi& asam urat dan diabetes mellitus. *ada beberapa kasus yang pernah ditemukan dalam masyarakat & orang yang mengkonsumsi buah kersen matang dapat mengobati penyakit hipertensi& asam urat dan diabetes mellitus. Bagian6 bagian lain selain buah dari pohon kersen $uga berman#aat seperti daun& kulit batang& dan bunganya. *enelitian yang sudah dilakukan pada daun kersen diantaranya adalah e#ek mukolitik in#us daun kersen yaitu sebagai penurun (iskositas mukus se)ara in vitro (Rakhmi& 2 >". Kandungan daun dan kulit batang kersen $uga banyak )ontohnya yaitu saponin& #la(onoid& dan poli#enol. Cerita di masyarakat daun kersen digunakan sebagai peluruh dahak batuk produkti# yang menambah #ungsi pohon kersen selain daun dan batangnya. Buah kersen yang telah masak seharusnya $uga mempunyai #ungsi yang harus diteliti sebagai bahan obat penyakit lain (/i$oyo& 2 <". Kebanyakan masyarakat hanya meman#aatkan buah kersen untuk makanan burung dan belum digunakan sebagai konsumsi alternati# pengganti obat. *eman#aatan buah kersen untuk

pengobatan herbal terhadap diabetes mellitus tersebut di Indonesia belum banyak diketahui oleh sebagian masyarakat (2erdayanti& 2 3". *enelitian pendahuluan tentang potensi antidiabetes buah kersen telah dilakukan oleh 2embriarto (2 !2" dan menun$ukkan hasil adanya e#ek hipoglisemia yang nyata pada kelompok he-an )oba yang diinduksi strepto5oto)in (suatu senya-a yang menghentikan produksi insulin dari pankreas". 0asil ini $uga didukung dengan gambaran histologi pankreas berupa berkurangnya sel6 sel beta pankreas yang mengalami (akoulisasi. Sel beta yang mengalami (akoulisasi adalah sel yang se)ara #ungsional mengalami gangguan pembentukan insulin. *enelitian ini sangat mendukung bidang prioritas riset iptek ino(asi nasional tentang riset pengembangan $amu (herbal" serta mendukung prioritas pengembangan bahan baku obat Tu$uan dan Sasaran *enelitian ini se)ara khusus bertu$uan untuk mengetahui e#ekti(itas antidiabetes ekstrak buah kersen dengan melakukan u$i e#ekti(itas dan toksisitas melalui pengu$ian #armakologi& mengetahui senya-a akti# dalam ekstrak dan identi#ikasi& serta mengembangkan sediaan #armasetika ekstrak buah kersen sehingga memiliki nilai komersial Tu$uan umumnya adalah mengembangkan potensi #armaka yang dimiliki oleh tanaman kersen dan mengembangkan potensi pengobatan dan penyediaan obat tradisional. Sasaran penelitian adalah meningkatkan #ungsi unit pelaksana riset terutama perguruan tinggi melalui riset pengembangan potensi herbal (ekstrak buah kersen" sebagai obat antidiabetes yang ideal& murah dan mudah didapatkan masyarakat. TI4,A9A4 *9STAKA Kersen Buah kersen mempunyai bentuk bulat yang ukuran diameternya antara !62 )m dengan tangkai sebagai penyangga buah tersebut. /arna yang dimilki oleh buah kersen ini seperti -arna hi$au pada saat buah tesebut masih muda apabila sudah masak -arna kulit buahnya ber-arna merah gelap. 9nsur -arna merah ini didapat dari kandungan betakaroten pada buah tersebut. +asa masaknya relati# )epat sehingga apabila tidak segera dipetik maka buah kersen tersebut akan $atuh dari pohon dengan mudah. Kelebihan lain yang dimliki oleh buah kersen ini adalah kandungan nia)in dan asam askorbat yang tinggi sehingga kadar gulanya rendah pada saat buah ber-arna oranye atau sebelum buah masak. Selain kandungannya& buah kersen ini $uga mempunyai

kelebihan lain yaitu masa berbuahnya yang tidak mengenal musim panen sehingga buah ini dapat dipanen dengan mudah (8kasari& 2 ! ". Daun dan kulit batang kersen mengandung saponin& #la(onoida dan poli#enol (Rakhmi& 2 >".

Beberapa penelitian yang sudah ada memberikan keterangan tentang kandungan kimia buah kersen. Buah kersen yang diu$ikan setiap ! gram terdapat kandungan sebagai berikut 7 air (..&>

gram"& protein ( &'>< gram"& lemak (!&@; gram"& karbohidrat (!.&3 gram"& serat (<&; gram"& abu (!&!< gram"& kalsium (!2<&; mg"& #os#or (>< mg"& besi (!&!> mg"& betakaroten ( & !3 gram"& tiamin ( & ;@ gram"& ribo#la(in ( & '. gram"& nia)in ( &@@< gram" dan kandungan (itamin C atau asam askorbat (> &@ mg". 4ilai energi yang dapat dihasilkan buah kersen ini adalah '> K,D! (+orton& !3>.". *enelitian yang dilakukan /ong& et al. (!33;" melakukan konstituen (olatile terhadap buah kersen matang yang dianalisis dengan kapiler BC dan isolasi BC atau +S serta dilakukan distilasi (akum dengan uap distilasi ekstraksi. 0asil penelitian tersebut menyatakan sebanyak <2 senya-a yang diidenti#ikasi dalam ekstrak distilasi (akum didominasi oleh alkohol (<<&. ="& ester (2;&@ =" dan senya-a karbonil (2'&' =". 9ap distilasi ekstraksi menghasilkan identi#ikasi lain yaitu terdapat @; senya-a di antaranya adalah ester ('!&< ="& alkohol (!@&3 ="& senya-a #enolik (!!&' ="& sesquiterpenoids (! &; =" dan deri(at #uran (>&' =" yang kesemuanya menun$ukkan hasil kuantitati# se)ara signi#ikan. Terdapat sebuah bau ampuh yang terdeteksi dari uap distilasi ekstraksi yaitu 2-asetil- -p!rroline sebanyak !&' =. 0asil lain dari uap tersebut adalah isolat metil salisilat yang mempunyai komponen paling melimpah. Kersen merupakan salah satu buah indonesia yang memiliki nilai ekonomi yang rendah tetapi memiliki potensi sebagai antioksidan karena kandungan #enoliknya. Buah kersen diekstraksi menggunakan pelarut metanol dan dipartisi sehingga menghasilkan #raksi metanol dan #raksi kloro#orm. Kandungan total #enolik dari ekstrak metanol& #raksi kloro#orm dan #raksi metanol diukur dengan menggunakan metode #olin )io)alteau reagent (#)r". Kandungan #enolik tersebut berturut6 turut adalah <'=& !@.;= dan @..>=. Isolasi senya-a #enolik dilakukan dengan menggunakan gram

metode kromatogra#i kolom gra(itasi dan menghasilkan dua senya-a ( senya-a a dan b". Identi#ikasi struktur senya-a #enolik dilakukan menggunakan spektroskopi 06nmr dan C6 nmr.akti(itas antioksidan dari ekstrak metanol dan dua senya-a hasil isolasi diu$i dengan menggunakan dpph dan #t). 8kstrak metanol dan dua senya-a hasil isolasi memberikan nilai i)@ sebesar !22 mgDl& ! ! mgDl dan !'2 mgDl dalam meredam radikal dpph $uga menun$ukkan akti(itas antioksidan pada u$i #t) (A#rida& 2 !'". Buah kersen banyak dimakan oleh anak6anak karena mempunyai rasa manis yang tidak terlalu berlebih. Daun kersen dapat di$adikan in#us untuk diminum sebagai minuman teh (2erhei$& !33.". Daun kersen tersebut berkhasiat sebagai obat batuk dan peluruh dahak. *engobatan batuk dilakukan dengan 2 gram daun kersen segar& di)u)i dan direbus dengan ' gelas air sampai air rebusannya tinggal setengah& dinginkan lalu disaring. 0asil saringan diminum tiga kali sehari sama banyak (8kasari& 2 ! ". Buah kersen berman#aat untuk meningkatkan elektrolit dalam tubuh dan merupakan salah satu tumbuhan yang diduga mengandung bahan akti# yang berkhasiat sebagai antidiabetes. Bahan akti# antidiabetes tersebut adalah asam askorbat& #iber& betakaroten& ribi#la(in& tiamin dan nia)in. 0asil penelitian oleh 2erdayanti (2 3" buah kersen menun$ukkan bah-a mempunyai berpengaruh

terhadap penurunan kadar glukosa darah. *erlakuan terbaik yang mampu menurunkan kadar gula darah adalah $us buah kersen (Muntingia calabura) dengan dosis < ml yang diberikan ! kali sehari.

Diabetes mellitus Diabetes mellitus merupakan penyakit yang disebabkan kekurangan insulin se)ara relati# maupun absolut. Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas& yang bertanggung$a-ab mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai )adangan energi. Kadar gula darah yang tinggi terus menerus berakibat rusaknya pembuluh darah& sara# dan struktur internal lainnya. De#isiensi insulin ter$adi melalui ' $alan diantaranya adalah (!" Rusaknya sel6sel A pankreas karena pengaruh

dari luar (agen mikroorganisme patogen& (irus& 5at kimia tertentu dan gaya hidup tidak sehat? (2" Desensitasi atau penurunan reseptor glukosa pada kelen$ar pankreas? ('" Desensitas atau kerusakan reseptor insulin (do"n regulation" di $aringan peri#er (+ana#& 2 ;".

Apabila di dalam tubuh ter$adi kekurangan insulin& maka mengakibatkan hal6hal sebagai berikut 7 (!" +enurunnya transport glukosa melalui membram sel& keadaan ini mengakibatkan sel6 sel kekurangan makanan sehingga meningkatkan metabolisme lemak dalam tubuh. +ani#estasi yang mun)ul adalah penderita diabetes mellitus selalu merasa lapar atau na#su makan meningkat (poliphagia"? (2" +enurunnya glikogenesis& dimana pembentukan glikogen dalam hati dan otot terganggu? ('" +eningkatnya pembentukan glikolisis dan glukoneogenesis& karena proses ini disertai na#su makan meningkat atau poliphagia sehingga dapat mengakibatkan ter$adinya hiperglikemi. Kadar gula darah tinggi mengakibatkan gin$al tidak mampu lagi mengabsorpsi dan glukosa keluar bersama urin& keadaan ini yang disebut glukosuria. +ani#estasi yang mun)ul yaitu penderita sering ken)ing atau poliuria dan selalu merasa haus atau polidipsia (Soegondo& !33>". *atogenesis diabetes mellitus menurut (+ans$oer& 2 !" menyatakan bah-a pada penyakit

D+ Tipe ! didapat kerusakan (dekstruksi" sel beta pankreas dengan akibat menurunnya produksi insulin sehingga penggunaan glukosa sebagai energi terganggu& tubuh menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi. +etabolisme tidak sempurna akibatnya ter$adi ketosis dan ketoasidosis dalam tubuh. *ada diabetes melitus tipe ! ter$adi #enomena autoimun yang ditentukan se)ara genetik dengan ge$ala yang akhirnya menu$u proses bertahap perusakan imunologik sel6sel yang memproduksi insulin. Tipe diabetes ini berkaitan dengan tipe histokompabilitas atau disebut $uga Human Leucoc!t #ntigen (0:A" spesi#ik. Tipe gen histokompabilitas ini adalah yang memberi kode pada protein yang berperan penting dalam interaksi monosit dan lim#osit. *rotein ini mengatur respon sel T yang merupakan bagian normal dari sistem imun. Kelainan #ungsi lim#osit T yang terganggu akan berperan penting dalam patogenesis perusakan pulau langerhans. *enyakit diabetes mellitus Tipe 2 ter$adi resistensi insulin yang menyebabkan #ungsi insulin menurun. Resistensi insulin adalah turunnya kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan

glukosa oleh $aringan peri#er dan untuk menghambat produksi glukosa oleh hati. Sel A pankreas tidak mampu mengimbangi resistensi ini sepenuhnya sehingga ter$adi de#isiensi relati# insulin. Diabetes mellitus tipe 2 berkaitan dengan kelainan sekresi insulin& serta ker$a insulin. *ada a-alnya ter$adi resistensi dari sel6sel sasaran terhadap ker$a insulin. Tipe ini mempunyai )iri yaitu kelainan dalam pengikatan insulin dengan reseptor yang disebabkan oleh berkurangnya tempat reseptor pada membran sel yang selnya responsi# terhadap insulin atau akibat ketidakabnormalan reseptor intrinsik insulin. Akibatnya& ter$adi penggabungan abnornmal antara komplek reseptor insulin dengan sistem transpor glukosa. Ketidakabnormalan posreseptor ini dapat menggangu ker$a insulin. (Syl(ia& 2 ;".

*atogenesis diabetes mellitus kebuntingan atau diabetes mellitus gestasional (BD+" ter$adi perubahan metabolisme endokrin dan karbohidrat sehingga ter$adi inakti(asi pembentukan dan penggunaan insulin yang ber#ungsi memudahkan glukosa berpindah ke dalam sel6sel $aringan (Darmono& !333". Tanpa insulin yang akti#& glukosa tidak dapat memasuki sel6sel untuk digunakan sebagai sumber energi dan tetap berada dalam darah sehingga kadar glukosa darah meningkat di atas batas normal yang menyebabkan air tertarik dari sel6sel ke dalam $aringan atau darah sehingga ter$adi dehidrasi intraseluler. Tingginya kadar glukosa darah menyebabkan gin$al harus mengsekresikannya melalui urine dan beker$a keras sehingga gin$al tidak dapat menanggulanginya sebab peningkatan la$u #ilter glomerulus dan penurunan kemampuan tubulus renalis untuk mereabsorbsi glukosa. 0al ini meningkatkan tekanan osmotik dan men)egah reabsorbsi air oleh tubulus gin$al yang menyebabkan dehidrasi ekstraseluler. Blukosa dan energi dikeluarkan dari tubuh bersama urin& tubuh mulai menggunakan lemak dan protein untuk sumber energi yang dalam prosesnya menghasilkan keton dalam darah. *eme)ahan lemak dan protein $uga menyebabkan lelah& lemah& gelisah yang dilan$utkan dengan penurunan berat badan mendadak ditambah terbentuknya keton akan )epat berkembang keadaan koma dan kematian (Busta(iani& 2 ;".

Sebagian besar patologi diabetes mellitus dapat dihubungkan dengan e#ek utama kekurangan insulin. Keadaan patologi tersebut akan berdampak hiperglikemia& hiperosmolaritas& dan star(asi seluler (Riyadi& 2 >".

0iperglikemia dapat ter$adi dengan mekanisme a-al yaitu pada saat keadaan insulin normal asupan glukosa dalam tubuh akan di#asilitasi oleh insulin untuk masuk ke dalam sel tubuh. Blukosa ini diolah men$adi bahan energi. Apabila bahan energi yang dibutuhkan masih ada sisa akan disimpan dalam bentuk glikogen dalam hati dan sel6sel otot proses glikogenesis (pembentukan glikogen dari unsur glukosa ini dapat men)egah hiperglikemia". *ada penderita diabetes melitus proses ini tidak dapat berlangsung dengan baik sehingga glukosa banyak menumpuk di darah (hiperglikemia" (Riyadi& 2 >".

Be$ala patologi lain yaitu hiperosmolaritas ter$adi karena peningkatan konsentrasi glukosa dalam darah. *eningkatan glukosa dalam darah akan berakibat ter$adinya kelebihan ambang pada gin$al untuk mengabsorbsi dan mem#iltrasi glukosa. Kelebihan ini kemudian menimbulkan e#ek pembuangan glukosa melalui urin (glukosuria". 8kresi molekul glukosa yang akti# se)ara osmosis akan menyebabkan kehilangan sebagian besar air (diuresis osmotik" dan berakibat peningkatan (olume air (poliuria" (Riyadi& 2 >"

Keadaan patologi selan$utnya adalah star(asi seluler merupakan kondisi kelaparan yang dialami oleh sel karena glukosa sulit masuk padahal di sekeliling sel banyak glukosa. Dampak dari star(asi seluler ini ter$adi proses kompensasi seluler untuk tetap mempertahankan #ungsi sel antara lain adalah (!" De#isiensi insulin gagal untuk melakukan asupan glukosa bagi $aringan6$aringan peripheral yang tergantung pada insulin (otot rangka dan $aringan lemak". ,ika tidak terdapat glukosa& sel6sel otot memetabolisme )adangan glikogen yang mereka miliki untuk dibongkar men$adi glukosa dan energi mungkin $uga menggunakan asam lemak bebas (keton". Kondisi ini ini berdampak pada penurunan massa otot& kelemahan otot dan rasa mudah lelah? (2" Strar(asi seluler $uga akan mengakibatkan peningkatan metabolisme protein dan asam amino yang

digunakan sebagai substrat yang diperlukan untuk glukoneogenesis dalam hati. *roses ini akan menyebabkan penipisan simpanan protein tubuh karena unsur nitrogen (sebagai unsur pembentuk protein" tidak digunakan kembali untuk semua bagian tetapi diubah men$adi urea dalam hepar dan dieksresikan melalui urin. Depresi protein akan berakibat tubuh men$adi kurus& penurunan resistensi terhadap in#eksi dan sulitnya pengembalian $aringan yang rusak? ('" Star(asi $uga akan berdampak peningkatan mobilisasi lemak (lipolisis" asam lemak bebas. Trigliserida dan gliserol yang meningkat bersirkulasi dan menyediakan substrat bagi hati untuk proses ketogenesis yang digunakan untuk melakukan akti(itas sel? (<" Star(asi $uga akan meningkatkan mekanisme penyesuaian tubuh untuk meningkatkan pemasukan dan mun)ulnya rasa ingin makan (poli#agi" (Riyadi& 2 >".

Tatalaksana diabetes mellitus tipe ! lebih ditekankan pada penggunaan insulin untuk bertahan hidup& sedangkan pada diabetes mellitus tipe 2 dengan perubahan gaya hidup dan men)egah komplikasinya (T$okropra-iro& !33;". *enanganan penyakit diabetes mellitus tipe ! menurut Stang (2 @" dengan pemberian insulin

dan suplemen (itamin B' (niasin"& A (retinol"& C (asam askorbat& 8 (toko#erol"& dan minyak ikan. Bahan tersebut dapat menurunan kadar gula darah yang mekanismenya menghambat penyerapan gula darah dari usus dan memper)epat proses pen)ernaan yang ter$adi dalam sistem digesti(us sehingga bahan karbohidrat yang ada dalam bahan makan ter)erna tidak akan banyak teserap oleh usus. Kasus diabetes mellitus tipe 2 pemberian obat se)ara oral dengan Sul#onylurea (tolbutamida$ %lorpropamida$ gliben%lamida$ gli%lazida$ glipizida$ gli%idon dan glimeripida) yang ber#ungsi menstimulasi sel6sel beta pulau :angerhans sehingga produksi meningkat& kepekaan sel6 sel beta ditingkatkan (Stang& 2 @".

*emberian &alium channel bloc%ers seperti repaglinida dan nateglinida yang e#eknya sama dengan sul#onylurea namun ker$a lebih singkat. 'iguanida dapat menekan na#su makan sehingga berat badan tidak naik. (lu%osidase-inhibitors seperti a%arbose dan miglitol beker$a dengan persaingan menghambat en5im al)a-glu%osidase pada mukosa duodenum yang menyebabkan

penguraian polisakarida sehingga penyerapan monosakarida terganggu. 0al ini yang membuat glukosa dilepaskan lebih lambat dan absorpsi di darah melambat& lebih rendah dan merata sehingga pun)ak kadar gula dalam darah dapat dihindari (Stang& 2 @".

*enelitian yang dilakukan oleh Breen (!33." obat diabetes lain seperti Thia5olidindion (rosiglitazon$ pioglitazon) dapat mengurangi resisitensi insulin dan meingkatkan sensiti(itas $aringan. 1bat yang digunakan sebagai penghambat D**6< 7 sitaglipin (*anuvia)$ vildagliptin ((alvus) dapat bere#ek menurunkan hormon in)retin yang berperan utama terhadap produksi insulin di pankreas. *enangan non medikasi dengan men$aga diet kaya serat& banyak eEer)ise atau bergerak& dan mengurangi stress di kandang ( T$okropra-iro& !33; ".

+8T1D8 Ren)ana penelitian dilaksanakan selama 2 tahun. Tahun pertama merupakan tahapan pelaksanaan penelitian dan diseminasi a-al& tahun kedua adalah e(aluasi dan diseminasi akhir. *enelitian tahun pertama akan dilakukan dalam beberapa tahap yaitu 7 !. Tahap pendahuluan 2. Tahap persiapan '. Tahap pelaksanaan <. Tahap pelaporan !.Tahap *endahuluan 7 Tahap ini sebagian merupakan rekapitulasi dan pengumpulan data dari penelitian yang pernah dilakukan terhadap ekstrak etanolik buah kersen (2embriarto& 2 !!"& penyiapan he-an )oba ( tikus /istar $antan de-asa& berat badan berkisar 2 g "& penyiapan buah kersen untuk ekstrak& bahan6 :**T bahan dan peralatan (laboratorium" penelitian& mempersiapkan ethical clearence (untuk u$i toksisitas"& serta memastikan kesiapan tim penelitian. 0e-an )oba akan dipesan dari berkisar 2 (:aboratorium *elaksanaan dan *enelitian Terpadu" 9B+ yaitu tikus /istar $antan de-asa berat g. Buah kersen yang digunakan adalah yang mendekati masak hingga masak dari pohon kersen yang berada di ka-asan Kabupaten Bantul Fogyakarta. Bahan dan peralatan

penelitian akan didapatkan dari distributor bahan kimia ( pro analisis dan 0*:C grade" di -ilayah Fogyakarta dan i$in ethical clearance akan diusahakan dari Komisi 8tika *enelitian dan Kese$ahteraan 0e-an Fakultas Kedokteran 9B+. 2.Tahap *ersiapan Tahap persiapan meliputi adaptasi dan pengelompokkan he-an )oba& u$i toksisitas untuk men)ari :D@ dan dosis e#ekti#& dan (alidasi metode untuk analisis senya-a akti# dalam ekstrak dan pembuatan ekstrak. *embuatan ekstrak akan dilakukan di :aboratorium Biologi Farmasi Fakultas Farmasi 9B+ dengan prosedur sebagai berikut 7 :angkah a-al yaitu buah kersen dideterminasi dan disortir atau dipilih yang kualitasnya baik kemudian di)u)i dan dianginkan sampai pemukaan buah kering. *engeringan buah dengan )ara dio(en dalam inkubator suhu '. C selama ; E 2< $am sampai kadar air yang ada dalam buah kersen habis dan kering. Buah kersen yang sudah kering di$adikan serbuk dengan penumbukan. Serbuk tersebut diekstraksi dengan metode maserasi yaitu di)ampur dengan etanol . = se$umlah @ kali berat serbuk dan diko)ok dengan miEer agar serbuk dan etanol men$adi homogen. Serbuk yang telah homogen dengan etanol didiamkan selama 2 E 2< $am selan$utnya disaring dengan )orong 'uchner yang telah dilapisi kertas saring. 0al ini dilakukan selama ' maserasi pada hasil #iltrat hingga didapatkan esktraksi buah kersen yang kental dan konsentrasinya mendekati 33 =. *enetapan :D @ akan dilakukan sesuai dengan prinsip Reed G +uen)h yaitu menggunakan se$umlah he-an )oba (men)itDMus musculus" yang dikelompokkan men$adi beberapa tingkatan dosis hingga diperoleh dosis yang mematikan (lethal dose". ,umlah persentase kematian he-an pada tiap kelompok menun$ukkan dera$at dosis yang mematikan & sehingga dapat ditemukan dera$at dosis mematikan @ = dari he-an dalam kelompok tertentu (:D @ ". 2alidasi metode identi#ikasi senya-a akti# akan dilakukan dengan Kromatogra#i Cair Kiner$a Tinggi (KCKT"& melalui penetapan #ase gerak yang sesuai& analisis peak (pun)ak" kromatogram& serta pengaturan alat yang sesuai untuk analisis. Spesi#ikasi sistem KCKT adalah merek Shimad5u (ersi ;.! sistem isokratik #ase terbalik& dengan kolom C!> Shimpa)k 1DS diameter @ Hm dan pan$ang !@ mm& pompa :C6! Ad(p& Detektor 92 S*D6! A& controller s!stem SC:6! A(p&o(en CT16 ! A(p dan degasser DB96!< (:ampiran !" '. Tahap *elaksaan menit untuk mendapatkan pemisahan antara #iltrat dan residu. :angkah yang terakhir adalah melakukan

Tahap pelaksanaan akan dilakukan dengan pemberian perlakuan pemberian ekstrak kepada ' kelompok dosis (kelompok I .@ mgDkg bb& kelompok II @ serta mgDkg bb& kelompok III 2@ mgDkg bb" kelompok kontrol negati# adalah kelompok yang hanya diberi pelarut (aIuades" dan

kelompok kontrol positi# yaitu yang diberi strepto5oto)in (induksi diabetes". Dosis pemberian ekstrak adalah asumsi& tergantung dari hasil u$i toksisitas :D@ dan dosis e#ekti# yang didapatkan. *rosedur induksi diabetes dilakukan sebagai berikut7 Tikus diadaptasikan dengan lingkungan kandang selama . hari dengan diberikan pakan 2 kali sehari dan minum se)ara adlibitum di :aboratorium 0e-an *er)obaan Fakultas Kedokteran 0e-an 9B+$ selan$utnya dilakukan pengukuran gula darah dengan glukometer sebelum perlakuan (*re penelitian" dengan mengambil sampel darah dari (ena )o))igea. Sebanyak 2 ekor tikus dibuat diabetes mellitus dengan )ara menyuntikan streptozotocin (ST%" di :**T 9B+& dan @ ekor tidak disuntik. *enginduksian dengan ST% dilakukan selama 2 minggu. Induksi diabetes mellitus pada he-an )oba dilakukan dengan in$eksi streptozotocin (ST%" dosis tunggal. *embuatan dosis tunggal ST% steril dien)erkan dengan bu##er sitrat ( &! + dan p0 <&@" dan dosis yang dapat digunakan adalah > mgDkg dengan rute pemberian intraperitoneal. Dosis yang digunakan ini didasarkan atas mekanisme ker$a obat dari +treptozotocin yaitu men)egah sintesis D4A dalam sel asiner penyusun pankreas. Sel A pankreas dan ST% membuat reaksi khusus dengan kelompok c!tocine sehingga mengakibatkan degenerasi dan kerusakan D4A pada sel. 0asil mekanisme biokimianya adalah kematian sel A (0olemans dan 2an Ass)he& 2 '". Kematian sel inilah yang men$adi dasar penentuan dosis e#ekti# untuk induksi diabetes mellitus. *enelitian yang dilakukan /illiamson (!33;" menyatakan dosis e#ekti# adalah !@ mgDkg BB pada men)it dan > mgDkg pada tikus. Diabetes mellitus berkembang se)ara bertahap dan dapat diketahui kadar gulanya naik setelah beberapa hari. Tikus dinyatakan menderita diabetes mellitus setelah tu$uh hari pas)a in$eksi +treptozotocin dan ditandai dengan kadar gula darahnya sekitar !> 6 ; mgDdl (/illiamson et al.& !33;". Sumber lain menyebutkan tikus yang diabetes mgDdl (+angkoe-id$o$o& 2 ;". ditandai dengan tingginya kadar gula darah yaitu diatas 2

Kelompok tikus putih akan dibagi men$adi @ kelompok (I62" yang terdiri masing6masing ! ekor. Semua he-an per)obaan dipelihara dalam kandang& lingkungan dan pemberian pakan serta minum sama. *erlakuan pemberian ekstrak buah kersen dilaksanakan ! kali sehari pada 2 $am sebelum pemberian pakan selama 2 minggu. Rute pemberiannya adalah se)ara peroral menggunakan kanula dan (olume pemberianya 2 ml sesuai kapasitas lambung tikus (:ampiran 2" *engukuran kadar gula darah didasarkan pada kadar gula sebelum perlakuan (*ra penelitian". Dilan$utkan pengukuran setelah he-an )oba diberikan in$eksi +treptozotocin selama 2 minggu atau disebut hari !< dan pengukuran selan$utnya dilakukan minggu 2 setelah pemberian

ekstrak buah kersen sehingga disebut hari 2>. *engukuran kadar gula darah dilakukan dengan gula darah se-aktu (BDS" dengan menggunakan darah dari (ena )o))igea yang diukur pada glukometer. Tahap pemberian ekstrak dan analisis data tersa$i pada Bambar 2.

"daptasi tikus putih (Rattus norvegicus) selama 1 minggu Pengamatan kadar gula darah se!elum perlakuan

Mem!uat Tikus Putih dia!etes

Kelompok I Tikus Putih tidak DM (kontrol negatif) + NaCl fisiologis n:1

Kelompok II Tikus Putih DM (kontrol positif) + NaCl fisiologis n:1

Kelompok III Tikus Putih DM Pem!erian ekstrak kersen dosis #$ mg%kg n:1

Kelompok I& Tikus Putih DM Pem!erian ekstrak kersen dosis $ mg%kg n:1

Kelompok & Tikus Putih DM Pem!erian ekstrak kersen dosis '$ mg%kg n:1

Pengamatan Kadar (ula Darah setelah perlakuan pada minggu ke dan ke '

"khir penelitian dilakukan nekropsi dan penge)atan dengan cromalom gomori

Pengumpulan data dan analisis data dengan metode Repated ANOVA

Pengumpulan data dan analisis se)ara kualitatif atau deskriptif

Bambar 2.Diagram Alir Tahapan *enelitian

*erlakuan ekstrak akan dilaksanakan di laboratorium Farmakologi FK0 9B+. 4ekropsi dan penge)atan $aringan akan dilakukan di :aboratorium *atologi FK0 9B+. *enge)atan dilakukan dengan (omori,s -hromium Hemato.!lin /hlo.ine +tain )or -!toplasmic (ranules untuk mengetahui gambaran sel A pankreas (:yn)h et al.& !3;3". *rosedur sampling dan penge)atan dilakukan sebagai berikut7 semua sampel pankreas yang telah di#iksasi dengan bu))er )ormalin ! = selama 2< $am& kemudian sampel pankreas dipotong ke)il menggunakan skalpel dengan ukuran kurang dari < mm yang telah di ukur dengan mikrometer. *reparat dimasukkan ke dalam larutan etanol se)ara bertingkat dan berturut6turut yaitu dimulai dari pemasukan pada etanol @ = selama ' menit serta etanol 3 = selama ' menit yang masing6masing dilakukan 2 kali perlakuan. *reparat yang sudah terdehidarasi oleh etanol kemudian dimasukkan ke dalam .!lol para#in& kemudian preparat dimasukkan dalam para#in )air selama satu setengah $am dalam blok preparat (:yn)h et al.& !3;3". *emotongan preparat dilakukan dengan mikrotom yang mempunyai ketebalan < sampai ; mikron& kemudian ditempelkan pada gelas obyek khusus yaitu obyek gelas berlapis albumin dan dipanaskan @ C sampai kering. *reparat yang sudah kering dimasukkan dalam .!lol murni selama @6! menit& kemudian dimasukkan se)ara berturut6turut ke dalam etanol 3; =& 3 =& . = dan @ = selama masing6masing @6! menit. *reparat di)u)i dengan air akuades selama ! menit (:yn)h et al.& !3;3". *e-arnaan (omori,s -hromium Hemato.!lin /hlo.ine +tain )or -!toplasmic (ranules dimulai dengan menyiapkan larutan yang terdiri dari 7 (!" 'ouin,s 0luid (Asam pikrat dengan konsentrasi pekat sebanyak .@ ))& #ormalin sebanyak 2@ ))& asam a)eti) glasial sebanyak @ ))"? (2" :arutan potasium permanganat (potasium permanganat sebanyak sebanyak ! ))& asam sul#uri) sebanyak sebanyak @ g& akuades destilata ! &' g& akuades destilata &' ))"? ('" :arutan Bisul#it sodium (bisul#it sodium

))"? (<" :arutan Chromium 0ematoEylin (hematoEylin dengan

konsentrasi larutan ! = sebanyak @ ))& Chroium alum dengan konsentrsi larutan ' = sebanyak @ ))& potasium iodate sebanyak &! g"? (@" :arutan *hloEin B (phloEin B sebanyak &@ g& akudes destilata sebanyak ! ))"? (;" :arutan Asam *hosphotungstik (Asam *hosphotungsti) sebanyak @ ))" (:yn)h et al.& !3;3". g& akudes destilata sebanyak !

*rosedur yang harus dilakukan adalah pertama setelah proses pada para#in blok dan pemasukan pada .!lol serta etanol berturut preparat didestilasi dengan akuades selama ! menit. *roses selan$utnya adalah pemasukan pada 'ouin,s 0luid selama !2 sampai 2< $am dan pindahkan pada larutan potasium permanganat selama ! menit. *ada tahap penghilangan -arna dilakukan pada pemasukan preparat dalam larutan bisul#it sodium sampai tidak ber-arna dan

melakukan pen)u)ian dengan akudes. Tahap pe-arnaan dilakukan dengan pemasukan preparat dalam larutan chromium hemato.!line sampai granul yang ada pada sel6sel di pankreas ter-arnai biasanya dilakukan selama ' sampai ! menit namun untuk memastikan sel6sel di pankreas ter-anai dilakukan pengamatan diba-ah mikroskop. *en)u)ian dilakukan dengan ! = H!drochloric acid alcohol selama ! menit dan lakukan pe-arnaan kembali dengan larutan phloEin B selama @ menit namun biasanya untuk memper$elas -arna dilakukan antara 2@6'@ menit dan langsung diu)i dengan akudes destilata. Tahap akhir pen)elupan adalah dimasukan dalam larutan asam phosphotungstik selama ! menit dan dilakukan pen)u)ian dengan akudes selama @ menit sehingga bagian ber-arna merah. *ada tahap de#erensiasi di pulau langerhans pankreas digunakan alkolhol 3@ = sampai ter$adi kontras -arna merah untuk sel J dan -arna biru untuk sel A. Di#erensiasi lan$utan dapat dilakukan dengan alkohol > = selama !@ sampai 2 menit untuk lebih mengetahui kontras -arnanya. Dehidrasi dilakukan pada alkohol absolut dan dibersihkan dengan beberapa .!lol selama @ menit dan direndam dengan permount. ,aringan pada slide yang di-arnai& kemudian dilakukan perendaman dengan )ara meneteskan balsam )anada sesuai kebutuhan dan ditutup dengan cover glass. 0al ini untuk men)egah ter$adi gelembung udara pada slide yang telah ditutup. *reparat telah $adi dan siap dilakukan pengamatan di mikroskop (:yn)h et al.& !3;3". Analisis data dilakukan menggunakan nilai gula darah yang didapat pre penelitian& hari ke !<& dan hari ke 2> dengan metode repeated anal!sis o) variance (repated #1O2#) (:andau& 2 <". Analisis gambaran histopatologis organ pankreas tikus dilakukan se)ara deskripti# dengan )ara membandingkan perubahan6perubahan sel A pankreas antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Tahap pelaporan Tahap pelaporan merupakan hasil perlakuan ekstrak dan analisisnya (statistik" dan hasil pemeriksaan histopatologi $aringan dan analisisnya (deskripti#Dkualitati# dan atau kuantitati#"& serta beberapa data dan hasil metode analisis kadar se)ara KCKT& pembuatan ekstrak serta hasil u$i toksisitas (:D @ ".

:8+BAR *84B8SA0A4 I4S84TIF *84F9S94A4 *R1*1SA: *848:ITIA4 I4T8RDISI*:I4 TA094 A4BBARA4 2 !' !. ,udul Kegiatan 2. 4ama Rumpun Ilmu '. Ketua 4ama lengkap 4ID4 7 Dr.drh.Agustina D-i /i$ayanti&+.*. 7 7 Intensi#ikasi e#ekti#itas antidiabetik buah talok men$adi sediaan #armasetika 7 Agro6Kesehatan

Anda mungkin juga menyukai