Anda di halaman 1dari 135

ANALISIS POTENSI DAN PANGSA PASAR GALANGAN-GALANGAN

KAPAL DI PULAU BATAM

SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Strata 1
(S1) Sarjana Teknik Perkapalan Fakultas Teknik

M
IC

EL

,S

Universitas Hasanuddin

Oleh :
MICHAEL
D311 06 015

JURUSAN PERKAPALAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012
http://michsiba.wordpress.com

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang


Dilarang memperbanyak karya tulis inidalam bentuk apapun tanpa seijin penulis Dan
penerbit.
Sanksi Pelanggaran Pasal 44: Undang-undang

Nomor 12 Tahun 1997 Tentang

Perubahan Undang-undang Nomor 6 Tahun 1987 Tentang Hak Cipta Sebagaimana


Telah Diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1987.
1. Barang siapa

dengan

sengaja

dan

tanpa

hak

mengumumkan atau

memperbanyak suatu ciptaan atau memberi ijin untuk itu, dipidana penjara
paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau dengan paling banyak Rp.100.000.000,{seratus juta rupiah).
2. Barang siapa dengan sengaja menyiarkan,memamerkan,mengedarkan,atau
menjual Kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran Hak Cipta
sebagaimana dimaksud ayat {1),dipidana dengan pidana penjara paling lama
5 {lima) tahun dan/ atau dengan paling banyak Rp. 50.000.000,- {lima puluh
juta rupiah).
Penulis,
MICHAEL,ST
082172788575
michsiba@gmail.com

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


JURUSAN PERKAPALAN FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN

Kampus Unhas Tamalanrea Jl. Perintis Kemerdekaan KM 10 Makassar 90245


Tlp./Fax : +62411-585637. Email : kapal9uh@indosat.net.id
LEMBAR PENGESAHAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat guna meraih gelar
Sarjana pada Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perkapalan
Universitas Hasanuddin
Makassar
Judul Skripsi :
ANALISIS POTENSI DAN PANGSA PASAR GALANGAN-GALANGAN
KAPAL DI PULAU BATAM

,S

Disusun Oleh:

EL

MICHAEL
D 311 06 015

Oktober 2012

Makassar,

Pembimbing I

Pembimbing II

Abdul Haris Djalante, ST, MT


Nip. 132281799

Wahyuddin ST, MT
Nip. 197202051999031002

IC

Telah diperiksa dan disetujui oleh :

MENGETAHUI:
Ketua jurusan perkapalan fakultas teknik
Universitas hasanuddin

D. Paroka, ST., MT., PhD


Nip. 197201181998021001
http://michsiba.wordpress.com

ii

ANALISIS POTENSI DAN PANGSA PASAR GALANGAN-GALANGAN


KAPAL DI PULAU BATAM
Michael, 2012. Analisis Potensi dan Pangsa Pasar Galangan-Galangan Kapal
Di Pualu Batam. Dibimbing oleh Abdul Haris Djalante dan Wahyuddin
Abstrak
Peran galangan kapal nasional sangat penting didalam menunjang
perekonomian nasional, khususnya di sektor transportasi laut, baik untuk
pengadaan armada kapal nasional maupun sebagai sarana perawatan. Kemampuan
galangan nasional baru mampu melayani 50% pekerjaan reparasi dan 30%

pekerjaan pembuatan kapal baru dari potensi pekerjaan yang ada.

,S

Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis pangsa pasar atau market
share terhadap 15 galangan kapal di pulau Batam dengan cara membandingkan

EL

jumlah potensi pasar galangan internasional dan nasional dengan hasil pekerjaan
permintaan reparasi dan bangunan baru galangan-galangan kapal di pulau Batam.
Guna lebih mendalami pangsa pasar galangan-galangan di pulau Batam dilakukan

survey dengan melihat persepsi pemilik kapal terhadap layanan galangan-

galangan yang dijadikan objek penelitian terutama pada factor pemasaran,


galangan.

IC

manajemen produksi, fasilitas produksi, sumber daya dan sarana penunjang

Hasil dari perhitungan menunjukkan, market share galangan-galangan


kapal di pulau Batam untuk kawasan nasional adalah pekerjaan reparasi 0.31%
dan pekerjaan bangunan baru 6.92%, kawasan internasional adalah pekerjaan
reparasi 0.0071% dan pekerjaan bangunan baru 0.0527%. Persepsi pelanggan atau
owner terhadap layanan galangan-galangan di pulau Batam adalah dinilai cukup
memuaskan untuk kesemua factor yang menunjang kinerja galangan.
Kata Kunci : Galangan, Pulau Batam, Potensi Pasar, Pangsa Pasar, Persepsi
Pelanggan

http://michsiba.wordpress.com

iii

M
IC

EL

,S

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkatdan
karunia-NYA sehingga tugasakhir ini dapat saya selesaikan dengan baik.
Akhirnya penyusunan skripsi Analisis Potensi Dan Pangsa Pasar
Galangan-Galangan Kapal Di Pulau Batam sudah ada di hadapan pembaca.
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Jurusan
Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
Tidak lupa pula penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bimbingan dan
petunjuk, terutama kepada:
1. Kedua orang tua tercinta DR. Henry Soesilo, BE dan Ruthlyn C.A
Nababan, SH sumber inspirasi, motivasi, dan Doa serta dengan dorongan
moral yang tak henti-hentinya sehingga Penulis bias menyelesaikan studi
dengan baik.
2. Bapak Abdul Haris Djalante, ST ,MT, selaku pembimbing atas segala
petunjuk, masukan bantuannya dengan penuh kesabaran membimbing
selama penulisan dan penyusunan tugas akhir ini.
3. Bapak Wahyuddin ST, MT, selaku pembimbing kedua atas segala
bimbingan, arahan masukan, bantuannya yang tidak pernah merasa jenuh
membimbing selama penulisan dan penyusunan tugas akhir ini.
4. Bapak Daeng Paroka, ST, MT, Ph.D, selaku Ketua Jurusan Perkapalan
Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.
5. Bapak Ir. Syamsul Asri, MT, Bapak Ir. Azis Abdul Karim, MT, dan Ibu Ir.
Hj. Rosmani, MT, selaku penguji yang senantiasa mengoreksi dan
memberikan saran demi kesempurnaan skripsi ini.
6. Kedua saudara saya Michelle dan Matthew, sumber doa dan motivasi serta
dorongan moral yang tak henti-hentinya sehingga Penulis bisa
menyelesaikan studi dengan baik.
7. Tante saya Niken Sihombing, sumber doa dan motivasi serta dorongan
moral
8. Teman-teman Navigazi 06, secara khusus kepada Syarifuddin Yamin,
Jhon Nicodemus, Rustam Labobun, Anggiat Panjaitan, Dedi B.E Pasaribu,
Muh. Algan, Muh. Yusuf, Pahri Yamin, dan Muh. Ikram Alfais,
Terimakasih atas bantuan dan kebersamaannya yang selalu member
semangat kepada penulis.
Akhir Kata, harapan saya semoga tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi kita
semua khususnya bagi mahasiswa/I jurusan perkapalan. Oleh karena itu,
masukan, saran dan kritikan dari pembaca saya terima dengan senang hati.
Makassar,

Desember 2012
Penulis

http://michsiba.wordpress.com

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL ............................................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................................. ii
ABSTRAK ........................................................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ vi
DAFTAR GAMBAR .. ix
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ xi

,S

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ................................................................................................. 1

EL

1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 3


1.3 Batasan Masalah .............................................................................................. 4

1.4 Tujuan Penelitian ............................................................................................. 4

IC

1.5 Manfaat Penelitian ........................................................................................... 5


BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Pengertian Industri Galangan Kapal ................................................................ 6


2.2 Pengertian Potensi dan Pangsa Pasar ............................................................... 6
2.2.1 Analisis Potensi Pasar ............................................................................. 7
2.2.2 Analisis Pangsa Pasar (market Share Perusahaan) ................................. 9
2.3 Analisis Strategi Pemasaran ............................................................................. 10
2.3.1 Segmentasi Pasar Industri ....................................................................... 10
2.3.2 Penetapan Target Pasar ........................................................................... 12
2.3.3 Difrensiasi dan Positioning . 13
2.4 Penilaian Kualitas Jasa (Layanan) ................................................................... 14
http://michsiba.wordpress.com

vi

2.4.1 Pengertian Jasa ........................................................................................ 14


2.4.2 Kualitas Jasa (Layanan) .......................................................................... 16
2.5 Riset Pemasaran ............................................................................................... 18
2.5.1 Tujuan Riset Pemasaran .......................................................................... 18
2.5.2 Ruang Lingkup Tugas Riset Pemasaran Industri..................................... 19
2.6 Kuesioner Penelitian ........................................................................................ 22
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ........................................................................... 29
3.2 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data ....................................................... 29

3.3 Metode Analisis ................................................................................................ 29

,S

3.4 Kerangka Alur Penelitian ................................................................................... 31

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

EL

3.5 Definisi Operasional .......................................................................................... 32

4.1 Penyajian Data Reparasi Dan Bangunan Baru.....................................................36

4.2 Potensi Pasar Pekerjaan Reparasi Dan Bangunan Baru Kapal Galangan-Galangan

IC

Di Pulau Batam ....................................................................................................40

4.2.1 Potensi Pasar Reparasi ................................................................................41


4.2.2 Potensi Pasar Bangunan Baru Kapal...........................................................42
4.3 Pangsa pasar (Market Share) Galangan-Galangan Di Pulau Batam ....................43
4.3.1 Pangsa Pasar (Market Share) Reparasi Kapal.............................................43
4.3.2 Pangsa Pasar (Market Share) Bangunan Baru Kapal..................................49
4.4 Analisis Persepsi Pasar ........................................................................................54
4.4.1 Kuesioner Persepsi Pasar ............................................................................55
4.4.2 Hasil Penilaian Kuesioner...........................................................................57
4.5 Pembahasan Analisis Data...................................................................................65
http://michsiba.wordpress.com

vii

BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ...................................................................................................... 68
5.2 Saran ................................................................................................................ 69
DAFTAR PUSTAKA

IC

EL

,S

LAMPIRAN-LAMPIRAN

http://michsiba.wordpress.com

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar I.1Peta Pulau Batam.................................................................................................1


Gambar II.1 Tingkatan Potensi Pasar ....................................................................................8
Gambar II.2 Pola Hubungan Riset Pemasaran.......................................................................19
Gambar IV.1 Persentase Jumlah Pekerjaan Galangan-Galangan Di Pulau Batam Tahun
2009-2011........................................................................................................38
Gambar IV.2 Jumlah Pekerjaan Reparasi Menurut Jenis Kapal Galangan-Galangan Di Pulau
Batam Tahun 2009-2011 .................................................................................38

,S

Gambar IV.3 Jumlah Pekerjaan Bangunan Baru Menurut Jenis Kapal Galangan-Galangan Di
Pulau Batam Tahun 2009-2011.......................................................................39

EL

Gambar IV.4 Persentase Market share Reparasi Galangan Besar Berdasarkan Jumlah Armada
Nasional...........................................................................................................44

Gambar IV.5 Persentase Market share Reparasi Galangan Menengah Berdasarkan Jumlah

IC

Armada Nasional .............................................................................................44


Gambar IV.6 Persentase Market share Reparasi Galangan Kecil Berdasarkan Jumlah Armada

Nasional...........................................................................................................45
Gambar IV.7 Persentase Market share Reparasi Galangan Besar Berdasarkan Jumlah Armada
Internasional ....................................................................................................46
Gambar IV.8 Persentase Market share Reparasi Galangan Menengah Berdasarkan Jumlah
Armada Internasional ......................................................................................46
Gambar IV.9 Persentase Market share Reparsi Galangan Kecil Berdasarkan Jumlah Armada
Internasional ....................................................................................................47
Gambar IV. 10 Pangsa Pasar Pekerjaan Reparasi Galangan-Galangan Di Pulau Batam Dari
Potensi tiap Kawasan.......................................................................................48
http://michsiba.wordpress.com

ix

Gambar IV.11 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Besar Berdasarkan Jumlah
Pesanan Nasional.............................................................................................49
Gambar IV.12 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Menengah Berdasarkan
Jumlah Pesanan Nasional ................................................................................50
Gambar IV.13 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Keci Berdasarkan Jumlah
Pesanan Nasional.............................................................................................50
Gambar IV.14 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Besar Berdasarkan Jumlah
Pesanan Internasional ......................................................................................51
Gambar IV.15 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Menengah Berdasarkan

,S

Jumlah Pesanan Internasional .........................................................................51


Gambar IV.16 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Kecil Berdasarkan Jumlah

EL

Pesanan Internasional ......................................................................................52


Gambar IV. 17 Pangsa Pasar Pekerjaan Bangunan baru Galangan-Galangan Di Pulau Batam

Dari Potensi tiap Kawasan ..............................................................................53

IC

Gambar IV.18 Diagram FishBone Persepsi Responden Terhadap Layanan Galangan-

Galangan Di Pulau Batam ...............................................................................60

http://michsiba.wordpress.com

DAFTAR TABEL

Tabel IV.1 Profil Galangan Berdasarkan Jumlah Produksi ...................................................34


Tabel IV.2 Jumlah Pekerjaan Reparasi dan Bangunan Baru Galangan-Galangan Pulau Batam
.........................................................................................................................37
Tabel IV.3 Jumlah GT Pekerjaan Reparasi Dan Bangunan baru Galangan-Galangan Pulau
Batam...............................................................................................................39
Tabel IV.4 Potensi Pasar Nasional Pekerjaan Kapal Reparasi Galangan Kapal ...................41
Tabel IV.5 Potensi Pasar Internasional Pekerjaan Kapal Reparasi Galangan Kapal.............41

Tabel IV.6 Potensi Pasar Nasional Pekerjaan Kapal Bangunan Baru Galangan Kapal ........42

,S

Tabel IV.7 Potensi Pasar Internasional Pekerjaan Kapal Bangunan Baru Galangan Kapal..43

EL

Tabel IV.8 Profil Responden .................................................................................................58

IC

Tabel IV.9 Penilaian Rata-Rata RespondeN.59

http://michsiba.wordpress.com

xi

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pulau Batam adalah salah satu pulau di provinsi Kepulauan Riau, di mana
terdapat Kota Batam. Pulau ini merupakan pulau yang paling berdekatan dengan
negara Singapura, terpisahkan oleh selat selebar 15 km, dan merupakan kawasan
perdagangan bebas (FTZ=Free Trade Zone). Pulau Batam memiliki luas wilayah

daratan seluas 1.040 km, sedangkan luas wilayah keseluruhan mencapai 2.950

,S

km. Batas-batas wilayah Kota Batam adalah batas Utara ada Selat Singapura dan

EL

Malaysia, batas Selatan ada Kabupaten Lingga, batas Barat ada Kabupaten

IC

karimun, dan batas Timur ada Pulau Bintan dan Tanjung pinang.

Gambar I.1 Peta Pulau Batam


(Sumber: Situs Pemerintah Kota Batam)

http://michsiba.wordpress.com

Salah satu visi dari Pemerintah Kota Batam adalah Terwujudnya Batam
menuju Bandar Dunia yang Madani dan menjadi Lokomotif

Pertumbuhan

Ekonomi Nasional. Bandar dunia bermakna pengembangan dan pembangunan


Kota Batam diarahkan sebagai Kota industri, perdagangan, pariwisata dan alih
kapal yang kompetitif dan dinamis di kawasan regional Asia Tenggara, serta
atraktif bagi pelaku bisnis domestik dan manca negara.
Menurut data terminal khusus industri perkapalan Batam milik Direktoral

Jendral Perhubungan Laut perindustrian galangan kapal di pulau Batam

,S

jumlahnya 37 galangan kapal. Dari 37 galangan kapal di Batam semuanya

EL

dimiliki oleh badan usaha swasta. Dari jumlah galangan yang begitu besar,
perusahaan-perusahaan galangan ini diharapkan dapat berkembang menjadi pusat

industri perkapalan di Kawasan Barat Indonesia. Dimana perusahaan galangan-

galangan tersebut dapat menyusun strategi yang mampu untuk berkompetisi

IC

dengan perusahaan galangan lainnya untuk merebut semaksimal mungkin pangsa

pasar galangan-galangan itu sendiri dari potensi pasar yang ada.


Sebagai negara maritim, peran galangan kapal nasional sangat penting
didalam menunjang perekonomian nasional, khususnya di sektor transportasi laut,
baik untuk peremajaan/pengadaan armada kapal nasional maupun sebagai sarana
perawatan/perbaikannya. Efektifitas pelaksanaan Instruksi Presiden (INPRES)
Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional, juga
sangat bergantung kepada kesiapan galangan kapal nasional. Selain penghematan
devisa negara, galangan juga berpotensi untuk memperoleh devisa dari pasar

http://michsiba.wordpress.com

ekspor, menyerap jumlah tenaga kerja cukup besar, dan mendorong tumbuhnya
industry penunjang dan sector-sektor ekonomi lain di sekitarnya.
Namun hingga saat ini, galangan kapal nasional baru mampu
melayani pekerjaan perawatan dan reparasi sebesar 50% dari total potensi armada
yang ada, sedangkan pembuatan kapal, baru bisa memenuhi 30% dari potensi
pekerjaan yang ada (Nurlaela,2007). Sebenarnya potensi pasar galangan kapal
dalam negeri sangat besar, hal ini salah satunya dapat dilihat dari tingginya

kebutuhan angkutan perdagangan internasional dan antar pulau yang mencapai

,S

volume 400 juta ton per tahun namun hanya 18,08% yang menggunakan kapal

EL

berbendera Indonesia. Hal ini terjadi karena ketidakmampuan perusahaan


pelayaran nasional untuk membeli armada kapal dari galangan kapal dalam

negeri. (Mahar Prastowo, 2011)

Berdasarkan uraian diatas, penulis pun melakukan penelitian untuk

IC

mengetahui besarnya potensi dan pangsa pasar galangan-galangan kapal di pulau

Batam. Penelitian ini berjudul Analisis Potensi dan Pangsa Pasar GalanganGalangan Kapal Di Pulau Batam.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka
rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Berapa besar potensi dan pangsa pasar (market share) galangan-galangan
kapal di Pulau Batam dari potensi pasar galangan yang ada?
2. Bagaimana persepsi para pelaku perindustrian pelayaran mengenai layanan
galangan-galangan kapal di Pulau Batam?
http://michsiba.wordpress.com

1.3 Batasan Masalah


Dalam menganalisa potensi dan pangsa pasar galangan-galangan di Pulau
Batam banyak hal yang perlu diperhatikan dan diperhitungkan antara lain,
pekerjaan yang dilakukan oleh galangan adalah pembangunan kapal baru dan
reparasi kapal, jumlah armada kapal dan perusahaan pelayaran dan non pelayaran
nasional yang begitu banyak. Oleh karena itu dalam penulisan ini dianggap perlu

adanya batasan masalah sehingga dapat terarah maksud dan tujuannya. Dalam

,S

penelitian ini dilakukan beberapa batasan asumsi dasar diantaranya:

EL

1. Galangan-galangan di Pulau Batam hanya di pilih beberapa dari jumlah


galangan yang ada sebagai sample. Analisis akan dilakukan pada tiga

tingkatan industri galangan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun

2008. Berdasarkan data jumlah produksi galangan yang diperoleh maka dari

IC

itu dipilih sebagai sample 5 usaha galangan kapal kecil, 5 usaha galangan

kapal menengah, dan 5 usaha galangan kapal besar.


2. Dalam perhitungan potensi dan pangsa pasar galangan-galangan di Pulau
Batam akan dibatasi hanya untuk pekerjaan pembangunan kapal baru dan
reparasi pada tahun 2009 - 2011.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Menentukan besar potensi dan pangsa pasar (market share) galangan-galangan
di Pulau Batam dari potensi pasar yang ada.

http://michsiba.wordpress.com

2. Menentukan persepsi para pelaku perindustrian pelayaran terhadap layanan


galangan-galangan di Pulau Batam kaitannya dengan pangsa pasar.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penilitian ini adalah :
Memberikan informasi mengenai besarnya potensi dan pangsa pasar yang
diperoleh galangan-galangan di Pulau Batam dari potensi pasar yang ada pada
tahun 2009 - 2011. Besarnya pasar atau market share dapat menunjukkan

kekuatan perusahaan dalam merebut pasar. Semakin besar nilai market sharenya

,S

maka akan membuat posisi perusahaan semakin terdepan dalam persaingan

EL

menguasai pasar, sebaliknya market share yang rendah menunjukkan adanya


ketidak beresan dalam pengolahan manajemen perusahaan sehingga hanya

memperoleh bagian pasar yang kecil.

Penelitian ini juga dapat memberikan informasi tentang persepsi para

IC

pelaku perindustrian pelayaran terhadap layanan galangan-galangan di Pulau

Batam. Hasil persepsi dapat menunjukkan kekuatan-kekuatan dan kelemahanlemahan perusahaan dalam memberikan layanan kepada para pelaku perindustrian
pelayaran atau pelanggannya. Hasil persepsi pelaku perindustrian pelayaran
biasanya akan sejalan dengan besarnya market share perusahaan, artinya jika
market share besar maka perusahaan memiliki layanan yang baik sehingga owner
tertarik untuk bekerja sama dan otomatis memperbesar market share. Sebaliknya
jika market share kecil tentunya juga berarti perusahaan masih memiliki
kekurangan dalam layanan perusahaan terhadap owner sehingga peluang untuk
bekerjasama menjadi kecil.
http://michsiba.wordpress.com

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Industri Galangan kapal
Galangan kapal merupakan suatu industri yang berorientasi untuk
menghasilkan produk berupa kapal (ship), bangunan lepas pantai (offshore),
bangunan terapung (floating plant) dan lain-lain untuk kebutuhan pelanggan
(owner, perusahaan, dan pemerintahan). Sebagian besar produksi dilakukan

berdasarkan atas spesifikai yang diberikan atau disyaratkan oleh pelanggan.

,S

Karekteristik dari produk akhir yang dihasilkan ini menempatkan industri


galangan kapal termasuk dalam klasifikasi product oriented atau job oriented.

EL

Karekteristik inilah yang membedakan industri galangan dengan industri umum

lainnya. Galangan kapal memiliki karakteristik khusus yaitu : slow yielding,

capital intensive, dan labour intensive. Galangan kapal tergolong industri job-

IC

order dengan produk barang modal, sehingga perkembangan permintaan pasarnya

sangat bergantung pada kondisi ekonomi makro. Wilayah pasar usaha bangunan
baru lebih luas dan bersaing secara global. Sedangkan usaha reparasi kapal
memiliki wilayah pasar yang relatif terbatas pada aktivitas pelayaran dan
pelabuhan sekitarnya. (Bahri Samsul. Supomo Heri, 2009)
2.2 Pengertian Potensi dan Pangsa Pasar
Aspek pasar dalam studi rancangan usaha menempati posisi yang penting,
karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat berkembang,
tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami penurunan.
Pada tahap ini besarnya permintaan produk serta kecenderungan perkembangan
permintaan yang akan datang selama usaha yang dijalankan perlu dianalisis
http://michsiba.wordpress.com

dengan cermat. Tanpa

perkiraan jumlah

permintaan produk yang cermat

dikemudian hari usaha dapat terancam yang disebabkan karena kekurangan atau
kelebihan permintaan.Tidak sedikit suatu usaha yang berjalan tersendat-sendat
hanya karena permintaan produknya jauh lebih kecil dari perkiraan, ataupun
karena sebelum mengembangkan usaha tidak dilakukan analisis perkiraan
permintaan. Kekurangan permintaan produk mengakibatkan mesin dan peralatan
bekerja di bawah kapasitas, jumlah karyawan yang berlebihan, organisasi

perusahaan tidak sepadan sehingga beban biaya menjadi berat.

,S

2.2.1 Analisis Potensi Pasar

EL

Potensi pasar bagi perusahaan tidak selalu berarti penjumlahan seluruh


populasi penduduk. Populasi penduduk tidak selalu berarti populasi pasar.

Populasi pasar (Market population) atau sering disebut sebagai potensial pasar

adalah keseluruhan permintaan terhadap produk tertentu pada wilayah dan periode

IC

waktu yang berbeda pula.

Tidak semua potensi permintaan tersebut mampu dicapai (accesable) atau


dilayani oleh industri produk tertentu (keseluruhan perusahaan sejenis). Dan juga
tidak semua total pasar tersebut sesuai dengan kapasitas total perusahaan maupun
tujuan perusahaan, bagi pasar potensial ini merupakan bagian pasar yang tersedia
(available market) bagi perusahaan.
Dari potensi pasar yang tersedia tidak semua permintaannya dapat
dipenuhi oleh perusahaan produk tertentu karena diperlukan beberapa persyaratan
tertentu, misalnya kualitas produk. Sehingga perlu dibedakan lagi pasar yang

http://michsiba.wordpress.com

tersedia dan sekaligus juga memenuhi persyaratan (qualified available market)


tertentu.
Meskipun demikian, bagian pasar yang tersedia tersebut itupun masih pula
diperebutkan oleh pesaing-pesaing perusahaan. Sehingga dapat terjadi, bagian
pasar yang dilayani (served marked) perusahaan akan menjadi kecil. Dan juga
tidak semua bagian pasar yang dilayani akan menjadikan sasaran (target) pasar
bagi perusahaan sesuai dengan kemampuan maupun tujuan perusahaan.

Bagian pasar (target market) yang akan dilayani perusahaan adalah sasaran

,S

yang merupakan rencana penguasaan pasar. Akan tetapi dalam realisasi, dapat

EL

terjadi penguasaan pasar yang dicapai dapat lebih rendah dari rencana. Bagian
pasar yang dapat dikuasai adalah pasar actual yang direalisir. Bagian ini bila

dibandingkan dengan pasar yang dapat dipenuhi oleh keseluruhan industri adalah

kemampuan penguasaan perusahaan atas pasar (market share).

IC

Secara ringkas beberapa pengertian tentang tingkatan luas bagian-bagian

pasar dapat ditujunkan sebagai berikut :


Populasi pasar

Permintaan pasar

Pasar yang berpeluang dapat


dicapai
Pasar yang berpeluang
Pasar yang diperebutkan
dapat dicapai
Oleh perusahaan sejenis
Pasar
yang
diperebutkan
Pasar
yang dipilih sebagai
sasaran perusahaan
Oleh
perusahaan
Pasar
actual
yang
mampu
sejenis

Pasar yang tersedia


Pasar yang dilayani
Sasaran pasar
Pasar actual

Dikuasai oleh perusahaan

Gambar II.1 Tingkatan Potensi Pasar


sebagai

Pasar

yang

dipilih
http://michsiba.wordpress.com

Sasaran perusahaan

Pasar

actual

yang

2.2.2 Analisis Pangsa Pasar (Market Share Perusahaan)


Bagian pasar yang mampu dikuasai oleh perusahaan apabila dibandingkan
dengan penjualan seluruh industrinya (total penjualan perusahaan yang sejenis)
dikenal sebagai Market Share. Sehingga dapat dikatakan bahwa market share
merupakan proporsi kemampuan perusahaan terhadap keseluruhan penjualan
seluruh pesaing, termasuk penjualan perusahaan itu sendiri. Tingkat market share
ditunjukan dan dinyatakan dalam angka persentase (Kusumodewo, 1990).

EL

Market share =

,S

Atau biasa dinyatakan dalam rumus sebagai berikut:

X 100% ..(1)

Atas dasar angka tersebut dapat diketahui kedudukan perusahaan dan juga

IC

kedudukan pesaing-pesaingnya dipasar. Sehingga seringkali tingkat market share


dapat dipergunakan dalam pedoman atau standart keberhasilan pemasaran

perusahaan dalam kedudukannya dengan pesaing-pesaingnya.


Market-Share (absolute maupun relatif) yang merupakan indikator
perusahaan yang mampu menjelaskan tentang :
1. Kemampuan perusahaan menguasai pasar.
Kemampuan penguasaan pasar dapat dipandang sebagai salah satu
indikator keberhasilan. Tujuan perusahaan pada umumnya adalah
mempertahankan atau meningkatkan tingkat market share. Sehingga
pencapaian tujuan berarti juga dianggap sebagai keberhasilan
perusahaan.
http://michsiba.wordpress.com

2. Kedudukan (posisi) perusahaan di pasar persaingan.


Berdasaar tingkat market share, kedudukan masing-masing perusahaan
dapat dilakukan urutan atau rangkingnya dalam pasar persaingan.
Secara berturut-turut posisi perusahaan dapat dibedakan sebagai :
Marker Leader, Challenger, Follower, dan Market Nicher.
Perlu memilih dan menentukan perusahaan-perusahaan lain yang dianggap
sebagai pesaing perusahaan. Rasio ini, dikenal sebagai Relative Market Share

,S

2.3 Analisis Strategi Pemasaran

adalah lebih realistis.

EL

Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta


aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu

pada masing-masing tingkatan serta lokasinya. Strategi pemasaran modern secara

umum terdiri dari tiga tahap yaitu: segmentasi pasar (segmenting), penetapan

IC

pasar sasaran (targeting), dan penetapan posisi pasar (positioning) (Kotler dalam

buku pemasaran industry hal.121,2011). Setelah mengetahui segmen pasar, target


pasar, dan posisi pasar maka dapat disusun strategi bauran pemasaran (marketing
mix) yang terdiri dari strategi produk, harga, penyaluran/ distribusi dan promosi.
2.3.1 Segmentasi Pasar Industri
Secara umum, terdapat tiga falsafah dasar sebagai pedoman bagi
perusahaan untuk mendekati pasar, yakni pemasaran masal dimana keputusan
untuk memproduksi dan mendistribusi produk secara masal, pemasaran berbagai
produk yang menyajikan pilihan produk berbeda untuk segmen berbeda, dan
pemasaran terarah yang mengembangkan produk untuk pasar yang spesifik.
http://michsiba.wordpress.com

10

1. Pemasaran masal, di mana para penjual memproduksi secara masal,


mendistribusikan secara masal, dan mempromosikan secara masal satu produk
kepada semua pembeli. Pemikirannya, bahwa biaya produksi dan harga
menjadi murah dan dapat menciptakan pasar potensial paling besar.
2. Pemasaran berbagai produk, di mana penjual memproduksi dua macam
produk atau lebih yang mempunyai sifat, gaya, mutu, ukuran dan sebagainya
yang berbeda. Pemikirannya, bahwa konsumen memiliki selera berbeda yang

berubah setiap waktu, dan selalu mencari variasi serta perubahan.

,S

3. Pemasaran terarah, di sini penjual mengenali berbagai segmen pasar, memilih

EL

satu atau beberapa di antaranya, dan mengembangkan produk serta bauran


pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing konsumen.

Produsen atau perusahaan modern, kini menjauhi pemasaran masal dan

pemasaran berbagai produk, dan mendekati pemasaran terarah. Penjual dapat

IC

mengembangkan produk yang tepat untuk setiap pasar sasaran dan menyesuaikan

efisien.

harga, saluran distribusi, dan iklannya untuk mencapai pasar sasaran secara

Dengan menggunakan pemasaran terarah, yang semakin dekat dengan


bentuk pemasaran mikro, perusahaan menyesuaikan program pemasaran pada
kebutuhan dan keinginan dari segmen geografik, demografik, pemakai/pengguna
akhir, yang telah ditentukan secara sempit. Bentuk akhir dari pemasaran terarah
adalah pemasaran yang disesuaikan, yaitu bila perusahaan menyesuaikan produk
dan program pemasaran pada kebutuhan pelanggan secara spesifik.

http://michsiba.wordpress.com

11

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat


heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang
bersifat homogen (Kotler dalam buku Pemasaran Industri hal 124, 2011). Dengan
kata lain, segmentasi pasar adalah kegiatan membagi pasar menjadi kelompok
pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku
berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah.
2.3.2 Penetapan Target Pasar

Dalam menetapkan sasaran pasar (target pasar), perusahaan terlebih dulu

,S

harus melakukan segmentasi pasar, dengan cara mengelompokkan konsumen

EL

(pembeli) ke dalam kelompok dengan ciri-ciri (sifat) yang hampir sama. Setiap
kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar yang akan dicapai.

Segmentasi pasar dimaksudkan untuk mengkaji dan mencari kesempatan segmen

pasar yang dihadapi perusahaan, menilai segmen pasar, dan memutuskan berapa

IC

banyak dari segmen pasar yang ada tersebut yang akan dilayani oleh perusahaan.

Penentuan target pasar sangat penting karena perusahaan tidak dapat melayani
seluruh konsumen atau pembeli yang ada di pasar. Pembeli yang ada terlalu
banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam atau bervariasi, sehingga
perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayaninya
sebagai target pasar.
Adapun yang dimaksud dengan target pasar adalah kelompok konsumen
yang mempunyai ciri-ciri atau sifat hampir sama (homogen) yang dipilih
perusahaan dan yang akan dicapai dengan strategi bauran pemasaran (marketing

http://michsiba.wordpress.com

12

mix). Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat mengembangkan


posisi produknya dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar tersebut.
2.3.3 Diferensiasi dan Positioning
Setelah mengidentifikasi segmen pasar, maka sebuah perusahaan juga harus
mengidentifikasi cara-cara spesifik yang dapat mendiferensiasikan produknya dan
memilih competitive positioning.
a. Diferensiasi

Pada dasarnya diferensiasi adalah tindakan merancang satu set perbedaaan

,S

yang berarti untuk membedakan penawaran perusahaan dari penawaran pesaing.

EL

Diferensiasi dapat dilakukan melalui lima dimensi berikut ini :


a. Diferensiasi Produk, membedakan produk utama berdasarkan keistimewaan,

Diferensiasi

Pelayanan,

IC

b.

dan rancangan produk.

kinerja, kesesuaian, daya tahan, keandalan, kemudahan untuk diperbaiki, gaya

membedakan

pelayanan

utama

berdasarkan

kemudahan pemesanan, pengiriman, pemasangan, pelatihan pelanggan,


konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan.
c. Diferensiasi Personil, membedakan personil perusahaan berdasarkan
kemampuan, kesopanan, kredibilitas, dapat diandalkan, cepat tanggap dan
komunikasi yang baik.
d. Diferensiasi Saluran, langkah pembedaan melalui cara membentuk saluran
distribusi, jangkauan, keahlian dan kinerja saluran-saluran tersebut.
e. Diferensiasi Citra, membedakan citra perusahaan berdasarkan perbedaan
identitas melalui penetapan posisi, perbedaan lambang dan perbedaan iklan.
http://michsiba.wordpress.com

13

b. Pemposisian Produk di Pasar (Positioning)


Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan
sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berada dalam benak
pelanggan sasarannya. Positioning merupakan elemen yang sangat utama dalam
suatu strategi pemasaran. Untuk mencapai pemosisian pasar perlu langkahlangkah yang perlu dilalalui oleh pemasar. Langkah-langkah tersebut adalah
menganalisis posisi pesaing, menawarkan produk yang memiliki keunggulan

dan mengevaluasi respon pasar.

EL

2.4 Penilaian Kualitas Jasa (Layanan)

,S

kompetitif, menyesuaikan elemen bauran pemasaran dengan pasar yang disetujui,

2.4.1 Pengertian Jasa

Tjiptono dalam I Putu Arif Setianto (2010) mencoba memberikan definisi

yang berbeda antara jasa dan pelayanan. Menurutnya jasa merupakan cerminan

IC

produk yang tidak memiliki

wujud fisik (intangible). Produk tersebut dapat

ditemui pada industri spesifik, seperti pendidikan, kesehatan, telekomunikasi,


transportasi, asuransi, dll. Sedangkan layanan didefinisikan sebagai segala sesuatu
yang dilakukan oleh pihak tertentu (individu maupun kelompok) kepada pihak
lain (individu maupun
pengertian jasa yang

kelompok). Kedua definisi tersebut tercakup dalam


dikemukakan Gronroos. Gronroos dalam I Putu Arif

Setianto (2010) memadukan pengertian jasa sebagai aktivitas dari suatu hakikat
yang tidak berwujud yang berinteraksi antara konsumen dan pemberi jasa, yang
memberikan solusi bagi masalah-masalah konsumen.

http://michsiba.wordpress.com

14

Berbagai definisi mengenai jasa diatas menegaskan bahwa jasa tidak


memiliki wujud fisik. Dengan kata lain jasa merupakan suatu produk yang bersifat
abstrak. Sifat jasa yang tak abstrak merupakan salah satu karakteristik yang
membedakannya dengan barang berwujud. Menurut Tjiptono dalam I Putu Arif
Setianto (2010), pelayanan memiliki empat karakteristik yang membedakannya
dengan barang berwujud, terdiri dari :
a)

Intangibilty, karena pelayanan merupakan output yang tidak berbentuk

namun dapat dirasakan keberadaannya oleh konsumen melalui suatu

,S

proses pelayanan yang disediakan oleh penyedia.

EL

b) Heterogenity/variability/inconsistency, artinya banyak variasi kualitas


dan jenis, tergantung pada siapa, kapan, dan dimana jasa tersebut

dihasilkan, sehingga tidak ada output penyampaian jasa yang sama

persis, dari produsen ke produsen, dari konsumen ke konsumen, dan

IC

dari waktu ke waktu.

c) Inseparability, artinya unsur produksi dan konsumsi sering dilakukan


pada waktu yang bersamaan, sehingga kualitas suatu jasa ditentukan
dalam proses interaksi antara penyedia dan penerimanya, sehingga
dalam hubungan penyedia jasa dengan konsumennya, efektivitas
individu yang menyampaikan jasa (contact personel) merupakan unsur
yang penting.
d) Perishability ,artinya pelayanan tidak tahan lama, tidak dapat disimpan,
tidak dapat dijual kembali atau dikembalikan.

http://michsiba.wordpress.com

15

2.4.2 Kualitas Jasa (Layanan)


Sebelum menjelaskan konsep kualitas jasa (pelayanan), terlebih dahulu akan
dijelaskan konsep kualitas. Kualitas dapat diinterpretasikan secara berbeda-beda
oleh setiap individu dalam konteks yang berlainan. Dari banyak definisi dan
interpretasi mengenai kualitas/mutu, yang paling banyak diacu seperti dikutip dari
penelitian I Putu Arif Setianto, 2010 adalah :
a)

Menurut Crosby, kualitas adalah pemenuhan terhadap standar

Menurut Juran, kualitas adalah pemenuhan terhadap kepuasan

,S

b)

(quality is compliance with standard)

EL

konsumen (quality is fitness for users, quality is costumer


satisfaction)

Berdasarkan definisi yang dikemukakan Crosby, pemenuhan terhadap standar

berarti terdapat beberapa hal pokok atau tolak ukur yang ditetapkan yang harus

IC

dipenuhi. Suatu standar ditetapkan untuk menjamin tercapainya tujuan yang

hendak dicapai. Standar tersebut merupakan kriteria yang harus dipenuhi,


sehingga dengan mengacu pada standar tersebut dapat dilakukan evaluasi
terhadap kualitas. Sedangkan berdasarkan definisi menurut Juran, pemenuhan
terhadap kepuasan konsumen menunjukkan bahwa kepuasan konsumen
merupakan salah satu tolak ukur dari kualitas. Kepuasan konsumen dapat dicapai
apabila harapannya terpenuhi.
Garvin, dalam penelitian I Putu Arif Setianto, 2010, mengatakan salah satu
perspektif kualitas yang berkembang saat ini adalah user-based approach. Userbased approach didasarkan pada pemikiran bahwa kualitas bergantung pada orang
http://michsiba.wordpress.com

16

yang menilainya. Dengan kata lain produk (barang dan jasa) yang paling
memuaskan preferensi seseorang merupakan produk yang berkualitas paling
tinggi. User-based approach merupakan perspektif yang bersifat subyektif dan
demand-oriented. Perspektif ini menyatakan bahwa setiap konsumen memiliki
kebutuhan dan harapan yang berbeda, sehingga kualitas bagi seseorang adalah
sama dengan kepuasan maksimal yang dirasakannya.
Gasperz, dalam penelitian I Putu Arif Setianto, 2010 menyatakan dalam

,S

(i) Bersifat berorientasi pada konsumen

sistem kualitas modern terdapat lima aspek penting, yaitu :

EL

(ii) Adanya partisipasi aktif yang dipimpin oleh manajemen puncak dalam
proses peningkatan kualitas secara berkesinambungan

(iii) Adanya aktivitas yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan konsumen

(iv) Adanya aktivitas yang berorientasi pada tindakan pencegahan kerusakan,

IC

bukan berfokus pada upaya untuk mendeteksi kerusakan saja

(v) Adanya filosofi yang menganggap bahwa kualitas merupakan jalan hidup
Dari kelima aspek penting diatas, aspek (i) dan (iii) secara eksplisit bahwa
orientasi kepada konsumen merupakan hal yang mutlak diperlukan. Aspek
tersebut sejalan dengan definisi kualitas yang dikemukakan oleh Juran pada poin
b diatas. Dengan demikian, kepuasan konsumen merupakan suatu aspek penting
dalam menentukan kualitas.
Terkait dengan masalah pelayanan, Le Boef dalam penelitian I Putu Arif
Setianto, 2010 menyatakan bahwa kualitas layanan merupakan kemampuan suatu
layanan yang diberikan oleh pemberi layanan dalam memenuhi keinginan
http://michsiba.wordpress.com

17

penerima layanan. Definisi ini sejalan dengan konsep kualitas modern, karena
menganut aspek orientasi konsumen. Sedangkan menurut Lewis dan Booms
dalam penelitian I Putu Arif Setianto, 2010 mendefinisikan kualitas layanan
sebagai ukuran seberapa bagus tingkat layanan yang diberikan mampu sesuai
dengan ekspektasi pelanggan. Kedua definisi ini memiliki kemiripan karena
memandang kualitas pelayanan sebagai suatu kemampuan dalam memenuhi
kebutuhan dan keinginan konsumen. Keinginan konsumen yang dimaksud dalam

hal ini adalah keinginan yang muncul dari harapan/ekspektasi konsumen.

,S

Sehingga dengan kata lain faktor utama yang memengaruhi kualitas pelayanan

EL

adalah layanan yang diharapkan pelanggan dan persepsi terhadap layanan.


2.5 Riset Pemasaran

Riset pasar atau market research adalah kegiatan penelitian di bidang

pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah,

IC

tujuan penelitian, pengumpulan data,

pengolahan data dan interpretasi hasil

penelitian. Kesemuanya ini ditujukan untuk masukan pihak manajemen dalam


rangka identifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahan
masalah. Hasil riset pemasaran ini dapat dipakai untuk perumusan strategi
pemasaran dalam merebut peluang pasar.
2.5.1 Tujuan Riset Pemasaran
Riset pemasaran dilakukan untuk berbagai tujuan. Tujuan yang dimaksud
antara lain utuk mengetahui seberapa besar konsumen dapat menerima produk
yang mereka tawarkan, seberapa besar kekuatan para pesaing yang memiliki
produk sejenis, dan berbagai tujuan penting lainnya, seperti :
http://michsiba.wordpress.com

18

a. Mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat menjelaskan secara


obyektif kenyataan yang ada.
b. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi ( political biases).Find it and tell
if like it is
Riset pemasaran sebagai alat untuk menghubungkan manager pemasaran,
menghubungkan antara :
VARIABLE

KONSUMEN

LINGKUNGAN

-. Harga

-. Kondisi ekonomi
-. Teknologi
-. Peraturan Pemerintah

-. Promosi

EL

-. Produk

Tidak dapat dikontrol :

,S

Dapat dikontrol :

PEMASARAN

-. Politik

-. Distribusi

IC

-. Kompetisi

-. Perubahan Sosial

Gambar II.2 Pola Hubungan Riset Pemasaran

2.5.2 Ruang Lingkup Tugas Riset Pemasaran Industri


Pengumpulan informasi perusahaan industri sangat luas dan beragam.
Pemasar industri melaksanakan pengumpulan informasi dengan menggunakan
riset

pemasaran

terutama

pengembangan/pengukuran

potensi

untuk
pasar,

kegiatan-kegiatan
analisis

penjualan,

seperti:
peramalan

permintaan, analisis persaingan, peramalan kecenderungan bisnis, dan penentuan


kuota penjualan.
http://michsiba.wordpress.com

19

1. Pengukuran /pengembangan potensi pasar


Pemasaran industri membutuhkan informasi penjualan dan potensi
keuntungan dari berbagai pasar (product market) baik untuk masa
sekarang maupun masa yang akan datang. Informasi ini digunakan untuk
mendukung keputusan pengalokasian sumber daya dipasar produk yang
sudah ada dan untuk pasar-produk yang akan dimasuki. Keputusan
pengalokasian sumber daya pengusahaan ini meliputi tenaga penjualan,

anggaran periklanan, dan pengeluaran modal pertumbuhan jangka

,S

panjang.

EL

2. Analisis pangsa pasar

Dalam analisis pangsa pasar, informasi pemasaran diperlukan untuk

menentukan perbandingan antara pendapatan penjualan perusahaan

terhadap total pendapatan penjualan dari seluruh perusahaan pada industri

IC

yang sama. Karena lingkungan persaingan bersifat dinamis, maka

pembuatan analisis pangsa pasar sangat penting untuk membandingkan


kinerja perusahaan sekarang dan kinerja di masa depan.
3. Analisis penjualan
Analisis

penjualan

mengidentifikasi

berguna

bagi

masalah-masalah

manajemen
penjualan

pemasaran

yang

dihadapi

untuk
dan

melakukan tindakan koreksi, dengan membandingkan kinerja aktual


terhadap tujuan dan target reguler (bulanan, kuartalan, tahunan, dan lainlain). Analisis ini meliputi penjualan, biaya penjualan,

dan potensi

http://michsiba.wordpress.com

20

keuntungan berdasarkan tiap produk: cabang atau wilayah, tenaga


penjualan, segmen pasar, dan pelanggan.
4. Peramalan
Peramalan dapat dilakukan dengan memanfaatkan informasi hasil riset
pemasaran dan pengumpulan informasi. Baik peramalan jangka pendek
maupun jangka panjang merupakan input yang vital untuk proses
perencanaan pemasaran. Perkiraan jumlah produk yang dapat dijual oleh

perusahaan selama waktu tertentu pada kondisi tertentu dan segmen

,S

tertentu, dapat memengaruhi faktor-faktor baik yang terkendali maupun

EL

tak terkendali yang juga memengaruhi masa depan perusahaan. Peramalan


membentukdasar dari semua kegiatan perencanaan organisasi dan sangat

kritis untuk mengestimasi aliran kas, ekspansi pabrik, proyeksi jumlah

tenaga kerja, keputusan berkaitan dengan perubahan lini produk,

IC

perubahan saluran distribusi, dan sebagainya.

5. Analisis persaingan
Suatu riset dilakukan untuk memahami persepsi pelanggan pesaing seperti
kualitas produk, pelayanan, harga, dan promosi yang kemudian
dibandingkan dengan yang ada diperusahaan kita.
6. Penentuan kuota penjualan
Untuk mengevaluasi kinerja tenaga kerja penjualan dan wilayah penjualan
serta untuk menyusun target penjualan, adalah perlu bagi pemasar industri
untuk menentukan kuota penjualan. Pendekatan yang dapat dilakukan
untuk keputusan kuota penjualan adalah dengan membagi/memecah lebih
http://michsiba.wordpress.com

21

kecil (break-down) perkiraan potensi pasar nasional dan pangsa pasar ke


dalam berbagai daerah geografi, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Dengan membagi area potensi pasar dengan perkiraan pangsa pasar,
manajer pemasaran dapat menentukan kuota penjualan berdasarkan
wilayah dan tenaga penjualan.
2.6 Kuesioner Penelitian
Telah dijelaskan diatas bahwa dalam melakukan suatu riset pemasaran

maka diperlukan data-data yang menunjang riset yang akan dilakukan. Data

,S

tersebut kemudian dikelompokkan menjadi data primer dan data sekunder. Data

EL

sekunder adalah data yang tersedia, dimana periset tinggal mencari dimana
mendapatkannya. Sumber data tersebut bias internal atau pun eksternal. Data

primer adalah data yang belum tersedia dan harus diperoleh dari sumber aslinya.

Oleh karena itu akan digunakan instrument riset dalam membantu periset

IC

mengumpulkan data primer tersebut.

Ada dua instrument atau alat yang biasa digunakan dalam pengumpulan
data primer, yaitu instrument mekanis dan kuesioner. Instrument mekanis adalh
alat perekam yang dapat merekam dan menyimpan hasil wawancara. Sedangkan
kuesioner adalah daftar pertanyaan yang sekaligus berisikan jawaban responden
setelah kuesioner diisi.
Kuesioner digunakan untuk wawancara tertulis. Mengingat pertanyaannya
yang dimuat kuesioner terbatas, maka kuesioner harus dirancang dengan baik agar
dapat menghasilkan data yang baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
penyusunan kuesioner adalah :
http://michsiba.wordpress.com

22

a. Apa pertanyaan yang diajukan?. Setiap pertanyaan harus dimulai dari


data apa yang ingin dikumpulkan.
b. Bagaimana bentuk pertanyaannya?. Ada tiga bentuk pertanyaan, yaitu
pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup dan pertanyaan semi terbuka.
Pertanyaan terbuka adalah sebuah pertanyaan yang memberikan
kebebasan terhadap responden untuk memberikan jawaban. Pertanyaan
tertutup adalah sebuah pertanyaan yang tidak memberikan kebebasan pada

responden untuk memberikan jawaban, sebab jawaban hanya bias

,S

diberikan di antara pilihan-pilihan yang sudah ada. Pertanyaan semi

EL

terbuka adalah pertanyaan yang menyediakan tempat untuk menjawab


secara bebas kalau jawaban responden ada diluar pilihan yang tersedia.

c. Bagaimana dengan pemilihan kata-kata dan penyusunan kalimat?.

Kata-kata yang dipilih harus dimengerti oleh responden. Selain itu, kata-

IC

kata tersebut harus disusun dalam urutan yang logis dan efektif.

Suatu kuesioner tertutup terdiri dari jawaban-jawaban yang akan memudahkan


responden untuk menjawab pertanyaan yang ada. Penilaian terhadap jawaban
pada kuesioner harus menggunakan teknik penyekalaan agar memudahkan periset
dalam menganalisis hasil kuesioner nantinya. Karena perilaku merupakan variable
kualitatif, maka pengukurannya memerlukan penyekalaan untuk mengurangi
subjektifitas responden.
Banyak teknik penyekalaan yang sering digunaka dalam riset pasar, diantaranya
skala likert, semantic-different scale, skala numeric, skala staple, graphic-rating
scale, intemizid-rating scale, skala peringkat komparatif dan skala dikotomi.
http://michsiba.wordpress.com

23

Namun kebanyakan riset menggunakan skala riset sebagai metode skala yang
digunakan. Oleh karena itu maka pada penilitian ini hanya dibahas tentang skala
likert.
Skala likert yang juga disebut summated-rating scale, merupakan teknik
pengukuran sikap yang paling luas digunakan dalam riset pemasaran. Skala ini
memungkinkan responden untuk mengekspresikan intensitas perasaan mereka.
Pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan tertutup. Pilihan dibuat berjenjang

,S

lima, tujuh, dan sembilan. Yang pasti ganjil.

mulai dari intensitas paling rendah sampai paling tinggi. Pilihan jawaban bisa tiga,

EL

Semakin banyak pilihan jawaban, maka jawaban responden semakin

jumlahnya. Contoh :

c. Netral

IC

b. Tidak setuju

a. Sangat tidak setuju

terwakili. Namun, kesulitannya adalah kata-kata yang mewakili pilihan terbatas

d. Setuju

e. Sangat setuju
Karena pilihan jawaban bersaing, maka setiap jawaban bisa diberi bobot
sesuai dengan intensitasnya. Misalkan ada lima pilihan jawaban. Intensitas paling
rendah diberi 1 dan tertinggi diberi 5. Namun bisa juga sebaliknya asal konsisten.
Dalam penggunaan skala likert harus ditentukan adalah metode apa yang dipakai
dalam mengukur sikap, apakah metode langsung ataukah metode tidak langsung
melalui multi-attribut method.
http://michsiba.wordpress.com

24

Sebelum menyebar kuesioner maka telebih dahulu dilakukan uji keandalan


terhadap keusioner. Data yang baik hanya dapat diperoleh bila instrumennya juga
baik. Instrument dikatakan baik jika kuesioner itu reliabel.
Reliabilitas adalah tingkat keandalan kuesioner. Keusioner yang reliabel
adalah kuesioner yang apabila dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok
yang sama akan menghasilkan data yang sama. Asumsinya, tidak terdapat ,
perubahan psikologis pada responden. Memang apabila data yang diperoleh sesuai

dengan kenyataan, berapa kali pun pengambilan data dilakukan, hasilnya tetap

,S

sama. Ada dua jenis reliabilitas, yaitu reliabilitas eksternal dan reliabilitas

EL

internal.
a. Reliabilitas Eksternal

Secara garis besar, reliabilitas eksternal adalah relibilitas yang diperoleh

dengan membandingkan hasil dua kelompok data. Ada dua jenis cara untuk

IC

menguji reliabilitas eksternal, yaitu teknik parallel dan teknik ulang.

b. Reliabitas Internal

Reliabilitas internal diperoleh dengan menganalisis dua kelompok data, bai dari
perangkat kuesioner yang berbeda maupun sama, maka reliabilitas internal
diperoleh dengan menganalisis data yang berasal dari satu kali pengujian
kuesioner.
Terdapat berbagai rumus (teknik) mencari reliabilitas internal yaitu :
a. Rumus Spearman-brown
r11 =

2xr1/21/1

....(2)
( 1 + r1/21/1)
http://michsiba.wordpress.com

25

Keterangan :
r11

= reliabilitas kuesioner

r1/21/1 = rxy yang disebutkan sebagai koefisien antara dua belahan


kuesioner
rxy =

N XY ( X)( Y)
(N X2 ( X)2)(N Y2 (Y)2)

(3)

b. Rumus Flanagan
V1-V2

).(4)

Vt

,S

r11 = 2(1-

r11

EL

Keterangan :
= reliabilitas instrument

Vt = varians total atau varians skor total

V1 = varians belahan pertama

IC

V2 = Varians belahan kedua

Untuk mencari varian baik V1, V2 dan Vt, rumusnya adalah :

V=

(X) 2
X - N
2

c. Rumus Rulon
r11 = 1-

Vd
Vt

.. (5)

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrument
Vt = varians total atau varians skor total
http://michsiba.wordpress.com

26

= selisih antara belahan awal dan belahan akhir

Vd = Varians selisih antara belahan awal dan belahan akhir


d. Rumus K-R.20
K

Vt- pq
r11 = (
)(
) (6)
K-1
Vt
Keterangan :
r11 = reliabilitas instrument
= banyaknya butir pertanyaan

,S

Vt = varians total atau varians skor total

= proporsi subjek yang menjawab ya pada suatu butir

= proporsi subjek yang menjawab tidak

M(k-M)
r11 = (
)(1) (7)
K-1
kVt

IC

e. Rumus K-R. 21

EL

Keterangan :

r11 = reliabilitas instrument


K

= banyaknya butir pertanyaan

Vt = varians total atau varians skor total


M = skor rata-rata
f. Rumus Alpha
r11 = (

K
K-1

)(1-

b2
2

) (8)

http://michsiba.wordpress.com

27

Keterangan :
r11 = reliabilitas instrument
K

= banyaknya butir pertanyaan

b2= jumlah varians butir


t2 = varians total
Untuk membantu periset dalam menguji reliabitias kuesioner biasa
digunakan software SPSS karena lebih mudah menyingkat waktu dan telah

IC

EL

,S

dilengkapi seluruh rumus-rumus yang ada seperti diatas.

http://michsiba.wordpress.com

28

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
Kegiatan penelitian dilakukan di galangan kapal di pulau batam. dan di
beberapa kantor perusahaan pelayaran serta instansi pemerintah antara lain
Syahbandar Batam dan Biro Klasifikasi Indonesia cabang Batam. Waktu
penelitian berlangsung dari bulan April sampai Oktober 2012.

3.2 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data

,S

Pada penelitian ini digunakan dua jenis data yakni data sekunder dan data

EL

primer. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, laporan dan
jurnal. Data sekunder yang diperoleh berupa data potensi pasar galangan dari

Direktorat Lalu Lintas Angkutan Laut yang dan data permintaan bangunan baru

dan reparasi galangan-galangan di pulau Batam tahun 2009-2011. Sedangkan data

IC

primer, diperoleh langsung di lapangan dengan menggunakan metode wawancara

dan penyebaran kuesioner. Dengan menggunakan kuesioner maka akan diketahui


penilaian persepsi pelaku perindustrian pelayaran terhadap layanan galangangalangan di Pulau Batam.
3.3 Metode Analisis
Setelah data terkumpul dari hasil pengumpulan data, selanjutnya dilakukan
kegiatan menganalisis data. Kegiatan menganalisis data ini terdiri dari dua tahap
yaitu sebagai berikut :
1. Tahap tabulasi : Kegiatan tabulasi adalah mengelompokkan data dalam tabel
frekuensi untuk memudahkan proses analisis data. Informasi yang diperoleh
http://michsiba.wordpress.com

29

dari galangan tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jumlah


permintaan bangunan baru, permintaan reparasi, negara asal owner, jumlah
GT pekerjaan reparasi dan GT pekerjaan bangunan baru. Sedangkan data yang
diperoleh

dari

penilaian

owner

menggunakan

kuesioner

kemudian

ditabulasikan untuk memudahkan penghitungan rata-rata penilaian persepsi


para responden terhadap layanan galangan-galangan tersebut.
2. Tahap Pengolahan Data : Dalam menganalisis pangsa pasar galangan-

galangan di Pulau Batam, akan dibandingkan jumlah perolehan GT dan

,S

jumlah unit kapal permintaan reparasi dengan besarnya potensi pasar yang

EL

ada. Perhitungan pangsa pasar akan menghasilkan informasi tentang besarnya


pangsa pasar galangan-galangan di Pulau Batam, dari keselurahan potensi

pasar yang dinyatakan dalam persentase (%).

IC

b.

100%... (1)

Pangsa pasar berdasarkan permintaan bangunan baru.

a. Pangsa pasar berdasarkan permintaan reparasi.

100%....(2)

Untuk analisis persepsi pelanggan, terlebih dahulu dilakukan uji


reliabilitas terhadap kuesioner dengan menggunakan rumus alpha (persamaan
8) dengan bantuan software SPSS. Hasil penilaian dengan kuesioner akan
dirata-ratakan untuk mengetahui penilaian para responden terhadap faktorfaktor penilaian menyangkut pelayanan galangan-galangan di Pulau Batam.

http://michsiba.wordpress.com

30

3.4 Kerangka Alur Penelitian


Untuk mempermudah pengerjaan dalam penelitian ini, maka digambarkan
alurnya dalam kerangka pemikiran sebagai berikut :

Berapa besar pangsa pasar dan Bagaimana


persepsi terhadap layanan galangangalangan di Pulau batam ?

EL
A

5 Galangan usaha kecil, 5


galangan usaha
menengah, dan 5 galangan
usaha besar.

IC

5 Galangan usaha kecil, 5


galangan usaha
menengah, dan 5 galangan
usaha besar.

Jumlah bangunan baru


galangan-galangan di
Pulau Batam tahun 20092011

,S

Jumlah reparasi galangangalangan di Pulau Batam


tahun 2009-2011.

PANGSA PASAR/MARKET
SHARE GALANGANGALANGAN DIPULAU
BATAM TAHUN 2007 - 2011

KUESIONER
PERSPEPSI
PELAKU
INDUSTRI
PELAYARAN
TERHADAP
GALANGAN

PENILAIAN PELAKU
INDUSTRI PELAYARAN
TERHADAP PELAYANAN
GALANGAN
Besarnya pangsa pasar galangangalangan di Pulau Batam dan
Penilaian terhadap layanan
galangan-galangan di Pulau
Batam
http://michsiba.wordpress.com

31

3.5 Definisi Operasional


Angkutan Laut adalah setiap kegiatan angkutan dengan menggunakan kapal
untuk mengangkut penumpang, barang dan atau hewan dalam suatu perjalanan
atau lebih dari satu pelabuhan kepelabuhan lain yang diselenggarakan oleh
perusahaan angkutan laut.
Galangan kapal adalah suatu industri yang berorientasi untuk menghasilkan
produk berupa kapal (ship), bangunan lepas pantai (offshore), bangunan terapung

,S

pelanggan (owner, perusahaan, dan pemerintahan).

(floating plant) dan pekerjaan reparasi/perbaikan kapal untuk kebutuhan

EL

Galangan kapal besar adalah galangan kapal dimana jumlah kekayaan bersih
atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari usaha menengah.

Galangan kapal menengah adalah galangan kapal dimana menjadi bagian baik

langsung maupun tidak langsung dengan galangan kapal kecil atau galangan kapal

IC

besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan di bawah

galangan kapal besar dan di atas galangan kapal kecil.


Galangan kapal kecil adalah galangan kapal dimana menjadi bagian baik
langsung maupun tidak langsung dengan galangan kapal menengah atau galangan
kapal besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan dibawah
galangan kapal menengah.
Potensi pasar adalah keseluruhan pasar (akumulasi berbagai permintaan) yang
dapat dilayani satu atau beberapa perusahaan yang saling bersaing
Pangsa pasar (market share) adalah rasio bagian pasar yang mampu dikuasai
oleh perusahaan dengan total penjualan industri.
http://michsiba.wordpress.com

32

Permintaan adalah suatu rencana bagi pemilik kapal untuk menetapkan berapa
banyak jumlah kapal yang akan dibuat atau direparasi pada sebuah galangan
dalam berbagai kemungkinan harga.
Gross Ton merupakan ukuran suatu kapal yang menggambarkan jumlah volume
tertutup dari kapal, termasuk superstructure dan rumah geladak.
Kawasan adalah sebuah tempat yang mempunyai ciri serta mempunyai
kekhususan untuk menampung kegiatan manusia berdasarkan kebutuhannya dan

setiap tempat yang mempunyai ciri dan identitas itu akan lebih mudah untuk

,S

dicari ataupun ditempati untuk lebih melancarkan segala hal yang berhubungan

EL

dengan kegiatannya.

Kawasan nasional adalah keseluruhan provinsi di Indonesia.

Kawasan internasional adalah keseluruahan Negara yang ada di dunia.

IC

galangan.

Owner atau pelanggan adalah perusahaan yang melakukan kerjasama dengan

Pelaku Perindustrian Pelayaran adalah orang yang melakukan kegiatan atau


usaha dalam industry pelayaran.
Persepsi adalah pandangan terhadap pelayanan yang diterima oleh konsumen.
Penilaian adalah sesuatu proses sistematis yang mengandung pengumpulan
informasi, menganalisis, dan menginterpretasikaninformasi tersebut untuk
membuat keputusan-keputusan.
Kuesioner adalah instrument yang digunakan dalam penilaian persepsi owner
terhadap galangan-galangan kapal di Pulau Batam.

http://michsiba.wordpress.com

33

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Terhitung dari tahun 2009-2011, praktis galangan-galangan di pulau
Batam melakukan pekerjaan permintaan reparasi kapal dan bangunan baru dengan
mengandalkan pelanggan lokal dan internasional. Namun beberapa pelanggan
mulai beralih ke galangan lain akibat alasan tersendiri. Bahkan beberapa
perusahaan-perusahaan pelayaran di pulau Batam lebih memilih galangan lain

dibanding galangan-galangan di pulau Batam untuk melakukan reparasi kapal dan

,S

bangunan baru. Ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas

EL

pekerjaan galangan-galangan di pulau Batam. Hal ini harus menjadi perhatian


besar bagi manajemen untuk memperbaiki kinerja agar tetap dapat bersaing

dengan galangan lain. Maka dari itu di pilih 15 galangan di pulau Batam sebagai

semple yang terbagi atas 3 tingkatan industri galangan berdasarkan Undang-

IC

Undang Nomor 20 Tahun 2008. Setiap jenis tingkatan industri galangan

berdasarkan jumlah produksi kapal reparasi maupun kapal bangunan baru dapat
dilihat sebagai berikut:
Tabel IV.1 Profil Galangan Berdasarkan Jumlah Produksi
N
O

NAMA GALANGAN

TAHUN

JUMLAH GT KAPAL
REPA
RASI

NEW
BUILDING

JUMLAH KAPAL
REPAR
ASI

NEW
BUILDING

GALANGAN KAPAL BESAR


PT. KARYASINDO SAMUDRA
BIRU SHIPYARD
1

2009

4277

8022

21

2010

6653

11253

31

2011

7016

11765

13

18

PT. KARYA TEHKNIK UTAMA


SEKUPANG

2009

63780

23

Jl. RE. Martadinata KM. 2 Sekupang -

2010

85080

31

Jl. Gajah Mada (Komplek Indofast Blok


D No.42), Batam, Kepulauan Riau,
Indonesia. Telp. +62 778 456461

http://michsiba.wordpress.com

34

TAHUN

Batam Telp. 0778 323199 Fax. 0078


327618
PT. PAN BATAM ISLAND
SHIPYARD

PT. JAYA ASIATIC SHIPYARD


4

Jl. Brigjen Katamso Km. 6 Tanjung


Uncang- Batam Telp. 0778-391475
Email: enquiry@patjaya.com
PT. CAHAYA SAMUDRA
SHIPYARD

Jl.RE Marthadinata Sekupang-Batam


Indonesia 29442 Telp :+62 778 327
808/806 Fax :+62 778 327

JUMLAH KAPAL

NEW
BUILDING

REPAR
ASI

NEW
BUILDING

2011

71760

29

2009

1347

20890

2010

687

30497

17

2011

3957

29372

13

13

2009

16038

24175

2010

43763

14407

14

2011

17159

20827

11

2009

6027

15

2010

4935

16

2011

8910

18

10981

14

2010

15984

15

2011

13858

19

2009

8796

11

2010

15479

15

2011

25284

20

2009

23256

10

2010

14358

10

2011

26476

11

2009

2467

3727

Jl. Brigjen Katamso Km. 8 Tanjung


Uncang- Batam Telp. 0778-392020
Fax.0778-392019

JUMLAH GT KAPAL
REPA
RASI

,S

NAMA GALANGAN

EL

N
O

GALANGAN KAPAL MENENGAH

Jl. Brigjen Katamso Km. 6 Tanjung


Uncang - Batam Telp. 0778-.392420

IC

PT. PALMA PROGRESS


7

Jalan Palma Kav. 1, Sagulung -Tanjung


Uncang - Batam, Provinsi Kepulauan
Riau, Indonesia Telp. 0778-391642
PT. PANDAN BAHARI SHIPYARD

Jl Brigjen Katamso Km 18, Tanjung


Uncang, Sekupang - Batam Telp. 0778392026
PT. SUMBER SAMUDRA
MAKMUR

10

2009

PT. GALANGAN MERCUSUAR

2010

7191

2764

Jl. Bawal Kav. 4 Batu Merah - Batam


Telp. 0778-413147

2011

8723

10

PT. PASIFIC ALTLANTIC


SHIPYARD

2009

895

11258

2010

5392

4535

2011

9383

10

Kawasan Industri Sekupang - Batam


Fax: 0778 326851 Telp:
+62.778.326851

http://michsiba.wordpress.com

35

N
O

NAMA GALANGAN

TAHUN

JUMLAH GT KAPAL
REPA
RASI

NEW
BUILDING

JUMLAH KAPAL
REPAR
ASI

NEW
BUILDING

GALANGAN KAPAL KECIL


PT. UNITED SINDO PERKASA

9705

2011

133

3381

PT. BATAM EXPRESINDO


SHIPYARD

2009

5236

1807

2010

2943

977

2011

6721

2235

2009

632

2010

2605

2011

731

1424

Jln Brigjend Katamso Km 6, Tanjung


Uncang, 29432, Batam, Indonesia Telp.
0778-391956 Fax. 0778-391955

Kawasan industri Sekupang Kampung


Baru - Batam Telp. 0778-322199 Fax.
0778-325188

IC

Jln Brigjend Katamso Kampung becek,


Tanjung Uncang, Batam, Indonesia
Telp. 0778-7367001 Fax. 0778-7367005

1606

2009

1315

5723

2010

2820

2780

2011

140

14742

2009

253

2000

2010

18179

2011

31556

Sei Binti Sagulung - Batam Telp. 0778724555 Fax. 0778-7274333

549

PT. SENTEK INDONESIA


15

10

2010

PT. TUNAS KARYA BAHARI


INDONESIA
14

Jalan Pelabuhan Lama,Kabil, Batam


Telp .0778-711750

PT. KIM SEAH SHIPYARD


INDONESIA
13

16440

,S

12

EL

11

2009

Sumber : Pengolahan Data 2012

4.1 Penyajian Data Reparasi Dan Bangunan Baru


Selama tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 galangan-galangan di pulau
Batam telah melakukan permintaan pekerjaan reparasi kapal sebanyak 276 unit
kapal dan pekerjaan bangunan baru sebanyak 388 unit kapal, dengan rincian
sebagai berikut:

http://michsiba.wordpress.com

36

Tabel IV.2 Jumlah Pekerjaan Reparasi dan Bangunan Baru Galangan-Galangan


Pulau Batam
GALANGAN KAPAL BESAR
JUMLAH KAPAL REPARASI

JUMLAH KAPAL BANGUNAN BARU

TAHUN

DALAM NEGERI

LUAR NEGERI

TAHUN

DALAM NEGERI

LUAR NEGERI

2009
2010
2011
TOTAL

25
20
36
81

10
23
19
52

2009
2010
2011
TOTAL

45
70
58
173

17
14
9
40

GALANGAN KAPAL MENENGAH


JUMLAH KAPAL REPARASI
DALAM NEGERI LUAR NEGERI
9
10
10
16
20
11
39
37

JUMLAH KAPAL BANGUNAN BARU


TAHUN DALAM NEGERI LUAR NEGERI
2009
34
0
2010
36
0
2011
39
0
TOTAL
109
0

Sumber : Pengolahan Data 2012

JUMLAH KAPAL BANGUNAN BARU


TAHUN DALAM NEGERI LUAR NEGERI
2009
18
6
2010
15
2
2011
21
4
TOTAL
54
12

EL

JUMLAH KAPAL REPARASI


DALAM NEGERI LUAR NEGERI
11
7
14
16
9
10
34
33

TAHUN
2009
2010
2011
TOTAL

,S

GALANGAN KAPAL KECIL

TAHUN
2009
2010
2011
TOTAL

IC

Berdasarkan data diatas kecenderungan permintaan reparasi setiap


tahunnya mengalami kenaikan pada galangan kapal besar dan pada galangan

kapal menengah, sebaliknya pada galangan kapal kecil permintaan reparasi


mengalami penurunan pesanan pekerjaan reparasi di tahun 2011. Sedangkan pada
permintaan bangunan baru di tahun 2011 pada galangan kapal besar mengalami
penurunan dan di setiap tahun pada galangan kapal menengah dan kecil
mengalami kenaikan. Jumlah permintaan reparasi kapal dan bangunan baru untuk
selang waktu 2009-2011 dapat dilihat pada gambar berikut:

http://michsiba.wordpress.com

37

Rata-Rata Permintaan
Pekerjaan Kapal Reparasi
26%

38%

Rata-Rata Permintaan
Pekerjaan Kapal Bangunan
Baru
2009

34%

31%

2009

2010

2010

2011

36%

2011

35%

Gambar IV.1 Persentase Jumlah Pekerjaan Galangan-Galangan Di Pulau Batam Tahun 2009-2011
(Sumber: Pengolahan Data 2012)

JUMLAH PEKERJAAN REPARASI MENURUT JENIS KAPAL


PILOT BOAT

,S

120

EL

100

80

ROV. SUPPORT
CREW BOAT
LCT
PASSENGER SHIP
FERRY
GENERAL CARGO

IC

TANGKER
FISHING VESSEL
WOODEN TUG

40

SUPPLY

SPEED CARGO

60

GRENBAS

TUGBOAT
OIL BARGE

20

ACCOMO. BARGE
CRANE BARGE
0
2009

2010

2011

DECK CARGO

Gambar IV.2 Jumlah Pekerjaan Reparasi Menurut Jenis Kapal Galangan-Galangan Di Pulau
Batam Tahun 2009-2011
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

http://michsiba.wordpress.com

38

JUMLAH PEKERJAAN BANGUNAN BARU MENURUT JENIS KAPAL


SSRV
140

AWB
SUPPLY

120

ROV. SUPPORT
CREW BOAT

100

FERRY
80

PUSHER TUG
TUGBOAT

60

ACCOMO. BARGE
CPO BARGE

40

TANK BARGE

,S

20
0
2010

2011

CRANE BARGE
DECK CARGO

EL

2009

CEMENT BARGE

Gambar IV.3 Jumlah Pekerjaan Bangunan Baru Menurut Jenis Kapal Galangan-Galangan Di
Pulau Batam Tahun 2009-2011
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

GALANGAN KAPAL BESAR

IC

Tabel IV.3 Jumlah GT Pekerjaan Reparasi Dan Bangunan baru GalanganGalangan Pulau Batam

JUMLAH GT KAPAL REPARASI


TAHUN
DALAM NEGERI
LUAR NEGERI
2009
7682
20073
2010
6330
49708
2011
19392
17650
TOTAL
33404
87431

JUMLAH GT KAPAL BANGUNAN BARU


TAHUN
DALAM NEGERI
LUAR NEGERI
2009
80436
36431
2010
120649
20588
2011
106756
26968
TOTAL
307841
83987

GALANGAN KAPAL MENENGAH


JUMLAH GT KAPAL REPARASI
TAHUN
DALAM NEGERI
LUAR NEGERI
2009
3362
23256
2010
7323
19618
2011
16673
27909
TOTAL
27358
70783

JUMLAH GT KAPAL BANGUNAN BARU


TAHUN
DALAM NEGERI
LUAR NEGERI
2009
34762
0
2010
38762
0
2011
39142
0
TOTAL
112666
0

http://michsiba.wordpress.com

39

GALANGAN KAPAL KECIL


TAHUN
2009
2010
2011
TOTAL

JUMLAH GT KAPAL REPARASI


DALAM NEGERI
LUAR NEGERI
5561
1875
7621
19475
12904
26377
26086
47727

JUMLAH GT KAPAL BANGUNAN BARU


TAHUN
DALAM NEGERI
LUAR NEGERI
2009
23654
3922
2010
11356
2198
2011
20815
967
TOTAL
55825
7087

Sumber : Pengolahan Data 2012

Tabel diatas menunjukkan selama tiga tahun jumlah GT pekerjaan kapal


reparasi galangan kapal besar pertahunnya untuk dalam negeri 11135 GT dan
untuk luar negeri 29144 GT, galangan kapal menengah pertahunnya untuk dalam

negeri 9119 GT dan untuk luar negeri 23594 GT, dan galangan kapal kecil

,S

pertahunnya untuk dalam negeri 8695 GT dan untuk luar negeri 15909 GT.

EL

Sedangkan Jumlah GT pekerjaan kapal bangunan baru galangan kapal besar


pertahunnya untuk dalam negeri 102614 GT dan untuk luar negeri 27996 GT,

galangan kapal menengah pertahunnya untuk dalam negeri 37555 GT dan untuk

IC

luar negeri 0 GT, dan galangan kapal kecil pertahunnya untuk dalam negeri 18608
GT dan untuk luar negeri 2362 GT. Karena luasnya pasar baik lokal dan

internasional, maka diharapkan galangan-galangan di pulau Batam mampu untuk


bersaing memperebutkan pasar nasional dan internasional.
4.2

Potensi Pasar Perkerjaan Reparasi Dan Bangunan Baru Kapal

Galangan-Galangan Di Pulau Batam


Potensi pasar adalah keseluruhan pasar (akumulasi berbagai permintaan)
yang dapat dilayani satu atau beberapa perusahaan yang saling bersaing. Potensi
pasar galangan adalah jumlah armada angkutan laut dan jumlah perusahaan
pelayaran yang ada di Nasional dan Dunia yang diketahui berdasarkan data dari
The Shipbuilders' Association of Japan (SAJ) 2012.
http://michsiba.wordpress.com

40

4.2.1 Potensi Pasar Reparasi


A. Kawasan Nasional
Data potensi pasar untuk kebutuhan nasional mencakup keseluruhan
potensi armada angkutan laut yang ada di Indonesia. Potensi pasar untuk armada
angkutan laut Indonesia adalah sebagai berikut:

Sumber: SAJ 2012

B. Kawasan Internasional

,S

(1000 GT)
4330
5287
5670
5810
8093
9279
10430

EL

Tahun Jumalah Armada


2005
3214
2006
4271
2007
4469
2008
4464
2009
5205
2010
5763
2011
6332

Tabel IV.4 Potensi Pasar Nasional Pekerjaan Kapal Reparasi Galangan Kapal.

Data potensi pasar untuk kebutuhan internasional mencakup keseluruhan

IC

potensi armada yang ada di Indonesia dan Negara-negara lain (Dunia). Potensi

pasar untuk armada angkutan laut Indonesia dan Dunia adalah sebagai berikut:
Tabel IV.5 Potensi Pasar Internasional Pekerjaan Kapal Reparasi Galangan Kapal.
Tahun Jumalah Armada
2005
92105
2006
94936
2007
97504
2008
99741
2009
102194
2010
103392
2011
104305

Sumber: SAJ 2012

(1000 GT)
675116
721855
774937
830704
882635
957982
1043082

http://michsiba.wordpress.com

41

4.2.2 Potensi Pasar Bangunan Baru Kapal


A. Kawasan Nasional
Data potensi pasar untuk kebutuhan nasional mencakup jumlah permintaan
pekerjaan bangunan baru di Indonesia. Potensi pasar untuk pekerjaan bangunan
baru adalah sebagai berikut :

,S

Sumber: SAJ 2012

(1000 GT)
5513
1103
6293
723
4193
1966
883

EL

Tahun Jumalah Armada


2006
714
2007
1103
2008
807
2009
321
2010
650
2011
572
2012
214

Tabel IV.6 Potensi Pasar Nasional Pekerjaan Kapal Bangunan Baru Galangan
Kapal

B. Kawasan Internasional

IC

Data potensi pasar untuk kebutuhan internasional mencakup jumlah

permintaan pekerjaan bangunan baru di Indonesia dan Negara-negara lain


(Dunia). Potensi pasar untuk pekerjaan bangunan baru Dunia adalah sebagai
berikut :

http://michsiba.wordpress.com

42

Tabel IV.7 Potensi Pasar Internasional Pekerjaan Kapal Bangunan Baru Galangan
Kapal
Tahun Jumalah Armada
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012

Sumber: SAJ 2012

3828
5404
3260
1408
2780
2252
831

99600
169600
88000
33600
82400
56800
17065

Pangsa Pasar (Market share) Galangan-Galangan Di Pulau Batam

4.3

(1000 GT)

,S

Pangsa pasar (market share) adalah rasio bagian

pasar yang mampu

dikuasai oleh perusahaan dengan total penjualan industry. Besarnya pasar yang
galangan-galangan

di

pulau

Batam

EL

diperoleh

dapat

diketahui

dengan

membandingkan kemampuan galangan-galangan di pulau Batam dalam melayani

pekerjaan reparasi dan bangunan baru dengan besarnya potensi armada angkutan

IC

laut nasional maupun internasional dan jumlah permintaan bangunan baru

nasional maupun internasional. Perhitungan pangsa pasar akan dibagi dua


berdasarkan besarnya permintaan pekerjaan reparasi dan pekerjaan bangunan baru
galangan-galangan di pulau Batam.
4.3.1 Pangsa Pasar (Market share) Reparasi Kapal
Berdasarkan tabel IV.2 Jumlah GT pekerjaan reparasi galangan-galangan
di pulau Batam, diketahui bahwa jumlah GT pekerjaan reparasi yang berhasil
dikerjakan oleh 5 galangan kapal besar, 5 galangan kapal menengah, dan 5
galangan kapal kecil selama tiga tahun.

http://michsiba.wordpress.com

43

A. Kawasan Nasional.

100%

1. Galangan Kapal Besar.

11135
= 9267333
X 100 % = 0,12 %

Perolehan
Galangan
Kapal Besar

0.12%

99.68%

EL

,S

Potensi
Pekerjaan
Reparasi
Nasional

Gambar IV.4 Persentase Market share Reparasi Galangan Besar Berdasarkan Jumlah Armada
Nasional.

(Sumber:Pengolahan Data 2012)

IC

2. Galangan Kapal Menengah.

0.10%

99.90%

9119
= 9267333
X 100 % = 0,10 %

Perolehan
Galangan
Kapal Sedang
Potensi
Pekerjaan
Reparasi
Nasional

Gambar IV.5 Persentase Market share Reparasi Galangan Menengah Berdasarkan Jumlah Armada
Nasional.
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

http://michsiba.wordpress.com

44

3. Galangan Kapal Kecil.

8695
= 9267333
X 100 % = 0,09 %

0.09%

Perolehan
Galangan
Kapal Kecil

99.91%

Potensi
Pekerjaan
Reparasi
Nasional

,S

Gambar IV.6 Persentase Market share Reparasi Galangan Kecil Berdasarkan Jumlah Armada
Nasional.

100%

IC

B. Kawasan Internasional.

EL

(Sumber:Pengolahan Data 2012)

1. Galangan Kapal Besar.

29144
= 961233000
X 100 % = 0,0030 %

http://michsiba.wordpress.com

45

Perolehan
Galangan
Kapal Besar

0.0030%

Potensi
Pekerjaan
Reparasi
Nasional

99.9970
%

Gambar IV.7 Persentase Market share Reparasi Galangan Besar Berdasarkan Jumlah Armada
Internasional.
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

23594
= 961233000
X 100 % = 0,0025 %

Perolehan
Galangan
Kapal Sedang

99.9975
%

Potensi
Pekerjaan
Reparasi
Nasional

IC

0.0025%

,S

EL

2. Galangan Kapal Menengah.

Gambar IV.8 Persentase Market share Reparasi Galangan Menengah Berdasarkan Jumlah Armada
Internasional.
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

3. Galangan Kapal Kecil.

15909
= 961233000
X 100 % = 0,0017 %

http://michsiba.wordpress.com

46

Perolehan
Galangan
Kapal Kecil

0.0017%

99.9983
%

Potensi
Pekerjaan
Reparasi
Nasional

Gambar IV.9 Persentase Market share Reparsi Galangan Kecil Berdasarkan Jumlah Armada
Internasional.

IC

EL

,S

(Sumber:Pengolahan Data 2012)

http://michsiba.wordpress.com

47

T
,S
EL
A
H
IC
M
Keterangan :

Pangsa Pasar (Market Share) galangan-galangan di pulau batam untuk kawasan internasional.
Pangsa Pasar (Market Share) galangan-galangan di pulau batam untuk kawasan nasional.

Gambar IV. 10 Pangsa Pasar Pekerjaan Reparasi Galangan-Galangan Di Pulau Batam Dari Potensi tiap Kawasan.
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

http://michsiba.wordpress.com

48

4.3.2 Pangsa Pasar (Market Share) Bangunan Baru Kapal


Berdasarkan tabel IV.2 Jumlah GT pekerjaan bangunan baru galangangalangan di pulau Batam, diketahui bahwa jumlah GT pekerjaan bangunan baru
yang berhasil dikerjakan oleh 5 galangan kapal besar, 5 galangan kapal
menengah, dan 5 galangan kapal kecil selama tiga tahun.
A. Kawasan Nasional.
)

1. Galangan Kapal Besar.

4.47%

95.53%

100%

102614
= 2294000
X 100 % = 4.47 %

EL

,S

Perolehan
Galangan
Kapal Besar

IC

Potensi
Pekerjaan
Bangunan
Baru
Internasional

Gambar IV.11 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Besar Berdasarkan Jumlah
Pesanan Nasional
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

2. Galangan Kapal Menengah.

37555
= 2294000
X 100 % = 1.64 %

http://michsiba.wordpress.com

49

Perolehan
Galangan
Kapal Sedang

1.64%

98.36%

Potensi
Pekerjaan
Bangunan
Baru
Internasional

Gambar IV.12 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Menengah Berdasarkan Jumlah
Pesanan Nasional
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

,S

18608
= 2294000
X 100 % = 0.81 %

EL

3. Galangan Kapal Kecil.

99.19%

Potensi
Pekerjaan
Bangunan
Baru
Internasional

IC

0.81%

Perolehan
Galangan
Kapal Kecil

Gambar IV.13 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Keci Berdasarkan Jumlah
Pesanan Nasional
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

B. Kawasan Internasional.

1. Galangan Kapal Besar.

100%

27996
= 57600000
X 100 % = 0.0486 %

http://michsiba.wordpress.com

50

Perolehan
Galangan
Kapal Besar

0.0486%

Potensi
Pekerjaan
Bangunan
Baru
Internasional

99.9514
%

Gambar IV.14 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Besar Berdasarkan Jumlah
Pesanan Internasional
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

IC

0%

0
= 57600000
X 100 % = 0.00 %

EL

,S

2. Galangan Kapal Menengah.

Perolehan
Galangan
Kapal Sedang

Potensi
Pekerjaan
Bangunan
Baru
Internasional

100%

Gambar IV.15 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Menengah Berdasarkan Jumlah
Pesanan Internasional.
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

3. Galangan Kapal Kecil.

2362
= 57600000
X 100 % = 0.00041 %

http://michsiba.wordpress.com

51

Perolehan
Galangan
Kapal Kecil

0.0041%

Potensi
Pekerjaan
Bangunan
Baru
Internasional

99.9959
%

Gambar IV.16 Persentase Market share Bangunan Baru Galangan Kecil Berdasarkan Jumlah
Pesanan Internasional

IC

EL

,S

(Sumber:Pengolahan Data 2012)

http://michsiba.wordpress.com

52

T
,S
EL
A
H
IC
M
Keterangan :

Pangsa Pasar (Market Share) galangan-galangan di pulau batam untuk kawasan internasional.
Pangsa Pasar (Market Share) galangan-galangan di pulau batam untuk kawasan nasional.

Gambar IV. 17 Pangsa Pasar Pekerjaan Bangunan baru Galangan-Galangan Di Pulau Batam Dari Potensi tiap Kawasan.
(Sumber:Pengolahan Data 2012)

http://michsiba.wordpress.com

53

4.4

Analisis Persepsi Pasar


Berdasarkan perhitungan pangsa pasar (market share) diatas, diketahui

bahwa besarnya pangsa pasar yang mampu dikuasai galangan galangan-galangan


di pulau Batam dari potensi pasar galangan adalah sangat kecil. Oleh karenanya
itu maka akan dilakukan analisis persepsi pelanggan atau owner terhadap layanan
galangan-galangan di pulau Batam, dan diharapakan dapat dijadikan informasi
untuk pemecahan masalah, sehingga galangan-galangan di pulau Batam dapat

bersaing untuk memperebutkan potensi pasar yang tersedia.

,S

Rendahnya market share atau pangsa pasar tentu akan berimbas pada

EL

perusahaan itu sendiri. Hal ini akan membuat kedudukan galangan-galangan di


pulau Batam semakin tertinggal dengan pesaing-pesaingnya. Tentu saja akan

berakibat langsung kepada pendapatan perusahaan, kurangnya pendapatan

perusahaan akan mengakibatkan terbengkalainya seluruh kegiatan perusahaan

IC

karena kurangnya dana. Hal lain yang diakibatkan oleh kecilnya pangsa pasar

adalah tingkat utilitas fasilitas yang dimiliki galangan akan kecil karena
kurangnya pekerjaan. Efeknya semakin mengurangi produktivitas pekerja.
Perusahaan

pelayaran

dalam

memilih

galangan

tentunya

mempertimbangkan banyak hal. Diantaranya adalah penawaran mengenai biaya


pekerjaan yang kompetitif dan yang paling penting adalah masalah ketepatan
waktu pekerjaan dan jaminan mutu dari galangan itu sendiri. Faktor inilah yang
mutlak harus dirumuskan dengan baik oleh galangan, tentunya dengan tujuan
untuk memberi kepuasan maksimal kepada owner. Dengan semakin tingginya
kepuasaan pihak owner dalam hal ini kepada perusahaan pelayaran maka akan
http://michsiba.wordpress.com

54

membuat kepercayaan owner untuk melakukan kerjasama kembali dengan


galangan semakin besar.
Pelanggan atau owner merupakan komponen lingkungan yang mampu
mempengaruhi pencapaian tujuan pemasaran. Prinsip pemasaran mengatakan
bahwa pencapaian tujuan organisasi tergantung pada seberapa mampu perusahaan
memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan dan memenuhinya secara lebih
efisien dan efektif dibanding pesaing. galangan-galangan di pulau Batam

selayaknya harus selalu berusaha untuk memberikan kepuasan kepada pelanggan

,S

atau owner. Tentunya dengan tujuan agar semakin memperbesar peluang untuk

EL

memperoleh pelanggan. Dan otomatis akan memperbesar pangsa pasar galangangalangan di pulau Batam sendiri. Ada beberapa cara yang dilakukan untuk

mengukur perilaku pelanggan, yaitu pernyataan sendiri (self-report), pengamatan

perilaku (observation of overt behavior), teknik tidak langsung (indirect

IC

techniques), performance of objective task, dan reaksi psikologis (physiological

reaction). Yang paling banyak dilakukan adalah pernyataan sendiri, yaitu suatu
cara dimana orang-orang ditanya secara langsung tentang kepercayaan atau
persaan terhadap suatu objek. Metode ini banyak digunakan dalam mengukur
sikap dan persepsi pelanggan (Bilson Simamora, 2004).
4.4.1 Kuesioner Persepsi Pasar
Telah dijelaskan diatas bahwa metode yang paling banyak digunakan
dalam mengukur sikap dan persepsi pelanggan adalah pernyataan sendiri. Untuk
mendukung penelitian ini maka digunakan instrument wawancara yaitu kuesioner.
Dengan menggunakan kuesioner tentunya diharapkan dapat mempermudah untuk
http://michsiba.wordpress.com

55

mengukur persepsi pelanggan mengenai galangan-galangan di pulau Batam.


Sehingga akan diketahui persepsi pelanggan galangan-galangan di pulau Batam
mengenai kondisi perusahaan saat ini. Diharapkan dengan hasil kuesioner ini,
pihak perusahaan dapat mengetahui kelemahan-kelemahan perusahaan menurut
persepsi pelanggan sehingga akan dilakukan perbaikan kinerja yang tentunya akan
memberi dampak positif bagi perusahaan.
Dalam pembuatan kuesioner persepsi pasar galangan-galangan di pulau

Batam ini, terlebih dahulu harus diketahui faktor-faktor apa saja yang sangat

,S

berpengaruh pada perkembangan suatu galangan. Dapat diartikan bahwa dalam

EL

pembangunan sebuah kapal, faktor yang paling dominan adalah tenaga kerja,
permodalan, kondisi peralatan dan permesinan serta ketepatan pengadaan

material. Hal inilah yang mendasari sehingga dalam penyusunan kuesioner ini

akan dibagi dalam lima faktor penilaian.

IC

Kelima faktor tersebut adalah faktor pemasaran, faktor manajemen

produksi, faktor fasilitas produksi, faktor sumber daya dan faktor sarana
penunjang. Kelima faktor tersebut kemudian terdiri dari sejumlah butir pertanyaan
yang bertujuan untuk mengetahui persepsi konsumen terhadap ke lima faktor
tersebut. Dalam memberikan penilaian, responden akan diberikan interval
penilaian sebagai berikut :
o Sangat memuaskan dengan skor 5
o Memuaskan dengan skor 4
o Cukup memuaskan dengan skor 3
o Kurang memuaskan dengan skor 2
http://michsiba.wordpress.com

56

o Tidak memuaskan dengan skor 1. (lihat lampiran 3).


Untuk mengetahui tingkat keandalan kuesioner persepi pasar ini maka
akan dilakukan uji reliabilitas dengan rumus Alpha (persamaan 8) terlebih dahulu
dengan menggunakan bantuan software SPSS. Hasil uji reliabilitas kuesioner
menunjukkan hasil nilai R hitungnya 0.809. Sedangkan nilai pada table r untuk
nilai N sebanyak 45 responden adalah 0.482 untuk taraf nyata 5% dan 0.806 untuk
taraf nyata 1%. Syarat kuesioner dikatakan reliabel adalah ketika nilai r hitung >

,S

r table. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan r hitung 0.809 > r table


0.482 dan 0,806, maka kuesioner ini telah memenuhi syarat untuk dikatakan

EL

reliabel. (lihat lampiran 5 ).

Penyebaran kuesioner kemudian ditujukan ke berbagai pihak yang dinilai

berkompeten untuk menilai kondisi galangan-galangan di pulau Batam. Pihak

IC

yang dimaksud adalah perusahaan pelayaran / owner. Untuk pemilihan responden


dari perusahaan pelayaran dikhusukan kepada perusahaan pelayaran yang pernah

melakukan kerjasama dengan galangan-galangan yang menjadi objek penelitian


selama tiga tahun terakhir dan berdomisili di Batam.
4.4.2 Hasil Penilaian Kuesioner
Jumlah kuesioner yang dibagikan kepada pihak yang dimaksud diatas
adalah sebanyak 45 kuesioner. Setiap galangan diambil 3 responden yang pernah
menggunakan jasa dari galangan tersebut. Secara lengkap dapat dilihat pada table
berikut :

http://michsiba.wordpress.com

57

Tabel IV.8 Profil Responden


6

PT. GALANGAN
MERCUSUAR
Pely. Lokal Karya Arun
Marine

1
1

PT. UNITED SINDO


PERKASA

Admiral Lines

Pelayaran Jatarim Binau Lines

Altus Lines Indonesia

Katimuri Marine

Pelayaran Kanaka Dwi Mitra


Manunggal

Arena Bahari Tirtatama

Keluarga Jaya Shipping

Pelayaran Pensumba Bahari

PT. KARYA TEHKNIK UTAMA


SEKUPANG

PT. PALMA PROGRESS

1
2

PT. BATAM EXPRESINDO


SHIPYARD

Andalan Samudra

Pely. Laut Guna Transnusa

Pelita Jaya Express

Amas Internasional Lines

Lautan Indah Makmur

Pintas Samudra

Pelnas Armada Sumber Rezeki

Pelnas Lautan Terang

Pelnas Petro Samudra

PT. PAN BATAM ISLAND


SHIPYARD

PT. PANDAN BAHARI


SHIPYARD

1
3

PT. KIM SEAH SHIPYARD


INDONESIA

Pelnas A y o d h i a

Marinatama Gemanusa

Putra Anambas Shipping

Pelayaran Bandar Niaga Raya

Merlina Paluansa Line

Restu Prima Lestari

Bahari Sandi Pratama Shipping

Moro Citra Samudra

Samudra Shipping Services

1
4

PT. TUNAS KARYA


BAHARI INDONESIA

PT. KARYASINDO SAMUDRA


BIRU SHIPYARD

PT. JAYA ASIATIC SHIPYARD

Pelayaran Bahtera Adhiguna

Pely. Natio Bahari Shipping

Pelayaran Selat Karimun

Bahtera Maju Selaras

Pelayaran Nimala Bahari

Sokongan Perdana Shipping

Pelnas Duta Bahari Sakti


PT. CAHAYA SAMUDRA
SHIPYARD

c
1
0

Pelnas Nusantara Perkasa


PT. PASIFIC ALTLANTIC
SHIPYARD

c
1
5

Pelnas Sinar Pagoda

Golden Mutiara Line

Pacific Agency

Pelayaran Teguh Abadi


Nusantara

Pely. Haluan Segara Line

Pely. Pelita Anugerah Bahari

Vinici Inti Line

Indo Falcon

Pelayaran Bintang Jaya

Vita Baruna Indonesia

A
b

,S

PT. SUMBER SAMUDRA


MAKMUR

EL

PT. SENTEK INDONESIA

IC

Sumber : Pengolahan Data 2012

Hasil penilaian oleh responden dapat dilihat pada lampiran 5. Berdasarkan


dari hasil tersebut maka dapat diketahui nilai rata-rata persepsi para responden
terhadap kelima faktor penilaian dalam kuesioner tersebut. Hasil penilaian
kemudian ditabulasikan pada table berikut :

http://michsiba.wordpress.com

58

Tabel IV.9 Penilaian Rata-Rata Responden


JENIS
GALANGAN

FAKTOR
PEMASA
RAN

RATA-RATA PENILAIAN RESPONDEN


FAKTOR
FAKTOR
FAKTOR
MANAJEMEN
FASILITAS
SUMBER
PRODUKSI
PRODUKSI
DAYA

FAKTOR
SARANA
PENUNJANG

3.10

3.13

3.19

3.13

3.14

GALANGAN
KAPAL
MENENGAH

3.20

3.24

3.17

3.19

3.15

GALANGAN
KAPAL KECIL

3.26

3.23

3.18

3.23

3.18

GALANGAN
KAPAL BESAR

,S

Sumber : Pengolahan Data 2012

EL

Dari semua penilaian rata-rata responden galangan kapal kecil memiliki


penilaian tertertinggi pada faktor pemasaran, faktor manajemen produksi, faktor

sumber daya, dan faktor sarana penunjang. Sedangkan penilaian rata-rata

responden terhadap galangan kapal besar tertinggi ada pada faktor fasilitas

IC

produksi dan terendah di faktor pemasaran, galangan kapal menengah tertinggi

ada pada faktor manajemen produksi dan terendah di faktor sarana penunjang, dan
galangan kapal kecil tertinggi ada pada faktor pemasaran dan terendah pada faktor
fasilitas produksi dan faktor sarana penunjang.

http://michsiba.wordpress.com

59

T
,S
EL
A
H
IC
M
Sumber: Pengolahan Data 2012

Gambar IV.18 Diagram FishBone Persepsi Responden Terhadap Layanan Galangan-Galangan Di Pulau Batam

http://michsiba.wordpress.com

60

a. Faktor Pemasaran
Faktor pemasaran yang dimaksud

adalah kinerja bagian pemasaran

galangan-galangan di pulau Batam. Hasil diatas memperlihatkan bahwa


responden dari pihak perusahaan pelayaran menilai bahwa faktor pemasaran
berada pada interval nilai 3. Dari butir-butir pertanyaan mengenai faktor
pemasaran dapat diketahui poin-poin apa yang menjadi kelemahan dan
kekuatan faktor pemasaran galangan-galangan di pulau Batam. Responden

dari pihak perusahaan pelayaran memberikan penilaian kepada galangan kapal

,S

besar tertinggi pada kontiunitas pemesanan dan akses informasi dan promosi
galangan (butir 2 dan 3) sedangkan penilaian terendah pada proses penawaran

EL

oleh galangan (butir 1), penilaian kepada galangan kapal menengah tertinggi

pada biaya pembangunan kapal baru (butir 5) sedangkan penilaian terendah

pada biaya perbaikan rearasi kapal (butir 6), dan penilaian kepada galangan

IC

kecil proses penawaran oleh galangan (butir 1) sedangkan penilaian terendah

pada administrasi keuangan (butir 4). Jadi penilaian keseluruhan untuk faktor
pemasaran galangan-galangan di pulau batam untuk penilaian tertinggi pada
kontiunitas pemesanan (butir 2) sedangkan penilaian terendah pada proses
penawaran oleh galangan dan administrasi keuangan (butir 1 dan 4).
b. Faktor Manajemen Produksi
Untuk faktor manajemen Produksi, pihak perusahaan pelayaran menilai
bahwa kinerja galangan-galangan di pulau Batam cukup memuaskan atau
berada pada interval nilai 3. Dari butir-butir pertanyaan mengenai faktor
manajemen produksi dapat diketahui poin-poin apa yang menjadi kelemahan
http://michsiba.wordpress.com

61

dan kekuatan faktor pemasaran galangan-galangan di pulau Batam.


Responden dari pihak perusahaan pelayaran memberikan penilaian kepada
galangan kapal besar tertinggi pada hubungan kerjasama galangan dengan
syahbandar / birokrasi (butir 9) sedangkan penilaian terendah pada ketepatan
waktu pengerjaan pemesanan bangunan baru (butir 5), penilaian kepada
galangan kapal menengah tertinggi pada teknologi perakitan yang diterapkan
(butir 1) sedangkan penilaian terendah pada ketepatan pasokan bahan dan

ketepatan waktu pemesanan bangunan baru (butir 4 dan 5), dan penilaian

,S

kepada galangan kapal kecil tertinggi pada layout galangan dalam menunjang

EL

kegiatan produksi bangunan baru maupun reparasi (butir 3) sedangkan


penilaian terendah pada standar mutu produksi galangan (butir 8). Jadi

penilaian keseluruhan untuk faktor manajemen produksi galangan-galangan di

pulau batam untuk penilaian tertinggi pada pada layout galangan dalam

IC

menunjang kegiatan produksi bangunan baru maupun reparasi (butir 3)

sedangkan penilaian terendah pada ketepatan waktu pengerjaan pemesanan


bangunan baru (butir5).
c. Fasilitas Produksi
Faktor fasilitas produksi yang dimaksud adalah kondisi peralatan-peralatan
produksi yang ada di galangan-galangan di pulau Batam. Penilaian yang
diberikan oleh pihak perusahaan pelayaran kepada faktor ini adalah cukup
memuaskan atau berada pada interval nlai 3. Dari butir-butir pertanyaan
mengenai faktor fasilitas produksi dapat diketahui poin-poin apa yang menjadi
kelemahan dan kekuatan faktor fasilitas produksi galangan-galangan di pulau
http://michsiba.wordpress.com

62

Batam. Responden dari pihak perusahaan pelayaran memberikan penilaian


kepada galangan kapal besar tertinggi pada spesifikasi alat yang di gunakan
modern (butir 8) sedangkan penilaian terendah pada kapasitas produksi
bangunan baru, kapasitas reparasi atau perbaikan kapal, dan sarana
pengedokan (butir 1, 2, dan 8), penilaian kepada galangan kapal menengah
tertinggi pada kondisi bengkel mesin dan mekanik (butir 6) sedangkan
penilaian terendah pada sarana pengedokan (butir 9), dan penilaian kepada

galangan kapal kecil tertinggi pada kapasitas produksi bangunan baru (butir 1)

,S

sedangkan terendah kenyamanan dalam lingkungan galangan (butir 10). Jadi

EL

penilaian keseluruhan untuk faktor fasilitas produksi galangan-galangan di


pulau batam untuk penilaian tertinggi pada spesifikasi alat yang di gunakan

modern (butir 8) sedangkan penilaian terendah pada kenyamanan dalam

lingkungan galangan (butir 10).

IC

d. Fasilitas Sumber daya

Penilaian untuk faktor sumber daya ditujukan untuk mengetahui kinerja


sumber daya manusia dalam hal ini pekerja yang ada di galangan-galangan di
pulau Batam. Penilaian dari pihak perusahaan pelayaran adalah kinerja pekerja
di galangan-galangan di pulau Batam cukup memuaskan atau berada pada
interval nilai 3. Dari butir-butir pertanyaan mengenai faktor sumber daya
dapat diketahui poin-poin apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan pada
factor tersebut. Responden dari pihak perusahaan pelayaran memberikan
penilaian kepada galangan kapal besar tertinggi pada jumlah tenaga kerja dan
kedisiplinan tenaga kerja (butir 1 dan 5) sedangkan penilaian terendah pada
http://michsiba.wordpress.com

63

tingkat pendidikan tenaga kerja dan keterampilan tenaga kerja (butir 2 dan 4),
penilaian kepada galangan menengah tertnggi pada jenis keahlian pekerja
(butir 3) sedankan penilaian terendah pada tinkat pendidikan pekerja (butir 2),
dan penilaian kepada alangan kapal kecil penilaian tertinggi pada jenis
keahlian pekerja (butir 3) sedangkan terendah pada jumlah tenaga kerja dan
tingkat keterampilan tenaga kerja (butir 1 dan 4). Jadi penilaian keseluruhan
untuk faktor fasilitas sumber daya galangan-galangan di pulau batam untuk

penilaian tertinggi pada jenis keahlian pekerja (butir 3) sedangkan penilaian

,S

terendah pada tingkat keterampilan tenaga kerja (butir 4).

EL

e. Faktor Sarana Penunjang

Hasil penilaian responden untuk faktor sarana penunjang adalah, dari

perusahaan pelayaran menilai faktor ini berada pada interval nilai 3 atau

cukup memuaskan dalam menunjang kinerja galangan-galangan di pulau

IC

Batam. Dari butir-butir pertanyaan mengenai faktor sarana penunjang dapat

diketahui poin-poin apa yang menjadi kelemahan dan kekuatan pada faktor
tersebut. Responden dari pihak perusahaan pelayaran memberikan penilaian
kepada galangan kapal besar tertinggi pada keamanan galangan (butir 8)
sedangkan penilaian terendah pada ketersediaan ait bersih dari PDAM, sarana
ibadah di galangan, dan ketersediaan institusi pendidikan (butir 4, 5, dan 12),
penilaian kepada galangan kapal sedang tertinggi pada sarana komunikasi
(butir 3) sedangkan penilaian terendah pada akses terhadap bandara udara
(butir 10), dan penilaian kepada galangan kapal kecil tertinggi pada akses
jalan menuju galangan ( butir 1) sedangkan penilaian terendah pada sarana
http://michsiba.wordpress.com

64

ibadah di galangan (butir 5). Jadi penilaian keseluruhan untuk faktor sarana
penunjang galangan-galangan di pulau batam untuk penilaian tertinggi pada
akses jalan menuju galangan (butir 1) sedankan penilaian terendah pada akses
terhadap bandar udara (butir 10).
4.5

Pembahasan Analisis Data


Hasil dari analisis data menunjukkan besarnya persentase pangsa pasar

atau market share galangan-galangan di pulau Batam untuk tiap-tiap potensi pasar

galangan. Angka tersebut memberikan informasi tentang pencapaian galangan-

,S

galangan di pulau Batam dalam pekerjaan reparasi kapal dan pekerjaan bangunan
baru.

EL

Untuk menilai apakah pangsa pasar atau market share galangan-galangan

di pulau Batam besar atau kecil, maka harus dibandingkan dengan jumlah laba

kotor dan jumlah biaya operasional perusahaan. Serta dibandingkan dengan

IC

perolehan pangsa pasar atau market share dari para pesaing perusahaan. Namun

pada penilitian ini tidak dilakukan penilaian terhadap besar kecilnya market share
karena keterbatasan data yang diperoleh dari galangan-galangan di pulau Batam.
Secara umum hasil penilaian persepsi responden terhadap layanan galangangalangan di pulau Batam adalah untuk faktor pemasaran, faktor manajemen
produksi, faktor fasilitas produksi, faktor sumber daya, dan factor sarana
penunjang dinilai cukup memuaskan. Untuk penilaian keseluruhan faktor dalam
layanan galangan-galangan di pulau batam adalah cukup memuaskan.
Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia
(MP3EI) menjadikan wilayah Sumatra dan Jawa sebagai pusat industri perkapalan
http://michsiba.wordpress.com

65

Indonesia, dan untuk wilayah Sumatra berada di pulau Batam sebagai lokasinya.
Salah satu visi dan misi kota Batam adalah sebagai kota alih kapal, hal ini di
dukung oleh kebijakan pemerintah dengan menjadikan pulau Batam sebagai
kawasan pasar bebas dimana pemerintah membebaskan pajak masuk barang
(import) dari luar negeri. Dari hasil persepsi pasar untuk galangan pulau Batam
menunjukkan dengan nilai persepsi cukup memuaskan, sudah jelas kondisi ratarata galangan kapal pulau batam belum memuaskan para konsumennya. Pada

gambar IV.2 dapat dilihat pertumbuhan pekerjaan reparasi kapal meningkat setiap

,S

tahunnya, dimana reparasi kapal tongkang dan tug boat yang terbanyak.

EL

Sebaliknya pada gambar IV.3 jumlah pekerjaan bangunan baru kapal pada tahun
2011 menurun, jika dilihat dari faktor eksternal kondisi pulau Batam hal ini

disebabkan oleh terjadinya gangguan keamanan (kerusuhan) pada salah satu

galangan di pulau Batam yaitu PT Drydock Naninda. Faktor keamanan sangat

IC

berperan penting dalam perkembangan industri perkapalan pulau Batam karena

konsumen sangat membutuhkan jaminan keamanan bagi barang atau asetnya yang
di buat pada galangan-galangan pulau Batam. Tantangan lain yang harus di hadapi
galangan-galangan di pulau Batam adalah terus meningkatnya industri galangan
lain di kawasan Asia seperti China dan Jepang, untuk itu demi menarik minat para
konsumen sekiranya galangan-galangan di pulau Batam dapat memperbaiki pula
internalnya sendiri seperti lebih meningkatkan fasilitas produksi dan sumber daya
manusia.
Hasil ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi galangan-galangan di pulau
Batam untuk melakukan pengembangan yang lebih lagi dari keseluruhan faktor
http://michsiba.wordpress.com

66

yang dimaksud diatas, dan diharapkan setelah dilakukannya pengembangan yang


lebih lagi maka akan memberikan kepuasan yang tinggi bagi pelanggan atau
owner dari segi pelayanan. Dan tentu saja dengan semakin meningkatnya layanan
galangan-galangan dipulau Batam maka diharapkan dapat menarik pelanggan atau
owner baru untuk bekerja sama sehingga otomatis akan memperbesar pangsa

IC

EL

,S

pasar atau market share perusahaan.

http://michsiba.wordpress.com

67

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Dari hasil pembahasan, berikut kesimpulan yamg dapat digambarkan :
1. Dari hasil perhitungan pangsa pasar, maka dapat diketahui besar pangsa
pasar galangan-galangan di pulau Batam dalam pekerjaan reparasi kapal
adalah sebagai berikut :

,S

a. Pangsa pasar galangan-galangan di pulau Batam untuk kawasan


nasional adalah sebesar 0.31% dari potensi pasar galangan nasional.

EL

b. Pangsa pasar galangan-galangan di pulau Batam untuk kawasan

internasonal adalah sebesar 0.0071% dari potensi pasar galangan

dunia.

IC

2. Dari hasil perhitungan pangsa pasar, maka dapat diketahui besar pangsa

pasar galangan-galangan di pulau Batam dalam pekerjaan kapal bangunan


baru adalah sebagai berikut :
a. Pangsa pasar galangan-galangan di pulau Batam untuk kawasan
nasional adalah sebesar 6.92% dari potensi pasar galangan nasional.
b. Pangsa pasar galangan-galangan di pulau Batam untuk kawasan
internasonal adalah sebesar 0.0527% dari potensi pasar galangan
dunia.

http://michsiba.wordpress.com

68

3. Hasil penilaian dari uji persepsi yang dilakukan kepada pelangggan


galangan-galangan di pulau Batam adalah :
a. Faktor pemasaran, dinilai oleh para responden cukup memuaskan atau
berada pada interval nilai 3
b. Faktor manajemen produksi, dinilai oleh para responden cukup
memuaskan atau berada pada interval nilai 3
c. Faktor fasilitas produksi, dinilai oleh para responden cukup

memuaskan atau berada pada interval nilai 3

EL

atau berada pada interval nilai 3

,S

d. Faktor sumber daya, dinilai oleh para responden cukup memuaskan

e. Faktor sarana penunjang, dinilai oleh para responden cukup

memuaskan atau berada pada interval nilai 3

5.2 Saran

IC

1. Untuk dapat memperbesar pangsa pasar galangan galangan-galangan di pulau

Batam disarankan kepada pihak galangan untuk dapat mengembangkan dan


meningkatkan system pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Sehingga
pelanggan dapat tertarik untuk dapat bekerja sama kembali. Sehingga otomatis
akan memperbesar pangsa pasar galangan-galangan di pulau Batam.
2. Diharapkan untuk dapat dilakukan penelitian lebih lanjut agar dapat diketahui
variabel-variabel apa saja yang perlu diperbaiki di galangan-galangan di pulau
Batam untuk dapat memperbesar pangsa pasar. Sehingga dapat diperoleh
strategi-strategi untuk membuat galangan-galangan di pulau Batam dapat
berkembang dan bersaing dengan galangan-galangan nasional lainnya.
http://michsiba.wordpress.com

69

DAFTAR PUSTAKA
Batam, Kota Visi dan Misi Kota Batam
http://www.batamkota.go.id/pemerintahan_baru.php?sub_module=47&klp_je
nis=91 (diakses tanggal 19 Maret 2012).
Bahri, Samsul; Supomo, Heri. Perancangan Model Konsolidasi Logistik Industri
Galangan

Kapal

dengan

Memanfaatkan

Teknologi

Web

Service.

Agustus 2011).

Konsep

Peluang

Pasar

dan

Potensi

EL

Invesdana.

,S

http://digilib.its.ac.id/public/ITS-Master-10788-Paper.pdf (diakses tanggal 2

http://invesdana.com/konsep-peluang-pasar-dan-potensi-pasar/

(diakses

tanggal 25 Agustus 2011).

Pasar.

IC

I Putu Arif Setianto. Penilaian kualitas jasa (pelayanan) tinjauan literature.

http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/131483T%2027478Persepsi%20pas
ien-Tinjauan%20literatur.pdf (diakses tanggal 17 Januari 2012).
MP3EI. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi
Indonesia. http://www.mp3ei.com/ (diakses tanggal 25 November 2012).
Nurlela. Analisis Kinerja Keuangan PT. Industri Kapal Indonesia (Persero)
Makassar.http://jurnal.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/3206630642.pdf
tanggal 27 Juli 2011).

http://michsiba.wordpress.com

(diakses

Prastowo,

Mahar.

Potensi

dan

Peluang

Industri

Galangan

Kapal.

http://m.generasiindonesia.com/berita-458-.html (diakses tanggal 17 Januari


2012)
Rangkuti, Freddy. 2011. Riset Pemasaran. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Simamora, Bilson. 2004. Panduan Riset Prilaku Konsumen. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.

Sinaga, Dadjim. 2009. Studi Kelayakan Bisnis dalam Ekonomi Global (Teori dan

,S

Aplikasinya dalam Evaluasi Proyek). Jakarta: Mitra Wacana Media.

EL

Subroto, Budiarto. 2011. Pemasaran Industri (Business to Business Marketing.

Yogyakarta: Andi.

IC

Suharno; Sutarno. Yudi.2010. Marketing In Practice. Yogyakarta: Graha Ilmu.

http://michsiba.wordpress.com

IC

EL

,S

LAMPIRAN

http://michsiba.wordpress.com

IC

EL

,S

Lampiran 1

http://michsiba.wordpress.com

LAMPIRAN 2
DATA REPARASI GALANGAN-GALANGAN DI PULAU BATAM TAHUN 2009-2012
PT. KARYASINDO SAMUDRA BIRU SHIPYARD

NO

NAMA KAPAL

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

,S

GT

STATUS

ASAL PEMILIK

SWISS BORNEO I

DECK CARGO

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

ANTARA KOH 228

DECK CARGO

548

DUTA BAHARI I

TANK BARGE

ASMARINA 10

DECK CARGO

SOL 2306

DECK CARGO

SOL 2307

DECK CARGO

BAYS WATER 338

PENGUIN NIUGINI

DUTA BAHARI II

10

SAMUDRA BINTAN 90

11

APRI 1

12

APRI 2

13

NEW BUILDING

SINGAPORE

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

620

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

597

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

597

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

DECK CARGO

336

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EL

Ton

301

425

Ton

NEW BUILDING

MALAYSIA

301

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

DECK CARGO

549

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

DECK CARGO

247

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

DECK CARGO

247

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

APRI 5

DECK CARGO

247

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

14

TERAS 338

DECK CARGO

1680

Ton

REPAIR

SINGAPORE

15

LUMINOR I

CPO BARGE

619

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

16

NUSA 100A

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

17

RAHMAT ANUGRAH

TANK BARGE

301

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

IC

CPO BARGE

DECK CARGO

http://michsiba.wordpress.com

2009

TAHUN

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

19

APRI 4

DECK CARGO

247

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

20

TERAS 339

DECK CARGO

1680

Ton

REPAIR

SINGAPORE

21

LABROT 260

DECK CARGO

371

Ton

REPAIR

INDONESIA

22

TB. SB 90

TUGBOAT

130

Ton

REPAIR

INDONESIA

23

WAHANA 35

DECK CARGO

549

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

24

BA 1002

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

SEJAHTERA 1415

DECK CARGO

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

26

BA 1003

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

27

HC 160 No.2

DECK CARGO

28

AS MARINA 8

CPO BARGE

29

DHANA BAHARI III

CPO BARGE

30

LUMINOR 2

31

CIPTA WAHANA

DECK CARGO

32

BINTANG KINANTI 05

DECK CARGO

33

SINGSING 89

34

SEJAHTERA D 12

35

SINGSING 99

36

BA 1003A

37

BA 1005

38

Ton

REPAIR

INDONESIA

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

633

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

637

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

75

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

CPO BARGE

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

CPO BARGE

637

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

CPO BARGE

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

POH LIAN VI

DECK CARGO

259

Ton

REPAIR

INDONESIA

39

SINGA BESAR 29

DECK CARGO

549

Ton

REPAIR

MALAYSIA

40

UEM 1202

DECK CARGO

185

Ton

NEW BUILDING

MALAYSIA

41

UEM 1204

DECK CARGO

185

Ton

NEW BUILDING

MALAYSIA

CPO BARGE

EL

80

516

IC

,S

BA 1001

http://michsiba.wordpress.com

2010

18

SWISS BORNEO III

DECK CARGO

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

43

KUALA BATE II

FERRY RORO

1119

Ton

REPAIR

INDONESIA

44

GEMILANG 2570

DECK CARGO

733

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

45

CELVIA STAR 1

DECK CARGO

358

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

46

AS POWER 6

CPO BARGE

570

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

47

CINTA JAYA 01

DECK CARGO

131

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

48

AS POWER 2

CPO BARGE

570

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

49

UEM 1203

DECK CARGO

185

Ton

NEW BUILDING

MALAYSIA

50

CIPTA WAHNA I

DECK CARGO

131

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

51

MUTIARA

DECK CARGO

80

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

52

UEM 1201

DECK CARGO

185

Ton

NEW BUILDING

MALAYSIA

53

AB KIM 250

DECK CARGO

745

Ton

REPAIR

INDONESIA

54

MEGAWATI H.M. ZAIN 13

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

55

MEGAWATI H.M. ZAIN 14

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

56

MEGAWATI H.M. ZAIN 15

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

57

MEGAWATI H.M. ZAIN 16

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

58

TERAS TRANPORTER 2

DECK CARGO

2188

Ton

REPAIR

SINGAPORE

59

GMS MT 1

DECK CARGO

358

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

60

SAMUDRA BINTAN 98

DECK CARGO

549

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

61

CITRA MANDIRI 2015

TANG BARGE

336

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

62

TRANS MARINE 2102

DECK CARGO

457

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

63

MT. ELEKTRA

TANGKER

509

Ton

REPAIR

INDONESIA

64

INFINIITY 1

DECK CARGO

358

Ton

REPAIR

INDONESIA

65

SINGA BESAR 21

DECK CARGO

789

Ton

REPAIR

MALAYSIA

,S

EL

IC
M

42

http://michsiba.wordpress.com

Ton

REPAIR

MALAYSIA

MEGAWATI H.M ZAIN 17

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

68

MEGAWATI H.M ZAIN 18

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

69

JAYA NEGARA 8

DECK CARGO

412

Ton

REPAIR

INDONESIA

70

SPGM 1288

TUGBOAT

121

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

71

BAYSWATER 2208

DECK CARGO

430

Ton

REPAIR

SINGAPORE

72

AS STAR 6

TANK BARGE

301

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

73

SWISS BORNEO 271106

DECK CARGO

789

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

74

SPIRIT EM 1808

DECK CARGO

358

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

75

JNP 1808

DECK CARGO

385

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

76

JNP 1809

DECK CARGO

385

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

77

BUANA OCEAN 05

DECK CARGO

745

Ton

REPAIR

INDONESIA

78

MEGAWATI H.M ZAIN 19

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

79

MEGAWATI H.M ZAIN 21

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

80

SAKATA MAJU 11

TUGBOAT

116

Ton

REPAIR

INDONESIA

81

HA 250 NO 777

DECK CARGO

745

Ton

REPAIR

INDONESIA

82

SATIA AMUDRA 04

DECK CARGO

1112

Ton

REPAIR

INDONESIA

83

MEGAWATI H.M ZAIN 20

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

84

MEGAWATI H.M ZAIN 23

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

85

MEGAWATI H.M ZAIN 22

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

86

TANJUNG BAHARI 8

TUGBOAT

113

Ton

REPAIR

INDONESIA

87

SWISS BORNEO 1107

DECK CARGO

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

88

MEGAWATI H.M ZAIN 24

DECK CARGO

170

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

89

CIPTA WAHANA I

DECK CARGO

131

Ton

REPAIR

INDONESIA

,S

EL

67

137

http://michsiba.wordpress.com

2011

TUGBOAT

IC

TB. BRANTAS 1301

66

TERAS 339

DECK CARGO

1680

Ton

REPAIR

SINGAPORE

91

AB KIM 25 NO 222

DECK CARGO

689

Ton

REPAIR

INDONESIA

92

STAR FISH

TUGBOAT

240

Ton

REPAIR

INDONESIA

93

SULUEN LEE

TUGBOAT

128

Ton

REPAIR

INDONESIA

94

BS 22

DECK CARGO

475

Ton

REPAIR

SINGAPORE

95

SAMUDRA BINTAN 91

DECK CARGO

1448

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

96

AS STAR 7

DECK CARGO

1224

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

97

SOLUNA 15

DECK CARGO

3029

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

98

GMS MT 6

DECK CARGO

1423

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

PT. KARYA TEHKNIK UTAMA SEKUPANG

STATUS

ASAL PEMILIK

MAKMUR 270

TANJUNG PERKASA 250-01

RMN 2708

BANGUN 1

,S

EL
UKURAN KAPAL

TAHUN

GT
3140

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

BARUNA 1

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

JHONI XV

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

IVANKA

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

BPL 1

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

10

MASADA 10

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

IC

TONGKANG

MT 108

JENIS KAPAL

http://michsiba.wordpress.com

2009

NAMA KAPAL

NO

90

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

12

SATIA SAMUDERA

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

13

SURYA XX

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

14

LIANA XXVII

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

PUTRA KAPUAS II

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

16

LIANA XXIX

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

17

KBT 01

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

18

KALTARA CEMERLANG

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

19

CBS 88

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

20

ETI 302

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

21

KWAN 1

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

22

LIANA XXVI

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

23

ETI 3302

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

24

KALTARA BUANA

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

ERSIHAN OASIS

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

26

MASADA 12

TONGKANG

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

27

PERKASA 1

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

28

PERKASA 2

IC

3210

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

29

ETI 301

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

30

MIDUK OCEAN

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

31

PSPM 1

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

32

PSPM 2

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

33

ETI 3301

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

34

LIANA XXIV

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

35

ALIM B-18

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

KALTARA KHATULISTIWA

http://michsiba.wordpress.com

2010

11

KALIMANTAN 18

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

37

LIANA XXV

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

38

MASADA 14

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

39

MMSS 2501

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

40

KUNPHEN

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

41

RIAN UTAMA 2701

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

42

PANGERAN 3029

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

43

QUEEN SOFIA

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

44

MINANGA 08

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

45

MSA 2701

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

46

ARTHA PRIMA

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

47

KALINDO PERMAI 2

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

48

JALESVEVA

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

49

ARYA CHANDRA

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

50

KWAN 7

51

PRIMA SAKTI 03

52

LATUMBI 02

53

ASK I

54

SAHOYA 03

55

TL 05

56

EL

,S

36

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

KALINDO ABADI 1

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

57

SURYA XXIII

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

58

ETI 305

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

59

KALINDO PERMAI 3

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

60

KYK 01

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

IC

290
4520

http://michsiba.wordpress.com

2011

TUGBOAT

TONGKANG

DAYAINDO

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

62

LINTAS XXI

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

63

PERKASA 3

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

64

RIAN UTAMA 05

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

65

KWAN 7

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

66

PUTRA RUPAT VII

TUGBOAT

195

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

67

ETI 103

TUGBOAT

290

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

68

HASNUR 308

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

69

RIZKY 01

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

70

ETI 3303

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

71

SANTOSO 35

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

72

LIANA XXVII

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

73

KALIMANTAN CAHAYA 2

TONGKANG

4520

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

74

DY 3001

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

75

YS.05

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

76

CPL 250

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

77

SURYA ALAM 250-333

TONGKANG

2870

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

78

SBN 1801

TONGKANG

3210

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

79

KUS - 06

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

80

LIANA XXX

TONGKANG

3560

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

81

PESUT 2402

TONGKANG

2870

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

82

SEITIGA

TONGKANG

2870

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

83

SAMUDERA MANDIRI 2

TONGKANG

2870

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

IC
M

61

http://michsiba.wordpress.com

PT. PAN BATAM ISLAND SHIPYARD

NO

NAMA KAPAL

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

STATUS

ASAL PEMILIK

TAHUN

GT
66

Ton

REPAIR

INDONESIA

TAT HONG 822

BARGE

1455

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

TSM 9

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TSM 10

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB EQUATOR 32

TUGBOAT

122

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. PELICAN

TUGBOAT

66

Ton

REPAIR

INDONESIA

TAT HONG 821

BARGE

2200

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

TSM 11

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

3432

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

163

Ton

REPAIR

INDONESIA

EL
A

LANCAR II

10

TB. PRASETYA 7

TUGBOAT

11

TB. NAPOLEON 1

TUGBOAT

220

Ton

REPAIR

INDONESIA

12

TB. FITRI 3

TUGBOAT

128

Ton

REPAIR

INDONESIA

13

TB. BIAK 6

TUGBOAT

162

Ton

REPAIR

INDONESIA

14

RMN 367

BARGE

3014

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

15

FINACIA 73

BARGE

4239

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

16

BERKAH 39

TUGBOAT

295

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

17

TB. BRAWIJAYA I

TUGBOAT

147

Ton

REPAIR

INDONESIA

18

ENTEBE MEGASTAR

TUGBOAT

273

Ton

REPAIR

SINGAPORE

19

TB. SURYA WIRA

TUGBOAT

93

Ton

REPAIR

INDONESIA

20

ELECYRA I

BARGE

1415

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

21

FINANCIA 72

BARGE

4259

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

IC

BARGE

,S

TUGBOAT

TB. PELICAN

http://michsiba.wordpress.com

2009

2010

BARGE

1415

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

23

SOLUNA 7

BARGE

3023

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

24

SURYA NAWA 9

BARGE

1645

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

TB. BERKAH 39

TUGBOAT

295

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

26

TB. BERKAH 38

TUGBOAT

295

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

27

RMN 366

BARGE

3014

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

28

ROBBY 209

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

29

ROBBY 309

BARGE

3031

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

30

TB. BERAV COAL63

TUGBOAT

223

Ton

REPAIR

INDONESIA

31

ROBBY 312

BARGE

3031

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

32

ROBBY 212

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

33

PCF 1861

BARGE

905

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

34

BAHARI 2303

BARGE

1507

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

35

TB. BIG FAIR 16

TUGBOAT

196

Ton

REPAIR

INDONESIA

36

TB. CHARLES

TUGBOAT

175

Ton

REPAIR

INDONESIA

37

PAC 10

TUGBOAT

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

38

PAC 11

IC

296

TUGBOAT

296

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

39

SATRIA LAUT 25268

1900

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

40

PACIFIC STAR

67

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

41

FINANCIA 83

BARGE

3031

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

42

PCF 1868

BARGE

905

Ton

REPAIR

INDONESIA

43

PACIFIC WIND

TUGBOAT

67

Ton

REPAIR

INDONESIA

44

PCF 1865

BARGE

905

Ton

REPAIR

INDONESIA

45

TAT HONG 818

BARGE

4975

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

,S

EL
A

BARGE

TUGBOAT

PRATAMA ABADI

http://michsiba.wordpress.com

2011

22

SOLUNA 12

BARGE

2228

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

47

TSM 3

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

48

CATERMAS 28

BARGE

1166

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

49

DUCKY DOLPHIN

TUGBOAT

104

Ton

REPAIR

INDONESIA

50

CAPITOL T2001

TUGBOAT

280

Ton

REPAIR

INDONESIA

51

NAPOLEON 5

TUGBOAT

217

Ton

REPAIR

INDONESIA

52

MITRA III

BARGE

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

53

TB. TRANS 3

TUGBOAT

200

Ton

REPAIR

INDONESIA

54

TB. TIP TOP 1

TUGBOAT

156

Ton

REPAIR

MALAYSIA

55

TB. TRANS 5

TUGBOAT

200

Ton

REPAIR

INDONESIA

56

ELECTRA 7

BARGE

3029

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

57

FERRY 16

BARGE

3029

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

58

TB. EQUATOR 31

265

Ton

REPAIR

INDONESIA

59

ELECTRA 6

BARGE

2185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

60

FERY 1

BARGE

2185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

61

RAINBOW 2

TUGBOAT

253

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

62

TB. TMH 3

TUGBOAT

209

Ton

REPAIR

INDONESIA

63

FERRY 17

BARGE

3054

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

64

TB. ENTEBE STAR 10

TUGBOAT

220

Ton

REPAIR

INDONESIA

65

TB . HBL 08

TUGBOAT

229

Ton

REPAIR

INDONESIA

IC

,S

EL
A

TUGBOAT

46

http://michsiba.wordpress.com

PT. JAYA ASIATIC SHIPYARD

NO

NAMA KAPAL

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

STATUS

ASAL PEMILIK

TAHUN

GT
NEW BUILDING

SINGAPORE

JAYA PIONER

ROV. SUPPORT

4179

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

JAYA CORAL

SUPPLY

2744

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

JAYA PEARL

ROV. SUPPORT

4399

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

JAYA INSTALLER 10

ACCOMO. BARGE

10197

Ton

REPAIR

PANAMA

JAYA MERMAID 3

SUPPLY

1079

Ton

REPAIR

SINGAPORE

DJM FORTUNE

SUPPLY

1204

Ton

REPAIR

SINGAPORE

TIONG WOON OCEAN 11

TUGBOAT

123

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

TIONG WOON OCEAN 38

TUGBOAT

70

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

10

CAPUTRA 15

TUGBOAT

70

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

11

TRINITY

934

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

12

TB. JAYA ARCTIC

TUGBOAT

1458

Ton

REPAIR

SINGAPORE

13

AWB JAYA INSTALLER 7

AWB

10197

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

14

JAYA CHIEFTAIN

ROV. SUPPORT

2100

Ton

REPAIR

SINGAPORE

15

JAYA DAUPHIN

ROV. SUPPORT

2893

Ton

REPAIR

SINGAPORE

16

DJM FORTUNE 3

ROV. SUPPORT

4399

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

17

JAYA CRYSTAL

SUPPLY

2763

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

18

TB. JAYA DAUPHIN

TUGBOAT

2893

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

19

TB. JAYA DEFENDER

TUGBOAT

2893

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

20

TB. JAYA ARCHIER

TUGBOAT

1459

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

,S

EL
A

BARGE

Ton

http://michsiba.wordpress.com

2010

1459

2009

TUGBOAT

IC

TB. JAYA AMARA

Ton

REPAIR

SINGAPORE

JAYA INSTALLER 9

ACCOMO. BARGE

10197

Ton

REPAIR

PANAMA

23

JAYA INSTALLER 8

ACCOMO. BARGE

11039

Ton

REPAIR

PANAMA

24

JAYA CHIEFTAIN 2

SUPPLY

2344

Ton

REPAIR

PANAMA

25

JAYA AFFINITY

SUPPLY

1458

Ton

REPAIR

SINGAPORE

26

DJM FORTUNE 3

SUPPLY

1204

Ton

REPAIR

SINGAPORE

27

JAYA CRYSTAL

SUPPLY

2763

Ton

REPAIR

SINGAPORE

28

MS.ITC CYLONE

SUPPLY

2549

Ton

REPAIR

DUTCH

29

CHA YO

SUPPLY

964

Ton

REPAIR

SINGAPORE

30

JAYA AMANDA

SUPPLY

1450

Ton

REPAIR

SINGAPORE

31

TB. SUMBER BELSSING

TUGBOAT

121

Ton

REPAIR

PANAMA

32

TB. PASIFIC TENDER

TUGBOAT

106

Ton

REPAIR

PANAMA

33

JAYA CAVALIER

2744

Ton

REPAIR

SINGAPORE

34

TB. TIONGWOON OCEAN 6

85

Ton

REPAIR

SINGAPORE

35

BG. TIONG WOON 22

940

Ton

REPAIR

SINGAPORE

36

JAYA CONCORDIA

SUPPLY

2558

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

37

JAYA CONTINENTAL

SUPPLY

2558

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

38

TB. MICLYN AMBER

TUGBOAT

298

Ton

REPAIR

SINGAPORE

39

TB. MICLYN PEARL

TUGBOAT

162

Ton

REPAIR

SINGAPORE

40

BG. JAYA 302

BARGE

3931

Ton

REPAIR

SINGAPORE

41

JAYA AMAZON

SUPPLY

1458

Ton

REPAIR

SINGAPORE

42

JAYA ACHOR

43

TB. WINSTAR RELIANCE

44

BG. WINSTAR 8

,S

EL
A

SUPPLY
TUGBOAT

22

BARGE

3931

SUPPLY

1537

Ton

REPAIR

SINGAPORE

TUGBOAT

220

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

BARGE

523

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

http://michsiba.wordpress.com

2011

BARGE

IC

JAYA 301

21

4179

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

46

JAYA INSTALLER 10

ACCOMO. BARGE

10197

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

47

JAYA CONQUEROR

SUPPLY

2558

Ton

REPAIR

SINGAPORE

48

JAYA TREEASURE 2

SUPPLY

1470

Ton

REPAIR

SINGAPORE

49

LCT. MUARA PACIFIC

LCT

520

Ton

REPAIR

INDONESIA

50

MT. KUNTI

TANGKER

4200

Ton

REPAIR

INDONESIA

51

JSE.9

BARGE

592

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

PT. CAHAYA SAMUDRA SHIPYARD

STATUS

ASAL PEMILIK

NO

NAMA KAPAL

SUPPLY

,S

PROJECT H 888B

JENIS KAPAL

EL

45

UKURAN KAPAL

TAHUN

FERRY

66

Ton

REPAIR

SINGAPORE

MV. DUMAI EXPRESS 19

FERRY

172

Ton

REPAIR

INDONESIA

MV. DUMAI EXPRESS 21

FERRY

170

Ton

REPAIR

INDONESIA

MV. DUMAI EXPRESS 03

FERRY

92

Ton

REPAIR

INDONESIA

MV. DUMAI EXPRESS 08

FERRY

172

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. SUNNY FORD 15

CRANE BARGE

118

Ton

REPAIR

INDONESIA

MT. IRWIN PIONEER

TANGKER

1114

Ton

REPAIR

INDONESIA

MV. KUMBANG EXPRESS

FERRY

16

Ton

REPAIR

INDONESIA

MV. DUMAI EXPRESS 15

FERRY

147

Ton

REPAIR

INDONESIA

10

TB. TIRTA MAS

TUGBOAT

129

Ton

REPAIR

INDONESIA

11

SUNNY FORD 22

CRANE BARGE

961

Ton

REPAIR

INDONESIA

12

TONGKANG TAMA

TONGKANG

2502

Ton

REPAIR

INDONESIA

IC

PENGUIN EXPRESS

http://michsiba.wordpress.com

2009

GT

13

TB. SMS SAKTI

TUGBOAT

193

Ton

REPAIR

INDONESIA

14

MV. DUMAI EXPRESS 16

FERRY

145

Ton

REPAIR

INDONESIA

15

DUMAI EXPRESS 15

FERRY

96

Ton

REPAIR

INDONESIA

16

MV. PENGUIN 7

17

TB. SUNNY FORD 16

18

REPAIR

SINGAPORE

Ton

REPAIR

INDONESIA

MV. DUMAI EXPRESS 21

FERRY

170

Ton

REPAIR

INDONESIA

19

MV. DUMAI EXPRESS 05

FERRY

96

Ton

REPAIR

INDONESIA

20

MV. ANABAS

FERRY

1683

Ton

REPAIR

SINGAPORE

21

PENGUIN 12

FERRY

174

Ton

REPAIR

SINGAPORE

22

PENGUIN 06

FERRY

121

Ton

REPAIR

SINGAPORE

23

MV. DUMAI 12

FERRY

147

Ton

REPAIR

INDONESIA

24

MV. DUMAI EXPRESS 16

FERRY

145

Ton

REPAIR

INDONESIA

25

TB. TEDINDO JAYA 1

26

FC. LAMMA 88

FERRY

27

MV. DUMAI LINE 02

FERRY

28

PACIFIC FERRY

29

MV. DUMAI LINE 01

30

PENGUIN 9

31

LULONBAN

32

MV. KAPINDO EXPRESS

33

EASTERN STELLAR

34

TB. SINDO 3

35

CB. INA SELA

36

MV. DUMAI EXPRESS 01

,S

EL
A

68

Ton

REPAIR

INDONESIA

1042

Ton

REPAIR

INDONESIA

259

Ton

REPAIR

INDONESIA

FERRY

265

Ton

REPAIR

INDONESIA

FERRY

259

Ton

REPAIR

INDONESIA

FERRY

183

Ton

REPAIR

SINGAPORE

KAPAL KAYU

16

Ton

REPAIR

INDONESIA

FERRY

61

Ton

REPAIR

INDONESIA

3401

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

34

Ton

REPAIR

INDONESIA

CREW BOAT

207

Ton

REPAIR

INDONESIA

FERRY

147

Ton

REPAIR

INDONESIA

IC

TUGBOAT

Ton

186

TONGKANG

http://michsiba.wordpress.com

2011

121

2010

FERRY
TUGBOAT

KM. ANABAS

GENERAL CARGO

1683

Ton

REPAIR

SINGAPORE

38

MV. PENGUIN 10

PASSENGER SHIP

177

Ton

REPAIR

SINGAPORE

39

KM. CAHAYA

KAPAL KAYU

27

Ton

REPAIR

INDONESIA

40

TONGKANG KABIL 8

TONGKANG

423

Ton

REPAIR

INDONESIA

41

TB. S 50

TUGBOAT

47

Ton

REPAIR

INDONESIA

42

MV. EXPRESSS BAHARI 1E

FERRY

213

Ton

REPAIR

INDONESIA

43

MV. DUMAI LINE 02

FERRY

259

Ton

REPAIR

INDONESIA

44

PENGUIN 1

PASSENGER SHIP

121

Ton

REPAIR

SINGAPORE

45

MV. PENGUIN 6

FERRY

121

Ton

REPAIR

SINGAPORE

46

MV. MALAYSIA EXP. 01

FERRY

194

Ton

REPAIR

MALAYSIA

47

FC. TOP LUCK

934

Ton

REPAIR

INDONESIA

48

MV. PENGUIN 31

174

Ton

REPAIR

SINGAPORE

49

LCT. MUARA KENCANA INDAH

687

Ton

REPAIR

INDONESIA

PT. GALANGAN MERCUSUAR

STATUS

ASAL PEMILIK

TRANS PACIFIC 205

,S

EL
A

LCT

IC

NAMA KAPAL

FERRY

JENIS KAPAL

NO

GRENBAS

37

UKURAN KAPAL

TAHUN

GT
185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

POSEIDON 08

TONGKANG

2099

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

POSEIDON 88

TONGKANG

2099

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

HASNUR 09

TUGBOAT

207

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

JOCELYN 08

TONGKANG

2099

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TRANS PACIFIC 206

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

http://michsiba.wordpress.com

2009

TUGBOAT

130

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

BARRACUDA 08

TUGBOAT

125

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

ROSALYN 08

TUGBOAT

125

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

10

ASHLEY 08

TONGKANG

2099

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

11

TRANS PACIFIC 207

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

12

BINTANG REZEKI 2

TUGBOAT

130

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

13

PELITA 08

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

14

TRANS PACIFIC 208

TUGBOAT

201

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

AUDREY 08

TUGBOAT

144

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

16

HASNUR 309

TONGKANG

3103

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

17

TERANG 310

TONGKANG

3103

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

18

PRIMA POWER 10

TONGKANG

211

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

19

PELITA 07

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

20

TRANS PACIFIC 202

157

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

21

PELITA 07

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

22

PELITA 08

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

23

TERANG 303

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

24

TERANG 307

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

PELITA 05

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

26

PELITA 01

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

27

TERANG 304

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

28

VIRGO POWER 08

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

29

PRIMA POWER 01

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

30

TRANS PACIFIC 201

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

TUGBOAT

IC

TONGKANG

TUGBOAT

http://michsiba.wordpress.com

1
201

BINTANG REZEKI 1

2010

PRIMA POWER 08

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

32

PRIMA POWER 06

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

33

TERANG 304

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

34

PRIMA POWER 08

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

35

PELITA 03

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

36

PELITA 05

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

37

PRIMA POWER 02

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

38

TERANG 305

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

39

TERANG 313

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

40

TERANG 315

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

41

PELITA 06

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

42

TERANG 311

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

43

TERANG 312

TONGKANG

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

44

PRIMA POWER 07

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

45

PRIMA POWER 09

TUGBOAT

185

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

46

BINTANG FORTUNA 1

TONGKANG

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

47

BINTANG FORTUNA 2

IC

698

TONGKANG

745

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

48

TERANG 309

1112

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

TONGKANG

31

http://michsiba.wordpress.com

PT. PALMA PROGRESS

NO

NAMA KAPAL

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

STATUS

ASAL PEMILIK

TAHUN

698

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK. PUTRA KAPUAS VI

TONGKANG

698

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. KAILI I

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK MOANA I

TONGKANG

1045

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK. PUTRA KAPUAS VII

TONGKANG

1045

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

CPO SEJAHTERA MAKMUR V

CPO

1358

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. PRATMA V

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK. MOANA II

TONGKANG

1578

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. PRATAMA VI

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

10

CPO. SEJAHTERA MAKMUR VI

1358

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

11

TB. LAUTAN 33

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

12

TB. SK - 01

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

13

TB. SK - 02

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

14

TB. LAUTAN 35

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

TK. BAIDURI B

TONGKANG

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

16

TB. DOLPHIN 11

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

17

TK. NELLY 62

TONGKANG

3145

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

18

TB. DOLPHIN 12

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

19

TB. CALVIN 22

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

20

TB. DOLPHIN 15

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL

CPO

TUGBOAT

TONGKANG

http://michsiba.wordpress.com

2010

TK. PUTRA KAPUAS V

2009

IC

GT

2228

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK. NELLY 66

TONGKANG

3145

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

24

TB. DOLPHIN 17

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

TK. STAR ALLIANCE

TONGKANG

4167

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

26

TB. DOLPHIN 18

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

27
28

TK. GANDASARI 2309

TONGKANG

1553

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK. GANDASARI 2310

TUGBOAT

1553

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

29

TK. NELLY 68

TONGKANG

2171

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

30

TB. DOLPHIN 21

31

TK. RYAN 1

32

TB. PUTRA RUPAT 8

33

TB. PUTRA RUPAT 9

34

TK. GANDASARI 2311

35

TB. DOLPHIN 23

36

TK. TANJUNG MEDANG 10

37

TK. GANDASARI 3001

38

TB. DOLPHIN 25

39

TK. TANJUNG MEDANG VII

40

TB. DOLPHIN 26

41

,S

23

TUGBOAT
TONGKANG
TUGBOAT
TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

1437

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

146

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

EL

TB. DOLPHIN 16

22

TONGKANG

146

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

1553

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

IC

TK. GANDASARI 26

TONGKANG

2074

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

3145

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

3145

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

254

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TK.TANJUNG MEDANG 11

TONGKANG

2074

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

42

TK. GANDASARI 3002

TONGKANG

3145

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

43

TB. CALVIN 81

TUGBOAT

191

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

44

TB. KAILI II

TUGBOAT

191

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

http://michsiba.wordpress.com

2011

21

TB. CALVIN 82

46

TK. PUTRA KAPUAS VII

PT. PANDAN BAHARI SHIPYARD

NO

NAMA KAPAL

TUGBOAT

191

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

1553

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

STATUS

ASAL PEMILIK

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

3401

Ton

,S

REPAIR

SINGAPORE

TONGKANG

2431

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EASTERN 1203

TONGKANG

260

Ton

REPAIR

SINGAPORE

TONG LEONG

TUGBOAT

163

Ton

REPAIR

CAMBODIA

EASTERN ROSE

TONGKANG

2434

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EASTERN COMET

TONGKANG

6019

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EASTERN NOVA

TONGKANG

4625

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EASTERN TRAVELLER

TONGKANG

1265

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EASTERN REPUBLIC

TONGKANG

2434

Ton

REPAIR

SINGAPORE

10

ENA FORUTUNE

TUGBOAT

224

Ton

REPAIR

SINGAPORE

11

EASTERN CONTINENT

TONGKANG

2436

Ton

REPAIR

SINGAPORE

12

CREST JADE 1

TUGBOAT

472

Ton

REPAIR

SINGAPORE

13

EASTERN GALAXY

TONGKANG

3502

Ton

REPAIR

SINGAPORE

14

EASTERN STELLAR

TONGKANG

3401

Ton

REPAIR

SINGAPORE

15

ENA HERITAGE

TUGBOAT

444

Ton

REPAIR

SINGAPORE

16

ASL FALCON

TUGBOAT

365

Ton

REPAIR

SINGAPORE

17

QSA SAVANA

TUGBOAT

217

Ton

REPAIR

SINGAPORE

EL

TONGKANG

EASTERN NATION

http://michsiba.wordpress.com

2010

EASTERN COSMOS

TAHUN

2009

IC

GT

45

TUGBOAT

2551

Ton

REPAIR

SINGAPORE

19

SUMBER POWER XVIII

TUGBOAT

132

Ton

REPAIR

INDONESIA

20

MV. PERLON

FISHING VESSEL

838

Ton

REPAIR

NIGERIA

21

SUMBER POWER XVII

TUGBOAT

132

Ton

REPAIR

INDONESIA

22

ENA DYNASTY

TUGBOAT

432

Ton

REPAIR

SINGAPORE

23

ENA LEGEND

TUGBOAT

432

Ton

REPAIR

SINGAPORE

24

ASL CREST

TUGBOAT

263

Ton

REPAIR

SINGAPORE

25

SALVIANT

TONGKANG

1733

Ton

REPAIR

SINGAPORE

26

POSH GIANT

TONGKANG

9772

Ton

REPAIR

SINGAPORE

27

SAVISCOUNT

TONGKANG

3342

Ton

REPAIR

SINGAPORE

28

YTC HERA

TONGKANG

8401

Ton

REPAIR

SINGAPORE

29

ABADI 5

182

Ton

REPAIR

SINGAPORE

30

GBS 230-70

1507

Ton

REPAIR

SINGAPORE

31

CAPITOL T2001

280

Ton

REPAIR

SINGAPORE

PT. SUMBER SAMUDRA MAKMUR

STATUS

ASAL PEMILIK

NAMA KAPAL

,S

EL
A

IC

TUGBOAT

NO

TUGBOAT
TONGKANG

ENA COMMANDER

2011

18

JENIS KAPAL

UKURAN KAPAL

TAHUN

GT
TB. SB II

TK. ISM IX

MT. PELANGI GUNUNG SURYA

TB. UNITED XII

TUGBOAT

73

Ton

REPAIR

INDONESIA

TONGKANG

1123

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TANGKER

1993

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

188

Ton

REPAIR

INDONESIA

http://michsiba.wordpress.com

2009

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. SRIWIJAYA 01

TUGBOAT

236

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. SB III

TUGBOAT

73

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. BINTANG JAYA VI

TUGBOAT

140

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. MITRA KENCANA VI

TUGBOAT

138

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

10

TB. SBP

TUGBOAT

238

Ton

REPAIR

INDONESIA

11

TK. PSB V

TONGKANG

1556

Ton

REPAIR

INDONESIA

12

TB. SB III

TUGBOAT

73

Ton

REPAIR

INDONESIA

13

TK. ISM IX

TONGKANG

1123

Ton

REPAIR

INDONESIA

14

TK. SUMBER KENCANA XII

TONGKANG

2576

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

TB. MITRA KENCANA XIV

TUGBOAT

188

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

16

TB. UNITED IV

TUGBOAT

54

Ton

REPAIR

INDONESIA

17

TK. ISM IV

746

Ton

REPAIR

INDONESIA

18

TB. SBL

230

Ton

REPAIR

INDONESIA

19

TK. MEGENTA I

3075

Ton

REPAIR

INDONESIA

20

TB. SB I

TUGBOAT

96

Ton

REPAIR

INDONESIA

21

TK. ISM VII

TONGKANG

992

Ton

REPAIR

INDONESIA

22

TB. WALET LAUT

TUGBOAT

140

Ton

REPAIR

INDONESIA

23

TB. GUNUNG KAWI 1

TUGBOAT

103

Ton

REPAIR

INDONESIA

24

TB. GUNUNG KAWI 2

TUGBOAT

103

Ton

REPAIR

INDONESIA

25

TK. MBP

TONGKANG

1556

Ton

REPAIR

INDONESIA

26

TB. PERMATA JAYA 2

TUGBOAT

148

Ton

REPAIR

INDONESIA

27

TB. PERMATA JAYA 1

TUGBOAT

148

Ton

REPAIR

INDONESIA

28

TK. PSA 02

TONGKANG

2734

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

,S

EL
A

TONGKANG

TONGKANG

Ton

http://michsiba.wordpress.com

2011

2230

2010

TONGKANG

IC

TK. ISM XII

TK. PSA 01

30

TB. BELANG LAUT

10

PT. PASIFIC ALTLANTIC SHIPYARD

NO

TONGKANG

NAMA KAPAL

TUGBOAT

2734

Ton

REPAIR

INDONESIA

65

Ton

REPAIR

INDONESIA

STATUS

ASAL PEMILIK

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

,S

GT

29

305

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. EQUATOR 32

TUGBOAT

264

Ton

REPAIR

INDONESIA

TK. FERRY 9

TONGKANG

2157

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

TK. SUMBER MAS 33

TONGKANG

2551

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

TK. SOLUNA 16

TONGKANG

1448

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

TK. SUMBER MAS 35

TONGKANG

2551

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

TK. SUMBER MAS 34

TONGKANG

2551

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

TB. ARMANDO XII

152

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. BRIWIJAYA II

TUGBOAT

174

Ton

REPAIR

INDONESIA

10

TK. SPA 27002

TONGKANG

2085

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

11

TK. CATERMAS 30

TONGKANG

889

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

12

WHALE 3

TUGBOAT

182

Ton

REPAIR

SINGAPORE

13

INTAN 36-08

TONGKANG

1435

Ton

REPAIR

SINGAPORE

14

INTAN 36-09

TONGKANG

1435

Ton

REPAIR

SINGAPORE

15

NUSANTARA ABADI 1

TUGBOAT

319

Ton

REPAIR

SINGAPORE

16

LCT. APOLLO

LCT

282

Ton

REPAIR

HONDURAS

17

MAADHOONI

LCT

282

Ton

REPAIR

MALDIVES

EL

TUGBOAT

IC

TUGBOAT

http://michsiba.wordpress.com

2010

TB. CAMPL 02

2009

TAHUN

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

HAKO 7

TONGKANG

1457

Ton

REPAIR

SINGAPORE

20

ASH 2106

TONGKANG

1161

Ton

NEW BULDING

INDONESIA

21

PELITA 06

TONGKANG

3103

Ton

REPAIR

INDONESIA

22

GOLDEN 5

TUGBOAT

169

Ton

REPAIR

INDONESIA

23

RAMBA PRATAMA 2301

OIL BARGE

1834

Ton

REPAIR

INDONESIA

24

RAMBA PRATAMA 2302

OIL BARGE

1834

Ton

REPAIR

INDONESIA

25

DAWAS PRATAMA 1601

TUGBOAT

176

Ton

REPAIR

INDONESIA

26

DAWAS PRATAMA 1602

TUGBOAT

176

Ton

REPAIR

INDONESIA

27

BINTANG DELIMA

TUGBOAT

28

PRIMA POWER 07

TUGBOAT

29

ODIN EXPLORER

TONGKANG

30

KAIKO BAHARI

TUGBOAT

11

PT. UNITED SINDO PERKASA

NO

NAMA KAPAL

MEUTIA ANDALAS VII

,S
Ton

REPAIR

INDONESIA

Ton

REPAIR

INDONESIA

1565

Ton

REPAIR

PANAMA

137

Ton

REPAIR

INDONESIA

STATUS

ASAL PEMILIK

EL

86

303

19

400

2011

TUGBOAT

IC

WATERMAN 8

JENIS KAPAL

18

UKURAN KAPAL

TAHUN

GT
229

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

MEUTIA ANDALAS 8

CEMENT BARGE

4320

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

SARI ANDALAS 6

CEMENT BARGE

4320

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

SARI ANDALAS V

PUSHER TUG

229

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

KIMOA 4307

SELF ELEVATING

1089

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

PRINCESS MARY

CRANE BARGE

1658

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

http://michsiba.wordpress.com

2009

PUSHER TUG

NEW BUILDING

INDONESIA

TUHUP 022

BARGE

733

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

OCEANLEC 2310

BARGE

1227

Ton

NEW BUILDING

MALAYSIA

10

SPCF SEALIFT NO.1

SHIP CRANE BARGE

977

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

11

CREST 283

BARGE

2106

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

12

SOL 1807

BARGE

385

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

13

SOL 2305

BARGE

549

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

14

BAHTERA BAHAGIA

CEMENT BARGE

4320

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

KURNIA SARI-8

PUSHER TUG

229

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

16

GOLDEN WAY 2302

BARGE

549

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

17

JANGKET

229

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

18

ATHENA 2701

BARGE

789

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

19

GMS MT 5

BARGE

549

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

20

HP 230 NO 1

BARGE

549

Ton

REPAIR

INDONESIA

21

CELVIA STAR 4

BARGE

358

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

22

BA 140.1

BARGE

182

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

23

BORNEO 140.1

BARGE

182

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

24

SPGM 1289

PUSHER TUG

101

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

KETAPANG II

DECK CARGO

709

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

26

LINTAS SAMUDERA 67

DECK CARGO

709

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

27

JAYA NEGARA 6

TUGBOAT

133

Ton

REPAIR

INDONESIA

28

AS WARRIOR 6

CPO BARGE

570

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

29

AS WARRIOR 2

CPO BARGE

570

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

PUSHER TUG

Ton

http://michsiba.wordpress.com

2011

1658

2010

CRANE BARGE

IC

LADY KARTHIKA

PT. BATAM EXPRESINDO SHIPYARD

NO

NAMA KAPAL

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

1807

Ton

TB. MARIANA

TUGBOAT

TB. COMPORT VICTORY

TUGBOAT

TB. SM-III

TUGBOAT

TK. SUMBER JAYA-12

TB. SABANG-XXI

TK. ABADI SAKTI-V

MT. FORTUNE

TANGKER

TB. WIRAS GROLRY

10

TK. ARMADA KAIMANA-II

11

TB. KARYYODHI

12

TB. PRIMA MILLENIUM 1

13

TB. BOMAS MURNI

14

TK. PULAU TIGA 1805

15

NEW BUILDING

INDONESIA

Ton

REPAIR

INDONESIA

97

Ton

REPAIR

INDONESIA

154

Ton

REPAIR

INDONESIA

639

Ton

REPAIR

INDONESIA

150

Ton

REPAIR

INDONESIA

1716

Ton

REPAIR

INDONESIA

2300

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

96

Ton

REPAIR

INDONESIA

TONGKANG

638

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

88

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

111

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

52

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

814

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. WINSTAR CHAIMPAIN

TUGBOAT

92

Ton

NEW BUILDING

SINGAPORE

16

TB. PARAS MARINE

TUGBOAT

52

Ton

REPAIR

INDONESIA

17

TK. SUMBER RAYA 8

TONGKANG

902

Ton

REPAIR

INDONESIA

18

TB. KUALA SIAK - 2

TUGBOAT

75

Ton

REPAIR

INDONESIA

EL

84

IC

BARGE

ASAL PEMILIK

TONGKANG

TONGKANG

TUGBOAT

http://michsiba.wordpress.com

TAHUN

2010

BESTLINK-9911

STATUS

2009

,S

GT

12

MV.ILLANNUR

21

TB. WIRAS GLORY

22

TK. ARMADA KAIMANA - II

23

TB. KARYYODHI I

24

LCT SEA SWALLOW

25

TB. BINTAN 1201

26

TK. BINTAN GOLDEN 1801

27

TONGKANG

1188

Ton

REPAIR

INDONESIA

FERRY

2528

Ton

REPAIR

INDONESIA

TUGBOAT

86

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TONGKANG

638

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TUGBOAT

88

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

LCT

441

Ton

REPAIR

PAPUA NUGINI

TK. KUALA AIAK - V

20

135

Ton

REPAIR

INDONESIA

897

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. PUTRA BES - 007

TUGBOAT

152

Ton

REPAIR

INDONESIA

28

TK. BESTLINK 1681

TONGKANG

2568

Ton

REPAIR

INDONESIA

29

GMS MT 6

1423

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

13

PT. KIM SEAH SHIPYARD INDONESIA

STATUS

ASAL PEMILIK

EXPRESS 17

PENGUIN SELETAR

ESNNAD 711

CREW BOAT

EL

UKURAN KAPAL

TAHUN

GT
567

Ton

NEW BUILDING

ABUDHABI

CREW BOAT

95

Ton

REPAIR

PANAMA

FERRY

139

Ton

REPAIR

TUFALU

SSRV

567

Ton

NEW BUILDING

ABUDHABI

PENGUIN 5

FERRY

139

Ton

REPAIR

TUFALU

PENGUIN 15

FERRY

259

Ton

REPAIR

TUFALU

EXPRESS 71

CREW BOAT

236

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

PELICAN GREAT

CREW BOAT

236

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

ESNNAD 712

JENIS KAPAL

http://michsiba.wordpress.com

2009

NAMA KAPAL

DECK CARGO

IC

NO

,S

TUGBOAT
TONGKANG

2011

19

112

Ton

REPAIR

SINGAPORE

10

TB.BOB ROHANI

TUGBOAT

55

Ton

REPAIR

SINGAPORE

11

TB. P PRESTIGE

TUGBOAT

123

Ton

REPAIR

SINGAPORE

12

TK. POE 2410

TONGKANG

1434

Ton

REPAIR

SINGAPORE

13

ADHI OCEAN 2

PILOT BOAT

29

Ton

REPAIR

INDONESIA

14

PENGUIN 1

FERRY

144

Ton

REPAIR

SINGAPORE

15

PENGUIN INDO RAYA

SPEED CARGO

215

Ton

REPAIR

INDONESIA

16

DIAMOND 121

BARGE

260

Ton

REPAIR

SINGAPORE

17

HAI TECK 9

WOODEN TUG

50

Ton

REPAIR

KIRIBATI

18

PENGUIN 9

FERRY

183

Ton

REPAIR

SINGAPORE

19

PENGUIN ENDEAVOUR

FERRY

117

Ton

REPAIR

TUFALU

20

PENGUIN 3

FERRY

144

Ton

REPAIR

SINGAPORE

21

Tug Boat HL.5

WOODEN TUG

72.73

Ton

REPAIR

TUFALU

22

AL MOJIL 50

CREW BOAT

236

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

23

EXPRESS 66

CREW BOAT

236

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

24

EXPRESS 67

CREW BOAT

Ton

NEW BUILDING

PANAMA

DIAMOND 122

IC

236

25

BARGE

260

Ton

REPAIR

SINGAPORE

26

PENGUIN SWIFT

TUGBOAT

137

Ton

REPAIR

SINGAPORE

27

PENGUIN TIOMAN

FERRY

259

Ton

NEW BUILDING

TUFALU

28

TB. INA WAKA

TUGBOAT

250

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

29

CB. INA SELA

CREW BOAT

207

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

TUGBOAT

http://michsiba.wordpress.com

2011

PENGUIN VISTA

2010

14

PT. TUNAS KARYA BAHARI INDONESIA

NO

NAMA KAPAL

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

STATUS

ASAL PEMILIK

TAHUN

Ton

REPAIR

SINGAPORE

140

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. KSS 8

TUGBOAT

147

Ton

REPAIR

INDONESIA

TB. TKBI I

TUGBOAT

38

Ton

REPAIR

INDONESIA

BW 338

TONGKANG

848

Ton

REPAIR

SINGAPORE

KSS 6

TONGKANG

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

KSS 7

TONGKANG

1553

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

KSS 18

TONGKANG

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

BAYSWATER 338

TONGKANG

260

Ton

REPAIR

SINGAPORE

10

TB. SIN HUAT HUAT 1

TUGBOAT

163

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

11

TB. ROYALTY

TUGBOAT

160

Ton

REPAIR

SINGAPORE

12

TK. SIN HUAT HUAT 2

TONGKANG

1988

Ton

REPAIR

INDONESIA

13

TB. BAHARI 21

TUGBOAT

266

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

14

TB. BAHARI 22

TUGBOAT

266

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

TB. BINTAN 1201

TUGBOAT

135

Ton

REPAIR

INDONESIA

16

TB. DWI DAYA 20

TUGBOAT

277

Ton

REPAIR

INDONESIA

17

KSS 2

TONGKANG

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

18

KSS 8

TONGKANG

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

19

PSPM 12

TONGKANG

3145

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

20

APRI 7

TONGKANG

576

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

,S

EL
A

142

TUGBOAT

http://michsiba.wordpress.com

2011

TUGBOAT

TB. DUTA 1

2010

TB. BW ENDURANCE

2009

IC

GT

KSS 28

TONGKANG

2383

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

22

KSS 38

TONGKANG

2383

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

23

TB. DUTA 1

TUGBOAT

140

Ton

REPAIR

INDONESIA

24

KSS 9

TONGKANG

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

25

KSS 10

TONGKANG

2085

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

15

PT. SENTEK INDONESIA

STATUS

ASAL PEMILIK

NAMA KAPAL

,S

NO

21

UKURAN KAPAL

JENIS KAPAL

TAHUN

TUGBOAT

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

350

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

NEW CONSTRUCTION

TUGBOAT

350

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

NEW CONSTRUCTION

TUGBOAT

350

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

NEW CONSTRUCTION

BARGE

300

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

NEW CONSTRUCTION

BARGE

300

Ton

NEW BUILDING

INDONESIA

TB. SP POWER IX

TUGBOAT

253

Ton

REPAIR

SINGAPORE

BG. STK PRIMA 3

BARGE

1273

Ton

REPAIR

INDONESIA

BG. WESTSEA 93

BARGE

6019

Ton

REPAIR

SINGAPORE

10

TB. STK PRIMA 5

TUGBOAT

212

Ton

REPAIR

INDONESIA

11

MT. KIMTEK 1

TANGKER

2434

Ton

REPAIR

SINGAPORE

12

MT. SIANTEK

TANGKER

468

Ton

REPAIR

SINGAPORE

13

BG. STK MERLION 151

BARGE

1110

Ton

REPAIR

SINGAPORE

14

MT. MERLION DUA

TANGKER

740

Ton

REPAIR

SINGAPORE

IC

http://michsiba.wordpress.com

2010

350

TUGBOAT

NEW CONSTRUCTION

NEW CONSTRUCTION

2009

EL

GT

TANGKER

1999

Ton

REPAIR

SINGAPORE

16

MT. KENTEK 2

TANGKER

3924

Ton

REPAIR

SINGAPORE

17

BG. WESTSEA 72

BARGE

4360

Ton

REPAIR

SINGAPORE

18

DLB SEA HORIZON

BARGE

8867

Ton

REPAIR

PORT VILLA

19

BG.DN 203

BARGE

2890

Ton

REPAIR

LUXEMBORG

20

BG.DN 204

BARGE

2890

Ton

REPAIR

LUXEMBORG

21

AHTS EVERST 1

TUGBOAT

1309

Ton

REPAIR

BELIZE CITY

22

BG. MYCLIN 288

BARGE

3292

Ton

REPAIR

SINGAPORE

23

BG. STK MERLON 111

BARGE

1597

Ton

REPAIR

SINGAPORE

24

CB. TIRTA RAJAWALI

BARGE

5433

Ton

REPAIR

INDONESIA

25

AHTS ATLANTIC C

918

Ton

REPAIR

INDONESIA

EL

,S

MT. RUBY

IC

TUGBOAT

http://michsiba.wordpress.com

2011

15

LAMPIRAN 3
DATA POTENSI PASAR

IC

EL

,S

1. Jumlah Armada Kapal Dunia Dan Indonesia

http://michsiba.wordpress.com

Sumber: SAJ 2012

IC

EL

,S

2. Jumlah Permintaan Kapal Baru Dunia Dan Indonesia

Sumber: SAJ 2012

http://michsiba.wordpress.com

LAMPIRAN 4
KUESIONER PERSEPSI PASAR
Peniliaian Terhadap Layanan Galangan .......................................................................
Pada bagian ini anda dimohon untuk memberikan penilaian terhadap kondisi galangan Batam.
Petunjuk pengisian :
Pilihlah salah satu skala penilaian yang sesuai menurut anda dengan kondisi Galangan sekarang ini.
Keterangan :
5 = sangat memuaskan

3 = cukup memuaskan

4 = memuaskan

2 = kurang memuaskan

1 = tidak memuaskan

Faktor Pemasaran

Skala Penilaian

Variable

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

5. Pendapat anda mengenai biaya pembangunan kapal baru

- 4 - 3 - 2 - 1

6. Pendapat anda tentang biaya perbaikan/reparasi kapal

- 4 - 3 - 2 - 1

2. Pendapat anda tentang kontiunitas pemesanan


3. Pendapat anda tentang akses informasi dan promosi galangan

IC

EL

4. Pendapat anda tentang administrasi keuangan

,S

1. Pendapat anda tentang proses penawaran oleh galangan

Faktor Teknologi / Manajemen Produksi

Skala Penilaian

Variabel

1. Pendapat anda tentang teknologi perakitan yang diterapkan

- 4 - 3 - 2 - 1

2. Pendapat anda tentang pembagian kerja

- 4 - 3 - 2 - 1

3. Pendapat anda tentang layout galangan dalam menunjang kegiatan produksi bangunan baru

- 4 - 3 - 2 - 1

4. Pendapat anda ketepatan pasokan bahan

- 4 - 3 - 2 - 1

5. Pendapat anda tentang ketepatan waktu pengerjaan pesanan bangunan baru

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

maupun reparasi

6. Pendapat anda tentang ketepatan waktu pengerjaan perbaikan/reparasi kapal


7. Pendapat anda mengenai penerapan accuracy control dalam proses produksi
8. Pendapat anda mengenai standar mutu produksi galangan
9.

Pendapat anda mengenai hubungan kerjasama galangan dengan syahbandar / biro


klasifikasi

Faktor Fasilitas Produksi

Skala Penilaian

Variabel
1. Pendapat anda mengenai kapasitas produksi bangunan baru

http://michsiba.wordpress.com

- 4 - 3 - 2 - 1

2. Pendapat anda mengenai kapasitas reparasi/perbaikan kapal

- 4 - 3 - 2 - 1

3. Pendapat anda mengenai handling material

- 4 - 3 - 2 - 1

4. Pendapat anda mengenai fasilitas pergudangan material

- 4 - 3 - 2 - 1

5. Pendapat anda mengenai kondisi bengkel fabrikasi

- 4 - 3 - 2 - 1

6. Pendapat anda mengenai kondisi bengkel mesin dan mekanik

- 4 - 3 - 2 - 1

7. Pendapat anda mengenai kondisi bengkel pipa / outfitting

- 4 - 3 - 2 - 1

8. Pendapat anda mengenai spesifikasi alat yang digunakan (modern)

- 4 - 3 - 2 - 1

9. Pendapat anda mengenai sarana pengedokan

- 4 - 3 - 2 - 1

10. Pendapat anda mengenai kenyamanan dalam lingkungan galangan

- 4 - 3 - 2 - 1

Faktor Sumber Daya

Skala Penilaian

Variabel
5

- 4 - 3 - 2 - 1

2. Pendapat anda mengenai tingkat pendidikan pekerja

- 4 - 3 - 2 - 1

3. Pendapat anda mengenai jenis keahlian pekerja

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

1. Pendapat anda mengenai jumlah tenaga kerja

IC

Faktor Sarana Penunjang

EL

5. Pendapat anda mengenai kedisiplinan tenaga kerja

,S

4. Pendapat anda mengenai tingkat keterampilan tenaga kerja

Skala Penilaian

Variabel
5

- 4 - 3 - 2 - 1

2. Pendapat anda mengenai sarana kelistrikan dari PLN

- 4 - 3 - 2 - 1

3. Pendapat anda mengenai sarana komunikasi (TELKOM)

- 4 - 3 - 2 - 1

4. Pendapat anda mengenai ketersediaan air bersih dari PDAM

- 4 - 3 - 2 - 1

5. Pendapat anda mengenai sarana ibadah di galangan

- 4 - 3 - 2 - 1

6. Pendapat anda mengenai ketersediaan lahan parkir kendaraan di galangan

- 4 - 3 - 2 - 1

8. Pendapat anda mengenai keamanan galangan

- 4 - 3 - 2 - 1

9. Pendapat anda mengenai akses terhadap pelabuhan laut

- 4 - 3 - 2 - 1

10. Pendapat anda mengenai akses terhadap bandara udara

- 4 - 3 - 2 - 1

11. Pendapat anda mengenai akses terhadap terminal angkutan darat

- 4 - 3 - 2 - 1

12. Pendapat anda mengenai ketersediaan institusi pendidikan

- 4 - 3 - 2 - 1

- 4 - 3 - 2 - 1

1. Pendapat anda mengenai akses jalan menuju galangan

7. Pendapat anda mengenai sarana kantin di galangan

http://michsiba.wordpress.com

LAMPIRAN 5
HASIL UJI RELIABILITAS KUESIONER PERSEPSI PASAR DENGAN
SOFTWARE SPSS
Scale: ALL VARIABLES
Case Processing Summary

Cases

45

100.0

.0

45

100.0

Excludeda
Total

Valid

,S

EL

a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.


Reliability Statistics

Cronbach's Alpha Based on

N of Items

Cronbach's Alpha

Standardized Items

.806

42

IC

.809

Item Statistics

Mean

Std. Deviation

VAR00001

3.1556

.56228

45

VAR00002

3.2889

.54864

45

VAR00003

3.1556

.60135

45

VAR00004

3.1111

.53182

45

VAR00005

3.2000

.45726

45

VAR00006

3.1556

.60135

45

VAR00007

3.2444

.48409

45

http://michsiba.wordpress.com

3.2667

.61791

45

VAR00009

3.3556

.64511

45

VAR00010

3.1778

.53466

45

VAR00011

3.0889

.51444

45

VAR00012

3.1333

.40452

45

VAR00013

3.2667

.53936

45

VAR00014

3.2444

.60886

45

VAR00015

3.2667

.61791

45

VAR00016

3.1556

.56228

45

VAR00017

3.1111

.48721

,S

VAR00018

3.0667

.49543

45

VAR00019

3.1778

.53466

45

VAR00020

3.2000

VAR00021

3.2667

VAR00022

EL

45

45

3.2444

.57031

45

3.2889

.62603

45

3.0667

.49543

45

VAR00025

3.0000

.52223

45

VAR00026

3.1556

.56228

45

VAR00027

3.1333

.58775

45

VAR00028

3.2667

.49543

45

VAR00029

3.1111

.61134

45

VAR00030

3.2444

.52896

45

VAR00031

3.2667

.61791

45

VAR00024

45

IC

.45726
.57997

VAR00023

VAR00008

http://michsiba.wordpress.com

3.1778

.57560

45

VAR00033

3.2444

.48409

45

VAR00034

3.1333

.54772

45

VAR00035

3.0667

.44721

45

VAR00036

3.2222

.51737

45

VAR00037

3.1778

.57560

45

VAR00038

3.2444

.60886

45

VAR00039

3.2444

.48409

45

VAR00040

2.9778

.54309

45

VAR00041

3.0889

.46818

,S

VAR00042

3.0667

.44721

45

VAR00032

EL

45

Scale Variance if

Corrected Item-

Cronbach's Alpha if

Deleted

Item Deleted

Total Correlation

Item Deleted

IC

Scale Mean if Item

130.3556

56.462

.256

.805

130.2222

59.949

-.155

.818

VAR00003

130.3556

55.098

.390

.801

VAR00004

130.4000

54.927

.473

.799

VAR00005

130.3111

55.719

.441

.800

VAR00006

130.3556

55.734

.316

.803

VAR00007

130.2667

56.473

.307

.804

VAR00008

130.2444

55.325

.351

.802

VAR00009

130.1556

54.271

.447

.798

VAR00002

VAR00001

Item-Total Statistics

http://michsiba.wordpress.com

130.3333

54.909

.472

.799

VAR00011

130.4222

57.340

.171

.808

VAR00012

130.3778

58.468

.049

.810

VAR00013

130.2444

57.143

.184

.808

VAR00014

130.2667

55.655

.321

.803

VAR00015

130.2444

56.143

.260

.805

VAR00016

130.3556

56.507

.250

.806

VAR00017

130.4000

57.109

.216

.806

VAR00018

130.4444

56.980

VAR00019

130.3333

VAR00020

130.3111

VAR00021

130.2444

VAR00022

130.2667

VAR00023

130.2222

.806

56.591

.256

.805

56.810

.278

.805

56.871

.198

.807

54.655

.469

.798

53.768

.520

.796

130.4444

57.071

.217

.806

130.5111

56.301

.302

.804

130.3556

59.189

-.066

.815

VAR00027

130.3778

56.331

.256

.805

VAR00028

130.2444

58.007

.091

.810

VAR00029

130.4000

55.518

.334

.803

VAR00030

130.2667

56.018

.333

.803

VAR00031

130.2444

54.007

.501

.797

VAR00032

130.3333

57.182

.164

.808

VAR00033

130.2667

54.609

.572

.796

VAR00026

IC

VAR00025

VAR00024

EL

.229

,S

VAR00010

http://michsiba.wordpress.com

130.3778

55.695

.360

.802

VAR00035

130.4444

57.753

.145

.808

VAR00036

130.2889

56.801

.240

.806

VAR00037

130.3333

58.409

.022

.813

VAR00038

130.2667

55.382

.351

.802

VAR00039

130.2667

56.018

.371

.802

VAR00040

130.5333

58.755

-.013

.814

VAR00041

130.4222

56.749

.279

.805

VAR00042

130.4444

57.207

VAR00034

Scale Statistics

Std. Deviation

7.67707

42

58.937

N of Items

IC

133.5111

Variance

Mean

EL

,S

.226

http://michsiba.wordpress.com

.806

NAMA PERUSAHAAN PELAYARAN

NAMA RESPONDEN

ALAMAT PERUSAHAAN

Komplek Nagoya Square Blok B No 33 Kel. Sungai Jodoh Kec. Batu Ampar Batam
Admiral Lines

Ade Koesnadi

Arena Bahari Tirtatama

,S

Altus Lines Indonesia

Komplek Ruko DC Mall Blok R No. 12 B JL. Duyung Pasar Angkasa Nagoya Kel.
Sungai Jodoh Kec. Batu Ampar Batam

Antonius Sugiharta

EL

Jl. Yos Sudarso Kawasan Bintang Industri

Hendro Fernando

Kel. Bukit Senyum Kec. Batu Ampar - Batam.

Amas Internasional Lines

Komp. Graha Sulaiman Lantai 3 Blok C No.26

Junaidi

Andalan Samudra

Pelnas A y o d h i a

Pelayaran Bandar Niaga Raya

Komp. Bumi Indah Blok IV No. 41 Kel. Lubuk


Baja Kota Kec. Lubuk Baja Batam

JL. Kuda Laut No. 1 A Batu Ampar Kel.Sei Jodoh Kec.Batu Ampar - Batam
Komp. Marina Centre JL. Duyung No. 3
Kel. Sei Jodoh Kec. Batu Ampar Batam

Bahari Sandi Pratama Shipping

10

Pelayaran Bahtera Adhiguna

Fax. 467496
Telp.451875
Fax. 452503

Fax. 432848
Telp.
Fax.
Telp.7029722

H. Nazaruddin MD
Manfa Lutfi. SH

Telp.722228,7229244

Telp. 458361, 323923

E.Y. Albert

Azis

Fax.

Telp.467495

IC

Sudarman

Pelnas Armada Sumber Rezeki

Telp.

Fax. 450047

Tering Kec. Batam Kota - Batam Centre Batam

Fax. 432942

Kel. Lubuk Baja Kec. Lubuk Baja-Batam


Pertokoan Green Land Blok L / 12A Kel.Teluk

Mardanus Mansyur

Telp. 432982

Telp.459896
Fax.459897

TELP / FAX

Komplek Palm Hill Bungalow Blok B No 9 Kel. Bukit Senyum Kec. Batu Ampar Batam

Fax. 427360

JL. Cendrawasih No. 168 Baloi Blok IV Kel. Baloi Indah Kec. Lubuk Baja - Batam

Telp.450613

http://michsiba.wordpress.com

Fax. 429483
JL. Pelabuhan Kavling 1 Kabil Kelurahan Kabil Kecamatan Nongsa Batam
11

Bahtera Maju Selaras

Ilsen Wunil

Fax. 711007
Terminal Ferry Internasional Batam Centre

Pelnas Duta Bahari Sakti

H. Saidul Khudri

Counter No.6 JL.Engku Putri Batam Centre

12

Telp.711002

Telp.7210199
Fax. 7210199

Pelabuhan Domestik Sekupang


13

Golden Mutiara Line

Hartono

Indo Falcon

Nata Wirawan Setio

EL

B. Fresley Sihombing

Komp.Sentosa Purnama Jaya Blok B No.3


Kel. Bukit Senyum Kec. Batu Ampar -Batam
Waterfront City Newtown Shophouse No. 152 Kelurahan Tanjung Riau Kecamatan
Sekupang Batam

15

Pely. Haluan Segara Line

Katimuri Marine

18

Keluarga Jaya Shipping

19

Pely. Laut Guna Transnusa

20

Lautan Indah Makmur

IC

17

T. Afriansyah

Eddy Suryawan Hidayat

Pely. Lokal Karya Arun Marine

Graha Sulaiman Lt. 2/B. 17 JL. Sultan Abd.Rahman No.1 Nagoya Kel. Lubuk Baja Kota
Kec. Lubuk Baja Batam

16

Telp.327832

JL. R.E. Martadinata No. 3 Kel. Tanjung Pinggir


Kecamatan Sekupang Batam

14

,S

Kel. Teluk Tering Kec. Batam Kota Batam

Fax.
Telp.424654, 424994
Fax. 430285
Telp.381218

Telp.431323
Fax. 431323

Telp.422828
Fax. 422828

Budi Sutrisno

Jodoh Square II Blok AA No. 4 Lt. 2 Kel. Sei Jodoh Kec. Batu Ampar Batam
Ruko Graha Mas Blok A No. 9 - 10 Batam Centre Kel. Sungai Panas Kec. Batam Kota
Batam

Telp.325521

Herman Lubis

Komp. Harapan Mekar Raya Kav. I/3


JL.R.E. Martadinata Sekupang Kel. Tg. Pinggir

Telp.472030
Fax. 472040
Fax. 325587

Kec. Sekupang Batam


Eddy Suryawan Hidayat

Komp. Ruko Sakura Permai Blok B No. 5

http://michsiba.wordpress.com

Telp.459612

Kel. Kampung Seraya Kec. Batu Ampar Batam.

21

Pelnas Lautan Terang

Komp. Ruko Trikarsa Equalita Blok A No. 32 Kel. Sungai Panas Kec. Batam Kota
Batam

Herizaldi

Fax. 450321

Telp.473277, 473278
, 473577
Fax. 473211

24

Merlina Paluansa Line

Moro Citra Samudra

JL. Pembangunan Komp. Ruko Citra Mas Blok A

Telp.450910, 455762

No. 6 - 7 Baloi Kel. Batu Selicin Kec. Lubuk Baja


Batam

459626,429972,429973

JL. Duyung Komp. Jodoh Square II Blok AA LT.II

Telp.425582

No. 5 Kel. Sei. Jodoh Kec. Batu Ampar Batam

Fax. 425604

Budi Halim

Muhammad Jumakhir

,S

23

Marinatama Gemanusa

EL

22

Workshop Nagoya Indah No.I Lt.II Kel.Batu

Johnny

25

Pely. Natio Bahari Shipping

Selicin Kec.Lubuk Baja - Batam

Komplek Perkantoran Batu Ampar Kav. 143

Muzamil

Odman

27

Pelnas Nusantara Perkasa

Suhairi

28

Pacific Agency

IC

Pelayaran Nimala Bahari

26

Kel. Sungai Jodoh Kec. Batu Ampar Batam


Kawasan Industri Sekupang Tanjung Riau Kel. Tanjung Riau Kec. Sekupang Batam

Komp. Dian Centre Blok F No. 7 Kel. Batu Selicin Kecamatan Lubuk Baja Batam

Fax. 455760, 429971

Telp.5055942,428171
Fax. 428747
Telp. 458426
Fax. 458592
Telp.321580
Fax. 711802, 321802
Telp.9130107
Fax. 459174
Telp.7054452

Hermansyah Mohammad

Fax. 452602
Jln. Raden Patah No. 61 Sucofindo Building Lt. II RT.03 RW. 01 Baloi Kel. Kampung
Pelita Kec. Lubuk Baja Batam

29

Pely. Pelita Anugerah Bahari

Widodo

Komp.Executive Center JL.Laksamana Bintan

Telp.7027550

Blok. I No.03 Kel.Sungai Panas Kec. Batam Kota

Fax. 492058, 411086

Batam

http://michsiba.wordpress.com

32

Nusantara Perkasa

Pelayaran Jatarim Binau Lines

Pelayaran Kanaka Dwi Mitra Manunggal

Surya Mega Wijaya

Anasrun W. MTU

Nurman Hakim

JL. Yos Sudarso Komp. Sakura Garden Blok II

Telp. 452453

No. 16 Batu Ampar Batam


JL. KH. Ahmad Komplek Ruko Harapan Niaga No. 05 RT. 04 RW. IV Kel. Sungai
Harapan Kec. Sekupang Batam

Fax. 452453

Nagoya Garden Blok. F No. 65-66

Telp.452336

Kel. Kampung Seraya Kec. Batu Ampar


Batam

Pelayaran Pensumba Bahari

34

Pelita Jaya Express

Hanjono Susanto

Komp. Saguba JL. Sagulung Baru Kavling Jasa Blok C No. 03 Batu Aji Kel. Sungai
Binti Kec. Sagulung - Batam.

EL

33

31

Pelayaran Bintang Jaya

,S

30

Jl.Laksamana Bintan Kompl. Inti Batam

Andy Lala

Blok.E No.6 Sei Panas Batam.

JL. Engku Putri Terminal Ferry Internasional

Pelnas Petro Samudra

Djamian

Batam Centre No. 10 Kel.Teluk Tering Kec.Batam

Usup Taryono

36

Pintas Samudra

37

Putra Anambas Shipping

38

Restu Prima Lestari

Rarody

Kota - Batam
Komp. Ruko Trikarsa Equalita Blok A No. 31 Kelurahan Sei. Panas Kecamatan Batam
Kota - Batam

IC

35

Komp. Trikarsa Equalita Batamas Blok I No.10 -11 Kel. Sadai Kec. Bengkong Batam.
dan KCP. Komp. Orchid Centre Blok A No. 28 JL. Duyung Batu Ampar Kel. Sungai
Jodoh Kec. Batu Ampar Batam

Telp. 321468
Fax. 321441

Fax. 452120
Telp. 393209
Fax. 393210

Telp.
Fax.
Telp. 467980
Fax. 467981

Telp. 473517, 473518


Fax. 473438

Telp.451525, 451625
Fax. 421766
Telp.7367002

Nurjannah

JL. Brigjen Katamso Kp. Becek Kav. Sei Lekop RT. 04 RW. 07 Tanjung Uncang kel. Sei
Lekop Kec. Sagulung - Batam.

http://michsiba.wordpress.com

Fax. 7367005

40

Pelayaran Selat Karimun

41

Sokongan Perdana Shipping

42

Pelnas Sinar Pagoda

Rizal Hadi. SH

Joni Suhali

H. Taufik. SE

Komp. Union Industrial Park Blok AA No.3A

Telp.411988

Batu Ampar - Batam

Fax. 411881

Komplek Taman Sari Blok E No. 37 RT.03 RW.II Kel. Tiban Baru Kec. Sekupang
Batam

Amin Delima. SE

Vinici Inti Line

45

Vita Baruna Indonesia

JL. Raja Ali Haji Komplek Nagoya Point Blok JJ No. 4 Kel. Lubuk Baja Kota Kec.
Lubuk Baja Batam
Komplek Ruko Cipta Puri Tiban Blok DD No. 03 Kelurahan Tiban Baru Kecamatan
Sekupang Batam

Bayu Husodo

IC

44

Eng Tjai

Pelayaran Teguh Abadi Nusantara

EL

JL. R.E. Martadinata KM. 2 Sekupang Kel. Tanjung Pinggir Kec. Sekupang Batam
43

Telp.457745
Fax. 450898, 429647

Samudra Shipping Services

,S

39

JL. Raja Ali Haji, Jodoh Square I Blok C No. 35 Kelurahan Sungai Jodoh Kecamatan
Batu Ampar Batam

Drs. Syamsul Bahri (Alm.)

JL. Lambung Mangkurat No. 33 Sei. Panas

Bukit Jodoh Batam

http://michsiba.wordpress.com

Telp.326585
Fax. 326585
Telp.322144
Fax. 322806
Telp.426311, 426322
Fax. 426312

Telp.321768
Fax. 321782

Telp. 452334
Fax.

PENILAIAN RESPONDEN

6
7
8
9
10
11
12
13
14

Amas
Internasional
Lines
Pelnas Armada
Sumber Rezeki
Pelnas A y o d h i
a
Pelayaran Bandar
Niaga Raya
Bahari Sandi
Pratama Shipping
Pelayaran Bahtera
Adhiguna
Bahtera Maju
Selaras
Pelnas Duta
Bahari Sakti
Golden Mutiara
Line
Pely. Haluan
Segara Line

1
0

1
0

1
1

1
2

,S

Andalan Samudra

EL

FAKTOR SARANA PENUNJANG

Altus Lines
Indonesia
Arena Bahari
Tirtatama

FAKTOR
SUMBER DAYA

Admiral Lines

FAKTOR FASILITAS
PRODUKSI

IC

NAMA
PERUSAHAAN

FAKTOR MANAJEMEN
PRODUKSI

NO

FAKTOR
PEMASARAN

15

Indo Falcon

16

Pely. Lokal Karya


Arun Marine

17

Katimuri Marine

18

Keluarga Jaya
Shipping

http://michsiba.wordpress.com

PENILAIAN RESPONDEN

24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

Pacific Agency
Pely. Pelita
Anugerah Bahari
Pelayaran Bintang
Jaya
Pelayaran Jatarim
Binau Lines
Pelayaran Kanaka
Dwi Mitra
Manunggal
Pelayaran
Pensumba Bahari
Pelita Jaya
Express

1
0

1
0

1
1

1
2

,S

23

EL

22

FAKTOR SARANA PENUNJANG

21

FAKTOR
SUMBER DAYA

20

Pely. Laut Guna


Transnusa
Lautan Indah
Makmur
Pelnas Lautan
Terang
Marinatama
Gemanusa
Merlina Paluansa
Line
Moro Citra
Samudra
Pely. Natio Bahari
Shipping
Pelayaran Nimala
Bahari
Pelnas Nusantara
Perkasa

FAKTOR FASILITAS
PRODUKSI

IC

19

NAMA
PERUSAHAAN

FAKTOR MANAJEMEN
PRODUKSI

NO

FAKTOR
PEMASARAN

35

Pintas Samudra

36

Pelnas Petro

http://michsiba.wordpress.com

PENILAIAN RESPONDEN
NAMA
PERUSAHAAN

FAKTOR MANAJEMEN
PRODUKSI

FAKTOR FASILITAS
PRODUKSI

1
0

1
0

1
1

1
2

41

42

43

Vinici Inti Line

45

Vita Baruna
Indonesia

T
4

IC

44

,S

40

EL

39

38

Putra Anambas
Shipping
Restu Prima
Lestari
Samudra Shipping
Services
Pelayaran Selat
Karimun
Sokongan Perdana
Shipping
Pelnas Sinar
Pagoda
Pelayaran Teguh
Abadi Nusantara

FAKTOR SARANA PENUNJANG

1
Samudra
37

FAKTOR
SUMBER DAYA

NO

FAKTOR
PEMASARAN

http://michsiba.wordpress.com

T
,S
EL
A
H
IC
M
http://michsiba.wordpress.com

T
,S
EL
A
H
IC
M
http://michsiba.wordpress.com

Anda mungkin juga menyukai