Anda di halaman 1dari 3

Laboratorium TK 2012 Metode Pengukuran dan Analisis Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi

i Bandung

LAPORAN SINGKAT MODUL : 41 PENGUKURAN TEMPERATUR


Kelompok Nama / NIM Hari / Tanggal Waktu Praktikum A. KONDISI RUANG Temperatur : Tekanan : B. KALIBRASI TERMOKOPEL No 1 2 3 4 5 6 Yang diukur Air es Air 1 Air 2 Air 3 Air 4 Air mendidih Temperatur (oC) termometer literatur 6,50 0 60,4 43,8 36,5 30,2 80,1 100 Tegangan (mV) 3,74 x 103 1,41 x 103 2,00 x 103 2,33 x 103 2,63 x 103 8,60 x 104 Mulai praktikum pk 08.00 (25 0.05)0C (694 0.025) mmHg Akhir praktikum pk 11.00 (26.5 0.05) 0C (698.4 0.025) mmHg Kurva Kalibrasi : : A.1314.1.33 : 1. Alzrin Aulyna (13012031) 2. Khoiru Arfan (13012090) : Kamis, 24 Oktober 2013 : pk 07.00-pk 12.00

Persamaan kalibrasi termokopel: Y = -39,21 X + 3844,6 dengan Y adalah Vtermokopel dan X adalah Ttermokopel C. PENENTUAN KONSTANTA WAKTU TERMOKOPEL 1. Kenaikan temperatur (ke 56,8 oC) Waktu (detik ke-) 1 Tegangan (mV) keluaran termokopel 2,54 x 103 2. Penurunan temperatur (ke 7,9 oC) Waktu (detik ke-) Tegangan (mV) keluaran termokopel 1 3,13 x 103 15 3,39 x 103 23 3,44 x 103 45 3,46 x 103 51 3,47 x 103 80 3,48 x 103 V i= 3130 mV Vf= 3480 mV V = Vi + 63,2% (Vf Vi) V= (3130) + (63,2% (3480-3130)) = 3351,2 mV Maka, untuk mengetahui konstanta waktu digunakan interpolasi. <-> Sehingga konstanta waktu = t=12,91077 s Jadi, konstanta waktu ratarata menjadi (7,16678 + 12,91077)/2 yaitu 10,03878 s

8 1,88 x 103 15 1,67 x 103 22 1,63 x 103 28 1,62 x 103 V i= 2540 mV Vf= 1620 mV V = Vi + 63,2% (Vf Vi) V= (2540) + (63,2% (2540-1620)) = 1958,56 mV Maka, untuk mengetahui konstanta waktu digunakan interpolasi. <-> Sehingga konstanta waktu = t=7,16678 s

D. PENENTUAN KAPASITAS PANAS KALORIMETER Volum air = 150 ml = 1,50 x 10-4 m3 air = 997,13 kg/m3 Cp air = 4,8 J/kg 0 C 0 Tegangan Arus Temperatur awal ( C) Temperatur akhir (0C) Waktu t listrik (v) listrik Termometer Teg. Output Termometer Teg. Output (detik) (A) termokopel termokopel 13,77 3,07 29,9 32,7 60 8,56 1,89 29,5 31,0 90 7,42 1,64 28,3 30,1 90 6,52 1,44 27,3 30,0 90 5,93 1,31 26,9 30,1 90 Perhitungan : Pada run 1 mair = air . Vair = (997,13 kg/m3)( 1,50 x 10-4 m3) mair = 0, 149 kg Run Qair (J) Wdaya listrik (J) Qair = mair . Cp air . T 1,758937 2536,434 = (0, 149 kg)( 4,80 J/kg 0 C)(32,7 0C -29,9 0C) 1 2 0,9422878 1456,056 = 1,75 J Wdaya listrik = V. I. t = (13,77)(3,07)(60) 3 1,130745 1095,192 = 2536,434 J 4 1,169118 844,992 Qcalorimeter = Wdaya listrik - Qair 5 2,010214 699,147 <-> Ckal . T = Wdaya listrik - Qair <-> <-> Ckal = Ckal =
( (
0

Waktu rata2 t(detik)

84

Ckalorimeter (J/0C)
905,2411 970,0758 607,8118 312,3318 217,8553 602,6632

Rata-rata
) )

Ckal = 905,244 J/ C Berdasarkan perhitungan rata-rata diperoleh Ckal sebesar 602,6632 J/0C E. PEMBAHASAN Pada dasarnya, prinsip kerja termokopel adalah pengukuran beda tengangan kedua ujung kawat pada termokopel yang ditimbulkan oleh perbedaan temperatur. Pada percobaan menggunakan termokopel bisa terjadi beberapa kesalahan seperti pada sambungan kawat yang harus benar-benar tersambung karena arus yang dihasilkan cukup kecil. Selain itu karena suhu acuan tidak konstan karena masih terdapat interaksi antara sistem dan lingkungan harus dilakukan kalibrasi terlebih dahulu terhadap termokopel. Selain itu, distribusi suhu pada sistem di kalorimeter harus dijaga agar merata sehingga perhitungan menggunakan termokopel menjadi lebih akurat. Untuk alat termokopel sendiri bisa mengalami penuaan atau termokopel tidak pernah dikalibrasi sehingga alat tidak pernah kembali pada keadaaan semula. Selain itu bisa juga terdapat kotoran pada kawat termokopel karena korosi. Untuk mengantisipasi kesalahan yang mungkin terjadi, sebaiknya termokopel dikalibrasi secara manual baik sebelum ataupun sesudah digunakan dengan mengukur suhu benda saat membeku (misal air es) yang menunjukkan nilai 00C. Pada aplikasi termokopel pada kalorimeter joule harus diperhatikan keadaan kalrimeter yang adiabatik. Sehingga data pengukuran menjadi lebih akurat. Pada percobaan ini gradien kurva kalibrasi bernilai negatif yaitu tidak sesuai dengan teori dikarenakan sensor tegangan/termokopel yang digunakan berbeda (terbalik). F. KESIMPULAN DAN SARAN Semakin besar perbedaan suhu, semakin besar tegangan yang terukur (menggunakan termokopel). Persamaan kurva kalibrasi pada percobaan termokopel di atas adalah Y = -39,21 X + 3844,6 dengan R2 = 0,985 (model dapat merepresantikan data dengan baik) Konstanta waktu termokopel pada percobaan adalah 10,03878 s Kapasitas panas kalorimeter pada percobaan tersebut adalah 602,6632 J/0C

Saran : Sebaiknya penyediaan bahas es pada percobaan telah dipecah menjadi es ukuran kecil sehingga praktikan tidak sulit memperoleh bahan es tersebut. Lalu, penyediaan bahan seperti sensor yang telah dipersiapkan dengan baik. Kemudian, asisten sebaiknya melakukan briefing semua memulai praktikum