Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia sehat 2010 adalah
meningkatkan kesadaran dan kemampuan hidup sehat bagi setiap individu, agar
terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pembangunan kesehatan
ditujukan untuk menghasilkan manusia yang sehat, yang dimulai pada masa anak-
anak, dimana pada masa ini periode yang paling penting dan merupakan modal dasar
pembangunan nasional.
Masalah kesehatan yang dialami anak sangat beragam, antara lain ISPA,
diare, thypoid, DHF, anemia, penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti
cacar, polio, difteri, pertusis, tetanus, TBC. (Nelson, 2000)
Anemia bisa dialami siapa saja tanpa membedakan ras, status, sosial maupun
tingkatan usia. Tahun 2004, pada data rekapitulasi laporan bulanan data kesakitan
tingkat Puskesmas se-kota Semarang, tercatat 828 anak menderita anemia dari jumlah
total 232.537 anak yang sakit. Sedang penyakit anemia sendiri menduduki peringkat
ke-29 dari 102 penyakit yang menyerang anakanak. (Dinkes, 2004)
Permasalahan pada pasien anemia adalah pola makan yang tidak sehat.
Anemia tidak hanya dialami keluarga kurang mampu saja, anakanak dari keluarga
berkecukupan juga banyak yang mengidap anemia. Terutama keluarga yang
membiarkan anakanaknya menerapkan pola makan junkfood dan makan serba
instan yang tidak memenuhi kebutuhan zat besi. Akibatnya meski tubuh sudah
memproduksi zat besi, tetap saja produksinya tidak mampu memenuhi kebutuhan
tubuh akan zat besi. (http://www.dinkes.go.id)
Saat ini, penderita anemia aplastik dapat bergembira. Sebab, dr.Abidin
Widjanarko telah membuat sistem pengobatan relatif murah dan membuat kondisi
pasien membaik. Model pengobatan yang ditawarkan spesialis penyakit dalam ini
adalah pemberian siklofosfamid dosis sedang yaitu 750 mg/m
2
LPB atau setara
dengan 20 mg/kg BB. Dari hasil penelitian, obat ini memiliki efek imunosupresi
(meningkatkan daya tahan tubuh) yang lebih baik, pasien dapat memperolehnya
melalui berobat jalan dan pemberian infus selama 2 jam.
(http://www.mediaindo.co.id)
Sehubungan dengan masalah pada anemia aplastik yang sangat kompleks
serta angka kejadian di J awa Tengah yang relatif tinggi maka penulis tertarik untuk
mengadakan studi kasus tentang bagaimana pelaksanaan Asuhan Keperawatan
Klien dengan Anemia Aplastik Pada An.A di Ruang C1 Rumah Sakit
Umum Pusat Dokter Kariadi Semarang.

B. Tujuan Penulisan
Tujuan umum :
Penulis mampu memberikan asuhan keperawatan pada klien dengan anemia aplastik
dengan pendekatan proses keperawatan.


Tujuan khusus :
1. Penulis mampu memahami tentang konsep dasar anemia aplastik
2. Penulis mampu melakukan pengkajian, perumusan diagnosa, perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi pada klien anemia aplastik.
3. Penulis mampu mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang timbul
selama melakukan asuhan keperawatan anemia aplastik disertai alternatif
penyelesaian masalah.
4. Penulis memperoleh pengalaman yang nyata dalam merawat klien anemia
aplastik dengan pendekatan proses keperawatan.

C. Metode Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini, digunakan metode deskriptif. Metode
deskriptif adalah menggambarkan terjadinya peristiwa dengan menggunakan
pendekatan proses keperawatan yang terbagi dalam empat tahap yaitu pengkajian,
perumusan diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Adapun tehnik pengumpulan data meliputi :
1. Wawancara
Yaitu mengadakan tanya jawab untuk memperoleh informasi dari klien, keluarga,
dokter serta tim kesehatan lain dalam rangka pengumpulan data yang
berhubungan dengan klien.
2. Observasi
Yaitu mengadakan pengamatan lansung selama perawatan.
3. Studi Dokumenter
Yaitu mengambil, melihat data dari catatan medik untuk melengkapi data yang
telah didapatkan.
4. Studi Kepustakaan
Untuk mendapatkan bahan ilmiah dari buku yang berhubungan dengan penyakit
anemia aplastik.
5. Pemeriksaan Fisik

D. Sistematika Penulisan
Susunan karya tulis ilmiah ini dijabarkan secara sistematis menjadi bab dan sub
bab yaitu :
BAB SATU Pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, tujuan penulisan,
metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB DUA Konsep dan teori yang meliputi pengertian, klasifikasi, etiologi,
manifestasi klinik, patofisiologi, pathways, komplikasi, uji
laboratorium dan diagnostik, penatalaksanaan medis, konsep tumbuh
kembang, masalah keperawatan, dan fokus intervensi anemia aplastik.
BAB TIGA Tinjauan kasus yang menguraikan data pasien, diagnosa keperawatan,
rencana keperawatan, pelaksanaan keperawatan dan evaluasi.
BAB EMPAT Pembahasan kasus dengan membandingkan antara teori dan kenyataan
yang dihadapi.
BAB LIMA Penutup yang meliputi kesimpulan dan saran.