Anda di halaman 1dari 8

NASKAH ROLEPLAY TRAUMA SUHU Sejuta Obor, Sejuta Petaka

Narator & Operator Pasien Etik ernawati (p2) Rensi ( p1) Umul (p2) Yuni qomariah (p3) M (p3)

: Nurul Hidayati PR Polisi m. nasichin Pemadam kebakaran Titis italiana Mega perawat Rubiah Kiki amelia Linda Yohana Rika H

Tanggal 15 desember menjadi hari yang berbahagia, seorang penyanyi dangdut yang sedang naik daun sedang melangsungkan konser tunggalnya sekaligus merayakan HUT kota Malang yang ke 56. Konser yang bertema sejuta obor ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat kota Malang dari walikota hingga masyarakat biasa. Seluruh masyarakat bersenang-senang menikmati pesta pada malam minggu ini. Tanpa mempertimbangkan bahaya yang mengancam.. Langsung saja kita saksikan penampilan artis papan atas yang membahana... rensi maharani permata sarii!!!!..... Rensi : (menyanyi) Seluruh masyarakat ikut berjoget....... Tetapi tiba-tiba...salah satu kabel tampak memercikan bunga api di iringi dengan letusanletusan kecil. Pada awalnya tak ada yang menyadari hal yang tidak wajar ini, tapi lama-lama percikan api yang tadinya kecil kini mulai membesar dan tampak kobaran api yang menyala besar... seketika itu semua orang berlarian meminta tolong.. tetapi kobaran api tersebut bergerak lebih cepat hingga menghanguskan seluruh masyarakat yang tidak sempat melarikan diri.... All artis Rensi : tolong...tolong...tolong.... : aduh maak.. ono opo iki... tolong...tolong...kebakarannn...tolong!!!...

Rensi berteriak minta tolong dan berusaha menghindari api, tetapi sebuah papan yang sudah dilalap api jatuh menimpanya... (braaakk) rensi pun tertindih dan pingsan

Pak polisi yang sedang berjaga di tempat tersebut pun segera menghubungi pemadam kebakaran dan petugas kesehatan, sambil menunggu balabantuan datang, pak polisi menginstruksikan kepada warga yang selamat untuk mencari air dan memadamkan api. Pak polisi berusaha membantu warga yang masih terjebak oleh api walaupun tidak memakai perlengkapan keamanan yang memadai. 10 menit kemudian pemadam kebakaran dan petugas kesehatan datang untuk membantu para korban. Pemadam kebakaran segera memadamkan api dan mengeluarkan warga yang masih terjebak api. Ketua regu petugas kesehatan menghampiri pak polisi untuk meminta keterangan mengenai hal-hal yang dibutuhkan. Rika Polisi Rika Polisi terjebak api. Rika Polisi menjalar. Rika Polisi Rika Polisi tangan) : selamat malam pak, saya rika ketua petugas kesehatan. : selamat malam. Ada yang bisa saya bantu? : berapa korban yang sudah bapak evakuasi? : sejauh ini ada 3 korban pak, tapi sepertinya ada beberapa korban yang masih

: ini kebakaran karena apa pak? : hanya konsleting listrik saja, tetapi karena disini banyak obor, jadi api cepat

: sudah ada pemadam kebakaran yang mengevakuasi? : sudah! : baik pak, terimakasih. Selamat bertugas! : sama-sama mas, keselamatan warga, kami serahkan kepada anda! (berjabat

Petugas kesehatan berkumpul, setelah melihat kondisi tempat kejadian, ketua regu memberikan instruksi kepada anggotanya. Rika : oke, kita sudah lihat kondisi disini, sekarang kepada pak pri, silahkan ambulan di parkir ditempat yang aman, sejauh ini ada 3 pasien, dan kemungkinan masih ada korban yang belum terevakuasi. kiki amelia anda ketua p1, yohana anda ketua p2, linda anda ketua p3, Rubiah anda p4 jika ada korban jiwa. Jika tidak silahkan membantu di bagian yang penuh korbannya. Saya akan menginstruksikan kepada semua warga yang masih kuat untuk berjalan ke p3 saya akan . Mengerti semuanya?!! Grup kes Rika : Siap mengerti!! (serentak) : oke! Saya beri waktu 2 menit untuk menggunakan APD. Mulai!

(selurih petugas kesehatan menggunakan masker, scoret dan sarung tangan) Rika : sekarang silahkan anda ke pos masing-masing, tapi sebelumnya kita berdoa dulu, mulai! (berdoa) Selesei! Yoooo!! Seluruh petugas kesehatan menuju pos masing-masing. Ketua regu dan ketua p4 membantu mengevakuasi pasien. Rika : saya rika, kami petugas kesehatan, saya instruksikan kepada semua warga yang masih kuat untuk berjalan, silahkan berjalan menuju karpet warna hijau! Disamping itu, api sudah padam.. pemadam kebakaran membantu mencari korban lain yang masih belum dievakuasi. Rika : sekali lagi seluruh warga yang mampu untuk berjalan silahkan berjalan menuju karpet warna hijau! Ada petugas kesehatan disana yang akan membantu anda!! M : toloong...!!

Rika : (menghampiri walikota, mengecek keadaan umum walikota) anda tidak apaapa pak.. hanya ada luka bakar kecil ditangan anda, silahkan menuju karpet warna hijau agar ditangani. M : tidak sopan! Kamu tidak tau siapa saya? Kamu tidak lihat saya kesakitan begini haah? Ambil tandu, saya mau diangkat ditandu! Rika ditandu. : maaf pak walikota yang terhormat, tapi anda baik-baik saja.. anda tidak perlu

Ditengah-tengah perdebatan walikota dan petugas kesehatan, tiba-tiba salah satu pemadam kebakaran berteriak memberitahukan bahwa ada korban yang tidak sadar. Titis : wooy..ada korban, perempuan, dewasa, tak sadarkan diri!

Rika sebagai ketua regu dan rubiah sebagai ketua p4 segera berlari mengecek kondisi korban sambil membawa backboard. M : aa... dasar, awas kamu nanti saya pecat baru tau rasa.. (sambil berjalan menuju karpet hijau) Rika dan rubiah mengecek kondisi korban... Rika Rubiah Rika : (mengecek nadi karotis dan pernafasan) : mbak..bangun mbak.. mbak... : masih hidup, kita angkat saja ke p1, butuh segera oksigen.

Rubiah : baik pak! ( mengangkat pasien dengan backboard dan membawanya menuju karpet merah)

Tugas pemadam kebakaran pun selesai, pemadam kebakaran mohon permisi ke polisi dan petugas kesehatan. Mega : tugas kami sudah selesei pak, apa ada lagi yang bisa kami bantu?

Polisi : terimakasih banyak atas bantuannya pak.. sepertinya sudah selesei tinggal mengevakuasi keadaan pasien. Mega : baik, sama-sama pak.. (pergi meninggalkan tempat)

Seluruh pasien berhasil di evakuasi, selanjutnya masing-masing bagian petugas emergenci melakukan assesment terhadap seluruh korban.

SOP
STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE (SOP)
TINDAKAN PENGKAJIAN AWAL (INITIAL ASSESMENT) ORANG DEWASA: SURVEI PRIMER DAN SEKUNDER Pengertian survei Tindakan penilaian secara cepat fungsi vital penderita primer berdasarkan prioritas, diikuti resusitasi dan stabilisasi. Indikasi Tujuan Pasien yang mengalami trauma dan non trauma. Untuk mengetahui secara cepat kondisi korban Untuk dapat memberikan penanganan yang cepat pada korban yang mengalami kondisi yang mengancam kehidupan Dokter Perawat Registered Nurse (RN) Perawat Emergency Alat pelindung diri (APD): masker,sarung tangan.

Petugas

Persiapan alat

Persiapan pasien Amankan pasien dan lingkungan. Prosedur 1. Amankan pasien dan penolong dari bahaya lingkungan 2. Penolong memasang APD (Jika memungkinkan) 3. Kaji respon atau kesadaran dengan Sapa atau penggil korban dengan suara yang keras pak!, Pak!...Apa anda baik baik saja ? lalu Tepuk atau goyang tubuh korban 4. Kaji kepatenan airway (saluran pernafasan pasien) dengan melakukan: a. Lihat: Apakah ada benda asing di mulut korban? Apakah ada penyumbatan jalan napas Adakah pergerakan dada perut waktu bernafas Lihat apakah bibir sianosis? b. Dengar: Suara nafas korban, apakah normal? Adakah suara nafas tambahan: snoring, gurgling, stridor, suara parau?adakah suara nafas hilang?

c. Raba Dekatkan pipi penolong dengan hidung-mulut korban, Apakah terasa hembusan nafas korban dari hidung/mulut 5. d. e. Kaji kemampuan bernafas (breathing) dengan melakukan: Lihat: Pergerakan nafas korban, adakah apnoe atau takhipnoe? Adakah pergerakan dada perut waktu bernafas? Hitung frekuensi pernafasan korban. Adakah sianosis? Adalah jejas di dada? Dengar: Tempelkan pipi penolong ke hidung korban, sambil mendengarkan suara nafas korban, apakah normal, menurun, menghilang, atau suara nafas tambahan f. Raba Apakah ada hawa ekspirasi? Palpasi dada korban apakah ada udema torak, nyeri tekan. 6. Kaji kondisi sirkulasi darah korban dengan melakukan: 1. Raba nadi arteri carotis, rasakan denyutannya, jika tidak teraba maka lakukan resisutasi jantung-paru. 2. Raba nadi arteri radialis, hitung frekuensinya, tachicardia atau tidak 3. Raba ekstremitas, terasa dingin atau tidak? 4. Lihat apakah ada luka dan perdarahan yang banyak. 7. 1. 2. 3. Kaji tingkat kesadaran dan status neurologis korban dengan melakukan: Alert, Verbal respon, Pain respon, Unresponse Lihat respon pupil korban Lihat anggota gerak apakah mengalami kelumpuhan?

8. Kaji kondisi cedera tambahan (exposure) dengan melakukan: 1. Gunting Pakaian dan lihat jejas b. Lakukan Posisi Log Roll (nilai bagian belakang), jika ada fraktur cervikal, minta bantuan orang lain c. Catat kelainan yg ditemukan terutama yg mengancam d. Cegah hipotermia 5. Pakaikan selimut hangat 9. Buat keputusan apakah korban dalam kategori: a. Kritis (Critical): Cardiac arrest, Respiratory Arrest b. Tidak stabil (Unstable): Kesulitan bernafas dan jalan nafas tidak paten, trauma kepala dan dada yang berat, shock, nyeri dada yang hebat, fraktur tulang panjang, diduga meningitis, luka tusuk pada dada,leher, abdomen dan genitalia, Penurunan kesadaran, Luka bakar > 10% (orang dewasa), Luka bakar > 5% (anak-anak) c. Resiko tidak stabil (Potential Unstable): Trauma yang serius, injuri yang tersembunyi, injuri ekstremitas dengan kerusakan saraf dan sirkulasi

d. Stabil (Stable): Injuri yang kecil (minor) dengan tanpa perdarahan yang banyak, tidak ada kerusakan saraf dan sirkulasi, tidak ada tanda-tanda shock, tidak ada komplikasi lainnya 10. Untuk korban yang kritis dan tidak stabil segera ditransportasi dan diobati, dilakukan pencatatan tanda-tanda vital. Bila kondisi korban telah stabil maka dilakukan survey sekunder 11. Untuk korban yang resiko tidak stabil dan stabil, dilakukan pencatatan tanda-tanda vital, dan survey sekunder. Rujukan 1. Campbell, J.E, 2004, BTLS, New Jersey; Upper saddle Riner 2. PHECC, 2004, Pre Hospital Emergency Care Clinical Handbook, 3. Clinical practice procedures, 2011, www.ambulance.qld.gov. au/.../03_cpp_assess

STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE (SOP)


TINDAKAN PENGKAJIAN AWAL (INITIAL ASSESMENT) ORANG DEWASA: SURVEI SEKUNDER Pengertian sekunder Indikasi Tujuan survei Tindakan penilaian lanjutan setelah survei primer yang dilakukan secara menyeluruh. Pasien yang mengalami trauma dan non trauma. Untuk mencari cedera yang mengancam jiwa atau dapat menyebabkan kecacatan Dokter Perawat Registered Nurse (RN) Perawat Emergency Alat pelindung diri (APD): msker,sarung tangan. Kondisi pasien dipertahankan stabil

Petugas

Persiapan alat Persiapan pasien Prosedur 1. 1. 2. 3. 4. 5. 2. 1. 2. 3. 4. 5. 3.

Lakukan anamnsesa tentang keluhan utama pasien dari aspek: P - Provocation Q - Quality R - Region / Referral / Recurrence / Relief S Severity T - Time Lakanmnesa tentang riwayat penyakit korban dari aspek: A = Allergic/Riwayat Alergi M = Medication/Obat Yang Telah Atau Sedang Dikonsumsi Oleh Korban P = Past Illnes (Peny.Dahulu)/Pregnancy(Kehamilan) L = Last Meal/Makanan Yang Dikonsumsi Terakhir E = Event/Environt (Lingkungan) Yang Berhubungan Dengan Kejadian Perlukaan Lakukan pemeriksaan fisik head to toe:

HEAD

INSPECT

General Eyes Ears

Nose Mouth

Palpate

Voice General

HEAD Lacerations, deformity, facial muscle, or asymmetry Pupils or evidence of raccoon eyes (bruising around orbits suggestive of basal skull fracture) Blood in canal or evidence of battles sign (significant bruising behind the ears (over mastoid process) suggestive of base of skull fracture) Deformity or epistaxis Loose teeth, bite malocclusion (suggestive of a mandibular fracture) or airway/tongue swelling Hoarseness Crepitus, bony tenderness, or subcutaneous emphysema

Inspect Palpate

NECK Deformity, laceration or either raised jvp or jvd or jugular venous distension Tracheal position, bony tenderness, carotid pulse, subcutaneous emphysema, or lymphadenopathy

CHEST Expansion, paradoxical movement, accessory muscle use, lacerations, or deformity Palpate Tenderness, subcutaneous emphysema, bony crepitus, or apex beat Auscultate Heart sounds, air entry and breath sounds, or additional sounds Inspect ABDOMEN Inspect Laceration, bruising (memar), distension, or priapism (spinal trauma) Palpate Tenderness (bentuk), guarding/rigidity, rebound tenderness, or masses (massa/benjolan) Auscultate Bowel sounds (suara bising usus) SKIN Rash (kemerahan), colour, temperature PELVIS Laceration, bruising, or deformity Bony tenderness(bentuk/keutuhan tulang) UPPER AND UPPER AND LOWER LIMBS Laceration, bruising, deformity, shortening,or rotation Neurovascular status, bony tenderness, or crepitus

Inspect

Inspect Palpate

Inspect Palpate

Inspect Palpate Rujukan

BACK Laceration, bruising, or deformity Bony tenderness, or evidence of a bony step 4. Campbell, J.E, 2004, BTLS, New Jersey; Upper saddle Riner 5. PHECC, 2004, Pre Hospital Emergency Care Clinical Handbook, 6. Clinical practice procedures, 2011, www.ambulance.qld.gov. au/.../03_cpp_assess