Anda di halaman 1dari 29

SPEKTROFOTOMETER

SPEKTROFOTOMETER
SPEKTROFOTOMETER

Kelompok 6

Anggota :

  • 1. Amalia Asmarawicitra

  • 2. Erlinda Eri Palupi

  • 3. Ervika Cahya Mashithoh
    4. Putri Rama Malini

  • 5. Rina Hidayatul Mufida

  • 6. Rosita Buana Putri

Pengertian

Spektrofotometer adalah alat untuk

mengukur transmitan atau absorban suatu sampel sebagai fungsi panjang

gelombang. Sedangkan metode

pengukuran dengan menggunakan spektrofotometer ini sering disebut

dengan spektrofotometri.

Pengertian

Spektrofotometer merupakan alat yang

digunakan untuk mengukur absorbansi dengan cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang

tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang

disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan

konsentrasi larutan di dalam kuvet.

Sesuai dengan namanya spektrofotometer adalah alat

yang terdiri dari spektrometer dan fotometer.

Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang

ditransmisikan atau yang diabsorpsi. Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan,

direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari

panjang gelombang.

BAGIAN ATAU KOMPONEN SPEKTROFOTOMETER

  • 1. Sumber Cahaya

  • 2. Monokromator

  • 3. Cuvet

  • 4. Detektor

1. SUMBER CAHAYA

Sebagai sumber cahaya pada spektrofotometer, haruslah memiliki pancaran radiasi yang stabil

dan intensitasnya tinggi.

2. MONOKROMATUR

Monokromator adalah alat yang berfungsi untuk menguraikan cahaya polikromatis menjadi

beberapa komponen panjang gelombang

tertentu (monokromatis) yang bebeda (terdispersi).

3. Cuvet

Cuvet spektrofotometer adalah suatu alat yang digunakan sebagai tempat contoh atau

cuplikan yang akan dianalisis. Cuvet biasanya

terbuat dari kwars, plexigalass, kaca, plastic dengan bentuk tabung empat persegi panjang 1 x 1

cm dan tinggi 5 cm. Pada pengukuran di daerah

UV dipakai cuvet kwarsa atau plexiglass, sedangkan cuvet dari kaca tidak dapat dipakai sebab kaca mengabsorbsi sinar UV. Semua macam cuvet dapat dipakai untuk pengukuran di daerah sinar tampak (visible).

CUVET
CUVET
CUVET

Detektor

Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang

gelombang. Detektor akan mengubah cahaya

menjadi sinyal listrik yang selanjutnya akan ditampilkan oleh penampil data dalam bentuk

jarum penunjuk atau angka digital

PRINSIP KERJA

Prinsip kerja spektrofotometer adalah bila cahaya (monokromatik maupun campuran) jatuh pada suatu medium homogen, sebagian dari sinar

masuk akan dipantulkan, sebagian diserap dalam

medium itu, dan sisanya diteruskan. Nilai yang keluar dari cahaya yang diteruskan dinyatakan

dalam nilai absorbansi karena memiliki hubungan

dengan konsentrasi sampel.

Secara sederhana Instrumen spektrofotometri

yang disebut spektrofotometer terdiri dari :

sumber cahaya

Secara sederhana Instrumen spektrofotometri yang disebut spektrofotometer terdiri dari : sumber cahaya monokromator sel sampel detektor

monokromator

Secara sederhana Instrumen spektrofotometri yang disebut spektrofotometer terdiri dari : sumber cahaya monokromator sel sampel detektor

sel sampel

Secara sederhana Instrumen spektrofotometri yang disebut spektrofotometer terdiri dari : sumber cahaya monokromator sel sampel detektor

detektor

Secara sederhana Instrumen spektrofotometri yang disebut spektrofotometer terdiri dari : sumber cahaya monokromator sel sampel detektor

read out (pembaca)

Skema Sederhana

Skema Sederhana

Proses Absorbsi Cahaya Pada

Spektrofotometri

Pada spektrofotometri, cahaya datang atau

cahaya masuk atau cahaya yang mengenai

permukaan zat dan cahaya setelah melewati zat tidak dapat diukur, yang dapat diukur adalah I t /I 0 atau I 0 /I t (perbandingan cahaya datang dengan cahaya setelah melewati materi (sampel)). Proses penyerapan cahaya

oleh suatu zat dapat digambarkan sebagai berikut:

Proses penyerapan cahaya oleh zat dalam sel sampel. dari gambar terlihat bahwa zat sebelum melewati sel

Proses penyerapan cahaya oleh zat dalam sel sampel. dari gambar terlihat bahwa zat sebelum melewati sel sampel lebih terang atau lebih banyak di banding cahaya setelah melewati sel sampel

Cahaya yang diserap diukur sebagai

absorbansi (A) sedangkan cahaya yang hamburkan diukur sebagai transmitansi (T),

dinyatakan dengan hukum lambert-beer atau

Hukum Beer, berbunyi:

jumlah radiasi cahaya tampak (ultraviolet, inframerah dan sebagainya) yang diserap atau ditransmisikan oleh suatu larutan merupakan suatu fungsi eksponen dari konsentrasi zat dan tebal larutan

Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang

digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang hamburkan :

Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang hamburkan : dan absorbansi dinyatakan

dan absorbansi dinyatakan dengan rumus:

Berdasarkan hukum Lambert-Beer, rumus yang digunakan untuk menghitung banyaknya cahaya yang hamburkan : dan absorbansi dinyatakan

dimana I 0 merupakan intensitas cahaya datang dan I t atau I 1 adalah intensitas cahaya setelah melewati sampel.

JENIS JENIS SPEKTROFOTOMETER

Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis

berdasar sumber cahaya yang digunakan.

Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • 1. Spektrofotometri Vis (Visible)

  • 2. Spektrofotometri UV (Ultra Violet)

  • 3. Spektrofotometri UV-Vis

  • 4. Spektrofotometri IR (Infra Red)

1. Spektrofotometri Visible (Spektro Vis)

Pada spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar/energi adalah cahaya tampak (visible). Cahaya visible termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata

manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380

sampai 750 nm. Sehingga semua sinar yang dapat dilihat oleh kita, entah itu putih, merah, biru, hijau,

apapun ..

selama ia dapat dilihat oleh mata, maka sinar

tersebut termasuk ke dalam sinar tampak (visible).

2. Spektrofotometri UV (ultraviolet)

Berbeda dengan spektrofotometri visible, pada

spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sample

dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. Deuterium disebut juga heavy hidrogen. Karena sinar UV tidak dapat dideteksi oleh mata kita, maka senyawa yang dapat menyerap sinar ini terkadang merupakan senyawa

yang tidak memiliki warna. Bening dan transparan.

Oleh karena itu, sample tidak berwarna tidak perlu

dibuat berwarna dengan penambahan reagent tertentu.

3. Spektrofotometri UV-Vis

Spektrofotometri ini merupakan gabungan antara spektrofotometri UV dan Visible. Menggunakan dua

buah sumber cahaya berbeda, sumber cahaya UV dan sumber cahaya visible. Meskipun untuk alat yang lebih canggih sudah menggunakan hanya satu sumber sinar

sebagai sumber UV dan Vis, yaitu photodiode yang

dilengkapi dengan monokromator. Untuk sistem spektrofotometri, UV-Vis paling banyak tersedia dan

paling populer digunakan. Kemudahan metode ini

adalah dapat digunakan baik untuk sample berwarna

juga untuk sample tak berwarna.

4. Spektrofotometri IR (Infra Red)

Cahaya infra merah terbagi menjadi infra merah dekat, pertengahan, dan jauh. Infra merah pada spektrofotometri adalah infra merah jauh dan pertengahan yang mempunyai panjang gelombang 2.5-1000 μm. Pada spektro IR meskipun bisa digunakan untuk analisa kuantitatif, namun biasanya

lebih kepada analisa kualitatif. Umumnya spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi pada

suatu senyawa, terutama senyawa organik. Setiap

serapan pada panjang gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik.

KALIBRASI ALAT SPEKTROFOTOMETER

Kalibrasi yang dimaksud ini adalah men-seting blank alat spektrofotometer, sebelum digunakan untuk analisis.

Secara umum sebagai berikut :

  • 1. Nyalakan alat spektrofotometer

  • 2. Isi kuvet dengan larutan blanko (aquades)

  • 3. Diseting/diatur panjang gelombang untuk kalibrasi.

keterangan: 0%T diukur saat kuvet dalam keadaan kosong.

100%T diukur saat kuvet dalam keadaan terisi larutan.

  • 4. Kuvet berisi larutan blanko dimasukkan ke spektrofotometer

  • 5. Lalu tekan tombol 0 ABS 100%T, tunggu sampai keluar kondisi setting blank (dalam bentuk teks)

CARA PERAWATAN SPEKTROFOTOMETER

Cara Perawatan dan Penyimpanan Alat :

  • 1. Sebelum digunakan, biarkan mesin warming-up selama

15-20 menit.

  • 2. Spektrofotometer sebisa mungkin tidak terpapar sinar matahari langsung, karena cahaya dari matahari akan

dapat mengganggu pengukuran.

  • 3. Simpan spektrofotometer di dalam ruangan yang suhunya

stabil dan diatas meja yang permanen.

  • 4. Pastikan kompartemen sampel bersih dari bekas sampel.

  • 5. Saat memasukkan kuvet, pastikan kuvet kering.

  • 6. Lakukan kalibrasi panjang gelombang dan absorban secara

teratur.

Hal-hal yang harus diperhatikan :

1. Larutan yang dianalisis merupakan larutan berwarna

  • 2. Panjang gelombang maksimum

  • 3. Kalibrasi Panjang gelombang dan Absorban

1. Larutan yang dianalisis merupakan larutan berwarna

Apabila larutan yang akan dianalisis

merupakan larutan yang tidak berwarna, maka

larutan tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi larutan yang berwarna. Kecuali apabila

diukur dengan menggunakan lampu UV.

2. Panjang gelombang maksimum

Panjang gelombang yang digunakan adalah panjang gelombang yang mempunyai absorbansi maksimal. Hal ini dikarenakan pada panajgn gelombang maksimal, kepekaannya juga maksimal karena pada panjang gelombang tersebut, perubahan absorbansi untuk tiap satuan konsentrasi adalah yang

paling besar

3. Kalibrasi Panjang gelombang dan Absorban

Spektrofotometer digunakan untuk mengukur intensitas cahaya yang dipancarkan dan cahaya yang diabsorbsi. Hal ini bergantung pada spektrum elektromagnetik yang diabsorb oleh benda. Tiap media akan menyerap cahaya pada panjang

gelombang tertentu tergantung pada senyawa yang

terbentuk. Oleh karena itu perlu dilakukan kalibrasi panjang gelombang dan absorban pada

spektrofotometer agar pengukuran yang di dapatkan

lebih teliti.