Anda di halaman 1dari 20

SANITASI INSTITUSI

Maratush Sholihah 112110101110 Fakultas Kesehatan Masyarakat

Pendahuluan
Menurut WHO Sanitasi merupakan suatu usaha untuk mengawasi beberapa faktor lingkungan fisik yang berpengaruh kepada manusia terutama terhadap hal-hal yang mempunyai efek merusak perkembangan fisik, kesehatan, dan kelangsungan hidup. Sanitasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terbebas dari ancaman penyakit. Institusi diartikan sebagai suatu organisasi ataupun bangunan yang digunakan oleh organisasi tadi untuk mencapai tujuannya.

Sanitasi Institusi : upaya yang dilakukan untuk menjamin terwujudnya kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan institusi
Usaha kesehatan kelembagaan menjadi sangat diperlukan akibat pemanfaatan bangunan dengan kepadatan yang berlebih (overcrowding), timbulnya daerah pemukiman yang kumuh, dan tempat kerja yang sangat tidak saniter.

Tujuan Sanitasi Institusi :


Mewujudkan kondidi institusi yang memenuhi syarat agar pengguna terhindar dari kemungkinan bahaya, seperti : a) Penularan penyakit, b) Tidak menyebabkan gangguan terhadap kesehatan, serta c) Mencegah terjadinya kecelakaan

Kriteria Sanitasi Institusi yang Sehat :


1. Lokasi Terhindar dari pencemaran kimia, fisik dan biologis Tidak terletak di daerah rawan bencana (misal banjir) 2. Lingkungan Bersih tidak memungkinkan sebagai tempat bersarang atau tempat berkembang biak serangga dan atau tikus 3. Bangunan Kokoh dan kuat Berpagar kuat

4. Penggunaan ruang ( sesuai fungsi) Lantai bersih, terbuat dari bahan yang kuat, kedap air, permukaan rat, bagian yang kontak langsung dengan air dibuat miring ke arah saluran pembuangan Dinding bersih, kedap air, cat warna terang agar tidak mengurangi pencahayaan Langit-langit jarak langi-langit ke lantai dasar minimal 2.5m bertujuan agar sirkulasi udara terjadi secara optimal Atap kuat, tidak bocor Ventilasi suhu udara tidak panas, tidak lembab, tidak pengap dan tidak berbau

Continued ...
Pencahayaan terang agar dapat memabaca jelas di siang hari meskipun tanpa lampu dan tidak silau Pintu dapat dibuka-tutup dan dikunci dengan baik utuk mencegah masuknya binatang pengganggu dan segi keamanan saat berkegiatan Air bersih harus tersedia air bersih sesuai persyaratan dari segi kualitas dan kuantitas Pengelolaan sampah dibuang tiap hari, ada tempat sampah pemisahan sampah kering dan basah SPAL sistem pembuangan tertutup dan kedap air

5. Fasilitas Umum MCK bersih, terhindar dari bintang pengganggu 6. Tempat parkir kendaraan bermotor luas mencukupi kendaraan yang ada, aman 7. Kebersihan kantin bersih, terhindar dari binatang pengganggu 8. Alat pemadam kebakaran 9. Kotak P3K

Upaya Penerapan Sanitasi Institusi


1. Aspek sosial peningkatan pengertian dan kesadaran mengenai pentingnya hygiene dan sanitasi di intitusi, misalnya di perguruan tinggi sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan pegawai dan mahasiswa 2. Aspek teknis perlu adanya suatu peraturan/ persyaratan yang relevan untuk menjaga agar usaha hygiene dan sanitasi tidak merugikan 3. Aspek administratif dan manejemen pelaksanaan berbagai program yang mengacu pada sanitasi lingkungan institusi dengan melibatkan berbagai pihak

Macam-macam Institusi :
1. RUMAH SAKIT Adalah sebuah institusi perawatan kesehatan profesional yang pelayanannya disediakan oleh dokter, perawat, dan tenaga ahli kesehatan lainnya. Dalam lingkup Rumah Sakit (RS), sanitasi berarti upaya pengawasan berbagai faktor lingkungan fisik, kimiawi dan biologik di Rumah Sakit (RS) yang menimbulkan atau mungkin dapat mengakibatkan pengaruh buruk terhadap kesehatan petugas, penderita, pengunjung maupun bagi masyarakat di sekitar Rumah Sakit (RS).

2. SEKOLAH
Adalah suatu institusi yang sengaja dihidupkan untuk mempertinggi derajat bangsa dalam segala aspek melalui pendidikan. Untuk mencapai keadaan kesehatan yang optimal pada masyarakat sekolah (siswa, guru, karyawan) maka perlu diadakannya usaha sanitasi sekolah. Kebijakan dalam penyelenggaraan sanitasi dan higiene sekolah sejalan dengan kebijakan program Lingkungan Sehat, Kepmenkes Nomor 1429/Menkes/SK/XII/2006 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan di Sekolah.

Apa Pentingnya Sanitasi Sekolah ??


Anak berhak atas pendidikan Anak merupakan aset & masa depan bangsa Anak merupakan agen perubahan Kondisi sanitasi yang buruk dapat menyebabkan ketiga hal tersebut tidak dapat terwujud

Pelaksanaan higiene dan sanitasi sekolah dimotori oleh Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Tujuan UKS adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan PHBS dan derajat kesehatan peserta didik maupun warga belajar serta menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia yang seutuhnya. Pembinaan dan pengembangan UKS dilaksanakan melalui tiga program pokok yang meliputi : Pendidikan Kesehatan Pelayanan Kesehatan Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat

Hal-hal yang Harus Diperhatikan :


1. Bangunan Sekolah : Hal ini sangat penting karena berkaitan dengan kenyamanan siswa, guru maupun karyawan. Aspek yang ada di dalamnya harus diperhitungkan dengan baik misalnya letak bangunan, halaman, jumlah ruang kelas, dll 2. Penyediaan air bersih : Harus tersedia air bersih, baik yang berasal dari PDAM atau sumber lain. 3. Sampah : Tersedia tempat sampah yang memenuhi syarat dan dipisah antara sampah

4. Kamar mandi dan jamban : Tersedia sedikitnya 2 kamar mandi yang sekaligus digunakan untuk cuci kaki yang memenuhi persyaratan umum dan dipisah antara laki-laki dan perempuan. 5. Air limbah : Terdapat saluran khusus untuk air limbah 6. Higiene sanitasi kantin 7. Penjagaan keselamatan : Ada UKS atau minimal ada P3K dengan obat dan alat kesehatan yang memadai

3. HOTEL
Hotel haruslah terbuka untuk umum dan merupakan pula industri jasa sehingga harus mempunyai sistem pelayanan (system of service) yang dapat menunjang peningkatan jumlah tamu yang pastinya sanitasi didalamnya juga harus diperhatikan Sanitasi Hotel adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik yang dapat memberikan pengaruh berbahaya terhadap perkembangan jasmani, kesehatan, dan lain-lain pada lingkungan Hotel khususnya masyarakat (customer).

4. PONDOK PESANTREN
Adalah lembaga gabungan antara sistem pondok dan pesantren yang memberikan pendidikan dan pengajaran agama islam dengan cara non klasikal dengan para santri disediakan pondokan serta menyelenggarakan pendidikan formal berbentuk madrasah. Derajat kesehatan dipengaruhi oleh : Keturunan Perilaku manusia Layanan kesehatan Lingkungan

Kebiasaan yang Sering Terjadi :


Pembuangan kotoran manusia yang tidak memadai dan tidak memenuhi syarat Sampah yang dibuang di sembarang tempat Penanganan air limbah yang tidak memenuhi syarat Penyediaan air bersih yang tidak memenuhi syarat kualitas dan kuantitas Penggunaan sarana wudhu dengan kolam tanpa sirkulasi air

Penyakit yang Sering Terjadi :


Air : Diare, Hepatitis, Desentri, Kolera, Thypus Peralatan : Perut, hepatitis, Pedicullosis Serangga : Malaria, DBD, Lingkungan : TBC, ISPA, diare, DBD

Aspek-aspek yang Perlu Diperhatikan :


Kualitas air harus memenuhi syarat kimia, fisik dan bakteriologis Penyehatan di dalam ruangan/kamar harus ada sirkulasi udara yang lancar, penerangan yang memadai, tidak lembab, dll. Penyehatan makanan dan minuman Kesehatan (higiene) perorangan Pengelolaan sampah Setidaknya terdapat TPS yang memenuhi syarat