Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIKUM

MANAJEMEN MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DAN HASIL PERTANIAN JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER

Boraks

Nama NIM K%&as'k%&om(ok Ta*gga& (raktik m Asist%*

: : : : : !+

Sigit Satria P tra !"!#!$!$!!!! THP )'" Pra,iska Gita Vi*,Ga*%s.a

"+ /+ 0+
1.1 Latar Belakang

N ri& P s(ita Ra.aHami,a. N rita Fi,ia*a

BAB 1. PENDAHULUAN

Sekarang ini banyak bahan kimia dan berbagai campuran lain yang digunakan oleh manusia untuk membuat makanan. Dengan campuran bahan kimia makanan akan terlihat lebih menarik dan menghasilkan rasa yang lebih enak. Sehingga masyarakat lebih tertarik untuk membeli dan mengkonsumsinya. Pada awalnya masyarakat belum menyadari akan bahaya yang ditimbulkan oleh bahan kimia tersebut, akan tetapi jika bahan tersebut dikonsumsi terus-menerus akan mengakibatkan kerugian terhadap masyarakat itu sendiri. Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya pada fisiknya tetapi juga pada psikisnya. Apalagi untuk anak yang sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan. ontoh konkretnya yaitu terjadinya obesitas, kolesterol tinggi, darah tinggi, dan sebagainya. Sedangkan dalam psikisnya menimbulkan keterlambatan pola pikir karena terlalu banyak bahan kimia yang dikonsumsi. !egitu banyak masyarakat yang tercemar oleh bahan pengawet boraks dan formalin yang sangat membahayakan ini. Akibat ulah manusia-manusia lain yang tidak berperikemanusiaan yang hanya mengejar keuntungan semata, tanpa memperhitungkan orang yang mengkonsumsinya. "al tersebut sangat memprihatinkan karena masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang bahaya makanan yang mengandung bahan kimia seperti formalin dan boraks. Kejadian seperti ini merupakan salah satu masalah dan kerusakan bangsa yang harus diperbaiki. Apabila masalah ini terus berlarut dan tidak segera diatasi akan berakibat di masa depan. Penanganan tersebut harus ada kerjasama antara pihak pemerintah dan masyarakat. Dan sebagai generasi penerus sebaiknya kita mulai dari sekarang memberikan pengertian kepada masyarakat akan bahaya formalin dan boraks. Selain itu, mulai menciptakan makanan yang tidak

mengandung formalin dan boraks tetapi mempunyai bentuk yang menarik sehingga masyarakat mau mengkonsumsinya.

#leh karena itu perlu dilakukan uji boraks pada berbagai produk pangan seperti bakso, mie basah, ikan asin dan lain-lain. "al ini bertujuan agar kita dapat mengetahui produk apa saja yang mengandung boraks.

1.2 Tujuan a. $ntuk mengetahui cara mengindetifikasi boraks dalam bahan pangan dan makanan b. $ntuk ciri-ciri makanan yang mengandung boraks.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi B raks Asam borat %"&!#&' merupakan senyawa bor yang dikenal juga dengan nama bora(. Di )awa !arat dikenal juga dengan nama *bleng+, di )awa ,engah dan )awa ,imur dikenal dengan nama *pijer+. Digunakan-ditambahkan ke dalam pangan-bahan pangan sebagai pengental ataupun sebagai pengawet % ahyadi, .//0'. Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan diperoleh data bahwa senyawa asam borat ini dipakai pada lontong agar teksturnya menjadi bagus dan kebanyakan ditambahkan pada proses pembuatan bakso. Komposisi dan bentuk asam borat mengandung 11,/2 dan 3//2 "&!#&. 4empunyai bobot molekul 53,0& dengan ! 6 37,8/2 9 " 6 :,002 9 # 6 77,5.2 berbentuk serbuk hablur kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis % ahyadi, .//0'. Senyawa asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut; jarak lebur sekitar 373< , larut dalam 30 bagian air dingin, : bagian air mendidih, 8 bagian gliserol 082 dan tak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah dengan penambahan asam klorida, asam sitrat atau asam tetrat. 4udah menguap dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 3//< yang secara perlahan berubah menjadi asam metaborat %"!#.'. Asam borat merupakan asam lemah dan garam alkalinya bersifat basa. Satu gram asam borat larut sempurna dalam &/ bagian air, menghasilkan larutan yang jernih dan tak

berwarna. Asam borat tidak tercampur dengan alkali karbonat dan hidroksida % ahyadi, .//0'.

2.2 Karakteristik B raks !oraks atau =atrium tetraborat memiliki berat molekul &03,&7. >umus molekul =a.!:#7.3/".#. Pemeriannya berupa hablur transparan tidak berwarna atau serbuk hablur putih9 tidak berbau. ?arutan bersifat basa terhadap fenolftalein. Pada waktu mekar di udara kering dan hangat, hablur sering dilapisi serbuk warna putih. Kelarutan boraks yaitu larut dalam air9 mudah larut dalam air mendidih dan dalam gliserin9 tidak larut dalam etanol %Ditjen P#4, 3118'. Karekteristik boraks antara lain %>iandini, .//0'; 3. @arna adalah jelas bersih .. Kilau seperti kaca &. Kristal ketransparanan adalah transparan ke tembus cahaya :. Sistem hablur adalah monoklin 8. Perpecahan sempurna di satu arah 5. @arna lapisan putih 7. 4ineral yang sejenis adalah kalsit, halit, hanksite, colemanite, ule(ite dan garam asam bor yang lain 0. Karakteristik yang lain; suatu rasa manis yang bersifat alkali. 2.! "ungsi B raks 4enurut Khamid %.//5', baik boraks ataupun asam borat memiliki khasiat antiseptika %Aat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan

mikroorganisme'. Pemakaiannya dalam obat biasanya dalam salep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut, bahkan juga untuk pencuci mata. !oraks juga digunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptik kayu. Asam borat dapat dibuat dengan menambahkan asam sulfat atau klorida pada boraks. ?arutannya dalam air %&2' digunakan sebagai obat cuci mata yang dikenal sebagai boorwater. Asam borat juga digunakan sebagai obat kumur, semprot hidung dan salep luka kecil. ,etapi bahan ini tidak boleh diminum atau digunakan pada bekas luka luas, karena beracun bila terserap oleh tubuh %@inarno dan >ahayu, 311:'. 4enurut $SBPA %.//0', produk pestisida yang mengandung boraks dan asam borat banyak digunakan sebagai insektisida, fungisida dan herbisida. Sebagai insektisida boraks dan asam borat merupakan racun perut untuk semut, kecoa, ngengat dan rayap dan menyebabkan kerusakan eksoskeleton. Sebagai herbisida boraks menghambat fotosintesis tanaman dan sebagai fungisida digunakan sebagai pengawet kayu untuk menghambat pertumbuhan jamur dengan mencegah produksi konidia atau spora aseksual. Asam borat dan boraks adalah juga merupakan bahan tetap pada produk-produk pestisida sebagai sekuestran atau pengikat bahan logam. 2.# $a%a&'&a%a& $et (e Uji B raks ..:.3 $ji Kualitatif !eberapa uji kualitatif untuk boraks, antara lain; reaksi dengan " .S#: dan metanol pada abu sampel9 reaksi kertas tumerik dan amonia dengan penambahan ".S#: dan etanol9 dan reaksi ".S#: pada larutan sampel. >eaksi dengan ".S#:%P' dan metanol pada sampel yang telah diabukan dalam tanur akan menghasilkan nyala berwarna hijau jika dibakar9 reaksi dengan asam oksalat dan kurkumin 32 dalam metanol dengan penambahan amonia pada larutan abu yang bersifat asam akan menghasilkan warna merah cemerlang yang berubah menjadi hijau tua kehitaman %!alai !esar P#4, .//7'.

Pencelupan kertas tumerik ke dalam larutan sampel yang bersifat asam. )ika terdapat =a.!:#7 atau "&!#&, maka kertas berwarna merah akan berubah menjadi hijau biru terang % ahyadi, .//5'. Pencelupan kertas tumerik ke dalam larutan asam dari sampel menghasilkan coklat merah intensif ketika kertas mengering, yang berubah menjadi hijau kehitaman jika diberi larutan amonia9 reaksi dengan penambahan ".S#: dan etanol pada sampel, akan menghasilkan nyala hijau jika dibakar % larke, .//:'. >eaksi dengan ".S#: dan metanol pada larutan sampel dalam akuades bebas #. akan menghasilkan nyala hijau jika dibakar9 dan penambahan phenolftalein ke dalam larutan sampel dalam akuades bebas #. menghasilkan warna merah yang hilang dengan penambahan 8ml gliserol %!ritish Pharmacopoeia, 3100'. >eaksi dengan ".S#:%P' dan metanol pada sampel yang telah disentrifugasi akan menghasilkan nyala berwarna hijau jika dibakar9 reaksi dengan asam oksalat dan kurkumin 32 dalam metanol dengan penambahan amonia pada larutan abu yang bersifat asam akan menghasilkan warna merah cemerlang yang berubah menjadi hijau tua kehitaman %4odifikasi !alai !esar P#4, .//7'. ..:.. $ji Kuantitatif !eberapa uji kuantitatif untuk boraks, yaitu; metode titrimetri9 titrasi asam basa9 titrasi dengan penambahan manitol9 dan metode spektrofotometri. Penetapan kadar asam borat dalam pangan dengan metode titrimetri, yaitu dengan titrasi menggunakan larutan standar =a#" dengan penambahan gliserol akan menghasilkan warna merah muda yang mantap pada titik akhir titrasi %"elrich, 311/'. Penetapan kadar boraks dalam sampel berdasarkan titrasi asam basa dengan menggunakan larutan standar " l. Penetapan Kadar boraks dalam sampel dengan penambahan manitol dan indikator phenolftalein dititrasi menggunakan larutan =a#" menghasilkan larutan merah muda pada titik akhir titrasi %!ritish Pharmacopoeia, 3100'. Penetapan kadar boraks dengan spektrofotometri, dengan mengukur serapan dari destilasi larutan sampel yang diberi larutan kurkumin dan etanol menggunakan

spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum 8:. nm %Culharmita, 3118'.

2.) Karakteristik Sa&*el ..8.3 ,ahu ,ahu merupakan hasil olahan dari bahan dasar kacang kedelai melalui proses pengendapan dan penggumpalan oleh bahan penggumpal. ,ahu ikut berperan dalam pola makan sehari-hari sebagai lauk pauk maupun sebagai makanan ringan. Kacang kedelai sebagai bahan dasar tahu mempunyai kandungan protein sekitar &/-:82. Dibandingkan dengan kandungan protein bahan pangan lain seperti daging %312', ikan %./2' dan telur %3&2', ternyata kedelai merupakan bahan pangan yang mengandung protein tertinggi. Penggunaan ,ahu, 3103'. ,ahu termasuk bahan makanan yang berkadar air tinggi. !esarnya kadar air dipengaruhi oleh bahan penggumpal yang dipakai pada saat pembuatan tahu. !ahan penggumpal asam menghasilkan tahu dengan kadar air lebih tinggi dibanding garam kalsium. !ila dibandingkan dengan kandungan airnya, jumlah protein tahu tidak terlalu tinggi, hal ini disebabkan oleh kadar airnya yang sangat tinggi. 4akanan-makanan yang berkadar air tinggi umumnya kandungan protein agak rendah. Selain air, protein juga merupakan media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme pembusuk yang menyebabkan bahan mempunyai daya awet rendah %"amid, ./3.'. ,ahu diproduksi dengan memanfaatkan sifat protein, yaitu akan menggumpal bila bereaksi dengan batu tahu. Penggumpalan protein oleh batu tahu akan berlangsung secara cepat dan serentak di seluruh bagian cairan sari kedelai, sehingga sebagian besar air yang semula tercampur dalam sari kedelai akan terperangkap di dalamnya. Pengeluaran air yang terperangkap tersebut dapat dilakukan dengan memberikan tekanan. Semakin besar tekanan yang aS#: merupakan cara penggumpalan tradisional yang dapat menghasilkan tahu yang bermutu baik %,im Pengajar Pendidikan Dndustri

diberikan, semakin banyak air dapat dikeluarkan dari gumpalan protein. Eumpalan protein itulah yang kemudian disebut sebagai tahu %!ayuputra, ./33'. Kandungan air di dalam tahu ternyata bukan merupakan hal yang merugikan. #leh beberapa pengusaha, hal tersebut justru dimanfaatkan untuk memproduksi tahu dengan tingkat kekerasan yang rendah %tahu gembur'. Dalam proses pembuatan tahu gembur, air yang dikeluarkan hanya sebagian kecil, selebihnya dibiarkan tetap berada di dalam tahu. Dengan demikian, akan dihasilkan tahu yang berukuran besar namun gembur %!ayuputra, ./33'.
,abel 3. Kandungan giAi tahu $nsur giAi =o 3 Bnergi %kal' . Protein %g' & 4ineral %g' : Kalsium %mg' 8 Fosfor %mg' 5 Cat besi %mg' 7 Gitamin A %mcg' 0 Gitamin ! %mg' 1 Air Sumber ; %!ayuputra, ./33' Kadar-3// g bahan tahu 71 7,0 .,. 3.: 5& /,0 / /./5 3.,8

..8.. ?ontong ?ontong merupakan salah satu cara penyajian nasi berbahan dasar beras. ?ontong berbentuk nasi yang dipadatkan karena dimasak dengan air namun ditekan dengan pembungkus biasanya daun pisang atau plastik. ?ontong mempunyai tekstur kenyal dan lembut serta dapat bertahan hingga dua hari jika disimpan dalam lemari pendingin %,arwodjo,3110'. Pada proses pembuatan lontong dapat dilakukan dengan memasukkan beras ke dalam panci. ,uangkan air hingga setinggi satu ruas jari dari permukaan beras. 4asak sampai menjadi aron. Ambil selembar daun pisang, taruh & hingga : sendok makan beras aron di atasnya. Eulung hingga berbentuk bulat panjang bergaris tengah : cm. Semat kedua ujungnya dengan lidi. ?akukan hingga semua beras aron terbungkus. Didihkan air yang banyak dalam panci, masukkan gulungan beras ke dalamnya hingga terendam air.

>ebus selama : jam, bila air berkurang tambahkan air panas secukupnya. Setelah lontong matang, angkat, tiriskan kemudian didinginkan.

..8.& Dkan asin Dkan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, disamping itu nilai biologisnya mencapai 1/2, dengan jaringan pengikat sedikit sehigga mudah dicerna %Adawyah, >abiatul, .//7'. Dkan merupakan komoditi ekspor yang mudah mengalami pembusukan dibandingkan produk daging, buah dan sayuran. Pembusukan pada ikan terjadi karena beberapa kelemahan dari ikan yaitu tubuh ikan mengandung kadar air tinggi %0/2' dan p" tubuh mendekati netral, sehingga memudahkan tumbuhnya bakteri pembusuk, daging ikan mengandung asam lemak tak jenuh berkadar tinggi yang sifatnya mudah mengalami proses oksidasi sehingga seringkali menimbulkan bau tengik, jaringan ikat pada daging ikan sangat sedikit sehingga cepat menjadi lunak dan mikroorganisme cepat berkembang. #leh karena beberapa kelemahan tersebut, para produsen melakukan penghambatan kebusukan dari ikan dengan membuat kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan pertumbuhan mikroba, sehingga mikroba dapat ditekan pertumbuhannya. Salah satu cara yang dilakukan yaitu dengan proses penggaraman dan pengeringan yang kemudian hasil produksinya disebut dengan ikan asin. Dkan asin diproduksi dari bahan ikan segar atau ikan setengah basah yang ditambahkan garam 38-./2. @alaupun kadar air didalam tubuh ikan masih tinggi &/-&8 persen, namun ikan asin dapat disimpan agak lama karena penambahan garam yang relatif tinggi tersebut. $ntuk mendapatkan ikan asin berkualitas bahan baku yang digunakan harus bermutu baik, garam yang digunakan biasanya garam murni berwarna putih bersih. Earam ini mengandung kadar natrium chlorida %=a l' cukup tinggi, yaitu sekitar 18 2. Komponen yang biasa tercampur dalam garam murni adalah 4g l.

%magnesium chlorida', %magnesium' dan

a l. % alsium

hlorida', 4gS#: %magnesium sulfat',

aS#: % alsium Sulfat', lumpur, dll. )ika garam yang digunakan 4g a % alsium' akan menghambat proses penetrasi garam ke u dalam daging ikan, akibatnya daging ikan berwarna putih, keras, rapuh dan rasanya pahit. . )ika garam yang digunakan mengandung Fe %besi' dan %Djarijah, Abbas Siregar, 3118'. ..8.: ilok Pentol cilok adalah makanan ringan menyerupai pentol yang terbuat dari tepung kanji, berasa gurih dan kenyal. Awalnya makanan ini merupakan khas dari )awa !arat, namun sekarang sudah mulai merambah ke daerah-daerah lain. Perlu diwaspadai akan kemanan pangan dari pentol cilok tersebut, karena biasanya pentol cilok dijual dalam keadaan terbuka dan dibiarkan dalam waktu yang lama, sehingga memungkinkan terjadinya cemaran oleh mikroba. emaran oleh mikroba pada pentol cilok juga dipengaruhi oleh sanitasi selama proses pengolahan serta higiene dari penjamah makanan. Selain cemaran oleh mikroba, keamanan pangan pentol cilok juga dipengaruhi oleh bahan-bahan yang digunakan, kualitas dari bahan-bahan tersebut, penggunaan bahan tambahan makananan serta keberadaan bahan berbahaya dalam pembuatan pentol cilok. ..8.8 4ie basah 4ie basah adalah jenis mi yang mengalami proses perebusan, dimana kadar airnya tinggi dapat mencapai 8.2 sehingga memiliki daya tahan yang singkat. Salah satu jenis mi yang termasuk dalam mi basah adalah mi tiaw. 4i basah memiliki daya tahan yang singkat, karena mengandung kadar air yang cukup tinggi. Dimana pada suhu kamar mie basah hanya bertahan selama 3/3. jam, sehingga perlu ditambahkan bahan pengawet untuk meningkatkan daya simpannya %@idyaningsih H 4urtini, .//5'. Komposisi giAi mie basah secara lengkap dapat dilihat pada ,abel .. %tembaga' dapat mengakibatkan ikan asin berwarna coklat kotor atau kuning

,abel .. Komposisi EiAi 4ie !asah per 3// g !ahan Cat giAi Bnergy %kal' Protein %g' ?emak %g' Karbohidrat %g' Kalsium %mg' !esi Gitamin A Gitamin !3 %mg' Gitamin %mg' Air %mg' Sumber ; Astawan, %3111' 4ie !asah 05 /,5 &,& 3: 3& /,0 0/

4enurut Astawan, %3111', mie basah yang baik adalah mie yang secara kimiawi mempunyai nilai kimia yang sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Departemen Perindustrian melalui SDD ./:5-1/. Persyaratan tersebut data dilihat pada ,abel &.

,abel &. Syarat 4utu 4ie !asah %SDD ./:5-1/' Kriteria $ji 3. Keadaan ; a. !au b. @arna .. &. :. 8. c. >asa Kadar air Abu Protein !ahan tambahan makanan; a. !oraks dan asam sorbat b. Pewarna c. Formalin 5. Pencemaran logam; a. ,imbale %Pb' b. ,embaga % u' c. Seng %Cn' d. >aksa %"g' 7. Pencemaran mikrobia; a. Angka lempeng total b. E.coli Koloni-g AP4-g Koloni-g 4aksimum 3/ 4aksimum 3,/ ( 3/: 4aksimum 3,/ ( 3/5 c. Kapang mg-kg mg-kg mg-kg mg-kg Iang diiAinkan ,idak boleh 4aksimum 3,/ 4aksimum 3/,/ 4aksimum :/,/ 4aksimum /,/8 ,idak boleh 2, b-b 2, b-b 2, b-b Satuan Persyaratan =ormal =ormal =ormal ./-&8 4aksimum & 4aksimum 0

Sumber ; Astawan, %3111' ..8.5 >umput laut Eracilaria sp 4erupakan rumput laut yang dibudidayakan di muara sungai atau di tambak, meskipun habitat awalnya berasal dari laut. "al ini terjadi karena tingkat toleransi hidup yang tinggi ampai salinitas 38 per mil %Anggadiredja, dkk. .//5' Eracilaria sp. merupakan bahan mentah untuk pembuatan agar-agar. Di Dndonesia, rumput laut marga ini merupakan pemasok bahan baku pabrik agar-agar. Komposisi utama dari rumput laut yang dapat digunakan sebagai bahan pangan adalah karbohidrat, tetapi karena kandungan karbohidrat sebagian besar terdiri dari senyawa gumi yakni polimer polisakarida yang berbentuk serat, dikenal sebagai dietary fiber, maka hanya sebagian kecil saja dari kandungan karbohidrat yang dapat diserap dalam sistem pencernaan manusia. Kandungan giAi rumput laut terpenting justru pada trace element, khususnya yodium yang berkisar /,3-/,382 dari berat keringnya.

BAB !.$ET+D+L+,I P-AKTIKU$ !.1 Alat (an Ba.an &.3.3 Alat a. 4ortar dan alu b. ,abung reaksi dan rak tabung reaksi c. awan petri d. Eelas ukur 3/ ml e. Spatula kaca f. !eaker glass 8/ ml g. !eaker glass 5// ml h. Gorte( i. j. Sendok >ak plastik

&.3.. !ahan a. ,ahu b. ?ontong c. Dkan asin d. ilok e. 4ie basah f. >umput laut g. ?abel h. Air mendidih i. j. AJuades 8 ml " l

k. : tetes reagen cair

!.2 Ske&a Kerja $ji !oraks 3/ gram sampel

incang dan haluskan

K 3/ ml air mendidih

K8 ml " l " K: tetes reagent cair " elupkan kertas uji sampai terendam sebagian

Kering anginkan

Amati perubahan warnanya

BAB #. HASIL PEN,A$ATAN DAN PE-HITUN,AN #.1 Hasil Penga&atan :.3.3 ,anpa Perendaman Sampel 3 . & : 8 5 Keterangan ; @arna !oraks 6 semakin K, senakin merah bata Formalin 6 semakin K, semakin ungu Formalin "asil uji K K K @arna KKKK KK K !oraks "asil uji K K warna K KKK -

"asil uji K :.3.. )ika mengandung !-F )ika tidak mengandung !-F Perendaman dengan air panas Formalin Sampel "asil uji @arna !oraks "asil uji warna

3 . & : 8 5 Hasil Per.itungan

K K -

KKK KK -

K K K K

K K K K

Dalam praktikum ini tidak dilakukan perhitungan

BAB ). PE$BAHASAN ).1 Ske&a Kerja (an "ungsi Perlakuan Pada pengujian kandungan boraks, yang pertama dilakukan adalah menyiapkan sampel sebanyak 3/ gram yaitu tahu, lontong, ikan asin, cilok, mie basah dan bakso. Sampel yang telah disiapkan, dilakukan dua perlakuan yang berbeda yaitu dilakukan perendaman dengan menggunakan air panas dan tanpa perendaman dengan menggunakan air panas. Perbedaan perlakuan ini untuk mengetahui pengaruh perendaman terhadap kandungan boraks pada sampel. Selanjutnya sampel dicincang dan dihaluskan menggunakan mortar dan alu. "al ini bertujuan agar Aat-Aat yang terdapat dalam sampel bisa cepat larut atau untuk mempermudah pelarutan. Kemudian ditambahkan 3/ ml air mendidih untuk mempermudah pelarutan Aat-Aat yang terdapat di dalam sampel karena kecepatan laju reaksi yang semakin tinggi akibat suhu tinggi. Selanjutnya ditambahkan " l %Asam klorida' sebanyak 8 ml yang berfungsi untuk meningkatkan kelarutan boraks dan mempermudah identifikasi, sehingga apabila dalam sampel terdapat boraks maka akan lebih larut. Selain itu juga ditambahkan : tetes reagent cair yang berfungsi sebagai pereaksi. Setelah bahan-bahan tersebut tercampur, kemudian celupkan kertas uji sampai terendam sebagain. Kertas uji digunakan sebagai indikator untuk menentukan ada atau tidaknya kandungan boraks pada sampel. Selanjutnya kertas uji dikering anginkan agar cepat terjadi reaksi perubahan warna. ,ahap akhir

adalah pengamatan perubahan warna yang terjadi pada kertas uji. Apabila kertas uji warnanya berubah menjadi warna merah maka sampel yang diuji diduga mengandung boraks. ).2 Analisis Data

BAB /. PENUTUP /.1 Kesi&*ulan !erdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa; /.2 Saran 3.Sebaiknya waktu dan proses praktikum lebih dioptimalkan. ..Dalam praktikum dikurangi berbincang dengan teman. &.,erimakasih kepada kakak-kakak asisten.

DA"TA- PUSTAKA Adawyah >. .//7. Pengolahan dan Pengawetan Ikan. )akarta; !umi Aksara Astawan. 3111. Membuat Mei dan Bihun. )akarta; Penerbit Swadaya !alai !esar P#4. .//7. Instruksi kerja ; Identifikasi Boraks Dalam Makanan. 4edan !ayuputra, ./33. Kandungan Gizi ahu. http;--bayuputra.com LDiakses pada /. )anuari ./3:M.

!ritish Pharmacopoeia. .//1. British Pharmaco!oeia, Golume D H DD. ?ondon; 4edicines and "ealthcare Products >egulatory Agency %4">A'. Page :700 larke, B. E. ., 4offat, A. ., #sselton, 4. D., @iddop, !. .//:. Analysis of Drugs and Poisons. ?ondon ; Pharmaceutical Press. larkeNs

Dirjen P#4 Departemen Kesehatan >epublik Dndonesia. 3118. Farmakope Dndonesia. Bdisi DG. )akarta; Departemen Kesehatan >epublik Dndonesia. "al. 3/0&, 3/0:. Djarijah, Abbas Siregar. 3118. eknologi e!at Guna " lkan #sin . Iogyakarta; Kanisius. "elrich, K. ., %ed', 311/$ %fficial Methods of #nal&sis #ssociation of %fficial #nal&tical 'hemist %A#A ' 38th Bd., 70/-703. $SA; Association of #fficial Analytical hemicts Dnc. Khamid, D.>. 311&. Baha&a Boraks Bagi Kesehatan. )akarta; Penerbit Kompas. Khamid, D.>. .//5. Baha&a Boraks Bagi Kesehatan. )akarta; Penerbit Kompas. 4urray F). 3110. A omparatiOe >eOiew of ,he Pharmacokinetics of !oric Acid in >odents and "uman. Biol. race Elem. (es. 55;&&3-&:3. Didalam ; "ealth anada. .//7. Drug and )ealth Product " boron as a medical ingredient in oral natural health !roduct. http;--www.hc-sc.gc.ca-dhpmps-pubs-natur-boron-bore-eng.php. LDiakses pada /5 )anuari ./3:M ,im Pengajar Pendidikan Dndustri ,ahu. 3103. Pusat Penelitian dan Pengembangan eknologi Pangan. !ogor; Dnstitut Pertanian !ogor-Press. L$SBPAM $nited State BnOironmental Protection Agency. .//0. (e!ort of the *ood +ualit& Protection #ct ,*+P#- elerance (eassessment Eligibilit& Decision , (ED- for Boric #cid . /odium Borate /alt . approOed by Bdwards D. $nited States BnOironmental Protection Agency. http;--www.epa.goO-boricPacidPtredL3M. LDiakses pada /5 )anuari ./3:M @inarno, F.E. dan ,.S. >ahayu, 311:. Bahan Makanan ambahan untuk Makanan dan Kontaminan. )akarta; Pustaka Sinar "arapan. Culharmita A. 3118. Kandungan Boraks !ada Makanan 0enis Mie &ang Beredar di Kotamad&a Padang. ermin Dunia Kedokteran. Padang; $niOersitas Andalas.

LA$PI-AN