Anda di halaman 1dari 23

OLEH : WICHA ANANDHITA DOKTER PEMBIMBING : dr Nurhayati Sp.

Nama No. Med Rec Umur Jenis kelamin Alamat

: M.D : 557280 : 4 Tahun 2 bulan : laki-laki :KESENDEN Kec KEJAKSAN RT/RW 03/09 KOTA CIREBON Tanggal masuk RS : 28 mei 2012 Tanggal keluar RS : 30 mei 2012

Keluhan utama : Timbul benjolan berisi cairan pada tangan,kaki,mulut,sekitar kemaluan.

Keluhan tambahan : Demam, Flu, Nyeri tenggorokan dan Nyeri telan.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Pasien datang ke R.XI RSUD Gunung Jati pada tanggal 28 mei 2012 dengan keluhan timbul benjolan berisi cairan (vesikel) yang berukuran 1/2 cm dan terasa nyeri,gatal serta kulit disekitarnya terlihat merah.Benjolan awalnya timbul di kedua telapak tangan dan di ikuti pada kedua telapak kaki, sekitar kemaluan dan bibir.Keluhan yang ada diawali dengan demam selama 3 hari berturut-turut dan terus menerus.Vesikel yang timbul pada kaki membuat pasien tidak bisa berjalan karena terasa sakit.Keluhan lainnya yang dirasakan pasien adalah flu dan nyeri pada tenggorokan serta nyeri telan pun dirasakan pasien sehingga pasien tidak mau makan. Pasien sebelumnya sudah berobat ke puskesmas dan diberikan obat puyer serta salep acyclovir.Keluhan yang ada dirasakan berkurang,namun pihak puskesmas ingin memastikan dengan merujuk ke RSUD Gunung Jati dengan indikasi Flu singapoera.

Riwayat Penyakit Dahulu : Pasien tidak pernah mengalami penyakit yang sama sebelumnya.
Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada keluarga yng menderita penyakit yang sama

Kesadaran Berat badan Tinggi badan Vital Sign

: Compos : 15 kg : 108 cm : HR RR T

mentis

: 122 x/menit : 30 /menit : 38 C (suhu aksila)

Kepala Mata Hidung Mulut


Leher Thorax

: : : :

Normochepal CA (-/-), SI (-/-) NCH (-) Sianosis (-),bibir kering, faring hiperemis, tonsil T1-T1 : Pembesaran kelenjar bening (-), deviasi trakea (-), massa(-), kaku kuduk (-) : Retraksi (-) Cor : BJ I-II Reguler, Gallop (-), Murmur (-). Pulmo: VBS (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-).

Abdomen: Inspeksi Palpasi


Perkusi Auskultasi Ekstremitas

: permukaan datar, simetris, tidak terlihat penonjolan massa. : supel, tidak teraba massa/benjolan, NT/NK : -/: Timpani pada seluruh abdomen. : BU (+) normal, turgor baik. : Akral hangat, Edema (-), Sianosis (-).

Laboratorium Darah: Darah rutin 28/05/2012 Hb Leukosit Ht Trombosit : : : : 12,3 g/dl 7800 /mm3 38,1 % 411.000/mm3

HAND FOOT MOUTH DISEASE (Flu Singapore)

Therapi yang diberikan:


IVFD KAEN 1B 10 gtt/menit Norages 3x150 mg (bila demam > 38C) Cefotaxime 2x500 mg Rivanol

Quo ad vitam Quo ad functionam Quo ad sanam

: ad bonam : ad bonam : dubia ad malam

Pada tanggal 28/05/2012 Jam 19.00 tiba di IGD RSUD GJ suhu 38.6 oC, HR 96, RR 24. Therapi : IVFD RL 20 gtt/mnt Cefotaxime 2x500 mg Norages 3x150 mg (bila demam > 38C) Pasien dari IGD dimasukkan ke ruang perawatan isolasi.

29/05/2012 Keluhan : .Tapak vesikel pada tangan kaki mulut dan kemaluan yang terasa sakit. .Nyeri telan sehingga tidak mau makan. Kes : CM Vital sign :
HR RR Suhu : 118 /menit : 28 x/menit : 37 oC (suhu aksila)

Kepala Mata Hidung Mulut

: : : :

Normochepal CA (-/-), SI (-/-) NCH (-) Sianosis (-),bibir kering, faring hiperemis, tonsil T1-T1

Thorax

: Retraksi (-) Cor : BJ I-II Reguler, Gallop (-), Murmur (-). Pulmo : VBS (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-). Abdomen : BU (+) normal, turgor baik. Ekstremitas : Akral hangat, Edema (-), Sianosis (-). Diagnosa : Hand Foot Mouth Disease Terapi : IVFD KAEN 1 B 10 gtt/menit Cefotaxim 2x500 mg Rivanol

30/05/2012 Keluhan : Vesikel tampak mengering pada tangan kaki mulut dan kemaluan. Nyeri pada tenggorokan dan menelan berkurang Vital sign :
HR : 120 x/menit RR : 26x/menit Suhu: 36,8 oC (suhu aksila)

Kepala Mata Hidung Mulut

: : : :

Normochepal CA (-/-), SI (-/-) NCH (-) Sianosis (-),bibir lembab, faring hiperemis, tonsil T1-T1

Thorax

: Retraksi (-) Cor : BJ I-II Reguler, Gallop (-), Murmur (-). Pulmo: VBS (+/+), Rhonki (-/-), Wheezing (-/-). Abdomen : BU (+) normal, turgor baik. Ekstremitas : Akral hangat, Edema (-), Sianosis (-). Diagnosa : Hand Foot Mouth Disease Terapi : IVFD KAEN 1B 10 gtt/menit Cefotaxim 2x500 mg RivanoL

Definisi

Alloanamnesis: Pasien demam hari ke tiga yang diikuti vesikel pada tangan,mulut,kaki,kemaluan yang terasa sakit saat datang ke UGD.

2 Epidemiologi

Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM), atau Hand, Foot and Mouth Disease (HFMD) dan dikenal juga dengan istilah Flu Singapura adalah suatu demam mirip flu disertai dengan ulkus dan ulser di mulut dan vesikel berbentuk halo di telapak kaki dan telapak tangan yang terutama dan diawali dengan demam ,menyerang balita dan anak-anak di bawah usia 10 tahun namun juga dilaporkan terjadi pada orang dewasa.
Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena. Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta.

Usia pasien 4 tahun 2 bulan

Riwayat berhubungan dengan penderita penyakit yang sama sebelumnya dibenarkan pasien. Kebiasaan bermain dilapangan juga menjadi factor pendukung.

Etiologi

HFMD biasanya disebabkan oleh anggota dari virus RNA yang disebut enterovirus coxsackievirus A16 atau enterovirus 71. Enterovirus 71 berkerabat dekat dengan enterovirus 72 yang disebut juga virus hepatitis A..Di samping itu terdapat tipe virus lain yang turut menjangkit yaitu coxsackie tipe A4-A7, A9, A10, B1-2, dan B5. Virus tersebar melalui droplet pernafasan, rute oral-oral, dan fekal-oral. Penyakit ini menjangkit secara periodik.

Patofisiologi

Os senang bermain dipadang rumput bersama teman nya.Sebelum os terkena,teman sepermainan nya lebih dahulu terkena penyakit yang sama.Selang waktu beberapa hari os menderita sakit yang sama dengan temannya tsb.

Penyakit KTM mempunyai masa inkubasi 3-6 hari. Selama masa epidemik, virus menyebar dengan sangat cepat dari satu anak ke anak yang lain atau dari ibu kepada janin yang dikandungnya. Virus menular melalui kontak langsung dengan sekresi hidung dan mulut, tinja, maupun virus yang terhisap dari udara. Implantasi dari virus di dalam bukal dan mukosa ileum segera diikuti dengan penyebaran menuju nodus-nodus limfatik selama 24 jam. Setelah itu segera timbul reaksi berupa bintik merah yang kemudian membentuk lepuhan kecil mirip dengan cacar air di bagian mulut, telapak tangan, dan telapak kaki. Selama 7 hari kemudian kadar antibodi penetral akan mencapai puncak dan virus tereliminasi

Gejala Klinis

Demam pada 3 hari pertama Malaise Flu Tidak mau makan karna mulut banyak sariawan dan terasa perih

Diawali dengan demam biasa selama 12-36 jam dengan gejala-gejala sebagai berikut : - Demam hingga suhu 38C selama 2 3 hari. - Anoreksia - Malaise - Sakit pada bagian abdomen - Mulut kering dan perih, timbul sariawan. - FLU/Batuk
Secara umum, tidak diperlukan pemeriksaan lababoratorium klinik secara spesifik, karena data umumnya sebagai berikut : - Jumlah lekosit 4000 16.000/L. - Terkadang ditunjukkan suatu limfosit tipe asing. - Virus dapat diisolasi dari cairan vesikel dan permukaan mukosa, sampel tinja, dibiakkan di atas media virus. - Antibodi khas cepat menghilang dan timbul hanya dalam waktu singkat

Pemeriksaan penunjang

1. Pemeriksaan laboratorium Darah rutin 28/05/2012


Hb Leukosit Ht Trombosit 411.000/mm3 : 12,8 g/dl : 7800 /mm3 : 38,1 % :

7 Penatalaksanaan

IVFD KAEN IB 10gtt/menit Norages (bila demam > 38C) Cefotaxim 2x500 mg RivanoL

1. Antipiretika : digunakan untuk menurunkan demam, misalnya : asetaminofen. Perlu diperhatikan bahwa penggunaan golongan NSAID (Non Steroidal Anti Inflammatory Drugs) dapat menimbulkan gejala sindrom Stenven-Johnson yang menunjukkan gejala mirip dengan penyakit ini dan dapat memperparah ulser sehingga disarankan untuk digunakan dengan golongan antasida, atau jika ada dipilih golongan antipiretika/analgetika yang lain. 2. Antiseptika : berbagai bentuk sediaan kumur, seperti : betadine, rebusan daun sirih, dan tablet hisap, seperti SP troches, FG troches, dsb. 3. Antibiotika : lokal atau sistemik, digunakan untuk mencegah atau mengatasi infeksi karena mikroba pada ulser di mulut dan kulit, ditentukan oleh dokter, seperti : neosporin (lokal), klindamisin, eritromisin,dsb. 4. Bahan anestetika lokal untuk mengurangi rasa sakit di daerah mulut 5. Antihistamin: Inhibisi antihistamin pada reseptor H1 menyebabkan kontriksi bronkus, sekresi mukosa, kontraksi otot halus, edema, hipotensi, depresi sususan saraf pusat, dan aritmia jantung. 6. Golongan Antasida dan Antiulser digunakan untuk mengatasi gastritis, ulser di mulut dan saluran cerna. Biasanya digunakan untuk kumur, namun jika didiagnosis ada luka di saluran gastrointestinal maka antasida ditelan.

Prognosis

Quo ad vitam :ad bonam Quo ad functionam :ad bonam ad

Quo ad sanam : dubia malam 9 Pesan Kepada Pasien Tidak dilakukan Sebelum Pulang

Komplikasi Beberapa komplikasi yang perlu diwaspadai adalah sebagai berikut : - Dehidrasi pada anak-anak dan balita, harus dirawat di rumah sakit dan diinfus dengan cairan elektrolit dan nutrisi. Sebagai pencegahan banyak diberikan cairan elektrolit, misalnya oralit. - Infeksi pada kulit atau ulser di mulut oleh bakteri dan/atau jamur. - Kasus komplikasi yang jarang: meningoensefalitis, miokarditis, pembengkakan paru-paru, dan kematian Edukasi kepada pasien - Virus masih dapat berada di dalam tinja penderita hingga 1 bulan. - Isolasi pasien sebenarnya tidak diperlukan, namun perlu istirahat untuk pemulihan dan pencegahan penularan lebih luas. - Selalu mencuci tangan dengan benar untuk mengurangi resiko penularan. - Jangan memecah vesikel. - Mencegah kontak dengan cairan mulut dan pernafasan antara penderita dengan anggota keluarga yang lain. - Meningkatkan kekebalan tubuh dengan sebisa mungkin makan makanan bergizi, sayur-sayuran berkuah, jus buah, segera setelah rasa nyeri di mulut berkurang. - Mencegah dehidrasi dengan memasukkan cairan, untuk mengurangi rasa sakit sebisa mungkin cairan yang isotonis dan isohidris (tidak terasa asam/terlalu manis).

ASSALAMUALAIKUM WR.WB