Anda di halaman 1dari 6

NAMA NIM KELAS HAL.

: NOVIKA SARI : 100101083 : S1 REGULER B : TUGAS ESSAI BAHASA INDONESIA

Anggapan Pemuda Sebagai Perusak Masa Depan Bangsa

Sebuah slogan berbunyi Yang Muda Yang Berkarya, pernahkah terfikir dibenak Anda maksud slogan tersebut? Tidak dapat dipungkiri bahwasanya pemerintah sedang menyerukan kepada rakyatnya bahwa sudah waktunya pemuda diberi kesempatan untuk diberi sebuah tanggungjawab besar. Hal ini dikarenakan belum bisanya kaum tua untuk memberikan kepercayaan bahkan takut untuk melepaskan tanggungjawabnya kepada pemuda dikarenakan adanya persepsi bahwa pemuda masa kini justru merusak nama baik bangsa. Padahal, ingatkah kita pada jasa para pemuda terdahulu dimana kemerdekaan ini tidak akan kita nikmati tanpa perjuangan dan pengorbanan para pemuda. Kemerdekaan bangsa ini bukan dihasilkan melalui warisan para penjajah, namun dihasilkan melalui tercecernya keringat dan darah, semangat dan aktivitas, retorika dan diplomasi yang dilakukan oleh para pendahulu. Peran pemuda dalam sejarah negara dan bangsa Indonesia pertama kali dapat dilihat dari kebangkitan bangsa tahun 1908 atau tepatnya ketika berdiri Boedi Oetomo tanggal 20 Mei 1908. Melalui proses kebangkitan bangsa ini, maka para pemuda telah menggelorakan semangat agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tidak terserak-serak dalam arti wilayah, suku, ras, agama, dan sebagainya akan tetapi telah memiliki kesadaran berorganisasi sebagai persyaratan untuk kebangkitan nasional. Salah satu tonggak lain, persatuan dan kesatuan bangsa sebenarnya ketika terjadi Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Melalui

Sumpah Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu Bahasa Indonesia merupakan titik awal bagi proses pembentukan negara bangsa yang kemudian dikenal sebagai negara dan bangsa Indonesia. Generasi muda kemudian juga berhasil menorehkan tinta emas bagi perjalanan bangsa ini ketika di tahun 1945 kembali mereka merenda dan mengimplementasikan gagasan mengenai satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa dalam bentuk kemerdekaan bangsa, yang teks proklamasinya dibacakan oleh Ir. Soekarno tepat jam 10 tanggal 17 Agustus 1945. Melalui proklamasi kemerdekaan ini, maka bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku dan budaya menyatu menjadi satu yaitu bangsa Indonesia. Ketika terjadi krisis kekuasaan akibat gerakan makar yang dilakukan oleh PKI di tahun 1966, maka pemuda juga bangkit melakukan perlawanan. Para aktivis organisasi kemahasiswaan, seperti GMNI, PMII, HMI, PMKRI, GMKI, dan segenap elemen mahasiswa melakukan tiga tuntutan rakyat (Tritura) yang sangat dikenang, yaitu: Bubarkan PKI, Bersihkan pemerintahan dari unsurunsur PKI dan Turunkan harga. Tritura ini menjadi salah satu power pressure bagi pemerintahan Orde Lama untuk melakukan berbagai perubahan sehingga memunculkan Orde Baru yang kemudian berkuasa dalam puluhan tahun. Kekuasaan Orde Baru yang tirani dan powerfull ternyata juga tidak mampu menghadang kekuatan mahasiswa yang di tahun 1998 melakukan berbagai aksi untuk menurunkan Jenderal Besar Soeharto dari panggung kekuasaan. Melalui gerakan people power akhirnya kekuasaan otoriter Soeharto pun harus berakhir. Gerakan mahasiswa yang terjadi saat itu sungguh sekali lagi membuktikan bahwa mahasiswa memiliki kekuatan untuk melakukan perubahan sosial. Melalui gerakan mahasiswa tersebut maka muncullah Orde reformasi yang berlangsung sekarang.

Jika prestasi pemuda dimasa lalu belum cukup untuk membuat kaum tua menghapus persepsi tersebut maka inilah beberapa prestasi yang ditunjukkan oleh pemuda Indonesia di masa kini tak hanya ditingkat nasional bahkan internasional. Prestasi itu sungguh memikau baik di olimpiade sains, kompetisi olahraga, maupun riset. Prestasi ini

dapat membongkar stigma negatif yang selama ini terlanjur melekat bagi Indonsia. Kenyataan ini menandakan bahwa sebenarnya kaum muda Indonesia memiliki kualitas luar biasa bahkan mengungguli negara-negara barat. Beberapa prestasi ini menjadi alasan bagi banyak orang yang beranggapan bahwa Indonesia bisa jaya oleh pemuda. Bahkan seperti sudah menjadi keperacayaan bagi banyak orang bahwa sebenarnya bangsa Indonesia ini bisa maju jika dipimpin oleh kaum muda. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengubah bahkan menghapus anggapan pemuda sebagai perusak masa depan bangsa yakni melalui peran kita semua, baik kaum tua dan dari pemuda itu sendiri. Persepsi persepsi itu tercipta oleh berbagai faktor yang berakibat pada matinya identitas pemuda sehingga pemuda bertambah malas untu menciptakan hal hal positif dan bahkan semakin bergelut pada kenakalannya, namun hal ini dapat diatasi dengan berbagai langkah dengan dukungan segala pihak.

Adapun beberapa hal yang menjadi alasan timbulnya persepsi terebut. Pertama, sikap pemuda masa kini tidak lagi melambangkan pemuda Indonesia yang berjiwa besar dan bebudi luhur. Pemuda masa kini justru bersikap acuh, tidak hormat kepada orang yang lebih tua, bahkan melakukan hal hal yang tidak bermoral mulai dari durhaka pada orang tuanya sendiri hingga justru membunuh orang tuanya sendiri. Pemuda masa kini juga terlalu mengikuti emosinya sendiri, kemauannya sendiri, tidak mau dikekang dan seolah ingin bebas untuk mencari jati dirinya tanpa sadar bahwa apa yang telah mereka lakukan justru merugikan diri dan orang sekitarnya. Kedua, sikap konsumtif remaja. Remaja masa kini berlomba lomba untuk menunjukkan ekistensi dirinya melalui apa yang mereka punya. Ketika ada sebuah produk terbaru, tanpa memikirkan harga mereka akan bersusah payah mengumpulkan uang dengan cara apapun untuk membeli apa yang mereka inginkan. Apalagi dimasa modern ini, ketika smartphone dan tablet bukan lagi menjadi barang mewah, pemuda masa kini akan berlombalomba membeli smartphone dengan keluaran paling baru dan paling canggih, bukan karena

fitur ataupun kegunaan dari smartphone itu sendiri melainkan karena ingin dipandang sebagai pemuda yang berada, bergaya, dan selalu mengikuti trend. Pemuda masa kini terlalu malas dan terlalu sibuk untuk memproduksi ataupun menciptakan sebuah trobosan yang mungkin akan mengejutkan dunia. Ketiga, pergaulan bebas remaja. Masalah yang satu ini bukan lagi menjadi sesuatu yang baru. Dunia malam kini bukan lagi milik manusia dewasa yang mencari hiburan ditengah pekerjaannya melainkan milik pemuda remaja yang merasa bosan dan mencari kesenangan. Tampak dipojok-pojok taman ataupun pusat perkotaan akan ditemukan pemudapemuda yang bergaya seperti bintang rock, ataupun pasangan-pasangan muda yang sedang memadu kasih dibawah sinar bulan bahkan kini juga ada pasangan-pasangan remaja sejenis yang mulai menunjukkan cinta terlarang itu didepan umum. Pergaulan remaja yang terlalu bebas justru akan merusak pemuda itu sendiri, seorang teman saja sudah dapat mengubah seseorang apalagi jika mereka berkelompok. Ada banyak kasus lain selain seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang akibat pergaulan bebas,seperti adanya kelompok-kelompok geng motor yang kini marak dan sangat menyusahkan warga karena tindakan anarkinya, selain itu adanya tawuran yang terjadi justru disaat jam sekolah. Pemuda masa kini, lebih memilih berteman dengan mereka yang mengikuti trend dibanding mereka yang menyukai membaca dan belajar. Terakhir, kriminalitas yang dilakukan pemuda. Pencarian jati diri yang salah membuat remaja justru dekat dengan dunia kriminalitas, perampokan ataupun pencurian, pemakaian obat-obatan terlarang, penganiayaan hingga pemerkosaan merupakan tindakantindakan kriminal yang sering dilakukan remaja. Sepanjang tahun 2011, KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menerima 1.851 pengaduan remaja yang menjadi pelaku kriminalitas. Angka ini meningkat dibanding pengaduan pada tahun 2010, yakni 730 kasus. Hal ini diperkuat oleh adanya data dari Kementerian Hukum dan HAM 2010 dimana 4.622

remaja kini mendekam di penjara, jumlah ini mungkin jauh lebih besar karena data tersebut dari laporan 29 Bapas dari 62 Bapas di Indonesia. Memang banyak terdapat banyak hal negatif yang dilakukan pemuda tetapi tidak semua pemuda melakukan hal itu. Dengan persepsi yang diberikan pada pemuda maka bukankah membuat pemuda justru malas dan terus melakukan hal-hal negatif tersebut. Pemberian doktrin tersebut membuat pemuda malas untuk berkarya dan malas untuk mencoba hal baru yang positif. Hal ini dikarenakan setiap akan mencoba, kaum tua akan mencemooh, meremehkan bahkan menyuruh mereka tidak melakukan apapun selain belajar dan belajar. Terkadang juga kaum tua lebih memilih memberikan mereka fasilitas lengkap dirumah agar mereka tidak keluar rumah dan bersosialisasi dengan lingkungannya tanpa tahu bahwa justru dengan hal itu akan membentuk sikap buruk pada pemuda tersebut. Lalu sebaiknya apa yang harus kita lakukan? Ada banyak sekali hal kecil yang dapat dilakukan untuk mengubah persepsi tersebut baik dari pemuda itu sendiri ataupun dari kaum tua. Sebaiknya persepsi itu dihapuskan dan menggantinya dengan memberikan perhatian lebih, memberikan bimbingan, memberi kesempatan mereka untuk berkarya, dan mengarahkannya pada bakat serta minat yang mereka miliki. Hal ini agar potensi, semangat, dan ide-ide cemerlang mereka akan membuahkan hal hal yang membanggakan diri mereka sendiri serta orang orang sekitarnya bahkan dunia. Dan bagi para pemuda, sebaiknya hendaklah berpikir jernih, tanyakan pada hatimu akan apa yang sesungguhnya ingin dicapai. Tidak ada hal sulit untuk mereka yang mau berusaha dan tidak mudah putus asa. Masa muda adalah masa gemilang. Masa yang tak akan pernah terlupakan dimana seharusnya diisi dengan hal hal positif, alangkah baiknya jika kita bisa mengolah potensi dalam diri kita, mengajak sahabat sahabat kita untuk menghasilkan hal hal baru dan bermanfaat dibanding mengisi masa ini dengan hura- hura yang justru akan membawa nestapa. Generasi muda adalah the leader of tomorrow. Maka di tangan kaum mudalah nasib sebuah bangsa

dipertaruhkan. Jika kaum mudanya memiliki semangat dan kemampuan untuk membangun bangsa dan negaranya, maka sesungguhnya semuanya itu akan kembali kepadanya. Anggapan pemuda sebagai perusak masa depan merupakan sebuah masalah kita bersama. Persepsi seperti itu harus dihapuskan dan digantikan dengan memberikan kesempatan pada para pemuda untuk mengembangkan bakatnya serta memberikan bimbingan dan pengawasan pada mereka oleh semua pihak, baik dari orang tua, keluarga, lingkungan, dan pemerintah. Dengan demikian diharapkan akan berkurangnya kenakalan kenakalan pemuda dan digantikan dengan prestasi prestasi yang akan membanggakan bangsa dan negara serta bermanfaat bagi dunia , sebagaimana kata-kata Bung Karno, Beri aku seribu orang, dan dengan mereka aku akan menggerakkan Gunung Semeru! Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia!. Pemuda Indonesia adalah pemuda dengan gejolak semangat yang membara dan penuh rasa cinta pada tanah airnya, maka kami pemuda, akan membuat perubahan dunia dan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar dimata dunia.

Anda mungkin juga menyukai