Anda di halaman 1dari 1

INDOL Indol adalah hasil pembusukan asam amino triptofan oleh bakteri usus.

Indol ini terserap masuk ke dalam peredaran darah dan akan mengalami proses detoksifikasi di hati dengan cara pengikatan dengan sulfat menjadi indoksil sulfat. Indoksil sulfat akan dikeluarkan melalui urine dalam bentuk indikan yaitu bentuk garam K/Na-nya. Adanya indikan dapat ditunjukkan dengan reaksi Jolles dan reaksi Obermeyer.

REAKSI JOLLES Prinsip Indoksil sulfat yang dalam urine berbentuk sebagai garam K-nya oleh HCl diubah menjadi indoksil. Indoksil oleh FeCl3 dioksidasi menjadi indigo biru (bila oksidasi etjalan cepat) atau indigo merah (bila oksidasi berjalan lambat). Timol (naftol) melambatan oksidasi sehingga warna yang terbentuk lebih merah. Prosedur Ke dalam tabung reaksi masukkan 5ml urine dan 15 tetes larutan timol 5% dalam alkohol -> tabung ditutupi, dibolak-balik -> ditambah 5ml larutan FeCl3 0,3% dalam HCl 37% -> campurkan lagi dengan membolakbalik tabung -> masukkan 1ml chloroform -> tabung dibolak-balik dengan pelan sebanyak 10x. Lapisan chloroform akan berwarna merah violet Hasil Reaksi ini digunakan untuk menunjukkan adanya indikan dalam urine. Dalam reaksi ini terbentuk lapisan yang berwara merah violet. Lapisan ini menunjukkan warna indigo merah yang terlarut dalam chloroform. Warna indigo merahmenunjukkan reaksi oksidasi indoksil oleh FeCl3 berjalan lambat. Indoksil dihasilan oleh perubahan indikan dengan bantuan HCl. Indoksil selanjutnya akan teroksidasi oleh FeCl3 membentuk warna indigo Dalam reaksi ini dihasilkan indigo merah yang berarti reaksi berjalan lambat. Lambatnya reaksi ini disebabkan oleh penambahan Timol yang memang berfungsi untuk memperlambat oksidasi indoksil dalam reaksi Jolles