Anda di halaman 1dari 42

Penentuan Cadangan, hal.

1
Penentuan Cadangan
Pendahuluan (1)

Faktor penting dalam pengembangan reservoir dan perencanaan
produksi:
- perkiraan volume awal hidrokarbon di tempat (initial volume in
place)
- volume hidrokarbon yang dapat diperoleh (recoverable volume)
reserves atau cadangan

Penentuan Cadangan, hal. 2
Penentuan Cadangan
Pendahuluan (2)

Definisi cadangan:
Perkiraan jumlah minyak mentah, gas alam, gas condensate, fasa
cair yang diperoleh dari gas alam, dan material lainnya (mis. sulfur),
yang dianggap bernilai komersial untuk diambil dari reservoir
dengan menggunakan teknologi yang ada pada suatu saat dalam
keadaan ekonomi dan dengan peraturan yang berlaku pada saat
yang sama
Penentuan Cadangan, hal. 3
Penentuan Cadangan
Pendahuluan (3)

Cadangan:
- tidak termasuk minyak, gas, dan material lainnya yang sudah
berada dalam tanki penimbun
- cadangan yang diperoleh dengan mekanisme pendorongan
alamiah dibedakan dari cadangan yang diperoleh dengan metode
peningkatan perolehan (improved recovery methods)

Penentuan Cadangan, hal. 4
Facts and Figures:

- Jumlah lapangan minyak (in terms of reservoir) di dunia yang
diketahui = 30,000 lapangan dengan cadangan 140,000 Mton.
- Lebih dari 50% cadangan minyak dunia (71,000 Mton)
terkandung hanya di 33 lapangan minyak (0.1% dari jumlah
lapangan); 26% berikutnya terkandung di 0,8% dari jumlah
lapangan; 0.91% lapangan minyak dunia mengandung 76% total
cadangan minyak dunia.
- Lapangan minyak terbesar di dunia: Ghawar dengan cadangan
11,400 Mton, kedua Burgan dengan 9,800 Mton.
- Cadangan minyak Indonesia = 5 milyar barrel. Konversi ke
Mton?
Penentuan Cadangan, hal. 5
Penentuan Cadangan
Pendahuluan (4)

Besar cadangan diperkirakan berdasarkan
- data hasil interpretasi geologi dan
- data engineering
yang tersedia pada suatu waktu

Besar cadangan dapat berubah selama masa produksi sejalan
dengan
- bertambahnya data/informasi reservoir
- keadaan ekonomi yang memaksa adanya perubahan
Penentuan Cadangan, hal. 6
Penentuan Cadangan
Pendahuluan (5)

Menghitung cadangan pada tahap sebelum produksi:
- metode volumetrik (yang bersifat deterministik)
- metode probabilistik (mis. metode simulasi Monte Carlo)
tidak tergantung pada data produksi.

Menghitung cadangan pada tahap setelah produksi:
- metode material balance
- metode simulasi numerik
makin banyak data produksi; makin baik perkiraan volume
hidrokarbon

Penentuan Cadangan, hal. 7
Penentuan Cadangan
Pendahuluan (6)

Pokok bahasan Perhitungan isi awal hidrokarbon di tempat (IOIP
atau IGIP) dan cadangan (recoverable volumes) menggunakan:
- metode volumetrik
- metode probabilistik (yaitu simulasi Monte Carlo)


Penentuan Cadangan, hal. 8
Definisi dan Istilah

Standar tertentu yang berlaku dan dapat diterima masyarakat
(industri) perminyakan
Tahun 1930-an American Petroleum Institute (API)
Tahun 1997 Society of Petroleum Engineers (SPE) dan World
Petroleum Congresses (WPC)

Menurut SPE/WPC cadangan minyak dan/atau gas bumi
dikelompokkan menjadi tiga bagian yaitu:
- proved reserves (cadangan terbukti)
- probable reserves (cadangan mungkin)
- possible reserves (cadangan harapan)

Penentuan Cadangan, hal. 9
Definisi dan Istilah



Non
Recoverable
Ditemukan/Discovered Belum/tidak
ditemukan
Undiscovered
SDA Minyak/Gas Total
Unproved
Probable
Proved
Recoverable
Reserve
Produksi
kumulatif
Possible
Penentuan Cadangan, hal. 10
Definisi dan Istilah
Proved Reserves (1)

- Jumlah hidrokarbon yang berdasarkan data geologi dan
engineering dapat diperkirakan dengan tingkat kepastian yang
pantas (reasonable) dan dapat diambil dengan menggunakan
teknologi dalam keadaan ekonomi dan dengan peraturan yang
berlaku pada suatu saat
- Proved apabila produktivitas komersial didukung oleh data
produksi aktual atau oleh data hasil pengujian
- Seringkali harus ditentukan berdasarkan data core, log, atau
pengujian lainnya
Penentuan Cadangan, hal. 11
Definisi dan Istilah
Proved Reserves (2)

Meliputi:
1. Daerah yang telah delineated oleh pemboran dan, jika ada,
dengan batas fluida yang jelas
Jika tidak ada batas fluida, volume HC didasarkan pada letak
HC terbawah yang diketahui (the lowest known occurrence -
LKO).
2. Daerah yang belum dibor namun berdasarkan data geologi dan
engineering terbukti sebagai daerah produktif dan bernilai
komersial.
Penentuan Cadangan, hal. 12
Definisi dan Istilah
Proved Reserves (3)

Berdasarkan status produksi:
- Proved developed, daerah di mana instalasi fasilitas produksi dan
transportasi sudah pasti dapat dilakukan.
- Proved undeveloped, daerah di mana
lokasinya berada dalam atau berbatasan langsung dengan
daerah proved producing
masih dapat dikembangkan dengan menambah sumur (infill
wells)
dapat dikembangkan dengan memperdalam sumur
memerlukan biaya yang lebih tinggi untuk penyelesaian sumur
dan instalasi peralatan produksi.
Penentuan Cadangan, hal. 13
Definisi dan Istilah
Probable Reserves (1)

- Jumlah hidrokarbon yang berdasarkan data geologi dan
engineering mempunyai kemungkinan terambil lebih besar dari
kemungkinan tidak terambil.
- Jika menggunakan metode probabilistik, tingkat kemungkinan
proved reserves + probable reserves minimal 50%

Penentuan Cadangan, hal. 14
Definisi dan Istilah
Probable Reserves (2)

Meliputi:
1. Daerah di luar batas proved atau merupakan bagian terbawah
dari struktur yang diperkirakan mengandung hidrokarbon
2. Daerah produktif yang hanya disimpulkan dari data log (tidak
didukung data lainnya sehingga dipandang kurang pasti)
3. Daerah yang jika dilakukan infill drilling dapat menjadi proved
reserves
4. Diperoleh dengan IOR yang telah terbukti berhasil sebelumnya
(namun belum terbukti dengan pilot project)
Penentuan Cadangan, hal. 15
Definisi dan Istilah
Probable Reserves (2)

Meliputi: (Lanjutan)
5. Daerah produktif di sekitar proved reserves yang dipisahkan oleh
patahan/faults
6. Dapat diperoleh dengan cara perubahan mekanis (workover,
treatment, perubahan peralatan)
7. Daerah proved producing yang berdasarkan interpretasi kinerja
atau data volumetrik menunjukkan cadangan yang lebih dari
yang sudah dinyatakan proved

Penentuan Cadangan, hal. 16
Definisi dan Istilah
Possible Reserves (1)

- Jumlah hidrokarbon yang berdasarkan data geologi dan
engineering mempunyai tingkat kemungkinan terambil lebih
rendah dari tingkat kemungkinan terambil probable reserves
- Jika menggunakan metode probabilistik, tingkat kemungkinan
proved reserves + probable reserves + possible reserves minimal
10%

Penentuan Cadangan, hal. 17
Definisi dan Istilah
Possible Reserves (2)

Meliputi:
1. Daerah di luar batas probable yang berdasarkan ekstrapolasi
struktur atau stratigrafi dapat terjadi
2. Daerah produktif yang dapat disimpulkan dari data log dan data
core tetapi belum dapat ditentukan secara komersial
3. Diperoleh dari infill drilling namun mempunyai ketidakpastian
dalam teknis pelaksanaan
4. Diperoleh dengan IOR namun belum terbukti dengan pilot
project dan/atau data reservoir meragukan
5. Daerah dalam formasi yang terpisah dari daerah proved oleh
patahan dan interpretasi geologi menunjukkan daerah tersebut
lebih rendah dari daerah proved
Penentuan Cadangan, hal. 18
Metode Penentuan Cadangan
Pendahuluan

- Metode yang digunakan tergantung pada ketersediaan data dan
informasi reservoir yang mendukung metode tersebut
- Beberapa metode menurut SPE:
1. Metode analogi jika tidak ada/sangat minim data
2. Metode volumetrik jika ada data geologi, data log, dan/atau
data core
3. Metode volumetrik-probabilistik jika tidak ada data geologi,
data log, dan data core. (mis. simulasi Monte Carlo)
4. Performance analysis methods jika ada data geologi, data
log, data core, dan data produksi (mis. metode material
balance, decline curve, simulasi reservoir)

Penentuan Cadangan, hal. 19
Metode Penentuan Cadangan
Metode Volumetrik (1)

- Merupakan metode perhitungan cadangan paling sederhana
- Reservoir dipandang sebagai sebuah wadah dengan geometri
atau bentuk sederhana (mis. bentuk kotak, kerucut, atau
lingkaran)

Penentuan Cadangan, hal. 20
Metode Penentuan Cadangan
Metode Volumetrik (2)

Persamaan yang digunakan:
Untuk reservoir minyak:
N
pa
dy dx
E
B
)
S
1 (
h
A
o , R
o
w n
}}
|
=

E
B
)
S
1 (
h A
o , R
o
w
n
|
=
Untuk reservoir gas:
G
pa
dy dx
E
B
)
S
1 (
h
A
g , R
g
w n
}}
|
=

E
B
)
S
1 (
h A
g , R
g
w
n
|
=
Penentuan Cadangan, hal. 21
Metode Penentuan Cadangan
Metode Volumetrik (2)

Dalam persamaan tersebut:
- N
pa
dan G
pa
cadangan minyak dan gas, yaitu produksi kumulatif
pada waktu abandonment, diukur pada stock tank, yaitu pada 60
o
F
(288 K) dan 14.7 psi (0.1013 MPa)
- h
n
, |, dan S
w
, ketebalan bersih formasi produktif, porositas
efektif, dan saturasi air (berbeda dari satu lokasi ke lokasi lainnya)
- B
o
dan B
g
factor volume formasi minyak dan gas
- E
R
factor perolehan (recovery factor)
- A luas daerah reservoir yang berkaitan dengan kategori
cadangan terbukti (proved), mungkin (probable), atau harapan
(possible)
- Tanda bar di atas parameter menunjukkan harga rata-rata
Penentuan Cadangan, hal. 22
a. Luas Daerah

- Ditentukan untuk tiap interval produktif (atau tiap unit endapan
batuan yang berbeda)
- Ditentukan oleh daerah dimana cadangannya akan dihitung
berdasarkan klasifikasi cadangan
- Dibuat peta daerah yang mengandung hidrokarbon sebagai
fungsi dari kedalaman (diperlukan titik-titik terdangkal dan
terdalam dimana hidrokarbon dapat ditemukan dalam tiap
sumur)
- Sumber informasi yang digunakan: data well log dan data core
dari masing-masing sumur atau peta seismik
- Dengan planimeter dibuat diagram yang menghubungkan elevasi
kontur terhadap area
Penentuan Cadangan, hal. 23




Luas Daerah Dalam Kontur
Water-Oil Contact
Penentuan Cadangan, hal. 24
b. Ketebalan Bersih (Net Pay)
- Terdapat interval batuan (shale: | dan k rendah) atau saturasi
air tinggi disebut lapisan tidak produktif atau non-pay
- Non-pay dikurangkan dari ketebalan (gross), h
t
, ketebalan
bersih, h
n
dan net-to-gross ratio, h
n
/h
t

- Batas bawah permeabilitas disebut permeability cut-off (jika
permebilitas lebih kecil dari cut-off, interval tidak produktif)
- Data permeabilitas tidak selalu meyakinkan digunakan
korelasi k = f(|) ada porosity cut-off
- Dibuat peta isopach (menghubungkan titik-titik dengan
ketebalan formasi yang sama)
- Volume batuan yang mengandung hidrokarbon dihitung dengan:
}}
=
A
n R
dy dx
h V

Penentuan Cadangan, hal. 25

3 (tiga) cara untuk meng hitung V
R
:

1. Menggunakan simulasi numerik reservoir.
2. Mengukur luas daerah dalam peta isopach dengan menggunakan
planimeter untuk setiap kontur ketebalan.
3. Menghitung volume berdasarkan peta isopach dengan cara
membaginya menjadi tumpukan trapezoid
Penentuan Cadangan, hal. 26




Luas Daerah Dalam Kontur Isopach
}
=
A
0
R
max
da h
V

0 A
max

Penentuan Cadangan, hal. 27

Tiap selang ketebalan hitung AV
Kemudian V
R
dihitung untuk seluruh selang ketebalan
A
n

OWC
OWC
Interval = 5 ft
A
n+1
0 15 10
0
5
Penentuan Cadangan, hal. 28

Piramid

( )
1 n n 1 n n b
A A A A
3
h
V
+ +
+ + = A jika 5 . 0
A
A
n
1 n
<
+


Trapesium

( )
1 n n b
A A
2
h
V
+
+ = A jika 5 . 0
A
A
n
1 n
>
+



Penentuan Cadangan, hal. 29
c. Porositas
- Diperoleh dari data log yang dikalibrasi terhadap data core
- Harga rata-rata pada tiap sumur dihitung dengan menggunakan
faktor perata-rataan ketebalan:
h
h
n
m
1 k
k , n
k
w
|
= |
=

- Dibuat 2 buah peta: peta isoporosity (peta kontur porositas) dan
iso-porosity thickness (peta kontur porositas-ketebalan, |
w
h
n
)
- Dari peta iso-porosity thickness, porositas rata-rata dihitung
dengan menggunakan faktor perata-rataan volume:
V
dy dx h
R
A w
n
}}
|
= |
Penentuan Cadangan, hal. 30
d. Saturasi Air

- Diperoleh dari data log
- Umumnya tergantung pada ketinggian di atas free water level
dibuat kurva saturasi air versus ketinggian, S
w
= f(h) dengan
melakukan:
1. Interpolasi harga S
w
dari log pada berbagai kedalaman di
setiap sumur, atau
2. Jika ada core, lakukan normalisasi dengan menggunakan
Leverett J-Function
- Kurva digunakan untuk mengoreksi/mengeliminasi saturasi yang
bersifat anomali terhadap ketinggian di atas free water
Penentuan Cadangan, hal. 31

- Saturasi air rata-rata di tiap sumur, S
w,w
dihitung sebagai:
h
h S
S
w
n
m
1 k
k , n
k
k , w
w , w
|
|
=
=

- Harga S
w,w
dipetakan: peta kontur iso-water saturation dan
iso-water saturation thickness atau peta iso h
n
|
w
S
w,w

- Saturasi air rata-rata reservoir dihitung dengan menggunakan
faktor perata-rataan pore volume:
V
dy dx h
S
S
R
A w
n
w , w
w
|
}}
|
=
Penentuan Cadangan, hal. 32

d. Faktor Volume Formasi

- Faktor volume formasi minyak, B
o
, dan lebih khusus faktor
volume formasi gas, B
g
, umumnya tidak tergantung pada lokasi
di reservoir kecuali variasi tekanan di dalam reservoir sangat
besar
- Harga yang ditentukan di laboratorium dari data core dan/atau
PVT cukup memadai diambil pada harga tekanan rata-rata
reservoir

Penentuan Cadangan, hal. 33
f. Faktor Perolehan
- Bagian yang paling kontroversial dalam metode volumetrik
- Sangat menentukan besar cadangan
- Fungsi dari berbagai faktor yang saling terkait satu sama lain
sehingga sulit dinyatakan secara eksplisit
- Faktor-faktor yang saling terkait tersebut diantaranya:
- jenis mekanisme pendorongan
- mobility ratio
- keheterogenan sifat batuan
- jumlah dan distribusi sumur
- jadwal produksi tiap sumur
- kemungkinan pelaksanaan teknik perolehan lanjut
- Penentuan faktor perolehan yang paling baik (mungkin)
adalah dengan menggunakan simulator numerik
Penentuan Cadangan, hal. 34
- Penentuan faktor perolehan biasanya didasarkan pada
keberhasilan perolehan di reservoir lain yang mempunyai batuan
dan cekungan sedimen yang sama korelasi
- Korelasi yang populer: Korelasi API/Korelasi Arps:
Sandstone/carbonate dengan solution gas drive:
(%)
E
o , R
=
( )
( )
1741 . 0
a
b
3722 . 0
w
0979 . 0
ob
1611 . 0
ob
w
p
p
S
k
B
S
1
815 . 41
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

|

Sandstone dengan water drive:
(%)
E
o , R
=
( )
( )
2159 . 0
a
i
1903 . 0
w
0770 . 0
oi
wi
0422 . 0
oi
w
p
p
S
k
B
S
1
898 . 54

|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|

|

- Akurasi kedua korelasi diragukan gunakan dengan hati-hati.

Penentuan Cadangan, hal. 35
- Faktor perolehan gas relative lebih sederhana
- Umumnya hanya tergantung pada tekanan kepala sumur minimum
yang dapat ditetapkan
- Sisa cadangan pada setiap tingkat depletion adalah perbedaan
antara cadangan awal dan jumlah produksi kumulatif
- Faktor perolehan adalah fraksi dari initial gas in place yang dapat
diambil:

z
/ p
z
/ p
1
E
i
i
a
a
g , R
=
- Jika terdapat mekanisme pendorongan water drive, saturasi gas
residual, S
gr
, harus diperhitungkan:

z
/ p
z
/ p
S
1
E
i
i
a
a
gr g , R
=
Penentuan Cadangan, hal. 36

Penentuan Cadangan, hal. 37
Metode Volumetrik-Deterministik Menggunakan Harga Rata-rata
Harga rata-rata
hn
, | ,
S
w
,
Bo
(atau
Bg
),
E o , R
(atau
E g , R
) yang dihitung dengan cara seperti dipaparkan di atas untuk masing-masing luas
daerah yang didefinisikan sebagai daerah proven, probable, atau possible, dapat digunakan untuk menghitung cadangan proven, probable, atau
possible dengan memakai persamaan-persamaan yang seperti telah disebutkan di atas, yaitu:
Untuk menghitung cadangan minyak:

N
pa

E
B
)
S
1 ( h A
o , R
o
w
n
|
=
Untuk menghitung cadangan gas:

G
pa E
B
)
S
1 ( h A
g , R
g
w
n
|
=

Metode Volumetrik-Deterministik Menggunakan Equivalent Hydrokarbon Column
Dari harga-harga h
n
, |
w
, dan S
w,w
untuk setiap sumur, hitung ketebalan hipotetis kolom hidrokarbon dengan cara mengurangkan volume batuan
dan air dalam pori (disebut dengan equivalent hydrocarbon column atau EHC), yaitu:
EHC = h
n
|
w
(1 S
w,w
)
Kemudian EHC tiap sumur dipetakan sehingga diperoleh peta iso-EHC untuk selanjutnya volume total hidrokarbon, V
H
, dihitung dengan:

}}
=
A H
dy dx EHC
V

Perhitungan dengan persamaan tersebut dilakukan secara terpisah untuk luas daerah proven, probable, dan possible seperti menghitung V
R
di
atas. Kemudian cadangan untuk minyak dan gas proven, probable, dan possible masing-masing dihitung dengan:
Penentuan Cadangan, hal. 38

N
pa

E
B
V
o , R
o
H
=

G
pa E
B
V
g , R
g
H
=

Penentuan Cadangan, hal. 39
Metode Volumetrik-Probabilistik Menggunakan Simulasi Monte Carlo
Metode probablistik menghilangkan definisi proven, probable, dan possible yang kaku (rigid) dan menggantinya dengan konsep probabilitas.
Dengan cara ini, cadangan diklasifikasikan berdasarkan tingkat probabilitas (kemungkinan) harga yang terhitung. Hal ini ditentukan menurut
kurva distribusi probabilitas untuk tiap parameter dalam persamaan yang digunakan untuk menghitung cadangan. Selanjutnya, pembahasan
tentang hal ini akan disampaikan pada bagian Simulasi Monte Carlo.

Konsep Tekanan Rata-rata
Dalam perhitungan metode volumetrik seringkali diperlukan data tekanan reservoir rata-rata. Tekanan reservoir umumnya diukur melalui sumur.
Masing-masing sumur akan menghasilkan data sendiri-sendiri. Perhatian utama dalam hal ini adalah metode penentuan tekanan rata-rata dari
data sumuran tersebut. Beberapa cara perata-rataan yang umum digunakan adalah:
1. Tekanan ratarata sumuran =
n
p
n
0
i

; n = jumlah sumur, p = tekanan sumuran


2. Tekanan ratarata areal =

n
0
i
n
0
i i
A
A p
; A = luas daerah pengurasan sumur
3. Tekanan ratarata volumetrik =

n
0
i i
n
0
i i i
h A
h A p
; h = ketebalan lapisan pada lokasi sumur

Penentuan Cadangan, hal. 40
Contoh 2: Menghitung tekanan rata-rata
Diketahui data tekanan untuk sumur-sumur pada Region 1 yang menembus suatu formasi batuan suatu reservoir dengan peta lokasi ditunjukkan
oleh gambar berikut. Dengan menggunakan data tersebut hitunglah tekanan rata-rata sumuran, rata-rata areal, dan rata-rata volumetrik untuk
reservoir tersebut.

Penyelesaian:
Dengan data dari masing-masing sumur pada Region 1 yang mempunyai 4 buah sumur yaitu Sumur 1, 2, 3, 4, perhitungan tekanan rata-rata
dapat dilakukan dengan menyiapkan tabel seperti ditunjukkan berikut:

Sumur p
i
A
i
(acres) p
i
A
i
h
i
p
i
A
i
h
i
A
i
h
i

1 2750 160 440,000 20 8,800,000 3200
2 2680 125 335,000 25 8,375,000 3125
-
p
1

Sumur 1
-
p
2

Sumur 2
-
p
3

Sumur 3
-
p
4

Sumur 4
-
p
5

Sumur 5
-
p
6

Sumur 6
-
p
7

Sumur 7
-
p
8

Sumur 8
Region 1
Region 2
Patahan
Region 3
Penentuan Cadangan, hal. 41
3 2840 190 539,600 36 14,029,600 4940
4 2700 145 391,500 31 12,136,500 4495
n = 4 E=10,970 E=620 E=1,706,100 E=43,341,100 E=15,760

Sehingga:
Tekanan rata-rata sumur = 2743
4
970 , 10
= psia
Tekanan rata-rata areal = 2752
620
100 , 706 , 1
= psia
Tekanan rata-rata volumetrik = 2750
760 , 15
100 , 341 , 43
= psia

Unit Recovery (Initial Unit Reserve)
Cadangan yang dihitung dengan menggunakan factor perolehan seperti disebutkan di atas menunjukkan bahwa cadangan tersebut dinyatakan
sebagai fraksi isi awal minyak atau gas di tempat. Cadangan juga dapat dinyatakan sebagai volume minyak atau gas per volume bulk batuan
reservoir. Cara perhitungan ini menggunakan parameter yang disebut dengan unit recovery. Seperti halnya factor perolehan, unit recovery dapat
ditentukan dengan metode analogi, persamaan saturasi residual, korelasi empiris, material balance, atau simulasi reservoir. Sebagai contoh, jika
dipandang unit recovery gas adalah perbedaan antara initial gas in-place dan gas tersisa (remaining gas) pada tekanan abandonment, p
a
, maka
unit recovery dapat dihitung sebagai berikut:
Unit Recovery = 43560 (|) (1 S
wi
)
(
(

B
1
B
1
ga gi
SCF/acre-ft
dimana:
B
gi
= Initial formation volume factor, pada p = p
i

Penentuan Cadangan, hal. 42
B
ga
= Abandonment formation volume factor, pada p = p
a