Anda di halaman 1dari 8

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

I.

Topik dasar interpretasi bentuklahan.

II.

Tujuan 1. Mahasiswa mampu memahami dasar interpretasi foto udara 2. Mahasiswa mampu melakukan interpretasi bentuklahan

III.

Alat dan bahan 1. Foto Udara 2. Plastik Transparansi 3. Spidol OHP 4. Alat tulis 5. Alat hitung

IV.

Dasar teori Bentuklahan dapat dibedakan menjadi: 1. Bentuklahan asal proses volkanik, merupakan bentuklahan sebagai akibat dari tenaga endogen berupa aktivitas magma/volkan.

Bentuklahan asal volkanik secara sederhana dibagi menjadi 2, yaitu bentuk eksplosif dan bentuk effusive, yang membentuk bentanglahan tertentu dengan distribusi di sekitar kepundann dan lereng bahkan sampai kaki lereng. Pola aliran sungai terbentuk sebagai akibat proses geomorfologi yang bekerja di batuan permukaan, sehingga terbentuk pola yang relatif annular sentrifugal dengan anak sungau utama relatif sejajar, kemudian bertemu pada tekuk lereng pertama. Kenampakan pada foto udara: tekstur kasar, semaikin seragam pada ketinggian atau kelas lereng sama, yang semakin ke bawah semakin halus. Rona agak gelap sampai gelap, pola agak teratur dan umumnya kenampakan fisik mempunyai pola yang kontinue, bekas aliranlava cair akan tampak berupa garis-garis aliran disekitar kepundan dan berhenti membentuk blok blok diniding terjal akibat pembenkuan luar

61

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

2. Bentuklahan asal proses fluvial, merupakan hasil dari proses fluvia atau aktivitas aliran air pada sungai yang berupa pengkikisan, pengangkutan, sedimentasi membentuk bentukan deposisional yang berupa bentanglahan dataran alluvial, dataran banjir, tanggul alam, teras sungai, dataran berawa, gosong sungai, dan kipas alluvial. 3. Bentuklahan asal proses marin, merupakan bentuklahan akibat aktivitas gelombang laut. Dataran alluvial pantai merupakan

bentanglahan dataran sebnagai akibat perkembangan pantai yang telah lanjut dan bergeser ke arah darat, yang sekarang telah tertutup oleh material hasil sedimentasi proses fluvio-marine. Gisik merupakan bentanglahanyang masih dipengaruhi oleh pasang terendah dan tertinggi air laut, yang merupakan akumulasi pasir pantai. Rataan pasang surut merupakan suatu dataran pantai yang masih

dipengaruhioleh pasang-surut air laut, dengan material penyusun lempung pasiran. Laguna merupakan morfologi ledokan yang berada di dua beting gisik. 4. Bentuklahan asal proses aeolin, merupakan hasil angin yang bersifat erosif dan akumulatif. Akumulasi seperti terjadi di pantai berpasir sangat dipengaruhi oleh ukuran butir dan materialnya. Bentuk gumuk pasir merupakan contoh bentuklahan yang dibangun oleh aktivitas angin. 5. Bentuklahan asal proses struktural, merupakan bentuklahan yang terjadi karena masih adanya sisa struktur sekunder, seperti patahan, lipatan, dan lain lain. Bentuklahan ini mempunyai karakterisitk terbentukdari tenaga endogen, dan perlapisan batuan sedimen mempunyai ketahanann yang berbeda terhadap erosi. 6. Bentuklahan atas proses denudasional, merupakan bentuklahan hasil dari proses perubahan pada permukaan bumi. Proses yang utama adalah degradasi lahan yang berupa pelapukan yang memproduksi nregolit dan saprolit serta erosi, pengangkutan, dan gerak masa batuan. Proses denudasional sangat dipengaruhi oleh tipe material seperti yang

62

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

mudah lapuk, kemiringan lereng curam, curah hujan, suhu udara, dan aliran yang tidak kontinue. Karakterisitik di foto udara, pada umumnya topografi kasar sampai kasar tergantung tingkat denudasinya, relief agak miring sampai miringm pola tidak teratur, terdapat lembahlembah kering dan kenampaka erosi. Penggunaan lahan erutama tegalan dan kebun campuran. 7. Bentuklahan asal proses solusional, memiliki karakterisitk relied dan drainase yang spesifik karena proses pelarutan pada batuan yang mudah larut seperti batu gamping. Bentuklahan yang berkembang pada satuan ini sangat dipengaruhi oleh karakterisitik litologi dan kondisi iklimnya. Pada foto udara terlihat bertopografi kasar, banyak bulatan yang merupakan kubah sisa pelarutan dengan pola teratur. Aliran sungai terpootong menghilang akibat masuk dalam ponors infiltrasi menuju sungai bawah tanah. Rona cerah, banyak bercak kehitaman, dn vegetasi jarang. Berikut ini merupakan tabel tentang penggunaan simbol dalam pemetaan geomorfologi khususnya identifikasi bentuklahan. No Kode Nama bentuklahan

Bentukan asal Marine (M) warna dasar biru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 M1 M2 M3 M4 M5 M6 M7 M8 M9 M10 Rataan abrasi gelombang laut Zona tebing pantaim curam berbatu Zona gisik pantai Gugusan beting pantai, gumuk pantai Ledokan antar beting gisik Gumuk pasir akktif Gumuk pasit tidak aktif Rataan lumpur pasang surut tidak bervegetasi Rataan pasang surut bervegetasi Dataran luival pantai terendah untuk tambak

63

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

No 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Kode M11 M12 M13 M14 M15 M16 M17 M18 M19

Nama bentuklahan Dataran aluvial pantai terendah untuk sawah Teras marin abrasi/teras marin pengangkatan Teras marin/rataan marin terangkat Karang atol karang Rataan karang Karang terangkat Terumbu karang dengan rataan pasir koral laguna Bentukan asal fluvial (F) warna dasar hijau

20 21 22

F1 F2 F3

Dasar sungai Danau, rawa, rawa belakang, sungai yang ditinggalkan Dataran banjir, dataran banjir musiman/rawa belakang bekas alur sungai

23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

F4 F5 F6 F7 F8 F9 F10 F11 F12 F13

Cekung fluvial/rawa belakang atau dasar danau tua Tanggul fluvial, gugusan aluvial Teras fluvial Kipas aluvial aktif Kipas aluvial tidak aktif Deta, tanggul alam dan gugusan delta kecil kecil Rawa belakang delta fluvial Pantai delta Aluvial aktif Aluvial tua (tidak aktif)

Bentukan asal denudasional (D) warna dasar orange 33 34 35 36 D1 D2 D3 D4 Perbukitan terkikis dan tererosi ringan Perbukitan terkikis dengan erosi sedang-berat Perbukiitan dan pegunungan terkikis Bukit sisa terisolasi

64

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

No 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47

Kode D5 D6 D7 D8 D9 D10 D11 D12 D13 D14 D15 dataran

Nama bentuklahan

Dataran terangkat/plato Kaki lereng pedimen Zona singkapan/.lereng terjal Kipas aluvial dan rombakan kaki lereng Daerah dengan gerakan masa tanah cukup berat Sisi lembah curam Punggung bukit Dasar lembah Lahan rusak

Bentukan asal struktural (S) warna dasar merah magenta 48 49 S1 S2 Dataran struktur berombak-bergelombang Perbukiitan bergelombang 50 51 S3 S4 Dataran bergelombang-berbukit Gugusan pegunungan memanjang diselingi lembah lembah 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 Mesa/dataran tinggi struktural Cuesta/lereng monoklinal miring-landai Lereng belakang dan bentukan setrika Teras struktural denudasional Gugusan perbukitan sinklinal dan antiklinal Lembah/depresi sinklinal Kubah/bukit sisa Dike Bidang patahan dan garis patahan Lembah patahan Bahu patahan dan alur memanjang, berombak-

65

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

No

Kode

Nama bentuklahan

Bentukan asal volkanik (V) warna dasar merah darah 63 64 65 66 V1 V2 V3 V4 Kawasan letusan,maars/kawah gunugapi Kerucut volkanik tertoreh sedang Kerucut volkanik tertoreh berat Lereng tengah atas kerucut volkanik, agak tertorehtertoreh sedang 67 68 V5 V6 Lereng tengan atas kerucut volkanik, tertoreh berat Lereng bawah volkanik volkanik atas 69 V7 Lereng bawah volkanik tertoreh berat/kaki lereng atas fluvio volkanik 70 71 V8 V9 Dataran fluvio volkanik bawah Fluvio volkanik paling bawah, dataran antara gunung api luas 72 73 74 75 76 V10 V11 V12 V13 V14 Ladang sofatar/fumarol Padang lava/aliran lava, dataran tinggi/titik erupsi lava Padang abu volkanik, padang lapili/dataran Planasi Bukit volkanik terkikis (volkanik terkikis dan bingkai kaldera) 77 V15 Rangka volkanik agak tertoreh/kaki fluvio

Bentukan asal karst (K) warna dasar kuning 78 79 K1 K2 Dataran tinggi karst Lereng dan perbukitan karst-denudasional berbatuan gamping keras 80 K3 Lereng dan perbukitan karst- denudasional berbatuan gamping napalan 81 82 K4 K5 Labirin atau zone karst berbentuk bintang Zone karst membulat

66

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

No 83

Kode K6

Nama bentuklahan Bukit karst berbentuk cerobong, sisa batuan gamping terisolasi

84 85 86 87 88 89

K7 K8 K9 K10 K11 K12

Dataran aluvial karst Batas karst/dataran marginal Uvala besar Polye Lembah-lembah kering Lembah runtuhan/lembah karst

V.

Langkah Kerja 1. Persiapkan sepasang foto udara 2. Persiapkan transparansi 3. Catat informasi tepi yang ada 4. Hitung skala foto udara 5. Tentukan arah orientasi utaran relatif 6. Tentukan titik tengah foto udara 7. Interpretasi bentuklahan dengan memperhatikan tahapan interpretasi foto udara. 8. Susunlah dalam sebuah tabel hasil interpretasi

67

Petunjuk Praktikum Geologi Dasar, Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial - Universitas Negeri Malang

Rona No

Tekstur

Bentuk dan pola

Morfologi (ukuran, letak, dan situasi)

Karakteris tik batuan/ma terial permukaa n

Proses aktual dan lampau

Bentuklahan

Bentuk Pola dan pola aliran/drai struktur nase 1 2 3 4 5

Kode

Nama

VI.

Tugas 1. Berilah argumentasi tertulis terkait dengan konvergensi bukti yang anda tulis 2. Sebagai bahan latihan identifkasi foto udara dibawah ini dan buatlah tabel seperti tersebut diatas 3. Tuliskan dalam sebuah laporan praktikum dengan sistematika yang telah disepakati

56