Anda di halaman 1dari 17

1

RESUME ADMINISTRASI
PEMERINTAHAN DESA DI
INDONESIA
DOSEN:
PROF. DR.DRS. H. KHASAN EFFENDY, M.PD

OLEH:
MADYA PRAJA
MUHAMMAD GHASSAN GHAZIAN
23.0734
D5

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI


JATINANGOR

2014
Makalah
1.Latar Belakang
Menurut R.Bintarto desa merupakan perwujudan geografis yang ditimbulkan
oleh unsur-unsur fisiografis, sosial, ekonomis politik, kultural setempat dalam
hubungan

dan

pengaruh

timbal

balik

dengan

daerah

lain.

Sedangkan

Kartohadikusumo yang mengatakan bahwa desa merupakan kesatuan hukum tempat


tinggal suatu masyarakat yang berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri
merupakan pemerintahan terendah di bawah camat.
Sejauh ini administrasi pemerintahan desa telah terselenggara cukup lama,
namun hal ini masih kurang tertib administrasi serta terdapat banyak kekurangan
dalam kinerjanya. Hal ini dapat dilihat seperti dalam pengurusan Kartu Tanda
Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat pengantar dan lain sebagainya yang
melibatkan peran pemerintah desa. Selama ini, masyarakat menganggap bahwa
administrasi hanya dihubungkan dengan Tata Usaha dan Keuangan, namun
sebenarnya administrasi tidak hanya mencakup mengenai hal itu saja melainkan
segala hal yang berkaitan dengan proses dan kegiatan pembangunan desa.
Administrasi desa dianggap penting karena merupakan suatu keharusan bagi
pemerintah desa untuk mengetahui pelayanan administrasi yang ada di desa, karena
masih terdapat banyak permasalahan di desa yang berkaitan dengan administrasi desa
yang dilakukan untuk memeberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.
2. Pembahasan
2.1 Sistem Administrasi Masyarakat di Tingkat Desa
Syafiie (1997) mengemukakan bahwa desa merupakan suatu wilayah yang
ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat, termasuk di
dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan
langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri
dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perkembangan
perkotaan, beberapa wilayah desa yang berada di perkotaan dijadikan kelurahan,
kepala kelurahan tidak dipilih, tidak dapat secara otonom membuat keputusan sendiri,
tidak dapat menetapkan Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Desa
(APPKD) sendiri, sehingga tidak perlu dibentuk Lembaga Musyawarah Desa (LMD).
Lurah sebagai kepala kelurahan diangkat diangkat secara vertikal sebagai
kepala wilayah dalam waktu yang tidak ditentukan, tetapi tetap sebagai
penyelenggara

dan

penanggung

jawab

pemerintahan,

pembangunan,

dan

kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing. Keberadaannya diambil dari pegawai

negeri yang diangkat bupati/walikota madya ataupun walikota administratif. Dengan


demikian kelurahan dapat didefinisikan sebagai suatu wilayah yang ditempati oleh
sejumlah penduduk, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di
bawah camat, tetapi tidak berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri.
Untuk membantu kepala desa dalam menjalankan hak, wewenang, dan
kewajiban selaku pimpinan pemerintahan desa, maka dibentuklah Sekretariat Desa
selaku unsur staf, dikepalai sekretaris desa yang membawahi kepala-kepala urusan
seperti:
1.) Kepala Urusan Administratif (TU).
2.) Kepala Urusan Keamanan.
3.) Kepala Urusan Ekonomi.
4.) Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat.
5.) Kepala Urusan Keuangan.
Apabila kepala desa berhalangan maka sekretaris desa menjalankan tugas dan
wewenang sehari-hari kepala desa. Sistem administrasi masyarakat di tingkat desa di
Indonesia sudah memiliki tata struktur yang baik dari mulai adanya kepala desa
sampai staf-staf pembantu kepala desa. Hampir di seluruh desa dalam wilayah
Indonesia menerapkan sistem pemerintahan desa yang sama antara wilayah yang satu
dengan wilayah yang lain, dan antara desa yang satu dengan desa yang lain, sehingga
tatanan pemerintahan di tingkat desa bisa berjalan dengan baik dan tersistem.
2.2 Hak, Wewenang, dan Kewajiban Perangkat Desa
Perangkat desa merupakan seperangkat warga desa yang bekerja di balai desa.
Ada berbagai macam jabatan di dalam perangkat desa yaitu; kepala desa, sekretaris
desa, bendahara desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), ketua RT/RW, dan
sebagainya.
1. Kepala Desa
Hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa dibagi dua jenis golongan besar
yaitu hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang penyelenggaraan rumah
tangga desa dan hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang tugas
pembantuan.
A. Hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang penyelenggaraan rumah
tangga desa meliputi yaitu:
1. Bidang pemerintahan
a. Menetapkan keputusan desa bersama LMD.
b. Menetapkan keputusan kepala desa.
c. Membina LMD.
d. Melaksanakan Anggaran Penerimaan dan Pengeluaran Keuangan Desa (APPKD).
e. Mengusulkan calon sekretaris desa.
f. Mengusulkan calon kepala urusan.

g. Membina perangkat desa.


h. Menyelenggarakan rapat-rapat desa.
i. Mengendalikan jumlah penduduk desa.
j. Melayani tamu desa (pemerintah dan masyarakat).
k. Membina RT dan RK.
l. Pertanggung jawaban terhadap LMD.
m. Mendata kekayaan desa.
n. Mengawasi pertanahan desa (perkuburan, mutasi).
o. Berkonsultasi dengan bidangnya mengenai hal-hal teknis yang menyangkut
pembangunan dan pengembangan desa.
2. Bidang pembangunan
a. Memelihara pekerjaan umum desa, misalnya:
- Jalan
- Jembatan
- Kegotongroyongan
- Pasar
- Air bersih
- Rumah ibadah dan lain-lain.
b. Peningkatan tahap desa.
c. Pembinaan rumah jompo dan yatim piatu.
d. Membina partisipasi pembangunan LMD.
e. Mebina kerukunan beragama.
f. Peningkatan kecerdasan warga desa.
g. Membina pengembangan berbagai kegiatan, misalnya:
- Pramuka
- Karang taruna
- PKK
- Majelis taklim dan lain-lain.
h. Membina potensi ekonomi desa.
i. Membina perkoperasian.
j. Memonitor perkembangan harga.
k. Menjaga kelancaran hasil produksi.
l. Memanfaatkan sumber daya alam.
m. Melestarikan lingkungan hidup serasi.
n. Meningkatkan keterampilan warga desa, misalnya:
- Kelompok Tani
- Mitra Cai
- Kelompok Pendengar
- Perindustrian dan lain-lain.

o. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


B. Hak, wewenang, dan kewajiban kepala desa di bidang tugas pembantuan meliputi
yaitu:
1. Bidang Pembantuan Program Pemerintah Pusat
a. Pelaksanaan KB.
b. Pelaksanaan Bimas.
c. Pelaksanaan inpres SD dan madrasah.
d. Pelaksanaan kesehatan.
e. Pelaksanaan santunan fakir miskin.
f. Pelaksanaan koperasi.
g. Pelaksanaan Koran Masuk Desa.
h. Pelaksanaan penghijauan.
i. Pelaksanaan Inpres bantuan desa.
j. Pelaksanaan bantuan presiden.
k. Pelaksanaan MTQ.
l. Pelaksanaan wajib belajar.
m. Pelaksanaan transmigrasi.
n. Pelaksanaan padat karya.
o. Pelaksanaan pembinaan generasi muda.
p. Pelaksanaan pembinaan peranan wanita.
q. Pelaksanaan permukiman kembali.
2. Membina persatuan, kesatuan, dan kerukunan bangsa, misalnya kerukunan umat
beragama, meliputi:
a. Umat beragama dengan pemerintah.
b. Antar umat beragama (Islam, Kristen, Budha, Hindu).
c. Sesama umat beragama dalam satu aqidah.
Untuk memperlancar jalannya pemerintahan desa dalam setiap desa
dibentuklah dusun yang dikepalai oleh kepala dusun sesuai dengan pedoman yang
ditetapkan Menteri Dalam Negeri. Jadi, kepala dusun adalah unsure pelaksana tugas
kepala desa dengan wilayah kerja tertentu. Sedangkan dalam wilayah kelurahan
dibentuk lingkungan yang dikepalai oleh kepala lingkungan sebagai unsur pelaksana
tugas kepala kelurahan (lurah) dengan wilayah kerja tertentu pula.
2. Sekretaris Desa
Sekretaris desa bertugas membantu kepala desa di bidang pembinaan
administrasi dan memberikan pelayanan teknis administrasi kepala seluruh perangkat
desa. Pada umumnya, tugas sekretaris desa adalah menulis surat dan mengatur dan
menyimpan dokumen penting dari surat yang dikeluarkan oleh kelurahan dan surat
yang diterima kelurahan atas persetujuan kepala desa. Sekretaris desa selalu
menggantikan posisi kepala desa secara sementara apabila kepala desa sedang ada

tugas keluar kota atau tuntutan yang lain yang mengharuskan kepala desa tidak
berada di tempat (kelurahan), sehingga kapan saja warga desa membutuhkan surat
atau keterangan apapun dari desa atau kelurahan setempat, bisa secara langsung
ditangani oleh sekretaris desa. Hal itu dapat disimpulkan bahwa dengan adanya
sekretaris desa, maka jalannya perangkat desa tetap berjalan dengan lancar walaupun
kepala desa sedang tidak ada ditempat (balai desa).
3. Bendahara desa
Bendahara desa diarahkan pada upaya mewujudkan pengelolaan keuangan
desa yang tertib dan dapat dipertanggungjawabkan serta mengacu pada Pedoman
Administrasi Keuangan Desa. Tugas dan wewenang bendahara desa yaitu:
a.) Memimpin dan menyelenggarakan kegiatan pengelolaan keuangan desa yang
meliputi penerimaan, pengeluaran dan pembukuan
b.) Mengeluarkan uang atas persetujuan Kepala Desa
c.) Membagi tugas diantaraa wakil bendahara dan anggota pengurus bendahara
lainnya.
d.) Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas yang dilakukan oleh wakil bendahara
e.) Memberikan saran dan pertimbangan yang dipandang perlu kepada ketua/ wakil
ketua baik diminta maupun tidak diminta
f.) Menyiapkan bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran yang sah sesuai dengan
ketentuan ysng berlaku. Untuk diverifikasi satu kali dalam satu tahun atau sewaktuwaktu diperlukan.
4. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan
demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD adalah wakil
dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah. BPD
mempunyai tugas dan wewenang yaitu:
a.) Membahas rancangan Peraturan Desa bersama Kepala Desa
b.) Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Desa dan Peraturan
Kepala Desa
c.) Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Desa
d.) Membentuk panitia pemilihan Kepala Desa
e.) Menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi
masyarakat
f.) Member persetujuan pemberhentian/ pemberhentian sementara perangkat desa
g.) Menyusun tata tertib BDP
BPD juga mempunyai hak yaitu:
a.) Meminta keterangan kepada Pemerintah Desa
b.) Menyatakan pendapat

Sedangkan anggota BPD mempunyai hak yaitu:


a.) Mengajukan rancangan Peraturan Desa
b.) Mengajukan pertanyaan
c.) Menyampaikan usul dan pendapat
d.) Memilih dan dipilih
e.) Memperoleh tunjangan
5. Ketua RT dan RW
RT/RW mempunyai tugas membantu pemerintah desa dan lurah dalam
penyelenggaraan urusan Pemerintah. RT/RW dalam melaksanakan tugasnya
mempunyai fungsi yaitu:
a.) Pendataan kependudukan dan pelayanan administrasi pemerintahan lainnya
b.) Pemeliharaan keamanan, ketertiban dan kerukunan hidup antar warga
c.) Pembuatan gagasan dalam pelaksanaan pembangunan dengan mengembangkan
aspirasi dan swadaya murni masyarakat
d.) Penggerak swadaya gotomg royong dan partisipasi rakyat masyarakat di wilayah
lainnya.
2.2 Sumber Keuangan Desa
Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan terlaksana secara optimal
apabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumbersumber penerimaan yang cukup kepada daerah, dengan mengacu kepada UndangUndang yang mengatur Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintahan Daerah, dimana besarnya disesuaikan dan diselaraskan dengan
pembagian kewenangan antara Pemerintah dan Daerah. Semua sumber keuangan
yang melekat pada setiap urusan pemerintah yang diserahkan kepada daerah menjadi
sumber keuangan daerah.
Daerah diberikan hak untuk mendapatkan sumber keuangan yang antara lain
berupa kepastian tersedianya pendanaan dari Pemerintah sesuai dengan urusan
pemerintah yang diserahkan. Kewenangan memungut dan mendayagunakan pajak
dan retribusi daerah dan hak untuk mendapatkan bagi hasil dari sumber-sumber daya
nasional yang berada di daerah dan dana perimbangan lainnya. Hak untuk mengelola
kekayaan daerah dan mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah serta
sumber-sumber pembiayaan.
Dengan pengaturan tersebut, dalam hal ini pada dasarnya pemerintah
menerapkan prinsip uang mengikuti fungsi. Di dalam Undang-Undang yang
mengatur Keuangan Negara, terdapat penegasan di bidang pengelolaan keuangan,
yaitu bahwa kekuasaan pengelolaan keuangan negara adalah sebagai bagian dari
kekuasaan pemerintahan, dan kekuasaan pengelolaan keuangan negara dari presiden

sebagian diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepala pemerintah


daerah untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintah daerah dalam
kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan.
Ketentuan tersebut berimplikasi pada pengaturan pengelolaan keuangan
daerah, yaitu bahwa Kepala daerah (gubernur/bupati/walikota) adalah pemegang
kekuasaan pengelolaan keuangan daerah dan bertanggungjawab atas pengelolaan
keuangan daerah sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan daerah. Dalam
melaksanakan kekuasaannya, kepala daerah melimpahkan sebagian atau seluruh
kekuasaan keuangan daerah kepada para pejabat perangkat daerah. Dengan demikian
pengaturan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah melekat dan
menjadi satu dengan pengaturan pemerintahan daerah, yaitu dalam Undang-Undang
mengenai pemerintahan daerah.
Sumber pendapatan desa antara lain:
1.) Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang meliputi:
(a) hasil pajak daerah;
(b) hasil retribusi daerah;
(c) hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan
(d) lain-lain PAD yang sah.
2.) Dana perimbangan yang meliputi: Dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana
alokasi khusus
3.) Hibah dan sumbangan dari pihak ke tiga yang tidak mengikat. APB Desa terdiri
atas bagian pendapatan desa, belanja desa dan pembiayaan. Rancangan APB Desa
dibahas dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa. Kepala desa bersama
BPD menetapkan APB Desa setiap tahun dengan peraturan desa.
4.) Bantuan keuangan dari pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah
kabupaten/kota dalam rangka pelaksanaan urusan pemerintahan.
Pemerintah daerah dapat melakukan pinjaman yang berasal dari penerusan
pinjaman hutang luar negeri dari Menteri Keuangan atas nama Pemerintah pusat
setelah memperoleh pertimbangan Menteri Dalam Negeri. Pemerintah daerah dapat
melakukan penyertaan modal pada suatu Badan Usaha Milik Pemerintah dan/atau
milik swasta. Pemerintah daerah dapat memiliki BUMD yang pembentukan,
penggabungan, pelepasan kepemilikan, dan/atau pembubarannya ditetapkan dengan
Perda yang berpedoman pada peraturan perundangundangan. Anggaran pendapatan
dan belanja daerah (APBD) adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan daerah
yang ditetapkan dengan peraturan daerah. APBD merupakan dasar pengelolaan
keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahun anggaran terhitung mulai 1 Januari
sampai dengan tanggal 31 Desember. Kepala daerah mengajukan rancangan Perda
tentang APBD disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada
DPRD untuk memperoleh persetujuan bersama.

1. Kesimpulan
(1) Sistem administrasi masyarakat di tingkat desa di Indonesia sudah memiliki tata
struktur yang baik dari mulai adanya kepala desa sampai staff-staff pembantu kepala
desa. Hampir di seluruh desa dalam wilayah Indonesia menerapkan sistem
pemerintahan desa yang sama antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain,
dan antara desa yang satu dengan desa yang lain, sehingga tatanan pemerintahan di
tingkat desa bisa berjalan dengan baik dan tersistem.
(2) Hak, wewenang, dan kewajiban dari perangkat desa sudah dibagi sedemikian rupa
sesuai dengan kedudukan jabatan masing-masing agar pelaksanaan tatanan
administrasi di tingkat desa berjalan dengan baik, tertata, dan tidak menyimpang dari
hukum yang berlaku.
(3) Sumber keuangan desa tidak hanya didapat dari iuran warga desa setempat
melainkan sumber keuangan desa juga mendapat sumbangan dari Pendapatan Asli
Daerah (PAD), dana perimbangan, dana hibah, bantuan keuangan dari pemerintah,
dan lain-lain.
2. Saran
(1) Untuk kepala desa
Bagi kepala desa disarankan untuk menjadi pemimpin yang baik (tidak
menyalahgunakan jabatan) dan dapat mengayomi bawahannya serta ikut berperan
aktif dalam pembangunan desa demi terwujudnya kemajuan desa.
(2) Untuk sekretaris desa
Bagi sekretaris desa disarankan untuk menjadi sekretaris yang jujur, dan tidak
memanfaatkan jabatannya ketika kepala desa sedang tidak ditempat.
(3) Untuk bendahara desa
Bagi bendahara desa disarankan untuk menjadi bendahara yang adil dalam
mengatur keuangan dan tidak menyalahgunakan pembuatan laporan dengan unsurunsur Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN).
(4) Untuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD)
Bagi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) disarankan untuk tidak membedabedakan lapisan elemen masyarakat sehingga, dituntut adil dalam member pelayanan
kepada warga desa setempat.
(5) Untuk ketua RT dan RW
Bagi ketua RT dan RW disarankan agar bisa mengatur warga desanya dengan
baik dalam hal kegiatan desa sehingga diharapkan untuk mengaktifkan kembalai
adanya karang taruna.
(6) Untuk warga desa
Bagi warga desa disarankan untuk kiat berpartisipasi dalam setiap kegiatan
yang ada di desa dan senantiasa ikut serta dalam memelihara keamanan dan
menciptakan kerukunan antar warga.

10

Definisi, Tujuan, Sasaran Dan Peranan Mahasiswa


1. Definisi Kuliah Kerja Nyata
Kuliah kerja Nyata adalah salah satu bentuk pengintregasian kegiatan antara
pengabdian pada masyarakat dengan pendidikan dan penelitian yang dilaksanakan
terutama oleh mahasiswa di daerah-daerah atau pedesaan dalam jangka waktu
tertentu.
2. Tujuan Kuliah Kerja Nyata
Secara umum Kuliah Kerja Nyata mempunyai empat tujuan yaitu:
a. Agar mahasiswa mendapat pengalaman secara langsung dari masyarakat
sekaligus merumuskan dan berusaha mencari alternatif pemecahan masalah yang
ada.
b. Mahasiswa dapat menggerakkan (motivator) dan memberikan sumbangan
pemikiran langsung kepada masyarakat berdasarkan ilmu pengetahuan, teknologi
dan seni yang dimiliki.
c. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi, masyarakat, Pemerintah
Daerah dan Instansi teknis dalam usaha untuk mengentaskan permasalahan yang
berkaitan dengan krisis ekonomi saat ini.
d. Merealisasikan pengetahuan teoritis mahasiswa dan pelaksanaan secara langsung
di masyarakat.
e. Pendayagunaan teknologi tepat guna dalam menunjang pembangunan masyarakat
desa.
f. Peningkatan sumber daya manusia yang ada di pedesaan dan pengentasan
masalah sosial ekonomiyang ada di masyarakat.
3. Sasaran Kuliah Kerja Nyata
Baik kelompok mahasiswa, perguruan tinggi, maupun masyarakat/pemerintah daerah
memperoleh kemanfaatan dengan adanya Kuliah Kerja Nyata, adalah sebagai berikut:
a. Tahapan Mahasiswa
1) Memperoleh

pengertian

terhadap

cara

berfikir

dan

bekerja

secara

interdisipliner, sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan,kaitan dan


kerja antar sektor.
2) Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan ilmu,
teknologi dan seni yang dipelajarinya bagi pelaksanaan pembangunan.
3) Memperdalam penghayatan dan pengertian mahasiswa terhadap kesulitan
yang dihadapi oleh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.
4) Membina mahasiswa menjadi motivator, dinamisator, dan problem solver.

11

b. Masyarakat dan Pemerintah Daerah


1) Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, ilmu, teknologi dan seni dalam
merencanakan dan melaksanakan pembangunan.
2) Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan potensi
swadaya masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
3) Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat
sehingga terjamin kelanjutan upaya pembangunan.
4) Memanfaatkan bantuan tenaga mahasiswa untuk melaksanakan program dan
proyek pembangunan yangberada dibawah tanggung jawabnya.
c. Terhadap Perguruan Tinggi
1) Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa dengan
proses pembangunan ditengah-tengah masyarakat, sehingga kurikulum, materi
perkuliahan dan pengembangan ilmu yang diasuh oleh perguruan tinggi dapat
lebih disesuaikan dengan tuntutan nyata dari pembangunan.
2) Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai
contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan menemukan berbagai
masalah untuk pengembangan penelitian.
3) Meningkatkan memperluas dan mempercepat kerja sama pemerintah daerah.
4. Peranan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata di Desa
Pada dasarnya pembangunan di desa merupakan bagian intregal dari
pembangunan nasional, dan tujuan pembangunan desa identik dengan tujuan
pembangunan nasional. Dalam kenyataannya, program pembangunan di desa
berdasar padapembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Daerah.
Seperti telah diketahui bersama bahwa maksud diselenggarakannya Kuliah Kerja
Nyata adalah agar mahasiswa peserta Kuliah akerja Nyata dapat ikut serta membantu
dalam melaksanakan program pembangunan di desa. Masalahnya adalah apa saja
peran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata agar masyarakat desa dapat bertindak selaku
subyek pembangunan dalam era otonomi daerah yang sedang berjalan.
Untuk menjawab pertanyaan itu, berikut ini disampaikan peranan mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata di desa yaitu:
a. Motivator
Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata harus dapat menggairahkan masyarakat agar
masyarakat terdorong untuk maju dalam pembangunan desanya. Masyarakat yang
semula hanya sebagai penonton pembangunan harus digerakkan untuk ikut serta
dalam kegiatan pembangunan secara aktif. Motivasi masyarakat bisa dilakukan
dengan jalan memberikan penyuluhan ,menunjukkan , memberikan contoh, serta
memberi umpan, memberi tanggung jawab dsb.
b. Problem Solver

12

Mahasiswa sebagai insan pelajar yang terbiasa bekerja secara ilmiah, diharapkan
mampu mengajak masyarakat untuk memecahkan masalah pembangunan yang
dihadapinya. Yang harus mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari Mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata adalah bahwa segala pmecahanmasalah yang ditawarkan
hendaknya diusahakan seolah-olah datang dari masyarakat itu sendiri. Kesan
mengurai dan menjadi dewa penyelamat harus dihindarkan.
c. Katalisator
Mahasiswa kuliah kerja Nyata sebagai katalisator berarti mahasiswa berperan sebagai
penghubung antara masyarakat desa dengan pihak luar.
d. Indikator
Keterbatasan masyarakat desa pada umumnya terjebak ke dalam pola dan cara
tradisional yang mereka warisi secara turun temurun, meski pola dan cara-cara itu
sudah kurang efektif dan efisien, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata harus dapat
memperkenalkan cara-cara baru yang lebih baik.
e. Pengkaderan
Kurangnya

tenaga

trampil

di pedesaan

menyebabkan

pembangunan

yang

dilaksanakan, hanya berlangsung sementara. Agar pembangunan dapat berjalan terus


baik ketika ada Kuliah Kerja Nyata mauun setelah Kuliah Kerja Nyata berakhir, maka
mahasiswa hendaknya membentuk kader-kader pembangunan di desa Kuliah Kerja
Nyata.
f. Bukan Kuli Kontrak
Cukup banyak bidang pembangunan yang dapat dikerjakan oleh Mahasiswa Kuliah
Kerja Nyata. Penanganan semua program pembangunan secara prakmatis dan
interdisipliner tidak akan berhasil dengan baik, jika seluruhnya dikerjakan sendiri olh
mahasiswa. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata bukan kuli kontrak didesa, yang
mengerjakan sendiri programnya. Namun juga disadari bahwa mahasiswa bukan
mandor pembangunan. Didesa mahasiswa harus pandai-pandai memberi contoh dan
mendayagunakan sumber daya manusia yang ada.
g. Pendekatan Sosial
Pendekatan sosial merupakan proses komunikasi sosial, yang bertujuan untuk
menyebar luaskan pengertian, maksud dan tujuan Kuliah Kerja Nyata, sehingga dapat
terbina kerja sama yang aktif dari semua pihak dalam mensukseskan Kuliah Kerja
Nyata, dengan sasaran pendekatan meliputi:
1) Semua aparat pemerintah daerah yang ada.
2) Kepala desa dan perangkat desa.
3) Generasi muda/ organisasi kepemudaan
4) Para pemimpin formal dan informal
5) Masyarakat desa itu sendiri.

13

A. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)


Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan
yang memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup ditengahtengah masyarakat di luar kampus. Sekaligus sebagai proses pembelajaran serta
mengabdi kepada masyarakat yang sedang membangun dan secara langsung
mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang sedang
dihadapi. KKN dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan misi
dan bobot pendidikan pada mahasiswa untuk mendapat nilai tambah yang lebih besar
pada pendidikan tinggi. KKN dilaksanakan dimasyarakat diluar kampus dengan
maksud meningkatakan relevansi pendidikan tinggi dengan perkembangan dan
kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan. Teknologi agama serta seni untuk
melaksanakan pembangunan yang makin meningkat serta meningkatkan persepsi
mahasiswa tentang relevansi antara landasan teori yang diperoleh dibangku
perkuliahan untuk diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat secara nyata. Bagi
mahasiswa kegiatan KKN merupakan pengalaman belajar baru yang tidak diperoleh
didalam kampus. Dengan selesainya KKN mahasiswa memiliki pengetahuan,
kemampuan dan kesadaran baru tentang bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Secara sosiologis dalam kemandirian manusia bahwa interaksi sosial adalah
kebutuhan yang paling mendasar dalam menjalankan proses hidupnya. Interaksi
sosial ini terbangun sebagai konsekuensi logis dari kesadaran manusia bahwa
kebutuhan pada sisisisi tertentu kemanusiannya tidak dapat tercapai tanpa interaksi
dengan sesamanya. Artinya manusiapun harus cerdas untuk menemukan model
komunikasi yang mampu menjawab segala kebutuhankebutuhan tersebut tanpa ada
diskriminasi atau dengan kata lain komunikasi yang terbangun harus mampu
mengakomodir semua kepentingan, menyatukan dan mensinergiskan gerakan segala
elemen masyarakat dalam struktur sosial yang sangat kompleks.
Pendidikan tinggi merupakan benteng terakhir dalam menghadapi segala
goncangan dan problematika kebangsaan. Pendidikan tinggi harus mampu berperan
sebagai produsen pengetahuan, laboratorium pengujian kebenaran, menjaga aset
pengetahuan, mampu mendiagnosa penyakit dan prolematika kebangsaan serta
menformulasi resep alternatif yang solutif terhadap penyakit dan problematika
tersebut, secara aktif dan kreatif menyusun metodologi yang proporsional dan
profesional untuk mengaplikasikan segala gagasan dalam bentuk tindakan yang riil di
masyarakat. Secara umum konsep operasional itu tertuang dalam Tri Dharma
Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah salah satu bentuk mengejawantahan tri dharma
perguruan tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat karena mahasiswa diberi
kesempatan secara langsung bersentuhan dengan masyarakat untuk mengaplikasikan
segala bentuk pengetahuan yang telah diperoleh di perguruan tinggi sekaligus Kuliah

14

Kerja Nyata adalah ruang pembelajaran yang baru bagi mahasiswa untuk
pengembangan dirinya.
B. Dasar Hukum
Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang lahir dalam proses pembangunan, pada
hakekatnya adalah pelaksanaan dari Falsafah Pendidikan yang berlandaskan Undangundang Dasar 1945. Disamping itu, Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini juga
berdasarkan kepada perundanganperundangan dan peraturan lainya, yaitu : Kuliah
Kerja Nyata (KKN) pada hakekatnya adalah pelaksanaan dan merupakan falsafah
pendidikan yang berlandaskan pada UUD 1945 dan UU No. 22 tahun 1961 dalam
rangka pengamalan Tri Dharma perguruan tinggi.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bagian integrasi dikurikulum
pendidikan tinggi yang penerapannya berdasarkan amanat Presiden Republik
Indonesia yang menganjurkan dan mendorong setiap mahasiswa untuk bekerja
membentuk mayarakat, memecahkan persoalan pembangunan sebagai bagian dari
kurikulumnya Ketetapan MPR No. 11/MPR/1973 tanggal 22 maret 1973 yaitu
tentang Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang memuat persoalan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta pembinaan generasi muda. Ketetapan MPR No.
11/MPR/1983 bahwa pendidikan dikembangkan peranannya yang antara lain
diarahkan untuk mendidik mahasiswa agar menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi berjiwa penuh pengabdian serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap
masa depan Bangsa dan Negara. Amanat Presiden Republik Indonesia tanggal 15
Februari

1975

Pernyataan

Menteri

Pendidikan

dan

Kebudayaan

didalam

kebijaksanaan dasar pengembangan pendidikan tinggi tanggal 17 februari 1975 yang


isinya antara lain pendidikan tinggi harus menjadi penghubung antara lain
pengetahuan, teknologi dan kebudayaan dengan masyarakat. Panduan pelaksanaan
peneltian dan pengabdian kepada masyarakat.
C. Maksud Dan Tujuan KKN
Adapun Maksud dan Tujuan dari Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
adalah sebagai berikut :
1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi
2. Sebagai implementasi dari Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu
Pendidikan & Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat.
3. Memberikan pengalaman belajar bagi Mahasiswa tentang pembangunan
masyarakat dan pengalaman kerja nyata pembangunan.
4. Menjadikan lebih dewasanya kepribadian Mahasiswa dan bertambah luasnya
wawasan Mahasiswa.
5. Memacu pembangunan masyarakat dengan menumbuhkan motivasi kekuatan
sendiri.

15

6.Mendekatkan Perguruan Tinggi kepada masyarakat, Menjalin relevansi Perguruan


Tinggi dengan kebutuhan masyarakat
D. Sasaran KKN Kuliah Kerja Nyata (KKN)
yaitu :
a. Bagi Mahasiswa
1) Memberikan Pengalaman langsung untuk memberikan konsep-konsep ilmu
pengetahuan yang telah diperoleh
2) Menemukan dan menerapkan konsep ilmiah yang telah dimilikinya secara
komprehensif.
3) Melibatkan diri secara langsung dalam proses pembangunan manusia.
4) Menjalin kerjasama dengan pihak-pihak yang terkait secara serasi, selaras dan
sejalan.
b. Bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah
1) Membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam pelaksaaan pembangunan
terutama dalam bidang Pendidikan, Persekolahan, dan Pendidikan luar sekolah.
2) Meningkatan Kesadaran masyarakat untuk aktif dalam pembangunan Desa.
3) Membantu masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan
kemampuan kader-kader penerus pembangunan Desa.
c. Bagi Universitas:
1) Mewujudkan fungsi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara terpadu, selaras dan
seimbang dengan kebutuhan masyarakat.
2) Mendapatkan umpan balik dari masyarakat guna memperbaiki kurikulum yang
sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
3) Memantapkan program KKN sebagai sarana belajar praktis yang efektif dan
efisien.
G. Peranan Mahasiswa Dalam Kegiatan KKN
1) Mahasiswa berperan sebagai komunikator Dalam pendidikan mahasiswa berperan
sebagai komunikator bagi masyarakat.
2) Mahasiswa berperan sebagai dinamisator Dalam Pendidikan mahasiswa berperan
sebagai penggerak masyarakat.
3) Mahasiswa berperan sebagai motivator mahasiswa harus dapat memberikan
motivasi atau pendorong masyarakat..
4) Mahasiswa berperan sebagai trainer misalnya dalam program pelatihan teknologi
informasi.

16

Pendataan dan identifikasi potensi, permasalahan serta kebutuhan Desa dapat


meliputi beberapa aspek:
1) Bidang Pendidikan/ Sosial Budaya.
2) Bidang Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat.
3) Bidang Keluarga Berencana (KB)
4) Bidang Sarana Dan Prasarana Keadaan yang dapat menunjang kebutuhan sarana
dan prasarana bagi masyarakat desa.
5) Bidang Produksi Dari segi ekonomi, mata pencarian pokok masyarakat Desa.
6) Bidang Administrasi Dan Pemerintah Desa Pengembangan dalam bidang
administrasi desa.
7) Pengembangan Potensi Desa Potensi desa.

17

Daftar Pustaka
Syafiie, Inu Kencana. 1997. Ilmu administrasi publik. Jakarta: Rineka cipta.
http://id.m.wikipedia.org/wiki/Desa, diakses 23 November 2011
\http://dwpprovjatim.blogspot.com/2009/06/bendahara.html, diakses 23 November
2011
http://desapurwa.blogspot.com/2011/05/kedudukan-fungsi-tugas-dan-wewenang
bpd.html, diakses 23 November 2011
http://desapurwa.blogspot.com/2011/05/tugas-dan-fungsi-lembaga