Anda di halaman 1dari 20

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM PEMANFAATAN LIMBAH CUCIAN BERAS SUBSTRAT SELULOSA DALAM PEMBUATAN PUPUK CAIR SEBAGAI SENYAWA YANG MUDAH DIDEKOMPOSISI OLEH TANAMAN BIDANG KEGIATAN: PKM-PENELITIAN

Disusun Oleh: Ketua Anggota : Hardiansah Baena : Muh. Nalis Dewi yuli astuti / F1C1 11 043 / F1C1 09 027 / A1C2 11 090 (2011) (2009)
(2011)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALU OLEO KENDARI 2013

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................i HALAMAN PENGESAHAN ..................................................................................ii DAFTAR ISI ............................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...............1 1.2 Perumusan Masalah..............................................................................................2 1.3 Tujuan ..................................................................................................................2 1.4 Urgensi (keutamaan) peneltian.2 1.5 Luaran Yang Diharapkan..........3 1.6 Manfaat.................3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Limbah cucian air beras...3 2.2 Struktur limbah cucian air beras..4 2.3 Proses fermentasi limbah cucian air beras...5 2.4 Pupuk organik dan Kompos....6 BAB III METODE PELAKSANAAN 3.1 Desaian Penelitian.7 3.2 Metode Penelitian....8 BAB IV BIAYA DANJADWAL KEGIATAN 4.1 Rancangan Biaya.....................9 4.2 Jadwal Kegiatan...9 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

iii

Ringkasan Beras merupakan sumber pati yang tersusun dari berbagai polimer karbohidrat yakni amilosa dan amilopektin, dan juga mempunyai keunggulan spesifik dalam kandungan makromineral tertentu. Kalsium merupakan mineral yang banyak terdapat pada beras, sekitar (99%) sehingga mempunyai peranan dalam unsur hara makro pada tanah. Limbah cucian beras dapat dimanfaatkan dalam pembuatan pupuk cair organik yang mudah didekomposisi oleh tanaman, air cucian berpengaruh terhadap tanaman yang mengalami kondisi baret root (akar yang terbuka) dalam pemindahan tanaman pada media yang baru secara langsung melakukan aktifitas metabolisme untuk beradaptasi dengan lingkungan, serta dapat meningkatkan jumlah daun dan tinggi tanaman. Salah satu kandungan selulosa yaitu fosfor yang merupakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi yang optimum dalam memproduksi pupuk cair organik yang menggunakan limbah cucian beras (substrat selulosa) dengan bantuan mikroba Azotobacter sp. Air cucian beras diketahui memiliki kandungan protein dan vitamin B1 dari beras yang ikut terkikis. Oleh kareana itu masih dapat dimanfaatkan menjadi produka yang mempunyai nilai ekonomis, salah satunya mejadi pupuk cair. Pupuk cair dapat dibuat dengan proses fermetasi air beras dengan menggukanakan mikroba. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperoleh senyawa yang berpotensi sebagai bahan pembuatan pupuk cair organik. Metodeologi yang dilakukan meliputi empat tahap yaitu: (1) pembuatan komposisi medium mikroba Azotobacter sp. (2) proses fermentasi air beras. (3) uji coba pupuk pada tanaman (rancangan acak kelompok). (4) Uji pupuk lahan pangan. Keywords: Fermentasi, limbah cucian beras, pupuk cair. BAB 1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan harga pupuk yang terus mengalami kenaikan dan sering tidak tersedia telah memicu petani memupuk tanamannya tidak sesuai dengan kebutuhan. Ketersediaan pupuk Urea, KCl, maupun NPK, dipasaran yang tidak menentu juga menyulitkan bagi petani untuk memperoleh pupuk sesuai jumlah dan waktu yang diinginkan (Karama et al. 1990). Bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk cair organik berasal dari limbah organik yang digunakan sebagai sumber pupuk dapat berasal dari limbah sayuran dan limbah organik dari kotoran hewan. Pada proses pengolahan beras menjadi nasi, beras biasanya akan dicuci hingga dianggap bersih. Air cucian tersebut biasanya langsung dibuang karena dianggap tidak memiliki nilai apapun. Kenyataannya, air cucian beras yang dikenal dengan istilah leri (leri) masih mengandung karbohidrat, protein dan vitamin B (Moehyi, Sjahmien, 1992).

1 iv

Untuk dapat memanfaatkan air beras maka air beras harus difermentasi menjadi molekul kecil. Cara fermentasi pati untuk mengubah molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dan mudah dicerna, dengan bantuan jamur yang mengurai selulosa yang dapat membantu proses dekomposisi. Selain itu produk hasil fermentasi akan menjadi tahan lama dan dapat mengurangi senyawa racun yang dikandung sehingga nilai ekonomi bahan dasarnya menjadi lebih baik (Saono, 1976). Bahan organik yang diberikan ke dalam tanah akan terdekomposisi secara sempurna dengan C/N yang menyediakan hara yang lebih mudah terserap oleh tanaman (Adiningsih dan Soepartini, 1995). Bioaktivator mengandung mikroorganisme Azotobacter sp. yang mampu memfiksasi nitrogen dari udara bebas secara non-simbiosis. Bakteri ini memanfaatkan gas nitrogen untuk melakukan sintesis protein bagi perkembangan selnya. Bioaktivator berfungsi untuk mempercepat dalam proses fermentasi mikroorganisme Azotobacter sp. dalam limbah organik sayuran dan limbah organik hewan. Sedangkan mikroorganisme Azotobacter sp. dihasilkan dalam fermentasi dari limbah sayuran dan hewan. 1.2 Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari penelitian ini yaitu: a. Bagaimanakah pemanfaatan air cucian beras dan mikroba lokal sebagai proses pembuatan pupuk cair? b. Apa perbedaan unsur-unsur esensial pupuk cair yang terdapat pada lingkungan pantai, sungai, dan pegunungan? 1.3 Tujuan Tujuan khusus penelitian ini untuk tahun pertama adalah: a. Untuk mengetahui pemanfaatan air cucian beras dan mikroba lokal sebagai proses pembuatan pupuk cair. b. Untuk mengetahui perbedaan unsur-unsur esensial pupuk cair yang terdapat pada lingkungan pantai, sungai, dan pegunungan. 1.4 Urgensi (Keutamaan) penelitian Keutamaan dari penelitian ini yaitu. Mengurangi ketergantungan terhadap pupuk pabrik yang relative kurang ramah lingkungan dan harganya mahal.

v2

Memanfaatkan limbah yang awalnya hanya dibuang dapat menghasilkan material dan sebagai teknik yang sederhana dalam mengolah limbah cucian beras sebagai proses pembuatan pupuk cair, yang diarahkan dalam kemandirian riset pertanian. 1.5 Luaran yang diharapkan Adapun luaran yang diharapkan dari penelitian ini yaitu : a. Menghasilkan jurnal yang dipublikasikan secara ilmiah b. Dapat menghasilkan produk pupuk organik cair. 1.6 Manfaat Adapun manfaat dari penelian ini yaitu : a. Menambah pemanfaatan air cucian beras dan mikroba lokal dalam proses pembuatan pupuk cair. b. Memberikan perbedaan unsur-unsur esensial pupuk cair yang terdapat pada lingkungan pantai, sungai, dan pegunungan. 1.6.1 Internal Dapat menambah wawasan dan keterampilan peneliti dalam uji banding rancangan acak kelompok (RAK). 1.6.2 Eksternal Dapat dijadikan sebagai bahan referensi dalam pengembangan aplikasi pembuatan pupuk cair organik. BAB 2. TINJAUN PUSTAKA 2.1 Limbah Cucian Air Beras Dalam pengolahannya menjadi nasi, beras mengalami proses pencucian sebelum dimasak. Air cucian beras tersebut berwarna putih, hal itu menunjukan pati yang banyak terdapat dalam beras yang ikut terkikis, secara tidak langsung protein dan vitamin B1 juga terdapat di dalam air cucian beras (Barus, 2005). Vitamin B1 merupakan kelompok vitamin B, yang mempunyai peranan di dalam metabolisme tanaman dalam hal mengkonversikan karbohidrat menjadi energi untuk menggerakkan aktifitas di dalam tanaman. Menurut Alip (2010), pada tanaman yang mengalami kondisi bare root (akar yang terbuka) seperti pemindahan tanaman ke media baru dengan pemberian vitamin B1 maka tanaman tersebut

vi 3

secara langsung dapat melakukan aktifitas metabolisme untuk beradaptasi dengan lingkungan media yang baru. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian Andrianto (2007) menyatakan bahwa air leri atau air bekas cucian beras dapat merangsang pertumbuhan akar tanaman Adenium. Hal ini disebabkan karena air cucian beras mengandung vitamin B1 yang berfungsi merangsang pertumbuhan serta metabolisme akar. Manfaat air cucian beras (selulosa) juga telah diteliti oleh Leonardo (2009), air cucian beras bilasan pertama berpengaruh terhadap peningkatan jumlah daun dan tinggi tanaman tomat dan terong. Salah satu kandungan selulosa adalah fosfor yang merupakan unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. 2.2 Struktur Limbah Cucian Air Beras Air cucian beras (leri) cukup potensial dimanfaatkan sebagai subtrat pembuatan selulusa karena mengandung karbohidrat, protein, vitamin B, lisin, dan thiamin. Air cucian beras yang menghasilkan selulosa adalah hasil fermentasi bakteri Acetobacter xylinum yang menghasilkan lembaran gel dipermukaan substrat yang menghasilkan selulosa (Arviyanti dan Yuliamartani, 2009).

Gambar 1.1 Sruktur selulosa, (Dina dan Prajunintiyas, 2009). Enzim yang dapat menghidrolisis ikatan (1-4) pada selulosa adalah

selulase. Hidrolisis yang sempurnah memerlukan memerlukan aksi sinergis dari tiga tipe yakni: 1. Endo-1,4 --D-glucanase (endoselulase, carboxymethylcellulase atau CMCase), yang mengurai polimer selulosa secara random pada ikatan internal -1,4glikosida untuk menghasilkan oligodekstrin dengan panjang rantai yang bervariasi. 2. Exo-1,4--D-glucanase (cellobiohydrolase), yang mengurai selulosa dari ujung pereduksi dan non pereduksi untuk menghasilkan selobiosa dan glukosa.
vii 4

3.

glucosidase (cellobiase), yang mengurai selobiosa untuk menghasilkan glukosa (Ikram dkk, 2005). Selulase dapat dihasilkan oleh fungi, bakteri, tumbuhan, dan ruminansia.

Fungi adalah mikroorganisme utama yang dapat memproduksi selulase, meskipun beberapa bakteri dan actinomycetes telah diketahui memiliki aktivitas selulase. Fungi berfilamen seperti Tricoderma dan Aspergillus ajuga dapat menghasilkan selulase (Ikram dkk, 2005). 2.3 Proses fermentasi limbah cucian beras Fermentasi mempunyai arti yang berbeda bagi ahli biokimia dan mikrobiologi industri. Arti fermentasi pada bidang biokimia dihubungkan dengan pembangkitan energi oleh katabolisme senyawa organik. Pada bidang mikrobiologi industri, fermentasi mempunyai arti yang lebih luas yang menggambarkan setiap proses untuk menghasilkan produk dari pembiakan mikroorganisme.Penelitian di bidang fermentasi,(Said,E.G., (1987). Fermentasi berasal dari kata ferment yang berarti enzim. Definisi dari fermentasi adalah suatu proses yang bekerja berdasarkan kerja enzim. Fermentasi merupakan perubahan suatu senyawa maupun bahan organik melalui peristiwa biologis yang dilakukan oleh mikroba atau enzim menjadi suatu produk baru berstruktur fisik dan kimia yang memiliki nilai tinggi (Ginandjar, 1983). Fermentasi adalah suatu proses perubahan kimia yang dihasilkan dalam suatu substrat organik melalui kegiatan enzim dari mikroba. Adanya perubahan kimia oleh aktivitas enzim yang dihasilkan oleh mikroba itu meliputi perubahan molekul-molekul kompleks atau senyawa organik seperti protein, karbohidrat, maupun lemak menjadi molekulmolekul yang lebih sederhana, mudah larut dan daya cerna yang tinggi (Shurtleff dan Aoyagi, 1979). Dalam proses fermentasi limbah cucian beras dengan bantuan

mikroorganisme azotobakter sp. terdapat kandungan unsur hara yang mendominasi dalam larutan air cucian beras adalah fosfor, magnesium dan kalsium. Fosfor merupakan penyusun asam amino, koenzim NAD, NADP dan ATP, aktif dalam pembelahan sel dan merangsang pertumbuhan biji. Magnesium merupakan unsur esensial penyusun klorofil serta berperan sebagai kofaktor dalam sebagian besar

viii 5

enzim yang menggiatkan proses fosforilasi, sebagai jembatan antara struktur pirofosfat dari ATP dan ADP dan molekul enzim dan menstabilkan partikel dalam konfigurasi untuk sintesis protein. Kalsium merupakan penyusun dinding sel, berperan dalam pemeliharaan integritas sel dan permeabilitas membran (Utami, 2003). 2.4 Pupuk Pupuk adalah sebagai kontribusi tanah yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, K, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn, dan bahan organik) sebagai alternaf perbaikan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta membantu peningkatan prodoksi tanaman. Pupuk terbagi dua yaitu pupuk cair organik dan pupuk kompos (Juarsah, 1999). 2.4.1 Pupuk cair organik Pupuk cair adalah pupuk yang berbentuk cairan, dibuat dengan cara melarutkan kotoran ternak, daun jenis kacang-kacang dan limbah sayuran jenis tertentu ke dalam air. Pupuk cair mengandung unsur-unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan, kesehatan tanaman. Unsur-unsur hara itu terdiri dari: Unsur Nitrogen (N), untuk pertumbuhan tunas, batang dan daun. Unsur Fosfor (P), untuk merangsang pertumbuhan akar buah, dan biji. Unsur Kalium (K), untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit. Pupuk cair ini memiliki keistimewaan yaitu pupuk ini dibanding dengan pupuk alam yang lain (pupuk kandang, pupuk hijau dan kompos) lebih cepat diserap tanaman (FAO, 1987). Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya adalah dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosae sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara, dapat meningkatkan vigor tanaman sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan patogen penyebab penyakit, merangsang pertumbuhan cabang produksi, meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, serta, mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah (Nur Fitri, Erlina Ambarwati, dan Nasih Widya, 2007).

ix 6

2.4.2 Pupuk kompos organik Kompos adalah bahan organik seperti daun-daunan, jerami, alangalang,rumput, dedak padi, batang jagung, serta kotoran hewan yang mengalami proses dekomposisi oleh mikroorganisme pengurai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah. Kompos mengadung hara esensial bagi tanaman (Ladd, 1985). Kompos merupakan sumber hara makro dan mikromineral meskipun dalam jumlah yang relatif kecil ( N, P, K, Ca, Mg, Zn, Cu, B) Dalam jangka panjang, pemberian kompos dapat memperbaiki pH dan meningkatkan hasil pertanian mineral yang

tanaman pada tanah-tanah masam. Pada tanah yang kandungan p-tersedia rendah, bentuk fosfat oganik mempunyai peranan penting dalam penyediaan hara tanaman karena hampir sebagian besar P diperlukan tanaman terdapat pada senyawa porganik (Rao, 1975). BAB 3. METODE PENELITIAN Bagan alir kegiatan penelitian dapat dilihat pada Gambar 3.1 yang secara keseluruhan dirincikan sebagai berikut: 1. Penyiapan sampel limbah cucian beras Pada proses pengolahan beras menjadi nasi, beras akan dicuci hingga bersih. Kemudian hasil cucian ditampung. Selanjutnya disimpan pada suhu kamar 25oC dan tidak terkena oleh sinar matahari langsung karena dapat mengakibatkan kandungan limbah cucian beras (substrat selulosa) menjadi rusak. 2. Penyaiapan sumber mikroba Pada proses penyiapan sumber mikroba terbagi dua yaitu: a. Penyiapan dari sampah organik dari sayuran Proses penyiapan sampah organik yang berasal dari sampah sayuran buangan rumah tangga dikumpulkan dalam wadah, selanjutnya dihaluskan. b. Penyiapan sampah organik dari hewan Proses penyiapan sampel sampah organik yang berasal dari sampah hewan, dari buangan rumah tangga dikumpulkan dalam wadah, selanjutnya dihaluskan. 3. Proses fermentasi limbah cucian beras dengan mikroba dari sampah organik

x7

Dalam proses fermentasi dilakukan perbandingan bahan cucian beras,sampah sayuran busuk, dan sampah hewan dengan berbagai variasi perbandingan, selanjutnya
waktu fermentasi divariasikan. Kemudian hasil proses fermentasi disaring dengan menggunakan kertas saring dan diuji kandungan N, P, K. 4. Pengujian pupuk cair pada tanaman

Proses pengujian pupuk organik cair pada tanaman dilakukan dengan menggunakan uji banding rancangan acak kelompok (RAK) untuk mengetahui kualitas pupuk dan uji perbandingan karakter lingkungan yang sesuai. Penyiapan sampel Limbah cucian air beras Penyiapan sampel Hasil kultural dan peternakan

Limbah organik sayuran

Limbah organik hewan

Interaksi I

Interaksi II

Hasil fermentasi

Hasil fermentasi

Uji banding (Rancangan acak kelompok)

Pupuk cair sesuai

Uji karakter lingkungan: Pesisir pantai (laut), Sungai, Dataran tinggi Gambar 3.1. Bagan alir penelitian

xi 8

BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1.Anggaran Biaya Adapun perkiraan biaya penelitian selama 4 (empat) bulan kerja adalah sebagai berikut:
1.1.1 Tabel Bahan Habis Pakai

No. 1. 2. 3. 4.

Jenis Pengeluaran Peralatan penunjang Bahan habis pakai Perjalanan Lain-lain Jumlah

Biaya (Rp) 1.697.000,7.015.000,3.000.000 708.000,12.420.000,-

4.2 Jadwal Kegiatan Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah 4 (empat) bulan, dengan jadwal berdasarkan tabel dibawah ini : Tabel 4.2 Jadwal kegiatan
Kegiatan
1 2 Bulan 3 4

1. Persiapan 2. Penyiapan alat/bahan 3. Pelaksanaan Eksperimen 4. Analisis 5. Pengolahan data 6. Interpretasi/referensi 7. Pembuatan laporan

DAFTAR PUSTAKA Adiningsih, J. S. dan Soepartini M. 1995. Pengelolaan Pupuk Pada Sistem Usaha Tani Lahan Sawah. Makalah pada Apresi-asi Metodologi Pengkayaan Sistem Usaha Tani Berbasis Pada dengan Wawasan Ag-ribisnis. Balittan Bogor. Arvianti, Erlina dan Yuliamartani Nirma. 2009. Pengaruh Penambahan Air Limbah Tapika Pada Proses Pembuatan Nata. Seminar Tugas Akhir S1. Teknik Kimia.UNDIP. Semarang. Andrianto, H. 2007. Pengaruh air cucian beras pada Adenium. Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhamadiyah Surakarta. Abdul Rahmi Dan Jumiati. 2007. Pemanfaatan pupuk kandang untuk memperbaiki sifat fisik tanah di lahan kritis yang telah diteras. Konggres Nasional VII. Abdul Rahmi Dan Jumiati. 2007. Pengaruh konsentrasi pupuk kandang terhadap sifat fisik tanah. Kongres Nasional VII. HITI. Bandung.

xii 9

Barur, L. 2005. Studi penentian karbohidrat, Protein dan Mineral dalam Air Rebusan Beras sebagai Minuman pengganti Susu. Jurnal Sains Kimia. Vol 9, No. 3, 2005: 15-16. Brady, N.C. (1990) The Nature and Properties of Soil. Mac Millan Publishing Co., New York. Charles, F.Cross. 1992. Effec of multipurpose trees, age of cutting and drying methode on pruning quality, In Dirven by Nature Plant Litter Quality and Decomposition, ( Eds Cadisch, G. and Giller, K.E..), pp. 167-174. Department of Biological Sciences. Wey College. University of London. UK. Choirul, F.N., Rina, H.H., Baskoro, B., Wastono, T., Moestijanto. 1997. Pemanfaatan Limbah Cair Tahu (Whey) Sebagai Bahan Pembuatan Nata. Buletin Penalaran Mahasiswa UGM. Vol. 3. No. 2. 1997: 39-44. Damardjati, D.S. 1988. Struktur kandungan gizi beras. In: M. Ismunadji et al. (Eds.) Padi Buku 1. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor. Fardias, Srikandi. 1987. Mikrobiologi Pangan. Gramedia. Jakarta. FAO. 1987. Princples of Composting. In Soil Management: Compost Produktion and Use in Tropical and Sub-tropical Environments. FAO Soil Bulletin 56. Fitriah, L 2007. Pemanfaatan Air Cucian Beras Sebagai Bahan Pembuat Nata. (Seminar kimia ). Fakultas MIPA Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Mataram. Huda, N.E. 2009. Pengaruh Penambahan Variasi Masa Pati (Soluble Startc) Pada Pembauatan Nata De Coco Dalam Medium Fermentasi Bakteri Acetobacter xylinum. (Skripsi) Fakultas MIPA Unuversitas Sumatra Utara: Medan. Juarsah, I. 1999. Manfaat dan alternatif penggunaan pupuk organik. Konggres Nasional VII. HITI. Bandung. Kurnia, U.D., Setirini, T. Prihatini, S. Rochayati, Sutono dan H. Suganda. 2001. Perkembangan dan Penggunaan Pupuk Organik diindonesia. Rapat Koordinasi Penerapan Penggunaan Pupuk Berimbang dan Peningkatan Penggunaan Pupuk Organik. Direktorat Pupuk dan Pestisida, Direktorat Jendral Bina Sarana Pertanian, Jakarta, November 2001. Ladd, J.N. 1985. Soil Enzymes. P. 175-221. In D. Vaughan and R.E. Malcolm (Eds.). Soil Organik Matter and Biological Activiti. The Hague, The Netherlands, Nichoff and Junk Publ. Leonardo, M. 2009. Pengaruh Konsentrasi Air Cucian Beras terhadap pertumbuhan Tanaman Tomat dan Terong. <http://cikaciko.blogspot.com/2009/01/pengaruh-konsentrasi-air-cucianberas.html>. Diakses tanggal 4 Maret 2011.

xiii 10

LAMPIRAN 1 Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota Ketua Peneliti A. Identitas Diri
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Lengkap Jenis Kelamin Jurusan NIM Tempat Tanggal Lahir E-mail Nomor Telepon/HP Hardiansah Baena L Kimia F1C1 11 043 Eewa, 14, maret 1993 Ardi_chem@yahoo.com +6285395284347

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi Jurusan Tahun Masuk SD SDN Eewa 1999-2005 SMP SMPN 1 Palangga 2005-2008 SMA SMAN 1 Palangga IPA 2008-2011

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir


No. 1. 2. 3. Jenis Penghargaan Piagam (Juara Cerdas Cermat MPR-RI Tk Propinsi) Penghargaan seni bela diri tapak wali indonesia Sertifikat Program kreativitas mahasiswa (PKM) Institusi Pemberi Penghargaan MPR-RI Asis.BSE HMJ MIPA Kimia Tahun 2009 2008 2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-P

xiv

Anggota Peneliti 1 A. Identitas Diri


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Lengkap Jenis Kelamin Jurusan NIM Tempat Tanggal Lahir E-mail Nomor Telepon/HP Muh.Nalis L Kimia F1C109027 Onembute, 11 Desember 1991

nalis_pranata@yahoo.com
+6285342692339

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi Jurusan Tahun Masuk SD SD Hasrati Kendari 2000-2005 SMP SMP Hasrati Kendari 2005-2007 SMA SMA Hasrati Kendari IPA 2007-2009

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir


No. 1. Jenis Penghargaan Piagam (Peserta Pimnas 26 di Unram) Institusi Pemberi Penghargaan Dirjen Dikti Kemendikbud RI Tahun 2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-P

xv

Anggota Peneliti 2 A. Identitas Diri


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Nama Lengkap Jenis Kelamin Jurusan NIM Tempat Tanggal Lahir E-mail Nomor Telepon/HP Dewi Yuli Astuti P Pend. Biologi A1C211090 Tampabulu, 24 Juli 1992

nade_nalisdewipranata@yahoo.co.id
+6285255928780

B. Riwayat Pendidikan
Nama Institusi Jurusan Tahun Masuk SD SDN Tampabulu 1999-2005 SMP SMPN 3 Tampabulu 2005-2008 SMA SMAN 1 Poleang Timur IPA 2008-2011

C. Penghargaan dalam 10 tahun Terakhir


No. 1. 2. 3. 4. Jenis Penghargaan Piagam PMR Indonesia Sertifikat pelatihan teknik laboratorium Sertifikat HUT RI KE-63 Sertifikat Talk show muslimah Institusi Pemberi Penghargaan Ketua PMR SULTRA HMPS P.Kimia Tingkat Kabupaten Universitas Halu Oleo Tahun 2009 2011 2008 2012

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi. Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan PKM-P

xvi

LAMPIRAN 2. JUSTIFIKASI ANGGARAN PENELITIAN 1. Peralatan penunjang


Material Glove Pengaduk aluminium Masker Ember plastik Blender Pemeliharaan alat Justifikasi pemakaian Sarung tangan pengaduk Penutup hidung wadah,(tempat proses fermentasi) Pengalus sampel padat Untuk menimbang Menakar beras Kuantitas 3 paket 2 buah 3 buah 1 buah 1 buah Harga satuan (Rp) 300.000,142.000,15.000,50.000,500.000,520.000,300.000,50.000,Keterangan

Timbangan Liter

1 buah 1 buah

SUB TOTAL (Rp) 2. Bahan habis pakai


Material Beras Justifikasi pemakaian 25 kg Kuantitas Bahan

1.697.000,Harga satuan (Rp) 200.000,Keterangan

Cucian air beras Tomat busuk Usus ayam Aquades Uji banding (RAK) Uji karakter lingkungan HCl 25%

20 liter 10 kg 10 kg 20 liter

Bahan Bahan Bahan Bahan 3 tempat pelarut

100 ml

140.000,95.000,430.000,800.000,200.000,4.000.000,400.000,-

Kertas saring

Penyaring larutan fermentasi SUB TOTAL (Rp) Justifikasi perjalanan 1 minggu Kuantitas

50 lembar

750.000,7.015.000,Harga satuan (Rp) 3.000.000,3.000.000,Harga satuan (Rp) Keterang an

3. Perjalanan Material Transfor lokal 4. Lain- lain


Material

Keterangan

Pengambilan sampel pada tiga tempat SUB TOTAL (Rp)


Justifikasi kegiatan

Pembuatan proposal

Pembuatan proposal, laporan, penggandaan, dan penjilitan

350.000,-

xvii

Administrasi

Biaya administrasi laboratorium

uji

di

200.000,158.000,-

Biaya penelusuran Biaya penelusuran pustaka dan pustaka dan surat surat menyurat menyurat SUB TOTAL (Rp) Total Biaya (Keseluruhan)

708.000,12.420.000,-

xviii

LAMPIRAN 3. SUSUNAN ORGANISASI TIM PENELITI DAN PEMBAGIAN


TUGAS

No

Nama/NIM

Jurusan Kimia

Alokasi Waktu (jam/minggu)

Uraian Tugas

1 Hardiansah Baena / F1C1 11 043

4 jam/minggu Sebagai ketua peneliti, menyusun usulan penelitian, kordinator penelitian, melakukan penelitian, menganalisis data dan membuat laporan penelitian

2 Muh. Nalis / F1C1 09

4 jam/minggu Sebagai anggota 027 peneliti, membantu menyusun usulan penelitian, melakukan penelitian, dan membantu menganalisis data dan membuat 3 Dewi Yuli Astuti / A1C2 Pendi.biologi 4 jam/minggu Sebagai anggota laporan penelitian 11 090 peneliti, membantu menyusun usulan penelitian, melakukan penelitian, dan membantu menganalisis data dan membuat laporan penelitian

Kimia

xix

xx