Anda di halaman 1dari 15

KONSEP SEHAT SAKIT KERAGAMAN MAKNA SEHAT DAN SAKIT

Disusun oleh: FEBRIYANTI TIKA K C20090 9 II A

PROGRAM ST!DI I"M! KEPERA#ATAN SEKO"AH TINGGI I"M! KESEHATAN $AISYIYAH S!RAKARTA 20%0

BAB I PENDAH!"!AN

A&"ATAR BE"AKANG Kesehatan sebagai hak asasi manusia harus diwujudkan dalam bentuk pemberian berbagai upaya kesehatan kepada seluruh masyarakat melalui penyelenggaraan pembangunan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau oleh masyarakat.Pembangunan kesehatan ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sebagai salah satu unsur kesejahteraan sebagaimanadimaksud dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 194 .Disamping itu, pembangunan kesehatan pada dasarnya menyangkut kehidupan !isik, mental maupun sosial ekonomi yang dalam perkembangannya telah terjadiperubahan orientasi baik tata nilai maupun pemikiran terutama upaya peme"ahan masalah kesehatan. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. #etapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa di"egah atau dihindari. Konsep sehat dan sakit sesungguhnya tidak terlalu mutlak dan uni$ersal karena ada !aktor-!aktor lain di luar kenyataan klinis yang mempengaruhinya terutama !aktor sosial budaya. Kedua pengertian saling mempengaruhi dan pengertian yang satu hanya dapat dipahami dalam konteks pengertian yang lain. %anyak ahli !ilsa!at, biologi, antropologi, sosiologi, kedokteran, dan lain-lain bidang ilmu pengetahuan telah men"oba memberikan pengertian tentang konsep sehat dan sakit ditinjau dari masing-masing disiplin ilmu. &asalah sehat dan sakit merupakan proses yang berkaitan dengan kemampuan atau ketidakmampuan manusia beradaptasi dengan lingkungan baik se"ara biologis, psikologis maupun sosio budaya.

Dalam UU 'o.(),199( tentang Kesehatan menyatakan bahwa* Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur !isik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatanjiwa merupakan bagian integral kesehatan. De!inisi sakit* seseorang dikatakan sakit apabila ia menderita penyakit menahun +kronis,, atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan akti$itas kerja-kegiatannya terganggu. .alaupun seseorang sakit +istilah sehari-hari, seperti masuk angin, pilek, tetapi bila ia tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia dianggap tidak sakit.

B& Tu'u(n Peneli)i(n 1. &endeskripsikan pengertian konsep sehat / sakit pada masyarakat (. &endeskripsikan peran dan tahapan / tahapan masyarakat ). &endeskripsikan "ara pandang sehat sakit menurut masyarakat. gejala sakit pada

C& M(n*(() Peneli)i(n 1. %agi mahasiswa mengetahui pendapat masyarakat tentang konsep sehat - sakit. (. %agi masyarakat mengetahui tentang peranan sehat / sakit se"ara menyeluruh ). mengetahui dampak peran sehat - sakit dalam budaya masyarakat

D& Me)o+e Peneli)i(n Dalam penelitian ini metode yang di gunakan adalah *

1. .awan"ara yang terdiri dari *


Usia anak +kelas 4 0D / perempuan. Usia remaja +kelas ( 0&P / ( 0&1, terdiri dari perempuan. Usia dewasa +19 / 42 tahun, terdiri dari perempuan. Usia lansia+32 tahun lebih, terdiri dari perempuan. orang sakit dan orang sehat. laki / laki dan laki /laki dan laki /laki dan 0D, terdiri dari laki - laki dan

2. %rowsing 4nternet 3. %uku yang berkaitan dengan )o,i- .(-(l(h&

BAB II TE"AAH P!STAKA A& KONSEP SEHAT 0ehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek !isik, emosi, sosial dan spiritual. &enurut WHO (1947) 0ehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik se"ara !isik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan +.56, 1947,. De!inisi .56 tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan konsep sehat yang positi! +8delman dan &andle. 1994,* 1. &emperhatikan indi$idu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh. (. &emandang sehat dengan mengidenti!ikasi lingkungan internal dan eksternal. ). Penghargaan terhadap pentingnya peran indi$idu dalam hidup. UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa* Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur !isik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. &enurut Pepkins,0ehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan !ungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar. 0esuai dengan pengertian sehat di atas dapat di simpulkan bahwa kesehatan terdiri dari ) dimensi yaitu !isik, psikis dan so"ial yang dapat diartikan se"ara lebih positi!, dengan kata lain bahwa seseorang diberi kesempatan untuk mengembangkan seluas-luasnya kemampuan yang dibawanya sejak lahir untuk mendapatkan atau mengartikan sehat.&eskipun terdapat banyak pengertian-de!inisi, konsep sehat adalah tidak standart atau baku serta tidak dapat diterima se"ara

mutlak dan umum. 1pa yang dianggap normal oleh seseorang masih mungkin dinilai abnormal oleh orang lain, masing-masing orang-kelompok-masyarakat memiliki patokan tersendiri dalam mengartikan sehat. %anyak orang hidup sehat walau status ekonominya kekurangan, tinggal ditempat yang kumuh dan bising, mereka tidak mengeluh adanya gangguan walau setelah ditimbang berat badanya dibawah normal. Penjelasan ini menunjukan bahwa konsep sehat bersi!at relati! yang ber$ariasi sangat luas antara sesama orang walau dalam satu ruang-wilayah. 0ehat tidak dapat diartikan sesuatu yang statis, menetap pada kondisi tertentu, tetapi sehat harus dipandang sesuatu !enomena yang dinamis. Kesehatan sebagai suatu spe"trum merupakan suatu kondisi yang !leksibel antara badan dan mental yang dibedakan dalam rentang yang selalu ber!luktuasi atau berayun mendekati dan menjauhi pun"ak kebahagiaan hidup dari keadaan sehat yang sempurna. 0ehat sebagai suatu spe"trum, Pepkins mende!inisikan sehat sebagai keadaan keseimbangan yang dinamis dari badan dan !ungsi-!ungsinya sebagai hasil penyesuaian yang dinamis terhadap kekuatan-kekuatan yang "enderung menggangunya. %adan seseorang bekerja se"ara akti! untuk mempertahankan diri agar tetap sehat sehingga kesehatan selalu harus dipertahankan. %erikut adalah tahap-tahap spe"trum kesehatan * Positi$e 5ealth %etter 5ealth 9reedom !rom 0i"kness 0pektrum Kesehatan Unre"ogni:ed 0i"kness &ild 0i"kness 0e$ere 0i"kness Death

KONSEP SAKIT A&PENGERTIAN SAKIT 1. Perkins mende!inisikan sakit sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa seseorang sehingga seseorang menimbulkan gangguan akti$tas sehari-hari baik akti$itas jasmani, rohani dan so"ial (. ;. 0usan mende!inisikan sakit adalah tidak adanya keserasian antara lingkungan dan indi$idu. ). 6<!ord 8nglish Di"tionary mengartikan sakit sebagai suatu keadaan dari badan atau sebagian dari organ badan dimana !ungsinya terganggu atau menyimpang. B& Ke(+((n seh() / S(-i)

1. Kontinum Sehat sakit Status kesehatan seseorang terletak antara dua kutub yaitu sehat optimal dan kematian , yang sifatnya dinamis. Bila kesehatan seseorang bergerak kekutub kematian maka seseorang berada pada area sakit (illness area dan bila status kesehatan bergerak kearah sehat (optimal !ell being maka seseorang dalam area sehat (!ellness area . Kematian """"""""""""""""""""""""""""""""""Kesehatan
4llness area ----------- .ellness area

(. &empertahankan status kesehatan 1. 0esuai dengan si!at sehat-sakit yang dinamis, maka keadaan seseorang dapat dibagi menjadi sehat optimal, sedikit sehat, sedikit sakit, sakit berat dan meninggal. (. %ila seseorang dalam area sehat maka perlu diupayakan pen"egahan primer +primary pre$ention, yang meliputi health promotion dan spesi!i" prote"tion guna men"egah terjadinya sakit.

). %ila seseorang dalam area sakit perlu diupayakan pen"egahan sekunder dan tersier yaitu early diagnosisand promt treatment, disability limitation dan rehabilitation. C& F(-)o0 1(n2 3e0,en2(0uh )e0h(+(, ,e0un3(h(n seh() s(-i) %lum, mengemukakan terdapat 3 !aktor yang mempengaruhi status sehatsakit, yaitu * 1. 9aktor politik meliputi keamanan, tekanan, tindasan dll. (. 9aktor perilaku manusia meliputi kebutuhan manusia, kebiasaan manusia, adat istiadat. ). 9aktor keturunan meliputi geneti", ke"a"atan, etnis, !ator resiko, ras dll. 4. 9a"tor pelayanan kesehatan meliputi upaya promoti!, pre$enti!, kurati! dan rehabilitati!. . 9aktor lingkungan meliputi udara, air, sungai dll. 3. 9a"tor so"ial ekonomi meliputi pendidikan, pekerjaan dll. D& Tin2-() Pen4e2(h(n Dalam perkembangan selanjutnya untuk mengatasi masalah kesehatan termasuk penyakit di kenal tiga tahap pen"egahan* a,.Pen"egahan primer* promosi kesehatan +health promotion, dan perlindungan khusus +spe"i!i" prote"tion,. b,.Pen"egahan sekunder* diagnosis dini dan pengobatan segera+early diagnosis and prompt treatment,, pembatasan "a"at +disability limitation, ",.Pen"egahan tersier* rehabilitasi 1. Pen"egahan primer dilakukan pada masa indi$idu belum menderita sakit, upaya yang dilakukan ialah* a. Promosi kesehatan - health promotion yang ditujukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap masalah kesehatan. b. Perlindungan khusus +spe"i!i" prote"tion, * upaya spesi!ik untuk men"egah terjadinya penularan penyakit tertentu, misalnya melakukan imunisasi, peningkatan keterampilan remaja untuk men"egah ajakan menggunakan narkotik dan untuk menanggulangi stress dan lain-lain.

(. Pen"egahan sekunder dilakukan pada masa indi$idu mulai sakit a. Diagnosa dini dan pengobatan segera +early diagnosis and prompt treatment, , tujuan utama dari tindakan ini ialah 1, men"egah penyebaran penyakit bila penyakit ini merupakan penyakit menular, (, untuk mengobati dan menghentikan proses penyakit, menyembuhkan orang sakit dan men"egah terjadinya komplikasi dan "a"at. b. Pembatasan "a"at +disability limitation, pada tahap ini "a"at yang terjadi diatasi, terutama untuk men"egah penyakit menjadi berkelanjutan sehingga mengakibatkan terjadinya "a"at yang lebih buruk lagi. ). Pen"egahan tersier a. ;ehabilitasi, pada proses ini diusahakan agar "a"at yang di derita tidak menjadi hambatan sehingga indi$idu yang menderita dapat ber!ungsi optimal se"ara !isik, mental dan sosial. 1dapun skema dari ketiga upaya pen"egahan itu dapat di lihat pada gambar dua. Pada gambar dua proses perjalanan penyakit dibedakan atas a, !ase sebelum orang sakit* yang ditandai dengan adanya keseimbangan antara agen +kuman penyakit, bahan berbahaya,, host-tubuh orang dan lingkungan b, !ase orang mulai sakit* yang akhirnya sembuh atau mati. =ambar dua* #ingkat pen"egahan penyakit +sumber* >ea$el and "lark, 19 ?, Promosi kesehatan dilakukan melalui inter$ensi pada host-tubuh orang misalnya makan makanan bergi:i seimbang, berperilaku sehat, meningkatkan kualitas lingkungan untuk men"egah terjadinya penyakit misalnya menghilangkan tempat berkembang biaknya kuman penyakit, mengurangi dan men"egah polusi udara, menghilangkan tempat berkembang biaknya $ektor penyakit misalnya genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk 1edes, atau terhadap agent penyakit seperti misalnya dengan memberikan antibiotika untuk membunuh kuman. Perlindungan khusus dilakukan melalui tindakan tertentu misalnya imunisasi atau

proteksi pada bahan industri berbahaya dan bising . &elakukan kegiatan kumurkumur dengan larutan !lour untuk men"egah terjadinya karies pada gigi. 0edangkan terhadap kuman penyakit misalnya men"u"i tangan dengan larutan antiseptik sebelum operasi untuk men"egah in!eksi, men"u"i tangan dengan sabun sebelum makan untuk men"egah penyakit diare. Diagnosa dini dilakukan melalui proses skrining seperti misalnya skrining kanker payudara, kanker rahim, adanya penyakit-penyakit tertentu pada masa kehamilan, sehingga pengobatan dapat dilakukan saat dini dan akibat buruknya dapat di"egah. Kadang-kadang batas dari ketiga tahap pen"egahan itu tidak jelas sehingga ada kegiatan yang tumpang tindih dapat digolongkan pada perlindungan khusus akan tetapi juga dapat digolongkan pada diagnosa dini dan pengobatan segera misalnya pengobatan lesi prekanker pada rahim dapat termasuk pengobatan dini dapat juga perlindungan khusus. 0elain upaya pen"egahan primer, sekunder dan tersier yang dikalangan kesehatan dokter, perawat dan praktisi kesehatan masyarakat dikenal sebagai lima tingkat pen"egahan, juga dikenal empat tahapan kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat, empat tahapan itu +;ossenberg, &er"y and 1nnest, 199?, ialah* 1pa masalahnya +sur$eillan"e,. 4denti!ikasi masalah, apa masalahnya, kapan terjadinya, dimana, siapa penderitanya, bagaimana terjadinya, kapan hal itu terjadi apakah ada kaitannya dengan musim atau periode tertentu. &engapa hal itu terjadi +4denti!ikasi !aktor resiko,. &engapa hal itu lebih mudah terjadi pada orang tertentu, !aktor apa yang meningkatkan kejadian +!aktor resiko, dan !aktor apa yang menurunkan kejadian +!aktor protekti!,. 1pa yang berhasil dilakukan +e$aluasi inter$ensi,. 1tas dasar kedua langkah terdahulu, dapat di ran"ang upaya yang perlu dilakukan untuk men"egah terjadinya masalah, menanggulangi dengan segera penderita dan melakukan upaya penyembuhan dan pendampingan untuk menolong korban dan menilai keberhasilan tindakan itu dalam men"egah dan menanggulangi masalah. %agaimana memperluas inter$ensi yang e!ekti! itu +implementasi dalam skala besar,. 0etelah diketahui inter$ensi yang e!ekti!, tindakan selanjutnya bagaimana

melaksanakan inter$ensi itu di pelbagai tempat dan setting dan mengembangkan sumber daya untuk melaksanakannya.

BAB III ANA"ISIS DATA 1. Usia anak +kelas 4 0D s.d 0D, * laki - laki dan perempuan.

%erdasarkan wawan"ara mengenai pengertian sehat dan sakit pada usia anak 0D dapat dikatakan se"ara menyeluruh bahwa mereka belum memahami dengan baik tentang de!inisi sehat dan sakit beserta "irinya tetapi telah memiliki gambaran dari sehat dan sakit. 5al ini dapat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan orang tua,pemahaman dan pendidikan tambahan dari orang tuanya serta perilaku sehat yang belum mereka terapkan dalam lingkungan keluarga (. Usia remaja +kelas ( 0&P s.d ( 0&1, * laki - laki dan perempuan. %erdasarkan wawan"ara mengenai pengertian sehat dan sakit pada usia remaja ,penulis menganalisa bahwa pada usia ini mereka sudah lebih paham mengenai pengertian sehat dan sakit beserta "irinya namun sulit untuk mengungkapkan dengan kata-kata dan lebih mengerti pada gambaran sakit dan sehat tersebut.

3. Usia dewasa +19 / 42 tahun, *

laki - laki dan

perempuan.

%erdasarkan wawan"ara mengenai pengertian sehat dan sakit pada usia dewasa ,dapat dianalisa bahwa mereka sudah mengenal dan memahami arti sehat dan sakit se"ara jelas.5al ini dipengaruhi oleh usia mereka yang dewasa akan pemikiran yang kritis.Dan karena latar belakang pendidikan yang lebih tinggi dari usia remaja.Pengungkapan pendapat mereka tidak berpa"u pada teori melainkan pada pandangan atau gambaran se"ara langsung

#. Usia lansia+32 tahun lebih, *

laki - laki dan

perempuan.

Usia lanjut adalah suatu kejadian yang pasti akan dialami oleh semua orang yang dikaruniai usia panjang, terjadinya tidak bisa dihindari oleh siapapun, namun manusia dapat berupaya untuk menghambat . %eberapa ahli biasanya membedakannya menurut ( ma"am umur, yaitu umur kronologis dan umur biologis. a,. Umur kronologis adalah umur yang di"apai seseorang dalam kehidupannya dihitung dengan tahun almanak atau kalender. Di 4ndonesia batasan tadi belum ada, tetapi dengan usia pensiun atas tahun, berarti usia di tahun barangkali termasuk dalam golongan usia lanjut. 'amun, ada

orang lain yang menyebutnya 32 tahun ke atas atau 3 tahun ke atas yang termasuk kelompok usia lanjut. b,. Umur biologis adalah usia yang sebenarnya. Pematangan jaringan yang biasanya dipakai sebagai indeks umur biologis. 5al ini dapat menerangkan, mengapa orang-orang berumur kronologis sama mempunyai penampilan !isik dan mental berbeda. Untuk tampak awet muda, proses biologis ini yang di"egah. %erdasarkan wawan"ara mengenai pengertian sehat dan sakit pada usia lansia dapat dianalisis bahwa latar belakang pendidikan yang pernah mereka tempuh sangat berpengaruh pada penyampaian pendapat mengenai arti sehat dan sakit.0emakin tinggi tingkat pendidikannya maka opini yang disampaikan akan lebih jelas.%erbeda dengan mereka yang berpendidikan rendah ,maka opini yang disamapikan akan biasa saja tetapi juga sudah mampu mengenal arti dan deskripsi sehat dan sakit.

$.

orang sakit dan Pada orang sehat

orang sehat

Dapat dianalisis bahwa pengertian yang mereka sampaikan hampir sama dengan usia dewasa dan dapat menjelaskan dengan baik de!inisi sehat dan sakit serta "irinya. Pada orang sakit Dapat dianalisis bahwa pengertian yang mereka sampaikan tidak berbeda dengan responden lainnya.5anya saja mereka dalam mengunkapkan opininya mengandung sebuah harapan akan penting dan berharganya sebuah kesehatan.0erta adanya ungkapan de!inisi sakit yang merugikan diri sendiri dan keluarga.

BAB I5 PEN!T!P

A& KESIMP!"AN %erdasarkan hasil wawan"ara dapat disimpulkan bahwa masyarakat dari berbagai tingkat usia dan pendidikan memiliki pendapat yang beranekaragam mengenai de!inisi dan karakteristik dari sehat dan sakit.'amun apa yang mereka ungkapkan mengadung pengertian yang sama dengan keadaan yang sebenarnya bahwa sakit dan sehat tidak lagi dilihat dari !isik tetapi dari emosional, intelektual, sosial, perkembangan, dan spiritual yang sehat. B&SARAN 0ehat dan sakit merupakan suatu kondisi tubuh manusia dalam menjalani kehidupannya.&aka dibutuhkan kesadaran dan kemauan untuk menjaga kesehatan dan men"egah sakit baik dari !isik mauapun emosional, intelektual, sosial, perkembangan, dan spiritual.

DAFTAR P!STAKA Direktorat %ina =i:i &asyarakat Depkes ;4, 1991. Petunjuk &enyusun &enu bagi Usia >anjut. Departemen Kesehatan, @akarta. 5artono, 1ndry. 1991. A=i:i bagi &anulaB, Kompas, 1? 1gustus. Kusmana, Dede. 199(. 6lahraga pada usia >anjut. 0imposium &enuju 5idup 0ehat pada Usia >anjut. %ogor, h)),:66(s-e,7(s-e3&48&44620%060 6-onse,7seh()7s(-i)&h).l