Anda di halaman 1dari 18
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 1 TAHUN 2011 Tentang Penetapan dan Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 1 TAHUN 2011
Tentang
Penetapan dan Alih Fungsi Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan
Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan
Ditjen PSP, Kementerian Pertanian

ALUR PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN PENATAAN RUANG BIDANG PERTANIAN

Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Pasal 48 ayat (2) Perlindungan lahan abadi
Undang-Undang No. 26 Tahun 2007
Tentang Penataan Ruang
Pasal 48 ayat (2)
Perlindungan
lahan abadi pertanian pangan
diatur undang-undang
Pasal 20 ayat (6)
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional
diatur dengan peraturan pemerintah
UU 41 Tahun 2009
Tentang Perlindungan
Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
PP Nomor 26/2008
Tentang RTRWN
PP 1/2011 Penetapan
Dan Alih Fungsi Lahan
Permentan 41/2009
Kriteria Teknis
Kawasan Peruntukan
Pertanian
Pasal 66 ayat (2)
Kriteria teknis kawasan
peruntukan pertanian
ditetapkan oleh Menteri
PP 12/2012 Insentif PLP2B
PP 25/2012
Sistem Informasi LP2B
HORTIKULTURA
UU 13/2010
dan
Permentan 07/2012
Pedoman Teknis Kriteria
persyaratan kawasan, lahan,,
lahan cadangan P2B
PERKEBUNAN
PP 30/2012
Pembiayaan PLP2B
UU 18/2004
PETERNAKAN
UU 18/2009
KAWASAN, LAHAN
DAN LAHAN CADANGAN
TANAMAN PANGAN
PERTANIAN PANGAN
BERKELANJUTAN
2
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Undang ‐ Undang 41 Tahun 2009 Perlindungan Lahan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Undang ‐ Undang 41 Tahun 2009 Perlindungan Lahan

Latar Belakang

Ketentuan Umum

Ruang Lingkup

Tujuan

Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Undang ‐ Undang 41 Tahun 2009 Perlindungan Lahan Pertanian
Undang ‐ Undang 41 Tahun 2009 Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan Amanat Pasal 26 dan
Undang ‐ Undang 41 Tahun 2009
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Amanat Pasal 26 dan
53
PP No.1 Tahun 2011
Penetapan dan Alih Fungsi
LP2B
PP No.12 Tahun 2012
Insentif PLP2B
PP No.25 Tahun 2012
Sistem Informasi LP2B
PP No.30 Tahun 2012
Pembiayaan PLP2B
Pencapaian 10 juta ton surplus beras di tahun
2014 dan Ketahanan Pangan Nasional
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan

Latar Belakang

Ketentuan Umum

Ruang Lingkup

Tujuan

Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan 1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan
1. Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 8. Kawasan peruntukan pertanian 2. Alih Fungsi Lahan Pertanian
1. Penetapan Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
8. Kawasan peruntukan
pertanian
2. Alih Fungsi Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
9. Kawasan strategis nasional
10. Infrastruktur dasar
3. Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan
11. Pemerintah Pusat,
selanjutnya disebut
Pemerintah
4. Lahan Cadangan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
12. Pemerintah daerah
13. Menteri
5. Kawasan Pertanian Pangan
Berkelanjutan
14. Kepala Dinas
6. Lahan pengganti
7. Ganti rugi
15. Satuan Kerja Perangkat
Daerah yang selanjutnya
disingkat SKPD
14. Kepala Dinas 6. Lahan pengganti 7. Ganti rugi 15. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Ruang Lingkup Ruang Lingkup Tujuan Tujuan a.Penetapan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Ruang Lingkup Ruang Lingkup Tujuan Tujuan a.Penetapan

Latar Belakang

Ketentuan Umum

Ruang Lingkup

Tujuan

Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Ruang Lingkup Ruang Lingkup Tujuan Tujuan a.Penetapan
Latar Belakang Ketentuan Umum Ruang Lingkup Tujuan Ruang Lingkup Ruang Lingkup Tujuan Tujuan a.Penetapan

Ruang Lingkup

Ruang Lingkup

Tujuan

Tujuan

a.Penetapan Lahan Pertanian Pangan

a.Penetapan Lahan Pertanian Pangan

Berkelanjutan; dan

Berkelanjutan; dan

b. Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan

b. Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan

Berkelanjutan.

Berkelanjutan.

a. a.

b. b.

c. c.

d. d.

e. e.

f. f.

mewujudkan dan menjamin tersedianya

mewujudkan dan menjamin tersedianya

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;

mengendalikan alih fungsi Lahan

mengendalikan alih fungsi Lahan

Pertanian Pangan Berkelanjutan;

Pertanian Pangan Berkelanjutan;

mewujudkan kemandirian, ketahanan,

mewujudkan kemandirian, ketahanan,

dan kedaulatan pangan nasional;

dan kedaulatan pangan nasional;

meningkatkan pemberdayaan,

meningkatkan pemberdayaan,

pendapatan dan kesejahteraan bagi

pendapatan dan kesejahteraan bagi

petani;

petani;

memberikan kepastian usaha bagi pelaku

memberikan kepastian usaha bagi pelaku

usaha tani;

usaha tani;

mewujudkan keseimbangan ekologis; dan

mewujudkan keseimbangan ekologis; dan

mencegah pemubaziran investasi

mencegah pemubaziran investasi

infrastruktur pertanian.

infrastruktur pertanian.

Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan meliputi: 4
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan meliputi: 4

Umum

Kriteria & Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan meliputi: 4
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan meliputi: 4
Pasal Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan meliputi: 4 5 a. Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan; b.
Pasal
Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
meliputi:
4
5
a. Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
b. Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
dan
c. Lahan Cadangan Pertanian Pangan
Berkelanjutan.
Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan
berada pada kawasan peruntukan
pertanian terutama pada kawasan
perdesaan.
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 6 Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kawasan Pertanian
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 6 Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kawasan Pertanian

Umum

Kriteria & Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 6 Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kawasan Pertanian
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 6 Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kawasan Pertanian

Pasal

6 Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan 7 secara hierarki terdiri atas:
6
Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan
7
secara hierarki terdiri atas:
secara hierarki terdiri atas:
Kawasan Pertanian Pangan
Berkelanjutan nasional;
Kawasan Pertanian Pangan
Berkelanjutan provinsi
Kawasan Pertanian Pangan
Berkelanjutan kabupaten/kota.
meliputi Kawasan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
lintas provinsi
meliputi Kawasan Pertanian
Pangan Berkelanjutan lintas
kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi.
meliputi Kawasan Pertanian
Pangan Berkelanjutan dalam
1 (satu) kabupaten/kota
Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan ditetapkan berdasarkan kriteria, persyaratan, dan tata
cara penetapan.
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan   Pasal     KAWASAN LAHAN LAHAN CADANGAN
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan   Pasal     KAWASAN LAHAN LAHAN CADANGAN

Umum

Kriteria & Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan   Pasal     KAWASAN LAHAN LAHAN CADANGAN
Umum Kriteria & Persyaratan Tata Cara Penetapan   Pasal     KAWASAN LAHAN LAHAN CADANGAN
 

Pasal

 
 

KAWASAN

LAHAN

LAHAN CADANGAN

 

8

 

a. memiliki hamparan lahan dengan luasan tertentu sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan/atau Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan

a. berada pada kesatuan hamparan lahan yang mendukung produktivitas dan efisiensi produksi;

a. berada pada kesatuan hamparan lahan yang mendukung produktivitas dan efisiensi produksi;

9

10

KRITERIA

b. memiliki potensi teknis dan kesesuaian lahan yang sangat sesuai, sesuai, atau agak sesuai untuk peruntukan pertanian pangan;

b. memiliki potensi teknis dan kesesuaian lahan yang sangat sesuai, sesuai, atau agak sesuai untuk peruntukan pertanian pangan; dan/atau

22

 

b. menghasilkan pangan pokok dengan tingkat produksi yang dapat memenuhi kebutuhan pangan sebagian besar masyarakat setempat, kabupaten/kota, provinsi, dan/atau nasional.

23

 

24

c. didukung infrastruktur dasar; dan/atau

c. didukung infrastruktur dasar

30

d. telah dimanfaatkan sebagai lahan pertanian pangan

31

 

PERSYARATAN

a. berada di dalam dan/atau di luar kawasan peruntukan pertanian; dan

a. berada di dalam atau di luar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan

a. tidak dalam sengketa;

32

b. status kepemilikan dan penggunaan tanah yang sah; dan

 

b. termuat dalam Rencana Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

b. termuat dalam Rencana Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.

 

c. termuat dalam Rencana Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

 
       
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 12 Usulan penetapan kawasan Menteri mengusulkan ke
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 12 Usulan penetapan kawasan Menteri mengusulkan ke

Umum

Kriteria&Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 12 Usulan penetapan kawasan Menteri mengusulkan ke
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 12 Usulan penetapan kawasan Menteri mengusulkan ke
Pasal 12 Usulan penetapan kawasan Menteri mengusulkan ke disampaikan Presiden disampaikan oleh Menteri kepada
Pasal
12
Usulan penetapan
kawasan
Menteri
mengusulkan ke
disampaikan
Presiden
disampaikan oleh Menteri
kepada
kembali oleh
menteri yang
menyelenggarak
an urusan
pemerintahan
menteri yang
menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang
penataan ruang
di bidang
untuk ditetapkan
menjadi
penataan ruang
kepada
untuk dikoordinasikan
dengan
Usulan penetapan kawasan
yang telah dikoordinasikan
Kawasan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
nasional dalam
rencana tata ruang
wilayah nasional .
instansi terkait
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 14 Kepala Dinas Provinsi Usulan penetapan kawasan Usulan
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 14 Kepala Dinas Provinsi Usulan penetapan kawasan Usulan

Umum

Kriteria&Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 14 Kepala Dinas Provinsi Usulan penetapan kawasan Usulan
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 14 Kepala Dinas Provinsi Usulan penetapan kawasan Usulan
Pasal 14 Kepala Dinas Provinsi Usulan penetapan kawasan Usulan penetapan kawasan disampaikan kembali oleh
Pasal
14
Kepala Dinas Provinsi
Usulan penetapan kawasan
Usulan penetapan
kawasan
disampaikan
kembali oleh
diusulkan oleh Kepala
Dinas Provinsi
disampaikan oleh Kepala Dinas
Provinsi
kepala SKPD
yang
menyelenggara
Gubernur
kan urusan
kepala SKPD yang
menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang
penataan ruang wilayah Provinsi
pemerintahan
di bidang
penataan
untuk ditetapkan
menjadi
ruang wilayah
Provinsi
kepada
untuk dikoordinasikan
dengan
instansi
Usulan penetapan
kawasan yang telah
dikoordinasikan
Kawasan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
Provinsi dalam rencana
tata ruang wilayah
Provinsi
terkait
Penetapan Kawasan, lahan dan lahan cadangan Pertanian Pangan
Berkelanjutan dalam rencana tata ruang wilayah Provinsi dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang ‐ undangan
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Kepala Dinas 16 Usulan penetapan kawasan,lahan dan lahan
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Kepala Dinas 16 Usulan penetapan kawasan,lahan dan lahan

Umum

Kriteria&Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Kepala Dinas 16 Usulan penetapan kawasan,lahan dan lahan
Umum Kriteria&Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Kepala Dinas 16 Usulan penetapan kawasan,lahan dan lahan
Pasal Kepala Dinas 16 Usulan penetapan kawasan,lahan dan lahan cadangan Kabupaten/Kota Usulan penetapan kawasan,
Pasal
Kepala Dinas
16
Usulan penetapan
kawasan,lahan
dan lahan
cadangan
Kabupaten/Kota
Usulan penetapan kawasan,
lahan dan lahan cadangan
26
disampaikan
diusulkan oleh Kepala
Dinas kab/kota kepada
34
kembali oleh
disampaikan oleh Kepala Dinas
kabupaten/kota kepada
kepala SKPD
yang
menyelenggara
Bupati
kan urusan
kepala SKPD yang
menyelenggarakan urusan
pemerintahan di bidang
penataan ruang wilayah
Kab/Kota
pemerintahan
di bidang
penataan
untuk ditetapkan
menjadi
ruang wilayah
kab/kota
kepada
untuk dikoordinasikan
dengan
instansi
terkait
Usulan penetapan
kawasan, lahan dan lahan
cadangan yang telah
dikoordinasikan
Kawasan, lahan dan
lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan
Kabupaten/Kota dalam
rencana tata ruang
wilayah kab/kota
Penetapan Kawasan, lahan dan lahan cadangan Pertanian Pangan
Berkelanjutan dalam rencana tata ruang wilayah Kab/Kota dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang ‐ undangan
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 35 Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 35 Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan

Umum

Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 35 Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 35 Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan
Pasal 35 Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilindungi dan dilarang
Pasal
35
Lahan yang sudah ditetapkan sebagai
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
dilindungi dan dilarang dialihfungsikan.
Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
hanya dapat dilakukan oleh Pemerintah atau
pemerintah daerah dalam rangka:
a.pengadaan tanah untuk kepentingan umum;
dan/atau
b.terjadi bencana.
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam

Umum

Persyaratan

Tata Cara Penetapan

Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam rangka
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam rangka
Pasal Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam rangka pengadaan tanah untuk kepentingan
Pasal
Alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dilakukan dalam rangka
pengadaan tanah untuk kepentingan umum terbatas pada kepentingan umum yang
meliputi:
36
a. jalan umum;
h. pelabuhan;
b. waduk;
i. bandar udara;
c. bendungan;
j. stasiun dan jalan kereta api;
d. irigasi;
k. terminal;
e. saluran air minum atau air bersih;
l. fasilitas keselamatan umum;
f. drainase dan sanitasi;
m. cagar alam; dan/atau
g. bangunan pengairan;
n. pembangkit dan jaringan listrik.
Umum Persyaratan Tata Cara Penetapan Pasal 39 memiliki kajian kelayakan strategis; a. luas dan lokasi
Umum
Persyaratan
Tata Cara Penetapan
Pasal
39
memiliki kajian kelayakan strategis;
a. luas dan lokasi yang akan dialihfungsikan;
b. potensi kehilangan hasil;
40
c. resiko kerugian investasi; dan
d. dampak ekonomi, lingkungan, sosial, dan
budaya.
41
44
mempunyai rencana alih fungsi lahan
a. luas dan lokasi yang akan dialihfungsikan;
b. jadwal alih fungsi;
c. luas dan lokasi lahan pengganti;
d. jadwal penyediaan lahan pengganti; dan
e. pemanfaatan lahan pengganti.
pembebasan kepemilikan hak atas tanah
a. memberikan ganti rugi oleh pihak yang
melakukan alih fungsi.
b. Besaran ganti rugi dilakukan oleh Penilai yang
ditetapkan oleh lembaga pertanahan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang ‐
undangan.
ketersediaan lahan pengganti terhadap Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan yang
dialihfungsikan
a. memenuhi kriteria kesesuaian lahan dan
dalam kondisi siap tanam
b. Mempertimbangkan luasan hamparan
lahan; tingkat produktivitas lahan; dan
kondisi infrastruktur dasar.
Umum Persyaratan Tata Cara Pasal 46 47 Presiden Usulan alih fungsi lahan Usulan alih fungsi
Umum Persyaratan Tata Cara Pasal 46 47 Presiden Usulan alih fungsi lahan Usulan alih fungsi

Umum

Persyaratan

Tata Cara

Umum Persyaratan Tata Cara Pasal 46 47 Presiden Usulan alih fungsi lahan Usulan alih fungsi lahan
Umum Persyaratan Tata Cara Pasal 46 47 Presiden Usulan alih fungsi lahan Usulan alih fungsi lahan

Pasal

46 47 Presiden Usulan alih fungsi lahan Usulan alih fungsi lahan Setelah disetujui Setelah disetujui
46
47
Presiden
Usulan alih fungsi lahan
Usulan alih fungsi lahan
Setelah disetujui
Setelah disetujui
Menteri Pertanian
Menteri Pertanian
disampaikan oleh Pihak yg
akan mengalihfungsikan
kepada
(dalam hal Lintas provinsi)
Gubernur
Gubernur
(dalam hal Lintas kab/Kota
(dalam hal Lintas kab/Kota
dalam satu provinsi)
dalam satu provinsi)
Bupati/Walikota
Bupati/Walikota
(dalam hal satu kab/Kota
(dalam hal satu kab/Kota
Persetujuan
Ya/Tidak
Dibantu Tim Verifikasi
Umum Persyaratan Tata Cara Ganti Rugi Pasal 50 Setiap pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang
Umum Persyaratan Tata Cara Ganti Rugi Pasal 50 Setiap pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang

Umum

Persyaratan

Tata Cara

Ganti Rugi

Umum Persyaratan Tata Cara Ganti Rugi Pasal 50 Setiap pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang
Pasal 50 Setiap pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dialihfungsikan wajib diberikan ganti rugi oleh
Pasal
50
Setiap pemilik Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang dialihfungsikan
wajib diberikan ganti rugi oleh pihak yang mengalihfungsikan
Penggantian nilai investasi infrastruktur diperuntukkan bagi pembiayaan
pembangunan infrastruktur di lokasi lahan pengganti
Selain ganti rugi kepada pemilik pihak yang mengalihfungsikan wajib
mengganti nilai investasi infrastruktur pada Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan yang dialihfungsikan.
Biaya ganti rugi dan nilai investasi infrastruktur dan pendanaan penyediaan lahan
pengganti bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah provinsi, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah kabupaten/kota instansi yang melakukan alih fungsi.
Besaran nilai investasi infrastruktur didasarkan pada:
a. taksiran nilai investasi infrastruktur yang telah dibangun pada lahan yang
dialihfungsikan; dan
b. taksiran nilai investasi infrastruktur yang diperlukan pada lahan pengganti.
Taksiran nilai investasi infrastruktur dilakukan secara terpadu oleh tim yang terdiri
dari instansi yang membidangi urusan infrastruktur dan yang membidangi urusan
pertanian
Umum Persyaratan Tata Cara Ganti Rugi Pasal Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Umum Persyaratan Tata Cara Ganti Rugi Pasal Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Umum

Persyaratan

Tata Cara

Ganti Rugi

Umum Persyaratan Tata Cara Ganti Rugi Pasal Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Pasal Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Diundangkan di Jakarta, 5 Januari 2011
Pasal
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku
pada tanggal diundangkan.
Diundangkan di Jakarta, 5 Januari 2011
Terima Kasih
Terima Kasih