Anda di halaman 1dari 31

Reaksi Halogenasi

Pendahuluan Reaksi halogenasi radikal bebas Halogenasi pada alkana, alkena dan alkuna Halogenasi pada keton Halogenasi pada benzena Halogenasi elektrofilik

Pendahuluan
Reaksi halogenasi adalah reaksi dengan halogen (Cl2, Br2, I2, F2). Reaksi halogenasi langsung melalui mekanisme pembentukan radikal bebas. Radikal bebas adalah atom atau group yang mempunyai satu atau lebiih elektron tak berpasangan.

Klorinasi Metana
Dengan adanya ultraviolet atau pada temperatur 250-400 oC, terjadi reaksi antara metana dan khlorin membentuk khlorometan atau metil khlorida Reaksinya disebut khlorinasi CH4 + Cl2
sinar

CH3Cl + HCl

Jenis reaksi pada khlorinasi metana adalah substitusi. Selanjutnya metil klorida sendiri dapat mengalami substitusi selanjutnya menjadi hidrogen khlorida dan CH2Cl2 atau diklorometan. sinar CH3Cl + Cl2 CH2Cl2 + HCl Dengan cara yang sama, klorinasi dapat berlanjut untuk menghasilkan CHCl3 (triklorometana, atau khloroform) dan carbontetrakhlorida (CCl4)

CH4

Cl2

HCl + CH3Cl
Metil klorida

Cl2

HCl + Cl2 CH2Cl 2


Metilene klorida

HCl + CHCl3
Khloroform

Cl2

HCl + CCl4
Karbontetrakhlorida

Khlorinasi metana dapat dikendalikan dengan mengatur jumlah metana yang direaksikan. Jika metil khlorida diinginkan sebagai produk akhir (monokhlorinasi) maka digunakan metana dalam jumlah berlebih.

Halogenasi Metana
Metana juga dapat bereaksi dengan bromin (pada temperatur tinggi atau dengan pengaruh uv), menghasilkan bromometana.
CH4
Br2

HBr + Br2 CH3Br


Metil bromida

HBr + Br2 CH2Br 2


Metilene bromida

HBr + Br2 CHBr3


Bromoform

HBr + CBr4
Karbontetrabromida

Metana bereaksi sangat cepat dengan Florin tetapi tidak bereaksi dengan iodin.

Mekanisme klorinasi
Mekanisme khlorinasi metana merupakan sebuah contoh mekanisme radikal bebas dan juga reaksi rantai. Tahap inisiasi rantai: Dalam tahap ini terbentuk Cl* sebagai radikal bebas. (1)

Tahap propagasi rantai: (2) (3)

Selanjutnya reaksi (2),(3),(2),(3), dst sampai: Tahap terminasi rantai, (ada 3 kemungkinan): (4) (5) (6)

Halogenasi pada Alkana


Halogenasi pada alkana yg lebih tinggi dari metana juga dapat terjadi dengan adanya ultraviolet atau temperatur tinggi dan memungkinkan terbentuknya isomer produk tergantung dari lokasi penggantian atom H. Etana hanya menghasilkan 1 haloetan, propana, n-butana dan isobutana menghasilkan 2 isomer, n-pentana menghasilkan 3 isomer dan isopentana menghasilkan 4 isomer.

Khlorinasi Alkana
CH3CH3
Etana Cl2

sinar

CH3CH2

Cl

Khloroetana (Etilkhlorida)

CH3CH2CH3
Propana

CH3CH2 CH2 sinar


1-khloropropana 45%

Cl2

Cl dan CH3CHCH3 Cl
2-khloropropana 55%

Khlorinasi Alkana
CH3CH2CH2CH3 n-butana
Cl2 sinar

CH3CH2CH2CH2
1-khlorobutana n-butil khlorida 28%

Cl dan CH3CH2CHCH3 Cl
2-khlorobutana 72%

CH3 CH3CHCH3
Isobutan Cl2 sinar

CH3 CH3CHCH2 Cl dan

CH3 CH3CCH3 Cl

1-kloro- 2-metilpropana 64%

2-khloro-2-metilpropana 36%

Mekanisme halogenasi
Halogenasi pada alkana mempunyai mekanisme yang sama dengan halogenasi metana:
(1) X2
250 - 400o atau sinar ultraviolet

2X

Tahap inisiasi rantai

(2) (3)

X R

+ RH + X2

HX + R

Tahap propagasi rantai


RX + X

Selanjutnya (2), (3), (2), (3), dst sampai akhirnya rantai terterminasi.

Halogenasi pada Alkena


Alkena bereaksi dengan khlorin bromin menjadi komponen jenuh yang mengandung 2 atom halogen yang terikat pada karbon-karbon yang berdekatan.
C C + X2 C X C X
Alkena (X2 = Cl2, Br2)

Vicinil dihalida

Reaksi berlangsung dengan adanya solven CCl4.

Adisi berlangsung cepat pada temperatur ruang atau di bawahnya dan tidak memerlukan ultraviolet.
CH2 CH2 + Br2
CCl4

CH2 Br

CH2 Br

Etena (Etilena)

1,2 dibromometana (Etilen bromida)


CCl4

CH3 CH

CH2 + Br2

CH3

CH Br

CH2 Br

Propena (Propilena)

1,2-dibromopropana (Propilena bromida)

Penambahan bromin dapat digunakan Sebagai salah satu metode untuk mendeteksi adanya ikatan rangkap karbon-karbon. Larutan bromin dalam karbon tetrakhlorida berwarna merah, sedangkan dihalida seperti alkena tidak berwarna. Perubahan warna yang cepat dalam larutan bromin menunjukkan adanya ikatan rangkap karbon-karbon

Alkena dapat mengalami substusi dengan halogen pada atom carbon yang terikat oleh ikatan ganda (adisi karena serangan ionik). Selain itu alkena juga dapat mengalami substitusi radikal bebas pada atom karbon lain yang tidak terikat pada ikatan ganda (substitusi karena serangan radikal bebas).
C X X C C H X
Serangan radikal bebas Substitusi

Serangan ion Adisi

Lokasi tempat terjadinya reaksi ditentukan oleh kondisi reaksi. Jika temperatur rendah dan dengan adanya solven CCl4 maka reaksi terjadi pada karbon yang terikat pada ikatan rangkap (reaksi adisi). Jika temperatur tinggi (500-600oC) dan terjadi pada fase gas, maka reaksi terjadi pada karbpn yang tidak terikat pada ikatan rangkap (reaksi substitusi)

T rendah CCl4

CH3

CH Cl

CH2 Cl

Ionik: Adisi

CH3

CH
Propilen

CH2

Cl2

1,2 dikhloropropana (Propilen khlorida) 500 - 600 Fasa gas

Cl

CH2

CH

CH2 + HCl

3-khloro-1-propena (Alil khlorida)

Radikal bebas: Substitusi

Halogenasi pada Benzena


Halogenasi pada benzena dapat terjadi dengan adanya katalis. Katalis yang digunakan bisa berupa aluminium bromida (jika bereaksi dengan Br2), aluminium khlorida (jika bereaksi dengan Cl2) atau besi. Sebenarnya besi bukan katalis, tetapi besi sangat mudah bereaksi dengan Cl2 dan Br2 membentuk FeCl3 atau FeBr3 yang berfungsi sebagai katalis.

Reaksi benzena dengan khlorin dengan adanya aluminium khlorida atau besi menghasilkan khlorobenzena.
Fe

Fe

Reaksi benzena dengan bromin dengan adanya aluminium bromida atau Fe menghasilkan bromobenzena.
Fe

Fe

Mekanisme halogenasi pada benzena adalah mekanisme substitusi aromatik elektrofilik.

Halogenasi pada alkilbenzena


Halogenasi alkil benzena dapat terjadi pada cincin benzena maupun pada rantai sampingnya. Jika bereaksi dengan halogen pada kondisi panas atau dengan adanya ultraviolet maka substitusi (atom) terjadi pada rantai samping. Jika bereaksidengan halogen dengan adanya FeCl3, maka substitusi (ion) akan terjadi pada cincin benzena.

CH3

Cl

Atom : menyerang rantai samping

Cl+

Ion: menyerang cincin benzena

Seperti pada alkana, halogenasi rantai samping juga bisa menghasilkan produk polihalogenasi. Khlorinasi rantai samping toluena dapat menghasilkan komponen mono-, di- dan trikhloro; benzil khlorida, benzal khlorida dan benzotrikhlorida.

CH3
Cl2 panas, sinar Toluene

CH2Cl
Cl2 panas, sinar Benzil khlorida

CHCl2
Cl2 panas, sinar Benzal khlorida

CCl3

Benzotriklorida

Halogenasi cincin akan menghasilkan isomer orto (o-) dan para (p-).
CH3
Cl2, Fe atau FeCl3

CH3 Cl dan

CH3

Cl
Toluena o-khlorotoluena p-khlorotoluena

Halogenasi Keton
Keton dapat mengalami halogenasi pada karbon (halogenasi ). Reaksi tersebut memerlukan kondisi basa atau sebuah katalis asam (Basa: reaktan, asam : katalis).
O
asam atau basa

O C H
X2=Cl2, Br2, I2

+ X2

C X

+ HX

Pereaktan lain yang dapat digunakan utk halogenasi keton adalah SO2Cl2 dan Nbromoamida.

Pada kondisi asam (Pembentukan enol) :

Pada kondisi basa:


O CH3CCH3 + Br2 + OHO BrCH2CCH3 + Br - + H2O

Pada kondisi basa, ketika -halo keton terbentuk, hidrogen yang lain pada atom karbon yang sama menjadi bersifat lebih asam dan karena adanya pengaruh tarikan elektron dari halogen dan digantikan lebih cepat daripada hidrogen pertama.

Jika produk yang diinginkan adalah bromoketon, maka sebaiknya reaksi dilakukan pada kondisi asam. Komplikasi lebih lanjut dapat terjadi pada halogenasi dengan katalis asam dimana trihaloketon yang terbentuk dapat diserang oleh basa sehingga menyebabkan pemecahan ikatan karbon-karbonnya.

Reaksi tersebut dikenal dengan reaksi haloform karena menghasilkan produk akhir khloroform, bromoform, atau iodoform (tergantung dari pereaksi yang digunakan).

Halogenasi alfa (haloform) merupakan dasar dari test iodofrm untuk identifikasi metil keton. Gugus metil dari metil keton diiodinasi secara bertahap sampai terbentuk endapan iodoform (CHI3) yang berwarna kuning.

Keton yang tidak simetris dapat membentuk enol yang berbeda yang akan bereaksi dengan halogen dan menghasilkan isomer halo keton.