Anda di halaman 1dari 2

PEMERIKSAAN MIKROSKOPIS TELUR CACING A. Alat-alat - Objek glass - Cover glass - Lidi - Pipet tetes - Mikroskop B.

Bahan - Sampel tinja cair - Eosin 2% - Garam fisiologis - Lugol C. Cara kerja D. 1. Buat sediaan dengan pewarnaan eosin - Disiapkan objek glass dengan dialasi tissue - Diatas objek glass ditetesi 1 tetes tinja kemudian ditambahkan satu tetes eosin. - Sampel diaduk dengan lidi hingga tercampur dengan eosin - Sampel pada objek glass ditutup dengan cover glass - Amati dibawah mikroskop 2. Membuat sediaan dengan garam fisiologis Disiapkan objek glass dengan dialasi tissue Diatas objek glass ditetesi 1 tetes tinja kemudian ditambahkan satu tetes garam fisiologis. Sampel diaduk dengan lidi hingga tercampur dengan garam fisiologis Sampel pada objek glass ditutup dengan cover glass Amati dibawah mikroskop

3. Membuat sediaan dengan lugol Disiapkan objek glass dengan dialasi tissue Diatas objek glass ditetesi 1 tetes tinja kemudian ditambahkan satu tetes lugol. Sampel diaduk dengan lidi hingga tercampur dengan lugol Sampel pada objek glass ditutup dengan cover glass Amati dibawah mikroskop

PERBEDAAN TELUR CACING Ascaris Lumbricoides (cacing gelang) Oxyuris / enterobius vermicularis (cacing kremi) Necator americanus/ Ancyloctoma duodenale (cacing tambang) Ukuran : 60x40 mikron -bentuk lonjong, kedua ujungnya membulat -berdinding tipis dan bening -isi telur antara 4-8 sel -berwarna merah karena eosin Trichuris trichiura (cacing cambuk)

Ukuran : 60x45 mikron -warna kuning kecoklatan -dinding tebal, 3 lapisan ( dari luar, albuminoid, hyalin dan vitelin -bentuk bulat dan dinding bergerigi -isi telur berupa sel tunggal yang belum membelah -berwarna merah karena eosin

Ukuran : 55x25 mikron -bentuk lonjong asimetris, lebih datar pada satu sisi -isi telur berupa larva Paling banyak ditemukan pada anus penderita

Ukuran : 50x22 mikron -bentuk seperti tong, tempayan -pada kedua ujungnya terdapat kutub -kulit telur dua lapis Kulit luar berwarna kuning, kulit dalam berwarna jernih -isi telur berupa inti sel -berwarna merah karena eosin