Anda di halaman 1dari 4

Dasar Teori KANDUNG EMPEDU Organ berbentuk kantung yang terletak di bagian inferior hepar.

. Organ ini berfungsi untuk menyimpan dan memekatkan empedu. Katup sfingter pada kolum vesicae felleae menyebabkan kapasitasnya berkisar antara 35-50 ml. Lapisan mukosa terdalamnya membentuk lipatan-lipatan seperti gaster. Ketika terisi penuh maka vesicae felleae akan mengembang dan berbentuk menyerupai buah pir. Vesicae felleae mendapat suplai darah dari arteri sistika yang merupakan cabang arteri hepatica dan membuang darah kotor melalui vena sistika yang akan bergabung menjadi vena porta hepatica. Innervasi parasimpatisnya berasal dari nervus vagus dan simpatisnya dari ganglion coeliacus. Volume maksimal yang bisa ditampung kandung empedu adalah 30 -60 ml. Empedu secara normal dipekatkan sampai 5x lipat. Sel hati mensintesis garam empedu 6gr/hari. Kecepatan sehari-hari sekresi garam empedu hati dikontrol secara aktif oleh tersedianya garam empedu dalam sirkulasi enterohepatik. Fungsi : 1. Absorpsi dan pencernaan lemak Dengan 2 cara : Asam empedu mengemulsikan partikel lemak besar jadi partikel yang lebih kecil Asam empedu membantu absorpsi produk akhir lemak 2. Alat untuk mengeluarkan produk buangan yang penting dari darah Ex: billirubin Sekresi, dilakukan dalam dua tahap oleh hati : 1. Disekresikan oleh sel-sel fungsional utama hati, yaitui sel hepatosit, sekresi awal ini mengandung sejumlah besar asam

empedu, kolesterol, dan zat organic lainnya. Kemudian empedu disekresikan ke dalam kanalikuli billiaris kecil yang terletak di antara sel-sel hati 2. Kemudian empedu mengalir di dalam kanalikuli menuju septa interlobularis, tempat kanalikuli mengeluarkan empedu ke dalam duktus billiaris terminal dan kemudian secara progresif ke dalam duktus yang lebih besar, akhirnya mencapai duktus hepatikus dan duktus billiaris komunis. Dari sini, empedu langsung dikeluarkan ke dalam duodenum atau dialihkan dalam hitungan menit sampai beberapa jam melalui duktus sistikus ke dalam kandung empedu

Reaksi Pettenkofer

1. TUJUAN Menunjukkan adanya garam empedu 2. PRINSIP H2SO4 akan menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa yang selanjutnya membentuk furfural. Asam empedu akan membentuk warna merah dengan furfural. Bila sukrosa terlalu banyak akan terjadi arang dan menyebabkan warna coklat/hitam yang sering terlihat di bawah warna merah. 3. BAHAN Empedu yang telah diencerkan 10x Sukrosa 10% H2SO4 pekat 4. PELAKSANAAN

Memasukkan 2 ml larutan empedu yang telah diencerkan 10x ke dalam tabung reaksi Meneteskan 1 tetes sukrosa 10% ke dalam tabung reaksi, campur Menuangkan c kira-kira 2 ml pelan-pelan pada dinding tabung reaksi yang dimiringkan Mengamati adakah lingkaran warna merah tanpa mengaduk 5. HASIL dan PEMBAHASAN

Dalam percobaan reaksi pettenkorf, tidak terbentuk lingkaran warna merah pada cairan empedu. Kemudian percobaan diulang kembali dengan lebih teliti dan sesuai prosedur untuk menghindari kesalahan pada percobaan pertama namun, hasil yang didapat ternyata sama saja dengan percobaan pertama. Yakni, tidak terbentuknya lingkaran warna merah. Kesalahan yang dapat terjadi pada percobaan reaksi pettenkorf dapat berupa ketidaktelitian, penuangan H2SO4 pekat yang tidak sedikit demi sedikit, tabung tidak dimiringkan atau abnormalitas dari reagen atau bahan baku percobaan ini. Dalam hal ini, kesalahan terletak pada bahan baku

sukrosa 10%. Karena beberapa kelompok lain yang mengerjakan percobaan reaksi pettenkorf juga mengalami hal yang sama.

Pembahasan : H2SO4 akan menghidrolisis sukrosa menjadi glukosa dan furfural. Furfural bersama asam empedu akan membentuk warna merah. Semakin tinggi kadar sukrosa, maka semakin tinggi kadar furfural, akibatnya akan terbentuk lingkaran berwarna coklat hitam dibawah lingkaran merah. Dengan adanya lingkaran warna tersebut, berarti menunjukkan adanya garam empedu. Prinsip pengujian adalah garam empedu yang akan diasamkan oleh H2SO4 dan adanya hasil kondensasi hexosa dari sukrosa yang akan bereaksi membentuk warna merah Warna hijau dilapisan paling atas larutan empedu yang tidak tercampur