Anda di halaman 1dari 18

MODUL TENTANG SISTEM IRIGASI POMPA

A. Tujuan Tujuan dari pembelajaran diharapkan dapat memahami tentang sistem irigasi pompa, sehingga dapat merencanakan dan menjalankan operasi dan pemeliharaan sistem irigasi pompa air tanah dengan baik dan benar.

B. Sasaran Para petani pengguna air, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan peserta tentang sistem irigasi pompa air tanah.

C. Lama penyampaian Pembelajaran dibandingkan dengan pembelajaran di luar kelas. Pembelajaran di luar kelas/di lapangan dapat menggunakan waktu 2-3 jam. di dalam kelas dapat menggunakan waktu lebih pendek

D.Cara penyampaian Penyampaian informasi dapat diberikan secara tatap muka di kelas atau juga praktek di lapangan. Di dalam kelas : Peserta diberi informasi oleh fasilitator tentang sistem irigasi pompa air tanah secara keseluruhan. Peserta di beri informasi tentang perencanaan penggunaan sistem irigasi pompa Peserta diberi penjelasan tentang teknis operasi dan pemeliharaan sistem irigasi

pompa air tanah Peserta diberi penjelasan tentang perhitungan beaya operasi dan

pemeliharaan Di luar kelas/di lapangan : Peserta dilibatkan untuk melihat sistem irigasi pompa air tanah, dari sistem pengambilan, pendistribusian, pembagian, pemeliharaan dan lainsebagainya.

E. Proses pembelajaran Fasilitator menyampaikan seluruh informasi kepada peserta tentang sistem irigasi pompa air tanah. Peserta dapat duduk di kursi atau lesehan dengan posisi duduk melingkar atau membentuk hurup U agar supaya peserta dapat menerima informasi dengan jelas.

F. Isi Pembelajaran. 1. Pengertian sistem irigasi pompa Irigasi pompa air tanah dapat diartikan sebagai usaha pengambilan air dari bawah permukaan tanah dengan menggunakan bantuan pompa air, sehingga dapat didistribusikan dan digunakan untuk keperluan irigasi. Irigasi pompa ini mempunyai kelebihan : Adanya kepastian perolehan air dibandingkan dengan irigasi permukaan sehingga dapat diharapkan tersedia sepanj'ang tahun. Rencana tata tanam dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dengan

mempertimbangkan kerja.

jenis tanaman, waktu tanam serta ketersediaan tenaga

Petani dapat mengatur sendiri penyediaan air untuk irigasinya

Meskipun demikian, irigasi ini juga mempunyai kelemahan-kelemahan, yaitu : Diperlukan investasi/modal yang relatif besar untuk pembangunannya.

Perlu perawatan yang intensif dan terus-menerus, sehingga membutuhkan dukungan tenaga operator yang trampil.

Diperlukan

biaya

operasi

dan

pemeliharaan

yang

memadai,

agar

keberlanjutannya dapat terjaga. Mengingat mahalnya investasi yang dibutuhkan dalam pembangunan instalasi sistem irigasi pompa air tanah, maka biasanya keberadaannya masih merupakan proyek yang dikerjakan oleh pemerintah dan petani akan diserahi tugas untuk melaksanakan O & P sistem irigasi tersebut Pada saatnya nanti peran partisipasi masyarakat dalam pembangunan sistem irigasi pompa air tanah sangat diharapkan. Sistem irigasi air tanah memerlukan biaya O & P yang relatif tinggi, maka petani harus dapat memperhitungkan dengan baik pertanian yang diusahakan. Untuk itu petani harus benar-benar intensif dalam pengelolaan tanaman pertaniannya sehingga dapat menanggung biaya yang dibebankan untuk pengelolaan sistem irigasi pompa air tanah. Biasanya petani akan menanam jenis tanaman yang mempunyai peluang produktivitas tinggi dan bernilai ekonomis tinggi serta membutuhkan air relatif sedikit Tanaman jenis hortikultura dan buah-buahan biasanya menjadi pilihan para petani, misalnya tomat, lombok, semangka, melon, dll. Untuk melaksanakan pengelolaan yang baik dibutuhkan suatu institusi atau lembaga pengelolaan yang baik pula. Lembaga ini biasanya disebut Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA), Mitra cai, atau apa saja namanya sesuai daerahnya.

Gambar 1. Sistem irigasi pompa air tanah

2. Bagian-Bagian Irigasi Pompa Dalam instalasi irigasi pompa air tanah, biasanya terdiri dari: Sumur air tanah, dapat jenis sumur gali, tor (pipa), yang berfungsi untuk mengumpulnya air dari akuifer Pompa air dan mesin penggeraknya (mesin disel, generator set, listrik dari PLN,dll) Bak penampung, yang berfungsi sebagai bak penenang yang biasanya dilengkapi dengan alat ukur debit Saluran pembawa, yang dapat menggunakan pipa air atau saluran terbuka Bangunan pembagi ke masing-masing box Bangunan stasiun pompa (rumah pompa), yang berfungsi sebagai tempat pompa, mesin, dan alat-alat pendukung lainnya dan juga untuk menyimpan

buku catatan kegiatan O & P.

Jenis-jenis pompa yang biasa digunakan untuk keperluan irigasi, adalah : Pompa sentrifugal dengan kedalaman muka air maksimum 8 m. Pompa inii paling banyak digunakan untuk keperluan irigasi Pompa submersibel, yang merupakan pompa berdiameter kecil dan dimasukkan kedalam pipa lindung

Pompa turbin, adalah pompa putar (rotasi) yang dipasang didalam sumur dan mempunyai kapasitas yang besar.

3. Operasi Sistem Irigasi Pompa Berlainan dengan cara yang lazim digunakan dalam jaringan irigasi air permukaan, pada sistem irigasi pompa air tanah petani dapat menentukan sendiri berapa banyak air yang ia perlukan dilahan mereka. Meskipun jumlah air yang diberikan dapat sesuai dengan permintaan petani yang bersangkutan, tetapi juga harus dipertimbangkan aspek keadilan dan pemerataan pada petani-petani yang lain. Disamping itu juga dituntut kesadaran petani agar dapat menggunakan air sehemat mungkin, maka air harus dibagi secara efektif dan efisien. Yang perlu mendapat perhatian dalam pembinaan adalah cara dan teknik pembagian air termasuk pemberian air di lahan. Hal ini tentunya menuntut kemampuan operasi yang lebih tinggi dibandingkan irigasi permukaan agar dapat memenuhi kriteria tepat tempat, jumlah dan waktu agar kepuasan dikalangan petani dapat terpenuhi. Agar sistem irigasi pompa air tanah dapat dipertahankan keberianjutannya, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: Mengoperasikan peralatan sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuat peralatan (pompa dan mesin) Menyediakan air irigasi sesuai dengan permintaan petani melalui ulu-ulu/P3A sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, dan hanya pada waktu tanaman benar-benar membutuhkan. Mengurusi bahan bakar dan suku cadang. Operator harus memesan barangbarang yang dibutuhkan sebelum waktu digunakan, sehingga b'dak terjadi keterlambatan penyediaan bahan.

Melakukan pekerjaan administrasi yang berhubungan dengan stasiun pompa, misalnya mencatat jam operasi, kegiatan operasi pemeliharaan, mencatat debit, mencatat penggunaan air, pemakaian / konsumsi bahan bakar, dll.

4. Pemeliharaan Sistem Irigasi Pompa Pemeliharaan Sumur bor (pipa) Sumur jenis ini di bor jauh kedalam lapisan tanah yang mengandung banyak air, sehingga diperlukan peralatan berat untuk membuatnya. Sumur jenis ini dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan, karena mampu menghasilkan jumlah air yang banyak. Demikian juga untuk keperluan irigasi yang cenderung mernerlukan jumlah air yang besar dan kepastian ketersediaan, maka pilihan jenis sumur ini paling banyak dilakukan. Seperti peralatan yang lain, sumur juga mengalami keausan akibat pemompaan yang terus menerus. Tanda-tanda sumur telah mengalami keausan adalah : Kapasitas sumur berkurang secara berangsur-angsur atau penyusutan kemampuan sumur. Air yang dipompa bercampur pasir dan lumpur atau material lain.

Keausan ini disebabkan oleh karat dan kotoran-kotoran lain yang melekat, sehingga korosi ini mampu menghancurkan bahan pipa dan saringan. Pemeriksaan berkala sumur bor biasanya dilakukan 10-15 tahun setelah operasi pertama. Jika dari hasil pemeriksaan sumur menunjukkan perlu didersidkan dan direhabilitasi, maka perlu perencanaan dan persiapan yang matang. Biasanya jika sumur telah menunjukkan penurunan kemampuan yang berarti, pilihan melakukan pengeboran lagi lebih prioritas dari pada memperbaiki sumur yang ada.

Gambar 2. Sumur pipa (bor)

Pemeliharaan Mesin/Pompa Pemeliharaan yang baik sesuai dengan petunjuk teknis yang ditentukan akan memperpanjang umur pakai suatu peralatan. Pada umumnya perawatan rutin yang dilaksanakan teratur akan mengurangi resiko kerusakan, sehingga menghemat biaya perawatan dalam jangka panjang. Untuk melaksanakan pemeliharaan yang baik, diperlukan : operator dan staf yang terlatih dan seperangkat peralatan yang memadai. Operator ini harus mampu memberikan informasi dan tanggap masalah yang mungkin timbul serta mampu mengatasi masalah-masalah yang timbul. Montir lapangan yang mampu untuk melakukan perbaikan-perbaikan di sumur pompa dan montir yang bekerja dibengkel. Seperangkat peralatan yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikanperbaikan rutin.

Secara umum ada tiga jenis pemeliharaan, yaitu : Pemeliharaan rutin Pemeliharaan ini termasuk perbaikan-perbaikan kecil yang harus dilakukan oleh operator, antara lain : mengecek oli, sistem pelumasan, pengencangan baut /mur, dan lain sebagainya.

Pemeliharaan rutin : Mengecek oli/

sistem pelumasan Mengecangkan baut/mur kendor Mengecek sistem pendinginan Mengecek belt Dll yang

Gambar 3. Pemeliharaan rutin irigasi pompa

Pemeliharaan Berkala Merupakan kegiatan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala yang harus dilakukan oleh operator. Pemeliharaan ini biasanya ditentukan berdasarkan jam operas! peralatan. Kegiatan ini juga meliputi perbaikan-perbaikan besar yang dilakukan pada waktu pompa tidak digunakan, karena tanaman sedang tidak membutuhkan air. Contoh Jadwal pemeliharaan berkala dapat dilihat seperti pada gambar 4.

Pemeliharaan darurat Pemeliharaan ini dilakukan karena terjadi kerusakan mesin/pompa secara mendadak, misalnya piston mesin pecah, impeler pompa patah, dll. Kejadian ini biasanya terjadi karena perawatan rutin dan berkala tidak dilaksanakan sesuai proseduryang seharusnya, sehingga akan berakibat fatal. Kejadian ini akan biasanya memerlukan waktu perbaikan yang relatjf lama dengan membutuhkan biaya yang mahal. Karena kejadian ini tidak direncanakan, maka tentu akan berakibat pada.

OPERASI

JAM PEMAKAIAN POMPA KOMPONEN


8 50 150 300 500 1000 2500 Keterangan

PEMBERSIHAN

Saringan udara terendam oli Saringan Pompa BBM Tangki BBM Injektor/bosch pump Silinder, kipas, radiator Permukaan oli (tabung pembersih)

f-t^ ,
^

i ~-^ ;

:^^

PEMERIKSAAN

Permukaan oli mesin Permukaan air accu/baterai Tegangan tali kipas Kerenggangan klep Permukaan oli roda gigi Kerenggangan impeler Oli mesin

S~"
"$&
&fe>.
..^v

*X*\ .

^ife

s
* "X" |*&X* * i. >

PENGGANTIAN

Oli saringan udara Saringan BBM Saringan oli Tali kipas Oli roda gigi Minyak gemuk/grease Sikat stater

*%

Gambar 4. Jadwal pemeliharaan berkala

10

Pemeliharaan saluran pembawa dan bangunan penunjang Jika saluran pembawa merupakan saluran terbuka, maka pemeliharaan yang dilakukan adalah layaknya pada irigasi permukaan. Misalnya meJakukan kegiatan rutin membersihkan kotoran, rumput, menutup bocoran disepanjang saluran, dll. Jika saluran yang digunakan adalah saluran tertutup berupa pipa, maka kebersihan pada bak-bak pembagi yang terbuka harus lebih diperhatikan, karenanya jangan sampai ada kotoran/sampah masuk yang berakibat pada tersumbatnya saluran pembawa tersebut.

5. Tanggung Jawab Lembaga Pengelolaan Sistem irigasi Pompa AirTanah. Seperti telah diketahui, para petani bertanggung jawab sepenuhnya atas operasi dan pemeliharaan sistem irigasi pompa air tanah. Operasi dan Pemeliharaan (O & P) sistem irigasi pompa air tanah ini mempunyai tingkat kesulitan dan resiko yang lebih tinggi. Untuk itu petani harus tergabung dalam lembaga pengelolaan (P3A, HIPPA, Mitra Cai, dll) yang tangguh, mandiri dan mempunyai sumberdaya yang memadai. P3A akan menjadi tangguh apabila semua anggotanya berdisiplin yang tinggi dan kesadaran penuh mematuhi semua aturan yang telah disepakati oleh seiuruh anggota. Peraturan-peraturan tertulis ini biasanya dituangkan dalam bentuk Anggaran Dasar/Rumah Tangga (AD/ART). Tanggung jawab P3A dalam pengelolaan sistem irigasi ini adalah : Kegiatan rutin/harian/Mingguan: Melakukan pembinaan kepada anggota untuk mempergunakan air sehemat mungkin, serta memenuhi faktor tepat tempat, jumlah dan waktu. Melaksanakan cara dan teknik pembagian air yang baik, sehingga pelayanan penyediaan air dapat memuaskan anggota. Selalu melakukan kontrol administratif dan teknis terhadap pekerjaan operator dan staf yang dipekerjakan.

11

Kegiatan Musiman: Melakukan pembinaan terhadap operator pompa, tenaga administrasi, ketua blok, ulu-ulu untuk meningkatkan kemampuannya. Melakukan pengaturan rencana tata tanam, penentuan jenis tanaman, membuat jadwal rencana pembagian air, dll. Setiap pola tanam harus direncanakan berdasarkan perbandingan antara jumlah air yang dibutuhkan dengan kapasitas pompa. Merencanakan kegiatan pemeliharaan instalasi pompa air tanah sesuai dengan spesifikasinya. Melakukan pembahasan dengan anggota P3A untuk menentukan jumlah iuran yang disepakati. Melakukan penarikan iuran pelayanan air irigasi kepada anggota yang membutuhkan air irigasi. Dll

Kegiatan Khusus: Melakukan koordinasi dengan lembaga /organisasi di desa, kecamatan, dll untuk

melaksanakan kerjasama yang saling menguntungkan. Misalnya untuk kegiatan penyediaan sarana produksi pertanian, pemasaran pertanian, penyediaan kredit pertanian, dll.

6. Penjadwalan Pemberian Air irigasi Salah satu masalah yang dijumpai dala sistem irigasi pompa air tanah adalah keterbatasan kemampuan pompa air, namun harus dapat memenuhi permintaan petani yang-terdiri dari beberapa blok. Untuk itu maka dibuat jadwal rotasi (giliran) pemberian air. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan untuk membuat jadwal rotasi ini diantaranya adalah :

12

Karakteristik Jaringan Langkah pertama adalah membagi areal kedalam kelompok-kelompok rotasi yang hampir sama besar dan karakteristiknya. Blok-Wok ini dianggap sebagai unit rotasi, kadang-kadang beberapa blok dapat digabung menjadi satu unit rotasi Contoh : Daerah irigasi air tanah Wadas mempunyai 2 blok dengan 7 subblok yang dapat diberi air sendiri-sendiri. Kapasitas pompa 54.5 l/det, sedangkan kapasitas saluran kuarter 25 l/det. Maka untuk menggunakan pompa pada kapasitas penuh debit harus dibagi pada dua blok secara bersamaan. Hal ini dapat dijelaskan pada Gambar 5.

Sub blok
VII VI V IV III II I

Hari ke

Gambar 5. Contoh Pembagian Blok Giliran Air

Kapasitas Pompa Besar debit yang dialirkan tergantung pada kapasitas pompa dan saluran. Selain itu dalam mengoperasikan juga dipertimbangkan spesiflkasi mesin dan pompa air agar diperoleh kapasitas yang paling optimal. Yang dimaksud optimal adalah kapasitas dimana pompa air bekerja pada debit air yang paling banyak untuk setiap liter bahan bakar yang dikonsumsi.

13

Contoh : Kecepatan mesin (RPM) 1500 1700 40.51/detik 54.51/detik 2.8 liter/jam 2.9 liter/jam Debit air Pemakaian bahan M3 air/liter bahan bakar 52 68

Dari contoh tabel diatas menunjukkan bahwa mengoperasikan pompa pada kecepatan mesin 1700 RPM lebih ekonomis, sebab kita dapat memperoleh debit air lebih banyak untuk tiap liter konsumsi bahan bakar. Sebenarnya pompa dapat dapat dioperasikan pada kecepatan yang berbeda-beda, jadi debit yang dihasilkan juga bervariasi. Tetapi hal ini dalam pelaksanaan mengalami kesulitan, karena jadwal pemberian air yang bervariasi ini memerlukan operator yang baik dan sulit dalam dalam pencatataanya. Oleh sebab itu dianjurkan untuk mengoperasikan pada kecepatan yang sama, yang dianggap paling optimal.

Kebutuhan air di lahan Kebutuhan air ini akan tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan dilahan. Tanaman padi akan berbeda kebutuhan airnya dengan tanaman palawija, buah-buahan, sayursayuran. Demikian juga jenis tanah juga akan berpengaruh terhadap kebutuhan airnya. Misalnya tanah lempung mempunyai kemampuan menyimpan air yang reJatif lebih lama dibandingkan tanah berpasir, sehingga jarak waktu pemberian airnya juga lebih lama dibanding tanah berpasir. Jarak waktu pemberian air ini jangan sampai terjadi kondisi titik layu permanen, karena tanaman akan menguning dan mati. Biasanya para petani sudah mengetahui kapan waktunya dan berapa banyak melakukan pengairan, karena mereka telah mempunyai pengalaman membudidayakan dilahannya. Meskipun mereka sering tidak memperdulikan debit yang mereka alirkan.

Lamanya air mengalir Air memerlukan waktu untuk mengalir dari pompa kesawah. Waktu yang diperlukan untuk

14

mengalirkan air dari pompa ke lahan tergantung pada kemiringan, dimensi, tipe, panjang saluran, kebersihan saluran, debit air, kelembaban saluran, dll. Sebelum membuat jadwal pembagian air, P3A harus mempunyai data kecepatan air disaluran. Hal ini bisa dilakukan pengukuran dengan alat yang sederhana oleh P3A dibantu juru pengairan setempat Saluran yang terawat, bersih dari rumput/sampah, tidak banyak bocor, akan mengalirkan air yang lebih cepat dari saluran yang tidak terawat.

Kehilangan air disaluran Air biasanya semakin kehilir mengalami penurunan debit akibat rembesan,

penguapan,dan kehilangan lainnya. Oleh karena itu untuk menutup kehilangan air disaluran biasanya diberikan air tambahan sebesar 20 %. Kehilangan air disepanjang saluran ini akan terkait erat dengan pemeliharaan saluran itu sendiri. Jika saluran dirawat dengan baik, maka kehilangan air akibat rembesan disepanjang disaluran semakin kecil.

7. Aspek - aspek Keuangan Sistem Irigasi Pompa Air Tanah Biaya yang harus dikeluarkan untuk mengoperasikan sistem irigasi air tanah terdiri dari biaya penggantian suku cadang dan biaya operas! dan pemeliharaan (O & P). Pengeluarah ini menjadi dasar perhitungan menentukan besarnya sumbangan/iuran yang harus ditanggung oleh anggota.

Biaya operasi dan pemeliharaan Biaya O & P terdiri biaya tetap dan tidak tetap. Biaya tetap mencakup pengeluaran untuk honor operator, pegawai PSA (staf yang dipekerjakan ), dll. Sedangkan biaya tidak tetap tergantung dari jam operas! pompa air tanah, misalnya bahan bakar, pelumas, suku cadang, dll. luran Besarnya iuran yang harus dibayar petani ditentukan berdasarkan kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan P3A. Ada beberapa cara menentukan besarnya iuran, yaitu : Menentukan besarnya iuran berdasarkan luas kepemilikan lahan. Cara ini mudah

15

dilaksanakan, tetapi kelemahannya adalah tidak ada hubungan antara besarnya iuran air dengan luas lahan. Hal ini karena belum tentu tanah yang luas menggunakan air yang lebih banyak. Iuran yang ditarik berdasarkan air yang dipakai anggota. Cara ini akan

mendorong petani untuk mempergunakan air seefisien mungkin, karena semakin boros dia menggunakan air iuran yang harus dibayar juga semakin besar. Kelemahan cara ini adalah penanganan administrasi sulit sehingga menuntut operator dan tenaga administrasi yang trampil dan teliti. Gabungan antara kedua cara tersebut diatas, biaya tetap ditutup dengan iuran yang ditarik berdasarkan luas pemilikan lahan, sedangkan biaya tidak tetap diperoleh dengan iuran yang berdasarkan jumlah air yang dipakai.

Contoh Perhitungan besarnya iuran Data dasar: Luas daerah Layanan Jumlah jam pemompaan Pemakaian bahan bakar Harga bahan bakar (solar) = 40 ha = 2475 jam/th = 8,71 liter/jam = Rp 600/liter

Operator dan tenaga administrasi waktu kerja dianggap 1 tahun penuh

Perhitungan biaya: A. Biaya tetap/tahun 1. Gaji operator (Rp.200.000 x 12 bulan) 2. Gaji tenaga administrasi (Rp. 150.000 x 12 Bulan) 3. Biaya pemeliharaan (Rp.50.000 x 40 ha) Jumlah = Rp. 2.400.000,= Rp. 1.800.000,= Rp. 2.000.000,= Rp. 6.200.000,-

16

B. Biaya tidak tetap 1. Biaya operasi: Kebutuhan bahan bakar 8.71liter/jam x Rp.600/liter Lain-lain sebesar 15% dari kebutuhan bahan bakar = Rp. 5226,-/jam = Rp. 784,-/jam = Rp. 6010,-/jam 2. Biaya tambahan untuk P3A (10 % dari operasi) Besar biaya ini ditentukan dari kesepakatan anggota = Rp. 601,-/jam

Jumlah

= Rp. 6611,-/jam

Perhitungan besar iuran: Cara I ( persatuan pemilikan lahan) Biaya tetap Biaya tidak tetap 2475 jam x Rp. 6611,-/jam = Rp. 6.200.000,= Rp. 16.362.225,= Rp. 22.562.225,Besar iuran pemakai air ditetapkan sebesar: Rp.22.562.225 / 40 ha = Rp.564.055/ha

Cara II ( iuran perjam pemakaian) Biaya tetap (Rp.6.200.000,-/2475 jam) Biaya tidak tetap = Rp. 2505,-/jam = Rp. 6611,-/jam = Rp. 9116,-/jam Besar iuran pemakai air ditetapkan sebesar = Rp.9116,-/jam

Cara III ( Gabungan cara I dan II)

17

Biaya tetap (perluas pemilikan lahan) Rp.6.200.000/th /40 ha = Rp. 155.000,Biaya tidak tetap (perjam pemakaian) = Rp. 6.611,-

Besar iuran air Rp.155.000/ha/th dan biaya operasi perjam Rp.6.611,-

Biaya Penggantian Pompa dan Mesin Pompa, mesin dan peralatan lainnya akan mengalami keausan setelah lama digunakan. Misalnya, mesin diesel diperkirakan umur ekonomisnya hanya sampai 7 tahun dan umur pompa 10 tahun. Awet tidaknya suatu peralatan ditentukan oleh baik tidaknya rancangan, waktu operasinya, kualitas pemeliharaan, kualitas pemakaian, dan

ketrampilan operator. Jika peralatan telah habis umur ekonomisnya dan tidak dapat dipakai lagi, maka peralatan perlu diganti. Untuk penggantian tersebut tentu membutuhkan dana yang relatif besar. Cara untuk mendapatkan dana adalah dengan menyisihkan sebagian dari kekayaan organisasi secara teratur tiap tahun. Misalnya untuk membeli pompa air yang umurnya 10 tahun, uang yang perlu disisihkan setiap tahun sekurang-kurangnya 1/10 dari harga pompa air tersebut Demikian juga untuk membeli sebuah mesin diesel yang umurnya 6 tahun, perlu disisihkan danasekurang-kurangnya 1/6 dari harga mesin diesel tersebut Sengaja menggunakan kata "sekurang-kurangnya" karena harga akan cenderung mengalami kenaikan.

18