Anda di halaman 1dari 6

TEKNIK PENYUSUNAN PTK

Teknik penyusunan PTK Di edisi kali ini kita akan coba membahas trik dan tips mudah menyusun bab 1 sampai bab 3. Tiga bab awal ini dapat dikatakan sebagai pondasi utama bangunan PTK dan menjadi penentu keberhasilan tindakan yang akan dilakukan. Pada posting sebelumnya saya telah coba uraikan kegiatan sebelum teman-teman menyusun PTK, yaitu mengidentifikasi, menemukan dan memilih masalah yang akan diteliti dengan prinsip bahwa masalah yang dipilih memang mendesak untuk dipecahkan. Satu hal yang perlu saya ingatkan yaitu sebelum menyusun proposal pastikan dulu teman-teman sudah menemukan alternatif pemecahan masalah yang akan diteliti. Maksudnya gimana sich?? Saya contohkan saja ya Misalnya masalah yang akan diteliti Bagaimana menarik perhatian siswa dia awal pelajaran pada pelajaran IPS? Sebelum proposal disusun, temukan dulu alternatif pemecahannya. Misalnya melalui penggunaan Media Visual. Naah jika sudah ditemukan dapat dipastikan bahwa perhatian siswa disebut variable primer dan media visual disebut variable skunder. Mengapa disebut skunder? Karena masih banyak cara lain untuk menarik perhatikan siswa. Penggunaan media visual hanya salah satu diantaranya. Okelah kalau gitoe. Kita lanjut Bagian awal PTK adalah Bab 1 (Pendahuluan), kemudian bab 2 (tinjauan pustaka) dan bab (metode penelitian). !istematika penulisan (outline) PTK be"beda#beda namun pada p"insipn$a sama. %alu dimana kesamaan$a&& Bab 1 umumn$a be"isi lata" belakang masalah, pe"umusan masalah dan gamba"an singkat metode peme'ahan masalahn$a. Bab 2 be"isi tinjauan pustaka da"i (a"iable p"ime" dan (a"ibel skunde" penelitian. Bab umumn$a be"isi penjelasan waktu, tempat, sub$ek (siswa) $ang diteliti, kelas $ang diteliti, 'a"a pengumpulan data, inst"ument pengumpulan data, 'a"a analisis data, 'a"a obse"(asi dan indi'ato" kebe"hasilan penelitian. )ntuk lebih jelasn$a sa$a 'ontohkan sistematika p"oposal PTK untuk masalah $ang tadi kita pilih, namun si*atn$a tidak baku. Bab 1 Pendahuluan A. Latar Belakang Masalah B. Identifikasi Masalah (optional) C. Rumusan Masalah D. Pemecahan Masalah Bab 2 Tinjauan Pustaka A. Menarik minat dan Perhatian Siswa B. Media Pembelajaran visual Bab 3 Metode Penelitian A. Setting penelitian (waktu,tempat, subyek yang diteliti,observator penelitian) B. Prosedur penelitian C. Pengumpulan Data D. Analisis Data

E. Indikator keberhasilan penelitian Naaah sistematika itulah yang akan kita bahas tentunya. Namun kali ini bab I dulu yaaa, soalnya mulai pegel tanganku nich. Kita mulai bab 1. Bab 1 Pendahuluan Latar Belakang Masalah Menulis latar belakang masalah biasanya menjadi kendala berat bagi orang yang baru pertama kali akan menyusun karya tulis. Kendala terbesar adalah sulitnya menuangkan ide,gagasan dan pemikiran yang ada dikepala dalam bentuk tulisan yang runtut, mudah dipahami, tidak berteletele. Dalam beberapa workshop PTK yang saya ikuti kebanyakan teman-teman bingung mengenai apa yang harus ditulis dalam latar belakang masalah. Nah saya akan coba berikan trik dan tipsnya. Tips ini hanya satu alternative lho Pertama, uraikan dulu kondisi ideal dari suatu kegiatan belajar. Teman-teman bisa merujuk standar nasional pendidikan (SNP), UU sikdiknas atau permendiknas, atau bisa juga pendapatpendapat para ahli. Kedua, uraikan kondisi riil yang terjadi di kelas anda secara keseluruhan. Dengan menguraikan semua masalah yang dihadapi dikelas maka sama saja kita sudah melakukan identifikasi masalah. Bagian yang kedua ini adalah inti dari latar belakang masalah. Uraian latar belakang masalah bisa mulai dari yang bersifat umum kemudian mengeruncut ke hal-hal yang bersifat khusus. Metode ini disebut metode penulisan induktif. Sebaliknya uraian juga dapat dimulai dari yang bersifat khusus kemudian mengerucut ke hal yang bersifat umum. Metode ini disebut uraian deduktif. Hal yang perlu kita pahami adalah jangan mengkacaukan latar belakang masalah dengan permasalahan. Mari kita lihat contoh berikut: Permasalahan: Banyak siswa yang pasif ketika melakukan kegiatan kerja kelompok. Gejala ini harus dijelaskan secara rinci bukti-buktinya, berapa jumlah siswa yang tidak aktif dalam kerja kelompok, berapa jumlah siswa yang aktif, apa alasan siswa tidak aktif . Setelah itu uraikan latar belakang banyaknya siswa yang pasif dalam kerja kelompok misalnya tidak ada pembagian kerja, sesama anggota kelompok tidak kompak, tidak mengerti tugas yang harus dikerjakan, sesama anggota kelompok sedang mengalami konflik, dan seterusnya. Identifikasi Masalah (optional) Dalam mengidentifikasi masalah sebaiknya anda tuliskan semua masalah pembelajaran yang anda alami dalam bentuk rincian. Misalnya Siswa tidak ada yang berani menjawab pertanyaan guru Siswa tidak berani bertanya 70% siswa membuat catatan pada buku yang berganti-ganti Dalam belajar kelompok siswa banyak yang mengandalkan temannya Siswa tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok, dan seterusnya. Rumusan Masalah Pilihlah satu masalah dari sekian banyak masalah yang teridentifikasi dengan catatan: mendesak untuk dipecahkan, nilai strategisnya sangat penting , dan sudah ditemukan alternatif pemecahannya. Perumusan masalah meliputi dua variabel yaitu variabel primer (variabel terikat) dan variabel skunder (variabel bebas). Contoh perumusan masalah: Apakah partisipasi kerja

kelompok dapat meningkat melalui penerapan metode pembelajaran kelompok dengan teknik investigasi group? Bagaimanakah perhatian siswa melalui penggunaan media visual dalam pembelajaran IPS? Rumuskan masalah secara singkat, jelas dan padat.

Pemecahan Masalah

Dalam subbab ini kita menguraikan masalah yang dipilih dan tindakan pemecahannya misalnya bagaimana cara penggunaan media visual dikelas untuk menarik minat dan perhatian siswa.

Tips Menyusun Penelitian Tindakan Kelas


Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran , Penelitian tindakan kelas bukan barang asing lagi. Jenis penelitian ini sudah sangat familier di kalangan guru,

pendidik, atau praktisi pendidikan. Namun sampai saat ini produktivitas guru dalam melakukan riset berbentuk penelitian tindakan boleh dibilang masih minim. Memang banyak yang sudah mengenal, tapi sebagian besar belum melakukannya. Ketika saya berdiskusi dengan banyak guru, hambatan terbesar antara lain; kurangnya ketajaman mengidentifikasi permasalahan belajar dan alternatif pemecahannya. Memang...untuk bisa mencari pemecahan masalah belajar, dibutuhkan sharing dengan sesama guru, menelaah referensi dan tentunya banyak baca buku. Naaah.. yang terakhir itu emang kendala terbesar sebagian guru di ndonesia...!membaca belum menjadi budaya!. Kendala berikutnya adalah kurangnya kemampuan menterjemahkan ide,pikiran, gagasan di kepala dalam bentuk bahasa tulis. ni penting sebab namanya penelitian itu kan mulai perencanaan hingga pelaporan disajikan dalam bentuk tulisan. "ha kalau gak terbiasa menulis gimana mau meneliti bro... #disi posting kali ini saya mau nyoba memberi gambaran singkat mengenai prinsip penelitian tindakan kelas dan mudah$mudahan mudah dipahami bagaimana menyusun penelitian tindakan kelas. %ebelum kita mulai sebaiknya kita perlu merenungi pepatah yang disampaikan pendiri Ford Coorporation yaitu mbah Henry ford berikut& 'Jika anda berfikir tidak mampu maka anda tidak akan pernah mampu (Henry Ford) (ke gak usah banyak basa$basi, kita mulai saja. Menurut Kurt "e)in *+K merupakan suatu penelitian yang terdiri dari suatu rangkaian langkah ,a spiral of step- yang terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan pengamatan, dan kegiatan refleksi. %ebelum kita mulai melakukan riset, terlebih dulu kita harus memahami apa sih prinsip$prinsip dalam penelitian tindakan kelas. Prinsip Penelitian Tindakan Kelas yaitu& Kegiatan nyata yang dilaksanakan dalam situasi rutin. /rtinya proses tindakan penelitian tidak dilaksanakan pada )aktu tertentu misalnya saat libur semester, saat hari minggu dan seterusnya, tapi bersamaan dengan kegiatan belajar biasa. *roses belajar berjalan normal sehingga sis)a tidak tahu gurunya sedang melakukan penelitian. Kegiatan penelitian diawali dari kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja. "ogikanya jika pak guru atau bu guru membuat *+K karena mau naik pangkat atau mau ikut lomba, maka masalah yang diangkat jadi tidak original dan cenderung direkayasa. Njiiih mboten..... 0erpijak pada analisis permasalahan pembelajaran di kelas. Maksudnya masalah yang diteliti memang benar$benar dialami dan membutuhkan pemecahan. 1paya empiris dan sistematis. #mpiris dapat diartikan nyata berdasarkan data$data akurat. %istmatis maksunya mengikuti kaidah metodologi penelitian. Masalah yang diteliti Spesifik 2khusus , misalnya anak gak mau bertanya, tidak kosentrasi, malas mengerjakan *3, sering tidur, nilai ulanagan harian pada KD tertentu rendah. Masalah yang terlalu luas misalnya; prestasi belajar, hasil 1/N, kenakalan remaja dan seterusnya. 4al yang diteliti harus anagable, artinya dapat dikelola dan dilaksanakan oleh si guru. Kalau mau meningkatkan minat belajar, perlakuan tindakannya ya gak perlu mendatangi rumah sis)a satu persatu, melacak keseharian sis)a, melacak lamanya )aktu belajar dirumah. Kalau begini akhirnya susah sendiri dech...

. . .

. !ealisti"2operasional atau tidak diluar jangkauan. 5ontohnya jika mau meningkatkan motivasi belajar perlakuan tindakanya ya gak perlu dengan melengkapi semua sarana dan prasarana belajar sis)a. ni kan diluar jangkauan pak guru dan bu guru. . #ime$bound2diikat oleh )aktu. /rtinya lama penelitian dibatasi )aktunya misalnya dalam 6 siklus. +iap siklus dibuat dalam 7 kali pertemuan sehingga menjadi 8 kali pertemuan. +idak dilakukan dalam satu semester, satu tahun apalagi tiga tahun...he...he... Di a)al tadi sudah dijelaskan bah)a penelitian tindakan kelas bersifat siklikal, yang terdiri dari empat rangkaian langkah yaitu& perencanan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Nah selanjutnya mari kita lihat tahapan$tahapan tersebut dalam bagan berikut. Bagaimana Menemukan Permasalahan PTK ? /. 3enungilah kegiatan pembelajaran yang anda laksanakan. 5arilah hal$hal yang anda anggap masalah. Misalnya& 9. %is)a banyak yang mengantuk 7. %is)a tidak kosentrasi dalam belajar 6. %is)a tidak berani bertanya :. %is)a tidak minat belajar ;. %is)a tidak punya motivasi belajar 8. %is)a tidak senang belajar <. %is)a sangat tegang ketika belajar =. Nilai sis)a sangat rendah >. dllll 0. Mengidentifikasi masalah

Dalam mengidentifikasi masalah sebaiknya anda tuliskan semua masalah pembelajaran yang anda alami misalnya %is)a tidak ada yang berani menja)ab pertanyaan guru %is)a tidak berani bertanya <?@ sis)a membuat catatan pada buku yang berganti$ganti Dalam belajar kelompok sis)a banyak yang mengandalkan temannya %is)a tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok Dan seterusnya

5. Berfikirlah tentang apa yang mungkin dapat anda perbaiki Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk memfokuskan perhatian anda 9. 0agaimana agar sis)a tidak mengantukA 7. /pa yang harus saya lakukan agar sis)a senang belajar *%A 6. 0agaimana agar sis)a aktif bertanyaA :. dlllll #. Pilihlah masalah yang layak untuk dipe!ahkan

Jika anda yakin bah)a banyak sis)a terlambat karena rumahnya sangat jauh dari sekolah anda tidak perlu melakukan *+K. Jika anda yakin bah)a penyebab sis)a tidak mempelajari materi di rumah karena tidak punya buku, anda tidak perlu melakukan *+K karena dengan sis)a dibelikan buku le)at dana 0(% masalah tsb akan beres.

D. Pilihlah masalah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu ke!il

5ontoh Masalah yang terlalu besar& Nilai 1/% dari tahun ke tahun selalu rendah, *restasi belajar sis)a rendah. 5ontoh masalah yang terlalu kecil & dua orang sis)a selalu tidur saat belajar, satu orang sis)a tak pernah membuat *3 dlllll

Perumusan Masalah *ilihlah satu masalah yang mendesak untuk dipecahkan, nilai strategisnya sangat penting , dan sudah ditemukan alternatif peme!ahannya *erumusan masalah meliputi dua variabel yaitu variabel primer ,variabel terikat- dan variabel skunder ,variabel bebas

5ontoh perumusan masalah& ,9- /pakah aktifitas bertanya sis)a kelas B %D C dapat meningkat melalui penerapan metode pembelajaran small groupA ,7-0agaimanakah peningkatan aktivitas bertanya melalui penerapan metode pembelajaran small groupA /ktivitas bertanya disebut variabel primer, metode pembelajaran small group disebut variabel skunder.