Anda di halaman 1dari 13

FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – S1 Reguler Teknik
TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – S1 Reguler Teknik

Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – S1 Reguler Teknik Lingkungan

Mata Kuliah : Peranc. Struktur Bang. Teknik Lingkungan (Baja) Tanggal Rabu/23 Mei 2011 120 minutes
Mata Kuliah
: Peranc. Struktur Bang. Teknik Lingkungan (Baja)
Tanggal
Rabu/23 Mei 2011
120 minutes
Ir.Sjahril AR,Meng & Mulia O, ST, MEng
: Open Note
:
Waktu
:
Dosen
:
Sifat Ujian

Semua menggunakan baja BJ37 (Fy=240Mpa Fu=370Mpa E =2.10 5 Mpa G=8.10 4 Mpa). Perhitungan menggunakan metode LRFD. (Note : Semua unit panjang dinyatakan dalam mm, kecuali dinyatakan secara tertulis)

I. Flexural Member

Alokasi Waktu : 45 menit

Balok sederhana dg Profil W14x53 seperti pada gambar mendapatkan support lateral di C dan D. Cek apakah profil tersebut memadai terhadap gaya dalam Momen, Geser dan lendutan? (Diketahui lendutan ijin 3mm).

Diket : W14x53 :

A =

4,961.28

mm2

Sx =

475,224.86

mm3

Zx =

658,759.97

mm3

Sy =

45,883.78

mm3

Zy =

90,784.33

mm3

Lp =

1,371.60

mm

h/tw =

48.1

 

Lr =

4,084.32

mm

Aw =

1,935.48

mm2

X1 =

13,041.00

Mpa

Bf/2tf =

6

 

X2 =

2.92E+08

(1/Mpa) 2

Iy=

3,708,622.00

mm4

J=

149,843.31

mm4

Ix=

24,016,553.26

mm4

Cw=

1.09E+11

mm6

Bobot : 35%

qDL =2kN/m

qLL=3kN/m

B D A C 4m 4m 4m KONVERSI : 1 Ksi 1 Mpa = 7
B
D
A
C
4m
4m
4m
KONVERSI :
1 Ksi
1 Mpa
= 7 Mpa
= 1 N/mm 2
1 Kips
1 inc
= 4516 N
= 25.4 mm

II. Disain Sambungan

Bobot : 35%

Alokasi Waktu : 45Menit

2.1. (17.5%) Akibat pembebanan yang ada (DL=200kN dan LL=120kN), disainlah sambungan antara profil canal C10 (tebal 8.5mm) dengan gusset pelat setebal 1/2inc (12.7mm) menggunakan baut berdiameter 22mm (7/8in) jenis A308 (Fv=168Mpa). Sket lay-out sambungan dengan memperhatikan persyaratan jarak yang diatur AISC.

2.2. (17.5%) Akibat pembebanan yang ada, disainlah sambungan antara profil canal C10 (tebal 8.5mm) dengan gusset pelat setebal 1/2inc (12.7mm) menggunakan tebal las minimum. Sambungan didisain hanya pada dua sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap!

sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=

100

sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=

DL= 200kN

LL=

120kN

sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=
sisi (arah longitudinal saja). Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! 100 DL= 200kN LL=

Gusset t=12mm

III. Kekuatan Sambungan

Alokasi Waktu : 45 menit

3.1. Sambungan Las

Bobot : (15%)

6 225 6 100 2L100.100.8 gusset 10mm 6 75
6 225
6
100
2L100.100.8
gusset 10mm
6
75

P maks?

Bobot : 30%

Hitung beban maksimum yang mampu ditahan sambungan las jika menggunakan las jenis elektroda 70 dg kekuatan las 490Mpa.

2.2 Sambungan Baut

Bobot : 15%

125 Tampak 250 Samping WF250x125 t= 6mm 50 30 60 25 25 60 30 Tampak
125
Tampak
250
Samping
WF250x125
t= 6mm
50
30
60
25
25
60
30
Tampak
125
Atas

Potongan

Hitung kekuatan sambungan jika diketahui tebal sayap (tf) dan badan (tw) profil WF250x125 masing-masing 9mm dan 6mm dan baut yang digunakan berdiameter 16mm (5/8in) A325N. Pelat penyambung memiliki tebal 6mm. Fu = 370 MPa

FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – S1 Reguler Teknik
TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – S1 Reguler Teknik

Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – S1 Reguler Teknik Sipil

Mata Kuliah : Tanggal : Perancangan Struktur (Baja) Jumat/20 Mei 2011 Waktu Dosen Sifat Ujian
Mata Kuliah
:
Tanggal
:
Perancangan Struktur (Baja)
Jumat/20 Mei 2011
Waktu
Dosen
Sifat Ujian
: 120 minutes
: Dr.-Ing.Ir.Henki W A, Ir.Sjahril AR,MEng, Ir.Ruswan R, MSi
: Open Note

Semua menggunakan baja BJ1 (Fy=250Mpa Fu=410Mpa) dan E =2.10 5 Mpa. Perhitungan menggunakan metode LRFD. (Note : Semua unit panjang dinyatakan dalam mm, kecuali dinyatakan secara tertulis)

IV. Flexural Member

Alokasi Waktu : 30 menit

Balok sederhana dg Profil W12x14 seperti pada gambar. Cek apakah profil tersebut memadai terhadap Momen & Lintang/Geser?

Diket : W14x53 :

A =

4,961.28

mm2

Sx =

475,224.86

mm3

Zx =

658,759.97

mm3

Sy =

45,883.78

mm3

Zy =

90,784.33

mm3

Lp =

1,371.60

mm

h/tw =

48.1

 

Lr =

4,084.32

mm

Aw =

1,935.48

mm2

X1 =

13,041.00

Mpa

Bf/2tf =

6

 

X2 =

2.92E+08

(1/Mpa) 2

Iy=

3,708,622.00

mm4

J=

149,843.31

mm4

     

Cw=

1.09E+11

mm6

V. Kekuatan Sambungan

Alokasi Waktu : 40 menit

Bobot : 25%

qDL =5.4kN/m

qLL=3kN/m

Waktu : 40 menit Bobot : 25% q DL =5.4kN/m qLL=3kN/m 4m 6m KONVERSI : 1
Waktu : 40 menit Bobot : 25% q DL =5.4kN/m qLL=3kN/m 4m 6m KONVERSI : 1
Waktu : 40 menit Bobot : 25% q DL =5.4kN/m qLL=3kN/m 4m 6m KONVERSI : 1
Waktu : 40 menit Bobot : 25% q DL =5.4kN/m qLL=3kN/m 4m 6m KONVERSI : 1
4m 6m
4m
6m

KONVERSI :

1 Ksi

= 7 Mpa

1 Mpa

= 1 N/mm 2

1 Kips

= 4516 N

1 inc

= 25.4 mm

Bobot : 35%

5.1. Sambungan Las

Bobot : (17.5%)

E70 7 225 E70 7 120 ┘120.120.8 E70 gusset 9mm 7 75
E70
7 225
E70
7
120
┘120.120.8
E70
gusset 9mm
7
75

P maks?

Alokasi Waktu : 20 menit

Hitung beban maksimum yang mampu ditahan sambungan las.

2.2 Sambungan Baut

Dua profil siku L120.120.8 disambung dengan 4 baut berdiameter 22mm (7/8 in) jenis A308 (Fv=168Mpa).

Bobot : 17.5%

Alokasi Waktu : 20 menit

I. Cek apakah lay-out sambungan tersebut memenuhi persyaratan jarak yang diatur AISC

II. Hitung kekuatan sambungan

III. Jika baut ditukar dengan type A490N (Fv=420Mpa); hitung persentase peningkatan kekuatan GESER sambungan.

3 @ 70mm 2L 120x120x8 40 50 Gusset t=12mm D22 A308
3 @ 70mm
2L 120x120x8
40
50
Gusset t=12mm
D22 A308

IX. Disain Sambungan

Bobot : 40%

Alokasi Waktu : 50Menit

9.1. (20%) Disainlah sambungan pada sayap (flange) profil WF250x125 (t f =9mm dan t w =6mm) pada kondisi service, jika gaya dalam akibat beban mati adalah 100kN, beban hidup 70kN dan beban angin 50kN, dengan menggunakan baut berdiameter 16mm (5/8in) A325N dimana slip tidak diijinkan terjadi. Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap (tampak samping, tampak atas dan potongan)!

125 Pelat penyambung 6mm 250 WF250x125 Potongan Tampak Samping
125
Pelat penyambung 6mm
250
WF250x125
Potongan
Tampak Samping
penyambung 6mm 250 WF250x125 Potongan Tampak Samping 125 Tampak Atas 9.2. (20%) Akibat pembebanan yang ada,
penyambung 6mm 250 WF250x125 Potongan Tampak Samping 125 Tampak Atas 9.2. (20%) Akibat pembebanan yang ada,
penyambung 6mm 250 WF250x125 Potongan Tampak Samping 125 Tampak Atas 9.2. (20%) Akibat pembebanan yang ada,
penyambung 6mm 250 WF250x125 Potongan Tampak Samping 125 Tampak Atas 9.2. (20%) Akibat pembebanan yang ada,
penyambung 6mm 250 WF250x125 Potongan Tampak Samping 125 Tampak Atas 9.2. (20%) Akibat pembebanan yang ada,

125

Tampak Atas

9.2. (20%) Akibat pembebanan yang ada, disainlah sambungan antara profil siku 100x100x8 dengan gusset plate setebal 3/8inc (9.5mm) menggunakan tebal las minimum yang disyaratkan. Sambungan hanya pada 2 sisi saja (arah longitudinal) dan memperhitungkan efek eksentrisitas akibat titik berat profil siku. Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap!

D=80kN L=140kN L100.100.8
D=80kN
L=140kN
L100.100.8
32.4 100 32.4 100
32.4
100
32.4
100

FAKULTAS TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA

DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL

TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – PPSE Teknik Sipil
TEKNIK - UNIVERSITAS INDONESIA DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – PPSE Teknik Sipil

Ujian Akhir Semester Genap 2010/2011 – PPSE Teknik Sipil

Mata Kuliah Tanggal Waktu Dosen Sifat Ujian : Perancangan Struktur (Baja) : Rabu/18 Mei 2011
Mata Kuliah
Tanggal
Waktu
Dosen
Sifat Ujian
: Perancangan Struktur (Baja)
: Rabu/18 Mei 2011
: 120 minutes
: Mulia Orientilize, ST, MEng; Ir. Ruswan R, Msi, Ir. Madsuri,MT
: Open Note

Semua menggunakan baja BJ41 (Fy=250Mpa Fu=400Mpa) dan E =2.10 5 Mpa. Perhitungan menggunakan metode LRFD. (Note : Semua unit panjang dinyatakan dalam mm, kecuali dinyatakan secara tertulis)

X. Compression Member

Alokasi Waktu : 30 menit

Kolom pada portal seperti gambar di samping ditempatkan pada arah sumbu kuat (X). Kondisi kolom AB pada arah sumbu lemah (Y) mendapatkan lateral support di posisi 5m dari bawah, sedangkan kolom BC tidak mendapatkan pengaku lateral.

a. Hitung panjang efektif kolom AB dan BC

b. Pada kolom BC, cek pada arah mana tekuk terjadi dan tentukan jenis tekuk

c. Hitung kekuatan nominal dari kolom BC

d. Cek apakah kolom BC cukup kuat jika gaya dalam akibat beban mati dan hidup masing- masing adalah 200kN dan 120kN.

C W16x57 6m W8x24 B W16x57 8m A 8m 8m
C
W16x57
6m
W8x24
B
W16x57
8m
A
8m
8m

Portal Pada arah sb X

Bobot : 25%

C Jepit bebas B 3m 5m A
C
Jepit bebas
B
3m
5m
A

Kolom ABC pada arah sb y

: 25% C Jepit bebas B 3m 5m A Kolom ABC pada arah sb y  
   

Balok

Kolom

 
   

W8x24

W16x57

 

A

=

 

4,567.73

10,838.69

mm2

Ix

=

34,463,962.04

315,503,420.60

mm4

Iy

=

7,617,035.09

17,939,574.44

mm4

rx

=

 

86.87

170.69

mm

ry

=

 

40.89

60.96

mm

Catatan : Lampirkan Nomogram ini di lembar jawaban saudara

XI. Kekuatan Sambungan

Alokasi Waktu : 40 menit

Bobot : 35%

11.1. Sambungan Las

Bobot : (17.5%)

Alokasi Waktu : 20 menit

E70 7 225 E70 7 100 ┘100.100.10 E70 gusset 10mm 7 75
E70
7
225
E70
7
100
┘100.100.10
E70
gusset 10mm
7 75

Hitung kekuatan dari sambungan las.

Diketahui : 1 ksi = 7 Mpa 1 inc = 25.4 mm

= 7 N/mm 2

2.2 Sambungan Baut

Dua pelat dengan tebal berbeda disambung dengan menggunakan 4 baut berdiameter 22mm (7/8 in) jenis A308 (Fv=168Mpa).

a. Cek apakah lay-out sambungan tersebut memenuhi persyaratan jarak yang diatur AISC

Bobot : 17.5%

b. Hitung kekuatan sambungan

c. Jika baut ditukar dengan type A490N (Fv=420Mpa); hitung persentase peningkatan kekuatan sambungan.

XII. Disain Sambungan

Bobot : 40%

Alokasi Waktu : 20 menit

D22 A308 19mm 3 @ 70mm 40mm 35mm
D22 A308
19mm
3 @ 70mm
40mm
35mm

Alokasi Waktu : 50Menit

12mm

12.1.(20%) Disainlah sambungan pada sayap (flange) profil WF200x100 (t f =11mm dan t w =9mm) pada kondisi service, jika beban mati adalah 100kN, beban hidup 70kN dan beban angin 50kN, dengan menggunakan baut berdiameter 16mm (5/8in) A325N dimana slip tidak diijinkan terjadi. Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap (tampak samping, tampak atas dan potongan)! (Catatan : 1 ksi =7Mpa; 1 Mpa = 1N/mm 2 )

Pelat penyambung 6mm

WF200x100

Tampak Samping

100 200
100
200

Potongan

=7Mpa; 1 Mpa = 1N/mm 2 ) Pelat penyambung 6mm WF200x100 Tampak Samping 100 200 P
=7Mpa; 1 Mpa = 1N/mm 2 ) Pelat penyambung 6mm WF200x100 Tampak Samping 100 200 P
=7Mpa; 1 Mpa = 1N/mm 2 ) Pelat penyambung 6mm WF200x100 Tampak Samping 100 200 P
=7Mpa; 1 Mpa = 1N/mm 2 ) Pelat penyambung 6mm WF200x100 Tampak Samping 100 200 P
=7Mpa; 1 Mpa = 1N/mm 2 ) Pelat penyambung 6mm WF200x100 Tampak Samping 100 200 P

100

Tampak Atas

12.2. (20%) Disainlah sambungan antara

profil siku 100x100x10 dengan gusset pelat setebal 3/8inc (9.5mm) menggunakan tebal las minimum. Sambungan hanya pada 2 sisi saja (arah longitudinal) dan memperhitungkan efek eksentrisitas akibat titik berat profil siku. Sket hasil disain dalam gambar kerja yang lengkap! (Catatan :

1 ksi =7Mpa)

kN kN L100.100.10 28.2 100 28.2 100
kN
kN
L100.100.10
28.2
100
28.2
100
Use LRFD method to solve the problems below. All member use A36 Steel with Fy=36ksi=250Mpa

Use LRFD method to solve the problems below. All member use A36 Steel with Fy=36ksi=250Mpa Fu=50ksi=350Mpa E =29.000ksi=2.10 5 Mpa

Note : 1ft=12in=304.8mm=0.3048m.

1. (35%) Two plates with different thickness are connected by 4 bolts of A308 and 1-in diameter.

d. Check whether the bolt lay out follow ASCE rules

e. Determine the strength of connection

f. How much improvement of the connection strenght if A308 are changed to A490?

3/4in

1 in A308

2in 3 x 3in 1.5in
2in
3 x 3in
1.5in
5in Section I-I
5in
Section I-I
I 6” I
I
6”
I
1 in A308 2in 3 x 3in 1.5in 5in Section I-I I 6” I 3. (30%)
1 in A308 2in 3 x 3in 1.5in 5in Section I-I I 6” I 3. (30%)
1 in A308 2in 3 x 3in 1.5in 5in Section I-I I 6” I 3. (30%)

3. (30%) A single angle tension member is connected to a 3/8in gusset plate as shown in Figure. By using the maximum size of fillet weld, design the connection. Sketch your final design on a full drawing!

2. (35%) Design connection between double angle 2L5x3x⅜ (A=2X2.86in 2 ) with 5/8in gusset plate using 7/8in diameter of A325X. The strength of connection is assumed equal to member strength (just consider yield and fracture strength of tension member, assume An=0.85 Ag and U =0.8). Sketch the connection on a drawing.

yield and fracture strength of tension member, assume An=0.85 Ag and U =0.8). Sketch the connection

1/2in

Name :

QUIZ STRUCTURAL DESIGN NPM :

1. A 24ft of length W14x90 of the 50 ksi is used as a column with a support against weak axis buckling at point C (assumed as pin) as shown in Figure. Determine :

a. Effective length due to buckling to x and y direction

b. To which direction the column buckles and what is the type of buckling? (elastic or inelastic buckling)

c. Critical stress (F cr ) of column

d. Check whether the column is adequate if the 1200kip (5337kN) factored load applied.

W14x90

A=26.5in 2 =17096.7mm 2

r x= 6.14in=155.9mm r y =3.70in=94mm

W8x24 A= 7. 08in2 Ix=82.8in4 Iy=18.3in4 rx= 3.42in ry=1.61in W16x57 A= 16.8in2 E = 29.000ksi
W8x24
A= 7.
08in2
Ix=82.8in4
Iy=18.3in4
rx= 3.42in
ry=1.61in
W16x57 A= 16.8in2
E = 29.000ksi
Ix=758in4
Iy=43.1in4
rx= 6.72in
ry=1.60in
1 kip = 4.447kN
1 ksi = 6.9 MPa
1 inch=25.4mm
1ft=12in=304.8mm
F
C
10ft
W16X57
W16X57
A
B
E
15ft
D
A
20ft
25ft
W
8x24
W
8x24
W
8x24
W
8x24
A 12ft C 28ft Lateral support at the weakness axis y 16ft W14x90 B
A
12ft
C
28ft
Lateral support at the
weakness axis y
16ft
W14x90
B

2. The frame in this Figure is use W8x24 as a column and W16x57 of the 50 ksi as

girder/beam.

Assume that the column is

oriented in such a way that major axis

 

bending occurs in the plane of the frame

and

the columns are braced at each story level

for out-of-plane buckling.

a. Calculate the effective length factor for the column AB, DE and EF

b. To which direction those columns buckles and what is the type of buckling? (elastic or inelastic

buckling)

c. Determine the Nominal design strength of column EF.

and what is the type of buckling? (elastic or inelastic buckling) c. Determine the Nominal design

Nama :

QUIZ PERANCANGAN STRUKTUR NPM :

1. Kolom W8x24 (Fy=50ksi) sepanjang 28ft dengan perletakan jepit dan

sendi seperti pada Gambar. Kolom ini pada sumbu lemah mendapatkan support arah lateral (asumsi sendi) pada jarak 12ft dari atas.

a.

Cek kemungkinan terjadinya tekuk local pada kolom

 

b.

Hitung panjang efektif/tekuk pada arah sumbu x dan y

c.

Hitung besarnya beban yang bekerja pada kolom ketika kolom mulai mengalami tekuk

d.

Jika kolom mengalami tekuk, ke arah mana tekuk terjadi?

W8x24

A= 7.08in2

Ix=82.8in4

Iy=18.3in4

rx= 3.42in

ry=1.61in

Bf= 6.495in

tf= 0.4in

Hw=7.93in

tw=0.245in

W16x57 A= 16.8in2 E = 29.000ksi

Ix=758in4

Iy=43.1in4

rx= 6.72in

ry=1.60in

1 kip = 4.447kN 1 ksi = 6.9 MPa 1 inch=25.4mm 1ft=12in=304.8mm F C 10ft
1 kip = 4.447kN
1 ksi = 6.9 MPa
1 inch=25.4mm
1ft=12in=304.8mm
F
C
10ft
W8x24
W8x24
B
E
15ft
D
A
15ft
25ft
W 16x57
W
16x57
W 16x57
W
16x57
A 12ft C 28ft Lateral support at the weakness axis y 16ft W8x24 B
A
12ft
C
28ft
Lateral support at the
weakness axis y
16ft
W8x24
B

2. Portal disamping menggunakan W16x57 sebagai kolom dan W8x24 sebagai balok (Fy=36 ksi). Posisi kolom pada portal ini

diletakkan pada arah sumbu kuat. Pada arah

sumbu lemah, portal diberi bracing/pengaku pada setiap lantai.

a. Hitung panjang efektif kolom DE, dan BC

b. Jika kolom BC mengalami kegagalan, apakah jenis tekuk yang terjadi dan pada arah manakah tekuk terjadi

c. Hitung kekuatan nominal dari kolom BC.

kegagalan, apakah jenis tekuk yang terjadi dan pada arah manakah tekuk terjadi c. Hitung kekuatan nominal
Soal-soal di bawah ini menggunakan baja BJ41 (Fy=250Mpa Fu=400Mpa) dan E =2.10 5 Mpa. Perhitungan

Soal-soal di bawah ini menggunakan baja BJ41 (Fy=250Mpa Fu=400Mpa) dan E =2.10 5 Mpa. Perhitungan yang dilakukan menggunakan metode LRFD.

4. Tension Member

A. Hitung kekuatan (ϕPn) akibat kegagalan leleh dan fracture dari batang tarik yang terdiri dari profil WF 200x125

yang disambung dengan baut berukuran 19mm sebanyak 8 buah pada badan dan total 16 baut pada sayap atas dan bawah. Diketahui WF 200x125 : A = 1910mm 2 tf=5.21mm tw=3.05mm

50mm

19mm 22.2mm 125mm
19mm
22.2mm
125mm

19mm

50 mm 100 mm 50 mm
50
mm
100 mm
50
mm
50mm 19mm 22.2mm 125mm 19mm 50 mm 100 mm 50 mm 3@75mm 50 mm    

3@75mm

50 mm
50 mm
50 mm
50 mm
50 mm

50 mm

   
50 mm    
50 mm    
50 mm    
50 mm    
19mm 50 mm 100 mm 50 mm 3@75mm 50 mm     3@75mm B. Hitung kekuatan

3@75mm

B. Hitung kekuatan (ϕPn) akibat kegagalan block shear pada pelat penyambung (gusset plate) dengan tebal 3/8inch (9.53mm) dari batang tarik di samping ini. Diketahui L100x100 : A=2419.35mm 2

t=12.7mm

L100x100 80mm
L100x100
80mm
34.4mm 100mm 3/8” (9.53mm)
34.4mm
100mm
3/8” (9.53mm)

5. Compression Member Kolom W14x90 seperti pada gambar disamping mendapatkan pengaku lateral pada arah sumbu y di titik C.

e. Cek kemungkinan terjadinya tekuk lokal pada profil

f. Tentukan panjang tekuk pada kedua (x & y)

g. Cek arah dan jenis tekuk yang terjadi (elastic atau inelastic buckling)

h. Hitung tegangan Kritis (F cr ) pada kolom AB

i. Cek apakah kolom AB kuat jika pada kolom bekerja beban mati sebesar 1000kN dan beban hidup sebesar

Jepit bebas A 4m Lateral support pd arah sumbu y sendi C W14x90 6m B
Jepit bebas
A
4m
Lateral support pd
arah sumbu y
sendi
C
W14x90
6m
B
jepit

500kN?

Diket: W14x90 : A=17097mm 2 rx=157mm ry=94mm

6mm

150mm 250mm
150mm
250mm

3. Flexural Member :

Hitung Momen Plastis (Mp) dari profil T di samping ini

4mm

r x =157mm r y =94mm 6mm 150mm 250mm 3. Flexural Member : Hitung Momen Plastis

10m

r x =157mm r y =94mm 6mm 150mm 250mm 3. Flexural Member : Hitung Momen Plastis
Pilih salah satu dari kedua soal di bawah ini. Kedua soal di bawah ini menggunakan
Pilih salah satu dari kedua soal di bawah ini. Kedua soal di bawah ini menggunakan

Pilih salah satu dari kedua soal di bawah ini. Kedua soal di bawah ini menggunakan baja A242 dimana

Fy=50ksi=345Mpa

Fu=70ksi=482Mpa E =29.000ksi=2.10 5 Mpa. Diketahui : 1 inchi = 25.4mm

1. Profil siku L6x6x½ disambungkan ke pelat tebal ½ seperti pada Gambar 1 menggunakan las sepanjang 9,

6 dan 3 inchi di ketiga sisi. Hitunglah berapa gaya tarik maksimum yang mampu ditahan oleh profil tersebut. (catatan: evaluasi semua failure mode yang mungkin terjadi pada profil tersebut).

Gambar 1
Gambar 1
mode yang mungkin terjadi pada profil tersebut). Gambar 1 L6x6x ½ A=19.6in 2 = 2645mm 2

L6x6x½

A=19.6in 2 = 2645mm 2

xp=0.0.479in=12.17mm

2. Posisi Kolom AB W14x99 setinggi 8m

pada arah sumbu kuat (sb x) merupakan bagian dari portal seperti pada Gambar2 dan pada arah sumbu lemah (sb y) mendapatkan lateral support di setengah bentang. Tentukanlah :

a. Panjang tekuk pada arah x & y (gunakan Alignement chart di atas, lampirkan di lembar jawaban anda)

b. Jenis tekuk yang terjadi (elastic atau inelastic buckling)

c. Tegangan Kritis (F cr ) pada kolom AB

d. Kekuatan nominal (φPn) kolom AB terhadap gaya tekan.

d. Kekuatan nominal ( φ Pn) kolom AB terhadap gaya tekan. W14x99 A=29.1in2 Ix=1110in4 Iy=402in4 rx=6.17in
W14x99 A=29.1in2 Ix=1110in4 Iy=402in4 rx=6.17in ry=3.71in W14x99 W21x50 A= 14.7in2 Ix=948in4 Iy=24.9in4 8m
W14x99 A=29.1in2
Ix=1110in4 Iy=402in4
rx=6.17in
ry=3.71in
W14x99
W21x50 A= 14.7in2 Ix=948in4
Iy=24.9in4
8m
rx=8.18in
ry=1.3in
B
W21x50
B
W14x99
8m
8m
A
A
6m
6m

Portal Pada arah sb x kolom AB

Kolom AB pada arah sb y

Gambar 2